Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 901-920 of 976

Analytics

Loriska Meliana Br Sinaga; Maria Gregoryance Purba; Safrida Warni; Saida Putri Mei Purba; Siti Nurhaliza +3 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Pendidikan merupakan proses dimana siswa menerima pengetahuan yang akan bermanfaat untuk dirinya sendiri. Aktivitas pendidikan berjalan karena adanya peserta didik dan pendidik. Aktivitas belajar dalam proses pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh oleh peserta didik supaya dapat mendapatkan pemahamannya sendiri. Biologi adalah sebagai bagian dari sains yang merupakan pondasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Solusi untuk terwujudnya pembelajaran yang kritis dan bisa memecahkan masalah dalam keseharian siswa yaitu dibutuhkan model pembelajaran yang berbasis pembelajaran penemuan. Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga dapat menemukan sendiri, sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku. Dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, pembelajaran akan lebih efektif karena pembelajaran ini tidak terfokus dan mengacu pada guru tetapi juga terfokus kepada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelasnya sendiri, melalui refleksi diri dalam rangka memecahkan masalah sampai masalah itu terpecahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari cara belajar serta perbaikan dan penyempurnaan dari siklus sebelumnya. Dimana proses observasi mengalami peningkatan antara siklus 1 dan siklus 2.

Maria Best Napitupulu; Jenifer Grace Malau; Cintia Tryana Damanik; Surya Ningsih Simanjuntak; Maria Widiastuti

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Anak berkebutuhan khusus adalah kata lain dari anak luar biasa. Anak berkebutuhan khusus memiliki kelainan khusus. Anak berkebutuhan khusus Tunagrahita merupakan anak yang memiliki keterbatasan secara mental, kelemahan berfikir dan memiliki IQ sama atau lebih rendah atau dibawah rata-rata dari anak normal yang menghambat segala aktivitas kehidupan nya, sehingga saat melakukan proses pembelajaran, anak berkebutuhan khusus Tunagrahita sulit untuk berfikir dan mengikuti proses pembelajaran dalam belajar disekolah. Mental yang kurang, karakter yang seperti anak-anak yang tidak normal.

Monika Simanjuntak; Nancy Apriany; Raino Hutauruk; Rina Manurung; Maria Widiastuti

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Tujuan penelitian ini adalah agar guru dapat memahami dan menggunakan media untuk mengajar di SLB Siborong borong. Media yang digunakan sangat penting terlebih pada sekolah luar biasa. Melalui tulisan ini, mereka dapat mengerti bahwa media yang digunakan dapat meningkatkan motivasi belajar dan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  berupa studi literatur dimana penulis menyajikan dan membahas penggunaan media pembelajaran.

Irma Farida Batu Bara; Enjelina; Sri Rezeki Jelita Rajagukguk; Jeni Trimaya Lumban Toruan; Juni Hastuti Harianja +1 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Pertumbuhan, perkembangan dan pematangan bukanlah hal yang sama. Pertumbuhan berarti ada peningkatan dalam kuantitas, seperti tinggi dan berat badan. Suatu perubahan yang berkaitan dengan masalah kualitas, bukan sekedar perubahan dan kuantitas. Contohnya, keterampilan baru atau kemampuan yang berkembang. Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan anak, peran orang tua dalam pengasuh dan Pendidikan anak.

Grace Dewi Auci Silalahi; Indah Purnama Sari Dalimunthe; Sari Utami; Yosua Steven Malau

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Abstrak Terciptanya suatu hasil belajar yang baik pada siswa diantaranya pencapaian tiga aspek kompetensi seperti pengetahuan, keterampilan dan sikap merupakan tujuan dari suatu kegiatan pembelajaran dimana hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor diantaranya faktor internal dan eksternal. Dengan adanya penerapan model pembelajaran yang menyenangkan diharapkan dapat membantu siswa dalam memperoleh keterampilan, nilai, cara berfikir, dan cara mengekspresikan diri mereka sendiri. Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Teams Games Tournament, dengan subjek penelitian siswa/I kelas XI P 5 dengan jumlah siswa 35 orang. Materi pelajaran biologi yang akan dibawakan adalah fotosintesis yang didukung dengan modul belajar. Adapun tahap pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang bertujuan untuk mengoptimalkan hasil penelitian dan merancang kegiatan penerapan model pembelajaran dalam kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, tes kognitif, dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang diperoleh dari beberapa cara yaitu reduksi, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat dipastikan bahwa sebagian besar siswa merasa sangat terbantu dengan adanya penerapan model pembelajaran Cooperative tipe Teams Games Tournament untuk meningkatkan hasil belajar dan kerjasama tim pada pembelajaran Biologi terutama pada materi Fotosintesis.

Simamora, Dame Fitri; Kurnia Novita Harianja; Ellida Lusiva Hasugian; Friskila Septiani Sitanggang; Hasni Oktaria Ningsih +2 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Abstrak Seluruh makhluk ciptaan Tuhan sudah tercipta dengan keunikannya masing-masing. Ada anak-anak yang memiliki kebutuhan hidup yang sangat cukup, adapula yang serba kekurangan. Demikian juga dengan kebutuhan hidup anak, ada anak yang hidup dengan kebutuhan yang khusus. Tulisan ini membahas tentang bagaimana membina anak berkebutuhan khusus yang terkhususnya anak tuna grahita. Perlunya dilakukan pembinaan dengan cara yang berbeda dari pembinaan kepada anak normal. Dalam tulisan ini penulis mengambil sumber dari berbagai artikel jurnal. Adapun metode yang ditetapkan dalam tulisan ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan.

Nurul Huda; Habibah

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Pendidikan agama Islam tidak hanya didapatkan secara formal namun Pendidikan Agama Islam dapat melalui animasi, seperti animasi Nussa dan Rara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui materi Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam animasi Nussa dan Rara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data primer yaitu channel youtube Nussa Official dan sumber data sekunder yaitu buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan agama Islam dalam animasi Nussa dan Rara mengandung materi akidah akhlak, fiqih, alquran hadis dan sejarah kebudayaan Islam. Adapun kandungan tersebut yaitu: pertama, materi alquran hadis yang meliputi Q.S. al-A'raf ayat 54 dan 199, Q.S. al-Baqarah ayat 125, hadis bukhari dan hadis riwayat at-Tirmidzi. Kedua, materi akidah akhlak meliputi rukun iman, akhlak terpuji, asmaul husna, adab menguap, adab bersendawa dan berbakti kepada orang tua. Ketiga, materi fiqh yaitu salat, haji dan puasa. Keempat, materi sejarah kebudayaan Islam yaitu asal mula ka'bah, maqam Ibrahim, hijir Ismail dan hajar aswad. Animasi ini sejalan dengan Undang-Undang RI No. 33 tahun 2009 pasal 3 dan 4 tentang perfilman bahkan dapat dijadikan sumber dan media belajar yang efektif dan efisien di dalam proses pembelajaran

Simamora, Dame Fitri; Hartati Sepriani Gultom; Jansen Surya Aruan; Sartika Afrida Padang; Surya Ningsih Simanjuntak +2 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Gereja terpanggil untuk melayani setiap manusia dan dalam pelayanannya hendaklah gereja memahami tugas panggilannya dengan benar. Ada beberapa tugas panggilan gereja, salah satunya adalah diakonia yang transformatif yang dimana dalam pelayanan ini gereja mengkaji masalah-masalah yang ditemukan oleh jemaatnya pada masa sekarang khususnya dibidang ekonomi yang dihadapkan pada zaman yang semakin canggih akan teknologi yang mengakibatkan semakin berkurangnya lapangan pekerjaan yang digantikan oleh teknologi. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode studi kepustakaan dimana penulis membaur ulang kembali isi tulisan yang relevan dengan topik baik yang bersumber dari buku maupun artikel ilmiah. Hasil dan pembahasan dalam tulisan ini adalah bahwa gereja bukan hanya terpanggil untuk membuat orang lain semakin dekat kepada Tuhan akan tetapi gereja juga terpanggil untuk melayani setiap manusia untuk memiliki potensi maupun keterampilan untuk membantu keadaan ekonomi dari setiap manusia yaitu dengan pelayanan yang transformatif  yang dapat dilakukan oleh gereja dengan membuat pelatihan kepada jemaat untuk membuka usaha kecil (mikro) yang dapat membantu perkembangan ekonomi dari jemaat gereja.

Marbun, Ernauli Maharani; Lisdayani Simamora; Lydia Nivea I. P. Silaban; Marice Simamora; Maria Widiastuti M.Pd.K

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Contextual Teaching and Learning di SMAN 2 Kampung Rakyat . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data diawali dengan pengkodean, transkripsi dan reduksi. Hasil akhir dari analisis data tersebut mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaran PAK dengan pendekatan kontekstual yang dilaksanakan di SMAN 2 Kampung Rakyat dilaksanakan sesuai dengan komponen utama pendekatan kontekstual, meliputi: konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian yang autentik. Di samping sesuai dengan komponen utama, kegiatan pembelajaran PAK dengan menggunakan pendekatan kontekstual memiliki efektivitas yang tinggi dalam menunjang prestasi akademik peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap aplikasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Susi Antaria Silalahi; Silvia Ningsih; Samuel Pardede; Swardi Silitonga; Maria Widiastuti,M.Pd.K

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Remaja pada umumnya membutuhkan interaksi mutual dengan teman sebaya. Semakin banyak interaksi yang dilakukan semakin terbentuk pula kematangan sosial pada diri remaja. Kematangan sosial dapat dibentuk melalui pendidikan. Terdapat tiga jalur pendidikan di Indonesia salah satunya adalah pendidikan informal, seperti homeschooling. Homeschooling merupakan salah satu model belajar bagi anak dan merupakan pendidikan pilihan yang diselenggarakan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematangan sosial pada remaja yang sedang menjalani homeschooling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Partisipan penelitian berjumlah 1 orang yaitu remaja yang sedang menjalani homeschooling, dan 3 informan yaitu orang tua, guru sewaktu SD, dan teman yang bersedia menjadi partisipan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian kematangan sosial pada partisipan tergambarkan dari konsep diri yang positif, self-direction yang bagus, kemandirian dalam belajar dimana partisipan sendiri yang memutuskan untuk homeschooling dengan berbagai pertimbangan di usianya pada saat itu.

Ristati Marpaung; Sarah Sirait; Septina Rumiris Sitorus; Septina Silaen; Windy Yohana Tambunan +1 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Usia anak sekolah merupakan usia anak banyak menerima hal-hal baru didalam hidupnya maupun didalam tumbuh kembangnya. Banyak yang dialami anak pada masa tumbuhnya mulai dari perkembangan fisik sampai ke perkembangan psikologi.PAK atau Pendidikan agama Kristen juga berdampak pada perkembangan anak usia sekolah. Perkembangan usia anak sekolah juga berbeda tiap individunya, itu semua dikarenakan beberapa faktor yang didapat oleh anak. Faktor yang mendukung salah satu asupan gizi dan juga faktor gen atau faktor keturunan.  Perkembangan yang dialami oleh anak usia sekolah mulai dari perkembangan kognitif, perkembangan psikososialnya, perkembangan moral anak, perkembangan fisik dan motoric anak. Oleh sebab itulah anak usia sekolah harus dicukupi asupan gizi yang baik untuk mendukung semua faktor perkembangan-perkembangan anak usia sekolah.

Masrifah, Imas; Siskha Putri Sayekti; Mahesya Az-zahra Andryannisa; Hyifa Mufida

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

The purpose of writing this journal is to find out the extent of the effectiveness of the socio-emotional approach method in learning SKI class VII at the MTs Al-Hidayah Cinangka school in Depok. In writing this journal, it is hoped that learning using socio-emotional methods in schools in order to create a comfortable learning atmosphere, can have a sense of responsibility to the classroom and social environment so that a positive relationship is established between SKI teachers and students. The research methods used are qualitative methods with a type of case study approach, data analysis using observation and interviews, documentation. The results showed that the authors found that children's socio-emotional growth and development, namely: 1) 1) the strategy of classroom management skills in MTs Al-Hidayah Cinangka through student arrangements and facility arrangements, in conclusion the strategy of classroom management skills in SKI learning at Mts Al-Hidayah Cinangka has been implemented well, but it needs to be improved again by the teacher, namely the student arrangement because there are still several factors that have not run in accordance with the goals of the school, 2) Barriers originating from the physical environment (facilities) related to limited learning media so that the efforts made can alternate with other classes.

Cintia Tryana Damanik; Enjelina; Rahmat Simbolon; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Agar peserta didik dapat secara efektif menumbuhkan kemampuannya untuk memiliki kekuatan, ketenangan, karakter, wawasan dunia lain, orang-orang terhormat, dan kemampuan yang dibutuhkan tanpa orang lain, masyarakat, dan negara, pendidikan adalah proses sadar dan teratur. Untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia, profesionalisme guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dan signifikan. Tanggung jawab utama para profesional pendidikan yang dikenal sebagai guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dari sekolah dasar hingga pendidikan menengah. Karena pendidikan di Indonesia saat ini tertinggal dari negara lain, maka diharapkan tenaga pendidik yang terampil dapat memajukan pendidikan di Indonesia. Akibatnya, seorang instruktur profesional harus mampu mengajar siswa dan memajukan pendidikan di Indonesia. Dalam mencapai tujuan pendidikan, pendidik yang terampil memainkan peran penting dan pasti.

Hartati Sepriani Gultom; Jansen Surya Aruan; Serru Tumangger; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Hubungan sekolah dan masyarakat adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dan saling mempengaruhi  satu  dengan  yang lainnya dengan  adanya proses  komunikasi  antara sekolah dan masyarakat maka dapat memberikan kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat yang didalamnya saling berkolerasi untuk satu tujuan yaitu untuk meningkatkan kemajuan Pendidikan bagi peserta didik(siswa). Guru merupakan faktor utama dalam kegiatan Hubungan sekolah dan masyarakat di sekolah.Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam kegiatan husemasnya ini yaitu : Membantu sekolah dalam menerapkan teknik husemas, menjadikan dirinya lebih baik di masyarakat dan  dalam  melaksanakan  semuanya  itu  guru harus melaksanakan  kode etiknya  yang kita kenal dengan  (kode etik  guru). Hubungan  sekolah  dan  masyarakat mencakup beberapa bidang yaitu: hubungan edukatif, hubungan kultural,serta hubungan institusional.adanya hubungan sekolah dan masyarakat ini bertujuan supaya sekolah mengalami perubahan dengan proses belajar yang inovatif,yaitu belajar secara antisipatoris dan partisipatoris.sehingga setelah mereka dewasa dilingkungan manapun mereka ditempatkan dapat menjadi pelaku perubahan untuk kemajuan Pendidikan.

Tiarma Fitri Malau; Yesika Lumiam Sinaga; Rut Lumayan Silitonga; Sartika Afrida Padang; Hartati Sepriani Gultom +1 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Perilaku agresif berbahaya jika mengakibatkan kerugian fisik atau psikologis yang disengaja pada orang lain. Remaja yang berhasil menyelesaikan aktivitas perkembangan akan berada dalam kondisi penyesuaian sosial yang menguntungkan selama sisa hidupnya. Namun, jika pemuda gagal dalam proses pertumbuhan, mereka berisiko melakukan kejahatan dan menjadi lebih sewenang-wenang dalam kekuasaan mereka atas orang lain. Anak-anak terlibat dalam cara yang sering mengakibatkan perilaku agresif, baik secara individu maupun kolektif. Berkelahi, membentuk konvoi di jalan untuk menghalangi lalu lintas, membolos, dan menggunakan bahasa yang tidak menyenangkan seperti umpatan, hinaan, dan ejekan adalah contoh perilaku agresif yang umum di kalangan siswa.Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif dengan studi kasus dengan melakukan observasi.Hasil pembahasan penelitian ini adalah terdapat peserta didik yang memiliki  perilaku yang Agresif yaitu Agresif fisik dan Agresif Verbal dan dipengaruhi dari faktor Eksternal dan Internal maka dilakukan bentuk penanganan yang bisa dilakukan oleh peneliti.

Henni Jannimar Sonya Sitompul; Gilbert Pakpahan; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Lembaga pendidikan sangat membutuhkan pemimpin untuk menjalan suatu visi dan misinya. Kepemimpinan pendidikan penting untuk dikembangkan agar tidak menjadi pemimpin yang tidak mau mengikuti perubahan zaman sehingga perlu adanya pengembangan pola terhadap kepemimpinan pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Pengambilan data yaitu dengan mencari data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, atau website yang tersedia dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki fungsi utama yaitu manajer dan administrator. Pola pengembangan kepemimpinan pendidikan terdapat empat kategori yaitu Pola Otoriter yang memeras, Pola Otoriter yang baik, Konsultatif, dan Partisipatif. Kepemimpinan pendidikan yang menjadi seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yang mau untuk berubah dan berkembang seiring berkembangnya zaman.

Desy Putriany Br. Sihombing; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Kurikulum adalah kumpulan rencana dan kesepakatan yang menguraikan tujuan, materi pelajaran, dan sumber belajar serta strategi pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Merencanakan kurikulum melibatkan penentuan kesempatan belajar yang paling baik membantu siswa mengubah perilaku mereka dan menentukan sejauh mana perubahan tersebut telah terjadi pada siswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Pengambilan data yaitu dengan mencari data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, atau website yang tersedia dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma dan perencanaan kurikulum memiliki banyak model perencanaan. Selain itu, terdapat tahapan – tahapan perencaan kurikulum antara lain adalah Memperkirakan, merumuskan tujuan, kebijakan, langkah – langkah, pemograman, menjadwalkan, serta pembiayaan.

Ruth Silitonga; Rahmat Simbolon; Novita Sinaga; Wina Sitorus; Hesti Yulianti +2 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Dewasa ini, warga gereja Tuhan semakin terus-menerus diperhadapkan dengan maraknya kemajuan teknologi yang memicu warga gereja untuk mengenal perkembangan teknologi. Oleh karenanya gereja perlu melihat bagaimana bersikap di dalam pelayanan pemuridan bagi warga gereja dengan memanfaatkan peranan dari media digital. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka yang bertujuan untuk  mengarahkan dan membimbing warga gereja agar dapat menjadi warga gereja yang dewasa Rohani dalam menggunakan sosial media guna mendukung pelayanan misi di era revolusi industri 4.0. Sebab dari beberapa penelitian yang dijumpai ternyata masih ada beberapa pengguna media digital yang tidak bijak dalam bersosial media.

Erni Ropidianti Sianturi; Fenti Aprianty Simangunsong; Erni Yusrian Zebua; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Kurikulum adalah suatu sistem dengan bagian-bagian yang saling berhubungan dan mendukung satu sama lain. Suatu lembaga pendidikan sangat familiar dengan kurikulum. Kurikulum dari waktu ke waktu mengalami perubahan – perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kurikulum pendidikan perlu adanya penilaian atau evaluasi agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan serta menjadi lebih baik untuk kedepannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Pengambilan data yaitu dengan mencari data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, atau website yang tersedia dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan adalah suatu fungsi administratif dimana setiap administrator memastikan bahwa apa yang dilakukan sesuai dengan yang diinginkan sedangkan evaluasi kurikulum adalah suatu kegiatan penilaian atau perbaikan. Dalam pelaksanaan evaluasi kurikulum memiliki banyak tujuan, manfaat serta model – model evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum penting untuk dilaksanakan sebagai bentuk upaya perbaikan dan pembaharuan kurikulum dalam pendidikan.

Okta Velin Sihotang; Rame Febrianti Simanullang; Maria Widiastuti

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Tujuan penelitian ini adalah agar anak milenial yang membutuhkan pertolongan pembinaan mendapatkannya dari program pembinaan rohani yang dilakukan oleh warga gereja itu sendiri. Melalui program ini, mereka dapat beribadah dan mendapatkan bimbingan roh Kudus melalui sejumlah pengalaman belajar yang dilaksanakan gereja, sehingga dalam diri mereka dihasilkan pertumbuhan rohani yang bersinambung yang dieja semakin mendalam melalui pengabdian diri kepada Allah Bapa Tuhan Yesus Kristus berupa tindakan-tindakan kasih terhadap sesamanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  berupa studi literatur dimana penulis menyajikan dan membahas dalam melaksanakan pembinaan warga gereja bagi generasi milenial.