Publication Search

57,512 articles from 457 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 42

Analytics

Abdul Jabbar, Umar; Septa Intiar

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The hospitality sector faces major challenges, including fierce competition, low occupancy rates, and high operating costs, especially post-COVID-19 pandemic. This article examines how adaptation strategies, particularly through digital investments, affect customer satisfaction and hotel occupancy rates. This study uses a mixed method approach, combining quantitative and qualitative methods. Qualitative data was collected through in-depth interviews with managers, staff, and guests at five hotels in Semarang, Indonesia, to identify key factors for successful adaptation. Qualitative data are analyzed using MAXQDA software. Quantitative data were analyzed by multiple regression. The results show that investment priorities are a key driver of successful adaptation, although supporting factors such as improved facilities, quality of service, and the involvement of all personnel. Quantitative findings show that hotel adaptation strategies significantly affect customer satisfaction (influence of 47.10%) and occupancy rate (influence of 38.40%). Digitalization enhances operational efficiency, allowing staff to focus on personal interactions. Technologies like AI-based recommendations and mobile check-in directly improve the overall guest experience, correlating with loyalty. The conclusion of the study is that strategic digital investments, improved service quality and active staff engagement, are key to improving customer satisfaction, optimizing occupancy rates, ultimately, driving hotel revenue growth in the post-pandemic era.

Siska udilawaty; Udilawaty, Siska

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini mengkaji identitas visual merek Pia Saronde—salah satu produk kuliner khas Gorontalo—dengan menggunakan pendekatan semiotika yang berlandaskan teori Roland Barthes. Sebagai salah satu UMKM yang bergerak di sektor pangan, merek ini sangat bergantung pada peran logo untuk membentuk persepsi konsumen, memperkuat posisi merek, serta membedakannya dari produk lain dalam persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menelaah struktur visual yang membentuk logo, menginterpretasikan makna denotatif dan konotatif yang muncul, serta menilai sejauh mana logo tersebut mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan pengamatan visual terhadap logo dan kajian pustaka yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi warna kuning dan coklat pada logo mampu menimbulkan kesan hangat, manis, dan menggugah selera, sedangkan bentuk tipografi yang melengkung menghadirkan citra tradisional, akrab, dan bernuansa rumahan. Selain itu, penggunaan nama “Saronde” menciptakan hubungan simbolis dengan Pulau Saronde yang terkenal, sehingga memperkuat keterikatan merek terhadap identitas daerah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa logo tersebut berhasil mengomunikasikan keterkaitan budaya dan citra kuliner yang diusung produk. Meskipun demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya pengembangan pada beberapa elemen simbolik dan peningkatan adaptasi visual untuk kebutuhan media digital guna memperkuat daya saing merek.

-, Muhamad Rapi’i; Muhammad Rapi’i; Aisyah Darti Megasari; Komarun Zaman

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Honor of Kings dalam meningkatkan loyalitas pengguna di pasar global. Metodenya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Honor of Kings melibatkan kombinasi digital marketing, kolaborasi dengan influencer lokal, adaptasi budaya, serta penguatan komunitas game. Penyesuaian konten dengan preferensi budaya lokal menjadi kunci dalam menciptakan kedekatan emosional dengan pengguna. Selain itu, pembaruan konten secara berkala dan interaksi dua arah dengan pemain melalui komunitas memperkuat loyalitas pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang berorientasi pada nilai dan budaya lokal mampu meningkatkan keterlibatan dan retensi pemain dalam pasar global yang kompetitif

Panji Putrawan Makalalag; Deden Mauli Drajat; Budi Rahman Hakim

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study explores the dissemination of Sufi teachings through the TikTok account @Al.Amiin.id, highlighting how visual aesthetics, symbolism, and narrative techniques play a role in conveying spiritual messages to young audiences in the digital era. Using a qualitative approach with a critical case study strategy, this research analyses how elements such as colour, light, music, and spiritual metaphors are combined with reflective emotional narratives to preserve the depth of Sufi teachings. Drawing on Stig Hjarvard’s perspective on the mediatization of Religion, the study examines how social media not only functions as a channel for message dissemination but also reshapes religious practices and experiences. The findings reveal that @Al.Amiin.id successfully utilises the logic of digital media—such as short duration, visual aesthetics, algorithms, and trends—as instruments to present Sufism in the form of personal and easily comprehensible micro-narratives. This strategy demonstrates that Sufi preaching undergoes a process of mediatization, in which spiritual values are not merely transmitted but also reconstructed to align with the consumption patterns and cultural sensibilities of digital generations. The study further emphasises that despite the risks of commodification and simplification, Sufi preaching on social media can still preserve its spiritual depth through adaptive approaches. This research contributes to the study of how religious practices are transformed by digital media, offering a model of Sufi preaching that is communicative, inclusive, and relevant in the era of algorithms.

Zainuri Zainuri; Sebastiana Viphindrartin; Regina Niken W; Ra'iyatu Imadidin; Rachmania Nurul Fitri Amijaya +2 more

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Program pengabdian masyarakat bertajuk “Menenun Inovasi: Transformasi Kelembagaan dan Bisnis Digital Berkelanjutan bagi UMKM Batik Khas Jember di Desa Sumberpakem” bertujuan memperkuat daya saing UMKM batik melalui transformasi digital dan penguatan kelembagaan kolektif. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tiga tahapan terintegrasi: pelatihan Digital Marketing dan E-Commerce, penerapan Business Model Canvas (BMC) terpadu, serta inisiasi pembentukan Koperasi Batik Sumberpakem. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital, kemampuan promosi daring, dan pengelolaan bisnis peserta. Seluruh UMKM mitra kini memiliki akun aktif di berbagai platform digital (Instagram, TikTok, dan Shopee) serta mampu menghasilkan konten promosi yang kreatif dan profesional. Selain itu, terbentuknya tim inisiator koperasi menjadi langkah konkret menuju kemandirian ekonomi kolektif yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendorong adaptasi teknologi, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Dampak keberlanjutan diarahkan pada pendampingan koperasi, penguatan jejaring pasar, serta peningkatan infrastruktur digital desa.

Sya’roni Alfajri; Dedi Sukma

International Journal of Religious Education and Philosophy 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Fasting as a spiritual and health practice has been practiced for thousands of years in various religious and cultural traditions around the world. In the last decade, researchers have shown increasing interest in the health aspects of fasting, not only from a physiological but also a psychological perspective. This phenomenon is interesting to study further, especially in the context of modern society which often faces stress, anxiety, and various mental disorders. The approach used in this study was a qualitative approach with a literature study method that analyzed in depth various reference sources related to the mental impact of fasting. The results of the review of several studies show that fasting has been proven to have an effect on mental health because it has a significant impact on overall mood improvements, with reduced anxiety levels and increased feelings of calm. Furthermore, another important aspect of mental health is cognitive function, which includes attention, concentration, memory, and executive function. It was found that cognitive alertness is generally maintained during short- to medium-term fasting, but begins to decline after longer fasting durations. Fasting also has an impact on extraordinary psychological resilience and good mental health despite advanced age. Researchers attribute this extraordinary mental resilience to the consistent practice of long-term fasting, which may have induced significant neuroplastic and psychological adaptations.

Surayda, Helen Intania; Dwi Nuryanto, Ahmad; Suwandi, Dedi; Hartono Ilham, Ismoro

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal  study  research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.

Husain Husain; Johnson Siallagan; Janviter Manalu; Auldry F. Walukow; Basa T. Rumahorbo

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Nabire Regency, located in Central Papua Province, is among the regions highly vulnerable to flooding due to persistent and intense rainfall throughout the year. Flood disasters generate multifaceted impacts, including economic losses caused by property damage and business disruptions, social issues such as health problems and psychological distress, and environmental degradation in the form of erosion and water pollution. This study aims to formulate mitigation and adaptation strategies for flood disasters by analyzing community perceptions and evaluating existing measures. The research employs the Likert Scale method to assess public perception and the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach to determine the most effective strategies for mitigation and adaptation. The findings reveal that the community possesses a solid understanding of flood events and acknowledges the necessity of implementing mitigation and adaptation efforts. The AHP analysis indicates that the Regional Disaster Management Agency (BPBD) plays a crucial role in executing flood management strategies, particularly within the environmental management domain. The primary recommended strategy is environmental planning and management. Through an integrated and sustainable approach, flood risks are expected to be mitigated more effectively, minimizing adverse impacts on both the community and the environment in Nabire Regency.

Larasati , Resti; Nuraini, Candra; Heryadi, D. Yadi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Climate change has a significant impact on organic rice cultivation, which depends heavily on environmental conditions. This study aims to: (1) identify the characteristics of organic rice farmers in Pagerageung District, (2) examine farmers’ perceptions of climate change, (3) analyze farmers’ adaptation strategies to climate change, and (4) assess the relationship between farmers’ characteristics and perceptions with their adaptive capacity. The research employed a quantitative survey method using a census technique involving 44 farmers, with data collected through questionnaires, interviews, and observations. The results showed that: (1) farmers’ characteristics were at a moderate level (score 534/880), (2) farmers’ perceptions were high (score 1,686/2,112), (3) adaptation was moderate (score 1,548/2,112) with economic adaptation being the highest, and (4) there was a significant relationship between farmers’ characteristics (ρ = 0.504; p = 0.000) and perceptions (ρ = 0.431; p = 0.000) with their adaptation to climate change. Simultaneously, Kendall’s W test (0.506; p = 0.000) indicated a significant relationship between farmers’ characteristics and perceptions with their adaptive capacity to climate change.

Denda Ginanjar; Fokky Fuad; Mohamad Abduh; Bayu Bagus Mulyana; Ari Muhamad Rahman +1 more

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

The curriculum serves as a guideline for the teaching and learning process in schools. In Indonesia, the curriculum continues to evolve in line with changes in time and societal needs. These changes aim to adapt to advancements in science and technology, address challenges within the education system, and achieve more effective learning outcomes. This research adopts a qualitative approach with a literature study method, drawing data from journal articles, books, research reports, and other documents. The findings illustrate the evolution of the national primary education curriculum from 1945 to the Merdeka Curriculum of 2022, depicting a lengthy journey of curriculum adaptation to Indonesia's educational dynamics. The implications of this research emphasize the importance of developing a curriculum that is responsive to both global and local developments, as well as the necessity for an adaptive education system to meet the needs of modern society.

Nata Hening Graita Prameswari; Wawan Wibisono

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran peserta didik penghayat kepercayaan memerlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas peserta didik, model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi PjBL dalam meningkatkan kreativitas peserta didik penghayat kepercayaan di SMP Negeri 2 Sumowono dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan kreativitas peserta didik berdasarkan empat indikator utama: kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi. Peserta didik menghasilkan gagasan yang lebih bervariasi, mampu beradaptasi dalam menyelesaikan proyek, serta menciptakan karya yang lebih orisinal. Selain itu, PjBL meningkatkan kolaborasi antar peserta didik dan keterlibatan aktif dalam mengeksplorasi nilai kepercayaan. Hambatan utama dalam penerapan PjBL adalah keterbatasan sumber daya dan kesiapan penyuluh, sementara tantangan yang dihadapi peserta didik meliputi manajemen waktu dan adaptasi terhadap pola pembelajaran mandiri. Dukungan dari penyuluh dan kolaborasi menjadi faktor kunci keberhasilan PjBL. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi penyuluh guna meningkatkan efektivitas penerapan PjBL dalam Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sri Rahayu Ningsih; Ikaputra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini membahas transformasi morfologi Desa Sesua, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sejak masa awal pembentukannya pada tahun 1932 hingga tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi visual, dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi desa mengalami tiga fase utama: fase pembentukan dengan hunian rumah panjang komunal, fase transisi yang ditandai pergeseran ke rumah-rumah pribadi, serta fase perkembangan di mana permukiman menyebar mengikuti pembangunan infrastruktur jalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan meliputi nilai budaya Dayak Bulusu, kebijakan pemerintah, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan akses jalan menuju kebun serta jalur utama desa. Studi ini menegaskan bahwa perubahan bentuk fisik desa tidak menghapus nilai-nilai budaya lokal, melainkan menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan kebijakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan permukiman yang sensitif terhadap konteks lokal dan berkelanjutan.

Abdullah Ali; Dwi Aryanti; Erita Oktasari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Urban farming tidak hanya menjadi strategi ketahanan pangan perkotaan, tetapi juga pendekatan spasial dalam menata ruang mikro di kawasan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi urban farming dalam optimalisasi ruang sempit melalui pendekatan arsitektur mikro dan pemberdayaan komunitas. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang memiliki karakter spasial padat dan terbatas namun aktif mengembangkan kebun komunitas berbasis rumah tangga. Pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk mengidentifikasi pola adaptasi ruang dan transformasi fungsi ruang residual menjadi produktif secara ekologis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban farming berperan sebagai penghubung antar-ruang, media ekologis pasif, serta wadah rekreasi mikro komunitas. Penataan ruang mikro dilakukan melalui partisipasi warga dikoordinir oleh tim penggerak PKK, pemrograman urban farming berbasis komunitas, dengan pengelolaan air limbah rumah tangga sederhana. Penelitian ini memperkuat urgensi integrasi arsitektur lanskap mikro dan strategi ketahanan komunitas dalam penataan ruang kota yang berkelanjutan dengan pendekatan urban farming.

Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Tanisya Ayudya; Urip Pratama; Nurul Amna

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The first year of college is a critical transition period that can affect students’ motivation, stress levels, and risk of dropping out. This study aimed to determine the effect of psycho-education focusing on self-awareness on the social adaptability of 2024 Diploma III Nursing students. A quantitative quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was applied. The population consisted of 190 students, with 20 participants selected through purposive random sampling. The intervention involved eight 60-minute psycho-educational sessions designed to help students recognize, understand, and reflect on their emotions, thoughts, and behaviors in social contexts. The program was conducted from March 28 to May 3, 2025. Social adaptation was measured using the SACQ questionnaire, which demonstrated high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.877). Results from the paired t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores, with a p-value of 0.000 (p < 0.05) and an average score increase of -12.050. These findings indicate that self-awareness interventions positively influence social adaptability, enabling first-year students to build relationships, adjust to new cultures, and face academic and social challenges more effectively. The study recommends implementing psycho-education programs as part of campus initiatives to strengthen social adaptation skills and provide preventive support for first-year students.

Rendy Prayogi; Mhd. Rusdi Tanjung; Dea Aprillia Manik

Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Communication is the most important activity in everyday life, language and writing are effective communication tools both verbally and visually, communication in a visual context will be conveyed through typography. As time and technology develop, typography plays an important role and presents many types and styles of letters almost every day which have their own characteristics and uniqueness, one of which is decorative typefaces which have minimalist and geometric shapes as benchmarks. The design of this decorative typeface typography aims to create letters, numbers and punctuation characters that have their own uniqueness and characteristics by exploring the potential forms in the Gorga Dalihan Na Tolu motif in the Toba Batak Traditional House

Nuryana, Aurel Naila; Putri, Zaskia Auliana; Rahmawati, Siti Salma; Damayanti, Welsi

Lirik lagu merupakan pesan atau pemikiran yang memiliki nada. Beberapa lirik lagu harus dianalisis terlebih dahulu agar para pendengar mengerti pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh musisi atau penulis lagu. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif biasanya digunakan untuk menganalisis makna yang terdapat pada lirik lagu. Data diperoleh dari analisis lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat banyak makna konotatif pada lirik lagu “Adaptasi” karya Tulus. Setelah penelitian ini selesai, peneliti mengharapkan para pembaca dan pendengar lebih memahami makna lagu tersebut.

sarifah, sarifah

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Percepatan transformasi digital di sektor publik menuntut adaptasi tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan keterlibatan pegawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan digital dan literasi digital terhadap kinerja ASN di Bapenda Semarang, dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif explanatory ini mengumpulkan data dari 109 ASN melalui kuesioner dan dianalisis dengan PLS-SEM via SmartPLS. Hasil menunjukkan kepemimpinan digital berpengaruh signifikan terhadap employee engagement (t=7,124) dan kinerja ASN (t=2,647), serta literasi digital berpengaruh signifikan terhadap keduanya (t=3,369 dan t=2,203). Employee engagement memediasi hubungan ini secara signifikan. Temuan menegaskan peran penting employee engagement dalam mengoptimalkan transformasi digital.

Sofia Daniati; Nurulisma Saputri; Irene Fiolina

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2025 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The development of fantasy makeup ideas is often used as a channel of expression in the growing field of makeup, as well as taking ideas from various sources that are often known as adaptations. The purpose of this study is to overcome the saturation of society towards conventional makeup and develop an understanding of the adaptation of fantasy makeup with mixed media-based tree theme. The method used in this study is the method of research and Development (Research and Development or R&D) with ADDIE development model. Based on the calculation results, it can be concluded that the color and visual composition, conformity with the theme and character, creativity and innovation, application techniques and neatness, visual impact and structure and composition have very good qualifications with a 93% achievement rate. Overall the final result of the product has a high aesthetic value and can be used as a reference in the field of makeup, especially fantasy makeup.

Rohendi, Robi; Anggraeni, Yusnia Amelia; Sartika, Rika

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Ketahanan nasional menghadapi tantangan baru seiring dengan meningkatnya ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia. Dalam konteks ini, kearifan lokal berpotensi menjadi modal sosial yang efektif dalam memperkuat strategi pencegahan terorisme berbasis sosial-budaya. Penelitian ini menganalisis peran kearifan lokal dalam membangun ketahanan nasional melalui mekanisme preventif dan adaptif terhadap radikalisme. Menggunakan metode studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif, studi ini mengidentifikasi nilai-nilai lokal seperti gotong royong , siri' na pacce , dan pela gandong yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan keamanan menciptakan sinergi antara pemerintah, lembaga keamanan, dan masyarakat, serta pergeseran paradigma keamanan dari yang berorientasi negara (state -centric ) menjadi berbasis masyarakat ( society-centric ). Selain itu, kearifan lokal berperan sebagai fondasi cultural resilience dengan memperkuat kohesi sosial dan identitas inklusif. Namun, pendekatan implementasi ini menghadapi beberapa tantangan, seperti resistensi generasi muda, politisasi identitas, dan bias gender. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan adat, pengembangan indeks ketahanan budaya, serta adaptasi kreatif melalui digitalisasi konten lokal. Dengan demikian, pendekatan berbasis budaya dapat menjadi strategi transformatif dalam mewujudkan keamanan berkelanjutan (sustainable security).