Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 128

Analytics

Nia Andriani; Syauqiyatul Latifah; Mochammad Indra Yumanto

Pendidikan humanistik menekankan pengembangan potensi manusia secara utuh dan menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Dalam konteks pendidikan Islam, nilai-nilai tersebut memiliki landasan normatif dalam Al-Qur’an, salah satunya QS. An-Nahl (16):125. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan nilai-nilai pendidikan humanistik yang terkandung dalam QS. An-Nahl (16):125 ditinjau melalui pendekatan tafsir tarbawi, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep pendidikan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, serta literatur tarbiyah dan jurnal ilmiah relevan. Analisis data dilakukan dengan model maqāṣid-interpretatif untuk mengungkap tujuan dan nilai pendidikan dalam ayat yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nahl (16):125 memuat tiga prinsip utama, yaitu bil ḥikmah, mau‘izhah ḥasanah, dan mujādalah bi-allatī hiya aḥsan, yang mencerminkan nilai rasionalitas, empati, dan dialog edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan humanistik memiliki dasar konseptual yang kuat dalam Al-Qur’an dan relevan untuk pengembangan pendidikan Islam yang humanis dan dialogis.

Widyadhana, Wisnu Kumara; shofiinoorman

Amphibious Journal 2025 Akademi Angkatan Laut

Penelitian ini membahas pentingnya pembelajaran mengenai perang proxy (proxy war) bagi taruna Korps Marinir di Akademi Angkatan Laut sebagai bekal dalam menghadapi ancaman pertahanan negara di masa depan. Perubahan makna istilah “perang” yang kini lebih sering dipahami sebagai sifat daripada sekadar tindakan, menunjukkan urgensi pemahaman baru di kalangan militer. Proxy war merupakan konfrontasi tidak langsung antara dua kekuatan melalui perantara untuk menghindari konflik langsung yang dapat menyebabkan kerusakan fatal. Saat ini, Taruna Korps Marinir belum memperoleh pembelajaran khusus mengenai proxy war, sehingga materi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan konsep pembelajaran proxy war yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan taruna Korps Marinir, agar mereka memiliki bekal yang memadai untuk menjadi perwira TNI-AL yang mampu menghadapi berbagai ancaman pertahanan di masa depan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan, meliputi pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, serta uji coba konsep pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi materi proxy war secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesiapan taruna dalam menghadapi skenario perang tidak langsung.

Wenny Nugrahati Carsita; Kusumawati, Mira Wahyu; Basir, Muhammad Ichsan

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam menunjang kesejahteraan individu, khususnya pada masa remaja yang merupakan fase rentan terhadap berbagai tekanan kehidupan serta dinamika perkembangan emosional. Masalah kesehatan mental yang dialami pada masa remaja dapat memberikan dampak jangka panjang hingga masa dewasa. Kegagalan dalam menangani kondisi kesehatan mental berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan kesehatan mental. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab. Prosedur kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test menggunakan kuesioner, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan dan diakhiri dengan post-test. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XI-1 berjumlah 30 orang. Hasil: Diketahui adanya peningkatan rata-rata skor dari 85 pada pre-test menjadi 93 pada post-test setelah pelaksanaan kegiatan. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja.

Rahel Maretha Nababan; Naia Fauzi; Surya Elia Subianto Manurung; Ricky Aditya Siregar; Hairul Amren

Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa memandang peran Pendidikan Pancasila dalam memperkuat pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip keadilan sosial dalam sistem pendidikan Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini menelusuri persepsi mahasiswa terhadap relevansi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima, dalam membentuk karakter, kesadaran kritis, serta sikap inklusif dalam lingkungan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai Pendidikan Pancasila tidak hanya sebagai mata kuliah normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan etika sosial, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penguatan kepekaan terhadap ketidaksetaraan sosial. Namun demikian, mahasiswa juga melihat adanya tantangan berupa kurangnya metode pembelajaran yang kontekstual, sehingga nilai-nilai HAM dan keadilan sosial belum sepenuhnya diinternalisasi secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan model pembelajaran berbasis dialog, studi kasus, serta integrasi isu-isu sosial aktual agar Pendidikan Pancasila semakin relevan dan berdampak bagi generasi muda.

Hairul Amren; Ardian Syahputra; Noel Alinsky Saragi; An Nisa Nur Az Zahra; Nayla Arifa Zerina

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang multikultural. Pendidikan multikultural menjadi salah satu cara untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pancasila sebagai paradigma pendidikan multikultural di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila dapat menjadi landasan bagi pendidikan multikultural di Indonesia karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti toleransi, keadilan, dan persatuan, dapat mempromosikan keragaman dan inklusivitas. Implementasi Pancasila dalam pendidikan multikultural dapat dilakukan melalui kurikulum, metode pembelajaran, dan lingkungan sekolah yang inklusif.

Budiafosma, Savira Nanda; Budiafosma, Savira Nanda; Daniar, Aninditya; Masnuna, Masnuna

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Tingginya konsumsi makanan instan di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menjadi perhatian penting karena potensi risiko kesehatan jangka panjangnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter buku cerita bergambar interaktif sebagai media edukasi bagi anak-anak usia 9–12 tahun untuk memahami bahaya makanan instan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang dikombinasikan dengan metodologi desain, termasuk tinjauan pustaka, wawancara dengan guru, ahli gizi, dan ilustrator, dan kuesioner yang disebarkan kepada 114 responden untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan anak-anak dan preferensi visual. Proses desain melibatkan identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan validasi melalui jajak pendapat audiens. Desain ini menampilkan karakter utama Lala, Lita, Ibu, dan Maskot Perut, dengan ilustrasi kartun digital berwarna cerah. Hasil validasi menunjukkan bahwa karakter dan desain visual selaras dengan minat dan kebutuhan audiens target, menjadikan media ini efektif dalam menyampaikan pesan edukasi dengan cara yang menarik sekaligus memotivasi anak-anak untuk memahami risiko makanan instan.

Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.

Renteng, Septriani; Simanjuntak , Susi Roida; Mapaly, Heilbert Armando

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pendidikan seks kepada anak sejak dini dan pemilihan jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak perlu menjadi perhatian orang tua sebagai upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Namun faktanya pendidikan seksual kepada anak usia prasekolah belum dilakukan secara optimal oleh orang tua sehingga pemahaman seksual pada anak masih terbatas selain itu juga anak suka menonton video di aplikasi yang beresiko munculnya video tidak sesuai usia anak. Belum optimalnya orang tua dalam melakukan pendidikan seksual juga ditemukan di TK GMIM Alfa Omega dan TK Pembina, dimana orang tua mengungkapkan tidak mengetahui cara untuk melakukan pendidikan seksual dan anak suka menggunakan youtube untuk menonton. Berdasarkan hal tersebut dibentuk kegiatan pemberdayaan orang tua dalam bentuk kegiatan pelatihan metode story telling.dan pemanfaatan youtube kids. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seksua dengan metode story telling dan penggunaan youtube kids. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh orang tua anak usia prasekolah di Tk GMIM Alfa Omega dan TK Pembina. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seks kepada anak usia prasekolah dan pemanfaatan aplikasi youtube kids. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif terhadap kemampuan orang tua melakukan pendidikan seksual dan pengunaan youtube kids sebagai alternatif tontonan bagi anak.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Hasib, Mochamad Naufal; Wijianto, Wijianto; Winarno, Winarno

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) Mengembangkan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik studi pada fase F di SMA Batik 2 Surakarta; (2) Menguji kelayakan produk bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik studi pada fase F di SMA Batik 2 Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode penelitian RnD (Research and Development) dengan pendekatan model Sukmadinata melalui tiga tahapan, yaitu studi pendahuluan, Pengembangan produk, dan pengujian produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan studi dokumen. Uji validitas data kualitatif dengan triangulasi sumber dan metode, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji validasi para ahli yaitu validator ahli materi, dan validator ahli media. Teknik analisis data meliputi analisis kualitatif dari hasil pengumpulan data dan analisis data kuantitatif dari uji N-Gain. Hasil penelitian Pengembangan ini yaitu (1) Pengembangan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik Dilakukan dengan tiga tahap yaitu studi pendahuluan untuk mengethaui bahan ajar yang digunakan, kemudian tahap pengembangan produk dimulai dengan Menyusun modul, Menyusun instrument, mengembangkan produk, dan dilakukan validasi kepada validator ahli, tahap terakhir pengujian produk dilakukan di kelas XI di SMA Batik 2 Surakarta; (2) Produk Pengembangan diuji validasi oleh para ahli dengan hasil validator materi sebesar 87% (Sangat layak), dan validator ahli media sebesar 98,33% (Sangat layak). Dari hasil validator materi maupun validator media dapat disimpulkan sangat layak sebagai bahan pembelajaran di dalam kelas. Setelah produk dinyatakan valid, kemudian dilakukan uji coba terbatas dan uji lapangan. Dari hasil uji N-Gain di kelas XI.1 didapatkan nilai sebesar 0,58 yang termasuk kategori efektif tingkat sedang. Kemudian di kelas XI.2 didapatkan nilai sebesar 0,63 yang termasuk kategori efektif tingkat sedang. Dari hasil Uji N-Gain uji lapangan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik masuk dalam kategori efektif sedang. Kata kunci: Bahan ajar, Pendidikan Pancasila, Media pembelajaran, Komik

Lathiffah Khoirunnisa; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan anak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang memandang anak sebagai makhluk biologis, psikologis, dan spiritual yang membawa fitrah sejak lahir. Fitrah dipahami sebagai potensi bawaan yang mengarah pada tauhid dan nilai-nilai kebaikan, sehingga pemahaman terhadap fitrah dan tahapan perkembangan anak menjadi dasar penting dalam perancangan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep fitrah anak serta relevansinya dengan proses perkembangan dan pembelajaran dalam perspektif Islam, sekaligus mengidentifikasi pandangan psikologi pendidikan Islam terhadap tahapan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku ilmiah dan artikel jurnal akademik dari basis data terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fitrah anak menjadi landasan utama perkembangan dan pembelajaran yang mencakup dimensi spiritual, moral, intelektual, emosional, dan sosial. Psikologi pendidikan Islam memandang perkembangan anak sebagai proses bertahap dan holistik melalui integrasi aspek jasmani, akal, dan rohani dengan prinsip tarbiyah yang gradual dan kontekstual. Pembelajaran menempatkan anak sebagai subjek aktif, berorientasi pada pembentukan karakter dan kesadaran spiritual selain capaian kognitif. Dengan demikian, psikologi pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan holistik yang relevan dalam mengembangkan potensi anak menuju insan kamil.

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Halawatul Fitri; Putri Nur Hidayah; Neni Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyebaran hoaks keagamaan di media sosial telah menciptakan tantangan serius terhadap narasi keagamaan yang sahih, menuntut peran krusial Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai garda terdepan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kompetensi profesional Guru PAI, menganalisis strategi mereka dalam merespons hoaks, dan merumuskan implikasi kebijakan pelatihan guru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis konsep Kompetensi Guru PAI (Pedagogik, Sosial, Kepribadian) dan Literasi Media/Digital (KLM) untuk merumuskan model kompetensi ideal. Temuan menunjukkan bahwa Guru PAI memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjadi pembimbing etika dan agen perubahan yang mengintegrasikan nilai Islam dengan teknologi. Kompetensi Pedagogik dan Sosial terbukti penting untuk edukasi anti-hoaks dan pembentukan etika digital, diperkuat oleh Integritas Personal dan KLM sebagai keterampilan inti untuk berpikir kritis dan menyaring informasi. Implikasi penelitian merekomendasikan prioritas pelatihan guru pada etika dan literasi digital, serta menyarankan penelitian mendatang untuk studi komparatif kuantitatif guna mengukur efektivitas program.

Nikmatul Khoiriyah; Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan antara akal dan hati yang mencakup aspek emosional dan spiritual dalam Pendidikan nislam pada siswa MBS Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung terhadap kehidupan siswa di asrama, masjid, dan sekolah. Subjek penelitian terdiri dari sekitar -+ 200 siswa yang setara jenjang SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukan semangat dan fokus belajar siswa cenderung mengalami naik turun. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi emosi, metode pembelajaran guru, dan interaksi sosial antar siswa. Kegiatan spiritual seperti sholat jama’ah, dzikir, halaqoh Qur’an, dan ta’lim berperan dalam pembentukan ketenangan batin dan membantu menstabilkan emosi siswa, sehingga akan berdampak positif terhadap sikap dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan islam yang ideal perlu mengintegrasikan antara akal, emosi, dan spiritual secara seimbang untuk membentuk siswa yang cerdas, berakhlak dan memiliki kesadaran diri yang baik

Izzatunnisa, Ilma; agus wahyudi, Sigit; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter pendidikan yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, pemanfaatan media digital, dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Kasih dapat saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menerapkan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan berbagai sumber akademik yang membahas tentang nilai toleransi, pendidikan multikultural, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan pedagogi berbasis kasih sayang dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keberagaman dapat membangun rasa saling menghormati antar siswa. Di sisi lain, media digital berperan penting dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Lebih lanjut, Kurikulum Berbasis Cinta memperkaya pendidikan dengan memperkuat aspek spiritual, emosional, dan moral, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas hasil akademik saja. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bersahabat, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya saat ini.

Jannah, Miftahul; Nur Aini; Neni, Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pembelajaran yang inovatif, termasuk pada Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga diperlukan model yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam pembelajaran berbasis digital tanpa mengurangi esensi spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas integrasi nilai keagamaan dalam pembelajaran PAI digital sebagai upaya menanamkan karakter Islami pada peserta didik di tengah perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kebiasaan digital keagamaan, cerita moral digital, lab e-fiqh , simulasi ibadah berbasis VR, serta pembelajaran reflektif mengenai etika digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PAI digital tidak hanya meningkatkan partisipasi dan minat belajar, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan kesadaran spiritual dan perilaku etis peserta didik. Implikasi penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi yang terencana dan berorientasi karakter dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai keagamaan, sehingga guru perlu menguasai kompetensi pedagogi keagamaan berbasis teknologi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang berkualitas.

Shalahuddin Shalahuddin; Alfina Fristiya Safitri; Rima Wira Tama; Atika Dhanasari; Siti Sakinah

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Islamic Religious Education (PAI) learning methods are strategies used by teachers to effectively convey Islamic teachings so that they are easily understood, internalized, and practiced by students. The application of appropriate methods can create a more engaging, active, and meaningful learning process, enabling students not only to acquire knowledge but also to develop Islamic attitudes and personalities. In the context of modern education, PAI learning needs to integrate a variety of approaches, ranging from lectures, discussions, demonstrations, to hands-on, experiential learning. Furthermore, learning environments such as museums, mosques, monuments, and open spaces can be utilized as resources and supporting learning media, even if these places are not specifically designed for teaching and learning activities. Utilizing these environments provides real-life experiences that help students understand Islamic values ​​contextually. Thus, PAI learning methods play a crucial role in realizing a holistic, comprehensive educational process oriented toward the formation of Islamic character.

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Maharani, Khairin; Addini, Eza; Yasri, Heldi; Nasution, Nurjamiah; Ahmad, Aprizal

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to conduct a comparative analysis of curriculum development and teaching methods in Islamic education in Indonesia and Egypt. Both countries have a long tradition in the development of Islamic sciences, but they demonstrate different approaches in accordance with their respective social, cultural, and educational policy contexts. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach through a review of journals, books, and Islamic education policy documents. The results of the analysis show that the Islamic education system in Indonesia emphasizes the integration of religious and general knowledge in its curriculum, in line with the spirit of religious moderation and the demands of modern society. Meanwhile, Islamic education in Egypt, especially through Al-Azhar University, emphasizes a traditional approach based on tafaqquh fi al-din with a focus on mastery of classical Islamic sciences. In terms of teaching methods, Indonesia is more adaptive to active and technology-based learning models, while Egypt maintains the talaqqi and memorization methods, but has begun to adopt modern pedagogical innovations. Overall, both education systems have their own strengths; Indonesia excels in contextualizing the curriculum, while Egypt sets an example in maintaining the authority and continuity of Islamic scholarship. These findings are expected to contribute to the development of a balanced Islamic education that integrates values and modernity.

Anan Dita Asrawati; Risqa Ayu Ramadani; Nawir, Muhammad

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to strengthen the role of students' contributions in improving their understanding of Social Studies (IPS) subjects at SMP Negeri 4 Takalar using the Problem-Based Learning (PBL) method. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR) with a qualitative approach that combines observation, interviews, and initial and final exams to assess the effectiveness of teaching. The results of the study indicate that the implementation of the PBL method is successful in improving students' activeness and critical thinking skills in understanding the IPS material, despite challenges such as adaptation to the service and limitations in learning media. The evaluation of this service program emphasizes the importance of good cooperation between universities and schools as well as continuous support for students so that the service provided can provide an optimal impact on improving the quality of education and developing students' interpersonal skills. These findings contribute to the development of active learning strategies that facilitate improving the quality of education at the junior high school level.