Publication Search

94,961 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 94,961

Analytics

Ayu Retno Kinasih

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang: Forward Head Posture (FHP) merupakan gangguan postur yang sering terjadi akibat aktivitas statis berkepanjangan dan penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot, peningkatan beban pada tulang servikal, serta menimbulkan nyeri leher dan gangguan fungsi. Scapular Stabilization Exercise (SSE) dan Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise (DCFSE) merupakan latihan yang bertujuan memperbaiki keseimbangan otot, mengurangi nyeri, dan memperbaiki postur leher. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi Scapular Stabilization Exercise dan Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise terhadap penurunan nyeri leher dan perbaikan Forward Head Posture pada pasien di Puskesmas Bulu Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan pengukuran Forward Head Posture menggunakan Craniovertebral Angle (CVA). Intervensi berupa kombinasi Scapular Stabilization Exercise dan Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise diberikan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kombinasi Scapular Stabilization Exercise dan Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise terhadap penurunan nyeri leher dan perbaikan Forward Head Posture dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kondisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Kesimpulan: Kombinasi Scapular Stabilization Exercise dan Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise efektif dalam menurunkan nyeri leher dan memperbaiki Forward Head Posture pada pasien dengan gangguan postur kepala maju ke depan.

Arya Suryaka; Deasy Virka Sari; Laksmita Dewi Adzillina

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang: Non-spesific Low Back Pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada mahasiswa akibat aktivitas sedentari, posisi duduk statis yang berkepanjangan, serta penggunaan perangkat digital dengan postur yang kurang ergonomis. Penatalaksanaan non-spesific Low Back Pain dapat dilakukan melalui kombinasi intervensi non-farmakologis seperti McGill exercise dan kompres daun kubis (Brassica oleracea var. capitata) yang memiliki efek antiinflamasi dan penurunan nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompres daun kubis (Brassica oleracea var. capitata) dan McGill exercise terhadap penurunan nyeri pada kasus non-spesific Low Back Pain. Metode: Penelitian ini menggunakan desain experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian merupakan mahasiswa yang mengalami non-spesific Low Back Pain. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi kombinasi kompres daun kubis dan McGill exercise. Data dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Hasil uji pengaruh Wilxocon menunjukkan nilai p-value (<0.001) yang berarti terdapat pengaruh signifikan kombinasi kompres daun kubis dan McGill exercise terhadap penurunan nyeri pada mahasiswa dengan non-spesific Low Back Pain. Nilai rata-rata nyeri mengalami penurunan dari 2,38 sebelum intervensi menjadi 2,05 setelah intervensi, yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan nyeri pada kasus non-spesific Low Back Pain. Kesimpulan: Kombinasi kompres daun kubis (Brassica oleracea var. capitata) dan McGill exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada kasus non-spesific Low Back Pain pada mahasiswa.

Ratih Rismayanti; I’ien Noer’aini

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah adalah senam kaki diabetik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan masalah keperawatan hiperglikemia. Intervensi senam kaki diabetik diberikan selama 5 hari sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah setelah dilakukan senam kaki diabetik secara teratur. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam pengendalian kadar gula darah. Senam kaki diabetik bekerja dengan meningkatkan aktivitas otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin sehingga membantu pemanfaatan glukosa oleh sel tubuh menjadi lebih optimal. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah senam kaki diabetik dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2

Difany Nur Safiyanto; Deasy Virka Sari; Laksmita Dewi Adzillina

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang: De Quervain Syndrome merupakan gangguan tendon ibu jari akibat gerakan repetitif yang sering dialami gamer sehingga menimbulkan nyeri dan keterbatasan Range of Motion (ROM). Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus De Quervain Syndrome di komunitas gamer. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan ROM menggunakan goniometer. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada variabel NRS sebesar p<0,001, fleksi p<0,001 dan abduksi p<0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh signifikan kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM. Kesimpulan: Ada pengaruh Kombinasi kinesiology taping dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus De Quervain Syndrome di komunitas gamer.

Icha Zunia Rohmah; Dayat Trihadi; Sherly Arwinda

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Body image dan self-esteem merupakan aspek psikologis yang berperan penting dalam proses perkembangan individu, terutama pada mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani masa awal praktik klinik. Tuntutan akademik, adaptasi terhadap lingkungan klinik, serta interaksi dengan pasien dan tenaga kesehatan dapat memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap dirinya, termasuk citra tubuh dan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan self-esteem pada mahasiswa S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang pada masa awal praktik klinik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Universitas Telogorejo Semarang pada bulan Oktober 2025 hingga Mei 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 117 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan kuesioner self-esteem, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image kategori sedang sebanyak 106 mahasiswa (90,6%), kategori rendah 8 mahasiswa (6,8%), dan kategori tinggi 3 mahasiswa (2,6%). Pada variabel self-esteem, sebagian besar responden berada pada kategori sedang sebanyak 106 mahasiswa (90,6%), kategori rendah 8 mahasiswa (6,8%), dan kategori tinggi 3 mahasiswa (2,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai r = 0,650 dengan p-value < 0,001, yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara body image dan self-esteem. Disarankan agar institusi pendidikan memberikan dukungan psikologis dan program pengembangan diri untuk meningkatkan body image dan self-esteem mahasiswa selama menjalani praktik klinik.

Farah Destyana Nurainy; Easter Kaniada Kristanti; Danang Apriyanto; Afriska Mila Puspita; Farendi Ahmad Sofyansyah +5 more

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya lokal yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal karena pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan pengolahannya masih terbatas. Permasalahan ini ditemukan pada masyarakat RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, khususnya dalam pemanfaatan lidah buaya (Aloe vera) sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dan pemahaman mengenai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan lidah buaya. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan subjek warga RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata jawaban benar dari 62,8% pada pretest menjadi 86,1% pada posttest, serta hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pelatihan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dan mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Wayan putra; Mianti Nurrizky Sutejo; Laksmita Dewi Adzillina; Laksmita Dewi Adzillina

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang: Cedera ankle adalah permasalahan dalam yang sering terjadi pada kalangan umum khususnya pada kelompok atlet. Pada kondisi ceder aini sering kali tidak ditangani dengan baik sehingga dapat menyebabkan gejala lanjutan, seperti nyeri,ketidakstabilan,kelemahan, dan cedera berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah terdapat Pengaruh kombinasi pemberian strengthening exercise dan heel kicking exercise terhadap tingkat keseimbangan pada cedera ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre test -post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet di Jaguar Basketball Club yang berjumlah 38 orang. Dengan memberikan perlakukan strengthening exercise dan Heel kicking exercise. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Tingkat keseimbangan di ukur menggunakan Y – Balance Test. Penelitian ini dilakuakn selama 4 minggu di Jaguar Basketball Club. Hasil: Berdasarkan hasil uji pengaruh menggunakan paired sample test, Pada kelompok I diperoleh 0,001 yang memiliki arti p < 0,005 sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh nilai Y – Balance Test yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan intervensi strengthening exercise dan heel kicking exercise. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian strengthening exercise dan heel kicking exercise terhadap tingkat keseimbangan ankle pada atlet basket. 

Indra Nur Azizah; Arlies Zenitha Victoria; Riris Risca Megawati

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Congestive heart failure (CHF) merupakan kondisi ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat yang dapat menyebabkan kongesti paru dan meningkatkan risiko bronkopneumonia. Bronkopneumonia meningkatkan produksi sekret sehingga menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah kombinasi postural drainage dan chest physiotherapy. Karya ilmiah ini bertujuan menganalisis penerapan postural drainage dan chest physiotherapy terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien CHF dengan bronkopneumonia di RS Mardi Rahayu Kudus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada satu pasien selama lima hari. Intervensi meliputi observasi status respirasi, manajemen jalan napas, terapi oksigen, postural drainage, dan chest physiotherapy. Hasil menunjukkan perbaikan kondisi respirasi yang ditandai dengan penurunan sesak napas, frekuensi napas dari 28 menjadi 21 kali/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 96% menjadi 99%, penurunan ronki, serta berkurangnya jumlah dan kekentalan sputum. Disimpulkan bahwa postural drainage dan chest physiotherapy efektif membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien CHF dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif.

Melania Putri Devitasari; Arlies Zenitha Victoria; Riris Risca Megawati

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak sehingga menyebabkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kesadaran, gangguan fungsi pernapasan, serta penumpukan sekret pada jalan napas yang berisiko menyebabkan gagal napas. Pasien dengan stroke non hemoragik disertai hipertensi dan gagal napas memerlukan penanganan intensif, terutama untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Tujuan dari studi kasus ini yaitu mampu menganalisa penerapan clapping, vibrasi, dan suction dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien stroke non hemoragik disertai hipertensi dan gagal napas di ruang ICU Mardi Rahayu Kudus. Metodologi yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan penerapan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi kasus didapatkan diagnosa utama bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas, intervensi yang diberikan monitor pola napas (RR dan saturasi), suara tambahan (wheezing, ronchi), sputum (jumlah, warna, aroma), berikan clapping, vibrasi dan suction (EBN), atur posisi semi fowler. Evaluasi yang didapatkan pada hari ke 3 masalah belum teratasi karena belum menunjukkan hasil evaluasi yang sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan oleh penulis. Saran selanjutnya diharapkan perawat dapat memberikan pelayanan secara maksimal dalam meningkatkan kesehatan pasien serta menjadikan tambahan referensi dalam pendidikan kesehatan. 

Amanda Ramadhan; Ragil Aidil Fitriasari Addini; Mianti Nurrizky Sutejo

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

  Latar Belakang: Low back pain myogenic merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami lansia dan dapat menyebabkan penurunan aktivitas fungsional. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat diberikan yaitu core stability exercise dan hip improve exercise. Penelitan mengenai efektivitas pemberian intervensi sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang meneliti dengan alat ukur aktivitas fungsional masih terbatas. Tujuan Penelitian: mengetahui efektivitas pemberian hip improve exercise terhadap aktivitas fungsional lansia dengan low back pain myogenic. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pretest dan posttest yang dilakukan di daycare lansia Banyumanik tanggal 31 Maret – 24 April 2026. Sampel penelitian berjumlah 28 lansia. Pengukuran aktivitas fungsional menggunakan kuisioner Oswestry Disability Index (ODI). Penelitian dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 2 kali dalam seminggu. Hasil: Penelitian ini menunjukkan intervensi hip improve exercise memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dengan mean rank 14,00 menggunakan uji wilcoxon. Kesimpulan: Pemberian hip improve exercise efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional lansia dengan low back pain myogenic.

Gabriel Eric Arievigo Nugraha; Deasy Virka Sari; Alifa Dinda Nurrina

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang cedera hamstring merupakan salah satu cedera yang sering terjadi pada pemain sepak bola akibat aktivitas berintensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh isotonic hamstring exercise dan isometric hamstring exercise terhadap penurunan risiko cedera hamstring pada pemain sepak bola di Elite Pro Academy Persijap Jepara. Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok isotonic hamstring exercise dan kelompok isometric hamstring exercise. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu untuk Isotonic Hamstring Exercise dan 3 Kali seminggu untuk Isometric Hamstring Exercise. Pengukuran menggunakan Hamstring Outcome Score (HaOS). Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan P Value <0,05 maka dari itu dilakukan Uji Nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan kedua intervensi berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko cedera hamstring, masing-masing : Isotonic Hamstring Exercise: Kaki kanan: p = 0,008 (<0,05), Kaki kiri: p = 0,046 (<0,05) dan Isometric Hamstring Exercise: Kaki kanan: p = 0,007 (0,05), Kaki kiri: p = 0,020 (<0,05). Isometric Hamstring Exercise menunjukkan pengaruh lebih besar dibandingkan Isotonic Hamstring Exercise walaupun perbedaan tersebut belum dapat dikatakan signifikan yang masing-masing Kaki kanan: p = 0,381 (>0,05) dan Kaki kiri: p = 0,683 (>0,05). Kesimpulan Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan pada kedua Isotonic Hamstring Exercise dan Isometric Hamstring Exercise pada cedera hamstring pemain sepak bola.

Misnawati Misnawati; Paul Diman; Yulina Mingvianita; Susi Darihastining; Renaldi Soneville +1 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Globalization and the dominance of national and foreign languages have contributed to the declining use of regional languages in literacy practices among younger generations, including children's literature learning in higher education. This study aims to reconstruct regional language children's story writing practices by strengthening the role of lecturers as cultural literacy role models. The research employed a quantitative descriptive approach supported by qualitative data through observations, interviews, document analysis, and questionnaires involving 33 students in children's literature courses at universities. Data were analyzed using descriptive statistics and thematic interpretation to identify lecturers' exemplary roles in the learning process. The results indicate that all indicators of lecturers' roles were categorized as very high, with average scores ranging from 4.39 to 4.64 on a five-point scale. Lecturers actively demonstrated creative writing processes, provided examples of regional language use in literary works, guided writing activities, gave feedback, encouraged publication, motivated students, developed collaborative learning environments, and integrated character values into literary creations. These findings demonstrate that lecturers’ roles as cultural literacy models significantly contribute to strengthening cultural identity, revitalizing regional languages, and developing writing cultures in higher education. The study proposes a learning model that positions lecturers and students as collaborative creative communities in preserving local cultural values through regional language children's stories.

Zhao, Guanzheng; Zhang, Dingyuan; Meng, Sisi

Journal of Technology Informatics and Engineering 2026 University of Science and Computer Technology

This study develops an ontology-based event-intelligence framework for FinTech merger-and-acquisition evidence in U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) structured disclosures. Five quarterly SEC Financial Statement Data Sets from 2025Q1 through 2026Q1 contain 32,254 filings, 7,335 registrants, and 18,312,494 numerical XBRL facts; validation adds a 1,800-filing full-text Form 8-K sample and 192 FDIC events. A deterministic ontology maps XBRL tag names, labels, and documentation to acquisition, disposition, valuation, integration, risk, and payment concepts. The method is therefore LLM-inspired semantic enrichment rather than direct LLM extraction. Logistic regression, decision tree, and random forest classifiers are evaluated in three expanding forward-quarter tests with training-only preprocessing and threshold selection. A proximal protocol retains semantically close predictors, whereas a strict protocol excludes label-generating variables and deterministic descendants. Across the rolling tests, proximal logistic-regression M&A detection attains mean F1 = 0.981941, ROC-AUC = 0.999517, and average precision = 0.998315; strict performance falls to F1 = 0.735640, ROC-AUC = 0.930870, and average precision = 0.824107. FinTech M&A F1 declines from 0.921198 to 0.449503. Strict random forests yield F1 = 0.798129 for integration risk and 0.753987 for valuation signals. In independent full text, strict main-text-plus-exhibit F1 is 0.297482; among 24 automatically linked FDIC events in rolling test quarters, 9 are detected. Near-perfect scores therefore describe ontology reconstruction, not transaction-level accuracy.

Furqon, Ngafiful; Aprilia, Rennanti Lunnadiyah

International Journal Science and Technology (IJST) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

The application of organic fertilizer is an important strategy for supporting sustainable rice farming by improving soil fertility, maintaining soil quality, and reducing dependence on synthetic fertilizers. However, the adoption of organic fertilizer among rice farmers remains relatively limited, indicating the need to understand the behavioral factors influencing its utilization. Objective: This study aimed to analyze farmers’ perceptions and behavior regarding organic fertilizer use and to examine the relationship between farmers’ perceptions and organic fertilizer utilization behavior in rice cultivation in Kewayuhan Village, Pejagoan District, Kebumen Regency. Methodology: This study employed a quantitative descriptive design with a survey approach. Data were collected from 79 rice farmers selected through simple random sampling from a population of 380 active farmers. A structured questionnaire was used as the research instrument. The data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability testing, and Spearman Rank correlation analysis. Findings: The results showed that farmers generally had positive perceptions of organic fertilizer, with 51.9% of respondents classified as having a high level of perception. Farmers’ behavior toward organic fertilizer utilization was also relatively favorable, although inconsistencies remained in application dosage, frequency, and continuity. The correlation analysis indicated positive associations between farmers’ perceptions and organic fertilizer utilization behavior, suggesting that more favorable perceptions tend to encourage better implementation of organic fertilizer practices. Implications: The findings indicate that improving farmers’ perceptions and knowledge should be accompanied by continuous agricultural extension, technical assistance, improved fertilizer availability, and stronger institutional support. These efforts are expected to increase the consistency of organic fertilizer application and support sustainable fertilizer management in rice farming. Originality: The originality of this study lies in integrating the cognitive, affective, and conative dimensions of farmers’ perceptions and examining their relationship with organic fertilizer utilization behavior using a non-parametric correlation approach. This study also provides specific empirical evidence from rice farmers in Kewayuhan Village, an area that has received limited attention in previous organic fertilizer adoption studies.

Sururi, Yan Risa Aspi; Ghozi, M. Asadullah Al

International Journal Science and Technology (IJST) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Heart disease remains one of the leading causes of mortality worldwide, highlighting the importance of accurate and timely prediction models to support early clinical decision-making. Objective: This study aims to compare the predictive performance of Logistic Regression and K-Nearest Neighbor (KNN) algorithms for heart disease classification and to identify the most appropriate model for early screening. Methodology: A quantitative comparative research design was employed using the Cleveland Heart Disease dataset from the UCI Machine Learning Repository, consisting of 303 patient records. The data were divided into training and testing sets using an 80:20 split. Logistic Regression was developed using backward stepwise selection, while KNN used standardized numerical variables with K = 15. Model performance was evaluated using accuracy, sensitivity, specificity, and precision. Findings: Logistic Regression outperformed KNN by achieving an accuracy of 83.6%, sensitivity of 93.5%, specificity of 73.3%, and precision of 78.4%. In comparison, KNN achieved an accuracy of 80.3%, sensitivity of 89.5%, specificity of 65.2%, and precision of 81.0%. These results indicate that Logistic Regression provides more reliable overall performance, particularly in identifying patients with heart disease. Implications: The findings suggest that Logistic Regression is more suitable as a decision-support model for early heart disease screening due to its higher sensitivity, accuracy, and specificity. This model may support healthcare professionals in identifying at-risk patients and reducing the likelihood of missed heart disease cases. Originality: The originality of this study lies in its transparent comparison of Logistic Regression and KNN using a standardized benchmark dataset while emphasizing clinically relevant evaluation metrics, particularly sensitivity. This approach provides additional empirical evidence for selecting interpretable machine learning models in clinical prediction tasks.

Agus Sulaksono; Hadir Hudiyanto; Haryono; Julius Nursyamsi

International Journal Management and Economic (IJME) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

PT Erajaya Beauty & Wellness is a business vertical within the Erajaya Group operating in the beauty and health industry. EBW imports, distributes, and operates a retail network selling beauty and health products throughout Indonesia. PT Erajaya Beauty & Wellness requires strategic company information. This cannot be achieved without the support of an information system, which calculates daily estimates and calculations. This problem can be addressed by using an ERP system. The purpose of this research is to collect all invoice, purchase order, GRN, item, sales, sales return, and purchase return data from the company immediately during the initial transaction, store, process, and update it in real time. This ensures that employees can share information, and managers can obtain more comprehensive, accurate, and timely information to support decision-making. The research method used was interviews with the company and business process managers at PT Erajaya Beauty & Wellness. Based on observations, after using the accurate ERP system, PT Erajaya Beauty & Wellness can directly control and view the required data in real time, resulting in greater efficiency.

Widya Adesti Sriningsih; Lia Julaeha

International Journal Management and Economic (IJME) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

This research aims to analyze the effect of price, co-branding, and viral marketing on the purchase decision of HMNS x Tsana Rintik Sedu perfume. The analysis method in this research uses quantitative primary data with data collection techniques through questionnaires to 100 respondents. Data analysis techniques use multiple linear regression with the help of SPSS. The results of the research show that the variables of price and viral marketing have a partial and significant effect, while the variables of co-branding does not have a partial and significant effect on the purchase decision of HMNS x Tsana Rintik Sedu perfume. In addition, price, co-branding, and viral marketing have a simultaneous effect on the purchase decision of HMNS x Tsana Rintik Sedu perfume.

Sigit Sukmono

International Journal Management and Economic (IJME) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

This study aims to examine the effects of audit risk, operational complexity, and internal control systems on audit quality. High audit risk and increasingly complex business operations present significant challenges for auditors in obtaining sufficient and appropriate audit evidence, while effective internal control systems are expected to improve the reliability of financial reporting and support higher-quality audit outcomes. A quantitative research approach with an explanatory design was employed. Secondary data were collected from annual reports and audited financial statements of companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. The sample was selected using purposive sampling based on predetermined criteria. Data analysis was conducted using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The findings indicate that audit risk has a significant negative effect on audit quality, suggesting that higher audit risk increases the likelihood of material misstatements and reduces audit effectiveness. Operational complexity also has a significant negative effect on audit quality because diversified business activities require broader audit procedures and greater professional judgment. Conversely, internal control systems have a significant positive effect on audit quality by improving the reliability of financial information and reducing control risk. Furthermore, audit risk, operational complexity, and internal control systems simultaneously have a significant influence on audit quality. These findings highlight the importance of comprehensive risk assessment, effective internal control implementation, and appropriate audit planning in enhancing audit quality. The study contributes to the auditing literature by providing empirical evidence regarding the combined effects of organizational and audit-related factors on audit quality in publicly listed companies.

Sri Wahyu Handayani; Abednego Priyatama

International Journal Management and Economic (IJME) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

This study aims to determine the analysis of bankruptcy potential based onThe Zmijewski model was applied to aviation subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2022 period. The data used in this study is quantitative, and the data sources are secondary data, with data collection techniques using literature and documentation. The method used in this study is descriptive with a quantitative approach. This method aims to describe a condition in detail by using numbers to process and interpret data. The analysis technique used in this study is the Zmijewski method using 3 ratios. Based on the results of this study, it can be concluded that using the Zmijewski method, all 3 aviation subsector companies have the potential to go bankrupt. The aviation subsector companies listed on the IDX are: PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), and PT Jaya Trishindo Tbk (HELI).

Khadijah, Eva; Amar Khadafi

International Journal Management and Economic (IJME) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

An Initial Public Offering (IPO) is a company's strategy to obtain additional capital and increase transparency of financial performance. This study aims to analyze the financial performance of PT Daya Cipta Integrasi Indonesia Tbk (DCII) before and after the IPO based on liquidity, solvency, and profitability aspects using financial report data for the 2020–2024 period obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) and the company's official website. The research method used is documentation and literature study. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis by calculating liquidity ratios consisting of the Current Ratio, Quick Ratio, and Cash Ratio, solvency ratios consisting of the Debt to Asset Ratio and Debt to Equity Ratio, and profitability ratios consisting of Net Profit Margin, Return on Assets, and Return on Equity. The results of the study indicate that after the implementation of the Initial Public Offering (IPO), the financial performance of PT Daya Cipta Integrasi Indonesia Tbk has changed. The company's liquidity performance is still below industry standards, solvency performance is in good condition with a low level of dependence on debt, while profitability performance shows good results and is above industry standards.