đ
Abstract
Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.