Publication Search

70,511 articles from 610 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 36

Analytics

Annaviola Twin Angel Limbong; Nika Berutu; Lili Vera Panggabean

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

The concept of the Day of the LORD in the prophetic tradition of the Old Testament is often narrowly understood as a day of victory and salvation for Israel. However, the book of Amos offers a sharp critique of such an interpretation. This study aims to examine the eschatological meaning of the Day of the LORD in Amos 5:18–24 as a moment of judgment and restoration. This research employs a qualitative method with a biblical hermeneutical approach, particularly historical-contextual and theological analysis of Amos 5:18–24. The findings indicate that the Day of the LORD is portrayed as a divine event that brings judgment against social injustice, religious hypocrisy, and ethical deviation among the people of Israel. At the same time, the text opens the possibility of restoration through the demand for justice and righteousness as expressions of true worship. Therefore, Amos’s eschatology is not speculative about the future but functions as a prophetic critique that calls for repentance and social transformation. This study affirms that the Day of the LORD remains contextually relevant for the contemporary church in integrating faith, worship, and social justice as an inseparable unity.

Vina Mafaza; Abdul Khobir; Farah Dilah Zahra; Mohammad Ja’far Firdaus

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The global ecological crisis has shifted from being merely a technical issue to a moral-spiritual crisis rooted in an anthropocentric view. This study analyzes the role of eco-theology in Islamic education as the foundation for shaping environmental awareness from a divine perspective. Using qualitative methods with an in-depth literature review approach, this study examines the integration of the values of tawhid, khalifah, and amanah in the framework of the Islamic education curriculum. The findings reveal that Islamic eco-theology offers a transformative paradigm through theological reconstruction that positions nature conservation as a manifestation of worship and religious responsibility. Its implementation through innovative learning strategies such as project-based learning in the “Green Qur'anic School” model and contextual approaches has proven effective in shaping the ecological character of students. The implications of this research encourage the development of a holistic Islamic education model that systematically integrates ecological values through an integrated curriculum, practical habits, and character assessment, thereby producing a generation of Muslims who consistently practice environmental sustainability as a manifestation of divine trust in their daily lives.

Witono Witono; Gunawan, Yosua; Prasetya, Giovanita Ellen; Wongdi, Mulia

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This community service program aims to describe the implementation and impact of “Persekutuan Hamba Tuhan,” a diaconal initiative conducted by GBI Jemaat Kasih Surabaya to support 80 pastors serving in small congregations around the M3 area of Surabaya. The background of the program stems from ongoing socioeconomic challenges affecting church ministers in the post-pandemic period, particularly those serving in churches with limited resources and unstable financial support. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation of the program activities, documentation of the distribution process, and testimonies from both recipients and church members. The results show three major outcomes. First, the distribution of food packages and basic daily necessities significantly reduced the economic burden of the participating pastors, providing a sense of relief and stability for their households. Second, the program strengthened congregational solidarity, as more than fifty church members actively engaged in fundraising, packaging, and direct service, building a stronger culture of compassion and shared responsibility. Third, the fellowship activities—consisting of worship, preaching, prayer, and personal encouragement—provided emotional and spiritual strengthening that renewed the pastors’ motivation and confidence in their ministry. Overall, this program demonstrates that integrated diaconal service combining material aid, spiritual encouragement, and relational support can offer meaningful impact for vulnerable church ministers. The findings also highlight the potential of this model to be replicated in other church settings as a holistic, community-based ministry approach. It is recommended that future programs expand coverage, incorporate long-term follow-up, and explore empowerment components to enhance sustainable impact.

Annisa Salsabila; Arif Hidayat; Putri Nurhidayah; Yulia Putri Ramadhani; Miftahir Rizqa

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kecemasan akademik adalah isu yang meluas dalam pendidikan tinggi yang secara signifikan mengganggu kinerja dan kesejahteraan mahasiswa. Artikel ini mengembangkan model konseptual Komunikasi Intrapersonal Islami yang didasarkan pada prinsip Tawakkal (berserah diri kepada Tuhan) sebagai mekanisme untuk mereduksi kecemasan akademik. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur, studi ini mensintesis teori psikologi komunikasi intrapersonal (dialog diri dan restrukturisasi kognitif) dengan konsep teologis Islam tentang usaha (ikhtiar) dan penyerahan (tawakkal). Temuan ini mengusulkan Model Tiga Fase: 1) Fase Pra-Aksi (Ikhtiar), di mana komunikasi intrapersonal berfokus pada motivasi proaktif; 2) Fase Tengah-Aksi (Pembingkaian Ulang Kognitif Spiritual), di mana pikiran cemas negatif ditantang dan diinterpretasikan ulang menggunakan narasi spesifik Al-Qur'an dan Sunnah (misalnya, Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa); dan 3) Fase Pasca-Aksi (Tawakkal), di mana dialog diri beralih ke penerimaan total atas hasil yang telah ditentukan, sehingga melarutkan kecemasan sisa. Model ini berhipotesis bahwa Tawakkal berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi inti, yang menyediakan jangkar kognitif akhir yang mengurangi ketidakpastian hasil yang dirasakan. Kerangka konseptual ini menawarkan sudut pandang teoritis yang orisinal untuk mengembangkan intervensi konseling berbasis agama guna menumbuhkan ketahanan akademik pada mahasiswa Muslim.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Nita Apriyatin; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tindakan bullying sering kali dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, tidak terkecuali dengan peserta didik penghayat yang mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Maka dari itu, peserta didik penghayat yang mendapatkan bullying sudah pasti membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Tegal melalui pendekatan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat orang tua dan empat peserta didik penghayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Pendekatan kognitif yang diterapkan, seperti komunikasi terbuka, pembentukan pola pikir positif, dan pemberian pujian, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, orang tua menghadapi kendala seperti stigma sosial, kurangnya pemahaman tentang pendekatan kognitif, dan keterbatasan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang inklusif sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat.

Nur Fitri Handayani; Diah Ayu Mawarti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa memegang peran penting dalam pertumbuhan spiritual dan pembentukan karakter sejak dini. Belum tersusunnya capaian pembelajaran khusus pendidikan kepercayaan bagi anak usia dini menjadi kendala dalam memenuhi hak dan mewujudkan kesetaraan pendidikan agama dan kepercayaan di Indonesia, terutama bagi siswa penghayat kepercayaan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan capaian pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini untuk siswa penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang relevan dan sesuai dengan nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, guna memenuhi hak konstitusional siswa atas pendidikan agama/kepercayaan, sekaligus mewujudkan kesetaraan akses pendidikan di Indonesia. Pendekatan research and development model Sugiyono yang dimodifikasi dengan tahapan 1) identifikasi potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) penyusunan desain produk, 4) validasi desain, 5) uji coba konsep, 6) desain teruji, digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini menghasilkan capaian pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang di kembangkan sesuai dengan nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan pengembangan capaian pembelajaran ini dinyatakan layak.

Hartanti, Yuda Endri Hartanti; Endah Dwi Hayati

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran tembang macapat tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi, tembang macapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter melalui pembelajaran tebang macapat pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi. Fokus penelitian ini meliputi jenis tembang macapat yang digunakan sebagai sarana penguatan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tembang macapat yang digunakan meliputi Gambuh, Pucung, Asmaradana, dan Maskumambang. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, kerendahan hati, ketekunan, kerja keras, ketulusan, kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tembang macapat dalam pembelajaran mampu memperkuat karakter peserta didik, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter berbasis budaya.

Sarmila Sarmila

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to find the Analysis of Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. This study discusses the Analysis of Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. This research is a qualitative study. While data collection is done by reading and recording methods. From the results of the study, it can be seen that literature is the best written or printed work made by humans, creatures given reason. Humans are present to provide understanding related to what is conveyed through the medium of language. But sometimes just to understand, it needs to be studied specifically. understand the literature from a different perspective, namely moral. therefore the purpose of the following literary researchers is Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. The research method used by researchers is descriptive qualitative. This study describes the object being studied by developing morals. Researchers act as the main instrument with the help of data. The data intended by this study is the moral data contained in the novel Surat Kecil Untuk Tuhan. And then used as a data source in the following research, namely the novel "Small Letters to God" by Agnes Davonar, published by Falcon Publishing in 2016. The thickness of the pages is 215. The results of this study show that the moral values ​​of the novel "Small Letters to God" written by Agnes Davonar include: moral values ​​in the novel "Small Letters to God" written by Agnes Davonar, namely human moral values ​​with God, moral values ​​with oneself, moral values ​​with other humans.

Sarmila Sarmila

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to find the Analysis of Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. This study discusses the Analysis of Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. This research is a qualitative study. While data collection is done by reading and recording methods. From the results of the study, it can be seen that literature is the best written or printed work made by humans, creatures given reason. Humans are present to provide understanding related to what is conveyed through the medium of language. But sometimes just to understand, it needs to be studied specifically. understand the literature from a different perspective, namely moral. therefore the purpose of the following literary researchers is Moral Values ​​in the Novel Surat Kecil Untuk Karya Agnes Davonar. The research method used by researchers is descriptive qualitative. This study describes the object being studied by developing morals. Researchers act as the main instrument with the help of data. The data intended by this study is the moral data contained in the novel Surat Kecil Untuk Tuhan. And then used as a data source in the following research, namely the novel "Small Letters to God" by Agnes Davonar, published by Falcon Publishing in 2016. The thickness of the pages is 215. The results of this study show that the moral values ​​of the novel "Small Letters to God" written by Agnes Davonar include: moral values ​​in the novel "Small Letters to God" written by Agnes Davonar, namely human moral values ​​with God, moral values ​​with oneself, moral values ​​with other humans.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Relativisme sebagai pandangan filsafat modern menolak adanya kebenaran yang absolut, termasuk dalam ranah keagamaan dan moralitas. Dalam konteks pendidikan Kristen, pemikiran ini menjadi tantangan serius karena menggoyahkan dasar epistemologis iman yang menegaskan bahwa Allah adalah sumber kebenaran sejati. Relativisme menempatkan manusia sebagai ukuran kebenaran, sehingga setiap pandangan dianggap sah menurut keyakinan pribadi, budaya, atau pengalaman masing-masing. Akibatnya, nilai-nilai objektif yang bersumber dari wahyu ilahi semakin kabur di tengah sistem pendidikan yang cenderung menekankan kebebasan berpikir tanpa batas moral. Tantangan ini meliputi tiga dimensi utama: penolakan terhadap kebenaran absolut, pandangan bahwa semua agama sama, dan keyakinan bahwa kebenaran bersandar pada pengalaman subjektif. Ketiganya menyebabkan peserta didik kehilangan arah moral dan spiritual yang jelas. Pendidikan Kristen dituntut untuk merespons dengan menegaskan kembali kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan, memperkuat kemampuan berpikir kritis berbasis iman, serta mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam seluruh bidang ilmu. Guru Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan keyakinan bahwa Kristus adalah kebenaran yang hidup dan tidak berubah di tengah dunia yang terus bergeser secara ideologis. Dengan demikian, pendidikan Kristen bukan hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan cara pandang dunia yang berakar pada kebenaran Allah yang kekal, sebagai jawaban terhadap arus relativisme yang mengaburkan makna sejati dari kebenaran.

Priscilla F T Paay; Dennis Lesmana; Melki Solon

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study examines the quality of a servant of God based on II Timothy 1:6–8 as a foundation for church development and spiritual growth. In reality, the role of God’s servant is often underestimated compared to other leadership roles in society, even though their quality greatly influences the life of the congregation and the direction of church ministry. The purpose of this research is to analyze the criteria for a quality servant of God in ministry, particularly in facing the challenges of the postmodern era, when relativism, individualism, and secularism often weaken spiritual commitment. The method used is a qualitative-analytical approach, with the primary data source being the biblical text of II Timothy 1:6–8, supported by secondary data obtained from theological literature, books, and relevant journal articles. Through exegesis and contextual analysis, this study identifies several essential criteria: the rekindling of spiritual gifts, the spirit of power, love, and self-discipline, as well as the courage to endure suffering for the sake of the Gospel. These characteristics are not only theological ideals but also practical demands for ministers who serve in a complex cultural and social environment. The findings of this study are expected to provide theoretical contributions to theological scholarship, particularly in the field of pastoral leadership and ecclesiology. In addition, the study offers practical guidance for church ministers in developing resilience, integrity, and Christ-centered leadership. The implication emphasizes that servant leadership rooted in character, love, obedience, and readiness to endure suffering is essential for strengthening faith, encouraging church growth, and glorifying God’s name. Therefore, the criteria outlined in II Timothy 1:6–8 remain highly relevant as a timeless foundation for effective ministry in the postmodern context

Gea, Ferimawati; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman peserta didik terhadap Pendidikan Agama Kristen, serta mengindentifikasi pengaruhnya terhadap perilaku moral dan spiritualitas peserta didik di SMP Kristen Ketapang III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan terdiri dari 2 peserta didik kelas VII, 2 peserta didik kelas VIII, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memahami Pendidikan Agama Kristen secara holistik sebagai sarana untuk mengenal Tuhan, membentuk karakter, dan memperdalam iman. Pendidikan Agama Kristen berkontribusi nyata terhadap perilaku moral peserta didik serta menunjukkan perkembangan spiritual peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen di SMP Kristen Ketapang III berfungsi secara efektif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dewasa dalam spiritual dan berkarakter.

Telaumbanua, Hartati; Telaumbanua, Elianus; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mengimplementasikan Amanat Agung berdasarkan Matius 28:19–20, serta implikasinya terhadap pertumbuhan iman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD Kristen Pelita Bangsa Bandung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai penginjil, pelatih, dan pengajar. Ketiga peran ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman peserta didik melalui penginjilan, pembinaan rohani, dan pengajaran firman Tuhan. Tantangan yang muncul meliputi kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi digital, dan dangkalnya pemahaman rohani siswa. Penelitian ini menegaskan urgensi guru PAK sebagai agen Amanat Agung di sekolah.

Renita Kusuma Wardani; Novita Al Ihyak Dieni

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti menggunakan media pembuatan taman mini di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penggunaan media taman mini di SD Negeri Bandungan 01. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media taman mini dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di lingkungan SD Negeri Bandungan 01. Pendidik dapat memanfaatkan media taman mini dengan baik untuk proses pembelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi pekerti, secara efektif dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik, dengan fokus pada pengembangan konsep dari elemen Keagungan Tuhan, dengan keterlibatan peserta didik untuk meningkatan nilai spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Pada penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada proyek untuk mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di tingkat SD. Hasil yang di dapatkan pada penelitian ini adalah penerapan media taman mini dalam pembelajaran project based learning, juga mengajarkan nilai-nilai yang ada pada elemen keagungan tuhan salah satunya nilai memayu hayuning bawana pada peserta didik, yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Triyono, Maman; Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal pemahaman guru Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa terhadap Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di SMP Negeri 1 Ambarawa dan SMP Negeri 2 Sumowono. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Merdeka telah melibatkan berbagai pihak, namun masih terdapat kendala dalam penyusunan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah menunjukkan upaya inklusivitas, tetapi metode pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan diskusi dengan minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif. Evaluasi pembelajaran telah mencakup asesmen formatif dan sumatif, namun evaluasi berbasis proyek belum sepenuhnya terstruktur.

Nata Hening Graita Prameswari; Wawan Wibisono

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran peserta didik penghayat kepercayaan memerlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas peserta didik, model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi PjBL dalam meningkatkan kreativitas peserta didik penghayat kepercayaan di SMP Negeri 2 Sumowono dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan kreativitas peserta didik berdasarkan empat indikator utama: kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi. Peserta didik menghasilkan gagasan yang lebih bervariasi, mampu beradaptasi dalam menyelesaikan proyek, serta menciptakan karya yang lebih orisinal. Selain itu, PjBL meningkatkan kolaborasi antar peserta didik dan keterlibatan aktif dalam mengeksplorasi nilai kepercayaan. Hambatan utama dalam penerapan PjBL adalah keterbatasan sumber daya dan kesiapan penyuluh, sementara tantangan yang dihadapi peserta didik meliputi manajemen waktu dan adaptasi terhadap pola pembelajaran mandiri. Dukungan dari penyuluh dan kolaborasi menjadi faktor kunci keberhasilan PjBL. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi penyuluh guna meningkatkan efektivitas penerapan PjBL dalam Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Agung Citra Resmi Wulangsih; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan abad ke-21 menuntut adanya pengembangan kognitif sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik penghayat Sapta Darma Kelas 5 di SDN  Samban 2 Kabupaten Semarang, melalui penerapan media puzzle simbol pribadi manusia. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu media belajar puzzle Simbol Pribadi Manusia, sedangkan kemampuan kognitif sebagai variabel terikatnya. Penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan puzzle simbol pribadi manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Budi Pekerti. Data dikumpulkan melalui instrumen penilaian observasi kemampuan kognitif, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data yang bersifat naratif dan verifikasi data dengan penarikan kesimpulan yang digunakan untuk menentukan peningkatan kemampuan anak dalam memahami dan menjelaskan makna, warna serta bentuk pada simbol pribadi manusia menggunakan permainan puzzle. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif peserta didik. Siklus I memperoleh persentase 33% dengan nilai rata-rata 62 meningkat pada siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 82,5. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran puzzle Simbol Pribadi Manusia dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.