Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 78661-78680 of 79,575

Analytics

Akhmad Mustofa, Wahyu Risnantoko, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tomat adalah salah satu sumber antioksidan alami. Dibalik manfaat buah tomat yang baik untukkesehatan. Buah tomat sangat mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini memanfaatkan buah tomatuntuk dijadikan manisan tomat (kurma tomat). Tomat pada umumnya memiliki kandungan antioksidanyang tinggi tetapi perlakuan pemanasan akan mengurangi jumlah antioksidan, sehingga penambahan bahanlain yang memiliki kandungan antioksidan sangat diperlukan. Jahe merupakan bahan yang mengandungantioksidan yang cukup tinggi dan akan ditambahkan pada kurma tomat. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan tertinggi pada kurma tomat dengan penambahanjenis jahe dan lama pengeringan serta disukai konsumen.Perlakuan yang diberikan meliputi penambahan jenis jahe, yaitu jahe gajah, emprit, dan jahemerah. Perlakuan yang kedua adalah lama pengeringan, yaitu selama 18, 20, dan 22 jam. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penambahan jenis jahe dan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap karateristikkimia dan organoleptik kurma tomat. Aktivitas antioksidan tertinggi adalah 27,12%, untuk kadar air sebesar20,76%, kadar β karoten sebesar 11,51%, kadar gula total sebesar 39,23%, pH 5,8; warna (2,7); rasa (1,7) aroma(2,2); kealotan (1,6); kesukaan keseluruhan (2,8). Nilai kesukaan paling tinggi dihasilkan pada perlakuanpenambahan jenis jahe gajah dengan lama pengeringan selama 18 jam.Kata kunci: kurma tomat, jahe, antioksidan.

Wicaksono, Wibowo; Luthfiarta, Ardytha; Shobri, Hasan

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ini adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang kebandarudaraan. Pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang terdapat sebuah bidang bernama ITC (Information Technology and Communication) bagian yang menangani yang salah satu tugasnya adalah Menyiapkan dan melakukan kegiatan pengoperasian, pemeliharaan dan pelaporan fasilitas IT. PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang menjadi tempat penulis dalam melakukan penelitian untuk proses pembuatan pass bandara baru yang masih dilakukan secara manual. Maka untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi pekerjaan penulis membangun sebuah sistem informasi berbasis web yang mengatur proses pembuatan pass bandara baru.

Hidayat, Fajriansyah Noor; Al Amin, Imam Husni

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Pengaduan sering menjadi salah satu permasalahan di perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan perusahaan. Kurangya perhatian terhadap masalah yang terjadi diperusahaan, baik itu masalah kecil atau besar sangat memprihatinkan. Pada masa sekarang dengan semakin canggihnya teknologi permasalahan seperti pengaduan keluhan dapat diselesaikan dan diproses secara cepat. Untuk membantu konsumen yang mengalami masalah dan mengutarakan keluhannya melalui pengaduan. Maka dari itu dibuatlah Queue System Pengaduan Pelanggan Internet Service Provider (ISP) Menggunakan Metode First In First Out (FIFO) yang bertujuan untuk memudahkan pelanggan untuk melakukan pengaduan dan menyampaikannya kepada perusahaan. Sistem ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem antrian pengaduan (Queue System) yang dapat memproses pengaduan pelanggan.

Wati, Novita Kusuma; Amin, Fatkhul

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Salaam Organizer perusahaan yang bergerak dibidang jasa untuk melayani service wedding. Kendala yang sedang dihadapi Salaam Organizer masih mengunakan cara tradisional untuk promosi, komunikasi, memantau, dan melalukan transaksi pembayaran dengan telepon dan jejaring sosial. Salaam Organizer perlu adanya aplikasi web mobile sebagai media penunjang. Metode yang digunakan dalam implementasi ini menggunakan metode breakdown and weighted. Hasil penelitian yang dibuat, terciptanya sistem aplikasi e-service berbasis web mobile untuk pelayanan jasa wedding dan menjadikan sistem aplikasi yang interaktif dan multifungsi. Sistem yang dibuat nantinya akan memudahkan pelayanan dikantor Salaam Organizer.

Salam, Abu; Zeniarja, Junta; Wicaksono, Wibowo; Kharisma, Lutfi

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Analisis keranjang pasar merupakan study tentang proses analisis untuk mencari sebuah aturan asosiasi dalam mencermati pola-pola pembelian konsumen pada setiap transaksi penjualan, pola-pola pembelian yang sudah di dapat dari pencarian dataset kemudian dapat digunakan untuk merencakan strategi penjualan seperti harga diskon jika membeli barang A dan B atau menunjukan tata letak pada barang yang ditemukan pada proses pencarian pola asosiasi yang menghasilkan aturan asosiasi, pola asosiasi sendiri memiliki beberapa metode untuk mencari aturan asosiasi dan yang sering dipakai dalam pencarian aturan asosiasi adalah Apriori dan FP-Growth dimana kedua metode ini menghasilkan aturan asosiasi dengan tingkat lift ratio yang tinggi dimana jika lift ratio bernilai >1 sudah dinyatakan valid sehingga semakin besar tingkat lift ratio pada aturan asosiasi yang ditemukan maka akan semakin kuat aturan asosiasi tersebut, pada penelitian ini penulis melakukan pencarian aturan asosiasi pada data penjualan epo store pada bulan November, Desember 2017 dan Januari 2018, dengan menggunakan dua metode pencarian asosiasi yaitu apriori dan FP-Growth untuk membandingkan metode mana yang lebih baik dalam pencarian aturan asosiasi serta untuk melakukan perencanaan penjualan berupa  tata letak dari metode yang memiliki tingkat lift ratio tertinggi.

Budiarso, Zuly; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi sistem dari sistem analog menjadi sistem digital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya sistem kendali didgital. Dengan berubahnya sistem kendali analog menjadi sistem kendali digital maka jenis perangkat yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem kendali juga berbahjuga berubah. Mikrokontroler adalah salah perangkat yang berfungsi sebagai perangkat utama dalam sistem kendali digital. Dengan mikrokontroler perancangan sistem kendali dapat dilakukan lebih efisien. Kemampuan mikrokontroler dalam sistem kendali dilengkapi dengan berbagai fitur penunjang, diantaranya prosessor, memory, A/D converter, analog/digital input/output dan beberapa kemampuan lain untuk mengolah data digital maupun analog. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang komputer, perangkat sistem kendali juga semakin berkembang dari mikrokokontroler beralih ke komputer. Hal ini disebabkan kebutuhan perangkat yang dapat mendukung fungsi sistem kendali itu sendiri. Sistem kendali dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang cukup rumit. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan tuntutan keadaan maka personal komputer merupakan perangkat alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti mikrokontroler. Raspberry Pi yang yang merpakan sebuah mini komputer Single Board Circuit merupakan pilihan yang dapat dilakukan auntuk menyelesaikan masalah sistem kendali. Secara umum spesifikasi teknis raspberry pi dapat mendukung sebuah sistem kendali dengan tingkat kesulitan tinggi. Fitur-fitur yang ada pada raspberry pi seperti memori, prosesor sudah dapat menyelesaikan masalah sistem kontrol. Perangkat I/O seperti USB, HDMI, dan kebutuhan daya yang kecil merupakan kelebihan dari raspberry. Selain itu raspberry juga dilengkapi dengan perangkat untuk komunikasis, yaitu Bluetooth dan wifi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa raspberry merupakan mini komputer yang dapat digunakan dalam sistem kendali. Dengan menggunakan sebuah program, raspberry dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat listrik seperti mematikan dan menghidupkan lampu dari jarak jauh, membuka dan menutup pintu, mengendalikan kamera dan berbagai macam peralatan listrik. Adanya bluetooth dan wifi memungkinkan raspberry dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui jaringan internet atau jaringan komputer lokal. Selain menggunakan perangkat nirkabel, raspbery juga dilengkapi dengan LAN Card. Sehingga untuk kemunikasi dengan raspbery dapat dilakukan melalui jaringan lokal. Dengan menggabungkan beberapa raspbery dalam sebuah jaringan lokal (LAN) terbentuklah sistem kendali berbasis jaringan komputer.

Cahyono, Taufiq Dwi; Hadikurniawati, Wiwien

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Penelitian ini mengusulkan model waterfall yang digunakan dalam pembuatan sistem pendukung keputusan multi attribute dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Model ini menyediakan kebutuhan pengguna dan kebutuhan perangkat lunak yang meliputi penganalisaan domain informasi, tingkah laku (behaviour), unjuk kerja (function) dan antarmuka. Penggunaan metode waterfall dapat menghasilkan perangkat lunak yang reliable dan bekerja secara efisien. Dari metode waterfall yang diusulkan dapat menghasilkan sebuah analisis kebutuhan atau persyaratan untuk menentukan atau memberikan gambaran umum bagi pengguna agar dapat membantu atau mendukung pencapaian sasaran pembuatan sistem yang meliputi kebutuhan data dan informasi, kebutuhan proses dan fungsi dan kebutuhan antarmuka atau interface.

Murti, Hari; Supriyanto, Edy; Sugiyamta, Sugiyamta

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Tujuan pemecahan masalah penjual atau wira niaga keliling (traveling salesman problem, TSP) adalah menentukan lintasan atau rute dengan total jarak atau biaya yang paling minimum. Penelitian ini berkenaan dengan proses optimalisasi pencarian alternatif lintasan atau rute pada masalah TSP. Penjual mencari rute atau lintasan untuk mengunjungi semua kota yang ada sebanyak satu kali kunjungan. Proses optimalisasi pencarian alternatif menggunakan algoritma backtracking. Terdapat lima buah kasus TSP yang akan digunakan yaitu TSP1 memiliki 4 buah kota dengan 6 lintasan (jalur), TSP2 memiliki 5 buah kota dengan 10 lintasan, TSP3 memiliki 6 buah kota dengan 15 lintasan, TSP4 memiliki 7 buah kota dengan 21 lintasan, dan TSP5 memiliki 8 buah kota dengan 28 lintasan. Dari hasil pengujian diperoleh algoritma runut-balik (backtracking) dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah alternatif lintasan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan total kombinasi alternatif lintasan. Semakin besar jumlah node (kota) dan jumlah lintasan (jalur) maka prosentase pengurangan variasi (alternatif) akan lintasan semakin besar.

Devie, Erviana; Winarno, Edy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Aplikasi Location Based Service (LBS) banyak dikembangkan karena mempunyai kemanfaatan yang sangat penting untuk berbagai hal, tak terkecuali untuk informasi kuliner. Dalam penelitian ini dibuat sebuah aplikasi kuliner dengan menggunakan metode location based service untuk mendapatkan suatu titik lokasi pada aplikasi, aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pengguna mengunjungi berbagai macam kuliner saat berkunjung ke yogyakarta dengan menampilkan estimasi jarak dari posisi awal penggguna ke tempat tujuan.  Penelitian ini memanfaatkan global positioning system pada perangkat android. Pada perancangan ini digunakan rumus haversine untuk menghitung jarak tempuh pengguna dari posisi awal menuju lokasi tujuan secara manual. Hasil dari pengujian yang dilakukan pada salah satu data menunjukan selisih dari jarak tempuh sebanyak ±40km.

Nurraharjo, Eddy; Budiarso, Zuly

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Gyroscope merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh modul GY-521, disamping kemampuan accelerometernya. Fokus pengamatan pada penelitian ini adalah upaya untuk membuat konsep antarmuka terhadap gyroscope-accelerometer dengan mengintegrasikannya bersamaan dengan modul Arduino UNO R3. Arduino menjadi inti dalam pemrosesan sinyal yang dihasilkan dari modul GY-521, dan diolah dengan formulasi sederhana menggunakan konsep segitiga siku-siku, unutk kemudian dihailkan data keluaran dengan simulasi menggunakan motor servo, sebagai indikasi pitch dan roll. Hasil penelitian ini adalah model komunikasi interaksi hasil perancangan antarmuka sistem yang diamati, dan mampu memberikan hasil pendekatan terhadap perubahan sudut dan respon motor servo terkendali dengan formulasi segitiga siku-siku dan batasan sudut 90 derajat sudut gerakan. Simulasi diberikan pada range sudut sebesar -90 hingga +90 derajat. Library yang terlibat dalah Wire.h, SPI.h dan Servo.h yang diperoleh dari internet.

Setiawan, Anton; Wibisono, Setyawan

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Untuk mendapatkan suatu informasi tentang bagaimana mendiagnosa penyakit dan hama pada tanaman mangga secara digital maka dibutuhkan suatu aplikasi dalam bentuk sistem pakar yang dapat mewakili seorang pakar yang ahli di bidangnya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tanaman mangga. Case Based Reasoning untuk mendiagnosa penyakit dan hama tanaman mangga menggunakan algoritma similaritas Sorgenfrei adalah sebuah sistem pakar yang dapat sebagai alat bantu untuk melakukan konsultasi tentang penyakit dan hama tanaman mangga. Untuk mengimplementasikan Case Based Reasoning diperlukan empat tahapan proses yaitu retrieve, reuse, revise, dan retain. Sistem yang telah memberikan hasil dari perhitungan dengan nilai paling tinggi yang akan dijadikan solusi penyakit dan hama tanaman mangga. Pada proses revise, sistem akan meninjau kembali hasil perhitungan penyakit tanaman mangga. Jika hasil tersebut kurang atau sama dengan 20 persen, maka sistem tidak akan memberikan solusi penyakit tanaman mangga, dikarenakan informasi berupa penyakit yang tidak memenuhi syarat akan masuk ke dalam tabel revise yang selanjutnya akan diperbaiki kembali oleh pakar untuk menemukan solusi yang tepat. Setelah proses revise selesai dan sudah ditemukan solusi yang benar-benar tepat barulah pakar mulai menambah aturan dengan memasukan data kasus baru yang sudah ditemukan solusinya proses inilah yang dinamakan dengan proses retain.

Budiarso, Zuly; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Permainan telah merambah berbagai usia, mulai dari usia muda hingga dewasa. Permainan merupakan salah satu mediasi perantara dalam olah tubuh, baik fikiran maupun fisik, bahkan sudah merambah kombinasi keduanya. Berbagai jenis permainan telah banyak dikembangkan diantaranya permainan berbasis perangkat komputer, perangkat gawai, hingga olahraga. Pada implementasi permainan khususnya pada olahraga bisa dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan suasana. Pada kesempatan ini tim mencoba melakukan rancang bangun perangkat permainan guna mendukung dan melatih ketangkasan penggunanya. Perangkat berbasis mikrokontroler ini menggunakan modul Arduino Nano sebagai pengolah utamanya, dan menempatkan algoritma pengacakan secara otomatis dengan menggunakan visualisasi berupa LED. Masukan sistem berupa respon yang dihasilkan dari sensor penghalang inframerah. Algoritma pengacakan akan melakukan visualisasi secara acak dan beragam, setelah memperoleh respon dari penggunanya. Simulator sistem permainan ini terdiri dari 7 kombinasi masukan sensor penghalang inframerah dan 7 keluaran visualnya. Sistem telah berhasil merespon secara realtime dan algoritma pengacakan dapat menghasilkan keragaman visualisasi luarannya sesuia dengan yang diharapkan.

Purnama, Andi; Rochmani, Rochmani

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Chicken Ranch venture is a business that is environmentally friendly and efficient, the management of maintenance, cage, and the handling of waste should always be considered. But the farm that stood in the village of Wonosobo Mojotengah Candirejo not in accordance with the applicable rules on the farm, a location close to settlements and ignore the handling of waste and effort. .This Method approach used in this study is the sociological juridical approach. To approach the problem in this study the author uses descriptive analytical research specifications. The collection of data through primary data and secondary data. Methods of presenting data in research conducted in a descriptive way. The analysis used in this thesis is qualitative. The results showed that (1) Overview of the Business Environment Poultry in the village of Wonosobo Mojotengah Candirejo terms of Environmental Aspects, regulated by Law No. Law No. 41 of 2014 concerning Animal Husbandry and Animal Health and Licensing Guidance And Business Registration Ranch, which states that the livestock company and certain parties who seek cattle to scale certain businesses are obliged to follow the procedures for aquaculture animals is not well with disturbing public order in accordance with the guidelines set by the minister in addition to the licensing process must be approved by the farm community about the location where the livestock business to be established. (2) An environmental impact arising from the chicken farm that is a negative impact in the form of environmental pollution, odor, chicken health while the positive impact chicken farm can boost the empowerment of local communities. Thus in maintaining farm Candirejo Mojotengah Wonosobo should implement procedures Efforts Environmental Sustainability and Environmental Monitoring Effort (UKL / UPL) if the procedure Efforts Environmental Sustainability and Environmental Monitoring Effort (UKL / UPL) is not implemented then it will be penalized environmental law in this case will be in wear business license revoked.

Megawati, Wenny

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat khususnya para pelaku usaha yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat dalam bidang ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Tindak pidana Metrologi Legal sangat banyak dilakukan oleh para pelaku usaha disekita kita, mungkin para masyarakat tidak menyadarinya. Hal ini dikarenakan banyak dari masyarakat kurang teliti dalam membeli suatu barang. Hal mendasar yang menyebabkan sulitnya memberantas metrologi legal adalah karena metrologi legal merupakan perbuatan yang jarang disadari oleh masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu adanya kebijakan hukum pidana yang tegas mengatur dan menegakkan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal perlu diwujudkan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam membuat tesis ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan cara melalukan studi kepustakaan dengan cara pengamatan kepustakaan, data sekunder yang kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisis dengan memberikan kesimpulan. Menurut hasil penelitian penulis, Kebijakan hukum pidana yang diterapkan dalam rangka penanggulangan tindak pidana metrologi legal diatur dan dirumuskan dalam ketentuan perundang-undangan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981, namun mengenai ancaman pidana yang dikenakan adalah pidana pokok, yakni pidana penjara dan denda, pidana tambahan berupa perampasan hasil kejahatan dan atau alat-alat untuk melakukan kejahata, ganti rugi serta sanksi tata tertib. Kebijakan hukum tindak pidana metrologi legal dan penerapan sanksinya dirasakan tidak memenuhi aspek kepastian dan keadilan. Hal ini terlihat masih banyaknya kasus-kasus yang terjadi mengenai perbuatan curang yang dilakukan oleh pelaku usaha.Dalam prakteknya proses penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal sangat lemah. Salah satu faktor lemahnya penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologI legal ditandai dengan penanganannya yang tidak integral (menyeluruh). Selain itu banyak faktor yang menyebabkan lemahnya penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam penegakkan hukum.

Varren, Shantika Afny; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ini mendasari adanya TAPMPR NO IX TAHUN 2001 pasal 5 huruf J mengakui dan menghormati hak masyarakat hukum adat dan keragaman budaya bangsa atas sumberdaya agraria dan sumber daya alam, sesuai dengan prinsip-prinsip Pembaruan agrarian dan pengelolaan sumber daya alam. Keberadaan  tanah timbul ini juga mengacu pada PP Nomor 16 tahun 2004 tentang penggunaan tanah. Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Aspek hukum Hak Penguasaan dan Pendaftaran Tanah Timbul sesuai dengan Pasal 33 ayat 3Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penggunaan Tanah, pada penjelasan Pasal 12, memberikan definisi Tanah timbul sebagai daratan yang terbentuk secara alami dan buatan karena proses sedimentasi sungai, danau, pantai dan atau pulau timbul, serta penguasaan tanahnya dikuasai Negara sebagai aturan yang terbaru maka hal ini pun berakibat pada kejelasan status tanah dan pendaftaran tanah timbul di BPN Kabupaten Tegal. Penguasaan Tanah timbul oleh masyarakat pesisir pada RW I RT 05 secara adat diakui oleh seluruh masyarakat desa Kramat yang lain. Disamping itu juga Pemerintah Desa mengakui tanah timbul tersebut dikuasai oleh masyarakat pesisir RW I RT 05 sesuai dengan letaknya.Penguasaan tanah timbul oleh masyarakat pesisir yang digunakan untuk pertanian melati melalui proses truka ( olah lahan ) belum optimal hal ini disebabkan keragu-raguan kejelasan  status lahan, walaupun secara hukum adat diakui, akan tetapi secara aspek hukum yang lain belum diakui baik yuridis maupun kebijakan pemerintah daerah. Maka dalam penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat pesisir perlu adanya pengakuan Hak penguasaan Tanah Timbul baik oleh Pemerintah desa, Pemerintah daerah maupun BPN. Faktor yang mendorong dilkukannya Pendaftaran tanah timbul oleh masyarakat pesisir yaitu dari aspek hukumnyaagar memperoleh kejelasan status lahan sehingga dalam pemanfaatannya masyarakat tidak ragu, ari aspek ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan dari aspek budayaagar tetap mempertahankan budaya culture cognitive (hukum adat). Agar keberadaan Tanah Timbul yang dikuasai masyarakat pesisir sesuai dengan yang diharapkan, yakni kejelasan status Tanah timbul sampai adanya Sertikat Hak Milik, maka perlu adanya kebijakan lokal dari pemerintah desa tentang penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat RW I RT 05 untuk pertanian melati sebagai potensi lokal dan keunggulaan komparatif kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Komisi I DPRD terkait dengan bidang Hukum dan Pertanahan. Selanjutnya Pemerintah Daerah mengevaluasi tentang RTRW Pantura sebagai Kawasan Industri, terkait letak Tanah Timbul yang digunakan untuk potensi lokal sebagai keunggulan komparatif berada di wilayah Pantura. Pemerintah Daerah dalam hal ini DPRD Komisi I perlu memberikan ruang hijau dan kejelasan status lahan dengan prinsip -prinsip Reforma Agraria sesuai TAP MPR NO IX TAHUN 2001 sehingga ada keberlanjutan proses regulasi Pemerintah Daerah kepada Badan Pertanahan Nasional. Badan Pertanahan Nasional dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Daerah terkait dengan RTRW dan Sertifikasi Tanah Timbul juga berpedoman pada PMA NO 14 TH 1961 Tentang Permintaan dan Pemberian Izin Pemindahan Hak atas Tanah dan PP NO. 24 TH 1997 tentangPendaftaran Tanah. Sehingga Aspek Hukum Penguasaan Tanah Timbul oleh Masyarakat pesisir untuk pertanian melati menjadi jelas sampai adanya Sertikat Hak Milik untuk pertanian bagi Masyarakat pesisir.

Adiprana, Prasthingsun; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Negara Indonesia adalah negara hukum yang berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Negara dalam menjalankan kegiatan kenegaraan berdasarkan hukum yang berlaku, kegiatan kenegaraan memiliki fungsi dan tujuan untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Indonesia, jika ada rakyat Indonesia yang belum sejahtera dan makmur maka dalam hal ini yang bertanggung jawab penuh adalah Negara, sejauh mana negara melaksanakan kewajiban untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dalam Pasal 1 ayat (2) pengertian “Tenaga Kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan / atau jasa baik untuk pemenuhan kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat”

Suliantoro, Adi; Andraini, Fitika; UN, RR Dewi Handayani; Pratama, Alif Candra

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Intellectual Property Rights for Batik Semarang still not as expected. Though the existence of Batik Semarang has existed since the Dutch colonial era around the 19th century and the motive is not inferior to other batik. Supposedly IPR can be applied to protect Batik Semarang, especially is The Copyright. The issue is What is the Copyright can be used to protect and preserve Batik Semarang? If ok what is the problem of it that can not apply its IPR, especially for  Copyright. The conclusions is: Copyright can be applied to art / motive. The obstacles are the traditional motif is already a Public Domain, shall have the novelty of novation, Batik Semarang is not widely known and less desirable both from employers and community batik Semarang. Suggested communities often use Batik Semarang by requiring students to use Batik Semarang.

Kiswari, Indri Duwi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pencemaran lingkungan hidup tidak hanya berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang namun juga akan mengancam kelangsungan hidupnya kelak. Timbulnya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan dapat berkembang menjadi sengketa lingkungan, apabila salah satu pihak penderita atau korban merasa dirugikan karena adanya pencemaran dan atau perusakan lingkungan.Penjelasan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2011 sudah memuat kriteria ganti rugi bagi korban dampak lingkungan, namun pelaksanaannya belum dilakukan sesuai dengan peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskankriteria ganti rugi terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup, kelayakan ganti rugi yang diberikan kepada korban akibat pencemaran lingkungan hidup dan hambatan dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis.Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori – teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum yang menyangkut permasalahan tersebut.Metode analisis data menggunakan cara deskriptif kualitatif Kriteria ganti rugi untuk korban akibat pencemaran lingkungan hidup pengaturannya didasarkan pada perubahan nilai property sebelum dan sesudah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan, metode penghitungan aset masyarakat, penghitungan biaya tambahan dan biaya pencegahan, hilangnya pendapatan, adanya perubahan aktifitas dan pendapatan akibat adanya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan dan biaya sakit. Ganti rugi dianggap layak jikapencemar selain membayar ganti rugi yang disepakati juga wajib memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan).Hambatan yang muncul dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup antara lain adalah minimnya sumber daya manusia yang ada sesuai bidang seperti ahli dalam penghitungan ganti rugi lingkungan. Selain itu masyarakat lebih senang menyelesaikan sendiri dengan pihak pencemar dan enggannya DLH dalam menentukan aspek ganti rugi seperti dalam peraturan menteri lingkungan hidup mengenai ganti rugi

Ni Made Sri Muryani; Komang Agus Jerry Widyanata; I Wayan Warditha

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Aging is a process of disappearing slowly the ability of the network to repair, replace itself and maintain its normal structure and function. In an effort to improve the health of the elderly effectively, it needs to be supported by adequate human resource skills where one of them is an elderly Posyandu cadre. After training for elderly cadres and posyandu and elderly gymnastics, it is expected that the performance of the elderly posyandu cadres can be optimized so that they can provide better health services to the elderly. Method: This activity uses the Community Empowering approach with the method of lecturing, discussion and demonstration and this activity is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Result: The formation of elderly cadres, increasing knowledge of the elderly, elderly posyandu and the implementation of elderly gymnastics. Conclusion: Training of elderly posyandu cadres and elderly gymnastics has been carried out well in the form of selection of elderly cadres, implementation of elderly posyandu, andelderly gymnastics through the provision of materials and training for elderly posyandu. It is expected that Puskesmas officers will always supervise and evaluate the elderly posyandu activities in Guwang Village, so that the elderly was monitored for their health conditions.

Komang Agus Jerry Widyanata; I Made Sukma Wijaya; Kurniasih Widayati

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Every two minutes one person dies of cardiac arrest. death rates can  be prevented if the victim gets immediate assistance, if someone who is trained in pulmonary cardiac resuscitation (CPR) provides basic life support until medical assistance takes over. Basic life support can be done by anyone and anywhere as soon as possible at the beginning of the occurrence of cardiac arrest to increase survival. This activity aims to provided health education to the community so that they can know and demonstrate how to provide basic life support in cases of cardiac arrest. Methods: Health education uses the lecture method of discussion accompanied by demonstration with power point media which is assisted with LCD and projector for 30 minutes then followed by demonstration using CPR manikin(Cardiopulmonary Resuscitation) for 10 minutes. A sample size of 30 people in Br. Tek-Tek, Desa Peguyangan, Denpasar Utara with accidental sampling technique. Results: The minimum results achieved are 80% at the point of practicing how to provide pulmonary heart resuscitation and a value of 100% is at 2 points of each evaluation which mentions the meaning of basic life support and mentions the steps of basic life support, while for indications and contraindications from basic life support 90% of participants were able to mention it. Conclusion: Health education program activities and demonstrations about basic life support that have been implemented are very useful to increase knowledge and are expected to be able to practice and provide first aid in cases of respiratory arrest and cardiac arrest.