Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 76

Analytics

Anita; Wahyudi Hidayah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 1 Abung Selatan, Lampung Utara, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PAI yang cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Elsa Pramudita; Cinta Aprilia Putri; Wiwin Luqna Hunaida

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Group-based learning in the classroom plays a vital role in enhancing social interaction, individual responsibility, as well as students' critical thinking and collaborative skills. However, its implementation often faces challenges such as the dominance of certain members, social loafing, low participation, and interpersonal conflicts that hinder group effectiveness. This study aims to comprehensively examine the dynamics of learning groups by integrating four key aspects: the concept of group dynamics based on the Tuckman model, the characteristics of effective groups in cooperative learning, group formation techniques, and conflict management strategies. The research utilizes a qualitative approach with a literature study method, analyzing 25 sources including nationally accredited journals, academic books, and theses published between 2020 and 2024. Data analysis was conducted through reduction, thematic classification, content analysis, and conceptual synthesis. The results indicate that effective group dynamics can be achieved through the Tuckman stages, the application of the five elements of cooperative learning, the selection of appropriate group formation techniques with risk mitigation, and the implementation of the Thomas-Kilmann conflict management styles.The scientific contribution of this research is the development of an integrative model based on these four aspects, which serves as a conceptual framework to strengthen collaborative learning practices in the classroom. Practical implications include the formation of ideal groups consisting of 4–5 students, the establishment of initial group contracts, the use of dual assessment rubrics (individual and group), and peer evaluation mechanisms to enhance accountability and reflection.

Resti Patinggi; Sri Mulyati; Utari Sanda Pare; Resky Wilfa B; Tius Kogoya

Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Learning motivation is very important for students’ academic success, especially at the senior high school level. At SMA Negeri 3 Tana Toraja, there are still problems that cause low student motivation. These problems include lack of interest in learning, low self-confidence, and the use of technology mostly for entertainment purposes. This study aims to identify ways to improve students’ learning motivation through technology-based group guidance services. The research uses a library study method by collecting and analyzing scientific sources such as books and previous research journals. The results show that learning motivation is influenced by both internal and external factors. Internal factors include self-efficacy, while external factors include the fulfillment of needs for autonomy, competence, and social relatedness. Technology-based group guidance services can be an effective alternative because they combine social interaction with digital media that are familiar to students. Through discussions, sharing experiences, and the use of digital platforms, students become more active, open, and motivated in learning. Guidance and counseling teachers play an important role as facilitators in creating a supportive group dynamic. They provide positive reinforcement and help students develop self-confidence. Healthy group dynamics encourage supportive interactions, which in turn enhance students’ intrinsic motivation. Therefore, the integration of group guidance services and technology can be an effective strategy to improve students’ learning motivation and support optimal learning outcomes.

Yuliana La bi Longse; Anjelin Anjelin; Novita Rupang Mangayun

Pengharapan : Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study investigates the effectiveness of implementing group counseling services using self-regulation learning strategies to improve students' learning discipline. Learning discipline plays a crucial role as a determining factor of academic success; nevertheless, many senior high school students still demonstrate weaknesses in managing their time and fulfilling their academic responsibilities. This study adopted a quantitative approach through a quasi-experimental method utilizing a pre-test and post-test control group design. Subjects were selected using purposive sampling technique with low learning discipline scores as the primary selection criterion. Data were collected using a learning discipline scale that had been tested for its validity and reliability. Hypothesis testing was conducted through a paired sample t-test to detect changes occurring before and after the intervention was administered. The results demonstrated a meaningful improvement in students' learning discipline following participation in group counseling sessions incorporating self-regulation strategies. This technique proved beneficial in helping students plan, monitor, and evaluate their learning activities in a more structured manner. These findings suggest that incorporating self-regulation learning into group counseling has strong potential to become a leading strategy for school counselors in enhancing student discipline and academic achievement.

Delta Embong Bulan; Selviana Mangalik; Elga Maya Pairunan

Pengharapan : Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to explore the effectiveness of group counseling services integrated with self-regulated learning (SRL) techniques in enhancing students’ learning motivation. Learning motivation is a crucial factor influencing academic achievement, yet many students still experience low motivation due to various internal and external challenges. The integration of SRL is considered beneficial as it encourages students to actively manage their learning processes through goal setting, self-monitoring, and reflective evaluation. This research employs a literature review approach by examining recent and relevant academic sources. The findings indicate that the application of SRL within group counseling contributes positively to students’ motivation, as reflected in increased participation, improved learning discipline, and stronger responsibility toward academic tasks. Furthermore, students demonstrate better ability in organizing their learning activities and maintaining consistency in achieving learning objectives. These results suggest that SRL-based group counseling can serve as an effective strategy for school counselors in supporting students’ academic motivation and engagement.

Grania Indri Wahyuni; Afriani Daun Langi; Filadelfia Franandas; Novrianti T Mindi; Marlina Limbong

Pengharapan : Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to examine the application of group guidance in improving students' learning processes at the secondary school level. Group guidance is one of the services in guidance and counseling that allows students to discuss, share experiences, and develop problem-solving skills in a group setting. The background of this research stems from the observation that many students experience difficulties in their learning process, including low motivation, ineffective learning strategies, and an inability to manage academic pressure. The method used in this study is a literature review approach that examines various relevant research and theories. The results show that group guidance has a significant positive impact on improving students' learning processes, including increasing learning motivation, developing effective study habits, enhancing social interaction among students, and reducing academic anxiety. Group guidance also provides a safe space for students to express their academic difficulties and receive constructive support from peers and counselors. The implications of this research suggest that group guidance services need to be consistently and systematically implemented in schools as part of a comprehensive guidance and counseling program. Schools are recommended to design structured group guidance programs with clear objectives and methods tailored to students' developmental needs. This approach is proven to be effective in supporting students' academic achievement and personal development.

Jihan Seprina Azzahara; Agus Lestari

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga pembelajaran abad ke-21 tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga menuntut penguatan empat kompetensi inti atau 4C, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan dari sebelas artikel ilmiah yang membahas implementasi teknologi dalam mengembangkan keterampilan 4C pada pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah fokus, desain, serta hasil penelitian dari setiap artikel, kemudian mengintegrasikannya melalui analisis tematik untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi seperti platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, media interaktif, kecerdasan buatan, serta perangkat kolaboratif mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Teknologi terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis informasi dan pemecahan masalah berbasis digital; meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten multimedia dan eksplorasi ide; memperluas kemampuan komunikasi melalui diskusi virtual, presentasi digital, dan interaksi sinkron maupun asinkron; serta mendorong kolaborasi melalui proyek kelompok berbasis platform daring yang memudahkan koordinasi dan pembagian tugas. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan 4C, meskipun keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana, serta desain pembelajaran yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital pendidik dan penguatan lingkungan belajar berbasis teknologi agar keterampilan 4C dapat dioptimalkan dalam pembelajaran abad 21. Kata kunci: Pembelajaran Abad 21; Keterampilan 4C; Integrasi Teknologi; Pembelajaran Modern; Literasi Digital

Rifqiya Zahara; Syach Dilla Bi Rizqi Yahya; M. Yunus Abu Bakar

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the application of Think-Pair-Share (TPS) and Group Investigation (GI) cooperative learning strategies as pedagogical innovations in strengthening Islamic values and student learning independence in Islamic Religious Education (IRE) subjects. This study uses a library research method by examining various relevant scientific sources, including cooperative learning theory, the concept of independent learning, and Islamic educational values. The results of the study show that the integration of TPS and GI strategies can create an active, participatory, collaborative, and reflective learning process. Through paired discussions and investigative group work, students are trained to think critically, be responsible, and be able to work together harmoniously. In addition to improving academic understanding, the application of these two strategies also contributes to instilling Islamic values such as ukhuwah (brotherhood), amanah (trustworthiness), and mutual respect. Thus, this learning innovation is not only oriented towards cognitive aspects, but also towards character building and spirituality of students. The findings of this study are expected to be a reference for PAI teachers in developing effective, contextual, and Islamic character learning strategies.

Iqbal Syahputra; Ainul Mardhiyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan Media Baamboozle terhadap motivasi belajar dan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Swasta Tunas Harapan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Tunas Harapan yang berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, sehingga diperoleh sampel sebanyak 25 siswa kelas XI-1 (kelas eksperimen) dan 25 siswa kelas XI-2 (kelas kontrol). Pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar siswa dan soal pilihan ganda. Analisis data menggunakan uji-t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan Media Baamboozle terhadap motivasi belajar ekonomi siswa, 2) Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan Media Baamboozle terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Swasta Tunas Harapan.

Fadilah Firdaus; Ahsan Hasbullah

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan implementasi model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di SMP N 1 Sampang Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemaparan mendalami mengenai proses penerapan model STAD dalam kegiatan belajar mengajar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknik. Penelitian ini menghasilkan deskripsi sebagai berikut: penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran PAI-BP di SMP N 1 Sampang Cilacap dilakukan melalui beberapa tahapan.Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), membentuk kelompok belajar secara heterogen, serta menyiapkan instrumen evaluasi berupa kuis. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi, membimbing diskusi kelompok, memberikan kuis, serta memberikan penghargaan bagi kelompok yang memperoleh nilai terbaik. Sedangkan pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian baik secara individu maupun kelompok untuk mengukur pemahaman dan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD mampu meningkatkan motivasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PAI-BP. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan model STAD dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran PAI-BP menjadi lebih efektif dan bermakna.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan

Widiastuti, Heni Delia Putri; Trisiana, Anita; Farida Sari, Ama

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Karakter dalam meningkatkan karakter tanggung jawab pada pembelajaran PPKn melalui Proyek P5 pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 18 Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru PPKn kelas 7 dan siswa kelas 7 di SMP Negeri 18 Surakarta. Dalam pengumpulan data, peneliti menerapkan beberapa teknik, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan kevalidan data digunakan triangulasi, baik sumber maupun teknik. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Penguatan karakter tanggung jawab dalam pembelajaran PPKn melalui P5 dilakukan dengan tugas proyek kelompok karena mendorong siswa menyelesaikan tugasnya masing-masing. 2) hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, kurangya tanggung jawab siswa, rendahnya motivasi pribadi, dan pengaruh lingkungan. 3) solusinya, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kondusif, memberikan tugas menantang, umpan balik positif dan reward untuk memotivasi siswa agar lebih bertanggung jawab. Kata Kunci : Karakter Tanggung Jawab, Proyek Profil Pelajar Pancasila, Implementasi.

Adinda Salsameywa Putri; Alfin Siregar; Ali Daud Hasibuan

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

This research aims to see whether group guidance using problem solving techniques can improve students' learning skills at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan. This research uses quantitative methods with a quasi-experimental approach, non-equivalent control group design. In this design, both groups (experimental and control) underwent an initial test (pre-test) and a final test (post-test), but only the experimental group was given treatment, while the control group was not given treatment. The research population consisted of students in class X-1 (30 students) and X-2 (30 students). The sample was selected using a purposive sampling method, with a total of 16 students who had low learning skills, namely 8 students from the experimental group (class X-2) and 8 students from the control group (class X-1). The research instrument is a learning skills questionnaire with 26 statements whose validity and reliability have been tested. Data were analyzed using the T-test. The T-test results showed that the experimental group experienced an increase in learning skills, with a significance value of 0.000 < 0.05. This means that problem solving techniques are effective in improving students' learning skills. In contrast, the control group did not show a significant increase in learning skills, with a significance value of 0.022 > 0.05. The results of the independent sample t-test show a significance value (2-tailed) of 0.000 <0.05, which means there are differences in students' learning skills before and after being given services in the experimental group.

Fawaid, Mohammad

Abstrak. Siswa menjadi kelompok yang sangat rawan terseret oleh arus radikalisme keagamaan. Usia yang masih sangat muda dan masih labil dengan semangat yang menyala-nyala, serta kerinduan untuk menjalankan agama secara lebih kāffah (komprehensif) membuat kelompok muda termasuk siswa beragama Islam di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) akan menjadi kelompok sosial yang paling rentan disusupi dan menjadi sasaran dari kelompok radikal yang mendakwahkan pemahaman dan sikap keagamaan yang kaku dan cenderung dangkal. Di sisi lain, liberalisme agama pada saat yang sama juga sudah mulai merasuk ke sebagian kalangan muda, tak terkecuali siswa Muslim yang ada di SMA. Maka perlu, strategi untuk menanamkan nilai-nilai moderat Islam ke dalam diri peserta didik dengan memanfaatkan kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di kelas. Hal ini karena faktor-faktor utama pelaku kekerasan, tindakan anarkistis dalam konflik social berlatarbelakang agama adalah kelompok-kelompok yang berafiliasi pada Islam. Sehingga mau tidak mau, Pendidikan Islam mempunyai tanggungjawab moral dan social untuk turut mencari jalan keluarnya.

Sudarsono, Sudarsono; Abad, Hulud

pendidikan non formal memiliki sejarah panjang di Indonesia, pertama kali muncul pada masa kolonialoisme dan terus berkembang pada saat ini. Di era ini, perkembangan pendidikan non formal sangatlah membantu pengembangan diri dan meningkatkan kualitas warga belajar(peserta didik) serta dapat meningkatkan kualitas martabat dan mutu dalam kehidupan. Pendidikan non formal tertera dalam UU RI no2 tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada pasal 26: ayat (3, 4, dan 6) yang berbunyi : ayat ( 3) Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.”, ayat (4) “Satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga ku rsus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim serta satuan pendidikan yang sejenis.:,  dan ayat (6) “Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional penilaian.”. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui karakteristik peserta didik non formal yang ada Indonesia.

Hiskiawati; Sisilia Tiku; Lidya Sallata; Fitri Tri Intani Pali'pangan; Hesli Filadelfia

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to determine the effect of group guidance with problem solving techniques in increasing the learning motivation of class XI.1 students at SMAN 4 Tana Toraja. The method used in this research is quantitative approach with experimental design. The sample used was 30 students from class XI.1 who were purposively selected. Group guidance intervention was conducted for 6 meetings with a focus on the application of problem solving techniques in overcoming academic problems faced by students. Data were collected using a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results of data analysis showed a significant increase in students' learning motivation after being given group guidance with problem solving techniques. Based on the results of the study, it can be concluded that group guidance with problem solving techniques is effective in increasing students' learning motivation.

Salman Salman

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas V di SDIT Al Hidayah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan pretest-posttest control group design, melibatkan dua kelompok eksperimen yang masing-masing diberikan perlakuan berbeda: NHT dan STAD. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai post-test siswa yang diajar dengan model NHT berbasis masalah kontekstual cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan model STAD. Uji statistik menunjukkan bahwa data kelas NHT berdistribusi normal, sementara data kelas STAD tidak berdistribusi normal pada uji Kolmogorov-Smirnov, tetapi berdistribusi normal pada uji Shapiro-Wilk. Analisis uji t menunjukkan bahwa model NHT memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, sedangkan model STAD tidak. Uji ANOVA juga menegaskan bahwa model NHT secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa. Kesimpulannya, model pembelajaran NHT berbasis masalah kontekstual lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa dibandingkan dengan model STAD.

Sindi Rohanafi; Yasip, Yasip

Penelitian ini menganalisis bagaimana penggunaan model pembelajaran yang menggunakan pembelajaran kolaboratif, dapat digunakan untuk kegiatan belajar matematika. Penelitian ini akan memperjelas mengenai implementasi dari penggunaan model pembelajaran teams games tournament berbasis permainan ranking 1 dalam pembelajaran matematika. Studi dari penelitian ini menggunakan teori Moleong, yang dikembangkan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Peserta didik diajak untuk belajar dalam kelompok dengan antusias tentang apa yang mereka pelajari di kelas. Penggunaan model pembelajaran ini pada pembelajaran matematika meningkatkan kualitas belajar dan dapat meningkatkan nilai peserta didik dalam belajar matematika yang lebih dari pembelajaran sebelumnya.

Amelianda Amelianda; Fiki Triwidia Saputri; Maria Agustina Naibaho; Elya Siska Anggraini

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pendidikan anak usia dini, karena komunikasi ini meletakkan dasar bagi keberhasilan akademis dan keterampilan sosial di masa depan. Namun, kompleksitas komunikasi pada kelompok usia ini dapat menjadi tantangan, terutama dalam hal penerapan bahasa, logika, kode, dan simbol. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan mewawancarai salah satu guru yang ada di TK An Nizam. Penelitian ini juga dilakukan memalui observasi secara langsung dan melihat bagaimana cara guru, anak, dan orang tua dalam berkomunikasi yang efektif. Data-data yang sudah terkumpul melalui observasi di analisis secara deskriptif kualitatif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi unsur-unsur tersebut dalam komunikasi pendidikan anak usia dini, menelusuri dampaknya terhadap hasil belajar anak. Studi tersebut menemukan bahwa integrasi bahasa, logika, kode, dan simbol dalam komunikasi pendidikan anak usia dini secara signifikan meningkatkan perkembangan kognitif anak, keterampilan pemecahan masalah, dan kemahiran berbahasa. Temuan ini menunjukkan bahwa guru harus memasukkan unsur-unsur ini ke dalam praktik pengajaran mereka untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengetahuan yang ada dengan memberikan wawasan tentang pentingnya mengintegrasikan bahasa, logika, kode, dan simbol dalam komunikasi pendidikan anak usia dini.