Publication Search

67,088 articles from 559 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1421-1440 of 1,513

Analytics

Melianah Melianah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kemmapuan guru selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan kualitaif deskriptif.  Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Kemampuan mengajar guru SMP Negeri 1 Prabumulih dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka selama pendemi covid-19 telah berjalan dengan baik; (2) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan mengajar antara lain kendala waktu, kesibukan guru, kondisi peserta didik yang beragam, faktor pengalaman mengajar dan masa kerja,guru merasa kesulitan mengoperasikan media pembelajaran, lingkungan dan media pembelajaran yang tersedia di sekolah jumlahnya terbatas, kendala ruang atau laboratorium; (3) Upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan dalam meningkatkan kemampuan mengajar antara lain mencari informasi dari internet, melakukan diskusi dengan teman sejawat, belajar secara mandiri, menyusun modul ajar untuk beberapa pertemuan sekaligus, menggunakan media pembelajaran yang sederhana seperti media gambar atau benda-benda konkrit yang ada di lingkungan sekitar, guru menggunakan media pembelajaran yang sudah tersedia di sekolah.

Fiorentina D. C. Runturambi; Jhon R. Wenas; Derel F. Kaunang

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa SMP Negeri 6 Tondano dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat berdasarkan Taksonomi Solo. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yang diikuti oleh 20 orang siswa dan dilakukan wawancara terhadap 5 orang siswa untuk mewakili setiap tahapan jawaban tes siswa berdasarkan Taksonomi Solo.. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah persentase tahapan Prastruktural sebesar 10%; persentase tahapan Unistruktural sebesar 10%; persentase tahapan Multistruktural sebesar 55%; persentase tahapan Rasional sebesar 20%; dan persentase tahapan Exented Abstract sebesar 5%. Dimana kesalahan yang paling dominan dilakukan oleh siswa dibanding dengan lainya termasuk dalam tahapan Multistruktural yakni 55%.

Oktavia Adela Lumandung; Jhon R. Wenas; Anetha L. F. Tilaar

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi SPLDV. Penelitian ini mengambil subjek kelas VIII SMP Negeri 2 Tatoareng yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Kemudian data dikumpul berdasarkan hasil tes akhir setelah perlakuan diberikan pada subjek penelitian. Penelitian ini juga melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dimana didapatkan hasil yang data yang normal dan homogen, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil diperoleh bahwa t-hitung = 1,941 dan t-tabel = 1,710 dengan taraf nyata yang digunakan adalah 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional, sehingga model make a match cocok untuk digunakan dalam pembelajaran SPLDV

Siti Robiah Adawiyah; Mujiyanto, Mujiyanto; Wanto, Wanto; Kuni Munawaroh; Avifah Faricha Nisa +7 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Desa Karangluhur yang cangkupan wilayahnya membentang dari arah timur dimulai dari Dusun Krakal Tamanan sampai wilayah barat. Karena letaknya yang strategis, dan hanya berjarak 1 km dari pasar kertek yang berada di Desa Karangluhur diantaranya Puskesmas 1 Kertek, koramil kertek, dan juga beberapa lembaga keuangan. Selain itu juga ada lembaga pendidikan formal yaitu SMP Negeri 1 Kertek. Selain itu juga ada tempat pendidikan dasar formal dan non formal seperti SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Karangluhur serta MI Maarif Karangluhur yang berlokasi di Dusun Marong. Selain itu juga letak geografis dengan penyebaran penduduk yang terbilang merata, tersebar di empat dusun dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani atau buruh tani. Potensi lain yang ada di Karangluhur yaitu potensi sumber daya manusia (SDM) dengan dibuktikan banyaknya para wirausaha atau usahawan yang menekuni bidang usaha dalam segala hal. Upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagai informasi, dengan menggunakan Penelitian Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu penelitian dengan pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning untuk mendukung gerakan sosial demi terwujudnya keadilan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan meningkatkan kesadaran pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta keindahan lingkungan terkhusus masyarakat Dusun Marong, Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek.  

Dirga Walingkas; Jhon R. Wenas; Victor R. Sulangi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam pembelajaran matematika khususnya materi himpunan siswa sering melakukan berbagai kesalahan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal terkait materi himpunan. Jenis kesalahan yang difokuskan pada penelitian ini adalah kesalahan dalam memahami masalah, Menyusun rencana pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Penelitian itu tergolong penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi sebayak 20 siswa, dan diambil sampel 3 orang dan dijadikan sebagai subjek penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan Masalah pada pokok bahasan himpunan yaitu: (a) kesalahan dalam memahami masalah yaitu 60% (b) Kesalahan menyusun rencana yaitu 61% (c) kesalahan melaksanakan rencana yaitu 52% (d) Kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yang diperoleh 52%.

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.  

Dina Mariana Br Tarigan; Angla Florensy Sauhenda

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to describe training in the use of the ClassDojo learning application as an effort to increase learning for YPK Merauke Middle School teachers. This study discusses the training provided to YPK Merauke Middle School teachers to the assistance provided by the team. Implementation of learning using learning applications can increase teacher creativity in conducting learning in class. This, of course, must be carried out by training so that teachers can apply it in the classroom. This research uses descriptive qualitative method as a process in conducting research. This research was conducted at YPK Merauke Middle School by involving YPK Merauke Middle School teachers as training participants. This study uses data collection techniques with the stages of observation, interviews, documentation, and recording

Riska Oktavia Lurina

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan di Indonesia. Bahasa Indonesia bertujuan untuk mempersatukan dan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi antarsuku daerah, karena di Indonesia memiliki banyak ragam bahasa yang berbeda. Oleh karena itu bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Bahasa juga merupakan alat penghubung bagi kita dalam kegiatan sehari-hari. Karena manusia termasuk makhluk sosial yang selalu berkomunikasi dengan makhluk sosial lainnya. Saat ini di era modern yang perkembangan teknologi informasinya sangat luas kita bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Adanya Media Sosial yang cepat merambah ke seluruh pelosok negeri maka menambah cepat pula penggunaan bahasa-bahasa gaul di kalangan remaja. tidak terkecuali siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kutawaringin yang berada di lingkungan pegunungan. Bahasa Gaul ini ternyata tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan bisa dikatakan sebuah anomali Bahasa.

Satria Aji, Dany; Yusuf, Yusuf; Sugiaryo, Sugiaryo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

The aims of this study are: (1) To determine the values ​​of democratic character in SMP Negeri 1 Mojolaban (2) To analyze the role of PPKn teachers in developing democratic character values ​​in students at SMP Negeri 1 Mojolaban. This research was conducted at SMP Negeri 1 Mojolaban. The subjects of this research include principals, vice principals, PPKn teachers, and students. The data source uses primary data sources and secondary data sources. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The validity of the data was tested by triangulation, both techniques and sources. The research data were analyzed using interactive model qualitative analysis techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: (1) at SMP Negeri 1 Mojolaban has implemented democratic character values, by integrating democratic character values ​​in each subject so that students are accustomed to applying democratic character values, (2) teachers at SMP Negeri 1 Mojolaban has carried out its role well, it can be shown that the teacher always provides encouragement, motivation and habituation to students in developing the value of the character of honesty. Â

Tri Prasetyowati, Niken; Sutoyo, Sutoyo; Supeni, Siti

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

              The objectives of this study were to: (1) find out how the implementation of anti-corruption education in order to strengthen the value of honesty character in class VIII students at SMP Negeri 1 Mojolaban (2) find out whether the implementation of anti-corruption education is correct to strengthen the value of honesty character in class VIII students. (3) Knowing the factors that support and hinder the implementation of anti-corruption education in order to strengthen the value of the character of honesty in class VIII students.This research was conducted at SMP Negeri 1 Mojolaban. The subjects of this research include principals, vice principals, PPKn teachers, and students. The data source uses primary data sources and secondary data sources. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The validity of the data was tested by technique triangulation and source triangulation. The research data were analyzed using a qualitative descriptive analysis technique with an interactive model.             The results of the study can be concluded that: 1) SMP Negeri 1 Mojolaban has provided anti-corruption education lessons because anti-corruption education is very important to learn with anti-corruption education in the curriculum can teach students to be honest, responsible and teach things about the dangers of committing crimes. corruption, so that students in the future of our country can be free from corrupt behavior. 2) True anti-corruption education is a reinforcement of the character value of honesty. 3) there are 2 influencing factors, namely: a. supporting factors: teacher commitment, adequate school infrastructure, parental support, conducive environment, cooperation of all components, teachers working together, the role of BK teachers in dealing with students; b. Inhibiting factors: The Covid-19 outbreak, lack of motivation, differences of opinion, teachers feel overwhelmed, the ability of teachers to choose subjects, anti-corruption education has not been fully implemented, there are still some teachers who have not integrated, and students' low interest in learning.

Sarwanta, Sarwanta; Abdulgani, Hamdani

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan sebidang  merupakan tempat pertemuan  arus kendaraan dari berbagai arah,  baik yang menuju  dan yang meninggalkan persimpangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antar kendaraan yang pada saat bersamaan berada pada titik yang sama. Pada umumnya pengendara akan mengurangi kecepatan, hal ini akan mengakibatkan terjadinya tundaan. Evaluasi kinerja persimpangan perlu dilakukan, untuk mengetahui kinerja persimpangan terkini. Langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kinerja simpang dapat dijaga dan dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kinerja persimpangan dengan menggunakan perangkat lunak Vissim, yang berlokasi pada simpang tidak bersinyal pasar butun, kota Balikpapan. Data yang diperlukan untuk masukan ke dalam model meliputi data arus lalu lintas pada jam sibuk atau jam puncak kepadatan dan data geometri persimpangan. Keluaran yang dihasilkan oleh model adalah informasi kinerja simpang berupa parameter Degree of Saturation (DS) pada kondisi eksisting yaitu sebesar 1,70 dan untuk kondisi 5 tahun yang akan datang 2,20.  Parameter panjang antrian dan waktu tundaan pada kondisi eksisting adalah 33,0 m dan 3,65 detik/smp dan untuk proyeksi 5 tahun yang akan datang adalah 87 m dan waktu tundaan 189 detik/smp.

Nonalisa Nonalisa; Darul Ilmi; Supriadi Supriadi; Jasmienti Jasmienti

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan hasil belajar PAI peserta didik kelas VII melalui model discovery learning dan problem solving di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Suliki, serta untuk mengetahui pemilihan model yang sesuai pada materi Sholat Jama’ dan Shalat Qasar. Populasi penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas VII, dan sampelnya juga di ambil dari keseluruhan populasi. Sehingga diperoleh 2 kelas sampel, yaitu kelas VII.1 (model discovery learning) dan VII.2 (model problem solving).. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar PAI Peserta didik kelas VII UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Suliki yang menggunakan model pembelajaran discovery learning yang terbanyak diperoleh oleh siswa siswa pada rentang nilai 77 sampai dengan 85 dengan frekuensi 9. Sedangkan yang menggunakan model pembelajaran problem solving dapat disimpulkan bahwa nilai yang terbanyak diperoleh oleh siswa siswa pada rentang nilai 55 sampai dengan 64 dengan frekuensi 7. Model discovery learning dan problem solving terdapat perbandingan hasil belajar dan juga dapat meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil analisis uji thitung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 2,025 dan ttabel = 2,022. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PAI peserta didik menggunakan model discovery learning dengan menggunakan model problem solving.  

Arina Israni

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Based on the researcher's experience while teaching in Class IX.E SMP Negeri 3 Pasarkemis that some Class IX.E students did not follow the lesson well during Indonesian language lessons. The learning process is less effective due to the lack of student activity to read Indonesian language lesson material, the lack of student activity in expressing opinions during the lesson. Lack of student activity answering questions from the teacher. Lack of interest in students to take part in Indonesian language lessons. So that many students divert attention, such as chatting with their classmates, drawing, not enthusiastic when listening to the teacher explaining the lesson. This is caused by the teacher's model or way of explaining lessons that are too monotonous so that students pay less attention to the teacher during the lesson, and the learning process will not go well.

Zem Santo; Angla F. Sauhenda; Santy Monika; Wahyuniar Wahyuniar

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita singkat dengan menggunakan media audio visual untuk siswa kelas VIII SMP YPPGI Geradus Adii Merauke. Oleh karena permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni perlu meningkatkan keterampilan bercerita singkat menggunakan media. Informasi tentang kondisi mitra menunjukkan adanya permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Media diharapkan mampu menjadi solusi terhadap kemampuan bercerita siswa. Metode pengabdian ini menggunakan pelatihan, penerapan, dan pendampingan. Peserta pelatihan adalah siswa kelas VIII SMP YPPGI Geradus Adii Merauke dengan jumlah 12 orang. Hasil kegiatan pengabdian berupa observasi kelas selama penerapan berlangsung, kemampuan siswa meningkat dalam bercerita singkat. Indikator dari peningkatan kemampuan ini adalah mayoritas siswa tidak lagi melakukan kesalahan dalam bercerita singkat.

Nurul Halima Dwi Putri; Anetha L. F. Tilaar; Santje M. Salajang

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mathematics is often seen as a deductive science and is not related to social aspects. Even though mathematics grows and develops from socio-cultural practices that occur in society. This is the basis for the development of ethnomathematics concepts. The ethnomathematics concepts in the Bolaang Mongondow community are very diverse. This study aims to describe the implementation of ethnomathematics in learning mathematics at SMP Negeri 7 Kotamobagu, especially in the use of regional languages ​​and symbols of the Bolaang Mongondow Kabela Box Craft. The data obtained is in the form of qualitative data while the sources are obtained from interviews, observation, and documentation from informants (teachers, students and craftsmen). The main instrument is the researcher, while the supporting instruments used are interview guides and documentation. The results showed that the regional language and the symbols of the Bolaang Mongondow Kabela Box craft really helped teachers and students in the process of learning mathematics at SMP Negeri 7 Kotamobagu.

Muhammad Resky; M. Syakhil Afkar R; Catur Febri Nusahid; Lusiana Lusiana; Yayat Suharyat

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The religious, cultural, and ethnic diversity of Indonesia is well-known. Differences in understanding, nationality, and religion are frequently the primary causes of existing difficulties, to name just a few. This study sought to ascertain the relationship between eighth-grade students at SMP Royal Wells Middle School's knowledge and understanding of Islam and the Pancasila ideals. This study used a quantitative research method using a correlational approach. Understanding of Pancasila values is variable Y in this study, while Islamic religious knowledge is variable X. The population of this study consisted of 20 students, and the method of data collection used in it was distributing a questionnaire to eighth-graders at Royal Wells Middle School. The findings revealed a moderate link between Pancasila ideals and knowledge and understanding of Islam. Students can thus use the information on religious values and Pancasila both in the context of the classroom and in the community.  

Herry Yoram Mende; Jorry F. Monoarfa; Oltje T. Sambuaga

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian dimaksudkan guna melihat perbedaan hasil rata-rata belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan model pembelajaran langsung pada materi Lingkaran. Subjek yang dipergunakan merupakan kelas VIII SMP Negeri 3 Tomohon semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang meliputi satu kelas eksperimen yakni kelas VIII.4 (model pembelajaran Contextual Teaching and Learning) serta satu kelas kontrol yaitu kelas VIII.5 (model pembelajaran langsung). Data diambil dari hasil belajar siswa melalui tes sesudah diberi perlakuan. Hasil post-test pada kelas eksperimen dengan hasil x̅1 = 69,4667 dan hasil post-test pada kelas kontrol dengan hasil x̅2 = 59,6923. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t untuk taraf nyata 0,05 menunjukkan nilai thitung = 2,116066 > ttabel = 2,052385 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa pada model pembelajaran Contextual Teaching and Learning masih lebih baik dibanding pada model pembelajaran langsung dalam penerapan pada materi Lingkaran di SMP Negeri 3 Tomohon.

Masrokhan Iskhaq; Hafid Aminudin; Robingun Suyud El Syam; Machfudz Machfudz

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The school principal's performance assessment is a form of evaluating the quality of the implementation of the main tasks and functions of the school principal in carrying out managerial and supervisory functions in the institution he leads. This activity is important to do in order to know the quality of the school principal's performance. The stages passed: forming the Foundation PKKS team, formulating the PKKS format, socializing the PKKS agenda, coaching from supervisors, PKKS visits, and submitting findings. The results showed that the school principal's performance assessment found incomplete documents so that it was recommended that the school make improvements that could help prepare the school for re-accreditation.

Ai Rosmiati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah penelitian ini adalah "Bagaimanakah penggunaan Bahasa Gaul di whatsapp pada pelajar SMP?” Tujuan dalam penelitian ini adalah Berdasarkan masalah penelitian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Bahasa Gaul di whatsapp pada pelajar SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah Siswa SMP adalah siswa atau siswi yang berusia antara 12-15 tahun dan berjumlah 21 siswa. Waktu dan tempat penelitian ini adalah Perpustakaan dan di rumah karena penelitian ini merupakan penelitian dokumentasi. Instrumen penelitian iniadalah peneliti. Data yang dikumpulkan sesuai dengan data penelitian, peneliti menggunakan alat bantu berupa alat pencatatan atau tabel. Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan informasi atau fakta-fakta yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dengan mengumpulkan bukti penulisan dengan foto. Hasil penelitian ini data penggunaan bahasa gaul ada 3 yaitu kosakata khas, pemendekan kata, dan singkatan.

Martinus Wawan Adriano Sitompul; Yenni Sofiana Tambunan; Safriadi Pohan

Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh Kepuasan Kerja dan Loyalitas KerjaTerhadap Kinerja Pada Guru SMP Negeri 2 Sibolga dengan menarik hipotesis bahwa ada pengaruh Kepuasan Kerja dan Loyalitas KerjaTerhadap Kinerja Pada Guru SMP Negeri 2 Sibolga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yang menguraikan dan memberikan penjelasan tentang variabel X (indenpendent) sebagai variabel bebas yang mempengaruhi dan variabel Y (independent)  sebagai variabel terikat yang dipengaruhi. Persamaan regresi yaitu Y = 3,939 + 0,294X1 + 0,631X2, hal ini berarti bahwa yang terjadi pengaruh pada variabel terikat ( Kinerja) ditentukan oleh variabel bebas (Kepuasan kerja dan Loyalitas) dengan koefisien regresi sebesar 0,294, dimana apabila ditambahkan satu satuan variabel X (Kepuasan kerja dan Loyalitas kerja) atau nilai tertentu maka akan menambah peningkatan variabel Y  ( Kinerja) sebesar koefisien regresi 0,631. Sedangkan Uji t menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima kebenarannya, dimana t hitung 11.275>2.0484, maka hal ini berarti Ada Pengaruh Kepuasan Kerja dan Loyalitas Kerja Terhadap Kinerja Guru Pada SMP Negeri 2 Sibolga.