Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 37

Analytics

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Nia Andriani; Syauqiyatul Latifah; Mochammad Indra Yumanto

Pendidikan humanistik menekankan pengembangan potensi manusia secara utuh dan menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Dalam konteks pendidikan Islam, nilai-nilai tersebut memiliki landasan normatif dalam Al-Qur’an, salah satunya QS. An-Nahl (16):125. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan nilai-nilai pendidikan humanistik yang terkandung dalam QS. An-Nahl (16):125 ditinjau melalui pendekatan tafsir tarbawi, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep pendidikan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, serta literatur tarbiyah dan jurnal ilmiah relevan. Analisis data dilakukan dengan model maqāṣid-interpretatif untuk mengungkap tujuan dan nilai pendidikan dalam ayat yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nahl (16):125 memuat tiga prinsip utama, yaitu bil ḥikmah, mau‘izhah ḥasanah, dan mujādalah bi-allatī hiya aḥsan, yang mencerminkan nilai rasionalitas, empati, dan dialog edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan humanistik memiliki dasar konseptual yang kuat dalam Al-Qur’an dan relevan untuk pengembangan pendidikan Islam yang humanis dan dialogis.

Nadratul Aini Lubis; Tumiar Sidauruk; Eka Suci Anja Kusumawati

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to describe the difficulties faced by Geography teachers at SMAN 1 Sunggal in identifying students' learning potential and interests during the implementation of the Merdeka Curriculum. The research uses a descriptive qualitative approach with primary data consisting of in-depth interviews and non-participant observation of two experienced Geography teachers. The research findings indicate that teachers face major constraints, including limited time for formal diagnostic assessments, a lack of practical training on diagnostic assessments, a large number of students making individual observation difficult, and the absence of adequate assessment instruments. The teacher's efforts to overcome these difficulties include a personal approach to students, behavioral observation, and varied teaching methods, although these are not yet optimal in supporting differentiated learning. This research provides important recommendations for the development of teacher training and school policies to more effectively support the assessment of student potential and interests within the context of the Merdeka Curriculum.

Budiafosma, Savira Nanda; Budiafosma, Savira Nanda; Daniar, Aninditya; Masnuna, Masnuna

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Tingginya konsumsi makanan instan di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menjadi perhatian penting karena potensi risiko kesehatan jangka panjangnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter buku cerita bergambar interaktif sebagai media edukasi bagi anak-anak usia 9–12 tahun untuk memahami bahaya makanan instan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang dikombinasikan dengan metodologi desain, termasuk tinjauan pustaka, wawancara dengan guru, ahli gizi, dan ilustrator, dan kuesioner yang disebarkan kepada 114 responden untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan anak-anak dan preferensi visual. Proses desain melibatkan identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan validasi melalui jajak pendapat audiens. Desain ini menampilkan karakter utama Lala, Lita, Ibu, dan Maskot Perut, dengan ilustrasi kartun digital berwarna cerah. Hasil validasi menunjukkan bahwa karakter dan desain visual selaras dengan minat dan kebutuhan audiens target, menjadikan media ini efektif dalam menyampaikan pesan edukasi dengan cara yang menarik sekaligus memotivasi anak-anak untuk memahami risiko makanan instan.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Anas Rusmanto, Salma; Fauziah, Salsabila; Rifai, Ahmad; Fatikhul Ikhsan, Diyas; Ayu Maharani, Brilian Mustika +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anak difabel memiliki kebutuhan khusus akibat adanya gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, sensorik, intelektual, maupun emosional. Salah satu gangguan yang umum adalah gangguan motorik, yang berdampak pada keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Penanganan melalui latihan motorik yang sesuai sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot, koordinasi, fleksibilitas, serta efikasi diri anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di YPAC Surakarta dengan tujuan meningkatkan pengetahuan guru olahraga dan orang tua mengenai pentingnya latihan motorik yang disesuaikan dengan klasifikasi gangguan anak. Metode kegiatan meliputi observasi, penyuluhan, pelatihan langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, serta monitoring keberlanjutan latihan di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan latihan yang individual dan terstruktur dapat meningkatkan pemahaman pendamping (guru dan orang tua), sekaligus membantu anak difabel mengembangkan potensi fisik dan psikologisnya. Kolaborasi antara pendidik, orang tua, serta tenaga profesional menjadi kunci dalam membentuk anak difabel yang berdaya saing dan berjiwa juara

Hartati, Sri; Sonhaji, Sonhaji; Rina Apriliani; Musrifah, Musrifah

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan tahap penting yang mempengaruhi arah pendidikan dan karier siswa di masa depan. Di SMK XYZ Kabupaten Tegal, pemilihan jurusan masih dilakukan secara konvensional dengan mempertimbangkan nilai rapor dan saran dari guru atau orang tua, yang cenderung bersifat subjektif dan tidak sepenuhnya memperhatikan potensi serta minat individual siswa. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat memberikan rekomendasi jurusan secara objektif dan sistematis menggunakan dua metode, yaitu Naive Bayes dan Simple Additive Weighting (SAW). Naive Bayes, yang berbasis pada algoritma probabilistik, telah terbukti efektif dalam memprediksi ketuntasan belajar siswa, sementara SAW banyak digunakan dalam pengambilan keputusan multikriteria dengan memperhitungkan beberapa aspek kriteria seperti nilai rapor, hasil psikotes, dan minat siswa. Penelitian ini mengkomparasi kedua metode tersebut untuk menentukan mana yang lebih optimal dalam memberikan rekomendasi jurusan yang akurat dan sesuai dengan karakteristik siswa di SMK XYZ. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan solusi alternatif bagi sekolah dalam proses pemilihan jurusan yang lebih objektif, efisien, dan minim subjektivitas, serta dapat diterapkan pada proses pendidikan di SMK lainnya.

Heri Endang Wani

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

This study aims to examine the role of teachers in improving students' potential, with a focus on aspects of learning and character development. The role of teachers is very important in supporting the development of various student potentials, both in terms of academics and character, both of which contribute to students' readiness to face future challenges. This study uses a qualitative literature method. Data were collected through document analysis related to learning programs and extracurricular activities. The results of the study indicate that teachers play a role in identifying and exploring students' potential through creative and adaptive learning methods. The conclusion in this study shows that developing students' character by instilling moral values, discipline, and responsibility has an impact through direct role models, effective communication, and positive interactions between teachers and students. This study suggests the need for ongoing training for teachers so that they can be more optimal in developing students' academic and character potential.

Tiurmaida Nadeak

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The purpose of this study explores Christian religious education learning that develops students' potential at SMA Negeri 1 Siempat Nempu Hulu, Dairi Regency. Theories related to the contribution of Christian Religious Education teachers in developing students' character and potential are important references for analyzing the steps of activities carried out in learning. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method, which involves data collection through interviews, observations, and document studies. The results of the study indicate that Christian religious education does not only focus on cognitive aspects, but also on developing students' moral and spiritual values. Through learning that is integrated with Christian values, students are taught to apply Christian values ​​in good character and independence. Thus, students are equipped with various skills from their potential so that they have an impact on their lives and the surrounding environment. The conclusion in this study emphasizes that teachers in teaching Christian education are useful in shaping character and developing students' potential, as well as providing recommendations for improving teaching methods to be more effective in achieving educational goals.

Fahmi Abdulloh Efendi; Abdul Misbahudin; Ahmad Khoirudin; Wahyu Ilahi; Ibnu Muhsin Hakiki +1 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. Pedagogical competence is the main ability that educators must have to manage learning effectively. This research aims to discuss the meaning of pedagogical competence, the application of learning theories, and the role of information and communication technology in Islamic Religious Education (PAI) learning. The research method used is literature analysis and theoretical study. The research results show that pedagogical competence includes the ability to understand student characteristics, design learning, and carry out comprehensive evaluations. The application of learning theories, such as behavioristic, cognitive, constructivist and humanistic, has been proven to support the effectiveness of PAI learning. Behavioristics helps build positive habits, cognitive improves deep understanding, constructivists encourage active participation, and humanistics develops students' potential holistically. Apart from that, the use of information and communication technology, such as e-learning, video conferencing and multimedia, is able to encourage learning that is innovative, interactive and in line with the needs of students in the digital era. Thus, the development of PAI teachers' pedagogical competence needs to continue to be improved through targeted training, optimal use of technology, and strengthening learning strategies to produce learning that is relevant to the needs of the times Abstrak Kompetensi pedagogik adalah kemampuan utama yang harus dimiliki oleh pendidik untuk mengelola pembelajaran secara efektif. Penelitian ini bertujuan membahas pengertian kompetensi pedagogik, penerapan teori belajar, serta peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur dan kajian teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mencakup kemampuan memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran, serta melakukan evaluasi secara komprehensif. Penerapan teori belajar, seperti behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan humanistik, terbukti mendukung efektivitas pembelajaran PAI. Behavioristik membantu membangun kebiasaan positif, kognitif meningkatkan pemahaman mendalam, konstruktivistik mendorong partisipasi aktif, dan humanistik mengembangkan potensi siswa secara holistik. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, seperti e-learning, video konferensi, dan multimedia, mampu mendorong pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Dengan demikian, pengembangan kompetensi pedagogik guru PAI perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan yang terarah, penggunaan teknologi secara optimal, dan penguatan strategi pembelajaran untuk menghasilkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

M. Zulfan Nur; Dhea Amanda; Elisa Simatupang; Rotua Simanjuntak; Ulfa Dwi Anti +2 more

Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan dan ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pelaksanaan program ini sering kali menghadapi kendala, baik internal maupun eksternal. Kendala eksternal yaitu dimana orang tua anak-anak yang acuh tak acuh terhadap kegiatan program yang dilaksanakan di TK tersebut. Program aku suka membaca untuk meningkatkan kemampuan membaca. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan metode kualitatif Program "Aku Senang Membaca Buku" di TK Pembina 1 Medan menunjukkan potensi yang baik dalam meningkatkan kemampuan literasi anak. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan anggaran, penyediaan sumber daya yang memadai, serta pelatihan bagi guru.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa program ini memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak usia dini. Peningkatan minat baca dan kemampuan literasi anak yang terobservasi setelah pelaksanaan program menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat didorong untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang baik.

Marya Ulfa; Muslimah; Sony Junaedi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Potensi masalah pada mitra terdapat pada fasilitas sekolah terutama perpustakaan di SMP ISLAM DARURROHMAN memiliki perpustakaan tetapi tidak terawat dan berdebu sehingga, mahasiswa diawal kegiatan melakukan revitalisasi serta merapikan buku-buku. Selain itu, ketersediaan buku-buku yang tidak memadai antara buku fiksi dan non fiksi mengarahkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan donasi buku tetapi tidak berjalan lancar. Rendahnya minat dan motivasi literasi dan numerasi siswa yang rendah, dibuktikan dengan hasil Pre Test AKM yang rendah di numerasi disebabkan karena beberapa hal, sehingga meminta mahasiswa untuk mendekati siswa dan menanyakan sesuai dengan kebutuhan siswa seperti pelaksanaan private class agar siswa tidak malu dan semangat untuk belajar dan terbiasa beradaptasi dengan hadirnya kakak mahsiswa. Kekurangan tenaga pendidik guru, salah satunya di SMP ISLAM DARURROHMAN, membuat mahasiswa masuk ke kelas tanpa pengawasan dan pembimbingan. Dalam hal ini mahasiswa dipercaya langsung untuk melakukan pengajaran di sekolah. Sehingga sebagai DPL meminta siswa untuk berkoordinasi dengan guru pamong untuk membimbing mahasiswa dalam proses mengajar tersebut. Hal tersebut biasanya terjadi di hari Minggu karena sekolah penugasan 2 liburnya hari Jumat. Berdasarkan permasalahan yang dialami mitra, maka solusi yang telah ditawarkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi: (1) Observasi lapangan untuk memperoleh data awal tentang permasalahan yang dihadapi oleh mitra, (2) Analisis kebutuhan mitra dan menawarkan solusi penyelesaian, (3) Membuat perancangan pelatihan dan pendampingan, (4) Membuat materi yang berkenaan dengan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi (5) Melakukan pelatihan pengenalan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (6), Melakukan workshop tentang Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (7) Melakukan pendampingan pada mitra dalam Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari kegiatan pengabdian ini maka dapat diperoleh simpulan bahwa Kegiatan kampus mengajar angkatan 6 ini merupakan program yang baik untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan belajar sambil berdampak serta program-program yang sudah disusun mahasiswa dapat diimplementasi dengan dukungan pihak sekolah penugasan. Pengalaman kampus mengajar 6 ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa sekolah penugasan tetapi juga pihak sekolah serta mahasiswa.

Rizka Amanda Putri; Rahmatun Nisa; Muhammad Chaidir; Tengku Darmansah

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Principal communication is the process of conveying information to teachers and forwarded to students. The purpose of this study was to determine the principal's communication, including: Teacher professionalism; Teacher discipline; and Teacher responsibility. Qualitative approach with descriptive method. In terms of data collection is through literature study, literature study is the initial step in the data collection method. Literature study is a data collection method that is directed at finding data and information through documents, both written documents, photographs, images, and electronic documents that can support the writing process. The subjects of the study were teachers, principals, and school committees at Madrasah Aliyah Islamiyah Sunggal. The results of the study found: Principal communication in improving teacher professionalism is conveying messages to teachers both verbally and in writing; Principal communication in improving teacher discipline is providing exemplary examples by attending school on time; Principal communication in improving teacher responsibility is interpersonal communication, communication in solving problems in learning by coordinating and finding solutions with the school committee and supervisor, and the relevant Education Office. It is expected that the committee and the principal can provide encouragement and guidance in teacher performance regarding professionalism, discipline and teacher responsibility effectively and efficiently so that it can improve teacher performance in schools.

Siti Nur Maulidah; Muhammad Aqil Madani; Najwa Nabilah; Muhammad Ridho Ramadhan Ali; Ikmawati Ikmawati +1 more

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

This research aims to describe the role of teachers in 21st century learning for elementary school students in the independent curriculum.  In this research, the method used is qualitative descriptive analysis with a library research approach, namely an approach that focuses on literature analysis.  Researchers collect data from various written sources such as books, journals and other references.  Based on the research results, it shows that in 21st century learning teachers have a very important and crucial role in the learning process and development of students' skills based on 4C skills (communication, critical thinking, collaboration and creativity).  It is hoped that 21st century learning for elementary school students through the independent curriculum can develop students' potential and skills to compete with developments that are increasingly developing day by day.  The implementation of the independent curriculum in elementary schools also plays a role in creating empowered students, able to adapt to current developments through a project to strengthen the profile of Pancasila students.  Therefore, it is hoped that there will be collaboration and support from parents, school principals and the government so as to produce a young generation who are intelligent, have character and are ready to face the future. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru dalam pembelajaran abad-21 pada siswa sekolah dasar di kurikulum merdeka. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research, yaitu pendekatan yang berfokus pada analisis literatur. Peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan referensi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran abad-21 guru memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa berdasarkan keterampilan 4C (communication, critical thinking, collaboration, dan creativity). Pembelajaran abad-21 pada siswa sekolah dasar melalui kurikulum merdeka diharapkan dapat mengembangkan potensi dan keterampilan siswa untuk bersaing dengan perkembangan zaman yang kian hari makin berkembang. Implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar juga berperan untuk menciptakan siswa yang berdaya, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu diharapkan adanya kolaborasi dan dukungan  dari orang tua, kepala sekolah dan pemerintah sehingga menghasilkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Leni Marlina; Trisno; Nuraini

Penelitian ini didasari oleh kesulitan siswa dalam merangkai kalimat. Guru hanya dapat menjadi penceramah dan pemberi contoh yang baik tanpa melihat potensi siswa, kemudian untuk mengolah kata dan kalimat sesuai dengan keinginan mereka sendiri dengan memperhatikan EYD. Sedangkan siswa hanya mampu menjadi seorang pembaca ulang tanpa adanya minat dalam mencoba membuat kalimat sendiri dan mengolah kata dengan baik sesuai dengan imajinasi mereka. Hal ini menyebabkan menurunnya pemahaman siswa dalam mengolah kata pada pelajaran bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VI B di SDN 07 Manggelewa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran editing pada materi memaparkan informasi menggunakan bahasa lisan dan tulisan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI B SDN 07 Manggelewa. Hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata dan ketuntasan belajar siswa yang meningkat, yakni pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu memiliki nilai rata-rata hasil belajar sebesar 82 dengan ketuntasan klasikal 83 % dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu memiliki nilai rata-rata hasil belajar sebesar 75,70 dengan ketuntasan klasikal 47 %.

Melani Melani; Junaidi Junaidi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Pendidikan karakter adalah pendidikan, nilai, kebiasaan, akhlak, budi pekerti, yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi siswa dalam mengambil kebijakan yang benar dan buruk, memelihara yang baik, menciptakan dan menyebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkannya dengan segenap hati. Maksud dari penelitian ini adalah agar tahu bagaimana peran guru agama Islam serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendidikan karakter pada peserta didik di SMP N 1 BONJOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan berbagai metode yang ada untuk mendiskripsikan apa yang diamati dalam bentuk bahasa, tulisan dan perilaku manusia. Dalam penelitian ini terdapat dua informan yaitu informan kunci adalah guru Pendidikan Agama Islam dan informan pendukung adalah wakil kepala sekolah dan peserta didik. Hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP N 1 BONJOL menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai teladan, pembimbing, dan guru yang penyayang dalam penerapan pendidikan karakter. Dalam hal melaksanakan peran tersebut, terdapat faktor yang mendukung dan yang menghambat bagi guru agama Islam untuk menerapkan pendidikan karakter pada peserta didik, yaitu: faktor pendukung adalah kegiatan yang diadakan di sekolah serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah faktor internal yang disebabkan oleh diri siswa itu sendiri dan ketidaktahuan peserta didik yang menghambat penerapan pendidikan karakter. Faktor eksternal yang berasal dari lingkungan luar seperti pertemanan di luar sekolah yang kurang baik serta penyalahgunaan media sosial yang tidak dikontrol oleh orang tua.

Zahra Siti Humayra; Alfiyah Zahra Jauza; Husen Indarno Syaifullah; Mahesa Firdaus Gusman; Ramadhane Tepi Al Haq +2 more

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai beauty privilege Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif menggunakan observasi berupa wawancara dan pengisian kuesioner Hasil penelitian yang kita dapat khususnya di zaman milenial ini istilah good looking sangat gencar orang bicarakan, yang mana membentuk suatu stigma beauty privilege. Pada umumnya siswa di sekolah merasakan adanya beauty privilege, mereka juga merasa bahwa hal tersebut memungkinkan adanya hak istimewa di dalam lingkungan sekolah. Menurut salah satu responden yang kami wawancara pun penampilan dan paras yang cantik adalah hal pertama yang orang lihat. Namun, ada juga yang memberi pernyataan bahwa tidak selamanya penghargaan, pujian itu dilihat dari fisik saja, bisa juga dengan mengembangkan kemampuan kualitas diri. Beauty privilege memang bentul adanya di kalangan siswa terutama di dalam sekolah, beberapa siswa memberi pernyatan penampilan dan memiliki paras yang cantik cenderung mendapatkan hak istimewa saat mereka berada di lingkungan sosial. Namun, untuk di lingkungan kegiatan belajar dalam mengajar guru lebih mengutamakan siswa yang berprestasi di akademik. Akan tetapi, orang yang memiliki tampilan menarik dapat dimaklumi untuk memberikan atensi lebih kepada seorang guru karena, hal tersebut dinilai sah bagi beberapa siswa dengan dalih mudah atau lebih nyaman untuk diperdengarkan. Selain itu, dampak terjadinya hak istimewa bagi siswa paras atau penampian yang menarik memengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa sehingga memudahkan mereka dalam bersosialisasi dan diterima.

Kausara Usman

Pentingnya peran guru dalam pencapaian prestasi siswa tidak bisa diabaikan. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mengajar, dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mencapai potensi maksimal mereka. Dengan adanya guru yang berkualitas, siswa dapat lebih mudah mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Penelitian ini adalah studi literatur dan analisis data sekunder. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait pendidikan inklusif dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan. Analisis data sekunder dilakukan dengan menggunakan data-data yang sudah ada mengenai partisipasi individu dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar-mengajar. Dari hasil analisis penulis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencapaian siswa inklusif setelah dilakukan pelatihan khusus bagi guru-guru mereka. Hasil ini memberikan dukungan kuat untuk pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi semua siswa. pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individu dan kemampuan untuk mengadaptasi metode pengajaran, guru dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja siswa secara keseluruhan..Diferensiasi pembelajaran juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperkuat rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan ide-ide kreatif mereka.

Puput Tri Agustine; Widya Pratiwi

Potensi yang dimiliki peserta didik dapat ditinjau dari hasil belajarnya. Hasil belajar peserta didik cenderung berbeda-beda, hal ini disebabkan berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yang paling mempengaruhi dalam proses belajar siswa adalah faktor keluarga, karena keluarga yang berperan langsung dalam proses belajar dan cara belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mengetahui tingkat ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 2) Mengetahui yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 3) Mengetahui pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori kecenderungan variabel yang masuk kategori rendah sebanyak 3 responden atau sebesar 13 %, masuk kategori sedang sebanyak 20 responden atau sebesar 87 % dan tidak ada yang masuk kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi orangtua di MA Ma’Arif NU Cimanggu dalam kategori sedang. Dari 23 responden diketahui sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa  mendapatkan nilai dengan kategori amat baik, sebanyak 19 atau sebesar 82,6% siswa mendapatkan nilai dengan kategori baik, sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa mendapatkan nilai dengan kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapat nilai dengan predikat kurang. Secara umum bisa peneliti simpulkan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu adalah baik. Ada pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan nilai signifikansi 0,003. Persamaan regresinya dapat ditulis : Y = 61,247 + 0,440X. Nilai R atau nilai korelasi antar variabel sebesar 0,593 atau 59,3%. Sedangkan nilai R Square 0,352 mengandung pengertian bahwa pengaruh tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi di kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu sebesar 35,2%.

Miranti, Indira Pipit; Cahyani, Arinda Nur; Yuliana, Rini Dwi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Jatisaba memiliki geografis berupa pegunungan dan termasuk Desa yang memiliki lahan hutan yang cukup luas. Wilayah yang termasuk ke dataran tinggi ini sebenarnya memiliki potensial yang tinggi sebagai tempat wisata reiligi tetapi pada dasarnya kualitas promosi dari Desa Jatisaba masih kurang gencar sehingga hal tersebut belum terealisasikan. Hal ini membuktikan bahwa sampai pada saat ini belum ada perkembangan terkait dengan pembangunan tempat wisata religi karena kurangnya sosialisasi. Selain itu potensi yang dimiliki Desa Jatisaba yaitu adanya usaha UMKM berupa Home Made keripik pisang kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang ada di Desa Jatisaba memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu berjalannya proses pemanfaatan dan pembuatan baik keripik pisang. Sehingga mampu mengubah atau membentuk wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad dan kemampuan perilaku berinovasi menjadikan sistem usaha yang maju. Pemilihan desa ditentukan karena adanya permintaan dari perwakilan guru-guru TK dan Paud untuk penyuluhan tentang permasalahan yang belum terselesaikan.