Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 820

Analytics

Eka Nanda Kurniawansyah; Chusnul Chotimah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran Fiqih memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan pengamalan hukum Islam peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran Fiqih yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan dinilai kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan modul ajar modern ke dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan integrasi modul ajar modern dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih pada siswa kelas X di MA Al-Ihsan Kalijaring Tembelang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru Fiqih. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi modul ajar modern di MA Al-Ihsan dilaksanakan melalui pemanfaatan media digital, PowerPoint, video pembelajaran, internet, dan Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran aktif berbasis diskusi, presentasi, dan studi kasus. Penerapannya mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berpusat pada siswa. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi sebagian guru, keterbatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa pondok pesantren, serta risiko ketergantungan siswa terhadap AI dan internet dalam mencari jawaban secara instan.

Nasichah; Ali Bustomi; Naila Nur Azizah; Azkiya

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kesehatan mental merupakan salah satu isu yang semakin banyak diperhatikan di kalangan mahasiswa karena berbagai tekanan selama menjalani kehidupan perkuliahan, seperti tuntutan akademik, masalah ekonomi, lingkungan sosial, hingga tekanan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dari perspektif Islam serta mengetahui peran nilai-nilai keislaman dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan mental selama kuliah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap mahasiswa dan didukung dengan studi literatur dari beberapa jurnal serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesehatan mental dan perspektif Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan memahami, mengelompokkan, dan menjelaskan jawaban narasumber berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mulai memiliki kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental, meskipun masih banyak yang belum benar-benar memahami cara menjaga kondisi mental dengan baik. Selain itu, aktivitas keagamaan seperti salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an dianggap mampu membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, serta memberikan ketenangan batin ketika menghadapi tekanan akademik maupun masalah pribadi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis, tetapi juga berhubungan dengan kedekatan spiritual seseorang kepada Allah SWT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pendekatan psikologis dan spiritual dalam kehidupan mahasiswa.

Moh. Badruddin; Moh. Faridl Darmawan

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Latar belakang penelitian ini adalah adanya  praktik-praktik pembelajaran Fiqih yang sistematis dan terintegrasi dalam seluruh aktivitas Siswa di SMA Darul Ulum 1 Unggulan.  Sehingga peneliti ingin mengetahui peran Guru Fiqih dalam perkembangan dan pembentukan karakter Siswa di SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT Jombang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana peran guru dalam kehidupan sehari-hari di SMA Darul Ulum 1 mencerminkan pembelajaran Fiqih yang baik melalui kegiatan sehari-hari seperti sholat berjamaah, mengaji, dan aktivitas lainnya. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Guru Fiqih, dan Siswa, serta analisis dokumen. Kesimpulan hasil penelitian adalah peran Guru Fiqih dalam perkembangan dan pembentukan karakter Siswa yaitu Guru Fiqih sebagai pendidik dan pengajar, pembimbing dan konselor, teladan (Uswah Hasanah), motivator . Adapun faktor pendukung yaitu dukungan kebijakan Sekolah, kompetensi Guru yang memadai, lingkungan Sekolah yang kondusif, kurikulum yang terintegrasi. Faktor penghambat yaitu pengaruh lingkungan eksternal yang negatif, keterbatasan waktu pembelajaran, perkembangan zaman dan modernisasi. Dan mengakibatkan dampak yaitu peningkatan kesadaran beribadah, pembentukan Akhlak Mulia, peningkatan ketahanan mental dan spiritual.

Anisa Khoirunuha; Nayla Rezqia Anitria; Arfah Azzahra Amalia; Muhammad Naufal Al-falah; Sugiharto

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Masjid merupakan institusi sentral dalam kehidupan umat Islam yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan, pendidikan, sosial, dan dakwah. Untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut secara optimal, masjid memerlukan sistem pengelolaan administrasi dan kesekretariatan yang profesional dan terstruktur. Makalah ini bertujuan untuk memahami definisi administrasi dan kesekretariatan masjid, mengkaji sistem pengelolaan administrasi yang baik dan profesional, serta menganalisis peran kesekretariatan sebagai basis pengelolaan administrasi masjid. Metode penulisan yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber relevan berupa buku, jurnal, dan dokumen terkait manajemen masjid. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi dan kesekretariatan masjid mencakup keseluruhan proses penataan perkantoran dan tugas-tugas bantuan lainnya guna menunjang kelancaran pencapaian tujuan masjid. Sistem pengelolaan administrasi masjid yang efektif meliputi tiga aspek utama, yaitu surat-menyurat (korespondensi), arsip dan dokumentasi, serta pengembangan format administrasi yang terstandarisasi. Kesekretariatan berperan sebagai basis pengelolaan yang mencakup pengelolaan dokumen, koordinasi rapat dan acara, komunikasi internal dan eksternal, serta manajemen layanan dukungan. Tradisi administrasi dan dokumentasi dalam Islam telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang memiliki 65 orang sekretaris, dan sistem diwan pada awal peradaban Islam menjadi bukti nyata pentingnya pengelolaan administrasi yang teratur. Kesimpulannya, kesekretariatan yang profesional merupakan tulang punggung manajemen masjid yang memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Muhammad Ahad Az Zahid; Muhammad Sofwan; Syarifudin Yunus

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali serta menelaah relevansinya bila dibaca dari sudut pandang sastra. Ayyuhal Walad merupakan risalah tasawuf berbentuk surat nasihat yang ditulis Al-Ghazali pada masa akhir hidupnya untuk menjawab permintaan seorang murid senior yang telah lama menuntut ilmu namun merasa belum menemukan makna dan arah amal dari ilmu yang dipelajarinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif berupa studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutika sastra, yakni pembacaan teks keagamaan sebagai teks bernilai sastra yang memiliki struktur naratif, gaya retorika, metafora, dan relasi dialogis antara penutur (guru) dan pendengar tersirat (murid). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menempatkan tazkiyatun nafs sebagai proses sentral yang berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkelindan, yaitu takhalli (pengosongan diri dari akhlak madzmumah/tercela), tahalli (pengisian diri dengan akhlak mahmudah/terpuji), dan tajalli (penghayatan kehadiran Ilahi), yang ditempuh melalui tiga instrumen utama: mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu), riyadhah (latihan spiritual yang konsisten), dan muhasabah (evaluasi diri atas ilmu dan amal). Analisis tekstual terhadap struktur ke-24/25 nasihat dalam kitab ini memperlihatkan bahwa pola retorika sapaan 'Ayyuhal Walad' (Wahai Ananda) berfungsi sebagai strategi sastra yang membangun kedekatan emosional, sehingga pesan etis tersampaikan bukan melalui doktrin yang kaku, melainkan melalui tuturan kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali tetap relevan sebagai kerangka reflektif untuk mengatasi krisis spiritual dan krisis makna pada manusia modern yang secara intelektual kaya namun secara ruhani mengalami kekosongan.

Saskia Verellita Samsudin; Nasichah; Hurun In

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Stres merupakan kondisi psikologis yang sering dialami mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghadapi tuntutan akademik, mahasiswa juga mengalami berbagai tekanan psikologis dan sosial, seperti perbandingan diri dengan orang lain, kecemasan terhadap masa depan, krisis identitas, kurangnya dukungan emosional, serta keterbatasan waktu istirahat. Kondisi tersebut menjadikan stres sebagai bagian yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Namun, stres tidak selalu dipandang sebagai hal negatif karena setiap mahasiswa memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda dalam menghadapi tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna stres bagi mahasiswa serta strategi yang digunakan dalam mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber, seperti jurnal, artikel ilmiah, dan buku yang berkaitan dengan stres mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres dimaknai sebagai tekanan emosional, mental, dan sosial yang muncul akibat tuntutan akademik maupun lingkungan sekitar. Dalam menghadapi stres, mahasiswa menggunakan berbagai strategi, seperti manajemen waktu, mencari dukungan sosial, melakukan aktivitas hiburan, dan membangun pola pikir positif. Pengelolaan stres yang baik penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan mahasiswa.

Nasichah; Bintang Balqis Rihhadatul’aisy; Ahmad Syaikhu

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kesehatan mental merupakan isu yang semakin mendapat perhatian di era kontemporer, terutama di kalangan mahasiswa yang menghadapi berbagai tekanan akademik,sosial,dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui refleksi mahasiswa terhadap Sejarah perkembangan Kesehatan mental serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Metode penelitian yang di gunakan Adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa wawancara dan studi literatur terkait sejerah Kesehatan mental. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara vsecara deskriptif dan interpretif untuk memahami pandangan serta pengalaman mahasiswa mengenai Kesehatan mental . hasil penelitian menujukan bahwa mahasiswa memahami bahwa pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan mental telah mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari stigma negatif hingga meningkatnya kesadarab akan pentingnya psikologis. Selain itu mahasiswa menilai bahwa pembelajaraba sejarah Kesehatan mental relevan untuk meningkatkan empati, kesadaran diri, serta Upaya pencegahan gangguan mental di era digital yang penuh tekanan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kesehtan mental serta mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih peduli terhadao kesejahteraan psikologis.

Sugiharto; Ardiansah Saputra Siregar; Binta Fauziah; Siti Nisrina; Rahmadsyah Illyanov Pratama

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kepemimpinan masjid merupakan proses mengarahkan, membina, dan mengelola seluruh aktivitas masjid agar berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan dakwah, ibadah, serta pemberdayaan umat. Kepemimpinan dalam konteks masjid tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada kemampuan pemimpin dalam menjadi teladan, penggerak, dan pembina jamaah. Fungsi kepemimpinan masjid mencakup perencanaan program, pengorganisasian kegiatan, pengawasan pelaksanaan aktivitas, serta pengambilan keputusan yang bijaksana demi kemaslahatan bersama. Dalam praktiknya, terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan masjid, seperti kepemimpinan otoriter, demokratis, dan transformasional, yang masing-masing memiliki karakteristik serta pengaruh berbeda terhadap perkembangan organisasi masjid. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengertian, fungsi, dan tipe kepemimpinan masjid menjadi penting untuk mewujudkan tata kelola masjid yang profesional, produktif, dan berorientasi pada pelayanan umat.

Saniah; Ahmad Muliani; M. Ainul Yaqin AB

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut dimensi moral manusia terhadap alam. Hubungan manusia dan alam dalam Islam memiliki dasar teologis dan etis yang menempatkan manusia sebagai khalîfah yang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tafsir ekologi al-Qur’an dengan etika pengelolaan sampah melalui rumusan prinsip-prinsip etika ekologis Islam yang menjadi dasar perilaku manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan merode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir maudhû’i (tematik) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis dalam al-Qur’an dapat dikonstruksikan menjadi kerangka etika lingkungan yang mencakup tanggung jawab ekologis sebagai khalîfah, pemulihan ekologis (ishlâh) dan larangan melakukan kerusakan (fasâd), keseimbangan alam (mîzân), konsumsi berkelanjutan (anti-isrâf) serta menghindari pemborosan (anti-tabdzîr). Prinsip-prinsip tersebut memiliki relevansi dengan praktik pengelolaan sampah melalui konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dan sistem bank sampah sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial. Pengelolaan sampah dalam perspektif tafsir ekologi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas teknis dan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual manusia dalam memelihara alam.

Sugiharto; Maulidiya Zeqova El Insani; Salsabila Keysa Vianda Putri; Lola Audina; Salsabilla Maulidar +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Masjid dalam sejarah peradaban Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah), melainkan juga sebagai pusat transformasi sosial, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan karakter umat (ghairu mahdhah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi serta implementasi pembinaan dan pengembangan jamaah masjid melalui pendekatan manajemen modern yang adaptif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis berbasis kajian pustaka dan literatur ilmiah. Pembahasan difokuskan pada tiga pilar utama: konsep teoretis pembinaan masjid, model kelembagaan berbasis regulasi dan tata kelola modern, serta model pengembangan jamaah pada aspek spiritual, intelektual, dan ekonomi berbasis filantropi Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa optimalisasi peran masjid sangat bergantung pada integrasi sistem manajemen trias (idarah, imarah, dan ri'ayah). Pembinaan yang terstruktur terbukti mampu mentransformasi jamaah menjadi subjek penggerak peradaban yang mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi tata kelola tanpa menghilangkan nilai spiritualitas adalah kunci utama keberlanjutan ekspansi dakwah di era kontemporer.

Sri Maryam Radillah; Nasichah; Zulfa Nazira Putri; Nurul Azmi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu yang semakin penting akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan emosional di lingkungan perguruan tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa rentan mengalami stres, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis. Dalam perspektif Islam, agama dipandang memiliki peran sebagai sumber ketenangan spiritual dan mekanisme coping dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agama Islam dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa berdasarkan penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan buku elektronik yang relevan dengan tema kesehatan mental, religiusitas Islam, spiritualitas, dan religious coping dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual Islam seperti salat, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, tawakal, sabar, dan syukur berkontribusi dalam mengurangi stres, mengontrol emosi, meningkatkan resiliensi psikologis, serta memberikan ketenangan batin bagi mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas Islam dapat menjadi pendekatan komplementer dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Sugiharto; Hanil Khotimah; Pingky Azahra; Sultana Nazkilah; Moh. Alfaruq

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Manajemen masjid merupakan aspek penting dalam meningkatkan efektivitas fungsi masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan pemberdayaan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian fungsi dalam manajemen serta mengidentifikasi fungsi-fungsi manajemen masjid berdasarkan teori George R. Terry. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai sumber utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi dalam manajemen mencakup serangkaian aktivitas terstruktur yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Dalam konteks manajemen masjid, keempat fungsi tersebut berperan penting dalam mengoptimalkan pengelolaan kegiatan keagamaan, administrasi, serta pelayanan kepada jamaah. Penerapan fungsi-fungsi manajemen yang sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan profesionalitas pengurus masjid serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat. Dengan demikian, pemahaman yang baik terhadap konsep fungsi manajemen dan implementasinya dalam pengelolaan masjid menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola masjid yang efektif dan berdaya guna.

Hani’ Rahmania; Nurul Arifah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Hermeneutika Paul Ricoeur merupakan salah satu pendekatan penafsiran yang berupaya memahami makna teks secara mendalam dan tidak hanya berfokus pada makna literal, tetapi juga memperhatikan konteks, simbol, narasi, serta tujuan yang terkandung di balik teks. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep hermeneutika Paul Ricoeur, penerapannya dalam memahami hadis, serta kontribusinya terhadap pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Paul Ricoeur dan hermeneutika hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep distansiasi, simbol, dan narasi yang dikemukakan Paul Ricoeur memungkinkan teks dipahami secara lebih kontekstual tanpa mengabaikan nilai-nilai pokok yang dikandungnya. Dalam kajian hadis, pendekatan ini membantu mengungkap tujuan moral (maqāṣid) di balik suatu hadis, seperti hadis tentang mahram yang dipahami tidak semata-mata sebagai larangan literal, melainkan sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan perempuan sesuai dengan konteks zamannya. Selain itu, dalam pendidikan agama, hermeneutika Paul Ricoeur mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berdialog dengan teks, serta menghargai keberagaman penafsiran sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan perkembangan masyarakat. Dengan demikian, hermeneutika Paul Ricoeur memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi hadis dan pendidikan agama melalui pemahaman teks yang lebih mendalam, dinamis, dan kontekstual tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.

Roni Hidayat; Nurshakila Meylan Ibtisam; Sefti Auralia; Nayla Majid

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan Generasi Z Indonesia di era digital menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap terpresentasikan secara signifikan dalam kehidupan Generasi Z, meskipun dalam bentuk yang lebih fleksibel, personal, dan dimediasi teknologi digital, dengan nilai-nilai yang paling menonjol meliputi moderasi dan toleransi beragama, solidaritas sosial, spiritualitas personal yang autentik, serta integritas etika digital. Internalisasi nilai keagamaan dipengaruhi oleh faktor keluarga, komunitas dakwah digital, figur keagamaan yang autentik, dan algoritma media sosial, sehingga penguatannya memerlukan sinergi antara berbagai pihak serta pemberdayaan Generasi Z sebagai produsen aktif konten keagamaan di ruang digital.

Muhamad Syehan Awaludin; Caila Syabani; Choirul Anam; Roni Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Budaya hedonisme modern berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan meningkatnya penggunaan media sosial yang mendorong masyarakat menjadikan kesenangan, kemewahan, serta kepemilikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Fenomena ini berpotensi menggeser orientasi hidup manusia dari nilai-nilai spiritual menuju kepuasan duniawi yang bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep sa'adah dalam Islam sebagai kritik terhadap budaya hedonisme modern serta menjelaskan relevansinya dalam membangun kehidupan yang seimbang. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang membahas konsep sa'adah, pemikiran para filsuf Muslim, dan fenomena hedonisme modern, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep sa'adah memandang kebahagiaan sebagai kondisi yang mencakup keseimbangan antara aspek spiritual, moral, intelektual, sosial, dan material yang berlandaskan keimanan, ilmu, amal saleh, serta akhlak mulia. Berbeda dengan hedonisme yang berorientasi pada kesenangan sesaat dan kepuasan material, sa'adah menempatkan kedekatan kepada Allah Swt. sebagai tujuan utama kehidupan sehingga mampu memberikan ketenangan batin yang berkelanjutan. Dengan demikian, konsep sa'adah memiliki relevansi sebagai kritik sekaligus solusi terhadap berkembangnya budaya hedonisme modern, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki orientasi hidup yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat.

Ghalih Dwi Prasetio; Muhammad Ihsan Alfian; Safata Al Dzikra; Roni Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Hukum Islam (syariat) adalah aturan hidup yang berasal dari Al-Qur'an, hadis, serta hasil pemikiran (ijtihad) para ulama yang telah ada sejak 1.400 tahun lalu. Di tengah cepatnya arus globalisasi dan modernisasi, muncul pertanyaan penting: apakah aturan dari masa lalu ini masih cocok diterapkan di zaman sekarang? Artikel ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh hukum Islam mampu menjawab berbagai masalah modern, khususnya di bidang ekonomi, hukum keluarga, Hak Asasi Manusia (HAM), dan sistem peradilan. Penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka (library research), yaitu dengan menelaah berbagai literatur dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki sifat yang universal, menyeluruh, dan fleksibel (qabil lit-taghayyur). Sifat fleksibel ini membuat hukum Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui ijtihad (pemikiran baru ulama) tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Bukti nyata kecocokan hukum Islam saat ini bisa dilihat dari maraknya ekonomi dan keuangan syariah, pembaruan hukum keluarga di negara-negara Muslim, serta perannya dalam mewujudkan keadilan sosial. Meski begitu, masih ada sejumlah tantangan, seperti perbedaan pendapat antarulama (mazhab), cara menggabungkannya dengan hukum nasional, serta penyesuaian dengan isu kesetaraan gender dan HAM modern. Oleh karena itu, cara pandang terhadap hukum Islam harus terus diperbarui agar sesuai dengan konteks zaman. Fokus utamanya adalah dengan melihat tujuan dasar hukum Islam (maqasid syariah) yaitu untuk kebaikan dan keselamatan manusia agar sistem hukum ini bisa terus menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Helmi Basri; Hidayatullah Ismail; Dasman Yahya Ma’aly; Nurul Hidayah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini bertujuan menganalisis hukum menikah dengan niat menceraikan (nikah bi niyyat al-talaq) dalam perspektif hukum Islam serta mengkaji tantangan metodologisnya pada era modern. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab fikih empat mazhab, fatwa ulama, serta literatur hukum Islam kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan dalil tekstual, kaidah fikih, dan teori Maqasid al-Shariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama klasik menganggap nikah bi niyyat al-talaq sah secara formal karena memenuhi rukun dan syarat akad, meskipun dipandang tercela dari aspek moral. Sebaliknya, pendekatan maqasid menilai praktik tersebut bertentangan dengan tujuan syariat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, menjaga martabat perempuan, melindungi keturunan, dan mewujudkan kemaslahatan. Dalam konteks Indonesia, hukum positif menegaskan asas kekekalan perkawinan serta mengharuskan pencatatan perkawinan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak. Oleh karena itu, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai keabsahan formalnya, perkembangan metodologi hukum Islam kontemporer cenderung menolak praktik menikah dengan niat menceraikan karena dinilai menimbulkan kemudaratan yang lebih besar daripada kemaslahatannya.

Abul A’la Al-Maududi; Sukma Fitriani Ramadhani; Dinda Alifia Hidayat; Laura Belva Wailah; Resvia Nadila

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Makalah ini membahas konsep dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kehidupan manusia, khususnya dalam perspektif nilai-nilai Islam. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami perkembangan AI, manfaatnya dalam berbagai bidang, serta implikasi etis dan moral yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait AI dan ajaran Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan industri. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan, terutama terkait etika, tanggung jawab, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan AI harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan tidak merugikan manusia. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral agar AI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kehidupan manusia.

Via Maulidya; Afif Kholisun Nashoih; Anissa Selvia Elsanti

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam bidang penerjemahan bahasa, termasuk penerjemahan teks keagamaan Arab yang memiliki karakteristik linguistik dan terminologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Google Translate, ChatGPT, dan DeepL Translate dalam memahami konteks teks keagamaan Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Data penelitian berupa teks Arab dari kitab Fathul Mu'in bab al-Ḥajj wa al-'Umrah yang diterjemahkan menggunakan ketiga platform AI tersebut. Data dianalisis melalui perbandingan hasil terjemahan berdasarkan aspek pemahaman terminologi keagamaan, ketepatan makna kontekstual, dan karakteristik penerjemahan masing-masing platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Translate cenderung menghasilkan terjemahan yang bersifat literal dan berorientasi pada makna leksikal, sedangkan DeepL Translate mampu menghasilkan terjemahan yang lebih natural tetapi masih mengalami keterbatasan dalam memahami istilah teknis fikih. Sementara itu, ChatGPT menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan terminologi keagamaan dan memahami konteks pembahasan sehingga menghasilkan terjemahan yang lebih sesuai dengan maksud teks sumber. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan memahami konteks menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas penerjemahan teks keagamaan Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT merupakan platform yang paling unggul dalam memahami konteks teks keagamaan Arab dibandingkan Google Translate dan DeepL Translate. Meskipun demikian, hasil terjemahan berbasis AI tetap memerlukan verifikasi oleh pengguna yang memiliki kompetensi kebahasaan dan keilmuan yang memadai untuk menjamin ketepatan makna.

Salma Rizqia; Liyana Batrisyia Zahra; Roni Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konsep keadilan di dalam kerangka hukum Islam dan pengaruh implementasinya terhadap tatanan kehidupan masyarakat. Sebagai suatu sistem hukum yang bersumber dari wahyu Tuhan, hukum Islam melihat keadilan bukan hanya sebagai norma hukum, tetapi juga sebagai kewajiban spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam hukum Islam mencakup aspek kesetaraan di muka hukum, perlindungan hak – hak dasar individu dan keseimbangan ekonomi-sosial. Pengaruhnya dan kedamaian bagi setiap orang. Pelaksanaan keadilan yang konsisten adalah pilar penting untuk meraih kesejahteraan kolektif dalam masyarakat yang pluralistik.