SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,569 publications available

15,569
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 1-20 of 4,720

Analytics

Rahmadani Fitri Panjaitan

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The attendance recording system at PLN ULP Tanjungbalai still relies on manual, paper-based methods, resulting in delays in data recap, reduced efficiency, and a high potential for recording errors. This condition affects the accuracy of employee attendance information, which is essential for administrative activities and managerial decision-making. Based on these issues, this practical work aims to design and develop a web-based e-attendance application as a solution to enhance efficiency, processing speed, and the accuracy of attendance recapitulation. The system was developed using PHP as the programming language and MySQL as the database management system, following several stages including requirement analysis, system design using UML, and implementation of a web-based user interface. The application provides essential features such as user login, daily attendance recording, employee data management, attendance notes (permission, sickness, etc.), and automatic attendance report generation. The system is designed for two types of users—Admin and Employees—each with specific access rights. The implementation results indicate that the e-attendance application significantly improves the efficiency of attendance administration at PLN ULP Tanjungbalai. Data collection and recapitulation become faster, more structured, and less prone to errors, while also enabling administrators to monitor employee attendance in real time. Therefore, this web-based e-attendance application serves as an effective solution to support operational activities and enhance the quality of employee attendance management.

Levina Lidya Maheswari; Tatang Herman; Aan Hasanah

Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Problem solving in permutation and combination requires the ability to understand context, choose strategies, and perform calculation procedures accurately. Based on the analysis of students' answers, it was found that difficulties arose consistently at each stage of problem solving according to Polya, namely the problem understanding stage, the planning stage, the plan implementation stage, and the rechecking stage. In general, students' weaknesses are not only related to their understanding of permutation and combination concepts, but also to their inability to apply problem-solving steps systematically. The results of the study indicate the need for a learning approach that not only focuses on mastering formulas, but also strengthens problem literacy, the ability to identify relevant information, and the selection of solution strategies appropriate to the characteristics of the problem. In addition, the habit of reflection through reviewing the process and results of the solution needs to be developed consistently so that students are able to recognize mistakes and improve their accuracy in solving permutation and combination word problems in a more accurate, logical, and structured manner.

Dewi Ainiyah; Andika Setyo B.L; Ani Afifah

Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This research aims to improve the mathematics learning outcomes of Grade VII B students at SMP Darul Ulum 5 Rebalas through the implementation of Madurese language-based ethnomathematics. The study is motivated by the students' difficulties in understanding mathematical concepts delivered in formal Indonesian, as their daily communication relies on the specific Madurese dialect of Rebalas Village. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 28 students from class VII B. The research instruments included test instruments in the form of group Student Worksheets (LKPD) and observation sheets for both teacher and student activities. The material focused on the topic of Lines and Angles. The results indicated an improvement in student learning outcomes from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the average group score was 80.2, which increased to 88 in Cycle II. Observations of student activities also showed a shift from passive participation in Cycle I to active and enthusiastic engagement in Cycle II. Furthermore, teacher observations showed significant improvement; initial issues regarding time management and excessive workloads were resolved, resulting in more enthusiastic and punctual teaching delivery. These findings demonstrate that the use of Madurese-based ethnomathematics helps students grasp mathematical terms more easily, increases discussion participation, and creates a more comfortable and interactive classroom atmosphere, thereby leading to improved learning outcomes.

Hanggara Yoga Adhitama; Yulies Tiena Masriani

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini membahas akibat hukum dari penggunaan kuasa jual yang dipalsukan dalam proses balik nama sertipikat hak atas tanah oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sebagaimana tercermin dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 249/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pemalsuan kuasa jual, kedudukan hukum sertipikat yang telah dibalik nama berdasarkan kuasa palsu, serta perlindungan hukum bagi pemilik tanah yang dirugikan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan kuasa jual untuk balik nama sertipikat merupakan tindak pidana yang menimbulkan konsekuensi hukum tidak hanya bagi pelaku utama, tetapi juga bagi PPAT yang lalai dalam menjalankan kewenangan jabatannya. Sertipikat yang telah dibalik nama berdasarkan akta palsu dapat dibatalkan demi hukum karena cacat administratif dan bertentangan dengan asas kepastian hukum. Pemilik berhak memperoleh perlindungan hukum berupa pemulihan hak atas tanah maupun ganti kerugian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kewenangan PPAT serta kehati-hatian dalam proses balik nama sertipikat untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum dalam bidang pertanahan.

Zauqy Launu Hayya; Farady Alif Fiolana; Diah Arie Widhining

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Communication is a fundamental human need for conveying information and ideas. However, individuals who are deaf and mute face difficulties in communicating with the broader community that does not understand sign language. This study aims to design and implement a real-time static sign language translator into speech using five flex sensors, an MPU6050 sensor, a Raspberry Pi Pico, an ADS1115 ADC module, and a DFPlayer Mini module as the audio output medium. Testing results show that the device successfully recognizes finger movements and hand orientation. The system is capable of playing audio output corresponding to recognized gestures, with the shortest latency recorded at 1.1 seconds and the longest at 2.8 seconds, achieving a detection accuracy rate of 75% based on 60 tests across 12 sign words. This device supports the translation of 12 simple sign words. The implementation demonstrates potential as an assistive communication tool, although further development is needed to improve accuracy, expand vocabulary, and conduct trials directly with deaf or mute users.

Nasihatul Khoiriyah; Widyarini Indriasti Wardani

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini mengkaji implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan fokus pada aspek regulasi dan pembiayaan. Program yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat ini menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran desa dan ketidaksesuaian biaya dalam SKB 3 Menteri Nomor 34 Tahun 2017 dengan kondisi ekonomi terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dan metode deskriptif analitis, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Landasan teori mencakup efektivitas hukum, sistem hukum, hukum responsif, dan kepastian hukum, yang memberikan kerangka analisis dalam konteks pertanahan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PTSL di Desa Reban telah sesuai dengan Pasal 19 UU No. 5/1960 dan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 6/2018. Program ini mencapai keberhasilan signifikan dengan 349 sertifikat yang berhasil diterbitkan dari 448 bidang tanah yang didaftarkan. Pelaksanaan melibatkan tahapan sistematis mulai dari sosialisasi hingga penerbitan sertifikat, dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, BPN, dan masyarakat. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidaksesuaian biaya dalam SKB 3 Menteri yang menetapkan Rp150.000 per bidang tanah, yang tidak mencukupi biaya operasional akibat inflasi. Hal ini mendorong panitia PTSL di beberapa daerah mengambil inisiatif menetapkan biaya yang lebih tinggi melalui musyawarah.

Enteng Hardiansyah; Lailan Sofinah Haharap; Muhammad Farros Atiqi

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Flower disease detection is a common challenge in modern agriculture. Various factors, such as changes in leaf color, shape, petal structure, and environmental conditions, make it difficult to achieve high accuracy with conventional models. Transfer learning is an effective solution to improve model performance in image detection, especially when available data is limited. This study used several pre-trained models, namely VGG16, ResNet50, and EfficientNet-B0, to detect three types of flower diseases: black spot on roses, white powdery mildew, and leaf rust. The process included data processing, increasing the data volume, model training, and result verification. The results showed that the EfficientNet-B0 model provided the highest accuracy of 97.2%, significantly better than the CNN model created from scratch with an accuracy of 85.1%. This study proves that the transfer learning method is very effective in improving the accuracy of flower disease detection. These results confirm that transfer learning is effective for detecting plant diseases with higher accuracy, especially when the dataset is limited.

Putri Kholina Aprilia Sari; Sigit Irianto

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik sebagai alat bukti dengan kekuatan hukum sempurna. Namun dalam praktik, notaris tidak jarang terseret perkara pidana ketika akta yang dibuatnya digunakan sebagai sarana tindak pidana. Fenomena tersebut tampak dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 379 K/Pid/2021.Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1.Apa saja faktor-faktor yang menjadi sebab adanya tindak pidana penipuan dalam pembuatan akta perjanjian pengikatan jual beli?2.Apa dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara Nomor 379 K/PID/2021?3.Bagaimana akibat hukum pertanggjungjawaban pidana dalam tindak pidana penipuan pembuatan akta perjanjian pengikatan jual beli dari putusan Nomor 379 K/PID/2021?Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis, dengan sumber data berupa bahan hukum primer (putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan), bahan hukum sekunder (literatur, doktrin), serta bahan hukum tersier sebagai penunjang. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menguraikan norma hukum yang relevan serta penerapannya.

Siti Naila Sya’bani; Luqman Effendi

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Suicide among adolescents is a serious mental health problem; however, not all adolescents with suicidal ideation progress to suicide attempts. Understanding the psychological factors that influence the transition from intention to actual behavior is essential for effective prevention efforts. This study aims to examine the role of the Theory of Planned Behavior (TPB) in understanding the transition from suicidal intention to suicide attempt behavior, as well as protective behaviors such as mental health help-seeking among adolescents. This study employs a literature review method with a quantitative correlational approach based on the TPB framework, using secondary data from scientific articles published between 2021 and 2025 and obtained through Google Scholar and PubMed. The findings indicate that suicidal ideation is the strongest predictor of suicidal intention but does not always lead to suicide attempts. TPB constructs, particularly perceived behavioral control (PBC), play a crucial role in determining whether intention develops into risky behavior or is redirected toward protective behaviors. In addition, positive attitudes toward mental health services and supportive social norms were found to strengthen adolescents’ intentions to seek help. In conclusion, TPB is a relevant theoretical framework for explaining both risk pathways and prevention pathways of adolescent suicide and has the potential to serve as a foundation for developing more effective prevention interventions.

Muhammad Adithya Sasmitha; Luqman Effendi

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Background: Sleep disorders in adolescents are a significant health problem, with a global prevalence reaching 57.8% and particularly high rates in several cities in Indonesia. Poor sleep quality negatively impacts physical health, such as the risk of cardiovascular disease and anemia, as well as mental and cognitive health. Sleep behavior is influenced by a dynamic interaction between personal and environmental factors, as explained in Social Cognitive Theory (SCT). Research Objective: To identify the determinants of sleep deprivation in adolescents, specifically individual and environmental factors, based on a Social Cognitive Theory (SCT) perspective through a literature review from 2019 to 2025. Method: This study utilized a literature review. To obtain research data, the authors searched for scientific articles through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases, then analyzed 10 articles that met the inclusion criteria, published between 2020 and 2025. Results: Factors significantly associated with adolescent sleep quality were identified, with individual factors being the most dominant determinant (found in 7 studies), including academic stress and smartphone addiction. Furthermore, a positive association was found with environmental factors (found in 4 studies), such as bright lighting, noise, and uncomfortable room temperature. Conclusion: Within the framework of Social Cognitive Theory, adolescent sleep quality is the result of a reciprocal interaction between personal factors (perceived stress and self-control over gadgets), the physical environment, and sleep behavior. Individual factors such as stress and nighttime gadget use reduce self-efficacy for regular sleep, which is exacerbated by an unfavorable environment.

Dewi Alis Kasiyati; Edy Lisdiyono

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini membahas kekuatan hukum akta perjanjian kerja sama yang dibuat di bawah tangan antara Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan Yakes Telkom Area Jawa Tengah–DIY. Perjanjian ini menimbulkan persoalan hukum ketika terjadi wanprestasi berupa keterlambatan penagihan sebesar Rp5.962.000 pada periode Juni–Agustus 2023. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) kekuatan hukum akta bawah tangan dalam perspektif hukum perdata, (2) efektivitas pembuktian akta bawah tangan dibandingkan akta otentik serta implikasinya terhadap penyelesaian sengketa dan (3) perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta bawah tangan sah menurut Pasal 1320 KUH Perdata, namun memiliki kelemahan pembuktian karena mudah disangkal dan tidak memiliki kekuatan eksekutorial. Perlindungan hukum tetap tersedia bagi pihak yang dirugikan, tetapi prosesnya lebih kompleks di pengadilan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan akta otentik melalui notaris agar perjanjian kerja sama memperoleh kekuatan pembuktian sempurna, kepastian hukum, serta perlindungan lebih kuat bagi para pihak

Yuliana; Budi Prasetyo

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkawinan campuran adalah pernikahan yang terjadi antara dua individu dengan kewarganegaraan yang berbeda. Dalam konteks hukum di Indonesia, perkawinan campuran diatur dalam Pasal 57 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyatakan bahwa perkawinan antara warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) harus memenuhi ketentuan hukum masing-masing negara. Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi warga negara asing (WNA) dalam perkawinan campuran, dengan fokus pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 526/PDT.G/2012/PN.Jkt.Sel. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perkawinan campuran yang menimbulkan berbagai permasalahan hukum, terutama terkait hak-hak WNA. Rumusan masalah yang dikaji adalah 1) Bagaimana Aturan Hukum Perjanjian Perkawinan terhadap Perkawinan Campuran di Indonesia. 2) Bagaimana Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara Asing Dalam Perkawinan Campuran pada Putusan Pengadilan Nomor 526/PDT/G/2012/PN.Jkt Sel, 3) Bagaimana Implikasi dari Putusan Tersebut dalam Praktik Pembuatan Perjanjian Perkawinan dengan Warga Negara Asing. Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Data yang dikumpulkan berupa data Sekunder dan metode analisis data menggunakan analisis kualitatif.

Rizki Gilang Ramadhan; Laila Fitriah

Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This study aims to describe and analyze the activities taking place in the Rumah Adat Tinggi of Rengat as a reflection of the social and cultural identity of the Indragiri Hulu community. The research is motivated by the functional shift of traditional houses amid modernization, which threatens the continuity of local wisdom. This study employs a qualitative descriptive method. Data were collected through field observations, interviews with cultural figures and caretakers, and documentation of cultural events held in the traditional house. The findings indicate that the Rumah Adat Tinggi serves not only as a historical heritage but also as a social and cultural center for the community. Activities within it embody values such as mutual cooperation, deliberation, respect for ancestors, and cultural education for the younger generation. From the perspective of functionalism, the traditional house operates as a social system that maintains societal balance through social, cultural, and integrative functions. This research emphasizes the importance of revitalizing the Rumah Adat Tinggi to ensure its continued role as a living space for cultural transmission amid globalization.

Mutiara Yusdhiana; Johan Erwin Isharyanto

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya persoalan yuridis dalam pelaksanaan mekanisme Agunan yang Diambil Alih (AYDA) oleh perbankan, terutama terkait validasi Pajak Penghasilan atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (PPh TB). Kasus BPR RAY memperlihatkan kebuntuan administratif akibat penolakan validasi pajak oleh DJP, yang menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penyelamatan kredit bermasalah. Rumusan masalah mencakup: (1) bentuk pertentangan norma antara POJK 33/2018 dan PMK 261/2016; (2) penyebab disharmonisasi norma; dan (3) akibat hukumnya terhadap pelaksanaan AYDA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk, penyebab, dan akibat hukum dari disharmonisasi tersebut. Metode yang digunakan ialah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pertentangan antara PMK 261/2016 yang mengedepankan pendekatan formal kepemilikan dan POJK 33/2018 yang menekankan substansi penguasaan aset. Disharmonisasi ini disebabkan oleh pengambilalihan AYDA secara sukarela, penafsiran subjek pajak penghasilan, serta ketiadaan regulasi penghubung antarregulator. Akibat hukum disharmonisasi ini terjadi di sektor perbankan, perpajakan dan pertanahan. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori sistem hukum, teori hukum responsif dan teori keadilan distributif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan disharmonisasi norma menimbulkan hambatan dalam praktik AYDA dan menimbulkan akibat hukum di berbagai sektor. Di akhir, peneliti memberikan saran akademik mendorong penelitian AYDA yang multi kasus dengan teori hukum yang lebih variative. Untuk saran praktis penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antar regulator sehingga pengaturan AYDA tidak saling bertentangan. Beban pajak sebaiknya disesuaikan dengan prinsip keadilan dan kemampuan membayar. BPR maupun masyarakat dapat menempuh judicial review ke Mahkamah Agung untuk menjamin kepastian hukum dan keseragaman tafsir regulasi

Yosinta Ayu Carlinda Devi; Sri Mulyani

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kedudukan akta notaris sebagai instrumen hukum yang memiliki kekuatan pembuktian otentik, namun efektivitasnya dalam sengketa merek masih diperdebatkan. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana kedudukan hukum akta notaris dalam perkara sengketa hak atas merek POLO di Indonesia? (2) apa implikasi yuridis dari penggunaan akta notaris terhadap perlindungan hukum pemilik merek dalam sengketa tersebut? Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, didukung data primer melalui wawancara dengan praktisi. Bahan hukum primer berupa UU Jabatan Notaris, UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, serta Putusan Mahkamah Agung Nomor 614 K/Pdt.Sus-HKI/2023 dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta notaris memiliki kedudukan kuat sebagai alat bukti otentik dalam perjanjian lisensi maupun pengalihan merek. Namun, dalam kasus POLO, Mahkamah Agung lebih mengutamakan prinsip penggunaan pertama (first use) dibanding sekadar keberadaan akta notaris, sehingga akta tersebut tidak menjadi penentu utama. Kesimpulannya, meskipun akta notaris memberikan kepastian hukum dan perlindungan preventif, efektivitasnya tetap bergantung pada kesesuaian dengan fakta penggunaan merek. Saran penelitian adalah perlunya penguatan regulasi mengenai keharusan pencatatan akta pengalihan atau lisensi merek di DJKI, serta peningkatan peran notaris dalam memastikan substansi akta sesuai fakta hukum agar dapat mendukung perlindungan hukum yang lebih optimal.

Diyah Nur Muizzah; Luqman Effendi

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Smoking behavior among adolescents is a serious and growing public health problem. Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) shows that 7.4% of adolescents aged 10–18 years smoke. This literature review aims to determine the determinants of smoking behavior among adolescents based on the Health Belief Model (HBM) theory, with a focus on components such as perceived vulnerability, perceived seriousness, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy. Using a literature review approach, this study identified and analyzed several academic references such as journals, books, encyclopedias, and others that discuss topics related to the determinants that influence smoking behavior among adolescents based on the Health Belief Model (HBM). The analysis conducted indicates that there is a relationship between perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, perceived self-efficacy, cues to action, and smoking behavior among adolescents. The conclusion of this study shows that in 9 studies that applied the Health Belief Model (HBM) theory in examining smoking behavior in adolescents, all major components of HBM were proven to have a significant relationship with this behavior. This study provides an important theoretical basis for the development of effective and sustainable health promotion programs in controlling smoking behavior among adolescents.

Hasanain Hamed Ahmed

Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

In this paper, we study the use of linear programming for the performance enhancement of fortified queues systems in which resources are unreliable in terms of variation and a case study on Marjan Hospital is considered. The quality management maturity level in the hospital was measured by an integrated inspection tool; senior management was found to be concerned for quality of service improvement and implementation of modern technology systems. Strengths and weaknesses in that activity are shown, and it is evidenced the need of boosting the quality of service activities and promoting the coordination between the different areas. From the findings, the study recommends the use of linear programming technique,Orgers should as well enhance proper training and development and Acquisition of modern day technology for effective performance improvement and quality of service. The study demonstrates that the adoption of linear programming techniques could be a viable solution to optimize resource allocation and enhance performance in the hospital's queue systems. Additionally, the research underscores the importance of investing in staff training and development programs, as well as the acquisition of state-of-the-art technology, to further improve service delivery and ensure sustainable quality improvement in the long term.

Efrando Ufo; Agus Nurudin

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang pesat di Indonesia, permasalahan royalti atas karya musik menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi hukum yang konkret dan efektif. Performing rights merupakan hak pokok yang dilindungi dalam UU Hak Cipta (UUHC) atas pemanfaatan karya dalam pertunjukan publik, pada penerapannya belum optimal dan sering menimbulkan permasalahan hukum antara pencipta lagu, performer, dan event organizer. Konteks penelitian ini menghadirkan peranan strategis Notaris sebagai penjaga keabsahan kontrak melalui penyusunan klausul performing rights pada kontrak event organizer sebagai solusi preventif terhadap permasalahan royalti di industri musik Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: bagaimana kedudukan performing rights menurut UUHC, bagaimana penerapan klausul performing rights pada kontrak event organizer, serta bagaimana peranan Notaris dalam penyusunan klausul performing rights sebagai upaya mencegah sengketa royalti. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan konseptual, dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan praktik industri musik secara sistematis serta analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausul performing rights yang disusun dan disahkan oleh Notaris memiliki peran sentral dalam memastikan legalitas, kekuatan mengikat, serta perlindungan hak cipta, sehingga mampu meminimalisir potensi sengketa royalti dan pelanggaran hak cipta. Berdasarkan analisis terhadap regulasi dan kebutuhan praktis sebagaimana uraian dalam penelitian ini, Peneliti menyusun sebuah draf klausul Performing Rights yang komprehensif dan aplikatif untuk dimuat dalam kontrak antara Event Organizer dan Performer. Disarankan perlunya standarisasi klausul performing rights, peningkatan pengetahuan hukum bagi event organizer, sosialisasi kewajiban royalti, serta peningkatan kapasitas Notaris di bidang kekayaan intelektual guna membangun ekosistem industri musik yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Erika Fitriyani; Sri Bekti Handayani

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The use of information technology through website development has become a crucial need for MSMEs, including traditional food businesses like Siomay Batagor Bogarasa. This study aims to develop a business profile website using the Odoo-based ERP website module to strengthen brand identity and facilitate information delivery to customers. The development process follows the Software Development Life Cycle (SDLC) stages, including planning, requirement analysis, design, implementation, and testing. The developed website consists of several pages such as Home, About Us, Menu, and Contact Us, presenting information about the business history, product catalog and pricing, sales locations, and contact channels. Testing results indicate that most features function well, with responsive display, smooth navigation, active contact form, and effective social media integration. One issue was found in the Google Maps display, which has not yet accurately shown the business location. Overall, the website provides practical benefits in terms of promotion, communication, and enhancing the professionalism of the business.

Anang Ardiansyah; Setiyowati

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Kasus pembatalan Akta Hibah berdasarkan Putusan mahkamah agung nomor 1101 PK/Pdt/2022, Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fakta perkara dan penerapan hukumnya telah benar bahwa sebagai seorang orang tua atau ibu berhak untuk membatalkan hibah sesuai dengan hukum keluarga khususnya Pasal 1688 KUH Perdata yaitu apabila penerima hibah telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH). Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Faktor yang menjadi penyebab pembatalan Akta Hibah oleh pemberi hibah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1101 PK/Pdt/2022 ? 2) Bagaimana akibat hukum atas pembatalan Akta Hibah yang di buat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1101 PK/Pdt/2022 ?  3) Apa pertimbangan Hukum oleh Hakim dalam memutuskan Perkara  tentang Pembatalan akta hibah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1101 PK/Pdt/2022 ? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan sumber data Sekunder, metode analisis data dengan menggunakan analisis kualiatif.