Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 82

Analytics

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Ida Betanursanti; Galih Mahardika Munandar; Alifta Dicasani

Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Food Additives (BTP) in current consumer products increase the risk of non-communicable diseases such as diabetes, kidney failure, and cancer, particularly in children. Housewives play a central role in managing family consumption to minimize these risks. This community service activity aims to enhance the knowledge and awareness of 'Aisyiyah women in Buluspesantren, Kebumen Regency, regarding food safety and BTP regulations. The implementation method included preparing materials based on BPOM regulations, interactive education, product discussions, and simulations on reading nutrition labels. The results showed high enthusiasm from participants who are now more critical in distinguishing between natural and synthetic additives. Participants reported a significant improvement in their ability to identify food ingredients and additives in everyday products. The final evaluation recorded a 22.2-point increase in participant understanding. By establishing the habit of reading food labels, it is expected that the risk of non-communicable diseases within the family environment can be reduced, thus improving public health literacy and dietary choices within the community.

Wahyu Unggul Widodo; Inzaghi, Kentama; Anggraini, Siska; Sari, Novita; Wulan Safitri, Restu Kurnia +4 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Stunting merupakan kondisi pada balita yang ditandai dengan tinggi badan menurut usia berada di bawah standar. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat gizi yang tidak adekuat dalam jangka waktu panjang. Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan dalam upaya pencegahan stunting adalah daun kelor. Daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk membantu mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi pembuatan puding daun kelor di balai desa kopek dengan 15 peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan yang bernilai gizi. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan puding daun kelor diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang masyarakat Desa Kopek.

Alifiyah Malika Sabina Putri; Yunus Karyanto

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk berbagai jenis umbi-umbian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, salah satunya adalah umbi ganyong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung pati ganyong terhadap rasa dan tekstur brownies, serta tingkat kesukaan konsumen terhadap brownies. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Perlakuan yang diberikan berupa substitusi tepung pati ganyong dengan konsentrasi 0%, 25%, 50%, dan 75% terhadap total tepung dalam adonan brownies. Data dikumpulkan melalui uji organoleptik oleh 73 panelis tidak terlatih yang menilai dari aspek rasa, tekstur, tingkat kesukaan. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, ANOVA satu arah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung pati ganyong memberikan pengaruh signifikan terhadap atribut rasa brownies pada konsentrasi penambahan tepung ganyong sebanyak 25%,  atribut tekstur brownies pada konsentrasi penambahan tepung ganyong sebanyak 75%. Tingkat kesukaan konsumen terhadap brownies tertinggi pada konsentrasi penambahan tepung ganyong sebanyak 50%. Penelitian ini menunjukkan bahwa tepung pati ganyong berpotensi menjadi bahan baku alternatif dalam pembuatan brownies sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang lebih luas.

Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.  

Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.

Sulaeman, Ulfa; Abdul Muhdi Ardiansar AK; Syam, Nasruddin; Hamzah, Wardiah; Akbar, Nurlina +2 more

POTENSI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDARIS

Food safety is crucial for maintaining public health, especially in rural areas that face limitations in knowledge and resources to detect harmful substances in food products. The PKK Group of Borisallo Village, Gowa Regency, has great potential to become an agent of food safety education and monitoring. However, they still face limitations in understanding the impact of pathogenic microbes, pesticide residues, and harmful chemicals such as formalin, borax, and synthetic dyes. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the knowledge and skills of PKK members through education and training on detecting harmful substances using simple organoleptic methods and household tests. The activities include counseling, self-detection demonstrations, and providing supporting tools such as portable stoves and frying pans for home practice. The results show a significant improvement in participants' knowledge, especially regarding the characteristics of contaminated food and natural inspection techniques. The PKK group also showed high enthusiasm in disseminating food safety information. This program enhances the capacity of PKK as agents of change, strengthens the culture of food safety at the household level, and supports sustainable education through collaboration with the village government and health centers. It is hoped that this can be replicated in other villages.

Syam, Nasruddin; Akbar, Nurlina; Hamzah, Wardiah; Sulaeman, Ulfa; Abdul Muhdi Ardiansar AK +2 more

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Food safety is crucial for public health, particularly in rural areas with limited access to information and food additive (BTP) detection tools. The PKK group in Borisallo Village faces challenges due to low awareness about the dangers of BTP such as formalin, borax, Rhodamin B, methanol yellow, and synthetic sweeteners, as well as limited skills in detecting these substances. This Community Service (PKM) program aims to enhance the knowledge and skills of PKK members through education and training on natural BTP detection and food processing. Methods include counseling, demonstrations using organoleptic and household tests, and practicing with natural alternatives for preservatives, sweeteners, and food colorings. Results showed a significant increase in participants' understanding and detection ability, as seen in the pretest and posttest evaluations. The provision of portable stoves and pans also ensures sustainability of the activities. This program strengthens the PKK's role in food safety supervision at the village level and suggests further training, additional detection tools, and more collaboration with health centers and local governments to sustain the initiative.

Umu Latifatul Jannah; Amalia Rahma

Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

This study aims to analyze the compliance of storage temperatures for fresh and dry food ingredients with food safety standards at Hospital X. The research used a descriptive qualitative–quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation at the hospital’s nutrition installation. The results showed that the storage temperature for dry food ingredients ranged from 20°C in the morning to 21.6°C in the afternoon, with an average storage duration of ≤ 1 week. Meanwhile, fresh food ingredients were stored according to their types: staple foods and vegetables in chillers at 8.6°C–9°C, animal-based foods in freezers at -10°C to -9.8°C, plant-based foods and fruits in chillers at 8.6°C–9°C, and seasonings on racks at 20°C–21.6°C. All food materials were stored for no more than one week, as procurement was conducted weekly based on patient numbers and menu cycles. The findings indicate that all storage temperatures complied with the food safety standards set by the Indonesian Ministry of Health and BPOM. Therefore, the food storage system at Hospital X is considered effective, hygienic, and compliant with hospital food safety regulations.

Azis, Tengku Abdillah; Azzarah, Regita Asiah; Harahap, Muhammad Alfi; Gultom, Maria Joito; Harefa, Meilinda Suriani +1 more

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kue Malaka merupakan salah satu kuliner tradisional khas wilayah pesisir Sumatera yang identik dengan cita rasa manis dan tekstur lembut. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi makanan tradisional seperti kue Malaka mulai terpinggirkan oleh kehadiran makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kue Malaka dengan isian gula nipah sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tahapan mencakup pengumpulan bahan, pengembangan resep, pembuatan produk, uji organoleptik oleh 20 panelis, serta analisis data secara deskriptif. Inovasi dilakukan dengan mengganti isian gula aren menjadi gula nipah dan menambahkan taburan parutan buah nipah. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kue Malaka dengan isian gula nipah diterima baik oleh panelis dari segi rasa, aroma, dan tekstur, serta memiliki potensi sebagai produk alternatif yang menarik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kuliner tradisional berbasis potensi lokal untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.

Amebera, Petricia; Fitriani, Resi; Attamimi, Samiah Faik

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Bahan pangan pada umumnya sangat sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas karena faktor lingkungan, kimia, biokimia, mikrobiologi, oksigen, air, cahaya, dan temperatur. Penelitian tentang pelapisan produk pangan dengan edible coating/film telah banyak dilakukan dan terbukti dapat memperpanjang masa simpan dan memperbaiki kualitas produk. Materi polimer untuk edible coating/film yang paling aman, potensial, dan sudah banyak diteliti adalah bahan organik terbarukan. Smart edible packaging merupakan inovasi kemasan pangan yang menggabungkan fungsi proteksi produk dengan kemampuan mendeteksi perubahan mutu secara visual. Penggunaan bahan dasar alami seperti konjac, kitosan, alginat, dan pati memungkinkan pembentukan film yang stabil, fleksibel, dan aman dikonsumsi. Penambahan bahan aktif berupa antosianin dari bunga rosella dan bunga telang, serta biofiller dari tepung cangkang telur, mampu meningkatkan ketahanan mekanik film serta memberikan indikator perubahan mutu melalui perubahan warna. Smart edible packaging ini berpotensi untuk memperpanjang masa simpan produk, meningkatkan keamanan pangan, serta menjadi solusi pengemasan yang lebih ramah lingkungan. Optimalisasi formulasi dan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memperluas penerapannya dalam berbagai produk pangan. 

Maria Magdalena Fetowin; Melanie Christine Kamo; Nurhayati Prinanda Putri Embisa; Sarah Petronela Demena; Nia Budhi Astuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting remains one of the major nutritional problems in Indonesia. According to the 2024 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of stunting in Papua Province reached 16.8%. A child’s nutritional status is strongly influenced by dietary intake, particularly protein, which plays a crucial role in growth. One potential source of animal protein is Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), a type of fish commonly found in Papua. Indian mackerel is rich in protein and omega-3 fatty acids but is highly perishable, limiting its shelf life. To address this issue, the fish is processed into flour. Additionally, green spinach is used as a source of fiber and minerals, although it is also prone to spoilage. The spinach is processed by extracting its juice, which is then incorporated into noodle products. Dried noodles were chosen as a medium for fortification because they are widely consumed across age groups and often used as a substitute for rice.This study aimed to determine the effect of adding Indian mackerel flour and green spinach extract on the chemical properties and sensory acceptance of dried noodles. The research methods included nutritional content analysis and organoleptic testing. The sensory evaluation was conducted by 25 semi-trained panelists who were nutrition science students

Sumarmi, Sumarmi; Triyono, Kharis; Karyantina, Merkuria; Handayani, Dewi; Rosariastuti, MMA Retno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community servis aims to improve the skills of the people of Giriwoyo village, Wonogiri, through training in the creation of local corn food. The methods used include practical training and demonstrations on making various processed corn-based products, such as cakes and snacks. Apart from that, this activity also succeeded in creating awareness of the potential of corn as a food source with economic value. It is hoped that participants can utilize the skills acquired to develop small businesses, increase income, and contribute to the welfare of local communities.

Zuhrohfi Immaroh, Nundiah; Pamungkas, Edy Tya Gullit Duta; Muniroh, Amirotul

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2025 Politeknik Negeri FakFak

Di Kota Pasuruan Ikan medai dan udang yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ikan medai dan udang sebagai bahan baku penyedap rasa alami. Metode yang digunakan meliputi pembuatan bubuk penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang kemudian dilakukan analisis sensori untuk mengetahui penerimaan penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang. Atribut sesnsori yang diuji meliputi rasa, aroma, warna, dan overall. Analisis data pada uji hedonik dianalisis menggunakan software statistik SPSS Statistic 22. Hasil penelitian menunjukkan untuk atribut rasa yang paling disukai panelis ialah berturut-turut dari sampel yang berbahan dasar udang, kombinasi ikan-udang, dan penyedap rasa berbahan dasar ikan medai dengan nilai 3.25;3.02 dan 2.78, warna bubuk penyedap rasa yang paling disukai panelis ialah berturut-turut dari sampel yang berbahan dasar udang, kombinasi ikan-udang, dan penyedap rasa berbahan dasar ikan  medai dengan nilai 3.25; 2.93; dan 2.80. Sedangkan untuk atribut aroma, yang paling disukai panelis ialah penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang, selanjutnya penyedap rasa berbahan udang dan nilai terendah ialah penyedap rasa berbahan ikan medai dengan nilai berturut-turut 3.12;2.83; dan 2.62. Penerimaan secara keseluruhan adalah pada penyedap rasa berbahan udang, kombinasi ikan medai dan udang dan yang terakhir ikan medai dengan nilai berturut-turut 3.38, 3.13 dan 2.90.

Tuwuh Adhistyo Wijoyo

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Banana blossoms are a part of banana plants (Musa paradisiaca) that are often underutilized and considered agricultural waste. However, banana blossoms have significant potential as an alternative food source with high nutritional value. This study aims to analyze the nutritional content of banana blossoms, develop optimal processing methods, and evaluate their economic potential. The methods used include laboratory experimental approaches for proximate analysis, organoleptic tests for sensory evaluation, and cost analysis calculations for economic assessment.The research findings indicate that banana blossoms contain high fiber (5.7 g/100g), moderate protein (1.6 g/100g), low fat (0.3 g/100g), and are rich in calcium (50 mg/100g), potassium (553 mg/100g), and antioxidants. The optimal processing method was a combination of initial boiling followed by stir-frying, which preserved 87% of the nutrients and produced the best sensory profile. Product development, including banana blossom floss, chips, and flour, demonstrated high consumer acceptance (>70%) with a profit margin ranging from 35-55%.This study concludes that banana blossoms have great potential as a sustainable alternative food source with high nutritional value and promising economic prospects. Utilizing banana blossoms can contribute to food security, the diversification of functional food products, and the empowerment of community-based economic development. Therefore, further efforts to enhance the utilization of banana blossoms should be encouraged to support the sustainability of the food and economic sectors.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.

Ravika Virnanda; Solfema Solfema; Lili Dasa Putri

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

This article examines family efforts to prevent stunting through nutritious food processing based on local food ingredients. Stunting, as a result of chronic malnutrition in the first thousand days of life, threatens the quality of physical growth, cognitive development, and long-term productivity. The utilization of local food ingredients such as vegetables, fruits, animal protein, and regional carbohydrates is considered a strategic solution that is affordable, nutritious, and easily accessible. Through a literature review method, this article explores the economic and health benefits of local foods and the importance of creativity in their processing. The study emphasizes the role of families in creating a balanced diet, encouraging healthy eating habits and supporting a stunting-free generation. The conclusion of this article highlights the importance of a multisectoral approach to sustainable stunting prevention, in order to create a healthier and more productive future for the nation.

Dedy Alfatha; Samsul Alam Fyka

Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Determining relatively high prices will cause consumers to move to other producers, or look for new products that have better product quality. This shows that determining price sensitivity must be appropriate. The aim of the research is to determine the price sensitivity of staple foods ahead of Eid al-Fitr in 2023 at Pasar Baruga, Kendari city. Determination of the research area was carried out purposively based on the consideration that Baruga Market is one of the central distributors of staple foods. The sampling technique uses the Slovin formula. The number of respondents who were staple food traders was 44 people. Data analysis uses qualitative descriptive. The results of the research show that: The price sensitivity of staple foods ahead of Eid al-Fitr in 2023 at Baruga Market, Kendari City, means that on average there has been an increase in both the number of goods offered and the price level. For head rice the average selling price difference is Rp. 5,125, for broiler meat the average selling price difference is Rp. 8,750, purebred chicken eggs with an average selling price difference of Rp. the average difference in selling price is IDR 2,786, Sedaap cooking oil with an average difference in selling price is IDR 2,429, Shallots with an average difference in selling price is IDR 15,286 and the average difference in the number of goods sold is 10 Kg .