SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-20 of 171

Analytics

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Retno Mawarini Sukmariningsih; Mashari; Agus Wibowo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penataan kembali kewenangan lembaga penegak hukum merupakan agenda strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel pasca reformasi 1998. Reformasi kelembagaan yang berjalan selama ini cenderung parsial, tidak komprehensif, sehingga melahirkan fragmentasi kelembagaan, tumpang tindih kewenangan, serta lemahnya koordinasi. Tulisan ini bertujuan mengkaji pengaturan lembaga penegak hukum dalam tata kelola pemerintahan, mengidentifikasi kendala pelaksanaan penegakan hukum pasca reformasi, Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan sosiologis melalui kajian peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan konstitusional penataan lembaga penegak hukum berpijak pada Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 24 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menegaskan Indonesia sebagai negara hukum dengan kekuasaan kehakiman yang merdeka. Kendala utama yang ditemukan meliputi intervensi politik , ego sektoral antarlembaga, dan budaya impunitas yang mengakar. Penataan kewenangan yang ideal mensyaratkan empat langkah: rasionalisasi kelembagaan, delineasi kewenangan yang tegas, pembangunan mekanisme koordinasi antarlembaga yang efektif, serta penguatan lembaga pengawas independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas tata kelola pemerintahan hanya dapat terwujud melalui pergeseran paradigma dari rule by law menuju rule of law yang berkeadilan substantif.

Dzikra Tsabita Azalea; Aisyatun Munawaroh; Didik Tri Setiyoko

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the obstacles in Social Studies (IPS) learning related to global issues influenced by technological advancement through a literature review method. Social Studies plays an essential role in shaping students’ understanding of social, economic, cultural, and political life while fostering global awareness in the digital era. However, in practice, IPS learning often faces various challenges that reduce its effectiveness and attractiveness. One of the main problems is students ’low interestin IPS, as it is often perceived as boring and overly theoretical, combined with the influence of technology that diverts students’ attention toward digital entertainment. Other contributing factors include non-interactive teaching methods, limited learning facilities, unconducive classroom environments, and a lack of parental support. Through a comprehensive literature review, this study found that relevant strategies to overcome these issues include Project-Based Learning, Technology Integration, and Contextual Approaches. These strategies enable students to learn actively, critically, and collaboratively by linking IPS material to global issues and real-world phenomena. The recommended solutions include implementing project-based education, utilizing interactive digital media, and fostering intercultural dialogue within the learning process. The results of this study are expected to provide theoretical contributions to the development of adaptive IPS learning models in response to technological progress, as well as practical benefits for teachers, schools, and policymakers in creating Social Studies learning that is engaging, meaningful, and relevant to the global challenges of the 21st century.

Dzikra Tsabita Azalea; Munawaroh, Aisyatun; Setiyoko, Didik Tri

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze various obstacles in Social Sciences (IPS) learning related to global issues that are increasingly influenced by technological advances, through literature study methods. Social studies has a strategic role in shaping students' understanding of social, economic, cultural, and political aspects, as well as fostering global awareness in the digital era. However, the effectiveness of social studies learning still faces a number of obstacles, especially low student interest because the material is considered boring, too theoretical, and less interesting than digital entertainment. In addition, less interactive learning methods, limited facilities, unconducive classroom environment, and lack of parental support also worsen the quality of learning. Through a comprehensive literature review, this study identifies several relevant learning strategies to overcome these constraints, including ProjectBased Learning, technology integration, and contextual approaches. These three strategies allow students to learn actively, critically, and collaboratively by relating social studies materials to global issues and real phenomena. This research provides theoretical contributions to the development of social studies learning models that are adaptive to technological developments, as well as practical benefits for teachers, schools, and policymakers in creating social studies learning that is more interesting, meaningful, and relevant to the global challenges of the 21st century.

Ilham Holik, Dido; Pertiwi, Winda; Azizah; Suseno, Rahayu

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kecap merupakan produk fermentasi kedelai yang berperan penting sebagai bumbu penyedap dalam masakan. Berdasarkan rasa dan kekentalannya, kecap dibedakan menjadi kecap manis dan kecap asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi filling otomatis sebagai solusi dalam meningkatkan efisiensi proses pengemasan botol kecap pada skala UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Permintaan pasar yang tinggi terhadap kecap manis mendorong tumbuhnya industri kecil. Namun, UMKM ini menghadapi kendala dalam hal kapasitas produksi dan konsistensi mutu produk. Salah satu proses yang memerlukan waktu lama dan tidak efisien adalah pengemasan manual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan solusi teknologi berupa filling machine semi otomatis. Teknologi ini mempercepat proses pengisian botol, mengurangi kehilangan produk akibat tumpahan, serta meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Meskipun memerlukan investasi awal yang cukup besar dan ketergantungan pada listrik, penggunaan filling machine semi otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi kecap di skala UMKM.

Nasihatul Khoiriyah; Widyarini Indriasti Wardani

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini mengkaji implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan fokus pada aspek regulasi dan pembiayaan. Program yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat ini menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran desa dan ketidaksesuaian biaya dalam SKB 3 Menteri Nomor 34 Tahun 2017 dengan kondisi ekonomi terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dan metode deskriptif analitis, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Landasan teori mencakup efektivitas hukum, sistem hukum, hukum responsif, dan kepastian hukum, yang memberikan kerangka analisis dalam konteks pertanahan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PTSL di Desa Reban telah sesuai dengan Pasal 19 UU No. 5/1960 dan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 6/2018. Program ini mencapai keberhasilan signifikan dengan 349 sertifikat yang berhasil diterbitkan dari 448 bidang tanah yang didaftarkan. Pelaksanaan melibatkan tahapan sistematis mulai dari sosialisasi hingga penerbitan sertifikat, dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, BPN, dan masyarakat. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidaksesuaian biaya dalam SKB 3 Menteri yang menetapkan Rp150.000 per bidang tanah, yang tidak mencukupi biaya operasional akibat inflasi. Hal ini mendorong panitia PTSL di beberapa daerah mengambil inisiatif menetapkan biaya yang lebih tinggi melalui musyawarah.

Azzahra, Esi Anindya; Desrina , Rania Adriane; Aurellia , Khaila; Tarina, Dwi Desi Yayi

Notary Law Research 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini membahas secara mendalam mengenai perlindungan hukum bagi nasabah dalam sengketa gadai syariah, khususnya yang berkaitan dengan pengembalian barang jaminan setelah pelunasan utang. Perkembangan industri gadai syariah di Indonesia yang sangat pesat menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Namun, di sisi lain, dinamika ini juga memunculkan tantangan baru dalam aspek perlindungan konsumen, terutama ketika terjadi wanprestasi, kesalahan administrasi, atau kelalaian lembaga gadai dalam menjaga serta mengembalikan barang jaminan milik nasabah. Melalui pendekatan yuridis normatif dan studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 1112/Pdt.G/2021/PA.Bjm, penelitian ini berupaya menganalisis bentuk tanggung jawab hukum lembaga gadai serta perlindungan yang seharusnya diterima oleh nasabah sebagai pihak yang dirugikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum syariah, barang gadai (marhun) memiliki kedudukan hukum sebagai amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pihak penerima gadai (murtahin). Apabila lembaga gadai lalai dalam menjaga atau gagal mengembalikan barang tersebut, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi sekaligus pelanggaran terhadap prinsip keadilan dan hak-hak konsumen. Perlindungan hukum terhadap nasabah diatur dalam berbagai peraturan, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap lembaga keuangan syariah. Namun demikian, efektivitas implementasi peraturan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-haknya, serta minimnya mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat dan transparan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta edukasi hukum bagi masyarakat agar prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan dalam transaksi gadai syariah dapat terwujud secara menyeluruh.

Tito Bagaskoro, Januar; Tito Bagaskoro, Januar; Sholikhan, Muhammad; Dwi Setiawan, Nuris

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Industri portal lowongan kerja daring mengalami persaingan ketat, menuntut platform seperti Toploker.com untuk membangun brand awareness yang kuat, di mana iklan video menjadi strategi promosi yang sangat efektif. Namun, produksi video konvensional menghadapi kendala biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang lama. Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan solusi dengan mengotomasi produksi konten, mulai dari penyusunan naskah hingga personalisasi audio-visual. Penelitian empiris menunjukkan bahwa iklan video berbasis AI dapat meningkatkan tingkat engagement hingga 6–9 persen poin lebih tinggi dibandingkan iklan baseline dan meningkatkan efektivitas persuasi hingga 12,5% lebih tinggi dalam hal ekspektasi pendapatan. Untuk memastikan proses pengembangan konten video promosi yang menarik, efisien, dan relevan bagi audiens digital Generasi Z, penelitian ini mengadopsi kerangka kerja Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang mencakup tahap Konsep, Perancangan, Pengumpulan Bahan, Produksi, Pengujian, dan Distribusi. Tujuannya adalah merancang panduan teknis yang terstruktur untuk mengintegrasikan alat AI modern (seperti CapCut, Suno AI, dan Freepik AI) demi mengoptimalkan kualitas dan efisiensi produksi konten.

irsyad, irsyad; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Smart Village dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan literasi digital di Desa Mlese, yang dikenal sebagai Desa Pelopor Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memberikan dampak positif berupa kemudahan administrasi desa, transparansi informasi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kolaborasi antarwarga. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital pada kelompok lanjut usia, keterbatasan akses internet, dan preferensi layanan tatap muka. Pemerintah desa berupaya mengatasi kendala ini melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun perbaikan infrastruktur dan sosialisasi lebih intensif masih diperlukan. Kesimpulannya, Smart Village memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Kata Kunci : Smart Village, Literasi Digital, Desa Pelopor Pancasila.   ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Smart Village application in enhancing community empowerment and digital literacy in Mlese Village, known as a Pancasila Pioneer Village. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through field observations, in-depth interviews, and literature studies. The findings indicate that the application positively impacts village administration by simplifying processes, increasing information transparency, and strengthening Pancasila values through community collaboration. However, challenges remain, such as low digital literacy among the elderly, limited internet access, and a preference for face-to-face services. The village government is addressing these issues through training and assistance, although more intensive infrastructure improvements and outreach are still needed. In conclusion, Smart Village holds significant potential to support digital transformation and community empowerment in alignment with Pancasila values. Keywords: Smart Village, Digital Literacy, Pancasila Pioneer Village.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Ramadhana, Aisyah Bunga; Fachriza, A Walfajri; Afriandri, Mohd Egiyan; Aditiya, Yunando; Sari, Diaz

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini mengkaji persepsi siswa terhadap penggunaan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 4 Pekanbaru. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap satu guru dan kuesioner terbuka kepada sepuluh siswa kelas XI, penelitian ini menelusuri bagaimana pembelajaran digital memengaruhi pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap e-learning karena fleksibilitas dan kemudahan akses, meskipun keterbatasan interaksi langsung menjadi kendala. Hambatan lainnya termasuk koneksi internet yang tidak stabil dan motivasi belajar yang menurun. Namun, strategi pembelajaran kontekstual seperti penugasan presentasi budaya lokal terbukti mampu memperkuat nilai kewarganegaraan dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi pembelajaran yang efektif dan konten digital yang berpusat pada siswa dalam pembelajaran PKn. E-learning, bila dirancang dengan baik, dapat berperan besar dalam pembentukan karakter dan kewarganegaraan digital.

Zahiya Zahiya

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis audio-visual menggunakan kesenian Madihin dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks tanggapan, serta menganalisis efektivitas pendekatan tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 14 Banjarmasin dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pengajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang menerapkan inovasi pembelajaran CRT berbasis budaya lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Formulir, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT dengan media Madihin mampu meningkatkan hasil belajar siswa, membangun keterlibatan aktif, serta menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Inovasi ini juga mampu menghubungkan materi pelajaran dengan latar belakang budaya siswa sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kendala teknis terkait keterbatasan akses teknologi berhasil diatasi melalui strategi kolaboratif dalam kelas. Secara keseluruhan, pendekatan CRT berbasis audio-visual Madihin terbukti efektif dan layak dikembangkan sebagai model pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Nita Apriyatin; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tindakan bullying sering kali dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, tidak terkecuali dengan peserta didik penghayat yang mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Maka dari itu, peserta didik penghayat yang mendapatkan bullying sudah pasti membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Tegal melalui pendekatan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat orang tua dan empat peserta didik penghayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Pendekatan kognitif yang diterapkan, seperti komunikasi terbuka, pembentukan pola pikir positif, dan pemberian pujian, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, orang tua menghadapi kendala seperti stigma sosial, kurangnya pemahaman tentang pendekatan kognitif, dan keterbatasan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang inklusif sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat.

Dhony Priyo Suseno; Sodik, Fajar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kondisi jalan idealnya berada dalam keadaan mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala sehingga diperlukan alokasi yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan. Analisis prioritas penanganan jalan menggunakan Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS) menghasilkan rekomendasi jenis penanganan, estimasi kebutuhan biaya, serta urutan prioritas berdasarkan data inventarisasi jalan, kondisi jalan, volume lalu lintas, dan harga satuan pekerjaan. Penilaian kondisi jalan dilakukan dengan menghitung nilai Treatment Trigger Index (TTI) sebagai dasar rekomendasi penanganan, sedangkan prioritas penanganan ditentukan melalui nilai Treatment Priority Index (TPI) yang mempertimbangkan kondisi jalan dan volume lalu lintas. Hasil analisis pada tujuh ruas jalan di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menunjukkan kebutuhan anggaran tahun 2026 sebesar Rp38.375,44 juta untuk pekerjaan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, rutin kondisi, dan pemeliharaan rutin, dengan prioritas tertinggi pada ruas Jl. Kranggan–Klepu yang memiliki nilai TPI 84,2. Dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2024 sebesar Rp 40,20 juta/km atau Rp 1.810,20 juta untuk total 45,30 km, dana yang tersedia hanya mampu mencakup pemeliharaan rutin, rutin kondisi, dan sebagian pemeliharaan berkala, sehingga diperlukan optimalisasi alokasi anggaran serta penambahan dana apabila peningkatan kemantapan jalan ditetapkan sebagai target utama

Nur Fitri Handayani; Diah Ayu Mawarti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa memegang peran penting dalam pertumbuhan spiritual dan pembentukan karakter sejak dini. Belum tersusunnya capaian pembelajaran khusus pendidikan kepercayaan bagi anak usia dini menjadi kendala dalam memenuhi hak dan mewujudkan kesetaraan pendidikan agama dan kepercayaan di Indonesia, terutama bagi siswa penghayat kepercayaan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan capaian pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini untuk siswa penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang relevan dan sesuai dengan nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, guna memenuhi hak konstitusional siswa atas pendidikan agama/kepercayaan, sekaligus mewujudkan kesetaraan akses pendidikan di Indonesia. Pendekatan research and development model Sugiyono yang dimodifikasi dengan tahapan 1) identifikasi potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) penyusunan desain produk, 4) validasi desain, 5) uji coba konsep, 6) desain teruji, digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini menghasilkan capaian pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang di kembangkan sesuai dengan nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan pengembangan capaian pembelajaran ini dinyatakan layak.

Arief Hidayat

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi akibat peningkatan suhu permukaan panel saat terpapar sinar matahari secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem pendingin pasif berbasis alumunium fin dalam mengoptimalkan kinerja panel surya. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan dua unit panel surya: satu unit menggunakan sistem pendingin pasif dengan fin alumunium dan satu unit lainnya tanpa sistem pendingin. Parameter yang diamati meliputi suhu permukaan panel, tegangan output, arus, dan efisiensi daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alumunium fin mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan panel sebesar 8–10°C dibanding panel tanpa pendingin. Penurunan suhu ini berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi panel surya sebesar 12,5%. Alumunium dipilih sebagai material utama karena konduktivitas termalnya yang tinggi serta ringan dan ekonomis. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pemanfaatan panel surya di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menjadi lebih optimal tanpa tambahan konsumsi energi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem pendingin pasif sebagai solusi efektif dan berbiaya rendah dalam pengembangan sistem energi surya skala kecil hingga menengah.

Ernawati, Lia; Triwibowo, Rony Nur; Kumala Swandari, Mika Tri; Sudarmaji, Arief; Saparso, Saparso +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.

Heldy Basa Angelita Hutasoit; Shofia Amin; Try Syeftiani

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the empowerment of floating net cage farmers in Pematang Jering Village and identify the obstacles and strategies implemented by the Village Government in optimizing this empowerment. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Research informants included the Village Head, cage farmers, fisheries extension workers, and the Fisheries Service. The results showed that empowerment had covered five indicators of success according to Edi Suharto: economic capacity, active participation, independence, increased knowledge and skills, and social networks. However, the economic capacity and independence of farmers were not yet optimal due to challenges such as high feed prices and limited access to capital. Community participation was high, as reflected in active involvement in village deliberations, training, and group cooperation. The empowerment strategies implemented included capital facilitation, strengthening farmer groups, business management training, and collaboration between the village government, extension workers, and the fisheries service. This study concludes that synergy among local actors is very important in strengthening farmer empowerment, but further strategic steps are needed to increase the independence and sustainability of aquaculture businesses in villages.

Putri, Dhyta melliany; Muchayatin, Muchayatin; Suyati, Sri; Ratnawati, Andalan Tri

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menentukan efektivitas pengelolaan persediaan peralatan rumah tangga pada PT. Star Cosmos Cabang Semarang. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah stockout berulang pada produk unggulan yang menyebabkan hilangnya penjualan dan menyebabkan konsumen ke pesaing. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dokumentasi, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan persediaan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu fluktuasi permintaan, sistem informasi akuntansi, dan risiko kerusakan produk. Fluktuasi permintaan timbul akibat variasi musiman, promosi kompetitor, serta daya beli masyarakat. Sistem informasi akuntansi berbasis SAP/WMS mendukung pelacakan inventaris secara real time , namun masih mengalami kendala jaringan dan kesalahan input data. Risiko kerusakan produk muncul karena serangan rayap pada kemasan karton serta kondisi gudang yang kurang memadai. Kendala yang dibahas menjadi arsitektur, teknis, dan operasional. Kendala struktural meliputi koordinasi dengan pusat pabrik dan keterbatasan SDM. Kendala teknis terkait ketidakstabilan sistem dan kesalahan input data, sedangkan kendala operasional meliputi stockout , kerusakan barang, keterbatasan alat, dan lemahnya koordinasi internal. Upaya perbaikan dilakukan melalui penerapan FIFO, peningkatan sistem informasi, program pengendalian hama, serta penguatan komunikasi lintas divisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan persediaan masih perlu ditingkatkan melalui proyeksi permintaan yang akurat, penguatan infrastruktur teknologi, serta penerapan manajemen risiko yang komprehensif