Publication Search

64,198 articles from 523 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 208

Analytics

Rini Mulya Sari; Liza Efriyanti; Yumi Kharisma

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran menggunakan kelompok belajar di MTsN 7 Agam. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran menggunakan kelompok belajar di MTsN 7 Agam. Variabel dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikannya tindakan melalui model pembelajaran menggunakan kelompok belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.3 yang terdiri dari 12 orang laki-laki 19 orang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran menggunakan kelompok belajar di MTsN 7 Agam, hal ini terbukti dari tingkat ketuntasan belajar siswa maka siklus 1 (71%) < Siklus 2 (84%), maka peningkatan ini terlihat bahwa peningkatan dari siklus pertama sebesar 13%.

Rizky Handayani Pasaribu; Refnita Refnita; Liza Efriyanti

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemanfaatan media pemberlajaran memiliki pengaruh yang besar terhadap kemauan para siswa dan siswi dalam belajar. Powtoon merupakan aplikasi web yang bisa dibuka siapa saja, aplikasi ini bisa digunakan untuk membuat media pembelajaran dikarenakan didalamnya banyak fitur-fitur yang yang membantu dalam membuat media pembelajaran seperti fitur animasi dan lainnya yang bisa di gunakan dengan mudah. Pemasalahan yang muncul adalah apakah media pembelajaran berbasis web ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Informatika kelas VII pada SMP Negeri 2 Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dan berdasarkan penetitian dengan cara menyebar angket penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan powtoon dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.  

Yaqin, Moh. Ainol

Dinamik 2022 Universitas Stikubank

Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima, dimana hukumnya wajib bagi yang mampu dan beragama Islam dan dilaksanakan satu tahun sekali secara serentak di Negara Arab Saudi tepatnya di Mekkah. Manasik ialah tata cara beribadah, sedangkan definisi dari Manasik Haji adalah pembelajaran, pembinaan, pelayanana dan perlindungan terhadap jama’ah haji. Kegiatan tersebut identik dengan berkerumunan atau secara bersama-sama. Pada saat ini kondisi tersebut bertentangan dengan protokol kesehatan Covid-19, yaitu physical distancing (Jaga Jarak) dan melarang untuk berkerumun. Salah satu contoh kasus Klaster Asrama Haji di Surabaya 81 orang terpapar positif Covid-19, setelah melakukan kegiatan manasik haji. Maka dari itu, dengan memanfaatkan teknologi yang sedang trending yaitu VR (Virtual Reality). Virtual Reality secara gampang merupakan ruang digital yang sebelumnya sudah berisikan data-data dan objek-objek yang dibentuk secara nyata sesuai dengan benda aslinya. Metode yang digunakan sudah tersaji dalam kerangka pemikiran dari awal sampai proses evaluasi. Dengan adanya peneraan VR dapat mencegah terpaparnya Covid-19.

MUHAMMAD ZAKONI

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di kelas IV SDN 1 Sumberwaru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus dihentikan ketika indikator keberhasilan telah mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah. Ketuntasan belajar untuk mata pelajaran PAI kelas IV yaitu 70. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar PAI siswa pada setiap siklus. Peningkatan hasil belajar ditunjukan hasil pretest dengan persentase ketuntasan belajar 48% dan terjadi peningkatan pada hasil posttest siklus 1 menjadi 76%, dan meningkat lagi pada hasil posttest siklus 2 menjadi 97%. Peningkatan hasil belajar dari hasil pretest, posttest siklus I ke posttest siklus II dikarenakan perbaikan dalam penerapan LT setelah mengevaluasi kegiatan proses belajar dan hasil belajar. Dari hasil observasi pada proses pembelajaran, siswa meyukai pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Siswa menjadi lebih aktif dan proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PAI dapat meningkatkan Hasil belajar siswa.

Agustina, Agustina; Muhammad Saleh; Azis, Azis; Andi Nurindah Sari

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk 1) mengkaji jenis-jenis praanggapan yang muncul dari pernyataan humor di stand up comedy wanita Indonesia, 2) mengkaji relevasi praanggapan dalam menciptakan humor pada stand up comedy wanita Indonesia dalam pembelajaran teks anekdot bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa pernyataan comic wanita yang mengandung praanggapan dalam membawakan stand up comedy. Sumber data dalam penelitian ini berupa video stand up comedy wanita Indonesia yang telah tayang di televisi kemudian diunggah ke Youtube. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan metode unggah, simak, dan catat. Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini dilakukan triangulasi dengan sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Praanggapan yang muncul didominasi oleh praanggapan leksikal, praanggapan nonfaktif, praanggapan eksistensial, praanggapan faktif, praanggapan struktural, dan praanggapan konterfaktual. Penerapan pembelajaran bahasa Indonesia materi teks anekdot membuat pembelajaran lebih menyenangkan dapat memberikan sugesti dan imajinatif  yang  membuat siswa lebih mudah menuangkan ide-ide pikirannya.    

Muhamad Jiddan Romli; Yayat Suharyat

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan dari penerapan metode Student   Teams Achievement  Division (STAD) pada pelajaran PAI yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi PAI di SMAN 1 Tambun Utara. Sasaran dalam kegiatan ini mengambil kelas XI sejumlah 30 siswa. Pelaksanaan kegiatan ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik Analisa data dilakukan dengan naratif deskriptif yang diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pendidikan salah satunya  pada penerapan metode pembelajaran yang monoton akan terkesan membosankan bagi beberapa siswa sehingga guru dituntut untuk senantiasa kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran, salah satunya dengan metode STAD. Hasil belajar melalui metode STAD memaparkan bahwa prestasi siswa pada materi PAI mendapatkan peningkatan yang signifikan, siswa menunjukkan kekatifan, semangat, dan kekompakan saat bekerja sama antar kelompok selama mengerjakan pertanyaan dari guru. Agar lebih maksimal, maka  keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran PAI senantiasa diasah sehingga siswa merasa nyaman selama belajar.  

Maylinda Aulia Putri; Lionie Andriana

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah mengenali peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien, baik secara lisan maupun tulisan,bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan benar untuk berbagai tujuan, menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara  intelektual,emosional dan sosial, mengunakan dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan menghargai dan membanggakan sastra Indonesia.

Ika Trisni Simangunsong; Syahfitriani Br Ginting; Aprilita Ekasari; Prima Lestari Situmorang

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Kegiatan ini dimotivasi oleh keadaan anak-anak asli papua yang putus sekolah dan tidak sekolah, mendapatkan pembelajaran non formal dari unit PKBM. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembelajaran calistung kepada anak-anak PKBM Jehova Jireh, tahapan yang dilakukan tim yakni, persiapan, dan pelaksanaan. Lokasi pengabdian berada di dalam kota Merauke, namun bila cuaca hujan, maka tim akan kesulitan untuk menuju lokasi karena kondisi tanah yang sangat berlumpur. Pelaksanaan berlangsung selama 7 kali pertemuan. Tim pengabdian menjadi pengajar dan pendamping anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar. Kelas terdiri dari 3 kelompok belajar, dengan jumlah total anak-anak sebanyak 50 orang. Materi pendampingan yang diberikan adalah membaa, menulis, dan berhitung yang disesuaikan dengan kelompok belajar. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat 65 % anak usia 4-6 tahun yang mampu mengenal huruf, dan angka, 70% anak usia 7-9 tahun yang memiliki kemampuan calistung yang baik, dan 80% pada usia 10-13 tahun.

Sylviana Stefanie

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mengingat pendidikan karakter akan berjalan dengan baik jika sistem pendidikan nasional mendapat dukungan yang baik, maka nilai-nilai dalam pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara berbeda berdasarkan metode pengajaran guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi guru bahasa Inggris SMP dan SMA dalam menyampaikan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya di sebuah sekolah swasta di wilayah Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui kuesioner, wawancara dalam pengumpulan data, penelitian ini menghasilkan bahwa sebagian besar guru di sekolah menengah telah menerapkan pembentukan nilai karakter dalam cara mereka mengajar, dalam berbagai kegiatan di kelas. Kesimpulannya, meskipun implementasi dari implementasi character building bisa berbeda-beda untuk setiap guru bahasa Inggris, dan kemajuannya tidak dapat diketahui secara instan, upaya tersebut telah dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, guru harus terus-menerus mengubah cara mengajarnya agar siswa tidak benar-benar “sadar” bahwa karakter mereka dibangun secara singkat, dan mengabaikannya sebagai pendidikan nilai yang diacu.

Rena Fauziah; Fasya Nur Sa’bani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam komunikasi siswa dirasa semakin berkurang. Menurunnya semangat untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar saat ini menjadi topik yang penting untuk dikaji. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun di lingkup perguruan tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang. Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan Bahasa Asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia. Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi mahasiwa agar mempunyai sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.

Dyah Larasati; Putri Aulya Andriani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.

Rudi Purwana; Mariana Mariana; Asrul Asrul; Afina Muharani Syaftriani; Ani Rahmadhani Kaban

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

In this study, English language learning through outbound activities aimed to enhance students' cooperation and communication skills at SMK Negeri 2 Binjai in 2022. The research focused on utilizing outbound activities as a method to improve students' English language proficiency by fostering teamwork and effective communication. The objectives included evaluating the effectiveness of outbound activities in enhancing students' cooperation and communication skills, assessing students' perceptions towards English learning through outbound, and identifying the implications of incorporating outbound activities in English language education. Methods involved observation, interviews, and surveys to gather data on students' participation, perceptions, and learning outcomes. Findings indicated a significant improvement in students' cooperation and communication skills after engaging in outbound activities. The study concludes that incorporating outbound activities in English language learning can effectively promote teamwork, communication, and language proficiency among students.

Tiara Indriarti; Difa’ul Husna; Riska Anisa Indriyani; Rasyid Herbanu Indra Saputra; Farchan Abdul Aziz

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Sekolah dan pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan suatu proses memanusiakan manusia, yang dimana pendidikan untuk semua manusia. Pendidikan sekolah luar biasa (SLB) menawarkan pendidikan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus agar bisa menempuh pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sekolah luar biasa (SLB) dalam memberikan layanan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diperuntukkan bagi Anak Tuna Grahita di SLB Negeri 1 Kulonprogo. Metode yang digunakan peneliti adalah dengan kualitatif, studi kasus di SLB Negeri 1 Kulonrogo dan studi pustaka. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu pendidikan yang diberikan kepada anak tuna grahita memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak, terlebih dengan dberikannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam anak akan mempunyai kedekatan dengan sang pencipta yaitu Allah SWT.  

Sherlia Salsabilla; Yulia Rahman; Elfidraini Elfidraini

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk mengevaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI materi Zakat di Kelas VI SDN 11 Jalan Bantiang agar meningkat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa, setelah itu dilakukan tindak lanjut berdasarkan observasi tersebut. Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil analisis penelitian peningkatan pembelajaran, rata-rata siswa pada Siklus I adalah 76. Karena nilai yang dicapai pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan maka dilanjutkan pada siklus II. Berdasarkan hasil peningkatan periode kedua, skor rata-rata siswa adalah 89. Skor ini memenuhi standar kesempurnaan minimal yang telah ditetapkan. Tingkat penyelesaian adalah 90%. Berdasarkan peningkatan nilai belajar siswa, metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI pada siswa kelas VI Zakat di SDN 11 Jalan Bantiang.

Saskia, Annisa; Ulva Rahmi; Murmahdi Murmahdi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode pembelajaran adalah proses untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Macam-macam metode pembelajaran itu banyak salah satunya yaitu metode demonstrasi. Pentingnya metode demonstrasi diterapkan dalam pendidikan agama islam, karena metode ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman anak didik materi pernikahan kelas XII di SMP Negeri 1 Kec Payakumbuh. Dengan dilaksanakannya metode demonstrasi ini diharapkan bagi pendidik berperan sebagai penggerak dan juga pembimbing. Dan anak didik sebagai penerima dan juga dibimbing.  Penelitian ini bertujuan supaya apakah menggunakan metode demonstrasi ini bisa meningkatkan hasil belajar PAI materi pernikahan pada anak didik kelas XII di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh . dalam penelitian ini menggunakan penelitian PTK yang mana mengguakan 2 siklus da nada 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh dengan jumlah 34 orang siswa. Memperoleh data dari hasil tes, hasil pengamatan pelaksanaan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode demonstrasi ini pemahaman anak didik mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2. Rata-rata penilaian yang diperoleh siklus 1 70,17, siklus 2 80,23. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa metode demonstrasi ini bisa dibuktikan bahwa pemahaman anak didik meningkat setelah menerapkan metode demonstrasi yang terjadi di siklus 1 dan siklus 2.

Winda Rahmasari Pangaribuan; Katrina Samosir

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian yang bersifat kepustakaan. Metode studi kepustakaan atau studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka,membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Hasil temuan kepustakaan menunjukan adanya peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Hal tersebut dilihat dari hasil penelitian beberapa sumber data dalam penelitian ini.

Andy Riski Pratama; Iswandi Iswandi; Andika Saputra; Rahmat Hidayat Hasan; Arifmiboy Arifmiboy

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan karena aktivitas belajar siswa belum optimal sehingga siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, alokasi waktu yang dibutuhkan guru masih kurang sehingga mengakibatkan transfer pengetahuan kepada siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh learning cycle 5E terhadap aktivitas belajar pendidikan agama islam siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi dan sample di ambil dari 2 kelas XI yaitunya XI IPS 2 dan XI Ips 3. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji t untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 81,14 dan rata-rata posttest kelompok kontrol adalah 69,23. Hasil analisis dengan menggunakan Independent Sample T-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh nilai t-hitung sebesar 89,779 dan nilai t-tabel sebesar 2,750, serta taraf signifikansi sebesar 0.000. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E berpengaruh aktif dan lebih baik daripada aktivitas belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi.

Dimas Geovana; Budhi Akbar; Supardi Supardi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Keterampilan proses sains sebagai suatu prosedur ilmiah dalam pembelajaran sains. Pentingnya soal KPS dalam pembelajaran melatihkan kemampuan berpikir peserta didik.  Secara khusus, hasil belajar sains dipengaruhi oleh soal KPS untuk menemukan fakta dan konsep sendiri. Studi ini didesain untuk menghasilkan produk soal KPS yang valid dan reliabel dalam materi biologi kelas X SMA. Metode: Pengembangan soal KPS mengikuti langkah-langkah model pengembangan tipe formative research Tessmer (1993). Sejumlah 60 siswa diseleksi secara Cluster Random Sampling dengan kriteria telah mendapatkan materi yang diukur untuk dilibatkan dalam studi ini. Sebanyak 55 butir soal KPS pilihan ganda yang dikembangkan tersebar ke dalam indikator observasi, klasifikasi, komunikasi, prediksi, menerapkan konsep, hipotesis, interpretasi, mengajukan pertanyaan dan merencanakan percobaan. Skor nilai sebagai data kuantitatif dianalisis uji validitas (logis dan empirik), reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan pengecoh dengan MS. Excel. Hasil: Temuan ini berdasarkan validitas empiris menghasilkan 49 soal yang valid (94,23%) serta reliabilitas menyatakan bahwa soal memiliki interpretasi sangat tinggi (0,87). Berdasarkan validasi logis oleh ahli memperoleh kategori sangat layak dengan persentase sebesar 98,01%. Kesimpulan: Tahap menyusun tabel kisi-kisi soal sangat diperlukan dalam mengembangkan soal, sehingga antara indikator soal KPS yang dibuat dengan materi biologi, dapat tersebar secara merata untuk mengukur KPS siswa.

Trezita A. S. Onibala; Rosiah J. Pulukadang; Anetha L. F. Tilaar

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kesulitan belajar yang terlihat saat observasi di SMA Negeri 1 Tompaso menjadi pemicu dilakukannya penelitian ini. Masalah muncul dari beberapa kendala, seperti kemungkinan peningkatan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil penggunaan model Problem Based Learning berbasis blended learning. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain kelompok eksperimen pra dan pasca tes. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 1 yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Kelas-kelas ini normal dan homogen dan masing-masing berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan menggunakan uji-t untuk menguji data penelitian, diketahui bahwa nilai thitung = 3,7598 > ttabel = 1,6819 dengan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan menolak H0 dan menerima H1. Konsekuensinya, keefektifan model blended learning problem based learning berdampak pada hasil belajar siswa.

Muhammad Nawafil Akbar; Siminto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu unsur yang harus dilestarikan dan dijaga melalui kegiatan pendidikan adalah nilai, tradisi, budaya, keterampilan dan konsep yang berlaku pada masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menggulirkan perubahan kurikulum dengan menambahkan mata pelajaran muatan lokal. Melalui pembelajaran muatan lokal diharapkan peserta didik, tidak saja memiliki pengetahuan akademis berupa pengetahuan yang bersifat global sebagaimana diharapkan, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap nilai-nilai sosio-kultural yang melingkupi pesertadidik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian library research atau penelitian pustaka. Jadi yang dimaksud dengan pendidikan muatan lokal Baca Tulis Al-Qur'an adalah  kompetensi dan potensi daerah yang dituangkan kedalam suatu muatan pendidikan yang mempelajari tentang membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan ilmu tajwid. Di dalamnya juga diajarkan tentang adab-adab dalam membaca dan menulis Al-Qur'an