Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 47

Analytics

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Eprinda Nurro'in Habibah; Binti Maunah

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This study focuses on the development of student character, particularly in terms of discipline and responsibility, at SMPN 1 Ngunut, an outstanding school in Tulungagung Regency. Seventh-grade students are in a transitional phase from elementary to junior high school, making them vulnerable to the influences of their environment and the changing times. Based on observations, many students have not yet demonstrated disciplined behavior, such as arriving on time, completing tasks, cheating during exams, and not paying attention to teachers while learning. This study aims to identify effective Social Studies (IPS) teaching strategies for shaping students' character. The research focuses on (1) the role of teachers as demonstrators in developing disciplined and responsible character through IPS learning, (2) effective strategies employed by teachers to cultivate discipline and responsibility in students, and (3) potential solutions to improve the quality of IPS learning in instilling discipline and responsibility. The method used is descriptive qualitative research with a case study approach. The findings show that (1) IPS learning in the seventh grade at SMPN 1 Ngunut is effective in instilling discipline and responsibility, (2) Teachers use teaching activities to instill values such as punctuality and task completion, (3) Through methods like group work, individual assignments, and behavioral evaluations, students show positive changes, (4) The role of teachers as facilitators and role models is crucial, (5) Collaboration between teachers and the principal creates a school culture that supports character development, and (6) The impact of this process is reflected in increased student awareness of their responsibilities. These findings highlight that IPS not only fosters cognitive knowledge but also serves as a strategic medium for continuous moral and character development.

Siti Nuraini; Sudrajat Sudrajat; Shafa’ Annisa Puspasari

Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Currently, the number of Children with Special Needs (ABK) continues to increase every year, making the role of teachers increasingly vital in providing inclusive education services in schools. This increase in the number of ABK requires teachers to have adequate competencies to provide education tailored to the needs of each child. In this context, inclusive education is crucial, as it provides opportunities for all children, including those with special needs, to learn together in the same environment. This study aims to analyze the role of teachers in the context of inclusive education in Early Childhood Education (PAUD). The method used in this study is qualitative with a narrative approach, conducted in several PAUD institutions in Malang. The results show that teachers have a very important role in inclusive education in PAUD. The role of teachers in question covers several aspects, including the ability to recognize Children with Special Needs (ABK), conduct initial assessments of student needs, and understand how to implement appropriate learning for ABK. In addition, teachers are also expected to be able to use assistive devices to provide simple stimulation to ABK and know how to involve parents in handling ABK. The importance of the teacher's role in inclusive education lies not only in academic abilities, but also in social and emotional skills in creating a supportive learning environment. This research provides valuable insights for the development of training programs for teachers to improve their skills in inclusive education, which is expected to have a positive impact on the quality of education in early childhood education (PAUD). With appropriate training, teachers can be better prepared to face the challenges of teaching children with special needs and ensure that every child receives a quality education tailored to their needs. This research is expected to encourage educational institutions to pay more attention to training and professional development for teachers, so they can contribute optimally to creating inclusive and quality education.

Viter Viter; Daniel Marciano Kapoh; Lukas Budi; Marthen Mau

Jurnal DIKMAS 2025 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Christian religious education at SMP Negeri 1 Teriak is an effort made to increase interest in reading the Bible for students in class VII, which is very important by increasing their reading of the Bible so that they can understand the meaning of the Bible. This type of research is qualitative research with an approach through observation, interviews, documentation, library research. The results of the research show that the efforts of Christian religious education teachers to increase interest in reading the Bible for class VII students at SMP Negeri 1 Teriak, Bengkayang Regency are: 1) implementing literacy before starting lessons; 2) provide questionnaires for weekly reports at church; 3) give memory verses for each homework assignment; 4) create stories using Bible sources and are required to read the Bible every day to make reports. So, PAK teachers play an increasingly important role in encouraging Class VII students to read the Bible, so students will increasingly increase their interest in reading the Bible.    

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

Kabonu, Regina Meriana; Zasa, Elia Umbu; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru berdasarkan Filipi 4:2-9 dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa di SDS Danbi Bersinar Bekasi. Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Guru sebagai komponen krusial dalam pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan mengembangkan sumber daya manusia yang potensial. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa masalah ketidakdisiplinan siswa yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin melalui nasihat, bimbingan, dan teladan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Santiani, Santiani; Sudrajat, Adisti Aulia

Jurnal Faidatuna 2024 STAI Denpasar Bali

Abstract. In an increasingly modern and rapidly advancing era, namely where the advancement of digital era technology and knowledge, especially in the world of education, the role of teachers is very important to prepare a good generation, namely having a character in accordance with religious teachings and state norms and having communication skills. So the role of teachers is very important, especially religious teachers or Islamic religious education teachers. The purpose of this study was made where the progress of the digital era but there are still many shortcomings of students in having a character that is in accordance with religious and state law and there are still many shortcomings in communicating so that because character and communication are very important, especially in today's era and for the future, it is necessary to build student character and communication skills of students in this digital era, so in this study Islamic religious education teachers are taken or become roles in building character and communication skills of students in this digital era. As for the research method using a descriptive qualitative research method which takes data through observation, interviews, and documentation and also takes other literature that supports this research in order to become relevant research that is formed in the form of descriptive qualitative.

Jingga Pramesti Pujianingsih; Raditya Bagus Jati Wibowo; Rizqan Rusnamba Prandika; Endrise Septina Rawanoko

Upacara bendera di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin dapat membantu peserta didik memahami dan tanah air dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam menaati aturan, seperti berpakaian rapi dan berperilaku disiplin, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Namun, tantangan yang dihadapi adalah penurunan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, keluarga, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengembangkan program yang dapat menguatkan jiwa nasionalisme secara berkelanjutan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas. Saran untuk kepala sekolah dan pengajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanaman sikap nasionalisme, serta memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya pelaksanaan upacara bendera. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter yang bermoral. 

Wila Yurnita; Masbirorotni Masbirorotni; Mulyadi Mulyadi

Jurnal Inovasi Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research aims to analyze the role of Driving Teachers in helping to make the implementation of the Merdeka Curriculum successful in the 19 Peninjauan Elementary Schools (SD). The Independent Curriculum is an educational policy that aims to provide freedom to educational units in designing learning that is more flexible, meaningful and in accordance with the needs of students. Mobilizing Teachers, as agents of change, are expected to play an important role in the successful implementation of this curriculum. The research method used in this research is qualitative with a literature review approach. The results of the research show that the Mobilization Teacher at SDN 19 Peninjau acts as a learning facilitator, leader of change, and motivator for his colleagues in the successful implementation of the Merdeka Curriculum. Mobilizing Teachers not only focus on teaching in the classroom, but also play an active role in developing the professionalism of other teachers and establishing a school culture that supports the principles of the Independent Curriculum. However, challenges such as limited resources, uneven understanding of the Independent Curriculum, and resistance to change are still the main obstacles.

Muthia Ivana Zahra; Rahma Pasaribu, Nopi Yanti Ar; Samura, Laras Hilda; Gultom, Wida Bonor; Yunita, Sri

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Degradasi moral di kalangan pelajar semakin menjadi isu serius dalam dunia pendidikan. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan PKn dalam menghadapi degradasi moral di lingkungan sekolah. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan metode yang terstruktur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data dari berbagai sumber di perpustakaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan keterkaitan antara peranan dari pendidikan kewarganegaraan dalam mengatasi degradasi moral di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini ialah pendidikan kewarganegaraan dapat mengurangi degradasi moral dan membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab serta beretika. Hal ini akan menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan hak dan kewajiban, sehingga mereka dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan dan bangsa. Melalui penerapan nilai-nilai kewarganegaraan, diharapkan individu-individu ini akan memiliki karakter yang kuat dan integritas tinggi, yang pada akhirnya dapat memperkuat tatanan sosial di masyarakat. Dengan demikian, diperlukan peran serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan lingkungan sekolah, untuk memperkuat implementasi nilai-nilai yang diajarkan dalam PKn guna menghadapi tantangan degradasi moral di kalangan pelajar

Ali Maksum; Nana Jumaha

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pembelajaran Bahasa Arab dalam kurikulum madrasah di Indonesia. Bahasa Arab memiliki peranan penting dalam pendidikan agama Islam, terutama di lembaga pendidikan formal seperti madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumentasi dan wawancara mendalam kepada para pengelola madrasah, guru Bahasa Arab, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran Bahasa Arab di madrasah telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan perkembangan kurikulum nasional. Meskipun terdapat upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran, masih terdapat tantangan dalam implementasi kebijakan tersebut, seperti kurangnya sumber daya pengajar yang berkualitas dan minimnya fasilitas pendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pelatihan bagi guru Bahasa Arab serta pengembangan materi ajar yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran Bahasa Arab di madrasah dapat lebih efektif dan berdampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap bahasa dan budaya Arab.

Wahdini Wahdini; Andy Hakim; Muhlisah Lubis

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study was conducted on the basis of describing the Role of Cooperatives in Increasing Teachers' Interest in Joining the Musthafawiyah Employee Cooperative (Case Study of the Musthafawiyah Employee Cooperative of the Musthafawiyah Islamic Boarding School). This study was conducted from October 2023 to July 2024. The study used a phenomenological approach. The data validation technique was carried out by digging up information from several informants who were directly related to the cooperative. In addition, the researcher also conducted direct observations at the research location to verify the data whether the data obtained from the informants was in line with the reality in the field or not. The results of this study, the author concluded that the cooperative had not been able to carry out its role properly in increasing teachers' interest in joining and actively participating in the Musthafawiyah Employee Cooperative, as can be seen from the cooperative members who left the cooperative, the number of members did not increase every year. This is also referred to by several factors, namely individual factors and environmental factors. To overcome the lack of interest of teachers to join the Musthafawiyah employee cooperative, namely by increasing socialization and communication, strengthening the role of leadership, providing incentives and ease of joining, improving the quality of cooperative services, and creating synergy with related institutions.

Muhammad Abrar; Muhammad Herizal Ihza; Al Munawir; Safrirullah Safrirullah; Zulfan Adi Putra

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Students' personal and character development relies heavily on education. An important aspect of education is the development of self-control, which is the foundation for a child's ability to control their emotions, behave appropriately, and make educated decisions. Students' academic and social success are significantly impacted by self-control, which is a key indicator of long-term success. The point of this exploration is to figure out how the impact of Islamic strict training instructors at SD Negeri 1 Tanah Luas has on understudies' discretion. The objects of this examination are: understudies of SD Negeri 1 Tanah Luas. The supporting hypothesis utilized for restraint is the hypothesis of M. Nur Ghufron and Rini Risnawita S, in their book Mental Hypotheses, Cet. The 3rd. This exploration is subjective examination with a distinct methodology, the examination information sources comprise of essential information sources (school head, class educator, PAI instructor and most significant level understudies at SD Negeri 1 Tanah Luas) and optional information sources (writing). Information assortment through perception, meetings and documentation. Information from research interviews were examined utilizing information examination procedures which were brought out through information decrease, information show and afterward reaching determinations. The aftereffects of the exploration reason that: (1) the job of Islamic Strict Training educators in expanding understudies' poise at SD Negeri 1 Tanah Luas is partitioned into a few structures: (a) Conduct Control (b) Mental Control (c) Decisional Control, which is then expressed in This job is exemplified by strict exercises, for example, congregational supplications and Al-Qur'an tadarus, religions, and other strict exercises which are regularly done by all understudies, educators and instruction staff and are planned by plan (2) Supporting variables for Primary School Islamic Strict Schooling Educators Negeri 1 Tanah Luas in its endeavors to build understudies' restraint incorporates support from school directors, staff and representatives, guardians, as well as joint effort between Islamic Strict Schooling instructors and other grade school teachers. One nation has a huge area. The purpose of this study is to provide readers with an understanding of the significance of strict Islamic education in developing students' self-control and preventing students' ethical losses, as well as providing educators with a perspective for teaching and gaining experience.

Khidayat Muslim; Nur Aziz; Annisa Nurahmayanti; Yayat Hidayat

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Kepemimpinan yang efektif dalam konteks ini memegang peranan kunci dalam memastikan pengalaman belajar yang bermakna dan berkualitas bagi siswa. Artikel ini membahas konsep kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islami dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, artikel ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas guru dalam mengajar PAI. Temuan dari artikel ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan sekolah dasar, seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan empati, untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa para pemimpin sekolah dasar perlu memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Islam dalam strategi kepemimpinan mereka guna memperbaiki kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk karakter yang kuat pada generasi muda Muslim.

Rahmat Hidayat; Iratna Dewi; Winarti Winarti; Rahma Tika

Penelitian ini merupakan penelitian tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Guru Pendamping mempunyai peranan penting dan setara dengan guru kelas atau guru inti. Guru pendamping tersebut juga memiliki kompetensi pedagogik, sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Mendikbud bernomor 137 Tahun 2014. Namun pada kenyataanya peran guru Pendamping dinilai masih belum efektif dalam membantu memberikan layanan dan meningkatkan mutu pembelajaran peserta didik. Kajian ini bertujuan guna mengungkapkan tentang guru Pendamping dalam memberikan layanan meningkatkan kualitas  pembelajaran pada anak. Subjek pada kajian ini melibatkan 5 orang guru pendamping. Pendekatan kualitatif berjenis studi kasus digunakan pada kajian ini. Teknik pengumpulan datanya melalui interviu, pengamatan, serta dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil kajian dapat ditarik kesimpulan bahwasanya peran guru pendamping sangat efektif terhadap kualitas pembelajaran dengan terpenuhinya beberapa indikator perencanaan, pelaksanaan, serta evalusi pembelajaran dimana guru pendamping dalam hal menguasai kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar sudah berada dalam kategori baik.

Fauziyah Maulia; Januar Januar; Deswalantri Deswalantri; Nurhasnah Nurhasnah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This research is based on the fact that there are still OSIS administrators at SMPN 1 Ulakan Tapakis who have not been able to reflect good morals, this is because the OSIS supervisor teachers heve not provided provisions and approaches to OSIS administrators at SMPN 1 Ulakan Tapakis and there is a lack apptoach to OSIS administrators. This research aims to describe the role of the OSIS supervisor teacher in forming the moral character of the OSIS administrators at SMPN 1 Ulakan Tapakis. The research was conducted at SMPN 1 Ulakan Tapakis, Padang Pariaman regency. This research uses descriptive  research methods with a qualitative approach. The key informant in this research is the OSIS teacher, while the supporting informant is the OSIS administrator. Data collection techniques by means of beservation, interviews and documentation. The role of the OSIS supervisor teacher is very important in forming the moral character of the OSIS administrator. The role of the coaching teacher is as a guide (preceptor), providing motivation (Motivator) and providing evaluation (evaluator). Through various activities carried out by the OSIS in order to form moral character and be able to instill commendable values that exist in OSIS activites throught the form of IMTAQ development and good manners or noble morals. In order for the formation of akhlakul karimah character in OSIS administrators, it is not solely on the shoulders of religious teachers, but requires the role of the supervisor teacher as well as cooperation between the supervisor teacher and the OSIS administrators.

Imas Masitoh; Miftah Nurul Maarif; Alfiyatun Alfiyatun; Cici Rasmanah; Ujang Anwar Fauzi +2 more

Journal Innovation in Education (INOVED) 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Bullying is a term for acts of violence or bullying committed by stronger parties both in terms of age, strength, power to the weak. Forms of bullying behavior are physical bullying, verbal bullying and mental / psychological bullying that can have a negative impact on the victim, such as bruises, wounds, pain, timidity, etc. and for the long term namely disruption of psychological conditions and poor social adjustment. The role of educational psychologyCounselors have an important role in preventing and overcoming bullying in schools, for that efficient and comprehensive services are needed to all students by using various skills and media that can help the performance of educational psychology in dealing with bullying.

Debora Simamora; Raikhapoor Raikhapoor; Maria Widiastu

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The aim of this research is to determine the role of knowledge played by Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome students' learning difficulties in class VIII of SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year. The research hypothesis is that the role of Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome the learning difficulties of class VIII students at SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year is > 75% of what was expected. The population is all students in class VIII of SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year who are Protestant Christians, totaling 102 people. The research sample was determined by random sampling at 35% from 102 people, namely 36 people. This research method is a descriptive quantitative inferential method with a research instrument using a questionnaire. Hypothesis testing using the t test formula obtained a value of tcount=10.576>ttable=2.042. The tcount value is in the curve area of ​​rejection of H0 and acceptance of Ha. Thus, it can be concluded that the accepted research hypothesis is that the role of Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome the learning difficulties of class VIII students at SMP Negeri 2 Muara Belajar in 2023/2024 is > 75% of the expected 84.84%. However, there are several teacher roles that must be improved, including: 1) The role of providing reinforcement in the form of enthusiasm, with a value of 3.22. 2) Role in helping students to make good friends with other friends, with a value of 3.08. 3) Role in providing feedback to students who are slow in learning, with a value of 3.19. 4) Role in using media or learning tools, with a value of 3.17. Some of these roles are in the good category and it is hoped that teachers will be able to achieve their achievements so that they become very good.

Dominggus Umbu Dingu; Elisabeth Dethan; Prihadi Kristiyan; Petrus Kefas Loka

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2023 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

In the research, the author found several things that happened, including: how the role of the Religious Education Teacher as a leader in terms of the Heidelberg Catechism week 12 affects students' interest in learning. And how big is Teacher Pak as a Leader in terms of the Heidelberg Catechism week 12 towards students' interest in learning? The aim is to find out the role of Teachers as Leadership in terms of the Heidelberg Catechism week 12 towards students' interest in learning, to find out how big the role of Teachers as Leadership is as a leader. Leadership is reviewed from the 12th week of the Heidelberg Catechism on students' learning interest. PAK Teacher Leadership is a teacher who fears God, understands the truth of God's word, teaches based on God's word, carries out his duties and responsibilities as a teacher, leader and becomes an example for his students. Meanwhile, students' interest in learning is a desire within a person and a desire from outside that can foster a person's interest in learning. Based on the research results, it shows that the role of Religious Education Teachers as a leadership role is very important in increasing students' interest in learning and the level of Religious Education Teachers' role as leadership towards students' interest in learning.