Publication Search

74,541 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 73941-73960 of 74,541

Analytics

Akhmad Mustofa, Danang Angga Dwi Tamtomi Nanik Suhartatik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Daun singkong adalah jenis sayur yang berasal dari tanaman singkong atau ketela pohon. Daun singkongmengandung vitamin, mineral, serat, serta klorofil. Vitamin yang terkandung di dalamnya adalah A, B, C, danniasin. Mineral terdiri dari besi, kalsium, dan fosfor. Kandungan senyawa fungsional dalam daun singkong,dan keberadaan daun yang melimpah, maka perlu dilakukan suatu inovasi, agar bahan makanan ini dapatlebih bermanfaat. Salah satu cara yaitu membuat daun singkong ini menjadi tempe. Pada fermentasi tempeterjadi proses penguraian zat-zat makro molekul (seperti karbohidrat, protein, dan lemak) dalam kedelaioleh aktivitas enzim protease dan lipase, sehingga menghasilkan senyawa yang lebih sederhana dan lebihmudah dimanfaatkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, dan mendapatkanformula yang tepat dari tempe daun singkong. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah ratio penambahan ragi (0,5; 1; 1,5%) sedangkanfaktor kedua lama perendaman (6, 12, dan 18 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi palingbaik yaitu penambahan ragi 1,5% dan lama perendaman 18 jam dengan kadar air 81,95 (%b/b), kadar abu1,18(%b/v), kadar protein 6,14 (%b/b), kadar serat tak larut 14,85(%b/b), kadar serat larut 0,86(%b/b), volumepengembangan 0,34(%), selisih berat 1,86(%), kekompakan 3,87(%), dan kepadatan 3,87(%).Kata kunci: Singkong, fermentasi, tempe

Yannie Asrie Widanti, Wuriana Ratma Asih Kapti Rahayu Kuswanto

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Daun kelor memiliki nilai gizi yang sangat baik yaitu mengandung vitamin A, vitamin C, vitaminB6, kalsium, kalium, zat besi, dan protein sehingga digunakan bayi dan ibu menyusui sebagai makananpendamping ASI (MPASI). Daun kelor memiliki kelemahan yaitu mempunyai aroma langu. Penambahanpuree pisang ambon yaitu untuk menghilangkan aroma langu daun kelor karena rasa pisang ambon disukaibayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dan komposisi makronutrienMakanan Pendamping ASI dengan penambahan puree daun kelor dan puree pisang untuk bayi. MakananPendamping ASI dengan formula yang memenuhi SNI dan Angka kecukupan gizi bayi dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah penambahanpuree daun kelor (3,89; 5,19; 6,49%) sedangkan faktor yang kedua penambahan puree pisang ambon (5,19;7,79; 10,38%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi paling disukai yaitu penambahan pureedaun kelor 3,89% dan puree pisang ambon 6,49% dengan kadar air 51,13%, kadar abu 0,39%, kadar protein7,06%, kadar lemak 7,69%, kadar gula 3,5%, vitamin C 17,41 mg/100g , warna hijau (3,07), tekstur lembekdan lembut (4,67), rasa pisang sangat terasa (4,27), dan aroma langu kurang terasa (2,73).Kata kunci: pisang ambon, daun kelor, Makanan Pendamping ASI.

Akhmad Mustofa, Mutiara Gustina Rohmawati Yannie Asrie Widanti

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Ampas tahu memiliki potensi gizi sebagai sumber protein dan mengandung serat yang tinggi. Labukuning merupakan sumber Beta-karoten. Beta-karoten adalah pembentuk Vitamin A atau retinol yangbermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan jenis gula dengan tingkat penambahan ampas tahu dan tepung labukuning terhadap karakteristik fisikokimia snack bars dan tingkat kesukaan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbandinganampas tahu dan tepung labu kuning (80:20, 60:40, 50:50) dan faktor yang kedua yaitu jenis gula (gula jawa,madu, fruktosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bars ampas tahu dengan penambahan tepunglabu kuning (80:20) dan variasi jenis gula (gula jawa) yang memiliki karakteristik terbaik yaitu: protein(7,77%), betakaroten (25,52 mg/g), kadar air (20,73%), kadar abu (2,41%), gula total (18,18%), warna coklat(3,66), rasa labu kuning sedikit terasa (2,06), rasa ampas tahu terasa (1,86), tekstur sedikit lengket (2,26),dan kesukaan keseluruhan yang paling disukai (3,40).Kata kunci: ampas tahu, labu kuning, snack bars.

Ida Royani

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian  yang dilakukan  terhadap sampel siswa/i SMP Pangudi Luhur Salatiga ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua terhadap self-esteem remaja awal. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket, yakni angket dukungan sosial orang tua, monitoring orang tua dan self-esteem. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi 2 prediktor dengan bantuan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua secara simultan berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F- reg=33.833; p-value<0.05), dan total sumbangan yang diberikan sebesar 48.11%. Masing-masing variabel memberikan sumbangan sebesar 12.42% dan   35.69%.   Sumbangan   Monitoring   Orang   Tua   lebih   besar   (ß- MOT=0.525) dibandingkan sumbangan dari Dukungan Sosial Orang Tua (ß-DOT=0.206). Total sumbangan sebesar 48.11% menandakan bahwa masih ada  variabel-variabel  lain  di  luar  penelitian  ini  yang  dapat  dijadikan sebagai prediktor self-esteem sebesar 51.89%.

Tantani binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian kebenaran sejati merupakan perjuangan setiap orang yang berpikir khususnya mereka yang “skeptik” terhadap kebenaran-kebenaran iman. Edith Stein yang berpersonalitas sangat keras dengan kemampuan intelektualnya  yang  sangat  tinggi berhadapan  dengan  krisis iman  sejak masih muda. Dia tidak percaya kepada eksistensi Allah sebagai seorang Pribadi. Dia adalah seorang “atheist” yang giat mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan – khususnya lewat fenomenologi yang diajarkan oleh Edmund Husssel. Perjumpaannya dengan beberapa filsuf beriman seperti Max Scheller dan Adolf Reinach telah menimbulkan kerinduannya untuk bertobat dan oleh rahmat Tuhan ia dituntun kepada suatu pengalaman iman ketika membaca buku Riwayat Hidup Teresa dari Avila.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Apakah waktu? Apakah waktu itu ada? Bagaimana mengukurnya? Pertanyaan-pertanyaan yang luput dari perhatian kita tetapi Agustinus telah menjawabnya. Jelas waktu itu ada dan ia ada karena ia “lewat” dalam hidup kita. Bagi Agustinus waktu itu adalah distentio animi atau penggelembungan jiwa. Disebut “pengegelembungan” karena waktu adalah  suatu dialektika  antara 3 hal: memori, perhatian dan harapan. Penggelembungan jiwa membawa masa lalu dan yang akan datang pada saat ini yang sedang lewat. Masa lalu, masa depan dan sekarang selalu hadir dalam jiwa. Dalam masa lalu ada memori, dalam masa depan ada harapan dan saat ini ada perhatian dan ketiganya adalah aktivitas dari jiwa.   Waktu itu adalah suatu dialektika tiga hal “sekarang”:   sekarang tentang  hal-hal  masa   lalu,   sekarang  tentang  hal-hal  sekarang   dan sekarang tentang hal-hal yang akan datang.

Shelomita Selamat

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Human being is a rational animal who has the capability to think. The activity of thinking distinguishes man from other animals. Nevertheless, there are some people who do not use their capability to think. Many people just follow what other people said without really considering what they actually do. For Hannah Arendt, this is one of the factors that causes many evils have occurred in our daily life. Moreover, she used the term of the banality of evil to describe the evil that has  happened  because of  the culprit’s  inability  to think.  Therefore,  she emphasized the importance of thinking in every human being. For her, thinking makes human to avoid grave evil.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penderitaan adalah bagian dari hidup manusia. Manusia berusaha memahami  mengapa  ada penderitaan  dan  bagaimana harus menyikapinya. Kebijaksanaan Israel kuno berusaha memahami misteri penderitaan itu, salah satunya adalah Kitab Ayub. Melalui studi pustaka, artikel ini menyelidiki jawaban Kitab Ayub terhadap persoalan penderitaan manusia dan bagaimana manusia menjalani hidupnya (moralitas) tatkala penderitaan menimpanya.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Every literature consists of Story and Plot, or should I say, series of events. While the Story is about what happened literally, the Plot is more about how the narrator explains what happened. Aristotle alleged that the Plot and Structure were the most important elements in of a Tragedy (Poetics VI,5; VII,1). However, the success of a story also depends on the rendering of Character (Poetics VI,5). Therefore, the study about Characters in  Narrative  Criticism  is  necessary  to  conclude  the  exploration  of  a literature.  Gospel  of  Mark,  as  presented  in  this  paper  is  through  and through a story. Study of plot and structure in it, therefore, is necessary to build the sufficient base for study of character. This research paper is dedicated mainly on plot of the Gospel of Mark, particularly Mark 4,35-8,30. To understand the plot, it is essential to know the style and context of the literature at hand, facts about the author and the setting of the story.

amar, abu; Marwati, Marwati; Damang, Syahril Makosim

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Keju lunak umumnya mempunyai daya simpan yang singkat dan dijual dengan menggunakan kemasan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengemas dan waktu simpan pada keju lunak saga. Penelitian ini dibagi  menjadi dua tahap yaitu  penelitian  pendahuluan  dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan memiliki tujuan untuk menentukan hasil proses pembuatan keju lunak yang optimal dengan menggunakan metode penelitian yang ada dan akan digunakan pada penelitian utama. Penelitian utama adalah penentuan karakteristik keju lunak saga pada berbagai bahan pengemas yaitu daun pisang, botol gelas dan plastik polipropilen yang disimpan selama 8 minggu. Karakteristik keju lunak saga diamati dengan interval waktu 2 minggu sekali. Analisis yang dilakukan adalah analisis nilai pH, asam lemak bebas, kadar berat kering, total Bakteri Asam Laktat dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian ini keju lunak saga yang paling disukai berdasarkan respon kesukaan panelis yaitu keju yang dikemas menggunakan botol gelas yang disimpan selama empat minggu, dengan persentase penerimaan sebesar 87.8% atau sebanyak 26 orang dari 30 orang panelis menyukai produk tersebut, sehingga produk mendapat predikat sangat diterima oleh panelis dengan sedikit perbaikan sifat organoleptik. Produk tersebut memiliki kriteria dengan nilai pH 4.42, total BAL 11.4 x102 cfu/ml, berat kering 52.5% dan kadar asam lemak bebas yang analog dengan volume titrasi NaOH 0.1 N sebanyak 2.1 ml, persentase protein terlarut sebesar 6.03% . Semua  parameter proses antara lain protein terlarut, jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL),  Berat kering dan Total Asam lemak bebas meningkat selama proses penyimpanan pada semua bahan kemasan, namun tidak pada nilai pH produk Kata kunci : keju lunak, daun pisang, botol gelas, daun pisang

Yatmani, Sri Yat

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Pengaruh Kapasitas Daya Serap Air SAPC dengan berbagai bahan clay. Berbagai macam penguat dari berbagai tanah liat (clay) dipakai untuk membuat Superabsorban polimer komposit(SAPC) untuk melihat pengaruh daya serap air SAPC. Superabsorbent Polymers Composites (SAPC) yang dibuat dengan reaksi kopolimerisasi menggunakan polimer akrilat dengan filler bentonit , zeolit, montmorillonit( Ksf dan K10), filedsfar, kaolin ,pirofillit, , batu apung, abu terbang ,SiO2,amylum dan tepung maezena. Dalam penelitian ini , semua bahan clay yang digunakan untuk memastikan terbentuknya SAPC dengan tekstur yang stabil dan punya daya serap air yang optimum. Hasil sintesis SAPC di identidikasi dan ditentukan struktur mikronya dengan spektroskopi FTIR dan SEM dan dilakukan uji daya serap air semua polimer komposit yang disintesis. Hasil pengukuran daya serap air SAPC menunjukkan dengan filler bentonit  0.164,  zeolit 0,205, pirofilit 1.078, , montmorillonite Ksf 0.636, feldsfar 1,171,  kaolin 0.727, batu apung  0,410, abu terbang 1,081. Dari bahan clay yang digunakan maka SAPC pirofilit SAPC fildsfar dan SAPC abu terbang menunjukkan daya serap air optimum. Spektra FTIR untuk SAPC ditunjukkan adanya gugus fungsi dari  penguat clay yang digunakan.  Pengamatan SEM dari SAPC menunjukan  struktur mikro yang merata dan isotropik serta  homogenisasi bahan. Kata kunci : SAPC, Penguat bahan clay ,daya serap air

MEDTRY, Medtry

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Abstract Wilayah Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan merupakan kawasan dengan pertumbuhan tinggi. Pengaruh kota Inti Jakarta yang begitu kuat akan kebutuhan lahan untuk perumahan skala besar mengakibatkan banyak kampung-kampung yang tergusur. Kini para pengembang (developer) perumahan real estate “mengepung” wilayah tersebut. Tidak jarang terdapat permukiman padat perkotaan atau kampung kota di wilayah perbatasan khususnya yang tinggal di DAS atau sempadan sungai Cisadane terjepit dan menjadi kantong-kantong (enclave), berpotensi menjadi kampung yang tidak layak huni serta menjadi halaman belakang perumahan/permukiman real estate skala besar. Kampung Lengkong Ulama adalah salah satu kampung yang rawan tergusur akibat pengembangan perumahan elite di sekitar DAS Cisadane. Padahal kawasan ini memiliki situs sejarah dan budaya, banyak ulama dan santri yang belajar di kawasan ini. Cikal bakal perkampungan sudah ada sejak tahun 1628 terdapat perkampungan tua dan makam Raden Aria Wangsakara. Metode yang dilakukan dalam kajian ini dengan analisis aspek fisik, ekonomi dan sosial budaya. Melakukan social mapping untuk menjaring keinginan dari berbagai kelompok masyarakat. Dalam kajian ini berupaya agar kampung tua bersejarah tidak tergusur dan menjadi kampung yang layak huni tetap eksis dengan usaha mencegah timbulnya permukiman kumuh di sempadan Sungai Cisadane sekaligus terpenuhinya air bersih, menciptakan lingkungan yang layak, adanya ruang komunitas untuk bersosial dan berbudaya, berpeluang pengembangan ekonomi bagi warga kampung yang dapat berselaras dengan permukiman skala besar.Kata kunci : kampung terjepit (enclave), layak huni, eksistensi, ruang komunitas 

Nurani, Darti; Sukmadi, Indrati; Hidayat, Nahrul

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Saat ini kemasan fleksibel berbasis metalized film cukup banyak jenisnya di pasaran dan umumnya digunakan oleh industri pangan untuk mengemas produk pangan kering (contoh: wafer, biskuit, sereal kopi bubuk, permen dan lain-lain). Namun, untuk beberapa jenis kemasan fleksibel tersebut masih belum diketahui kualitas perlindungannya terhadap produk, sehingga dikhawatirkan umur simpan produk pangan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur laminat pada kualitas barrier kemasan fleksibel berbasis metalized film. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap. Rancangan percobaan pada penelitian tahap pertama adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), satu faktor. Faktor A adalah jenis metalized film yang terdiri atas tiga taraf: a1= VMPET film 12 µm, a2= VMCPP film 25 µm dan a3= VMCPP film 35 µm. Analisis dilakukan terhadap nilai laju permeabilias uap air, dengan pengulangan sebanyak 10 kali. Rancangan percobaan pada penelitian tahap kedua adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), satu faktor. Faktor A adalah jenis kemasan fleksibel berbasis metalized film yang terdiri atas enam taraf: a1 = PET 12 µm /VMPET 12 µm /PE 20 µm /LLDPE 25 µm,  a2 = OPP 20 µm /VMPET 12 µm /CPP 35 µm, a3 = PET12 µm /VMCPP 25 µm, a4 = OPP 20 µm /VMCPP 25 µm, a5 = PET 12 µm /VMCPP 35 µm dan a6 = OPP 20 µm /VMCPP 35 µm. Analisis dilakukan terhadap nilai laju permeabilitas uap air, dengan pengulangan sebanyak 10 kali. Hasil analisis laju permeabilitas uap air diolah menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh struktur laminat pada kualitas barrier kemasan fleksibel berbasis metalized film. Kemasan fleksibel dengan spesifikasi PET12/VMPET12/PE20/LLDPE25 memiliki nilai laju permeabilitas uap air yang terbaik, yaitu sebesar 0.1430 g/m2/hari. Kata kunci: metalized film, kemasan fleksibel berbasis metalized film, permeabilitas uap air

Yoshi, Linda Aliffia

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Aplikasi teknologi membran terutama membrane reverse osmosis lebih banyak digunakan untuk penyediaan air bersih. Sumber air yang layak dijadikan bahan baku adalah air payau dengan kandungan salinitas sekitar 1.000-10.000 ppm. Kelayakan dari pengolahan air payau lebih kepada sistem desain proses desalinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keterbatasan panjang ruang sistem desain desalinasi BWRO terhadap proses dan karakteristik produk yang dihasilkan. Penelitian disimulasikan menggunakan software CSM PRO 5,  kapasitas instalasi 500 m3/hari, dan recovery 75%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbatasnya panjang ruang, sistem desain dapat dirubah dari single stage ke double stage yang akan berdampak kepada besarnya tekanan High Pressure Pump (HPP) dan konsentrasi produk yang dihasilkan.

yanita, rachmi; Andreas, Gufran

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Paving-block banyak digunakan sebagai material konstruksi sehingga kekuatan dan mutu harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Pengujian paving-block dilakukan sesuai standar SNI 03-0691-1996 yang mengacu kepada SNI 03-0348-1989. Standar yang bersifat umum mengakibatkan perbedaan interpretasi  sehingga pelaksanaannya menjadi tidak standar. Adanya kebutuhan pihak industri konstruksi bahwa pengujian kualitas material dapat diperoleh hasilnya dengan cepat, harus juga diantisipasi oleh standar pengujian,  dengan tetap berpegang pada norma akademik. Pengujian langsung benda uji paving-block pada alat tekan standar ASTM C39 tanpa faktor konversi tidak diperkenankan, sehingga diperlukan besaran faktor konversi yang di standarkan. Oleh sebab itu dilakukan penelitian besaran faktor konversi bentuk benda uji standar paving-block dengan ketebalan 6 cm terhadap benda uji kubus 15x15x15 cm. Hasil kajian penelitian ini  menunjukkan bahwa pengujian langsung sampel paving-block tanpa penggunaaan faktor konversi akan menghasilkan kuat tekan yang lebih besar dari yang seharusnya atau seharusnya tidak memenuhi spesifikasi. Hal ini merupakan hal yang merugikan dan dapat membahayakan bagi industri konstruksi. Ketentuan besaran faktor konversi dibutuhkan untuk pengujian kuat tekan paving-block dengan alat tekan standar ASTM C39 sehingga memberikan nilai kuat tekan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : Uji tekan paving-block, waktu uji cepat, faktor konversi

Rochimah, Estuti

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Jalan layang Ciputat, tepatnya di Jalan H. Juanda Ciputat Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu jalur pintu gerbang memasuki Kota Tangerang Selatan. Keberadaan jalan ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan tidak hanya sebagai prasarana transportasi semata. Namun di sisi lain mampu menghadirkan adanya ruang kosong terbuka di bawah jalan layang. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang kosong tersebut berfungsi sebagai ruang terbuka publik dengan berbagai ragam pemanfaatannya. Keragaman pemanfaatan tersebut sangat menarik untuk dikaji terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya, secara deskriptif kualitatif, melalui pengamatan dan interview dikatagorikan dan didialogkan untuk menemukan strategi, faktor-faktor, serta keterkaitan antar faktor yang melatarbelakangi pemanfaatan ruang bawah jalan layang tersebut. Hasilnya didapatkan bahwa keragaman pemanfaatan ruang bawah jalan layang sebagai ruang terbuka publik lebih didasarkan pada faktor fisik (wujud, posisi, atribut ruang) dan faktor non fisik (pengelolaan, kompromi warga, komunitas, Pemkot).

Marpaung, Fredric Mangatur Haulian

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi kerja terhadap kinerja tennant ataupun developer­-developer di Bandung Digital Valley. Karena Bandung Digital Valley  adalah termasuk perusahaan baru yang bergerak dibidang industri konten mobile Application. Sehingga perlu untuk mengukur serta mengetahui pengaruh kondisi kerja di Bandung Digital Valley. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini memfokuskan pada analisis terhadap kondisi kerja di Bandung Digital Valley. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis linear regresi sederhana. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para tennant ataupun developer-developer Bandung Digital Valley yang berada di Gedung R&D Center, PT. Telkom Indonesia, Bandung. Pada penelitian ini, sample yang di targetkan adalah sebanyak 53 responden dan dikatakan sebagai sampel jenuh dan teknik yang digunakan adalah teknik non-probability sampling dengan pendekatan quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kondisi kerja terhadap kinerja tennant di Bandung Digital Valley sebesar 57,9% dan sebesar 42,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti oleh peneliti.

Suharini, Yustina Sri

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2017 Institut Teknologi Indonesia

Abstrak Sebagian besar lembaga pelatihan atau balai latihan kerja menggunakan penjadwalan dengan model batch, yang artinya sebuah jadwal digunakan bersama-sama untuk sekelompok orang, tanpa melihat karakteristik masing-masing peserta pelatihan atau ketersediaan waktu mereka. Namun penjadwalan model batch seperti itu belum tentu efektif untuk setiap orang dan belum sesuai dengan prinsip student center learning. Tulisan ini menawarkan alternatif solusi bagi lembaga pelatihan atau balai latihan kerja yang memerlukan penjadwalan dengan keragaman materi pelatihan dan ketersediaan waktu setiap peserta yang berbeda-beda. Solusi berupa pembuatan perangkat lunak aplikasi penjadwalan dengan arsitektur model-view-controller. Perangkat lunak yang dibuat mampu menjadwalkan lebih dari 300 peserta pelatihan dengan jumlah instruktur lebih dari 14 orang dan materi pelatihan berjumlah lebih dari 18 macam dengan tingkat kedalaman yang beragam.Kata Kunci : penjadwalan pelatihan, slot waktu dan materi berbeda-beda  Abstract It is common for training institutions or vocational training centers using batch scheduling model, which means that a timetable be used together for a group of people, regardless of their individual needs or their time availabilities. Scheduling in batch model like that was not necessarily effective for every class member and not in accordance with the principle of student center learning. This paper offers an alternative scheduling solution for training institutions or vocational training centers that each participant has special needs in timetable, course interest, and course level. Our solution was implemented by model-view-controller architecture. The software could be used to schedule of more than 300 trainees with more than 14 instructors and more than 18 kinds of training materials.    Keyword : training scheduling, different timetables and course material  

Kiswanto, Yulius

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe is a traditional fermented food usually made from soybeans by Rhizopus sp. Recents publicationsmentioned that the major component was dietary fiber. One which has the capacity to lowering blood cholesterollevel. The purpose of this study was to examine the effect of tempe diet on the lipid profile and cholesterolexcretion in rats. 45 male Sprague Dawley rats were used and divided into 3 groups of 15. Each group were fedan isocaloric and isoprotein diet contained different proportion of tempe (0%, 10%,20%,30% and 40%) for 4weeks. This experiment used completely randomized design.The result showed that tempe diet significantly reduced total cholesterol (12%), LDL-cholesterol (50%) andtriglyceride (50,36%) and increased HDL resulted in the higher cholesterol faeces excretion with were maximumvalue 11,9 mg/g (40% tempe) compared 5,4 mg/g (standar diet).Keywords: Tempe, diet, lipid profile, cholesterol excretion.

Nanik Suhartatik, Rendra Lukmana Septiaji, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat. Bahan baku cookies adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan tepung terigucukup tinggi. Pemanfaatan tepung biji alpukat akan mengurangi penggunaan tepung terigu dan dapatmengolah limbah dari alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik cookiesdengan substitusi tepung biji alpukat dan tepung jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancanganacak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu rasio tepung biji alpukat (10, 20, 30%) dan tepungjahe (2, 4, 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan rasio tepung biji alpukat 10%dan tepung jahe 2% yang terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan karakteristik sebagai berikut kadar air3,28%, kadar abu 1,53%, kadar protein 5,75%, Kadar lemak 30,60%, Kadar gula 33,36%, volume pengembangan1,07%, warna ( 1,80%), rasa (2,13%), kerenyahan (1,93%) dan disukai panelis (3,80%).Kata kunci: cookies, tepung biji alpukat, tepung jahe, substitusi