Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 101-120 of 95,212

Analytics

Novia Crista Febrianti

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the efforts of Christian Religious Education teachers to enhance students' learning activities and motivation in Christian Religious Education classes at SMP Negeri 8 Palangka Raya. The research was motivated by the presence of students who demonstrated low participation and limited learning motivation, creating challenges for teachers in developing effective instructional strategies. A qualitative descriptive approach was employed using purposive sampling. The primary informant was the Christian Religious Education teacher, while the school principal and several students served as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students' learning activities and motivation were generally satisfactory, although several students remained less active and less motivated. Teachers addressed these issues by applying varied teaching methods, creating a conducive learning environment, providing motivation and reinforcement, utilizing engaging learning media, and implementing contextual learning. The success of these efforts was supported by adequate educational facilities, strong school support, positive teacher–student relationships, and family involvement. However, several obstacles persisted, including low student interest and self-confidence, differences in learning abilities, excessive social media use, limited instructional time, and insufficient family support. The study concludes that varied, student-centered instructional strategies play an important role in increasing learning activities and motivation while supporting more meaningful Christian Religious Education learning.

Rohit Rohit; Wandi Wandi

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to examine the strategies employed by Christian Religious Education teachers to instill the values of love and forgiveness through the inquiry method among ninth-grade students at Rehobot Boarding School Palangka Raya. The research also analyzes the supporting factors and challenges encountered during its implementation. The study was motivated by the persistence of peer conflicts, difficulties in practicing forgiveness, limited student engagement, and low participation in Christian Religious Education classes. A qualitative descriptive approach was employed using purposive sampling. The primary informant was the Christian Religious Education teacher, while additional informants included ninth-grade students, the school principal, and dormitory supervisors. Data were collected through observation, interviews, and document analysis and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the inquiry method, implemented through observing, questioning, discussing, problem analysis, and reflection on biblical teachings, encourages active student participation and strengthens the internalization of love and forgiveness in daily life. The effectiveness of this strategy is supported by teacher competence, a conducive learning environment, adequate educational facilities, and collaboration between the school and parents. However, its implementation is constrained by differences in students’ abilities, limited instructional time, low learning motivation among some students, and the influence of technology and social media. The study concludes that the inquiry method is an effective strategy for fostering Christian character by cultivating the values of love and forgiveness.

Muhammad Ardhonillah Ramadhan

Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Climate change is a change in climate conditions caused by human activities, either directly or indirectly, resulting in changes in the global atmospheric composition and changes in natural climate variability over an extended period. Coastal areas are among the most vulnerable regions to the impacts of climate change, including on public health aspects, such as an increased risk of infectious disease due to tidal flooding, abrasion, and extreme weather, as well as disruption to health service access and fishermen's livelihoods. This study aims to examine the impact of climate change on coastal community health and the adaptation strategies that have been and can be implemented. This research uses a literature review method, with data obtained through a search of articles on Google Scholar, official websites, and relevant institutions in accordance with the research theme and title. The results show that structural adaptation strategies in coastal areas such as Ulee Lheue and Gampong Lampulo are carried out through the construction of sea walls to withstand high waves and prevent seawater intrusion, improvement of drainage channels and canal systems to facilitate water flow and reduce inundation due to tidal flooding or heavy rain, as well as the construction of breakwaters to protect the coast from abrasion. In addition, non-structural adaptation through policy and education, as well as community-based adaptation such as mangrove replanting, also play an important role in strengthening the resilience of coastal communities. Although this physical development is effective in the short term, the main challenge faced is the limited local government budget for long-term maintenance and weak cross-sectoral coordination.

Rifqi Aditya Prabowo; Sri Wulan Windu Ratih; Dadi Kuswandi

Jurnal Ekonomi dan Manajemen (JEKMA) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Penelitian ini mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan pribadi berbasis Android menggunakan metodologi Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan solusi otomasi pencatatan keuangan yang divalidasi secara kuantitatif dan membuktikan bahwa kombinasi OCR dan Gemini mampu mencapai akurasi tinggi (97,78% untuk data krusial) dan diterima baik oleh pengguna. Aplikasi ini dapat mengurangi beban entri manual melalui alur dua tahap yaitu OCR (Google ML Kit) secara on-device untuk mengubah citra struk belanja menjadi teks, lalu diproses oleh Gemini untuk mengekstraksi tanggal, total belanja, item, dan kategori. Metode pengujian menggunakan metode Black-Box Testing pada fitur utama dan User Acceptance Testing (UAT) untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap aplikasi yang dibuat. Hasil uji akurasi pada 45 struk menunjukkan akurasi yang tinggi, yaitu untuk pengenalan Tanggal dan Total Belanja mencapai 97,78%, serta Klasifikasi Kategori dengan akurasi 91,11%, dimana sebagian kesalahan disebabkan oleh kualitas cetak struk.  Hasil UAT terhadap 25 responden mengkonfirmasi bahwa aplikasi mudah digunakan, navigasi jelas dan fitur pindai struk belanja sangat mempermudah pencatatan.  Uji performa menunjukkan kinerja responsif (waktu buka rata-rata 2,14 detik; navigasi 0,64 detik) pada beragam perangkat Android. Dengan menampilkan hasil ekstraksi sebagai prefill yang dapat dikoreksi, aplikasi menyeimbangkan efisiensi dan kontrol pengguna. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengalaman pengguna dalam pencatatan keuangan sehari-hari.

Prasintia, Ni Kadek Dela Nopita; Fakhrurozi, Rifqi Nur

Jurnal Akuntansi dan Manajemen Bisnis 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Praktik keberlanjutan pada industri perhotelan membutuhkan keterlibatan karyawan karena kegiatan operasional sehari-hari berpengaruh langsung terhadap penggunaan energi, konsumsi air, produksi limbah, dan kinerja lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh green training dan environmental knowledge terhadap employee green behavior pada karyawan Renaissance Bali Nusa Dua Resort. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 97 karyawan tetap yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 128 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee green behavior dengan koefisien jalur sebesar 0,474. Environmental knowledge juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur sebesar 0,364. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 57,1% variasi employee green behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan lingkungan yang terstruktur dan pengetahuan lingkungan yang memadai berperan penting dalam memperkuat perilaku kerja berkelanjutan. Manajemen hotel perlu melaksanakan pelatihan lingkungan secara berkala, interaktif, dan relevan dengan kegiatan operasional serta meningkatkan pemahaman karyawan mengenai efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan praktik kerja yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Anggriawan Gading Wicaksono; Fayzah Rasyada Azmina

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana pembunuhan berencana pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst serta mengkaji relevansinya dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pembunuhan berencana merupakan tindak pidana yang memiliki tingkat keseriusan tinggi karena adanya unsur kesengajaan yang didahului dengan perencanaan, sehingga pembuktian terhadap unsur tersebut menjadi faktor utama dalam menentukan pertanggungjawaban pidana pelaku. Permasalahan penelitian ini meliputi dasar pertimbangan hakim dalam menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan kesesuaian pertimbangan tersebut dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam KUHAP Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa Putusan Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah terakreditasi, dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim didasarkan pada fakta persidangan, alat bukti yang sah, serta terpenuhinya unsur-unsur pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Selain itu, substansi pertimbangan hakim pada putusan tersebut secara umum masih sejalan dengan prinsip-prinsip pembuktian, perlindungan hak para pihak, dan due process of law sebagaimana diatur dalam KUHAP Baru, meskipun terdapat beberapa aspek prosedural yang mengalami pembaruan dalam rezim hukum acara pidana yang berlaku saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum acara pidana serta menjadi referensi dalam mengevaluasi pertimbangan hakim terhadap perkara pembunuhan berencana setelah berlakunya KUHAP Baru. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Pembunuhan Berencana, KUHAP Baru, Putusan Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst, Hukum Acara Pidana

M Rahul Firmansyah; Anas Baharudin Wahid

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pertumbuhan pesat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia telah mendorong munculnya varian BNPL berlabel syariah sebagai alternatif bagi konsumen Muslim yang ingin menghindari riba. Namun, klaim kepatuhan syariah pada produk tersebut belum banyak diuji secara sistematis, khususnya dikaitkan dengan Peraturan OJK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan BNPL yang baru terbit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian akad dalam skema BNPL syariah dengan prinsip fikih muamalah, mengidentifikasi potensi unsur riba dan gharar pada praktiknya, serta mengkaji keterkaitan antara fatwa DSN-MUI dan regulasi OJK terbaru dalam mengatur BNPL syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), berdasarkan 22 sumber sekunder berupa artikel jurnal terindeks ber-DOI (2016–2026), fatwa DSN-MUI, dan dokumen regulasi resmi OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif BNPL syariah semestinya berbasis akad ijarah, kafalah, murabahah, atau qardh hasan, tetapi dalam praktiknya banyak platform masih membebankan biaya yang secara substansi menyerupai bunga dan denda berbasis persentase yang berpotensi tergolong riba jahiliyah, di samping ketidakjelasan perhitungan biaya yang mengarah pada gharar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan fatwa DSN-MUI yang secara spesifik mengatur BNPL syariah serta sinkronisasi teknis dengan POJK 32/2025 agar produk BNPL syariah benar-benar patuh secara substansi, bukan sekadar label. Kata Kunci: Buy Now Pay Later, Fintech Syariah, Akad, Gharar, Riba, Regulasi OJK

Lupita Dwi Ayu Khoirunnisyak; Durinda Puspasari; Ady Pratama Sanjaya

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

  Manajemen perbekalan bahan baku menentukan kontinuitas produksi, mutu produk, dan efisiensi biaya pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, pengendalian mutu, pemakaian, dan evaluasi bahan baku pada Bakpia Java Yogyakarta serta merumuskan perbaikan sistem yang dapat diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, diskusi dengan perwakilan perusahaan, observasi proses produksi, dan dokumentasi transkrip kegiatan lapangan. Data dianalisis melalui reduksi, pengodean tematik, penyajian pola, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa praktik yang mendukung ketahanan pasokan, yaitu penggunaan lebih dari satu pemasok, pemeriksaan sampel, penyortiran bahan baku, mekanisme penggantian bahan yang tidak sesuai, serta substitusi terbatas antara kacang hijau lokal dan impor ketika terjadi gangguan pasokan. Pembagian kerja produksi dan pengawasan oleh pemimpin setiap bagian juga membantu menjaga kesesuaian proses dengan standar perusahaan. Namun, perencanaan kebutuhan masih dominan berbasis pengalaman, dokumentasi penilaian pemasok belum terstandardisasi, dan belum ditemukan penerapan pencatatan stok digital, titik pemesanan kembali, persediaan pengaman, serta pengukuran akurasi stok secara periodik. Penelitian merekomendasikan penerapan kartu spesifikasi bahan, scorecard pemasok, pencatatan stok digital, prinsip FEFO, peramalan sederhana, serta penetapan safety stock dan reorder point setelah data pemakaian dan lead time tersedia. Temuan menegaskan bahwa ketahanan pasokan yang telah terbentuk perlu diperkuat dengan sistem informasi dan indikator pengendalian yang terukur. Kata Kunci: Manajemen Perbekalan,  Persediaan Bahan Baku, Pemasok, Kontinuitas Produksi, Industri Pangan

Trecilla Geovannia, Yohana; P. Sayrani, Laurensius; Rouwland; O. Enamau, Alfred; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) serta mengevaluasi dampaknya terhadap kepercayaan publik dan kualitas demokrasi lokal pada Pemilu 2024 di Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada TPS 02 Desa Golo Watu dan TPS 05 Desa Wae Rii. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSU disebabkan oleh ketidaksesuaian implementasi regulasi, keterbatasan kapasitas aparatur ad hoc (KPPS), kelemahan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu, serta belum optimalnya sosialisasi kepada masyarakat. Pelanggaran administratif berupa pemberian hak suara kepada pemilih yang tidak memenuhi syarat menjadi faktor dominan yang memicu PSU. Selain itu, PSU berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu serta memengaruhi kualitas demokrasi lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa kinerja birokrasi penyelenggara pemilu memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas proses demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas aparatur, peningkatan efektivitas implementasi kebijakan, serta optimalisasi komunikasi publik untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa depan.

Ferdiansyah Ferdiansyah; Irwansyah Irwansyah; Firmansyah Firmansyah

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims to analyze the influence of organizational culture and leadership on work discipline in employees of the Woja District Office, both partially and simultaneously. Using a saturated sample, all employees in the agency were directly involved as respondents as many as 45 respondents. Primary data were collected through a structured questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the study showed that partially, organizational culture had a positive and significant effect on employee work discipline, while leadership did not have a significant influence independently. However, simultaneous testing proves that organizational culture and leadership together have a positive and significant influence on shaping employee work discipline. These findings indicate that although personal leadership style is not the primary determinant of discipline that has been bound by bureaucratic regulations, the synergy between internalizing strong work culture values and leadership support remains an important combination for an orderly work ecosystem. This research provides practical implications for government organizations in strengthening work culture, increasing leadership effectiveness, and creating a work environment that is able to encourage employee compliance, responsibility, and productivity in a sustainable manner.

Tommy Kuncara; Nia Yuningsih; Budhi Sriyono Prasetyo; Eko Aprianto Nugroho; Abdul Muchlis

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

The development of digital payment systems has increasingly exposed elementary school students to electronic money cards, digital wallets, and QR-code payments through their families and everyday experiences. However, familiarity with payment technology is not always accompanied by an adequate understanding of digital balances, personal-data protection, and transaction security. This community service program aimed to improve elementary school students’ digital financial literacy through the introduction of electronic money and safe transaction practices. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students. The program applied a Digital Financial Safety Lab model consisting of a diagnostic test, learning-station rotations, case-based games, balance-management exercises, confidential-information identification, and safe digital-transaction simulations. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, student worksheets, performance assessments, and behavioral observations. The results showed that the students’ average digital financial literacy score increased from 48.2 in the pre-test to 88.3 in the post-test, representing an improvement of 40.1 points. The percentage of students achieving the minimum competency score increased from 13.3% to 93.3%, while 96.7% of participants demonstrated improved scores.

Kuncara, Tommy; Immi Fiska Tarigan; Dessy Tri Anggraeni; Natallios Peter Sipasulta

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Financial literacy should be introduced from elementary school age to develop economical, honest, disciplined, well-planned, and responsible financial behavior. This community service program aimed to improve students’ financial literacy while developing financially intelligent character through interactive learning and a Mini-Market Simulation. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students, accompanying teachers, and an implementation team from Universitas Gunadarma. The program applied educational, participatory, contextual, and simulation-based approaches. The activities included a pre-test, interactive instruction on the value and functions of money, a needs-and-wants game, pocket-money allocation exercises, saving-goal preparation, price-setting practices, buying and selling transactions, change calculation, simple financial recording, a post-test, and program evaluation. The results showed that the students’ average financial literacy score increased from 53.0 in the pre-test to 86.4 in the post-test. This represented an improvement of 33.4 points or 63.0%. The percentage of students achieving the minimum score increased from 20.0% to 93.3%, while 96.7% of participants demonstrated improved scores. The greatest improvement was found in transaction skills and wise purchasing decisions.

Kuncara, Tommy; Windy Dwiparaswati; Abednego Priyatama; Fera Riske Anggita; Sandy Suryady

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Financial literacy is a fundamental skill that should be introduced to children from elementary school age. An understanding of the value of money, pocket-money management, saving habits, and the ability to distinguish needs from wants can help students make more responsible financial decisions. This community service program aimed to improve the financial literacy of fifth-grade elementary school students through education on pocket-money management, saving, and wise spending. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students. An educational and participatory approach was applied through interactive presentations, needs-and-wants games, pocket-money allocation simulations, saving-goal preparation, simple financial-recording exercises, and wise-shopping simulations. The program was evaluated using pre-tests, post-tests, student worksheets, and participant-observation sheets. The results showed that the students’ average financial literacy score increased from 53.8 in the pre-test to 85.0 in the post-test. The score increased by 31.2 points or 58.0%. A total of 27 students, or 90.0%, achieved a minimum post-test score of 75, while 29 students, or 96.7%, demonstrated improved scores. The highest improvement was found in the students’ ability to distinguish needs from wants, which increased by 33 points. These results demonstrate that contextual learning through games and simulations can improve students’ understanding of pocket-money management, saving, and responsible shopping decisions. This program is expected to become an initial step in developing economical, planned, disciplined, and responsible financial behavior among elementary school students.

Muhammad Shafari Rahmat; Syahrizal Andhika

Jurnal Teknik dan Science (JTS) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Digital prize scams are increasingly distributed through text messages, social media, and instant messaging platforms using persuasive expressions, suspicious links, and urgent instructions. This study aims to develop a machine learning-based approach for identifying Indonesian-language scam messages disguised as digital prize notifications. The dataset consisted of 6,000 text messages, comprising 3,000 scam messages and 3,000 non-scam messages. The data were manually labeled by two independent annotators and processed through case folding, text cleaning, tokenization, stopword removal, and stemming. Text features were transformed into numerical representations using Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF). Five classification algorithms were evaluated, including Multinomial Naive Bayes, Support Vector Machine, Logistic Regression, Random Forest, and XGBoost. Model performance was assessed using stratified five-fold cross-validation based on accuracy, precision, recall, F1-score, and ROC-AUC. The results showed that XGBoost achieved the best performance, with an accuracy of 97.0%, precision of 97.2%, recall of 96.8%, F1-score of 97.0%, and ROC-AUC of 99.3%. Scam messages were commonly characterized by words related to prizes, winning notifications, free offers, claims, and urgency. These findings indicate that TF-IDF combined with XGBoost can effectively support the automatic detection of digital prize scam messages. Future studies should incorporate URL characteristics, sender metadata, and contextual language models to improve detection performance.

Ana Vivtia Setyawan; Indra Adi Permana

Jurnal Teknik dan Science (JTS) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

The Timely student graduation is one of the key indicators used to evaluate higher education performance. Early identification of students at risk of delayed graduation enables universities to implement appropriate academic interventions and improve student success rates. This study aims to develop a student graduation prediction model using the Random Forest algorithm and to optimize its hyperparameters through Bayesian Optimization. A synthetic dataset consisting of 750 student records was employed, incorporating demographic, socioeconomic, and academic variables. The research methodology included data preprocessing, one-hot encoding, stratified data splitting with an 80:20 ratio for training and testing sets, baseline Random Forest model development, Bayesian hyperparameter optimization using the Tree-structured Parzen Estimator (TPE) with 20 optimization trials, and model evaluation using accuracy, precision, recall, F1-score, receiver operating characteristic area under the curve (ROC-AUC), and average precision. Experimental results showed that the baseline Random Forest achieved an accuracy of 70.67%, precision of 75.00%, recall of 71.43%, F1-score of 73.17%, and ROC-AUC of 82.74%. Bayesian Optimization identified the optimal hyperparameter configuration consisting of 350 trees, a maximum tree depth of six, a minimum split size of seven samples, and a minimum leaf size of four samples. Although the optimized model produced identical accuracy and F1-score values, it improved the ROC-AUC to 83.66% and the average precision to 87.68%, indicating better probability discrimination between the two classes. Feature importance analysis revealed that the number of failed courses, first-semester GPA, cumulative GPA after two semesters, attendance rate, and repeated courses were the most influential predictors. These findings demonstrate that Bayesian Optimization enhances the probabilistic ranking capability of Random Forest and can support the development of an early warning system for identifying students at risk of delayed graduation. However, further validation using real-world academic data is required before practical implementation.

Naufa Ilia Khotijah Muthmainah; Nur laila Eka Rahmawati; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Aktivitas belajar siswa adalah faktor penting yang membantu anak-anak berhasil dalam belajar mata pelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, cara belajar yang masih menggunakan metode lama membuat beberapa siswa tidak begitu antusias dalam berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media Wordwall digunakan sebagai alat pembelajaran yang interaktif dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas V di SDN 1 Bandengan Jepara, khususnya pada materi mengenai hubungan antara kondisi geografis dengan keberagaman rumah adat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus dan melibatkan 26 siswa sebagai subjeknya. Teknik mengumpulkan data mencakup pengamatan, kuesioner, dan perekaman dokumen, sedangkan pemrosesan data dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall berhasil meningkatkan partisipasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan persentase partisipasi belajar dari 86,63% pada siklus pertama menjadi 91,97% pada siklus kedua. Dengan demikian, media Wordwall terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar mata pelajaran IPAS.

Aulia Izzatun Nisa’; Nailia Jami’atul Muna; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kurangnya fokus saat belajar siswa kelas III sekolah dasar menjadi salah satu hal yang mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi itu ditunjukkan dengan siswa yang sering teralihkan perhatiannya, kurang mampu berkonsentrasi selama belajar, serta kurang aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan fokus belajar siswa dengan cara menggunakan media pembelajaran yang berbentuk permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan dalam dua siklus, yaitu tahap perencanaan, penerapan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, dokumen, dan penilaian terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media pembelajaran berupa permainan edukatif dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan fokus, partisipasi aktif, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran di setiap siklusnya. Sehingga, media pembelajaran berupa permainan edukatif bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat proses belajar lebih menarik, interaktif, dan meningkatkan fokus siswa sekolah dasar dalam belajar.

Siti Nurrahmatin Ni’mah; Mashfiyatus Shidqiyah; Khofifah Indar Parawansa

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Akreditasi sekolah merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan akreditasi adalah masih adanya anggapan bahwa akreditasi hanya bertujuan memperoleh peringkat, sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar akreditasi, peran akreditasi sebagai sistem penjaminan mutu eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan, mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah, serta kendala yang dihadapi beserta upaya untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, buku, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan akreditasi sekolah dan sistem penjaminan mutu pendidikan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa akreditasi memiliki peran penting sebagai instrumen evaluasi, pembinaan, dan pengendalian mutu pendidikan melalui proses penilaian yang sistematis, objektif, dan berkelanjutan. Pelaksanaan akreditasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, evaluasi dokumen, visitasi, validasi, hingga penetapan hasil akreditasi. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman, administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, anggaran, serta budaya mutu. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi, penguatan administrasi, penyediaan fasilitas, serta penumbuhan budaya mutu secara berkelanjutan. Dengan demikian, akreditasi menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.

Irda Suriani; Nur Kholilah; Dea Aulia Putri Daulay; Nurmalika; Intan Nur Aini +9 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mata kuliah kewirausahaan dalam membentuk jiwa kemandirian mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter kemandirian mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan serta perkembangan sosial ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas mahasiswa PGMI yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan dan dosen pengampu mata kuliah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah kewirausahaan berperan dalam mengembangkan jiwa kemandirian mahasiswa melalui peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, kreativitas, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian memanfaatkan peluang. Selain itu, pengalaman pembelajaran berbasis proyek dan praktik kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai kemandirian yang relevan dengan kompetensi profesional sebagai calon guru. Novelty penelitian ini terletak pada perspektif yang memandang mata kuliah kewirausahaan tidak hanya sebagai sarana meningkatkan minat berwirausaha, tetapi juga sebagai media internalisasi karakter kemandirian mahasiswa PGMI dalam konteks pengembangan kompetensi calon pendidik berbasis edupreneurship. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran kewirausahaan yang lebih kontekstual serta berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa.

Abdul Haris Mahendra; Tiwi Sudyasih

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan pemantauan kadar glukosa darah. Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan penyakit dapat menyebabkan manajemen kesehatan tidak efektif sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan keluarga pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada keluarga Ny. S yang memiliki anggota keluarga dengan Diabetes Melitus tipe 2. Asuhan keperawatan dilakukan selama enam kali pertemuan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan mengenai Diabetes Melitus, pola makan sehat, kepatuhan pengobatan, dan senam Diabetes Melitus. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien belum memahami pengelolaan Diabetes Melitus secara optimal, belum pernah mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan senam Diabetes Melitus, serta sering tidak mengonsumsi obat saat berpuasa. Diagnosa utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pasien serta keluarga mengenai pengelolaan Diabetes Melitus, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam mengelola Diabetes Melitus sehingga membantu memperbaiki masalah manajemen kesehatan tidak efektif. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Asuhan Keperawatan Keluarga, Manajemen Kesehatan Tidak Efektif, Pendidikan Kesehatan