Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 41-60 of 552

Analytics

Izzatunnisa, Ilma; agus wahyudi, Sigit; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter pendidikan yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, pemanfaatan media digital, dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Kasih dapat saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menerapkan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan berbagai sumber akademik yang membahas tentang nilai toleransi, pendidikan multikultural, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan pedagogi berbasis kasih sayang dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keberagaman dapat membangun rasa saling menghormati antar siswa. Di sisi lain, media digital berperan penting dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Lebih lanjut, Kurikulum Berbasis Cinta memperkaya pendidikan dengan memperkuat aspek spiritual, emosional, dan moral, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas hasil akademik saja. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bersahabat, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya saat ini.

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Anan Dita Asrawati; Risqa Ayu Ramadani; Nawir, Muhammad

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to strengthen the role of students' contributions in improving their understanding of Social Studies (IPS) subjects at SMP Negeri 4 Takalar using the Problem-Based Learning (PBL) method. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR) with a qualitative approach that combines observation, interviews, and initial and final exams to assess the effectiveness of teaching. The results of the study indicate that the implementation of the PBL method is successful in improving students' activeness and critical thinking skills in understanding the IPS material, despite challenges such as adaptation to the service and limitations in learning media. The evaluation of this service program emphasizes the importance of good cooperation between universities and schools as well as continuous support for students so that the service provided can provide an optimal impact on improving the quality of education and developing students' interpersonal skills. These findings contribute to the development of active learning strategies that facilitate improving the quality of education at the junior high school level.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Hamiruddin Hamiruddin; Iftitah Jafar; Mudzhira Nur Amrullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji rasionalitas pewahyuan Al-Qur’an melalui pendekatan skripturalis-filosofis guna menegaskan relevansi epistemologis wahyu dalam konteks keilmuan modern. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa wahyu bukan sekadar fenomena teologis, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat diuji secara rasional. Analisis dilakukan menggunakan kombinasi metode hermeneutik filosofis, analisis wacana, filologi Semitik, dan pendekatan komputasional berbasis pemrosesan bahasa alami. Pendekatan ini memungkinkan interpretasi mendalam terhadap struktur argumentatif teks dan konteks historisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewahyuan Al-Qur’an memiliki koherensi internal yang kuat, dibuktikan melalui stabilitas filologis manuskrip, kontinuitas transmisi, serta konsistensi retorika dan struktur teologisnya. Wahyu terbukti berfungsi sebagai fondasi epistemik yang menuntun akal dan ilmu pengetahuan menuju kesatuan kebenaran. Penelitian ini juga mengungkap relevansi universal Al-Qur’an dalam etika, pluralisme, dan integrasi sains melalui paradigma tawhidic yang menolak dikotomi antara agama dan ilmu. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rasionalitas wahyu memiliki nilai universal dan aplikatif dalam membangun sistem pengetahuan yang komprehensif, interdisipliner, dan berorientasi nilai. Studi ini memperkaya filsafat Islam kontemporer dengan menawarkan model epistemologi integratif yang dapat digunakan untuk mengembangkan wacana etika global, pendidikan spiritual, serta kebijakan ilmu berbasis nilai-nilai wahyu.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Nita Apriyatin; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tindakan bullying sering kali dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, tidak terkecuali dengan peserta didik penghayat yang mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Maka dari itu, peserta didik penghayat yang mendapatkan bullying sudah pasti membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Tegal melalui pendekatan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat orang tua dan empat peserta didik penghayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Pendekatan kognitif yang diterapkan, seperti komunikasi terbuka, pembentukan pola pikir positif, dan pemberian pujian, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, orang tua menghadapi kendala seperti stigma sosial, kurangnya pemahaman tentang pendekatan kognitif, dan keterbatasan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang inklusif sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat.

Nuriyah Fahma, Mirza; Kurrotul A’yun Aisyah Nabila; Mochammad Indra Yumanto

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Artikel ini membahas nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-Balad ayat 11–16 serta implementasinya dalam pembiasaan etika sosial di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam konteks pendidikan dasar Islam, penanaman akhlak sosial memiliki urgensi yang tinggi karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tarbawi dengan mengkaji makna ayat berdasarkan tafsir Ibn Kathir, Al-Maraghi, dan Al-Misbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai empati, kepedulian sosial, tolong-menolong, kasih sayang, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di kelas MI seperti kegiatan tolong-menolong, berbagi, kerja kelompok, serta metode keteladanan guru. Penelitian ini merekomendasikan agar guru MI mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek pembelajaran dan menumbuhkan kultur sosial yang berkarakter Islami.

Zhya Anggraini; Yani Maulita; Kristina Annatasia Br Sitepu

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Advances in information and communication technology (ICT) have revolutionized various aspects of life, including the education sector. The application of technology in education enables more flexible, interactive, and personalized learning, as well as expanding access for students in various regions, including remote areas. SMK Negeri 2 Binjai is one of the vocational education institutions in Binjai City that is currently facing challenges in the process of determining recipients of educational assistance, particularly the Indonesia Pintar (PIP) Program, which is intended for underprivileged students. Until now, the selection mechanism for PIP recipients has been carried out manually, making it prone to subjectivity, lack of transparency, and limited integrated data. To overcome this problem, a decision support system is needed to help schools determine the recipients of educational assistance objectively and structurally using the Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) method, which is an effective multi-criteria decision-making technique for processing various assessment criteria to produce the best alternative ranking. The results of the calculation using the WASPAS method produced different preference values (Qi) for each student alternative. The highest score was obtained by Ilyas Ramadhanu with a Qi of 0.6899, followed by Binar Sembiring with a Qi of 0.5963, and Dimas Dwi Andika with a Qi of 0.5790. The lowest value was obtained by Adit Rahmazi with a Qi of 0.3852.

Tasya; Aina Maulidia; Ali Iskandar Zulkarnain; Saudah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian anak sejak usia dini. Masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam pengembangan moral, sosial, dan emosional, sehingga peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam proses ini. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam pendidikan karakter anak usia dini serta mengkaji pentingnya kolaborasi antara kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh melalui keteladanan, komunikasi, dan pola asuh yang positif. Sementara itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter dan membangun budaya sekolah yang mendukung. Kolaborasi erat antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter anak, memungkinkan penerapan nilai-nilai moral secara konsisten di lingkungan rumah dan sekolah. Diharapkan, melalui sinergi yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Hartanti, Yuda Endri Hartanti; Endah Dwi Hayati

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran tembang macapat tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi, tembang macapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter melalui pembelajaran tebang macapat pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi. Fokus penelitian ini meliputi jenis tembang macapat yang digunakan sebagai sarana penguatan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tembang macapat yang digunakan meliputi Gambuh, Pucung, Asmaradana, dan Maskumambang. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, kerendahan hati, ketekunan, kerja keras, ketulusan, kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tembang macapat dalam pembelajaran mampu memperkuat karakter peserta didik, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter berbasis budaya.

Indah Permata Sari; Mario Kasduri

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to examine the implementation of the group discussion method to improve students’ understanding of Islamic Religious Education material at SMA PAB 4 Sampali. The background of this research arises from the low level of student participation in conventional teacher-centered learning, which results in poor conceptual understanding. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were eleventh-grade students taking Islamic Religious Education lessons. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the application of the group discussion method successfully increased students’ active participation, both in expressing opinions and listening to classmates’ ideas. Furthermore, group discussions created a collaborative learning atmosphere, allowing students to complement each other’s understanding of the material. Students’ learning outcomes improved, as evidenced by higher evaluation scores compared to before the method was applied. Therefore, the group discussion method can be an effective alternative learning strategy for Islamic Religious Education subjects.

Zainudin Fahmi

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study applies a descriptive qualitative approach with data gathered through observation, interviews, and documentation. It aims to outline the planning and execution of a contextual approach in learning Islamic religious education by applying the field trip method and examining outcomes prior to and after its use to Islamic religious education learning at SD Kyai Abdullah Ubaid II Surabaya. Strategy of contextual method was selected since it can link learning material’s of Islamic religious education with real experiences, so that students can understand religious values ​​in a more applicable way. The subjects of this research include PAI teachers, class IV students and school principals. Data analysis employed the Miles and Huberman framework, covering reduction, presentation, and inference. The study of result shows that Islamic religious education teacher’s at Kyai Abdullah Ubaid II Elementary School have implemented a strategy of contextual approach effectively, particularly through Islamic religious education learning activities based on students' real-life experiences. This approach was implemented through planned field trips, such as practicing the dhuha prayer’s at the Ya'qub Mosque. A contextual approach combined with a field trip method has been proven to increase the enthusiasm and engagement of fourth-grade students at Kyai Abdullah Ubaid II Elementary School, Surabaya. They demonstrated a better understanding in the context of Islamic education learning, and the PAI teacher’s helped students understand Islamic values in a practical way by inviting fourth-grade students to perform ablution before practicing the Dhuha prayer during PAI learning at the Ya'qub Mosque.

Dayu Feri Apriliansah; Faridi Faridi

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Education is important for the progress of a nation, therefore education must have the right methods so that education can run smoothly and achieve its goals. Educational methods must be appropriate to local environmental, social and cultural conditions, efforts to carry out appropriate education can be applied, so that educational goals can be achieved. As a teacher, you must be able to master educational methods, therefore the methods used by a teacher must be appropriate to the class conditions at hand. The importance of the method applied is one of the success factors in efforts to achieve educational goals. Islamic philosophy has its own perspective in assessing education, success in mastering various kinds of knowledge alone is not enough to be a factor in educational success. The education expected through Islamic education methods must reflect a form of step in perfecting noble morals. Scientific intelligence cannot yet be used as a benchmark for educational success, therefore educational methods must be in accordance with behavior that reflects the Islamic values ​​contained therein, so that the knowledge obtained can be balanced with Islamic character and behavior which prioritizes the moral values ​​contained therein.

Holida Holida; M. Thontawi

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study is a Classroom Action Research (CAR) aimed at improving students' critical thinking skills in Islamic Religious Education at SMK Negeri 7 Sarolangun through the implementation of the Mind Mapping Method. The study was conducted in two cycles with four stages in each cycle: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 24 students from class X who participated in the implementation of this method. Data were collected through observation, interviews, and documentation to assess the development of students' critical thinking abilities. The results showed an improvement in critical thinking skills in each cycle. In cycle I, students' critical thinking skills reached 87.5% with an excellent category, while in cycle II, it increased to 93.57% with an excellent category. This improvement demonstrates the effectiveness of the Mind Mapping Method in helping students organize ideas, connect concepts, and analyze learning materials more systematically. Therefore, this study proves that the Mind Mapping-based learning method can be an effective alternative in improving critical thinking skills in Islamic Religious Education at SMK Negeri 7 Sarolangun. The implications of these findings highlight the importance of innovative teaching methods to support the optimal development of students' critical thinking abilities.

Putri Festiyanti, Wilda; Fikriyah, Nafidatul; Akbar, Jelang; Salsabila, Zulfa; Wahyuningsih, Sri +4 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

kuliah kerja nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi  dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan desa. KKN kelompok 04 STIKes Ibnu Sina Ajibarang dilaksanakan di Desa Kotayasa, kecamatan sumbang, kabupaten Banyumas pada 28 juli – 5 september 2025. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan pelaksanaan program berbasis kebutuhan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat, antaralain melalui sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dasar, kegiatan posyandu balita dan lansia, penyuluhan stunting, serta sosialisasi penggunaan obat  NSAID dan kortikostiroid. Selain itu, kegiatan inovatifs seperti pembuauan sabun cuci piring, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) , senam Bersama PKK, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak berhasil meningkatkan partisipasi dan kemandirian Masyarakat. Factor pendukung meliputi antusiasme warga, dukungan perangkat desa, dan kerja sama lintas sektor.sementara hambatan yang mucul berupa keterbatasan waktu, dana, serta kondisi cuaca. Secara keseluruhan, kegiatan ini  memberikan kontribusi positif dalam aspek Kesehatan, Pendidikan, ekonomi kreatif, dan sosial budaya di Desa Kotayasa.

Hartati, Sri; Sonhaji, Sonhaji; Rina Apriliani; Musrifah, Musrifah

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan tahap penting yang mempengaruhi arah pendidikan dan karier siswa di masa depan. Di SMK XYZ Kabupaten Tegal, pemilihan jurusan masih dilakukan secara konvensional dengan mempertimbangkan nilai rapor dan saran dari guru atau orang tua, yang cenderung bersifat subjektif dan tidak sepenuhnya memperhatikan potensi serta minat individual siswa. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat memberikan rekomendasi jurusan secara objektif dan sistematis menggunakan dua metode, yaitu Naive Bayes dan Simple Additive Weighting (SAW). Naive Bayes, yang berbasis pada algoritma probabilistik, telah terbukti efektif dalam memprediksi ketuntasan belajar siswa, sementara SAW banyak digunakan dalam pengambilan keputusan multikriteria dengan memperhitungkan beberapa aspek kriteria seperti nilai rapor, hasil psikotes, dan minat siswa. Penelitian ini mengkomparasi kedua metode tersebut untuk menentukan mana yang lebih optimal dalam memberikan rekomendasi jurusan yang akurat dan sesuai dengan karakteristik siswa di SMK XYZ. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan solusi alternatif bagi sekolah dalam proses pemilihan jurusan yang lebih objektif, efisien, dan minim subjektivitas, serta dapat diterapkan pada proses pendidikan di SMK lainnya.

Rifka Siva Br Sinaga; Ratu Pranatalia; Suardin Zai

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

It was found that there were still many irregularities in school financial management which resulted in the school financial system being unsystematic. The aim of this research is to find out how the school financial transparency system works to create a smart school with a management system with good integrity based on the construction of Christian education. The research method used in this research uses descriptive qualitative research methods. The results show that if financial transparency can be implemented well, many parties will benefit and schools will gain good accountability. It is hoped that with this research, more schools will be able to implement school financial transparency.

Karfika Karfika; Moh. Y. UN. Mayalibit; Susiani Nuzum Nikmah

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research aims to explore the teacher’s role in implementing the inquiry-based learning method to enhance students' critical thinking skills in Islamic Religious Education for grade XI AKL students at SMKS YPKP TIK Sentani. A qualitative descriptive approach was employed in this study. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The findings reveal that teachers are crucial as planners, facilitators, and motivators in the implementation of inquiry-based learning. Key supporting factors include adequate facilities, infrastructure, and a relevant curriculum. The application of the inquiry learning method effectively improves students’ critical thinking skills by fostering activeness and learning independence. This method encourages students to explore, question, and engage with the material, leading to better understanding and application of the content. The study's implications highlight the importance of innovative teaching methods in Islamic Education and provide valuable insights for teachers seeking to improve the quality of learning and student engagement. This research is expected to serve as a reference for Islamic Education teachers in applying effective teaching strategies.

Anisa Rahmawati

Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study aims to analyze the quality of educational services at SDN Lambangsari 05 Tambun Selatan based on students’ perceptions using the Service Quality (Servqual) method. The background of this research highlights the crucial role of elementary schools in providing quality education services as a fundamental stage in shaping students’ character, social skills, and cognitive abilities. By focusing on students’ perceptions, this study seeks to obtain a realistic picture of service quality from the perspective of the main beneficiaries, namely the students themselves. A qualitative approach was employed, and data collection techniques involved both direct observation of school activities and the distribution of structured questionnaires to 50 fourth-grade students to ensure the validity of the findings. The Servqual method was used to evaluate five service dimensions: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy, which together provide a comprehensive assessment of educational service quality. The analysis results show that four dimensions—Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy—have positive gaps, indicating that the services provided meet or exceed students’ expectations and reflect the school’s commitment to quality. However, the Tangibles dimension shows a small negative gap (-0.03), suggesting the need for improvements in physical aspects such as the cleanliness of classrooms, the availability of learning media, and the maintenance of school facilities. In conclusion, the overall quality of educational services at SDN Lambangsari 05 is considered good, with strong performance in non-physical aspects, although upgrading physical facilities remains essential to enhance student satisfaction and create a more conducive learning environment.