Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah
(Sari Nusantara Putri)
DOI : 10.54150/thawalib.v4i2.233
- Volume: 4,
Issue: 2,
Sitasi : 0 05-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.31-Jul-2025
Abstrak:
The aim of the research is to describe the management of educational facilities and infrastructure to improve the quality of learning at Pamekasan 6 State Junior High School. The research method is qualitative through a case study approach. Data collection techniques: interviews, observation, and documentation. Data processing techniques: reduction, data presentation, and conclusion. Wetness engineering data: credibility and confirmability. The research results show: (1) planning: collecting analysis of facility and infrastructure needs. (2). Procurement: purchasing items that prioritize learning needs. (3) inventory: recording goods in the inventory book. (4) maintenance: cleaning classroom facilities and building maintenance. (5) removal: throwing away items that are unfit and do not meet the criteria.
|
0 |
2023 |
Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Theraphy di Desa Mojoagung Soko Kabupaten Tuban
(Nurul Novitasari, Chilyatul Azkiyya, Ayu Puji Lestari, Azimatul Ulya, Devi Mustika Ramadhani, Elfiana Anggita Dewi, Irma Improatul Fitria, Mastura Laelatul Fajar, Miftakhul Jannah, Nur Aini Lu’luatin, Safira Nurulita, Siti Kholisoh, Siti Qudrotun Nada, Tega Silvia Antika, Ulva Romadhotul Fatimah, Rina Khumaimah)
DOI : 10.55606/jpmi.v2i3.2652
- Volume: 2,
Issue: 3,
Sitasi : 0 05-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.19-Aug-2025
Abstrak:
Candles are a tool that can fulfill human needs. Apart from being a light, candles can also be used as home decoration and are a useful tool in assisting the therapy process and can support a modern healthy lifestyle. In this case, the function of candles increases, such as fragrances, which can light up and spread a fragrant aroma throughout the room. To relax the body and create calm, and help relieve symptoms of stress. Can support a positive mood and can increase energy for the body.
Candles are a tool that can fulfill human needs. Apart from being a light, candles can also be used as home decoration and are a useful tool in assisting the therapy process and can support a modern healthy lifestyle. In this case, the function of candles increases, such as fragrances, which can light up and spread a fragrant aroma throughout the room. To relax the body and create calm, and help relieve symptoms of stress. Can support a positive mood and can increase energy for the body.
|
0 |
2023 |
Pelatihan Desain Foto dan Katalog Produk Bank Sampah Pentul Asri Semarang
(Erisa Adyati Rahmasari, Puri Sulistiyawati, Toto Haryadi, Dimas Irawan Ihya’ Ulumuddin, Nova Rijati)
DOI : 10.62411/ja.v6i3.1563
- Volume: 6,
Issue: 3,
Sitasi : 0 03-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.29-Jan-2026
Abstrak:
Bank sampah pentul asri berdiri sejak tahun 2018. Stereotype yang muncul yaitu bank sampah hanya mengumpulkan sampah – sampah dari masyarakat dan belum diolah dengan baik menjadi produk yang bermanfaat. Hal ini tentunya menjadi penghambat kemajuan program dari bank sampah tersebut yang mana cukup disayangkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari wilayah tingkat RW maupun kelurahan setempat sehingga layak untuk dipublikasikan lebih jauh. Masalah lain yang timbul yaitu pengelola bank sampah hanya fokus pada bagaimana cara mengubah sampah menjadi produk, sedangkan potensi – potensi dari produk yang telah dihasilkan pun juga belum dipromosikan kepada masyarakat secara luas. Promosi menjadi kegiatan wajib di era serba digital dan online ini, untuk mempublikasikan produk – produk hasi olahan bank sampah Pentul Asri. Diperlukannya upaya pelatihan desain foto dan katalog produk bank sampah Pentul Asri Semarang sekaligus menjadi tema dan judul kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diajukan untuk memberikan pengetahuan, motivasi, serta ketrampilan dalam menciptakan konsep desain foto dan katalog produk untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan hasil olahan bank sampah. Adapun hasil luaran dari kegiatan ini yaitu konsep fotografi dan pemanfaat media katalog sebagai upaya pengenalan dan promosi produk – produk bank sampah Pentul Asri yang secara tidak langsung juga turut memajukan potensi wilayah kelurahan Tinjomoyo.
|
0 |
2023 |
Prototype Sistem Monitoring Asap Rokok Pada Ruangan Berbasis IoT Dan Wemos D1 R1 ESP 8266
(Lukman Nur Hakim, Jenny Putri Hapsari, Munaf Ismail)
DOI : 10.26623/elektrika.v15i2.7271
- Volume: 15,
Issue: 2,
Sitasi : 0 02-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p><em>The cigarette smoke is one of the habits that exist in everyday life that cannot be avoided. Smoking can damage health such as respiratory disorders, poisoning of the central nervous system and heart. One of the causes of cigarette smoke, such as cervical cancer, heart impotence, pregnancy disorders and many more. Not only that, smoking can harm other people to take part in inhaling the smoke. From these problems, a Cigarette Smoke Monitoring System was created using a Flame Sensor, MQ 135 Sensor and DHT11 Sensor with Wemos D1 R1 and Blynk to increase usage and monitoring efficiency to properly neutralize Cigarette Smoke in the room. So that a solution appears to the above problems by making this tool, the cause of harmful cigarette smoke can be minimized and the amount of cigarette smoke can be monitored every day due to the manufacture of this tool. The cigarette smoke monitoring system also functions to warn people who violate the smoking ban in a certain room. This research produces a prototype tool using 3 Flame Sensors, DHT11 Sensors and MQ 135 Sensors to detect the presence of fire. Blynk IoT to display data on smartphones and can be monitored via the Thingspeak Web to temporarily store data. Based on the test and measurement results obtained, the sensor used in the final project works properly. The MQ 135 sensor detects CO2 gas levels with an error value of 13.8%, the DHT 11 sensor when it detects temperature gets an error value of 7.17% and when it detects humidity it gets an error value of 3.29%.</em></p><p> </p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Cigarette Smoke Monitoring, Internet Of Things (IoT), Web Thingspeak.</em></p><p> </p><p class="Abstract" align="center"><strong>ABSTRAK </strong></p><p>Asap Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang ada di kehidupan sehari-hari yang tidak bisa dihindari. Merokok dapat merusak kesehatan seperti gangguan pernafasan, keracunan sistem saraf pusat dan jantung. Salah satu penyebab asap rokok seperti kanker serviks, impotensi jantung gangguan kehamilan dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu saja, merokok bisa membahayakan orang lain untuk ikut menghirup asapnya. Dari permasalahan tersebut dibuatlah Sistem Monitoring Asap Rokok menggunakan Flame Sensor, Sensor MQ 135 dan Sensor DHT11 dengan Wemos D1 R1 dan Blynk untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dan monitoring untuk menetralisir Asap Rokok pada ruangan dengan baik. Sehingga muncul solusi terhadap permasalahan diatas dengan pembuatan alat ini, asap rokok yang berbahaya itu dapat diminimalisir penyebabnya dan dapat dimonitoring banyaknya asap rokok setiap harinya karena pembuatan alat ini. Sistem monitoring asap rokok berfungsi juga untuk memperingatkan kepada orang yang melanggar larangan merokok pada suatu ruangan tertentu, Peneletian ini menghasilkan sebuah prototype alata dengan menggunakan 3 sensor Flame Sensor, Sensor DHT11 dan Sensor MQ 135 Mendeteksi kebaradaan api Suhu,Kelembaban dan Kadar Asap CO2 sebagai parameter input untuk diproses pada Mikrokontroller Wemos D1 R1 ESP8266 kemudian buzzer relay dan fan sebagai indikator apabila terdeteksi asap rokok pada ruangan operasi ini menghasilkan nilai output pada tampilan OLED. Blynk IoT untuk menampilkan data pada smartphone dan bisa dapat dimonitoring melalui Web Thingspeak untuk menyimpaan data sementara. Berdasrkan hasil pengujian dan pengukuran yang di dapat, sensor yang digunakan dalam project akhir bekerjadengan semestinya.Sensor MQ 135 mendeteksi kadar asap gas CO2 memiliki nilai error cukup besar 13,8 %,Sensor DHT 11 pada saat mendeteksi suhu mendapatkan nilai error sebesar 7,17 % dan pada saat mendeteksi kelembapan mendapatkan nilai error sebesar 3,29 %.</p>
|
0 |
2023 |
Monitoring Sistem Kontrol Mesin Drying Kopi Secara Real Time Berbasis IoT
(Kusmiyati Kusmiyati, Arga Dwi Pambudi, Zaenal Arifin, Sari Ayu Wulandari, Muhammad Agus Purnomo, Kristoforus Ardian Setiadi, Nia Yunita Listianingrum)
DOI : 10.26623/elektrika.v15i2.7857
- Volume: 15,
Issue: 2,
Sitasi : 0 02-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p><em>The process of drying coffee beans often done by manually using sunlight which has its drawbacks, where coffee farmers cannot predict the weather which may rain at any time. If exposed to rain water, coffee beans that are slightly dry will become wet and moist again, which will affect the quality of the coffee beans. Therefore, in this research a literature study will be carried out, followed by the construction of an IoT-based coffee drying machine so that its condition can be monitored at any time. In the drying process, a PTC fan and heater will be used to regulate the temperature and humidity in the coffee drying machine to get better results in drying coffee. This research will also test how much temperature and humidity are optimal in the coffee drying machine, because it will also affect the drying time and the quality of the coffee produced. To determine the quality of the coffee beans and develop a coffee drying machine, researchers will collaborate with UKM Boyolali which has experience in drying coffee beans. IoT-based dying coffee machine has been made, with dimensions (80 x 47 x 115) cm, drying capacity of 30 grams, using electric fuel which is integrated with temperature and humidity sensors which function as drying temperature controllers, with measurement error calibration results of 1.2 and organoleptic tests show that the quality of the coffee produced by the tool/machine is better than the coffee produced by manual heating, where the coffee beans heated by the machine have a strong coffee aroma but do not smell burnt, the color is even, light brown in color and has a bitter taste and when crushed and dissolved there is no precipitate on the surface. The optimum temperature for the IoT-based dying coffee machine is 80ºC in 883 seconds or the equivalent of 15 minutes, which is equivalent to traditional drying by relying on sunlight for 10 days, while the optimal humidity for the IoT-based dying coffee machine is 15 %, this is in accordance with the quality standards of coffee as a result of heating.</em> </p><p> </p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><em>Coffee beans</em><em>,</em><em> Drying coffee machine, IoT</em></p><p> </p><p class="Abstract" align="center"><strong>ABSTRAK </strong></p><p class="Abstract">Pada proses pengeringan biji kopi saat ini masih sering dilakukan secara manual menggunakan sinar matahari yang memiliki kekurangan, dimana petani kopi tidak bisa memprediksi cuaca yang kemungkinan bisa terjadi hujan setiap saat. Jika terkena air hujan biji kopi yang agak kering akan menjadi basah dan lembab kembali, dimana akan jadi berpengaruh pada kualitas dari biji kopi tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan study literature, yang dilanjutkan dengan pembuatan mesin drying kopi berbasis IoT sehingga bisa dipantau kondisinya setiap saat. Pada proses pengeringan akan digunakan fan dan heater PTC untuk mengatur suhu dan kelembapan di dalam mesin drying kopi untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus dalam pengeringan kopi. Pada penelitian ini juga akan diujikan seberapa besar suhu dan kelembapan yang optimal di dalam mesin drying kopi, karena akan berpengaruh juga pada waktu pengeringan dan kualitas kopi yang dihasilkan. Untuk menentukan kualitas dari biji kopi dan mengembangkan mesin drying kopi peneliti akan bekerjasama dengan UKM Boyolali yang sudah berpengalaman dibidang pengeringan biji kopi. Telah dibuat mesin dying kopi yang berbasis IoT, dengan dengan dimensi (80 x 47 x 115) cm, kapasitas pengeringan 30 gram, menggunakan bahan bakar listrik yang terintegrasi dengan sénsor suhu dan kelembaban yang berfungsi sebagai pengontrol suhu pengeringan, dengan hasil kalibrasi error pengukuran sebesar 1,2 dan uji organoleptic menunjukan bahwa kualitas kopi hasil alat/ mesin lebih bagus dibandingkan dengan kopi hasil pemanasan manual, dimana biji kopi hasil pemanasan dengan mesin mempunyai aroma kopi kuat namun tidak beraroma gosong, warna merata, berwarna coklat muda dan mempunyai rasa pahit dan ketika ditumbuk dan dilarutkan tidak ada endapan dipermukaan. Suhu optimal pada mesin dying kopi yang berbasis IoT adalah 80ºC dalam kurun waktu 883 detik atau setara dengan 15 menit yang mana hasil tersebut setara dengan pengeringan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari selama 10 hari, sedangkan kelembapan optimal pada mesin dying kopi yang berbasis IoT adalah 15%, hal ini sesuai dengan baku mutu kopi hasil pemanasan.</p>
|
0 |
2023 |
Pengaruh Motivasi Kerja, Komunikasi dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Driver Maxim di Kediri
(Galuh Ajeng Mustikasari, Taufik Akbar, Erwin Syahputra)
DOI : 10.58192/populer.v2i4.1396
- Volume: 2,
Issue: 4,
Sitasi : 0 01-Oct-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
This research is motivated by a company engaged in the field of online transportation, because in the company of human resources is a determinant of success. The purpose of this study to explain the effect of work motivation, communication and non-physical work environment on employee performance. The study was conducted on Maxim drivers in Kediri. The research method used is quantitative method. This study used purposive sampling technique. The population of this study was 1000 drivers and the sample used was 69 respondents. The data analysis techniques used are multiple linear regression analysis, coefficient of determination (R2), t test and f test. The results obtained by this study concluded that work motivation has a positive and insignificant effect on performance. Communication has a negative and insignificant effect on performance. The non-physical work environment has a positive and significant effect on performance. Simultaneously work motivation, communication and non-physical work environment have a positive and significant effect on performance.
|
0 |
2023 |
Pendidikan Seks Untuk Mengatasi Penyimpangan Orientasi Seksual/LGBT di SMPN 3 Padang Panjang
(Yance Komela Sari, Nopan Saputra, Anggra Trisna Ajani)
DOI : 10.62411/ja.v6i3.1374
- Volume: 6,
Issue: 3,
Sitasi : 0 30-Sep-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.29-Jan-2026
Abstrak:
Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah orang  yang memiliki masalah  orientasi seksual yang bertentangan dengan heteroseksual. Permasalahan LGBT ini merupakan masalah social yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan umat manusia, kehidupan beragama, keluarga, kelangsungan hidup manusia dan kepribadian bangsa karena tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sekolah merupakan Lembaga Pendidikan yang memiliki banyak siswa dari latar belakang yang berbeda dan memiliki resiko tinggi terhadap isu homoseksual. Kegiatan yang mereka lakukan selama di sekolah mengakibatkan mereka bertemu dan bersosialisasi dengan sesama mereka sesama laki-laki dan sesama perempuan secara terus menerus. Faktor ini dapat membuat siswa terjerumus dalam perbuatan LGBT yang menyimpang. Salah satu kasus LGBT yang ditemukan di sekolah di provinsi Sumatera Barat adalah kota Padang Panjang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan Pendidikan seks untuk mengatasi penyimpangan orientasi seksual (Lesbian, Gay, Bisexual, Dan Transgender/LGBT) di Sekolah. Metode pengabdian dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil pengabdian didapat bahwa Penyuluhan yang telah dilakukan berjalan cukup lancar dan responsif. Setelah penyuluhan dilakukan terlihat terjadinya peningkatan pengetahuan pada siswa tentang seks dan Penyimpangan Orientasi Seksual (Lesbian, Gay, Bisexual, Dan Transgender/LGBT).
|
0 |
2023 |
Pemanfaatan Family Folder untuk Optimalisasi Kegiatan Home Visit Pasien Diabetes Mellitus Tipe II
(Muhammad Ansari Adista, Zaharatul Aini, Syahrizal Syahrizal, Erifa Ananda Emka, Jauza Aqilla Gianty)
DOI : 10.62411/ja.v6i3.1462
- Volume: 6,
Issue: 3,
Sitasi : 0 30-Sep-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.29-Jan-2026
Abstrak:
AbstrakSalah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu. Salah satu program yang disediakan puskesmas untuk mengatasi permasalahan pasien adalah Home Visit. Pada pelaksanaan home visit diperoleh berbagai data akurat dan terkini mengenai kondisi kesehatan pasien dan anggota keluarga, kondisi lingkungan di sekitar rumah, serta hubungan antar anggota keluarga. Salah satu instrumen pendukung yang dapat digunakan untuk kegiatan home visit sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan adalah tersedianya rekam medis dalam bentuk family folder. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa kegiatan home visit terhadap pasien penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja puskesmas Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Kegiatan home visit hingga penyusunan laporan disupervisi oleh dosen pembimbing dari Departemen Family Medicine Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Home visit dilakukan sebanyak dua kali pada satu keluarga. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi pengobatan dan memperoleh informasi lebih banyak mengenai kondisi kesehatan pasien/keluarga, hubungan pasien dengan keluarga, kondisi tempat tinggal hingga kondisi lingkungan sekitar pasien/keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien. Kegiatan home visit dilengkapi dengan pengisian instrumen penilaian keluarga yang terdiri dari genogram, family life cycle, family map, family APGAR, dan Family SCREEM. Kata Kunci: Family Folder, Home Visit, Instrumen Penilaian Keluarga, Diabetes Mellitus Tipe IIÂ AbstractThe existence of health services that are accessible, good quality, and answer the needs of community can improve public health. One of the programs provided by health center to resolve patient problems is the Home Visit. During the home visit, various accurate and up-to-date data will be obtained regarding the health condition of patients and family members, environmental conditions around the house, and relationships between family members. One of the supporting instruments that can be used for home visit as an effort to optimize health services is the availability of medical records in the form of a family folder. Community service activities carried out in the form of home visits to one patient with Type II Diabetes Mellitus in the working area of the Batoh Health Center, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Home visit activities to the preparation of reports are supervised by supervisors from the Family Medicine Department of the Faculty of Medicine, Syiah Kuala University, Banda Aceh. Home visits were carried out twice in one family. The aims are to evaluate treatment, obtain more information about the health condition of patient and family, patient-family relationship, living conditions to the environmental conditions around the patient and family members who live with the patient. Home visit activities are complemented by completing the family assessment tools which consists of a genogram, family life cycle, family map, family APGAR, family SCREEM and family life line.Â
|
0 |
2023 |
Sosialisasi Pengenalan dan Cara Mengembangkan Knowledge Management System (KMS) pada Institusi Pendidikan
(Intan Purnamasari, Siska Siska)
DOI : 10.62411/ja.v6i3.1434
- Volume: 6,
Issue: 3,
Sitasi : 0 30-Sep-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.29-Jan-2026
Abstrak:
A knowledge base is one component that is needed in any field and institution. As is known, especially in the field of education, several educational institutions, both private and state, have different rules and academic systems. One of them is an academic information system that can be applied to elementary schools. Basically, every educational institution must have an academic information system, but sometimes what is the manufacturing process or system flow like? Many educational institutions still use Ms.Office, especially Ms.Excel, in processing the results of academic activities that have been carried out and are still limited to grade processing. This socialization is more about introducing how an educational institution can develop knowledge for an academic information system by utilizing the Knowledge Management System (KMS). From the results of socialization, especially in Tambaksari Village, Pedes Karawang, there are higher education institutions and other similar institutions such as schools and so on, they can develop an academic information system that has appropriate values to be more efficient. Keywords: Knowledge base, knowledge management, knowledge management system, education
|
0 |
2023 |
Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eco-Enzyme Bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Desa Rowoindah Kecamatan Ajung Kabupaten Jember
(Nur Fatimah, Septian Yoga Pratama, Gita Permata Sari, Nazmi Kamilla Putri, Neta Aurina Widyadhani, Achmad Haikal Baswedan, Dyah Ayu Fitriani, Khairur Rahman Ilyas, Muhammad Ridwan Hadiyanto, Valentina Tasya Angelina, Vega Kartika Sari)
DOI : 10.62411/ja.v6i3.1551
- Volume: 6,
Issue: 3,
Sitasi : 0 30-Sep-2023
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.29-Jan-2026
Abstrak:
Sampah merupakan hasil sampingan dari kegiatan rumah tangga hingga industri. Sebagian besar sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga berupa sampah organik. Pengolahan sampah organik perlu dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah dan untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat. Eco-enzyme adalah larutan yang memiliki banyak kegunaan yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah organik, tetes tebu, dan air. Masyarakat di Desa Rowoindah belum pernah mendapatkan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi Eco-enzyme. Umumnya, sampah organik ditumpuk begitu saja dipekarangan belakang rumah hingga membusuk. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta pelatihan langsung untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan memanfaatkannya sebagai pupuk organik, insektisida, pestisida, dan lain-lain. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas sosialisasi, praktek, dan evaluasi. Melalui kegiatan ini para ibu rumah tangga semakin kreatif dan inovatif memanfaatkan sampah rumah tangga. Hasil kegiatan ini diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sampah menjadi produk Eco-enzyme dan antusias masyarakat yang menerima dengan baik, memberikan komentar yang positif. Hal tersebut menunjukkan materi dapat tersampaikan dengan baik dan praktek pembuatan Eco-enzyme berjalan dengan lancar.
|
0 |
2023 |