Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 33

Analytics

Olyvia Margaretha Banjarnahor; Verani Sinurat; Stefany N. I Nababan; Nasirwan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan instrumen utama pertanggungjawaban pemerintah atas pengelolaan keuangan publik. Kualitasnya tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, tetapi juga oleh nilai etika yang dipegang aparatur pemerintah. Penelitian ini menganalisis penerapan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pelaporan keuangan Pemerintah Kota Medan serta kesesuaiannya dengan karakteristik kualitatif LKPD, yang diintegrasikan dengan nilai etika Kristiani. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis data keuangan tahun anggaran 2022–2024. Hasil menunjukkan PAD tumbuh konsisten dari Rp2,23 triliun (2022) menjadi Rp2,44 triliun (2023) dan mencapai Rp2,77 triliun (2024), total realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,29 triliun (2024) dengan capaian 87,84 persen dari target anggaran, surplus APBD Rp36,57 miliar, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Nilai kejujuran berkorelasi dengan karakteristik keandalan dan relevansi LKPD, sementara nilai tanggung jawab berkorelasi dengan keterbandingan dan kemudahan dipahami. Penguatan kapasitas SDM, SPIP, dan internalisasi nilai etika di tingkat SKPD/OPD tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Mohamad Hisyam; Aynun Naim

Penelitian ini mengkaji strategi Kepala Madrasah MA Bali Bina Insani Tabanan dalam membentuk toleransi siswa melalui penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat Hindu dengan guru lintas agama. Tujuannya: (1) mendeskripsikan strategi kepala madrasah, (2) menganalisis pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi siswa di lingkungan multikultural, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan.Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi kepala madrasah mencakup pembelajaran, pengembangan karakter, kemitraan, lingkungan inklusif, dan evaluasi partisipatif. (2) Moderasi beragama tercermin pada komitmen kebangsaan, sikap anti kekerasan, serta penghormatan tradisi lokal yang membentuk toleransi siswa. (3) Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru Hindu, praktik toleransi sehari-hari, dan dukungan masyarakat. Hambatan muncul dari perbedaan latar siswa, keterbatasan fasilitas, serta keraguan orang tua terhadap guru non-Muslim, namun diatasi dengan komunikasi persuasif, keteladanan, dan kolaborasi pasca Bali Democracy Forum 2016.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Herlina Putri Khawismaya; Muhammad Zihni Naim

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Jawa Tengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016-2026, sehingga diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, dan congklak berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kerja sama, empati, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri. Permainan yang dilakukan secara berkelompok cenderung memperkuat karakter sosial, sedangkan permainan individual lebih menekankan pada pembentukan karakter personal. Temuan-temuan tersebut membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan metodologis yang lebih beragam serta penguatan integrasi permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.

Hadi Karyono; Krismiyarsi; Mahmuda Pancawisma Febriharini; Kunarto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penyuluhan hukum ini bertujuan membangun kesadaran hukum melalui penguatan “konstitusi batin”, yaitu kesadaran nilai moral, etika, dan tanggung jawab dalam diri individu sebagai dasar berperilaku dalam kehidupan pribadi dan sosial. Bagi anak-anak dan remaja di panti sosial, kesadaran hukum tidak cukup hanya melalui pemahaman aturan, tetapi perlu ditumbuhkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penghargaan terhadap nilai-nilai Pancasila dan norma kehidupan bersama. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, kegiatan penyuluhan hukum oleh Fakultas Hukum UNTAG Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu Karanganyar ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa hukum hadir untuk melindungi, membimbing, dan menciptakan ketertiban serta keadilan. Dengan terbentuknya konstitusi batin yang kuat, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas, sadar hukum, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oktaviana, Lusi; Herwiyanto; Rohmad Suryadi; Dewi Purnasari; Inna Nur Rokhmah +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kontributor penting dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi berbasis lokal. Namun demikian, banyak IKM masih menghadapi tantangan berkelanjutan yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas inovasi, rendahnya adopsi pemasaran digital, serta lemahnya akses terhadap kemitraan strategis. Sentra IKM Srikayu di Surakarta merupakan klaster industri furnitur yang mengkhususkan diri pada produk berbahan kayu jati dan mahoni dengan karakteristik kualitas yang kuat, namun perluasan pasar dan pengembangan kemitraannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal Sentra IKM Srikayu menggunakan analisis strategis berbasis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pengembangan akses pasar dan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan mengintegrasikan diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor masing-masing sebesar 2,82 dan 2,62, yang menempatkan sentra pada Kuadran I, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan agresif. Rekomendasi strategi meliputi penguatan branding dan pemasaran digital, diversifikasi desain produk sesuai tren pasar, perluasan kemitraan strategis, serta peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas sumber daya manusia guna menjamin daya saing dan keberlanjutan jangka Panjang.

Muhammad As’adurrofik; Dwi Khairunnisa; Hariza Fitriani; Ira Elizah; Jihan Hana Tahira +6 more

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the implementation of hadith values ​​in strengthening disciplinary policies and character building of students at MIS Teladan 1 Ujung Kubu. The hadith of the Prophet Muhammad SAW is used as a normative and pedagogical basis in the formulation of disciplinary policies that are educational, humanistic, and oriented towards fostering noble character. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through direct observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, and documentation studies of madrasah rules and programs. The results show that the values ​​of hadith are implemented systematically through the habit of time discipline, instilling manners in daily interactions, teachers' exemplary behavior as role models, and strengthening religious activities such as congregational prayer and prayer habits. The hadith-based disciplinary policy has been proven to contribute positively to strengthening student character, especially in aspects of discipline, responsibility, religious attitudes, and social behavior. This study concludes that the integration of hadith values ​​in disciplinary policies is effective in supporting the goals of Islamic education in elementary madrasas.

Rahel Maretha Nababan; Naia Fauzi; Surya Elia Subianto Manurung; Ricky Aditya Siregar; Hairul Amren

Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa memandang peran Pendidikan Pancasila dalam memperkuat pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip keadilan sosial dalam sistem pendidikan Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini menelusuri persepsi mahasiswa terhadap relevansi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima, dalam membentuk karakter, kesadaran kritis, serta sikap inklusif dalam lingkungan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai Pendidikan Pancasila tidak hanya sebagai mata kuliah normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan etika sosial, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penguatan kepekaan terhadap ketidaksetaraan sosial. Namun demikian, mahasiswa juga melihat adanya tantangan berupa kurangnya metode pembelajaran yang kontekstual, sehingga nilai-nilai HAM dan keadilan sosial belum sepenuhnya diinternalisasi secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan model pembelajaran berbasis dialog, studi kasus, serta integrasi isu-isu sosial aktual agar Pendidikan Pancasila semakin relevan dan berdampak bagi generasi muda.

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Bambang Sigit Widodo; Silkania Swarizona; Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba; Jauhar Wahyuni; Dina Rahmawati

Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This Community Service Program (PKM) was designed to strengthen national character and identity through the application of Asta Cita values among the residents of Rejuno Village, Karangjati District, Ngawi Regency, East Java. Conducted over two days, the program involved active participation from youth groups, community leaders, and village officials. The activities consisted of the introduction of national and civic values, interactive discussions with local figures, and group reflections aimed at formulating social commitments rooted in the Asta Cita principles. The findings show a notable increase in participants’ understanding and appreciation of the eight core values: patriotism, mutual cooperation, honesty, responsibility, hard work, discipline, tolerance, and social justice. Moreover, local wisdom and traditions—such as martial arts practices and community deliberations—were revitalized as effective tools for embedding these values within daily life. This program highlights that national character building does not solely rely on formal education or governmental initiatives but can also grow organically from community-based cultural practices. By integrating local heritage with national ideals, the PKM successfully promoted a sense of unity, civic awareness, and moral responsibility among the people of Rejuno Village, illustrating how local culture can serve as a strong foundation for fostering national identity and integrity.

Muh. Herisman; Riskawati Riskawati

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Character education is the main foundation in shaping the personality and identity of the nation's children from an early age. This community service activity aims to strengthen national character values ​​through educational films that are engaging and appropriate for children. The program, titled Educational Cinema, uses the film Nussa: "Good is Easy" as a means of learning the moral values ​​and virtues of Pancasila in a simple and enjoyable way. The activity was carried out at Wildanun Kindergarten, Makassar, involving 16 children. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and reflection. The results of the activity showed an increase in children's understanding of national character values ​​such as religiosity, hard work, curiosity, love of the environment, appreciation of achievement, and social care. Teachers gained new experience in utilizing film media as a learning tool for Pancasila values. This program proves that digital media can be an effective means of instilling national character in the modern era.  

Hartanti, Yuda Endri Hartanti; Endah Dwi Hayati

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran tembang macapat tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi, tembang macapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter melalui pembelajaran tebang macapat pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi. Fokus penelitian ini meliputi jenis tembang macapat yang digunakan sebagai sarana penguatan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tembang macapat yang digunakan meliputi Gambuh, Pucung, Asmaradana, dan Maskumambang. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, kerendahan hati, ketekunan, kerja keras, ketulusan, kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tembang macapat dalam pembelajaran mampu memperkuat karakter peserta didik, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter berbasis budaya.

Putri Maharani; Sofia Nida’ul Laili; Nadia Regita Cahyani; Ika Putri Lestari; Setiawaty, Rani

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah pustaka mengenai pemanfaatan media film dalam membentuk karakter peserta didik di tingkat Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah literature review dengan langkah-langkah berupa identifikasi, analisis, evaluasi, dan interpretasi terhadap sejumlah artikel ilmiah yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal yang terindeks dalam Google Scholar, dengan kata kunci "film pendidikan", "pembentukan karakter", dan "Sekolah Dasar". Dari proses pencarian, ditemukan 15 artikel yang dijadikan dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan film sebagai media pembelajaran berkontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kerja sama. Media film yang sesuai dengan usia anak dan konteks pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan nilai-nilai karakter. Dengan demikian, media film layak dijadikan sebagai alternatif pendukung dalam pembelajaran karakter di Sekolah Dasar.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.

M. Hasan Asy’ari; Jauharul Ulum; Diajeng Arum Sari

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Character education in Indonesia is faced with various problems based on education only as a knowledge transfer activity, to overcome this, the Ministry of Education and Culture issued an independent curriculum to solve the problem. The purpose of this study is how the method applied by MI Sunan Kalijogo in habituating character education based on the Pancasila student profile. The method used in this research is descriptive qualitative, the data from this study were obtained from interviews, observation, documentation, and literature research which are then called primary and secondary data. Character education based on Pancasila learner profile applied by MI Sunan Kalijogo is congregational prayer activities, religious studies, and MTQ. The implication of this research is a form of strengthening P5 and reconstructing character education patterns for schools at the elementary school level that use an independent curriculum.

Nurun Nisa

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Krisis moral yang melanda dunia pendidikan modern menuntut pendekatan pendidikan karakter yang lebih mendalam dan integral. Meskipun kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah digulirkan, implementasinya seringkali hanya bersifat simbolis dan tidak menyentuh akar pembinaan jiwa peserta didik. Studi ini mengkaji konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim abad ke-10, yang menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan amal saleh, dan peran akal dalam membentuk perilaku moral. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah kritis terhadap karya utama Ibnu Miskawaih, Tahdzib al-Akhlak, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep karakter menurut Ibnu Miskawaih tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga pembentukan moral batiniah melalui integrasi spiritual, intelektual, dan etis. Pendekatannya yang menyeimbangkan akal dan nafsu menjadi sangat relevan dalam merespon degradasi moral, krisis integritas, dan pragmatisme pendidikan saat ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan fondasi bagi pengembangan kurikulum karakter yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk manusia berakhlak dan bermartabat. Studi ini juga merekomendasikan integrasi nilai-nilai klasik Islam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai langkah strategis menuju pendidikan yang transformatif dan berakar pada nilai spiritual.

Ulfi Akhyatussyifa; Ain Nina Nur Fahonah; Erina Hidayah; Vianni Nifattien Vrisna Putri; Qurrota Ayu Neina

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah semakin menurunnya nilai moral di kalangan siswa yang ditandai dengan melemahnya sopan santun, tanggung jawab, dan empati. Penelitian ini membahas nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerpen digital Kompas edisi Maret 2025 dan pemanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA kelas XI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk nilai moral yang muncul dalam cerpen serta menilai kelayakan cerpen tersebut sebagai media pembelajaran sastra yang relevan dengan kehidupan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, simak, dan catat. Sumber data utama adalah tujuh cerpen dari Kompas digital edisi Maret 2025, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut mengandung nilai-nilai moral seperti tanggung jawab, empati, solidaritas sosial, ketulusan, penghargaan terhadap sesama, dan kejujuran. Nilai-nilai ini disampaikan baik secara tersirat melalui perilaku tokoh maupun secara tersurat dalam narasi cerita. Cerpen-cerpen tersebut juga dinilai layak digunakan sebagai bahan ajar karena mendukung penguatan karakter siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta sesuai dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum bahasa Indonesia kelas XI. Penelitian ini bermanfaat dalam memperkaya alternatif sumber pembelajaran yang berbasis teks sastra aktual dan bermuatan moral.

Luthfi Emili Febrianti; Umil Muhsinin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study discusses the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in shaping students' character at SD Negeri 082/IX Pijoan. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, using observation, interviews, and documentation for data collection. The research subjects are sixth-grade students. The results indicate that the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in character development involves three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage consists of forming a facilitator team, determining project themes and objectives, socializing the program, scheduling activities, developing teaching modules, and designing evaluation plans. The implementation stage follows the teaching modules developed by the facilitator team. The evaluation stage uses an assessment format during each meeting to monitor students' character development.

Atmari Atmari; Budi Handayani; Sustian Alfina; Dwi Sriwidadi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This community service program aims to internalize the exemplary values of the Prophet Muhammad (peace be upon him) through the commemoration of Mawlid al-Nabi as an effort to strengthen the religious character of the community in Bulusidokare, Sidoarjo. The main issue addressed is the tendency for Mawlid activities to remain largely ceremonial, thereby limiting their impact on shaping community attitudes and behavior. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, involving 45 participants consisting of community members and local leaders. The activities were conducted through stages of collaborative planning, educational sessions, interactive discussions, as well as reflection and evaluation.The results indicate a noticeable improvement in participants’ understanding of the Prophet’s exemplary values, accompanied by positive changes in attitudes and behavior toward more religiously grounded practices. In addition, increased community participation was observed, along with the emergence of individuals acting as local leaders who promote the application of these values within their social environment. These findings suggest that an educational and participatory approach is effective in fostering a deeper and more sustainable internalization of values.In conclusion, the program not only enhances knowledge but also contributes to social transformation through the strengthening of the community’s religious character. This initiative has the potential to serve as a replicable model of community service based on religious values in other contexts.