Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 161-180 of 838

Analytics

Eva Siambaton

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to explore the optimization of pedagogical competence of Christian Religious Education (PAK) teachers in the application of problem-based learning (PBM) methods at SMP Negeri 4 Pagaran, North Tapanuli Regency. Teachers' pedagogical competence has a crucial role in designing and implementing effective learning processes, especially in the context of implementing PBM methods that aim to improve students' critical thinking and problem-solving skills. This study uses a qualitative research method with a library approach from book and journal theories to explore information on how PAK teachers implement their pedagogical competence in PBM. The results of the study indicate that PAK teachers at SMP Negeri 4 Pagaran have optimized their pedagogical competence in adapting the PBM method by focusing on the characteristics of student development which is carried out with a more personal approach. This study concludes that increasing training and development of pedagogical competence for PAK teachers through the application of PBM methods is very effective in improving the quality of learning at SMP Negeri 4 Pagaran.

Irfan Maulana Adnan

This research discusses the revitalization of the mudzakarah method to enhance interactive learning for students. The mudzakarah method is a teaching technique based on two-way discussions aimed at deepening understanding and increasing student engagement through the exchange of opinions. With a descriptive qualitative approach based on literature studies, this research explores how this method can be effectively applied. The research results show that the implementation of structured discussions, clear guidelines, and open communication can encourage student participation, enhance critical and collaborative thinking skills, and motivate them in learning. However, there are Challenges, such as the lack of understanding of the discussion concept by students, which can be addressed through the role of the teacher as a facilitator and motivator. This way, their opinions feel valued and they are more motivated to engage actively, creating an interactive learning atmosphere.  

Laili Ramadhani; Ainur Rofiq Sofa

Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the implementation of Arabic language learning based on the Qur'an at Mushollah Zubhatul Hasan, focusing on the sorogan and talaqqi methods. The sorogan method allows students to read directly in front of their teacher, receiving guidance on pronunciation, meaning, and sentence structure. This individual approach provides a more personalized learning experience, enabling students to receive immediate corrections. Meanwhile, the talaqqi method emphasizes listening and repeating the teacher’s recitation collectively, improving fluency, tajwid accuracy, and linguistic comprehension. Additionally, the practice of daily Arabic conversations in the Mushollah environment plays a crucial role in reinforcing language acquisition. Initially, students faced challenges in speaking Arabic, but continuous practice helped them develop confidence and fluency. This immersive approach allows students not only to learn Arabic theoretically but also to internalize it through practical use. The findings highlight that combining sorogan, talaqqi, and Arabic-speaking habits effectively enhances students’ Arabic proficiency, both in understanding Qur'anic texts and applying the language in daily interactions. This study underscores the importance of integrating structured teaching methods with real-life practice to achieve comprehensive Arabic language mastery in a religious learning setting.

Leli Arlinawati Hia; Putra Alvindra Saragih; Hesron Haganta Sembiring; Bobby Arifman Zai; Yesika Marshanda Sihite +1 more

Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This service aims to analyze the improvement of learning quality at SD Negeri 173653 Nalela through the application of additional learning methods. This activity was carried out by HKBP Nommensen University students involved in the Community Service Practice Lecture (KPPM) program. The research method in this service is a qualitative analysis approach. To obtain the necessary data and information, observations and interviews were conducted. Information is obtained from direct observation, interviews, and also documentation in the form of photographs of activities. The results of this service show that this program has succeeded in increasing student motivation and understanding of the subject matter. In addition, the social interaction that occurs in additional learning activities creates a more supportive environment, so students feel more motivated. However, the challenges faced include the long distance between each elementary school student's home and the KPPM Group IX pokso. This additional learning work program is strongly supported by the Nalela village community as parents of children who participate in additional learning. This service suggests that the additional learning program be expanded to include more students and actively involve parents and the community. With a comprehensive approach, it is hoped that the quality of education in SD Negeri 173653 Nalela can continue to improve.

Ridha Uli Utami Margolang; Meyliana Perwita Saragih; Arin Huwaida; Syahrial Syahrial

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to identify the problems of learning methods of Natural and Social Sciences (IPAS) in grade IV students of SDN 060866. The results showed that conventional teacher-centered learning methods were still dominant, causing low student interest and learning outcomes. Most students have not reached the Minimum Completion Criteria (KKM) with a percentage of completeness of only 25%. Teachers face obstacles such as lack of student interest, a less conducive learning environment, and limitations in applying innovative learning methods. To overcome this, teachers plan to implement project-based learning methods that are more interactive and relevant to students' daily lives. This study concludes that more varied and student-centered learning strategies are needed to improve students' motivation and learning outcomes.

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

lina khairum; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap implementasi filsafat pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan tinggi. Sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa, Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan mahasiswa. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memahami pentingnya filsafat Pancasila, namun implementasinya dalam kurikulum dianggap masih kurang aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman. Beberapa hambatan mencakup pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis dan kurangnya pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dengan kebutuhan praktis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif, berbasis kasus, dan berorientasi pada praktik untuk meningkatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa.

Kabonu, Regina Meriana; Zasa, Elia Umbu; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru berdasarkan Filipi 4:2-9 dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa di SDS Danbi Bersinar Bekasi. Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Guru sebagai komponen krusial dalam pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan mengembangkan sumber daya manusia yang potensial. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa masalah ketidakdisiplinan siswa yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin melalui nasihat, bimbingan, dan teladan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Putri Khoiriah; Rhesti Laila Ulfa

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to describe the application of the Free Expression method in improving the learning process and increasing students' creativity in Class II Fine Arts Learning at State Elementary School 165/VIII Sumber Arum, Tebo Regency. This type of research is Classroom Action Research. This research includes planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects of this research were students in class II of State Elementary School 165/VIII Sumber Arum, Tebo Regency. The instruments of this research are educator observation sheets, student observation sheets, performance tests, and documentation. The data analysis technique for this research uses qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the research are: 1. There was an increase in the learning process which can be seen from the observation sheet in Cycle I Meeting 1, namely 72.5, the value of Cycle I Meeting II, namely 80, the value of Cycle II Meeting I, namely 85, and the value of Cycle II Meeting II, namely 90. Furthermore, the value of the results of the student observation sheet for Cycle I Meeting 1, namely 70, the value of Cycle I Meeting II, namely 77.5, the value of Cycle II Meeting I, namely 85, and the value of Cycle II Meeting II, namely 92.5, (2) There has been an increase in student creativity in Fine Arts Learning which can be seen in the performance test scores. At the Pre-cycle stage the average score was 68.6 in the poor category, increasing in Cycle I, namely 78 in the Fairly Good category and increasing in Cycle II, namely 87 in the Good category. So, it can be concluded that the application of the Free Expression method can increase students' creativity in Class II Fine Arts Learning at State Elementary School 165/VIII Sumber Arum, Tebo Regency.

Annisa Ilma Fitri; Ilyas Idris

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to improve speaking skills through the show and tell method of grade IV students of SD Negeri 204/IV Jambi City. This research is a type of Classroom Action Research (PTK). The subject of the study was grade IV students of SD Negeri 204/IV Jambi City which amounted to 31 students. The data collection methods used are observation, tests, and documentation. The data analysis techniques used in this study are qualitative descriptive and quantitative descriptive. The learning action in cycle I did not experience obstacles in linguistic aspects such as vocabulary/expressions or diction. And non-linguistic aspects that include courage and attitude. Actions in cycle II have increased both in linguistic and non-linguistic aspects. The linguistic aspect includes speech, vocabulary/diction, and sentence determination. Non-linguistic aspects include fluency, mastery of material, courage and attitude. The improvement is shown by an increase in the value of students' speaking skills. The increase that occurred was the average score of student pre-action of 63.9 with a percentage of 19% completion, the average score in the first cycle of students was 70.3 with a percentage of completeness of 55%, the percentage of speaking skills action through the show and tell method was 57%, the average evaluation in cycle II was 78.8 with a percentage of 90% completeness. And this can also be seen from the percentage of speaking skills actions through the show and tell method, which is 80%.

Riendi Yani; Minnah El Widdah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In order to improve the quality of education, speaking skills are one of the important aspects that students need to have. However, in reality the speaking skills of class IV students at State Elementary School 67 are still low. Therefore, this research aims to improve students' speaking skills through the application of role-playing methods. This research uses the Kemmis and McTaggart model which consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. In this way, it is hoped that students' speaking skills can improve and become more effective in communicating. Based on the results of observing teacher activities in cycle I, results were obtained with a percentage of 75%, then in cycle II teacher activity increased to 92% with very good qualifications. Meanwhile, the results of observing student activities in cycle I obtained a result of 73.73% and increased in cycle II to 88% with very good qualifications. Based on these data, it shows that there has been an increase in teacher and student activity in implementing role-playing methods in the learning process. Thus it can be concluded that the application of the role playing method is able to improve students' speaking skills in learning Indonesian for class IV students at State Elementary School 67.

Yeremias Bardi; Anastasia Evarista Theresia Astita Bura; Maria Cetrih Angelsa Nati; Weronika Kartika Weka; Sulaiman Sulaiman +1 more

Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Indonesian is the national language used as the main means of communication in everyday life, both in education, government, and in the mass media. In this context, literacy methods are important to be applied in the process of learning Indonesian. Indonesian language education at the Senior High School (SMA) level plays an important role in shaping students' literacy skills, both in reading, writing, speaking, and listening. One of the main objectives of learning Indonesian is to develop effective communication skills and improve literacy skills that can support students' academic success and daily lives. The application of appropriate literacy methods is very necessary to help improve the quality of Indonesian language learning. Literacy methods in learning Indonesian can encourage students to be more active in reading, writing, and thinking critically. With the right method, students not only master Indonesian language material, but are also able to apply literacy skills in various life contexts. This study aims to apply literacy methods in learning Indonesian at SMA Negeri Restorasi Doreng. Literacy as the ability to understand, criticize, and produce texts has an important role in improving students' competence in language. The methods applied in this study involve various literacy techniques, such as critical reading, creative writing, and text-based discussions. This research was conducted with a qualitative approach through observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that the application of literacy methods can improve students' understanding of Indonesian language materials, enrich vocabulary, and hone their writing and speaking skills. In addition, the application of this method also succeeded in building more active student involvement in the learning process. Thus, the literacy method can be used as an alternative to improve the quality of Indonesian language learning at the high school level.

Faris Pradana Kusuma; Jaya Prasetya Dharma

Atletik Karya: Jurnal Pendidikan dan Olahraga Aktual 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to measure the effectiveness of game-based learning methods in increasing student participation in physical education subjects. This study uses an experimental method with a pretest-posttest design on junior high school students. The results show that the game-based approach significantly increases student engagement, increases learning motivation, and helps in the development of motor skills.

J. Priyanto Widodo; Iman Subekti; Anggun Purnomo Arbi

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2025 CV. Aksara Global Akademia

Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya Google Earth, menjadi tantangan bagi para pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Google Earth sebagai media pembelajaran melalui pelatihan berbasis praktik. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SD Katolik Santa Maria Kota Blitar yang berlokasi di Jl. Sudanco Supriyadi No.21 Blitar pada tanggal 14 Desember 2024. Penelitian ini merupakan pengabdian masyarakat dan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan pendampingan. Temuan kunci menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan fitur Google Earth untuk pembelajaran interaktif. Kesimpulannya, pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan. Disarankan agar program pelatihan ini diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain.

Migdes C Kause; Halani Felda Sunbanu; Dyen E Lakapu; Melifera Y Makleat; Serlinia R Anawoli

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dengan Menggunakan Alat peraga Pada Siswa. Secara garis besar kegitan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bermaksud untuk memberikan wawasan dan pemahaman serta dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik khusunya dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah  tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan.  Hasil kegiatan PKM  ini khususnya peserta didik kelas IV SD GMIT Bakitba dapat menumbukan motivasi belajar peserta didik khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika merupakan salah satu cara dalam menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Meningkatkan Motivasi Belajar Dengan Menggunakan Alat peraga Pada Siswa Kelas IV SD GMIT Bakitba””  dapat  dikatakan  sukses  terlaksana  sesuai  rencana.  Antusiame peserta didik dalam mengukuti setiap penjelasaan menjadi tolak ukur bahwa kegiatan ini sukses dilaksanakan

Rizal, Muh; Yusuf, Andi M; Ali, Lutfi; Mursalim, Mursalim; Latif, Nuraida +1 more

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Permasalahan dalam pengembangan media pembelajaran Aksara Lontara Bahasa Makassar untuk siswa sekolah dasar yang menggunakan animasi motion graphic berbasis multimedia adalah bahwa selama ini pembelajaran Aksara Lontara di sekolah masih mengandalkan buku dan belum tersedianya media pembelajaran interaktif yang mendukung proses belajar. Kondisi ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari Aksara Lontara. Solusi atas permasalahan ini adalah pengembangan media pembelajaran Aksara Lontara dengan menggunakan Animasi Motion Graphic, yang diharapkan dapat memfasilitasi proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran Aksara Lontara Bahasa Makassar dengan Animasi Motion Graphic berbasis multimedia di SDN Paccerakkang. Data diperoleh melalui penelitian lapangan, penelitian pustaka, dan wawancara. Metode yang digunakan adalah metode ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan persentase keberhasilan sebesar 76,66% dari pengujian alpha oleh ahli materi dan ahli budaya, yang termasuk dalam kategori layak. Sementara itu, persentase total dari pengujian beta yang dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa SDN Paccerakkang adalah 80,13%, juga termasuk dalam kategori layak.

Desfianthy, Fatiya Hanifah; Rosalina, Elsa; Pratama, Daffa Agung; Hilabi, Shofa Shofiah

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Canva salah satu platform yang digunakan untuk mendesain, yang dapat digunakan melalui web maupun aplikasi mobil. Canva menyediakan beragam fitur dan template yang mempermudah pengguna untuk membuat desain, seperti desain poster, brosur, kartu ucapan, info grafis dan presentasi dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usability aplikasi canva dengan fokus untuk memahami pengalaman pengguna, khususnya dari kalangan Siswa Kelas VIIIB di SMPN 3 Karawang Barat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi dan kuesioner. Analisa aplikasi menggunakan poin Usability berkaitan dengan learnability, efficiency, memorability, error dan satisfaction untuk mengetahui pengalaman pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,5% responden merasakan kemudahan dalam penggunaan aplikasi canva, 65% merasa cepat dalam menggunakan fitur-fiturnya, dan 72,5% mampu mengingat langkah-langkah penggunaannya dengan baik. Namun, masih terdapat kendala pada aspek memorability, di mana 47,5% responden mengalami kesulitan dalam mengenali ikon atau simbol dalam aplikasi. Pada aspek error, 62,5% responden menemukan error saat menggunakan canva, dan hanya 50% yang dapat memperbaikinya dengan mudah. Meskipun demikian, tingkat kepuasan pengguna sangat tinggi, dengan 92,5% responden merasa senang menggunakan canva dan 94,3% menyatakan bahwa canva membantu mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah. Dengan demikian, canva memiliki peran penting dalam mendukung kemudahan pembelajaran siswa di SMPN 3 Karawang Barat.

Nur Aisyah; Herlina Herlina; Muhammad Yusri Bachtiar; Wahira Wahira

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan keaksaraan awal pada anak usia dini 5-6 tahun dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan Metode Bernyanyi Terhadap Kemampuan Keaksaraan Awal pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Subyek penelitian yaitu peserta didik. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan keaksaraan awal pada anak usia dini didesain sedemikian rupa, sehingga membuat suasana belajar yang menyenangkan. Metode bernyanyi dilakukan pada satu topik pembelajaran, metode tersebut lebih membantu dan memudahkan anak dalam mengenal, menghafal, menyerap dan memahami huruf dan mempraktekkan bunyi hurufnya. Oleh karena itu diperlukan suatu cara mengemas pembelajaran yang inovatif dalam menyampaikannya kepada anak, anak-anak senang dengan bernyanyi, guru harus memahami apa yang disukai oleh anak, dengan mengemas topik-topik dalam bentuk lagu, diharapkan anak dapat dengan mudah menerima. Guru menjadi kunci utama dalam kelancaran pembelajaran dengan metode bernyanyi, karena sebelum guru mengajarkan lagu sebaiknya guru benar-benar paham akan lagu yang diajarkan.

Rosmiaty Djamaluddin; Arismunandar Arismunandar; Herman Herman; Mustafa Mustafa

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh metode pembelajaran di luar lingkungan kelas terhadap sosial emosional anak usia dini. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran di luar lingkungan kelas sedangkan variabel terikatnya adalah perkembangan sosial emosional anak usia dini. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan uji normalitas serta uji hipotesis dengan uji-t melalui PASW 18. Berdasarkan hasil analisis statistika diperoleh nilai t hitung 18.380>2.101 dan nilai sign. 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran di luar lingkungan kelas berpengaruh secara signifikan terhadap sosial emosional pada anak usia dini.

Fusvita Sari

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan evolusi paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran untuk Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari interaksi dengan teknologi, khususnya teknologi berbasis internet. Pelajar saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, guru perlu mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perkembangan paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran di Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari hubungan dengan teknologi, khususnya teknologi yang berbasis internet. Pelajar pada masa kini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, pendidik  perlu mampu beradaptasi dengan situasi-situasi tertentu. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penerapan model blended learning di STAI Al-Azhary Mamuju dan dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi siswa di abad 21. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menganalisis data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Studi ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran campuran secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga berujung pada peningkatan hasil belajar. Di samping itu, model ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran blended learning tidak hanya mendukung peningkatan prestasi akademik tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang semakin yang kompetitif atau komplek.