Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 278

Analytics

Muh. Khusnul Himam; Imam Nur Aziz; Maftuh

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan masa kini menuntut siswa mampu berpikir kritis, berargumentasi berbasis bukti, dan melakukan refleksi terhadap permasalahan nyata.Tapi kenyataannya, kemampuan-kemampuan tersebut masih rendah pada banyak siswa akibat dominasi model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurang merangsang daya pikir kritis secara aktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana penggabungan model Problem-Based Learning (PBL) dan Analisis Kasus dapat meningkatkan kemampuan penyelidikan (inquiry cycle), argumentasi ilmiah, dan refleksi kritis siswa secara bersamaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku pendidikan, jurnal nasional terakreditasi Sinta, dan jurnal internasional ,kemudian dianalisis secara komparatif dan disintesis secara konseptual.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi PBL dan Analisis Kasus membentuk pola pembelajaran yang saling menguatkan: kasus nyata mendorong siswa aktif menyelidiki, proses penyelidikan menghasilkan bukti untuk membangun argumen yang kuat, dan diskusi kelompok mendorong siswa mengevaluasi cara berpikir mereka sendiri. Ketiga proses ini berjalan secara bersamaan sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berkembang secara menyeluruh. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, pedagogi kritis Freire, dan taksonomi kognitif Anderson-Krathwohl.

Muchammad Anas; M. Wafiyul Ahdi; Wahyu Nur Khayati

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Meskipun pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran telah banyak diteliti, kajian yang secara khusus membahas pemanfaatan media TikTok sebagai solusi dalam mengatasi kesulitan belajar seni tilawah Al-Qur'an pada peserta didik masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan belajar seni tilawah yang dialami siswa, mendeskripsikan pemanfaatan media TikTok dalam pembelajaran, serta mengevaluasi efektivitas penggunaannya dalam membantu mengatasi kesulitan belajar tilawah di SMA Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan penelitian terdiri atas guru pembina, pelatih tilawah, dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tilawah, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, penguasaan irama tilawah, kepercayaan diri saat tampil, serta keterbatasan waktu latihan. Pemanfaatan media TikTok terbukti memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses materi pembelajaran secara fleksibel melalui video pendek yang menarik, sehingga meningkatkan motivasi, intensitas latihan, dan pemahaman teknik tilawah. Hasil angket juga menunjukkan bahwa 88% responden menyatakan TikTok efektif sebagai media pembelajaran, sedangkan 86% responden mengakui adanya peningkatan motivasi dan minat belajar setelah memanfaatkan media tersebut. Temuan penelitian ini memperkuat konsep pembelajaran digital berbasis microlearning dalam pendidikan Islam sekaligus memperluas kajian mengenai integrasi media sosial sebagai inovasi pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media TikTok dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif, praktis, dan menarik dalam membantu mengatasi kesulitan belajar seni tilawah. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan pembelajaran berbasis teknologi digital serta menjadi rekomendasi praktis bagi guru, sekolah, dan pengelola pendidikan Islam dalam mengembangkan pembelajaran tilawah yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Lina Wulandari

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan pemahaman konsep aljabar siswa kelas VII SMPI Raudhotul Ulum Brangkal Bandar Kedungmulyo yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, metode yang monoton, dan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi video pada pembelajaran matematika siswa kelas VII, dan (2) mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas VII setelah diterapkan model tersebut pada materi aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart, melibatkan 21 siswa kelas VII sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest) berjumlah masing-masing 5 soal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji N-Gain ternormalisasi, dan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 37,14 meningkat menjadi 82,38 pada posttest, dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85,71% (18 dari 21 siswa) dan nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,72 yang tergolong kategori tinggi. Hasil uji-t menunjukkan nilai t hitung sebesar 25,48 lebih besar dari t tabel 2,086, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terintegrasi video efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aljabar.

Muhammad Ahya Assyukri; Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Waslah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini menunjukkan bahwa menghormati guru adalah indikator fundamental dari akhlakul karimah (akhlak mulia) dalam pendidikan Islam, namun realitas saat ini menunjukkan adanya penurunan adab di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Kesadaran Siswa untuk Menghormati Guru dalam Membentuk Sikap Akhlakul Karimah Kelas X di MA Al Ihsan Kalijaring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan desain survei dan melibatkan beberapa responden dan informan supaya data yang didapat bisa sesuai dengan masalah yang ada. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada (Guru Akhlak PAI dan Wali Kelas X) dan observasi partisipasi. Data sekunder berupa catatan dan dokumentasi siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, dan penarikan kesimpulan secara induktif.  Tujuan dari penelitian ini yaitu membahas secara detail terkait adab dalam menghormati Guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan praktis bagi sekolah dan guru dalam memperkuat budaya adab dan memperkaya literatur pendidikan Islam tentang pentingnya kesadaran diri siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan dianalisis dengan teknik Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kesadaran siswa memang sangat penting dan peran dari guru tetap harus ikut andil dalam meningkatkan kesadaran tersebut yaitu dalam hal menghormati guru. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya menghormati guru bagi para pendidik sehingga ilmu yang di dapatkan dapat bermanfaat. Implikasi penelitian inj diharapkan dapat memberikan gambaran bagi peneliti lain tentang pentingnya kesadaran dalam menghormati guru serta menunjukan bahwa keberhasilan pembentukan karakkter tidak hanya di pengaruhi oleh  peran guru atau lingkungan sekolah, tetapi juga kesadaran yang timbul dari dalam diri siswa.

Irda Suriani; Nur Kholilah; Dea Aulia Putri Daulay; Nurmalika; Intan Nur Aini +9 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mata kuliah kewirausahaan dalam membentuk jiwa kemandirian mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter kemandirian mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan serta perkembangan sosial ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas mahasiswa PGMI yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan dan dosen pengampu mata kuliah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah kewirausahaan berperan dalam mengembangkan jiwa kemandirian mahasiswa melalui peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, kreativitas, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian memanfaatkan peluang. Selain itu, pengalaman pembelajaran berbasis proyek dan praktik kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai kemandirian yang relevan dengan kompetensi profesional sebagai calon guru. Novelty penelitian ini terletak pada perspektif yang memandang mata kuliah kewirausahaan tidak hanya sebagai sarana meningkatkan minat berwirausaha, tetapi juga sebagai media internalisasi karakter kemandirian mahasiswa PGMI dalam konteks pengembangan kompetensi calon pendidik berbasis edupreneurship. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran kewirausahaan yang lebih kontekstual serta berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa.

Aulia Izzatun Nisa’; Nailia Jami’atul Muna; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kurangnya fokus saat belajar siswa kelas III sekolah dasar menjadi salah satu hal yang mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi itu ditunjukkan dengan siswa yang sering teralihkan perhatiannya, kurang mampu berkonsentrasi selama belajar, serta kurang aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan fokus belajar siswa dengan cara menggunakan media pembelajaran yang berbentuk permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan dalam dua siklus, yaitu tahap perencanaan, penerapan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, dokumen, dan penilaian terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media pembelajaran berupa permainan edukatif dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan fokus, partisipasi aktif, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran di setiap siklusnya. Sehingga, media pembelajaran berupa permainan edukatif bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat proses belajar lebih menarik, interaktif, dan meningkatkan fokus siswa sekolah dasar dalam belajar.

Naufa Ilia Khotijah Muthmainah; Nur laila Eka Rahmawati; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Aktivitas belajar siswa adalah faktor penting yang membantu anak-anak berhasil dalam belajar mata pelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, cara belajar yang masih menggunakan metode lama membuat beberapa siswa tidak begitu antusias dalam berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media Wordwall digunakan sebagai alat pembelajaran yang interaktif dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas V di SDN 1 Bandengan Jepara, khususnya pada materi mengenai hubungan antara kondisi geografis dengan keberagaman rumah adat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus dan melibatkan 26 siswa sebagai subjeknya. Teknik mengumpulkan data mencakup pengamatan, kuesioner, dan perekaman dokumen, sedangkan pemrosesan data dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall berhasil meningkatkan partisipasi belajar siswa.Hal ini terlihat dari peningkatan persentase partisipasi belajar dari 86,63% pada siklus pertama menjadi 91,97% pada siklus kedua. Dengan demikian, media Wordwall terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar mata pelajaran IPAS.

Siti Nurrahmatin Ni’mah; Mashfiyatus Shidqiyah; Khofifah Indar Parawansa

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Akreditasi sekolah merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan akreditasi adalah masih adanya anggapan bahwa akreditasi hanya bertujuan memperoleh peringkat, sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar akreditasi, peran akreditasi sebagai sistem penjaminan mutu eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan, mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah, serta kendala yang dihadapi beserta upaya untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, buku, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan akreditasi sekolah dan sistem penjaminan mutu pendidikan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa akreditasi memiliki peran penting sebagai instrumen evaluasi, pembinaan, dan pengendalian mutu pendidikan melalui proses penilaian yang sistematis, objektif, dan berkelanjutan. Pelaksanaan akreditasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, evaluasi dokumen, visitasi, validasi, hingga penetapan hasil akreditasi. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman, administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, anggaran, serta budaya mutu. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi, penguatan administrasi, penyediaan fasilitas, serta penumbuhan budaya mutu secara berkelanjutan. Dengan demikian, akreditasi menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.

Hidayatur Rohmah; Muhammad Fadllul Kabir

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji nilai al wara dalam kitab Kifāyat al Atqiyā wa Minhāj al Ashfiyā karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Syatha al Dimyathi dan relevansinya terhadap problematika etika komunikasi di media sosial. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus ujaran kebencian, hoaks, dan penyalahgunaan kebebasan berekspresi di ruang digital yang menunjukkan lemahnya pengendalian diri dan kehati hatian dalam berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data utama adalah kitab Kifāyat al Atqiyā wa Minhāj al Ashfiyā, sedangkan sumber pendukung berasal dari literatur tasawuf, etika komunikasi, serta regulasi terkait media sosial di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai al wara mencakup sikap kehati hatian terhadap perkara syubhat, pengendalian lisan, penjagaan hati, serta komitmen pada ketaatan kepada Allah. Nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan etika komunikasi digital, khususnya dalam mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif. Implementasi nilai al wara dalam komunikasi media sosial dapat memperkuat literasi moral dan membangun budaya komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip ajaran Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tasawuf kontekstual dalam menjawab tantangan etika di era digital.

Ayu Sabilatus Sa’adah; Desi Seprida Murni; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri 2 Banjaran. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes kemampuan pemecahan masalah, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 68,33 pada pra siklus menjadi 88,50 pada Siklus I dan 93,39 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 66,67% menjadi 94,44%, kemudian mencapai 100% pada Siklus II. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPAS.

Sezyl Berliana Ramadhani U; Fitalia Putri Ananda; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian Tindakan kelas ( PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran matematika materi geometri di kelas IV SD Negeri 4 Bawu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui Project Based Learning (PjBL) berbantu media Polypad Tangram. Penelitian ini menggunakan model siklus Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dlam dua siklus, dengan subjek penelitian berjumlah 36 Peserta didik. Data dikumulkan melalui instrumen angket keaktifan belajar, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar yang signifikan secara bertahap. Pada kondisi Pra Siklus, rata-rata keaktifan klasikal peserta didik hanya sebesar 55,00% (kategori rendah). Setelah tindakan pada Siklus I, persentase keaktifan meningkat menjadi 74,72%. Melalui perbaikan tindakan pada Siklus II, rata-rata keaktifan belajar klasikal melonjak hingga mencapai 82,59% (kategori sangat tinggi) dan berhasil melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (≥75%). Peningkatan terjadi pada dimensi keaktifan visual, lisan, maupun psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media Polypad Tangram efektif meningkatkan keaktifan belajar matematika peserta didik kelas IV SD Negeri 4 Bawu.

Nella Eka Ariyanti; Nandria Elsya Syarif Hidayah; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita materi luas dan keliling bangun datar melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media video animasi pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Menganti. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa kelas IV Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan media video animasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 60,4 pada tahap pra siklus menjadi 81,5 pada Siklus I, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 21,2% menjadi 100%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran, berdiskusi, serta menyelesaikan soal cerita secara mandiri. Dengan demikian, penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media video animasi efektif dalam meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita luas dan keliling bangun datar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Menganti.

Atiqul Zulfatun Nikmah; Tesha Vais Afriani; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Motivasi belajar menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan siswa pada proses pembelajaran, terutama di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SD Negeri 2 Kecapi, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih belum optimal. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya perhatian siswa selama pembelajaran, kurangnya keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta minimnya partisipasi ketika mengikuti kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis Wordwall. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 18 siswa kelas IV SD Negeri 2 Kecapi sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Persentase motivasi belajar mengalami peningkatan dari 72,22 pada siklus I, kemudian meningkat lagi menjadi 88,89 pada siklus II. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya perhatian siswa terhadap pembelajaran, meningkatnya keaktifan dalam mengikuti kegiatan, tumbuhnya keberanian untuk mengemukakan pendapat, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, media Wordwall terbukti dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.

Faridatun Nasiroh; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Minat baca siswa Sekolah Dasar di Indonesia tergolong rendah, dan hal ini menjadi masalah besar yang memengaruhi kemampuan literasi serta prestasi belajar mereka secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Read Aloud berbasis cerita rakyat lokal serta mengetahui peningkatan minat baca siswa SD yang terjadi melalui penerapan metode tersebut. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III SD Negeri 1 Gerdu Pecangaan Jepara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat baca dan lembar pengamatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator minat baca. Nilai rata-rata skor minat baca naik dari 29,04 pada siklus I menjadi 32,11 pada siklus II, yaitu kenaikan sebesar 10,6%. Persentase siswa yang memiliki minat baca tinggi naik dari 39,3% menjadi 82,1%, melebihi target keberhasilan sebesar 75%, sedangkan respons positif siswa secara umum naik dari 70,4% menjadi 87,1%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Read Aloud berbasis cerita rakyat lokal berhasil meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini secara teratur dengan menggunakan berbagai cerita rakyat lokal yang dilengkapi media visual yang menarik.

Dian Saputri; Uswatun Khasanah; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap ciri-ciri bangun datar akibat pembelajaran matematika yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan aktivitas menyenangkan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III SDN 7 Bangsri terhadap ciri-ciri bangun datar melalui penerapan pembelajaran berbasis game dengan model kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada Siklus I pembelajaran menggunakan media manipulatif berupa potongan bangun datar, sedangkan pada Siklus II media tersebut digabungkan dengan papan tempel ciri-ciri bangun datar berdasarkan hasil refleksi Siklus I. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 68,33 pada Siklus I menjadi 83,33 pada Siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 41,67% menjadi 79,17%, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu minimal 75%-80% siswa mencapai KKM. Keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga meningkat pada Siklus II. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis game dengan model STAD efektif meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap ciri-ciri bangun datar.

Laisa Safira; Vika Rifayani; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keaktifan belajar merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang menunjukkan tingkat keaktifan belajar yang rendah karena pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugel Kedung melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 21 peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Bugel Kedung Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Diharapkan penerapan model Game Based Learning mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna.

Rahma Khusnia Al Imam; Afina Naila Nugroho; Kusuma Dwi Masitoch; Lintang Larasati Putri; Efendi Prayoga +1 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Analisis ini bertujuan mengidentifikasi parameter penilaian kualitas ikan koi Budo Goromo. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi dan pola warna di Koi Farm Krandekan, Tulungagung. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah meskipun sudah ada standar penilaian resmi untuk kompetisi, penerapannya di tingkat peternakan belum dilakukan secara konsisten. Penilaian belum sepenuhnya objektif karena tidak didukung oleh kriteria yang seragam, sehingga hasilnya dapat bervariasi antar penilai. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Adapun variabel yang diamati meliputi bentuk tubuh, proporsi badan, ketebalan sisik, penyebaran warna, kejelasan pola, serta keserasian antara warna dasar dan motif goromo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter utama penilaian kualitas meliputi kesimetrisan bentuk tubuh, panjang minimal 14 cm, serta warna hitam, putih dan oranye yang tampak jelas, tegas, tersebar seimbang, dan memiliki kontras yang kuat. Selain itu, kondisi sirip yang utuh dan gerakan ikan yang lincah menjadi parameter pendukung penilaian. Temuan ini dapat dijadikan acuan bagi peternak maupun pembeli untuk menentukan kualitas dan harga ikan koi secara lebih objektif.

Meilia Khasanah Putri; Haliza Salsabila Ulfa; Syailin Nichla Choirin Attalina

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas II SD Negeri 7 Kecapi melalui penerapan pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 5 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes kemampuan membaca, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik berhasil meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap dalam dua siklus. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai kelas hanya mencapai 62 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 40%. Setelah penerapan tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 71 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 60%. Memasuki Siklus II, rata-rata nilai meningkat signifikan menjadi 82,4 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 100%. Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 71,6% pada Siklus I menjadi 89,2% pada Siklus II. Dengan demikian, pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan metode fonik terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa di sekolah dasar.

Ahmad Rifani; Aida Vitria; Amalia Wahyuni

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual pada UMKM Telur Gulung Umi Cabang Hercules Banjarbaru, menghitung HPP menggunakan metode Full Costing dan harga jual dengan metode Cost Plus Pricing, serta menganalisis perbandingan di antara kedua metode perhitungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan mandiri oleh UMKM mengalami fenomena under costing karena mengabaikan biaya overhead pabrik (BOP) non-kas dan utilitas, seperti biaya penyusutan peralatan, air PDAM, dan listrik. Berdasarkan metode Full Costing, ditemukan HPP riil sebesar Rp 12.865,59 per porsi dengan selisih akumulasi tahunan mencapai Rp 1.799.000 lebih tinggi daripada hitungan pemilik usaha. Implikasi dari biasnya HPP ini memicu terjadinya laba semu (phantom profit) yang mengancam likuiditas jangka panjang usaha. Kebijakan harga seragam (flat pricing) sebesar Rp 15.000 per porsi yang diterapkan saat ini menimbulkan distorsi profitabilitas akibat subsidi silang antar varian produk, sehingga margin laba riil hanya menyentuh 15,46%, jauh di bawah ekspektasi pemilik. Melalui pendekatan Cost Plus Pricing dengan target markup laba 40%, ditemukan harga jual yang ideal dan aman dari fluktuasi bahan baku sebesar Rp 18.000 per porsi. 

M. Rossi Ainul Yasir; Hj. Aida Vitria; Riris Ambarwati

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini melatar belakangi pentingnya pengelolaan manajemenkeuangan yang profesional, akuntabel, dan berbasis syariah untuk meningkatkankinerja keuangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan pengelolaan manajemen keuangan dalam meningkatkan kinerja keuangan pada BMT Khairul Ikhwan Martapura. Kajian teoritis berlandaskan konsep manajemen keuangan, studi kelayakan, serta kinerja keuangan berbasis rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi laporan keuangan periode 2021–2025, dan wawancara langsung dengan ketua pengurus BMT.  Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan aset konsisten dari aset dari 2021 Rp. 15.459.831,471,2022 Rp. 17.390.788.336,2023 Rp. 17.143.094.273,2024 Rp. 19.451.739.469,2025  Rp. 20.878.220.690 dengan SHU mencapai Rp. 251,34 juta, namun terdapat tiga kendala mendasar yakni tingginya risiko likuiditas, lambatnya pertumbuhan modal sendiri, dan terhentinya produk investasi syirkah sejak 2023. Pengelolaan dinilai layak secara formal-administratif, namun tidak layak secara substansi karena struktur pendanaan didominasi hutang jangka pendek sebesar 65,7% dengan ekuitas hanya 12,3%. Disimpulkan bahwa BMT Khairul Ikhwan Martapura memerlukan restrukturisasi modal, reaktivasi skema pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah, serta pengetatan manajemen risiko likuiditas demi menjamin keberlanjutan operasional syariah.