Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 673

Analytics

Khairulnisa, Ratu; Nastia, Gina Indah Permata

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Ketidakmerataan distribusi bantuan pendidikan masih menjadi masalah dalam pembangunan sosial di Indonesia. Kesenjangan akses pendidikan tinggi terjadi antara mahasiswa dari keluarga mampu dan kurang mampu. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan bantuan pendidikan serta ketepatan sasaran penyalurannya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dari berbagai sumber ilmiah terkait kesejahteraan sosial dan bantuan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bantuan pendidikan belum sepenuhnya tepat sasaran akibat data ekonomi yang kurang akurat, lemahnya verifikasi penerima, dan kurangnya koordinasi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem distribusi, penggunaan data yang valid, serta pengawasan yang lebih efektif agar bantuan pendidikan tersalurkan secara adil dan merata.

Rizqullah, Muhammad Syafiq; Aprilia, Eka

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Artikel ini membahas transformasi makna hijab di kalangan mahasiswi ISBI Bandung dalam konteks masyarakat urban modern. Permasalahan penelitian berfokus pada faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaan hijab serta pergeseran maknanya dari simbol religius menjadi simbol sosial dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa praktik berhijab dipengaruhi oleh dorongan religius, lingkungan keluarga, tuntutan sosial, serta media sosial, yang kemudian dinegosiasikan dengan kebutuhan estetika dan aktivitas akademik seni. Penelitian ini mengungkap bahwa hijab dimaknai secara fleksibel sebagai identitas religius sekaligus ekspresi budaya dalam kehidupan mahasiswi seni.

Putri, Nabila Anisa; Hikmawati, Sholihatul Atik; Azka, Karina Milatu; Khotimah, Siti Nur Khusnul; Azizah, Farkhatun

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

This study aims to analyze digital delegation as a strategy for women's empowerment to minimize early pregnancy in urban Indonesia. Using a qualitative approach to case studies, data were collected through unstructured interviews, participatory observations, and document analysis, and then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study show that digital delegation is able to transform early pregnancy prevention from a conventional approach to a participatory one. Three key effective models include digital peer mentoring, health literacy micro-learning, and encrypted referral systems that connect adolescents with health services and training. This model encourages young women to become active and critical agents. Participants' responses were seen in cognitive, emotional, and behavioral aspects. The effectiveness of the strategy depends on the integration of empathetic content, institutional support, and ongoing mentoring. This research offers an evidence-based operational framework for contextual, scalable, and sustainable adaptive policies.

Syukri, Muhammad; Noruzzaini, Annis; Herliah, Herliah; Rizalie, Fikri

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa yang menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial. Kondisi ini menjadikan pendidikan agama Islam memiliki peran penting sebagai fondasi dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa di era digital serta mengidentifikasi strategi yang relevan dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka, melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan agama Islam tidak hanya terletak pada pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran, tetapi juga pada perubahan pendekatan, metode, dan strategi yang lebih adaptif terhadap karakteristik generasi digital. Integrasi teknologi yang tepat, penguatan keteladanan guru, serta pembiasaan nilai-nilai keislaman terbukti menjadi faktor penting dalam membentuk karakter siswa.

Muzakiya, Nuriyatul; Latifa, Syaira

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Fenomena diskusi mengenai hadis seputar perempuan masih kerap memicu perdebatan sengit di masyarakat. Hal ini sering kali dipicu oleh interpretasi tekstual yang kaku, sehingga memunculkan persepsi keliru bahwa Islam memposisikan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Padahal, prinsip dasar Islam justru sangat menekankan penghormatan dan kemuliaan perempuan, baik dalam ranah domestik maupun sosial. Artikel ini bertujuan meneliti kembali hadis-hadis tersebut melalui kacamata relasi gender untuk menemukan makna yang lebih kontekstual dan berkeadilan. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi sumber primer seperti Al-Qur’an dan kitab hadis, serta literatur kontemporer. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, ditemukan bahwa banyak hadis yang sering disalah pahami sebenarnya mengandung pesan perlindungan dan penghormatan yang mendalam jika ditinjau dari latar belakang sejarahnya. Hasil kajian menegaskan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah pola dominasi, melainkan kemitraan (mubadalah) yang berlandaskan kasih sayang dan tanggung jawab bersama. Reinterpretasi ini menjadi krusial untuk menghadirkan wajah Islam yang lebih adil, manusiawi, dan relevan dengan dinamika kehidupan modern saat ini.

Rusadi, Ahmad; Ali, Ahmad Jamal

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penguatan karakter berbasis akhlak mulia pada generasi muda menjadi urgensi di era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. Fenomena degradasi moral, krisis keteladanan, serta rendahnya kesadaran etika di kalangan remaja menuntut adanya strategi pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan karakter dan konsep akhlak dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan karakter efektif dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media digital secara bijak. Sinergi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan sosial menjadi faktor kunci dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, penguatan karakter berbasis akhlak mulia diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Una, Nor Asmaul Husna; Syafaah Aulia

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola interaksi masyarakat melalui media sosial sebagai ruang publik digital yang terbuka dan partisipatif. Di satu sisi, komunikasi digital memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi tanpa batas ruang dan waktu, namun di sisi lain memunculkan berbagai problematika etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika komunikasi digital serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dalam praktik komunikasi di media sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian teori etika, komunikasi digital, serta literatur terkait fenomena media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika etika komunikasi digital meliputi penyebaran hoaks dan disinformasi, ujaran kebencian dan cyberbullying, budaya viral dan orientasi popularitas, pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pribadi, serta polarisasi sosial dan echo chamber. Berbagai persoalan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, pendidikan etika, penerapan regulasi, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan platform digital. Dengan demikian, penguatan etika komunikasi digital menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ruang media sosial yang sehat, bertanggung jawab, dan berkeadaban.

Ulya, Dina

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Perkembangan teknologi pendidikan mendorong integrasi media digital dalam pembelajaran sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi Wayground dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa di SDN 2 Kapar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas V dan guru kelas yang terlibat langsung dalam penggunaan Wayground. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi nilai hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik.  

Mukarramah, Nurul

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dan spiritualitas dalam pembentukan kepercayaan diri peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). MTQ tidak hanya menuntut kemampuan teknis dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga kesiapan mental dan stabilitas emosional saat tampil di hadapan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai buku dan jurnal yang relevan mengenai dukungan sosial, spiritualitas dan kepercayaan diri. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan sebagai faktor eksternal yang memberikan rasa aman, penghargaan, motivasi dan penguatan terhadap kemampuan peserta. Dukungan dari orang tua, pembina, dan lingkungan sosial terbukti mampu mengurangi kecemasan performatif serta meningkatkan persepsi positif. Sementara itu, spiritualitas berfungsi sebagai faktor internal yang memberikan makna, ketenangan batin, serta orientasi ibadah dalam mengikuti kompetisi. Peserta yang memaknai MTQ sebagai sarana dakwah dan pengabdian cenderung lebih stabil secara emosional dan tidak berorientasi semata-mata pada kemenangan. Integrasi antara dukungan sosial dan spiritualitas membentuk fondasi psikologis yang kokoh dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta. Dengan demikian, pembinaan MTQ perlu dilakukan secara holistik melalui penguatan aspek teknis, sosial, dan spiritual secara seimbang.   

Patim, Sitipatimatuzzahra; Syapwatun Nisa

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Studi Al-Qur’an selama ini lebih banyak berfokus pada aspek tekstual dan normatif melalui pendekatan tafsir dan ulumul Qur’an yang menitikberatkan pada penafsiran makna ayat serta kajian kebahasaan dan hukum. Namun, perkembangan kajian Islam kontemporer melahirkan pendekatan Living Qur’an yang melihat Al-Qur’an sebagai teks yang hidup dalam realitas sosial dan budaya masyarakat Muslim. Pendekatan ini menekankan bagaimana Al-Qur’an dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi Yasinan dan Tahlilan merupakan salah satu bentuk nyata interaksi kolektif masyarakat Muslim dengan Al-Qur’an yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial-keagamaan, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Yasinan dan Tahlilan sebagai bentuk aktualisasi Living Qur’an serta menjelaskan fungsi religius dan sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan interpretatif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan dan Tahlilan merupakan bentuk resepsi sosial terhadap Al-Qur’an yang tidak hanya berfungsi sebagai media doa dan ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, membangun kebersamaan, meneguhkan identitas keagamaan, serta menjaga harmoni dalam komunitas. Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, melainkan hadir sebagai simbol sakral yang hidup dan membentuk dinamika sosial-keagamaan masyarakat Muslim.  

Sauri, Shupian

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena The Silent Hafidz atau "Hard Disk Berjalan", di mana tingginya kuantitas penghafal Al-Qur'an belum mampu menjawab krisis moral dan kekosongan spiritual Generasi Z secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi paradigma lama dan memberikan panduan taktis bagi Hafidz untuk bertransformasi menjadi penggerak sosial (mover) yang memiliki social power. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui teknik analisis isi terhadap sumber teologis dan teori psikologi modern. Hasil penelitian merumuskan konsep "EQ Wahyu", yaitu sintesis antara kecerdasan emosional Daniel Goleman dan manajemen hati Imam Al-Ghazali, serta menyusun "Tipologi Aktualisasi Hafidz Gen Z" yang mencakup tiga peran strategis: The Hafidz Speaker, The Hafidz Traveler-Humanitarian, dan The Hafidz Digital Educator. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa melalui implementasi growth mindset dan integrasi EQ Wahyu, Hafidz Gen Z dapat menjadi aset peradaban yang inklusif. Transformasi ini merupakan manifestasi nyata visi Khairu Ummah dalam menjawab tantangan disrupsi global secara berkelanjutan.

Fauzan, Ahmad; Firdaus, Ahmad

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, terutama melalui meningkatnya penggunaan game online. Fenomena ini menghadirkan dampak yang kompleks, baik positif maupun negatif, terhadap aspek psikologis, sosial, akademik, dan spiritual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena game online di kalangan remaja serta mengkaji relevansi nilai-nilai Al-Qur’an dalam menyikapi fenomena tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan nilai tauhid, moderasi (wasathiyah), pengendalian diri, manajemen waktu, dan akhlak, dianalisis menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Data sekunder diperoleh dari jurnal nasional dan literatur ilmiah yang membahas dampak game online terhadap remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam membimbing remaja menghadapi tantangan game online. Prinsip keseimbangan antara hiburan dan ibadah, penguatan self-control, pengendalian hawa nafsu, konsep muhasabah, serta etika digital Qur’ani dapat menjadi fondasi pembentukan karakter remaja di era digital. Implementasi nilai-nilai tersebut memerlukan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat religius agar tercipta ekosistem pembinaan karakter yang integratif.

Nidayati, Nur

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudahan akses internet dan media sosial memberikan dampak positif dalam memperluas wawasan dan komunikasi, namun juga menimbulkan tantangan serius terhadap pembentukan akhlak, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan gawai, serta menurunnya etika dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pembinaan akhlak dalam menghadapi tantangan era digital serta menelaah peran orang tua dan guru dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, dan karya ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak yang dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab. Strategi pembinaan melalui keteladanan, pembiasaan, pengawasan, serta pemanfaatan teknologi secara bijak sangat diperlukan agar kemajuan digital dapat dimanfaatkan secara positif. Dengan sinergi antara keluarga dan sekolah, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijaksana tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.

Halimatussakdiah; Laila Hayati

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penguatan karakter berbasis akhlak mulia pada generasi muda menjadi urgensi di era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. Fenomena degradasi moral, krisis keteladanan, serta rendahnya kesadaran etika di kalangan remaja menuntut adanya strategi pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan karakter dan konsep akhlak dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan karakter efektif dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media digital secara bijak. Sinergi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan sosial menjadi faktor kunci dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, penguatan karakter berbasis akhlak mulia diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Nazwatunni’mah

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian materi thaharah dalam kartun Syamil dan Dodo dengan pembelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman thaharah sebagai fondasi ibadah, serta perlunya inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa usia dasar. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer berupa episode-episode kartun yang memuat materi air untuk bersuci, wudhu, dan tayamum, kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan literatur fiqih serta Kurikulum Merdeka pada jenjang MI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi thaharah yang disajikan dalam kartun tersebut secara umum telah sesuai dengan konsep fiqih, baik terkait jenis air yang dapat digunakan untuk bersuci, urutan gerakan wudhu, maupun praktik tayamum dalam kondisi darurat. Visualisasi yang sederhana dan kontekstual membantu siswa memahami konsep secara konkret. Selain itu, penyajian materi melalui media audio-visual dinilai relevan dengan prinsip pembelajaran bermakna dan kontekstual dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kartun ini dapat dijadikan sebagai media pendukung pembelajaran Fiqih yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kompetensi dasar di MI.

Bonatua Lumban Siantar

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan penggunaan teknik ice breaking (mencairkan suasana) terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Garoga mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Tahun Pembelajaran 2025/2026. Hipotesa penelitian yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan teknik ice breaking terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Garoga mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial. Populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Garoga yaitu sebanyak 168 Orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sample yaitu sebanyak 36 orang.  Instrumen penelitian berupa angket. Hasil analisis data diperoleh: a) Nilai rhitung = 0,585 > rtabel = 0,329 dan thitung = 4,204 > ttabel = 2,032 menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara teknik ice breaking (mencairkan suasana) dengan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Garoga pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Tahun Pembelajaran 2025/2026. b) Persamaan regresi Ŷ= 22,884 + 0,572X. c) Uji determinasi diketahui besarnya pengaruh 34,22%. d) Uji hipotesis diperoleh Fhitung=17,65>Ftabel=3,28 maka ditolak dan  diterima. Penelitian menyimpulkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara teknik ice breaking (mencairkan suasana) dengan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Garoga pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Tahun Pembelajaran 2025/2026.

Angelia Hutabarat; Iwan Setiawan Tarigan; Tiurma Barasa; Goklas J Manalu; Tiur Imeldawati

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 CV. Maryam Sejahtera

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 007 Sinambela Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design dengan bentuk one-group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 007 Sinambela Kecamatan Baktiraja Tahun Pembelajaran 2025/2026 yang beragama Kristen Protestan berjumlah 156 orang dan ditetapkan sampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan angket sebanyak 20 item. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 007 Sinambela Tahun Pembelajaran 2025/2026, dibuktikan dengan uji signifikan diperoleh nilai thitung > ttabel (α=0,05; dk=n-1=30) yaitu sebesar 10,225 > 2,042 dengan demikian terdapat pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 007 Sinambela Tahun Pembelajaran 2025/2026.

Lamtiur Pardede; Dame Taruli Simamora; Tahadodo Waruwu; Limmarten Simatupang; Dorlan Naibaho

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Satu Atap Tampahan Kabupaten Toba Tahun Pembelajaran 2025/2026. Hipotesa penelitian yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Satu Atap Tampahan Kabupaten Toba Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis Quasi Experimen dengan desain Quasi Experimen (Non-Equivalent Control Group Design). Populasi seluruh siswa VIII SMP Negeri 1 Satu Atap Tampahan Tahun Pembelajaran 2025/2026 sebanyak 57 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total jenuh/total sampling sebanyak 57 orang.  Instrumen penelitian menggunakan angket sebanyak 25 butir. Uji t yang digunakan adalah uji t Independent Sampel t-test sesuai uji persyaratan analisis yaitu n1≠n2 dan varians kedua kelompok sampel adalah berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung= 9,198 > ttabel (⍺=0,05; dk=n1+n2-2=55)= 1,673 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VIII SMP N 1 Satu Atap Tampahan Kabupaten Toba Tahun Pembelajaran Tahun Pembelajaran 2025/2026.

Jessy Monica Ompusunggu; Lustani Samosir; Eben Telambanua; Andar Gunawan Pasaribu

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 CV. Maryam Sejahtera

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penguasaan materi hidup dalam nilai-nilai Kristiani terhadap pembentukan karakter siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025.  Dengan hipotesa terdapat pengaruh positif dan signifikan penguasaan materi hidup dalam nilai-nilai Kristiani terhadap pembentukan karakter siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif inferensial. Populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung sebanyak 192 orang dan sampel sebanyak 32 orang yang ditetapkan dengan teknik pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling). Instrumen penelitian berupa angket dan tes. Hasil analisis data diperoleh: a) Nilai rhitung=0,504>rtabel=0,349 dan thitung=3,197>ttabel=2,042 menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan materi  hidup dalam nilai-nilai Kristiani dengan pembentukan karakter siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025. b) Persamaan regresi Ŷ = 13,388 + 0,805X. c) Uji determinasi diketahui besarnya pengaruh 25,42%. d) Uji hipotesis diperoleh Fhitung=10,223>Ftabel=3,32 maka  ditolak dan  diterima. Penelitian menyimpulkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan materi hidup dalam nilai-nilai Kristiani terhadap pembentukan karakter siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025.

M Adriani Yulizar

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 CV. Maryam Sejahtera

Hermeneutika Dilthey adalah suatu pendekatan dalam memahami teks, terutama teks sastra dan sejarah, yang menekankan pada pemahaman tentang pengalaman hidup (Erlebnis), ekspresi (Ausdruck), dan pemahaman (Verstehen) sang pengarang. Dilthey berpendapat bahwa untuk memahami sebuah teks, kita perlu memahami konteks sejarah dan budaya di mana teks itu ditulis, serta pengalaman hidup yang melatarbelakanginya.  Sementara Teori penafsiran alternatif Fazlur Rahman, yang dikenal sebagai "Double Movement," merupakan pendekatan hermeneutika yang menekankan pemahaman Al-Quran melalui dua gerakan atau langkah: pertama, memahami konteks historis dan sosio-budaya ayat-ayat Al-Quran, dan kedua, mengaitkannya dengan konteks sosial, politik, dan ekonomi masa kini