SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

26,367 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Renawati Renawati; Miftakhul Jannah; Wan Della Septriasa

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

In early childhood education, teachers serve not only as educators but also as role models in shaping character and spirituality. At Islamic institutions such as TK Islam Terpadu Bumi Bahari, the integration of Islamic values into teacher professionalism is essential to investigate. This article aims to analyze how Islamic values are incorporated into teachers’ attitudes and professional competencies, and how this contributes to educational quality. Using a descriptive qualitative method through observation and documentation, it was found that practices such as routine worship, moral-based learning, and the instillation of Islamic values in daily routines significantly enhance teacher professionalism. Observations revealed that teachers not only deliver academic content but also guide students spiritually through activities such as Quran recitation, dhuha prayer, and storytelling about Islamic teachings. This indicates that teacher professionalism is inseparable from the Islamic educational mission. These findings highlight the necessity of teacher competency development that aligns holistically with Islamic values.

Nur Indah Mufarrohatul A’yun; M Imamul Muttaqin

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The role of school principals holds crucial significance in enhancing educational quality of education, especially through strengthening and empowering the professionalism of educators. This article discusses the diverse aspects of principal leadership and its effect on teacher performance within the school setting. The principal not only functions as an administrative manager, but also acts as an educator, innovator, as well as a motivator who can guide teachers in realizing educational goals. In their capacity as leaders, school principals have the responsibility to create a positive work culture, provide professional support, and formulate policies and strategies to improve teacher competence. Various efforts to develop teacher professionalism, such as training, certification programs, and advanced studies, are key for improving the quality of teaching in schools. The article also identifies the role of school principals in managing changes and challenges in the world of education, as well as the importance of support from various parties to create an environment that supports teacher development. The results of the study indicate that effective leadership of school principals is able to improve teacher performance, which is further a determinant factor in the success of the education system as a whole.

Nurul Arafah S.; Suci Yuniati; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

MGMP serves as a forum within the educational domain that fosters collaboration and the exchange of ideas among educators. This platform affords teachers instructing similar subjects the opportunity to share experiences, teaching strategies, and instructional resources. Through the MGMP, educators can broaden their perspectives, enhance their competencies, and develop new skills to address various challenges encountered in the teaching-learning process. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method with the aim of investigating the impact of MGMP on teacher performance and professionalism. Data collection involves the identification and review of all articles with similar research topics. The articles used in this study comprise 10 national journal articles obtained from Google Scholar. Out of the 10 analyzed articles, 9 articles assert that MGMP can enhance teacher performance and professionalism, while 1 article suggests that MGMP has a negative impact on teacher performance and professionalism.

Dwi Valentina Sihite; Elsa Prida Br Tarigan; Pebriana Asina Panjaitan; Sri Yunita

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Education is an effort carried out by the government to educate society and advance the nation.  Without professional teaching resources, the quality of education will not improve. The aim of this research is to determine the level of professionalism of teachers through professional organizations in achieving quality education, and obstacles to community development. A professional teacher/instructor cannot only be responsible for teaching materials in his field of knowledge, a professional teacher must have a broad understanding /in depth about human nature and society. The teaching profession has various professional attributes, one of which is the professional teacher organization, which was created to ensure the teaching profession can play a maximum role in the educational process and the quality of education. This research uses qualitative methods with a library study approach (Library Research)    

Kudariyanto Kudariyanto; Ashari Ashari

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The findings and analysis of the research are, 1) The Principal's Performance in Fostering Teacher Professionalism at UPT SD Negeri 141 Gresik includes: peer tutor assistance, training and workshops, mentoring and collaboration, observation and feedback, curriculum development, research and innovation, use of technology, discussion and reflection, qualification improvement, and career plan development; 2) Forms of teacher professionalism include: continuous development, commitment to students, reflection and renewal, professional ethics, collaboration, involvement in decision-making, use of technology, effective classroom management, monitoring and evaluation of students, communication with parents, development of learning materials, career development, and involvement in school activities; 3) Supporting factors include: school management support, resources, school culture, effective communication, professional development programs, constructive performance appraisal, rewards and recognition, understanding of teachers' needs; and inhibiting factors include: limited resources, resistance to change, unclear vision and goals, internal conflicts, time pressure, curriculum incompatibility, high administrative demands, uncertainty of the school environment. In general, school principals must provide professional services in the field of education in order to organize the educational process effectively and efficiently.    

Puput Tri Agustine; Widya Pratiwi

Potensi yang dimiliki peserta didik dapat ditinjau dari hasil belajarnya. Hasil belajar peserta didik cenderung berbeda-beda, hal ini disebabkan berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yang paling mempengaruhi dalam proses belajar siswa adalah faktor keluarga, karena keluarga yang berperan langsung dalam proses belajar dan cara belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mengetahui tingkat ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 2) Mengetahui yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 3) Mengetahui pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori kecenderungan variabel yang masuk kategori rendah sebanyak 3 responden atau sebesar 13 %, masuk kategori sedang sebanyak 20 responden atau sebesar 87 % dan tidak ada yang masuk kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi orangtua di MA Ma’Arif NU Cimanggu dalam kategori sedang. Dari 23 responden diketahui sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa  mendapatkan nilai dengan kategori amat baik, sebanyak 19 atau sebesar 82,6% siswa mendapatkan nilai dengan kategori baik, sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa mendapatkan nilai dengan kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapat nilai dengan predikat kurang. Secara umum bisa peneliti simpulkan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu adalah baik. Ada pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan nilai signifikansi 0,003. Persamaan regresinya dapat ditulis : Y = 61,247 + 0,440X. Nilai R atau nilai korelasi antar variabel sebesar 0,593 atau 59,3%. Sedangkan nilai R Square 0,352 mengandung pengertian bahwa pengaruh tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi di kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu sebesar 35,2%.

Isnaeni Nurbaeti; Salamun Hadi Subroto

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran profesionalisme guru dan gambaran prestasi belajar siswa. Serta mengetahui apakah profesionalisme guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS MA Mafatihul Huda Cipari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Variabel yang diteliti dalam penelitian ada dua yaitu profesionalisme guru sebagai variabel X dan Prestasi belajar siswa kelas XI IPS MA Mafatihul Huda Cipari Selayar sebagai variabel Y. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa profesionalisme guru ekonomi di MA Mafatihul Huda Cipari Kabupaten Cilacap yang masuk kategori rendah sebanyak 8 responden atau sebesar 20%, masuk kategori sedang sebanyak 25 responden atau sebesar 26,5% dan masuk kategori tinggi sebanyak 7 responden atau sebesar 17,5%. Secara umum, bisa peneliti simpulkan bahwa prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI MA Mafatihul Huda Cipari Kabupaten Cilacap adalah Cukup. Berdasarkan hasil dari rumusan masalah didapatkan kesimpulan bahwa professional guru terdapat hubungan yang positif dan singnifikan dengan prestasi belajar, Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya persamaan Y = 32,910 + 0,555 X dan dengan koefisien korelasi rhitung sebesar 0,556 > rtabel sebesar 0,312. Pada taraf kesalahan 5%.

Kasmawati Kasmawati

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu kemampuan guru yang harus dilakukan penilaian secara berkala oleh Kepala Madrasah sebagai supervisor yaitu, menilai hasil pembelajaran upaya meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya. Permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa guru hanya melakukan penilaian pada aspek kognitif saja tanpa melakukan penilaian pada aspek afektif dan psikomotorik, masih ada guru yang tidak membuat analisis hasil belajar siswa, dan masih banyak guru yang tidak membuat dan melaksanakan program remedial. Permasalahan tersebut mendorong peneliti sebagai Kepala Madrasah untuk melakukan penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan supervisi akademik Kepala Madrasah sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa MTs Darul Muttaqin Bungasunggu Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2022-2023. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan kemampuan guru pada siklus I, II, dan III, yaitu sebesar 68,63%, 77,88%, dan 86,88%. Sedangkan ketuntasan individu pada siklus I, II, dan III sebesar 25%, 50%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan melalui penerapan supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa. Selain itu juga, kegiatan supervisi akademik ini juga efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil pembelajaran siswa.    

Haerani Haerani

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Guru mengalami kesulitan dalam memilih atau menentukan bahan ajar yang tepat. Kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar masih rendah. Bahan ajar yang disusun banyak yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Fenomena tersebut mendorong peneliti sebagai Kepala Madrasah untuk melakukan suatu penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan efektifitas supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru mengembangkan bahan ajar di MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2020-2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kompetensi profesionalisme guru dalam mengembangkan bahan ajar dengan mencapai standar ideal. Pembinaan Kepala Madrasah melalui supervisi akademik dapat dilihat dari peningkatan kualitas bahan ajar pada aspek isi, penyajian, dan bahasa tiap siklusnya yaitu sebesar 68,00% pada siklus I, 77,50% pada siklus II, dan 84,80% pada siklus III. Ketuntasan kelompok sebesar 100%, yang berarti melebihi kriteria yang telah ditetapkan sebesar 85%. Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan kualitas bahan ajar pada aspek isi, penyajian, dan bahasa tiap siklusnya. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui supervisi akademik Kepala Madrasah berjalan dengan optimal dan efektif dapat meningkatkan kompetensi profesionalisme guru dalam pengembangan bahan ajar.

Hieronymus Par

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penerapan pembelajaran aktif memberikan kesempatan bagi siswa untuk ikut terlibat secara aktif sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Supervisi klinis yang dilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap para guru dapat meningkatkan keterampilan mengajar dan sikap profesional guru. Latihan mengajar dengan supervisi klinis membantu guru untuk mengembangkan dirinya agar kesenjangan antara tingkah laku mengajar yang nyata dan tingkah laku mengajar yang ideal akan semakin mengecil. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengajar para guru SDI Ahuwair dalam  menerapkan pembelajaran aktif (active learning) melalui supervisi klinis. Penelitian tindakan sekolah ini melibatkan para guru SDI Ahuwair sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran aktif setelah supervisi klinis melalui kunjungan kelas dalam kategori baik; 2) setelah disupervisi melalui kunjungan kelas, prapembelajaran berupa kemampuan menyusun perencanaan pembelajaran diikuti adanya  peningkatan kemampuan melaksanakan pembelajaran. Peningkatan kemampuan guru dalam pra pembelajaran/perencanaan pembelajaran tersebut sekaligus diikuti dengan peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai nilai rata-rata sebesar 71,35 pada siklus I dan 83,7 pada siklus II. Dengan demikian, terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 12,35 %.

Sahruli Sahruli

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This School Action Research was carried out on the basis of field facts that the author found that there were still many madrasah teachers who were still unable and proficient in setting the Minimum Completeness Criteria (KKM) required in the implementation of the Madrasah Curriculum at MTs Al-Ma'arif Rancalutung. This condition can be seen as a finding when carrying out a teacher's duties, especially in carrying out learning evaluations, both end of semester exams and madrasa exams. The expected goal of this school action research is that teachers at MTs Al-Ma'arif Rancalutung can establish Minimum Completeness Criteria and this workshop can improve the ability of madrasa teachers in preparing KKM. This school action research was conducted at MTs Al-Ma'arif Rancalutung with a total of 15 subject teachers, while the implementation of this action research consisted of two cycles. The results of this study indicate an increase in the ability of teachers when setting Minimum Completeness Criteria and this workshop is effective as an approach used to increase teachers' abilities in setting minimum completeness criteria because teachers are more active and a growing sense of responsibility for setting minimum completeness criteria in each subject that taught.

Ahmadi, Khairul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melaluipendidikan tinggi program sarjana (S1), Peningkatkan profesionalisme guruberhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau dengan mengikutiPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Profesionalitas guru seringdikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru,sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005,kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu: kompetensi pedagogik,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Modelpengembangan untuk guru meliputi pengembangan guru yang dipandu secaraindividu, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu prosespengembangan/peningkatan, pelatihan, dan pemeriksaan. Budaya dan karakterbangsa perlu dimiliki secara utuh oleh setiap guru yang mengampu mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan. Ini merupakan tantangan bagi seorang guru dalammenanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada para siswa-siswinya.Kata Kunci: Tenaga Pengajar, Profesionalisme

Siti Supeni, Sri Rejeki NP &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik pada siswa kelas X,XI,XII di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016. 2) Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016.3) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016. Dalam Penelitian ini populasinya adalah siswa kelas X,XI,XII SMK Tunas Nusantara Jaten Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 160 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Hasil Peneliti menjelaskan 1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Pembentukan Karakter Peserta Didik. Terbukti kebenarannya untuk mengetahui kebenarannya maka Rxy1 = 0,843 selanjutnya nilai Rxy1 di bandingkan dengan nilai tabel = 30 Signifikan 5% = 0,361 dan signifikan 1% = 0,463 hasil analisis menunjukan bahwa nilai rxy1 = 0,843 > r tabel 5% = 0,361 dan 1% = 0,463 2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Profesionalisme Guru dan Karakter Peserta Didik. Terbukti kebenarannya untuk mengetahui kebenarannya maka Rxy2 = 0,878 selanjutnya nilai rxy2 dibandingkan dengan nilai tabel = 30 signifikan 5% = 0,361 dan signifikan 1% = 0,463 hasil analisis menunjukan bahwa nilai rxy2 0,878 > r tabel 5% = 0,361 dan 1% = 0,463. 3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik.terbukti kebenaranya untuk mengetahui kebenarannya maka di peroleh nilai F = 0,802 Selanjutnya nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F tabel Signifikan 5% yaitu 0,361. Dengan nilai F hitung = 0,802 > F Tabel = 0,361Kata Kunci : Lingkungan Sekolah, Profesionalisme Guru, Karakter.