Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 76881-76900 of 79,575

Analytics

Wiyani, Ni Putu; Sukarja, I Made; Krisnayani, Wina Ni Made; Daryaswanti, Putu Intan

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Chronic Kidney Failure is one of the important health problems in Indonesia and the world community. In Indonesia, according to data from Penetri (Persatuan Nefrologi Indonesia) the number of patients with kidney failure is estimated at 4500 people, but those detected suffering from terminal stage chronic kidney failure from those undergoing dialysis (hemodialysis) are only around 4 thousand - 5 thousand people. Cases of kidney failure in Indonesia are still relatively high every year, because there are still many Indonesian people not maintaining their diet and health. This means that chronic kidney failure ranks as one of the highest rates of disease causing death. The purpose of this study was to describe the level of adherence to patients with chronic kidney failure in undergoing a hemodialysis program in the hemodialysis room at Sanjiwani Hospital in Gianyar. Methods: This research is a descriptive observational type. This study uses a sampling technique that is purposive sampling with a total sample of 30 people. Results: In this study the results of the rate of compliance of CRF patients with hemodialysis were 27 respondents (90%) who were obedient and non-adherent as many as 3 respondents (10%). Thus most patients with chronic renal failure adhere to undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of Sanjiwani Hospital in Gianyar. Conclusions: The conclusion of this study is that patients with chronic renal failure are expected to seek treatment regularly in accordance with the rules set by health workers. Delay of dialysis causes pulmonary complications, seizures, decreased consciousness, severe electrolyte disturbances, heart failure, which can cause death.Keywords : Chronic Kidney Failure; Hemodialysis, Compliance

Fadhil Muhammad, Nicko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Human needs for vital living air, ranging from ablution, bathing, washing, latrine, cooking, washing, and so on. The limitation of clean water from PDAM is a necessity, because to meet the air needs of every resident who needs abundant raw water and adequate infrastructure. UNTAG Semarang campus which is located on Jl. Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur Village, Gajahmungkur District, Semarang City has 7 main buildings. All of these buildings have daily water needs for toilets, ablution and watering plants around the buildings. The highest potential for rainwater harvesting at the UNTAG Semarang Campus is in February with the following potential catches: Faculty Building 233 m3, Fisip & FTP Building 211 m3, Faculty & Rectorate Building 321 m3, FEB & YPP 17 Building 229 m3, Rusunawa Building is 48 m3, Campus Mosque is 26 m3 and PMB Building & Library is 48 m3.

Widodo, Bambang; Widoanidyawati, Vemi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bangunan gedung  SDN  Tanjung Priok 01 yang berlokasi di Jalan Edam 2, Jakarta Utara. terletak di tepi sungai Sunter. Tanah dasar pada lokasi rencana  tersebut termasuk sangat jelek, berupa silt lemupung sangat lunak. Maksud kajian teknik ini adalah memberikan rekomendasi yang dianggap baik dan tepat sehubungan dengan adanya kendala pelaksanaan di lapangan yang berkaitan dengan jumlah lantai bangunan SD yang direncanakan terhadap kondisi tanah serta lingkungan disekitar lahan SD tersebut. Kajian disusun berdasarkan kelayakan teknis struktur bawah dengan jenis pondasi dangkal berkaitan dengan tanah dasar sangat lunak, lahan bagian belakang berbatasan dengan lereng sungai, dan samping kanan kiri lahan berbatasan langsung dengan rumah penduduk. Metodologi yang digunakan adalah mengetahui data tanah dasar, menganalisis konstruksi dengan beban hidup sebagai fungsi sekolah, selanjutanya menganalisi kestabilan tanah yang mendukung pondasi dengan bantuan progrtam palxis2D. Hasil kajian ini memberikan rekomendasi tingkat lantai bangunan SD adalah dua lantai, dan jarak bangunan terhadap lereng atas sungai 15 meter.

Setiawan, I Made Dody; Muryani, Ni Made Sri; Achjar, Komang Ayu Henny; Febianingsih, Ni Putu Eka

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Teen are transition age from childhood to adulthood, in adolescence age the individuals will experience a change in attitudes, behaviors in line with the level of physical growth. Teenagers are very easily influenced by factors that exist outside of him as family, environment, society, peers and school friends. When enter puberty, every child has personality system that established from development so far. The concept gives sense of continuity, integrity, and consistency in a person which is a physical representation of an individual, the central core of "Me" in which all perceptions and experiences organized. In assessing theirself can positively and negatively. Individuals who have positive self-concept will be optimistic, believe in yourself and always be positive about everything, also to the failure. Individuals who have negative self-concept, believes that he looked weak, helpless, unable to do anything, incompetence, failure, poor, unattractive, unpopular and loses attraction of life. The Aim of this study was to find out description of tees self-concept who experience puberty in health vocational school of Panca Atma Jaya, Klungkung regency in 2012. Method: The method has been used in this study were descriptive method with Coss sectional approach. The sampling were simple random sampling technique so that number of sample were 130 respondents it has been collected from March-May 2012. Result: The self-concept of teen who experiences puberty, of 130 respondents, there were 2 respondents (1.5%) have negative self-concept and 128 (98.5%) respondents have a positive self-concept. Conclusion: The existence of extracurricular activities at SMK Panca Atma Jaya has a positive impact on students in developing students' self-concepts.Key words: Description of Self-Concept; Teen;, Puberty   ABSTRAKLatar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa, pada masa remaja individu mengalami perubahan dalam sikap, perilaku sejajar dengan tingkat pertumbuhan fisiknya. Remaja sangat mudah dipengaruhi oleh faktor yang ada diluar dirinya seperti keluarga, lingkungan, pergaulan, teman sebaya dan teman sekolah. Ketika memasuki masa pubertas, setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Konsep diri memberikan rasa kontinuitas, keutuhan, dan konsistensi pada seseorang yang merupakan representasi fisik seorang individu, pusat inti dari “Aku” dimana semua persepsi dan pengalaman terorganisasi. Dalam menilai diri sendiri seorang individu dapat menilai dirinya positif ada pula yang menilai negatif. Individu yang memiliki konsep diri positif akan bersikap optimis, percaya diri sendiri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialami. Individu yang memiliki konsep diri negatif meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Adapun tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengidentifikasi Gambaran Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Masa Pubertas di SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Kabupaten Klungkung tahun 2012. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan coss sectional. Jumlah sampling yang diambil menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 130 responden yang dikumpulkan dari bulan Maret-Mei 2012. Hasil: Konsep diri remaja yang mengalami masa pubertas, dari 130 responden, sebanyak 2 (1,5%) responden mempunyai konsep diri negatif dan 128 (98,5%) responden memiliki konsep diri positif. Simpulan: Adanya kegiatan ekstrakulikuler di SMK Panca Atma Jaya memberikan dampak positif bagi siswa dalam membangun konsep diri siswa.Kata kunci : Gambaran Konsep Diri; Remaja; Pubertas

I Putu Arya Wijayantha; I Gede Yudiana Putra; I Gusti Ayu Ari Rasdini; I Nengah Sukanti

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Backgroud: Elderly is a most vulnerable to disease. Most elderly people have psychological disturbances due to the tension because it is not able to adapt to the changes experienced. One of the impacts caused by stress or emotional tension is sleep disturbance. To solve the emotional stress is needed relax condition or action that is pharmacologic and non-pharmacologic assisting elderly to fall a sleep. This study aims to determine the efforts made in meeting the needs of the elderly sleep. Methods: The method used in this study is structured interviews. Of 60 samples obtained through purposive sampling technique. The data was collected through questionnaires and interviews with the guidelines made by direct questioning of respondents and researchers have known for sure about what information will be obtained.Results: The results obtained after research are most forms of sleep problem in insomnia elderly (53,33%), most of the pharmacologic efforts in meeting the needs of the elderly sleep is taking the herbs (48,33%) and most of the effort in meeting the needs sleep non-pharmacologic elderly is a lifestyle change (48.33%). Conslusion: Based on these results, it is recommended to nurses or nursing staff to be able to make this research as a basis for thinking in meeting the needs of elderly and bed use and the pharmacological action suit non-pharmacologic sleep problems experienced by elderly.Keywords: Requirement of Sleep; Efforts; Elderly;   ABSTRAKLatar Belakang: Lansia merupakan suatu individu yang sangat rentan terkena penyakit. Sebagian besar lansia mengalami gangguan psikologis akibat ketegangan karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang dialami. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat stress atau ketegangan emosional adalah gangguan tidur. Untuk mengatasi ketegangan emosional dibutuhkan suatu terapi atau tindakan yaitu farmakologi dan nonfarmakologi yang membantu lansia untuk tertidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kegiatan wawancara terstruktur. Sampel berjumlah 60 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pedoman kuesioner dan dilakukan dengan tanya jawab langsung pada responden dan peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Hasil: Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian adalah sebagian besar bentuk masalah tidur lansia adalah insomnia (53,33%), sebagian besar upaya farmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah mengkonsumsi obat herbal (48,33%) dan sebagian besar upaya nonfarmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah merubah gaya hidup (48,33%). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada perawat ataupun petugas panti untuk dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar pemikiran dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia dan menggunakan tindakan farmakologi maupun nonfarmakologi sesuai masalah tidur yang dialami lansia.Kata Kunci: Kebutuhan Tidur; Upaya; Lansia.

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

Dewa Ayu Ratnawati; Ni Luh Made Asri Dewi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: MPASI is a food transition from breast milk to family food. Giving MPASI should be given to infants aged 6-24 months in stages both from the texture and number of portions. Proper provision of complementary feeding can lead to nutritional problems in infants. Proper processing and administration of MPASI, mothers are required to have sufficient knowledge so that they can create healthy babies. Objective to describe the knowledge of mothers about nutritious food and complementary feeding in infants aged 6-12 months. Method: This study uses an explorative descriptive design. The technique of taking respondents of this study was purposive sampling with a total sample of 25 mothers who had babies aged 6-12 months in Posyandu Dusun Kangin, Tusan Banjarangkan Klungkung Village. Data collection tool in the form of a closed questionnaire. Data analysis uses univariate analysis on a qualitative scale. Results: the study showed the characteristics of respondents, most of whom were aged 21-25 years (56%), working (56%), elementary education (44%), and the level of knowledge of mothers in the less category (40%). Conclusion: This study found that most levels of maternal knowledge about nutritious food and complementary feeding were lacking (40%), so further research is needed on the provision of MPASIKeywords: Knowledge; Solidarity; Infants 6-12 months

Hadi, Syamsul; Dewi, Idah Kusuma; mansur, ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Branjang memiliki kekayaan alam yang bagus untuk sektor pertanian, khususnya sektor padi, palawija dan buah Kondisi masyarakat Desa Branjang saat ini merupakan masyarakat heterogen dimana mata pencaharian masyarakat Desa Branjang sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang hingga kini. Desa Branjang telah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata oleh Bupati Ungaran karena potensinya sebagai daya tarik wisata dinilai dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyarakat Desa Branjang. Salah satu pendukung kegiatan event gelar budaya adalah gelar produk UMKM dari pelaku usaha di desa Branjang. Panitia event menyediakan 10 stand yang diberikan kepada pelaku usaha dengan sistim sewa stand. Semua produk UMKM yang dipasarkan di stand dikelola oleh BUMDes UNTUNG MAKMUR

Arsy Pratomo, Sunu; Hermawati, Lilin

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The Government's goal to make Indonesia an Maritime Country must be supported by all elements of society, especially is from the education sector. As one of the maritime education institutions to improve competent human resources in its field, it needs training and supporting facilities and infrastructure. One way to increase competence is to supply cadets with capabilities in the field of operation and maintenance of ship machining. Synchronous generator is one of the important components in ship machining. Therefore, the ability to operate and maintain generators is absolutely necessary for cadets in the world of work. Standard selection of generator in the Shipbuilding Laboratory follows Government standards through the Ministry of Transportation Regulations. To choose the best electricity generator, a special method is needed. The solution to this problem is the use of the Analytical Network Process (ANP) to determine synchronous generators that meet the quality standards and specifications of stakeholders.By implementing ANP, the synchronous generator is obtained according to quality standards with the specifications desired by stakeholders. In applying ANP, weighting is based on criteria, namely: durability, maintenance, spare parts, specifications and price. Then obtained an electric generator with appropriate quality standards and specifications.Results of data processing using the ANP method obtained electical generator alternative selection with each weight is adalah CUMMINS GFS-C30KW 41,6 %, HARTECH HT35Y 33,9 %, and CATERPILLAR C2.2 24,5 %.

Sri Mulyani; Edipeni Pramusinto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pembelajaran etika tata karma dimulai dari usia dini dengan cara yang mudah dikenalkan di tempat umum dimana masyarakat berkumpul baik dilingkunan RT ,sekolah sampai tempat tempat hiburan. Untuk mencapai tempat tersebut diperlukan  jasa angkutan atau tranportasi.Tranportasi bisa mengunakan milik pribadi atau tranportasi umum. Salah satunya tranportasi umum  yang ada di Semarang adalah Bus Rapid Transit ( BRT) Semarang. Di angkutan ini tempat berkumpulnya segala lapisan masyarakat yang menggunakan kendaran untuk mencapai tujuannya. didalam kendaraan ini ada suatu etikan dalam pergaualan yang harus ditaati dan dilaksanakan masyarakat untuk menjaga hubungan baik dan santun didalam masyarakat supaya tidak terjadi keteganan baik ditinjau dari masalah sosial maupun perbedadaan agama ,budaya yang berkambang di Indonesia. Etika tatakrama selalu dijaga oleh penupang maupun krun penyelengara BRT SEMARANG sehingan mengajarankan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang santun seling membentuh  baik hubungan antar sesame .juga mendidik generasi muda menjadi tranpil cekatan kreatip dan suka menolang  dan menghormati yang tua dan menyajai yang muda .Membisakan kerjasama yang baik antar penupan ,teluransi antran agama dan mencitain sesame manusia sehinga dari sini bisa ditanamkan cita Negara dan merasa memiliki Negara sehing membentuk generasi yang santun dan cinta tanah air.Disamping itu peraturan pemerintah dalam menyikapi keadaan sekaran BRT  Semarang berpegangan pada prinsip  aman bertranportasi umum di Semarang dalam upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar Negara tetap bisa berupaya menjalankan fungsidan aturan /etika  di New Normal ini.

Anton Wahyu Utomo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan suatu fenomena, kemudian mengembangkan konsep dan menghimpun fakta. Alat analisis data yang digunakan adalah alat analisis data kualitatif, beberapa tahapan dalam aktifitas analisis data yang digunakan antara lain reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah Pasar Karetan Radja Pendopo Camp melakukan beberapa hal untuk mendukung promosinya kepada wisatawan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan tahapan ini melalui strategi 3A yang merupakan attraction, amenities, accessibility, serta dengan menggunakan media lini atas (above the line) yang merupakan media cetak (surat kabar), media elektronik (televisi, radio) dan media lini bawah (below the line) yaitu (media sosial khususnya instagram dan facebook). Faktor pendukung nya yaitu dengan menggunakan media sosial yang cukup berperan aktif dapat menyebarkan informasi secara luas dan media massa, Beberapa kerja sama dilakukan mengundang Civitas Akademika mulai dari Dosen, Mahasiswa, Komunitas-Komunitas dan Dinas Kepemudaan Dan Pariwisata Kabupaten Kendal dan segala kegiatan di Pasar Karetan Radja Pendopo Camp. Faktor penghambat minimnya jangkauan internet yang berada di daerah Destinasi Wisata Pasar Karetan Radja Pendopo Camp sehingga menyebabkan keterbatasan dalam media publikasi yang digunakan seperti pengguna media sosial dan web organisasi.

Nandia Pelita Kusumadewi

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Daya Tarik Wisata terbagi menjadi beberapa jenis yaitu daya tarik wisata alam, buatan, dan budaya. Dalam penelitian ini Festival termasuk dalam daya tarik wisata buatan, yang harus memenuhi potensi wisata yaitu Something To Do, Something To See, Something To Buy, aksesbilitas, dan amenitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengelolaan dan mengembangkan potensi wisata di Festival Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisi kualitatif menggunakan pengolahan data dari hasil temuan data, kemudian di analisis dan dikembangkan hingga mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa dalam Festival Kota Lama Semarang memenuhi potensi wisata, aksesbilitas, dan amenitas. Selain itu juga ditemukan bagaimana pengelolaan,  upaya pengembangan dan kesulitan dalam pengelolaan yang dapat dikembangkan serta diberikan saran untuk penyelesaian.

Idris Miftakhul Huda

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan komponen daya tarik wisata yang terjadi di Semarang Zoo, serta kondisi saat ini dan hambatan dan peluang yang terjadi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,dan dokumentasi. Analisis kualitatif menggunakan pengolahan data dari hasil temuan data, kemudian di analisis dan dikembangkan hingga mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Semarang Zoo sudah mengalami pengembangan komponen daya tarik wisata, dengan penambahan atraksi, perbaikan amenitas, dan pengembangan aksesbilitas.Selain itu ditemukan bagaimana upaya peluang dan hambatan dalam pengembangan komponen daya tarik wisata serta saran untuk lebih baik lagi dalam pengembangan komponen daya tarik wisata.

Katrini Endah Pamungkas; Nina Mistriani; Sri Mulyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati menjadi trend wisata saat ini yaitu wisata alam di Hutan Pinus Pangonan. Hutan Pinus ini merupakan wisata Alam yang berada di pegunungan Muria, lebih tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Hutan pinus Pangonan merupakan lahan milik Perhutani yang sangat potensial. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari Pangonan. Dari kajian melakukan penelitian mengenai Hutan Pinus Pangonan untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Pati. Masyarakat dan Pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengelolaan daya tarik Hutan Pinus Pangonan. Daya tarik wisata Hutan Pinus Pangonan ini masih belum maksimal untuk anggaran yang dikeluarkan, sehingga membutuhkan suatu kerjasama yang maksimal antara pengelola dengan pemerintah daerah Kabupaten Pati. Perkembangan pariwisata dengan trend global back to nature terus mengalami peningkatan. Sebab pada umumnya pengembangan pariwisata di daerah tentu memiliki motivasi pada kemanfaatan ekonomi yaitu devisa bagi daerah, negara, serta peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan, bahwa fasilitas yang sudah memadai menjadi faktor pendukung untuk dikembangkannya menjadi sebuah destinasi unggulan dengan konsep ekowisata. Pengembangan atraksi di Hutan Pinus Pangonan harus menjadi fokus utama dalam pengelolaannya.

Rizal Haru Widodo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 40 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak manajemen. Data yang digunakan menggunakan analisis analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, uji hipotesis yang sebelumnya diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan tamu. maka hasil uji analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai F yang signifikan dengan nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,535. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya kualitas pelayanan dan harga yang baik.

Ester Wulandari

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Scientific study activities on tourism, mice, and marketing communications. The activities carried out are in the form of participating in discussions and assigned to attend seminars, aiming to enrich knowledge about tourism, mice and marketing communications. This activity is a practice to process vendor data that will collaborate with the office into one in the service provider partner file. Both transportation, accommodation, restaurants, logistics and human resources. Aims to collect data on cooperation partners so that the data is neat and can be searched at any time when needed

Syafira Al Dawiyah Mukti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

At this time the unemployment rate is increasing, even among scholars, unemployment reaches thousands of people. One of the reasons is that their bachelor's degree is not followed by reliable skills to enter an increasingly competitive world of work. Currently, along with the development of technology and  science,  we are required  to be able  to compete  in the  world  of  work  by improving the quality of human resources who have good quality knowledge and good personality competencies and have skills that can be used in roles in society and the state in the field of education. the job he does.

Ray Octafian; Enik Rahayu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Utilization of resources does not only focus on reforms but begins to enter into something that is even more unlimited, namely inspiration, ideas, talents or talents, and creativity. 3 main things form the basis of the creative economy, including creativity,  innovation,  and invention.  To support the creative economy  and the condition of the productive age population, the West Kotawaringin Regency government through the tourism office seeks to empower the community through a collaborative activity with one of the universities in Semarang, namely the Indonesian College of Tourism Economics (STIEPARI). The implementation  of activities ranging from identification, socialization to independent practice shows that there is an increase in awareness of the training participants to utilize local resources that can be processed into products even though they are made from waste which in this case is shells. This can be seen from the participants'  interest in applying the results of the counseling and training and continuing this activity to completion.

Efrin A. Dollu; Wiliam M. Sengadji

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Fish is known as a functional food which is important for health. Fish has a fairly high protein content, besides that it contains OMEGA-3 unsaturated fatty acids (in which it contains EPA and DHA) which are quite popular for maintaining and lowering cholesterol, containing vitamins and minerals. Fish meatballs, Shredded Fish, Naga Legs and Nugget are diversified processed fish products. This dedication aims   to increase the knowledge and skills of the community in processing fish into fish meatballs, shredded fish, dragon feet and nuggets. The method used in  dedication is direct counseling and training. The results obtained from this dedication showed that increase knowledge and skills of PKK mothers in diversification process fish product.

Habibah Habibah

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine the implementation of PP 24/1997 in the process of registering the transfer of land rights due to inheritance based on the statement of heirs, and to find out the process of registering the transfer of rights due to inheritance at the Makassar City Land Office not using the Deed of Sharing Joint Rights as stipulated in PP 24 /1997, but using a statement letter based on heirs. The sampling technique used in this research is purposive sampling, namely the purposeful sampling, which is carried out by taking subjects based on a specific purpose, citing limited time, effort and cost, so it cannot be obtained. taking samples that are large in number and far apart.1 Especially PPAT, the main criterion in determining the sample is PPAT who has been in contact with the Makassar City Land Office in relation to land registration. The results showed that the registration of the transfer of land rights due to inheritance applied by the Makassar City Land Office could be carried out only by making a statement of heirs on the basis of a statement of heirs whose contents designate one of the heirs as the right holder, the registration of the transfer of rights can be directly carried out. without any legal action before the authorized official, namely PPAT, by making a deed of sharing rights together. The process of registering the transfer of rights due to inheritance at the Makassar City Land Office does not use the Deed of Sharing Joint Rights due to strong customary influence so that there are still many community members who transfer land rights under their hands. Keywords: transfer of rights, inheritance, heirs, PPAT