Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 1,049

Analytics

marissa, marissa

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di tengah tuntutan digitalisasi dan ekspektasi publik yang terus meningkat, kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi, tetapi oleh kapasitas psikologis dan motivasional pegawai. Penelitian ini mengkaji bagaimana Psychological Empowerment, Public Service Motivation, dan Adaptive Citizenship Engagement memengaruhi Public Service Quality dengan Proactive Service Innovation sebagai variabel mediator. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 3.2.9, penelitian ini melibatkan 109 Aparatur Sipil Negara di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Psychological Empowerment berpengaruh positif signifikan terhadap Proactive Service Innovation (β = 0,529; T = 3,633; p = 0,000), Public Service Motivation berpengaruh positif signifikan terhadap Proactive Service Innovation (β = 0,278; T = 2,049; p = 0,041), sementara Adaptive Citizenship Engagement tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap PSI (β = 0,040; T = 0,257; p = 0,797). PSI selanjutnya terbukti berpengaruh sangat kuat terhadap PSQ (β = 0,730; T = 15,175; p = 0,000). Model penelitian menjelaskan 63,6% variasi Proactive Service Innovation dan 53,2% variasi Public Service Quality. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi layanan proaktif merupakan jembatan kritis antara kondisi psikologis-motivasional pegawai dan kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

viviorini, viviorini; suparjo, suparjo; mardiyono, aris

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Competence dan Organizational Agility terhadap Public Service Performance dengan Innovation Capability sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research dan teknik sampel jenuh sebanyak 86 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Agility dan Innovation Capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap Public Service Performance. Digital Competence tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pelayanan publik, namun berpengaruh secara tidak langsung melalui Innovation Capability. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi digital perlu dikonversi menjadi inovasi agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori dynamic capability dalam konteks sektor publik serta implikasi praktis bagi peningkatan kinerja pelayanan berbasis digital.

Salma Khaulan Fadillah; M. Zaini

Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan (JUSHPEN) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

This study aims to analyze the influence of service quality, price, and location on consumer purchasing decisions at King Fresh Fruit Store Samarinda. This research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 100 respondents selected through a simple random sampling technique. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The results indicate that service quality, price, and location have a positive and significant effect on consumer purchasing decisions. Simultaneously, the three independent variables significantly influence purchasing decisions. Price is identified as the most dominant variable affecting consumer purchasing decisions. The coefficient of determination test shows that service quality, price, and location explain 63.7% of purchasing decisions, while the remaining 36.3% is influenced by other factors outside the research model.

Haryanto, Tiara Julianti; Titania, Rahma; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, serta partisipasi pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan kinerja instansi pemerintah, dokumen resmi DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsip akuntabilitas tercermin dari capaian kinerja organisasi yang seluruh indikatornya mencapai target dengan predikat sangat berhasil. Responsivitas diwujudkan melalui sistem pengelolaan pengaduan berbasis quick response. Efektivitas dan efisiensi terlihat dari tingginya indeks kepuasan masyarakat serta optimalisasi pelayanan berbasis digital. Sementara itu, prinsip partisipasi diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip good governance pada PTSP DKI Jakarta secara umum telah berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Febrianti, Dina; Radjikan, Radjikan; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

ABSTRAK Perkembangan tata kelola digital di Indonesia mendorong berbagai instansi pemerintah, termasuk rumah tahanan negara (rutan), untuk mentransformasi sistem pelayanan publiknya melalui aplikasi berbasis digital. Rutan Kelas I Surabaya menginisiasi aplikasi RUSABAYA sebagai platform digital terintegrasi untuk mengelola pelayanan kunjungan tatap muka warga binaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi aplikasi RUSABAYA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kunjungan warga binaan, mengidentifikasi hambatan implementasi di lapangan, serta merumuskan rekomendasi strategis perbaikan layanan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara terbatas dengan petugas dan pengunjung, serta studi dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa RUSABAYA telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, dan ketertiban pelayanan kunjungan. Aplikasi ini memungkinkan pendaftaran kunjungan secara daring, pengelolaan antrean digital melalui tiket berbasis kode QR, penjadwalan berbasis sesi dengan kuota 80 orang per sesi, serta fitur riwayat kunjungan yang lengkap. Namun, dua hambatan kritis teridentifikasi: aplikasi tidak tersedia di platform distribusi populer seperti Google Play Store dan Apple App Store, serta sosialisasi penggunaan aplikasi kepada masyarakat belum optimal sebagaimana tercermin dari ketiadaan petunjuk penggunaan di loket pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas digitalisasi pelayanan publik tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas teknis sistem, tetapi juga oleh aksesibilitas, dukungan literasi digital, dan komitmen institusional terhadap pelayanan yang inklusif.

Yulius, Argy Berliani; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan perizinan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kota Batam memiliki dualisme kewenangan antara Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan perizinan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dinamika politik lokal dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan di Kota Batam serta mengkaji dampak dualisme kewenangan terhadap efektivitas pelayanan publik pada tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah melakukan penataan kewenangan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, pelaksanaan pelayanan perizinan masih menghadapi tantangan berupa koordinasi antar lembaga, tumpang tindih kewenangan, dan belum optimalnya integrasi tata kelola antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian dualisme kewenangan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi, tetapi memerlukan penguatan collaborative governance, pembagian kewenangan yang jelas, serta koordinasi kelembagaan yang lebih efektif guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor.

Sinaga, Jesita

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital pada bidang perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan. Aplikasi SIPANDU dikembangkan sebagai inovasi pelayanan perizinan berbasis elektronik guna mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala teknis sistem, keterbatasan fitur pengaduan, serta belum meratanya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas aplikasi SIPANDU dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan 13 informan yang terdiri dari pimpinan, pengelola sistem, dan masyarakat pengguna SIPANDU. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIPANDU secara umum cukup efektif dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan, terutama pada dimensi manfaat bersih, kepuasan pengguna, kualitas informasi, dan kualitas layanan, meskipun masih terdapat kelemahan pada dimensi kualitas sistem dan penggunaan, khususnya terkait kemudahan penggunaan, keandalan sistem, waktu respons, kelengkapan informasi, pemerataan penggunaan aplikasi, dan fitur pengaduan. Dengan demikian, SIPANDU telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pelayanan publik, namun masih memerlukan penyempurnaan teknis dan operasional agar pelayanan perizinan dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: efektivitas, SIPANDU, pelayanan perizinan, DPMPTSP, pelayanan publik, e-government, sistem informasi

Rifkasari, Fanny; Sumarmo, Sumarmo; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh transformasi digital dan kedisiplinan pegawai terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 41 responden pengguna layanan. Pengolahan data penelitian dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan dengan nilai t hitung sebesar 2,791 lebih besar dari t tabel 2,023. Disiplin pegawai juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan dengan nilai t hitung sebesar 5,826 lebih besar dari t tabel 2,023. Secara simultan, transformasi digital dan disiplin pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan dengan nilai F hitung sebesar 16,714 lebih besar dari F tabel 3,24. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan integrasi transformasi digital dan peningkatan disiplin pegawai secara berkelanjutan.

I Made Bimas Cass Tanjung; Made Ayu Jayanti Prita Utami; I Wayan Wirga

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

The increasing competition in the coffee shop industry requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to continuously improve service quality and product quality to maintain customer satisfaction and business sustainability. Ngopi Pojok 98 experienced a decline in revenue over several months, indicating potential problems related to service performance and product consistency. This study aims to analyze the improvement of customer satisfaction after implementing service quality and product quality enhancements at Ngopi Pojok 98. This research employed a quantitative approach using a One Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of 50 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires administered before and after the improvement program and analyzed using validity tests, reliability tests, the Shapiro–Wilk normality test, and the Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS software. The results showed that all instruments were valid and reliable. The normality test indicated a significance value of 0.291 (>0.05), confirming normal data distribution. Furthermore, the Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference in customer satisfaction before and after the improvements. The average satisfaction score increased from 29.68 to 34.88. These findings confirm that enhancing service quality and product quality effectively improves customer satisfaction in coffee shop MSMEs.

Wulansari, Widia; Elis Irmayanti; M. Anas

Jurnal Ekonomi dan Manajemen (JEKMA) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial, harga, dan kepuasan pelanggan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif klausal. Data diperoleh dari 50 responden yang pernah melakukan pembelian produk Ayam Gepuk, baik melalui transaksi secara langsung maupun melalui platform digital, denganmenggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert. Data yang telah terkumpul diananlisis menggunakan analisis regresi linier berganda denganbatuan program Stastical Package For the Sosial Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan media sosial, harga, dan kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun, secara parsial media sosial dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang menunjukkan bahwa pengalaman konsumen memiliki peranan penting dalam mendorong terjadinya pembelian ulang. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi meunjukkan bahwa sebesar 19,7% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang terdapat dalam model penelitian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar ruang lingkup penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan kepuasan pelanggan perlu menjafi prioritas utama bagi pelaku usaha untuk memperkuat keputusan pembelian sekaligus membangun loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis baggi pelaku usaha kuliner skala kecil dalam merumuskan strategi pemasaran dan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih efektif.

Arie Rivaldi Gunawan; Fransiscus Amonio Halawa

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims to analyze the effect of priority Customer service quality on customer satisfaction at BCA KCU Gading Serpong using the five SERVQUAL dimensions: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The research employed a quantitative approach with a causal research design. The population consisted of 875 active priority customers, while the sample comprised 100 respondents selected using the Slovin formula through purposive sampling and quota sampling techniques. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed through multiple linear regression using SPSS version 25. The findings indicate that each SERVQUAL dimension has a positive and significant effect on customer satisfaction, with significance values below 0.05. Simultaneously, the five dimensions significantly influence customer satisfaction, as indicated by an F-value of 57.184, a significance level of 0.000, and a coefficient of determination of 71.9% (R² = 0.719). Among the five dimensions, Responsiveness has the strongest influence on customer satisfaction. Therefore, BCA KCU Gading Serpong is recommended to continuously improve service quality, particularly in Responsiveness, Reliability, and Tangibles, to maintain and enhance priority customer satisfaction.

Rahmat Jaya; Hamirul; Syahwami; Dipa Teruna Awaludin; Irwan Faizal

Jurnal Ekonomi dan Manajemen (JEKMA) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Komunikasi yang tidak efektif antara tim tenaga kesehatan pasti akan berdampak pada keberhasilan pengobatan dan menimbulkan efek samping pada pasien. Kejadian yang tidak diharapkan sering dianalisis untuk menggambarkan dampak keselamatan pasien terhadap kualitas perawatan. Kejadian yang tidak diharapkan yang dimaksud adalah cedera yang disebabkan oleh perilaku medis yang mengakibatkan rawat inap yang berkepanjangan dan/atau kecacatan saat pasien dipulangkan. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas strategi untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan keselamatan pasien antara tim tenaga kesehatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis studi kuantitatif dan kualitatif dengan sintesis naratif. Pencarian literatur bersumber dari tiga basis data (Medline, CINAHL, dan Science Direct) antara tahun 2021 dan 2024. Partisipan sendiri berasal dari berbagai tenaga kesehatan, termasuk perawat dan dokter. Hasil penelitian memberikan analisis bahwa tindakan yang diperlukan adalah sebagai berikut: situasi, nyatakan masalah secara singkat, sampaikan informasi latar belakang yang relevan dengan situasi, buat penilaian, berikan analisis dan pertimbangkan berbagai pilihan, dan rekomendasikan tindakan atau perawatan tertentu. Tinjauan ini menemukan bukti untuk meningkatkan komunikasi dan keselamatan pasien, terutama saat memberikan layanan kepada pasien rumah sakit untuk prosedur darurat, mendesak, dan sensitif waktu. Akan tetapi, bukti ini terbatas pada pengaturan khusus seperti komunikasi telepon.

Yoga Pratama; Anna Wulandari; Billy Josef Anis

Jurnal Ekonomi dan Manajemen (JEKMA) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RS. Bhakti Husada Bekasi. Produktivitas kerja merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit sehingga perlu didukung oleh motivasi kerja, lingkungan kerja yang kondusif, serta kepuasan kerja yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 203 karyawan RS. Bhakti Husada Bekasi, dengan sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner,  Analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja dimediasi kepuasaan kerja.

mikbar_, Muhammad Ikbar Barnabas; Poniah Juliawati

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan administrasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda berdasarkan persepsi pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 30 responden yang merupakan pasien rawat jalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi rawat jalan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata indeks sebesar 84,96%. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan (P1–P30) dinyatakan valid karena memiliki nilai r-hitung lebih besar dibandingkan r-tabel sebesar 0,361. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,989 yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian reliabel. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan administrasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Prasetya Bunda telah mampu memenuhi harapan pasien, khususnya dalam aspek keramahan petugas, ketepatan pelayanan, kemampuan memberikan informasi, serta kenyamanan fasilitas administrasi. Dengan demikian, kualitas pelayanan administrasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pasien serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pelayanan Administrasi, Rawat Jalan, Kepuasan Pasien, Rumah Sakit.

Nurcholisah Fitra

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Patient satisfaction is a key indicator of health service quality in the National Health Insurance era. Outpatient services for BPJS members still face problems regarding waiting time, communication, and facilities. This study aimed to analyze factors affecting BPJS patient satisfaction with outpatient service quality at Malahayati Islamic Hospital Medan in 2026. A cross-sectional analytic design was applied to 150 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected using a validated questionnaire (r>0.361; α=0.876) and analyzed by Chi-square and multiple logistic regression. Results showed that waiting time (p<0.001), staff competence (p<0.001), staff attitude (p<0.001), drug availability (p=0.032), facility comfort (p<0.001), administrative ease (p=0.003), and information clarity (p=0.008) were significantly associated with satisfaction. Multivariate analysis revealed waiting time as the most dominant factor (OR=5.42; 95% CI: 2.31–12.71), followed by staff competence (OR=4.18), facility comfort (OR=2.87), and staff attitude (OR=2.42), with Nagelkerke R²=0.512. Hospital management should optimize service flow and adopt digital queuing systems to enhance patient satisfaction.

Sela Novitasari; Fifi Musfiroh; Sela Novitasari; Fifi Musfiroh

Opportunity Research and Community Service Journal 2026 Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh kualitas pelayanan dan promosi terhadap kepuasan nasabah yang berdampak pada loyalitas nasabah pada Bank Permata World Trade Center (WTC) II Sudirman Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 160 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi, uji koefisien determinasi, uji hipotesis, analisis jalur (path analysis), dan uji Sobel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Selain itu, kualitas pelayanan, promosi, dan kepuasan nasabah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah. Secara simultan, kualitas pelayanan dan promosi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah maupun loyalitas nasabah. Analisis jalur dan uji Sobel menunjukkan bahwa kepuasan nasabah berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara kualitas pelayanan dan loyalitas nasabah, serta antara promosi dan loyalitas nasabah. Secara keseluruhan, seluruh jalur pengaruh langsung dan tidak langsung yang diuji dalam penelitian ini terbukti signifikan pada tingkat signifikansi p < 0,05, dengan sebagian besar hubungan menunjukkan tingkat signifikansi yang sangat kuat (p < 0,001).

Bernadeta Cintya Dewi Lestari; Masna Alfiyatu Saadah; Annisa Lintang Sabawa Asri; Enjelika Ajeng Supadi

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kualitas pelayanan organisasi. Pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadipiro 4 Kota Surakarta, tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kompensasi, dan potensi stres kerja menjadi isu yang diduga memengaruhi kepuasan kerja pegawai. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload, kompensasi, dan stres kerja terhadap job satisfaction pegawai SPPG Kadipiro 4 Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan workload, kompensasi, dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (F = 42,971; sig. = 0,000). Secara parsial, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction (sig. = 0,000), sedangkan workload (sig. = 0,783) dan stres kerja (sig. = 0,310) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,806 menunjukkan bahwa 80,6% variasi job satisfaction dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Turrahmi, Aulia; Saputri, Efrilia Wanda; Ramawati, Selvi; Indriani, Tarisa Amelia; Ningsih, Rahma Diana Oktavia +1 more

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana peran kinerja pelayanan dalam membangun kepercayaan publik pada instansi pemerintah. Dalam memahami penelitian lebih lanjut, teori-teori yang digunakan dalam mendukung kedalaman analisis adalah Teori Perilaku Organisasi, Teori Kinerja Organisasi Publik, Teori Pelayanan Publik dan Teori Kepercayaan Publik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, serta dokumen resmi laporan kinerja BPS kota Palembang. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Temuan penelitian ini adalah kinerja pelayanan berpengaruh terhadap pembentukan public trust di instansi publik BPS Kota Palembang. kinerja pelayanan akan memengaruhi kualitas pelayanan publik. kualitas pelayanan yang baik akan menciptakan customer satisifcation yaitu ketika kenyataan bertemu dengan harapan. Kondisi demikian membangun kepercayaan publik kepada instansi bahwa instansi memang kompeten dan mampu menjawab tuntutan pelayanan dari publik.   Kata Kunci: Kinerja pelayanan, kualitas pelayanan, public trust, publik, BPS Kota Palembang

Faisal Hidan Vidyarna; Renny Candradewi Puspitarini; Mastina Maksin

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Public service is one of the government’s primary functions in providing effective, efficient, and transparent services to the public. The sailing permit approval process is one of the most common public services in the maritime sector. A sailing permit is an official document issued to fishing vessels as proof that the vessel meets the administrative and technical requirements for fishing at sea. This study aims to analyze the quality of public services in the process of approving fishing vessels for departure at the Mayangan Coastal Fishing Port (PPP) in Probolinggo City using an explanatory qualitative method. Interviews and observations were conducted with service officers, vessel owners, and crew members using public service quality indicators such as tangibles (physical evidence), reliability, responsiveness, assurance, and empathy to assess the quality of service provided by officers at the Mayangan PPP. This service quality assessment found that public services related to the approval process for fishing vessels at the Mayangan Port and Port Authority (PPP) have generally been carried out satisfactorily, with an average score of . This is evident from the availability of service facilities and infrastructure, clear service procedures, and the staff’s ability to provide information to the fishing community. Efforts are needed to improve service quality by enhancing staff competence, streamlining service procedures, and utilizing digital service systems so that the sailing approval process can be faster, more transparent, and more accountable. It’is hoped that these improvements in service quality will make it easier for fishermen to carry out their fishing activities and support more orderly and sustainable management of the fisheries sector at the Mayangan Fishing Port in Probolinggo City.

Mastina Maksin; Sisca Ratna Vidyanti; Renny Candradewi Puspitarini; Verto Septiandika

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Public services are one of the government’s responsibilities in meeting the basic needs of the community, including providing protection for neglected children. Neglected children are a vulnerable group that requires special attention and care from the government through various social service programs. This study aims to analyze the quality of public services in the field of protection for neglected children at the Probolinggo Regency Social Services Office. It employs a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation involving relevant parties within the Probolinggo Regency Social Services Office as well as service recipients. This indicates that the quality of public services for the protection of neglected children at the Probolinggo Regency Social Services Office can be analyzed through several dimensions of service quality, namely tangibles (physical evidence), reliability, responsiveness, assurance, and empathy. In general, the services provided have been functioning quite well, as evidenced by the availability of service facilities, clear service procedures, and the staff’s efforts to provide assistance and protection to neglected children. However, there are still several challenges, such as limited human resources, a lack of supporting facilities and infrastructure, and budget constraints, which hinder the optimization of services. While the quality of public services in the area of protection for neglected children at the Probolinggo Regency Social Affairs Office has been implemented fairly well, there is still room for improvement in several areas so that the services provided can be more optimal, effective, and targeted. quality of public services, protection of neglected children, Probolinggo Regency Social Services Agency.