Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 70881-70900 of 71,387

Analytics

Linda Kurniawati, Yunita Wulan Sari, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan karena dapat menangkal radikal bebas yang menyerang jaringan tubuh dan berperan untuk mempertahankan mutu produk pangan. Tanaman sumber antioksidan salah satunya yaitu daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah mengolah daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe menjadi sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi sirup “sijala” yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, berkualitas, dan disukai konsumen, serta mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori sirup “sijala” dengan variasi persentase kadar ekstrak sirih merah-bunga rosela dan kadar filtrat jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela (0,5-1,5 %; 1,0-2,5%; dan 1,5-3,5%) dan kadar filtrat jahe (0, 4, 8, dan 12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela dan kadar filtrat jahe yang memiliki sifat fungsional dan lebih disukai panelis adalah perlakuan 1,5% sirih merah-3,5% rosela dengan kadar filtrat jahe 8%. Sirup tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 94,60% RSA DPPH ; kadar vitamin C 197,12 mg /100 g ; derajat keasaman 3,20 ; viskositas 25,12 dPas ; warna sirup merah muda (1,80) ; sedikit ada flavor jahe (1,66) dan rasa yang sedikit pahit (1,93).Kata kunci: Sirup, daun sirih merah, bunga rosela, jahe, antioksidan.

Nanik Suhartatik, Koko Prayogo, Wuri Wulandari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biji salak adalah salah satu limbah yang dihasilkan oleh buah salak. Biji salak mengandung 54,84% air; lemak 0,48%; Protein 4,22%; dan 38,9% dari karbohidrat. Di beberapa daerah, biji ini menghasilkan ke kopi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan efek sensorik buah ular kopi biji dengan variasi waktu pemanggangan dan penambahan bubuk jahe.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama lama penyangraian yaitu 30, 45, dan 60 menit. Faktor kedua persentase penambahan bubuk jahe yaitu 1, 3, dan 5%.Kopi biji salak jahe yang direkomendasikan adalah dengan perlakuan lama penyangraian 30 menit dan penambahan bubuk jahe 5%. Kopi biji salak tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut: aktivitas antioksidan 88,90% RSA DPPH; angka FRAP 39,75%; kadar air 3,27%; kadar abu 3,71%; total fenol 89,60%; total asam titrasi 3,71%; warna hitam kecoklatan (3,53), rasa pahit (2,40), aroma kopi kuat (2,47), dan kesukaan keseluruhan sedikit suka (2,20).Kata kunci: Kopi, biji salak, lama penyangraian, bubuk jahe

Merkuria Karyantina, Adam Anasti Apriyanto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Salak merupakan buah asli Indonesia yang sangat melimpah serta sudah banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan makanan misalnya: dodol, manisan salak, selai salak, keripik salak, dan lain sebagainya. Industri olahan salak ini memiliki limbah yang cukup melimpah serta belum dimanfaatkan masyarakat, yaitu biji salak. Biji salak dapat diolah menjadi kopi biji salak dan tepung biji salak. Oleh karena itu peneliti memiliki gagasan untuk mengolah kopi biji salak sebagai bahan baku pembuatan kue kuping gajah. Kue kuping gajah merupakan makanan kecil tradisional khas Indonesia yang banyak terdapat di pasar maupun pusat oleh-oleh, memiliki bentuk yang unik serta rasa yang manis, enak dan renyah, tipis serta bermotif. Penambahan ekstrak jahe pada pembuatan kue kuping gajah diharapkan akan menambah flavor pada kue kuping gajah. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi kopi biji salak (10, 15, dan 20%) dan penambahan ekstrak jahe (5g, 10g, dan 15g/ml air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan substitusi kopi biji salak dan penambahan ektrak jahe yang memiliki sifat kimia yang baik, dan secara keseluruhan lebih disukai panelis adalah 10% kopi biji salak dan penambahan ekstrak jahe 10 g/15 ml air. Hasil penelitian kue kuping gajah mengandung aktivitas antioksidan 66,96% RSA DPPH; kadar lemak 26,17%; kadar abu 1,05%; kadar protein 8,78%; kadar air 3,54%; dan kadar gula total 59,76%.Kata kunci: kue kuping gajah, kopi biji salak, ekstrak jahe.

Nanik Suhartatik, Ika Harifah, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Air (H2O) merupakan komponen utama di dalam tubuh manusia. Ada minuman alternatif yang disebutinfused water. Infused water dibuat dengan cara perendaman buah dalam pendingin air selama semalamdi lemari es. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, kadar gulatotal, pH, dan total fenol infused water. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengandua faktor. Faktor yang pertama jenis jeruk (jeruk nipis, jeruk lemon, dan jeruk baby) dan faktor yang keduabuah tambahan (stroberi, anggur hitam, dan kiwi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasiperlakuan jeruk lemon dan anggur hitam memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi. Karakteristik dariinfused water ini yaitu; aktivitas antioksidan mencapai 68,42% RSA DPPH; kadar vitamin C 172,48 mg/100g; kadar gula total 0,52%; pH 5,50; total fenol 46,20 mg asam galat/100 ml; asam (tes sensoris) 1,26; pahit1 , 6 0 ; a r oma 2 , 2 6 d a n t i n g k a t k e s u k a a n k e s e l u r u h a n 1 , 9 3 .Kata kunci : Infused water, antioksidan, jenis jeruk, buah tambahan

Nanik Suhartatik, Desliana Putri, Yustina Wuri Wulandari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kacang merah merupakan sumber serat yang baik. Setiap 100 gram kacang merah kering menyediakanserat sekitar 24 gram, yang terdiri dari campuran serat larut dan tidak larut air. Kacang merahadalah sumber karbohidrat kompleks, serat, vitamin B (terutama asam folat dan vitamin B1), kalsium, fosfor,zat besi dan protein.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori es krim kacangmerah dengan variasi penambahan bubuk kelopak bunga rosella, dan menjadi produk yang dapat diterimaoleh konsumen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2faktor. Faktor pertama yaitu rasio tepung maizena dan tepung kacang merah (25 g : 0 g; 20 g : 5 g; 15 g : 10 g;dan 10 g : 15 g) dan faktor yang kedua yaitu Bubuk Bunga Rosella (1, 3, dan 5 g).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Es Krim Kacang Merah dengan rasio tepung maizena dantepung kacang merah 25 g : 0 g dan bubuk bunga rosella 1 gram yang paling disukai konsumen memilikikarakteristik sebagai berikut : kadar lemak 0,14%; kadar protein 1,06%; kadar vitamin C 49,55 mg; aktivitasantioksidan 29,67%RSA DPPH; daya leleh 4,04 menit; overrun 1,56%; warna 1,93; rasa 1,86; tekstur lembut2,86; dan tingkat kesukaan 3,13 (sangat suka).Kata kunci : Es krim, kacang merah, rosella, fisikokimia, sensori

Linda Kurniawati, Maryanto, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk adalah suatu jenis makanan kering yang terbuat dari bahan‐bahan yang mengandung paticukup tinggi. Kerupuk merupakan suatu jenis makanan kecil tradisional yang sudah dikenal oleh sebagianbesar masyarakat Indonesia. Kerupuk biasanya dibuat dari bahan baku terigu dan tapioka. Tapi untukmeningkatkan nilai gizi kerupuk dan mengurangi pemakaian terigu dilakukan penelitian pembuatan kerupuksortagu menggunakan tepung komposit (sorghum‐terigu). Selain itu untuk mendapatkan bahan bakusorghum yang berkualitas perlu dilakukan perlakuan pendahuluan terhadap sorghum tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum‐terigu) yang tepat dan perlakuanpendahuluan perendaman sorghum untuk menghasilkan kerupuk sortagu yang berkualitas dan disukaikonsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum‐terigu) yaitu (0 : 100)%; (25 :75)%; (50 : 50)%; dan (75 : 25)%. Sedangkan faktor kedua perlakuan pendahuluan perendaman sorghum yaituperendaman 0 jam (tanpa perendaman), perendaman 8 jam dalam air, dan perendaman 8 jam dalam larutanNaHCO3 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang optimal untuk menghasilkan kerupuksortagu yang berkualitas dan disukai panelis adalah kombinasi antara konsentrasi tepung komposit (25 :75)% dan perendaman sorghum 8 jam dalam larutan NaHCO3 0,3 %. Kerupuk sortagu tersebut mempunyaikarakteristik : kadar air 14,88%; kadar abu 2,96%; kadar protein 5,24%; warna kuning kecoklatan (1,56); sangatgurih (4,13; amat sangat renyah (4,75); dan amat disukai panelis (4,56)Kata kunci: Kerupuk, (Sorghum‐Tapioka‐Terigu), tepung komposit, perendaman

Linda Kurniawati, Fajar Riyawan, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kayu secang merupakan bahan herbal yang banyak tersedia di Indonesia. Kayu secang mengandungantioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga berpotensi sebagai sumber bahan pangan fungsional,salah satunya dapat dimanfaatkan ekstraknya untuk pembuatan permen jelly. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi ekstrak kayu secang yang tepat dan lama ekstraksi yang optimal dalam pembuatanpermen jelly yang berkualitas, memenuhi standar mutu SNI, dan disukai konsumen. Selain itu jugabertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari permen Jelly yang dihasilkan, serta karakteristik permenjelly.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak secang (4, 6, 8, dan 10%) dan faktor kedua lama ekstraksi(15, 20 dan 25 menit).Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan yang mempunyai aktivitas antioksidan maksimaldan disukai konsumen adalah konsentrasi ekstrak 10% dan lama ekstraksi 25 menit. Permen jelly tersebutmempunyai karakteristik : aktivitas antioksidan 92,48%; kadar air 19,24%; kadar abu 0,22%; kadar gula reduksi22,33%; kekenyalan 13,75 mm devision; warna coklat agak tua (4,00); agak berasa secang (2,07); teksturkenyal (2,67); dan disukai (2,27).Kata kunci: permen jelly, kayu secang, antioksidan

Linda Kurniawati, Athanasia Lungga, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kue mochi dikenal sebagai salah satu kue basah yang terbuat dari beras ketan. Kue mochi dapatdimodifikasi dengan menggunakan bahan lain sebagai substitusi untuk meningkatkan nilai fungsionalnya.Salah satunya dengan penambahan ekstrak daun jambu biji merah. Ekstrak daun jambu merah mempunyairasa sepat. Oleh karena itu perlu diimbangi dengan penambahan bubuk jahe yang diharapkan mampumengurangi rasa sepat kue mochi sehingga disukai konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi daun jambu dan konsentrasi bubuk jahe yangtepat dalam pembuatan kue mochi yang berkualitas dan disukai konsumen. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi daun jambu biji (30, 40, 50, dan60%) dan konsentrasi bubuk jahe (0, 1, dan 2%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue mochi daun jambu biji yang berkualitas dan disukaikonsumen yaitu kue mochi dengan perlakuan konsentrasi daun jambu merah 60% dan konsentrasi bubukjahe 1% yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: kadar air 47,58%; kadar abu 0,23%; kadar gula total14,59%; dan kadar vitamin C 71,06%. Uji oganoleptik kue mochi diperoleh warna hijau dengan skor 2,67(2,67); aroma jahe sedikit terasa dengan skor 2,13 (2,13); dan rasa yang tidak terlalu sepat dengan skor 1,60(1,60).Kata Kunci: Kue mochi, daun jambu biji merah, bubuk jahe

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah

Akhmad Mustofa, Y. Wuri Wulandari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mocaf or modified cassava flour is a cassava flour that is specifically processed by modifying of cassavacells though fermentation. The aim of the research was to produce mocaf by fermentation with differenttreatment, thera are by spontaneous fermentation and by species youghurt as bacteria culture.The research showed that treatment of fermentation would influence the characteristic of cassavaflour. Flour taste was unidentified and didn’t have cassava odor. Treatment fermentation by youghurt wasproduced higher quality cassava flour with specific characteristic are moisture content (11,957%), amilumcontent (79,934%), protein content (0,935%), lipid content (4,650%), ash content (0,321%), celulose content(1,795%), kalsium content (0,321 mg/100g), Fe content (54,041 mg/100g), fosfor content (178,596 mg/100 g),and HCN content HCN (23.751 ppm)Keywords: mocaf, flour, and cassava

Akhmad Mustofa, Sriyono, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Carrots (Daucus carota L.) is one of the agricultural commodities in Indonesia which contains provitaminA. Beta‐Caroten is known to maintain eye health. This research aimed to determine the ratio of gelatinconcentration and optimal concentration of carrot juice to produce carrot jelly candy that has quality andpreferred by consumers. The research was canducted using a completely randomized design (CRD) factorialconsisting of 2 factors. The first factor was concentration of gelatin i.e 3%, 5%, 7%. 9% and the second factorwas the concentration ratio of carrot juice i.e 50%, 75%, 100%. The results showed that the best combinedtreatment was consist of 7% gelatin concentration and 75% of carrot juice. This treatment had 32,500% ofmoisture content, 1,970% of ash, 4.88% of reducting sugar, 5.12 of acidity, 103.115 mg/g of Beta‐Carotene, orangecalor (2,500); tasteless carrots (1,500); chewy (3,083) and preferred by consumers (2.667).Key words: Jelly Candy, Carrot, Calculate, Gelatin

Linda Kurniawati, Wirnaningsih &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tuntutan diperolehnya produk susu dengan keamanan dan kandungan protein yang menyerupai sususapi menyebabkan dialihkannya perhatian pada sumber protein nabati. Biji kecipir (Psophocarpustetragonolobus) dapat diolah menjadi susu karena memiliki kandungan protein yang hampir setara dengankedelai. Dalam proses tersebut, selain bahan baku, juga perlu penambahan bahan lain agar hasilnya memenuhiselera konsumen. Biji wijen (Sesamun indicum L.) merupakan bahan pembantu yang dapat menghilangkan baulangu pada susu kecipir, karena jika biji wijen disangrai, akan mengeluarkan minyak yang beraroma sangatharum dan gurih. Minyak wijen ini juga berperan sebagai pengikat aroma dan katalisator, sehingga bau langudapat dihilangkan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu penambahan biji wijen (0 g, 75 g, 85 g dan 95 g) dan lama perebusan (20menit, 25 menit dan 30 menit). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam F pada jenjang 0,05. Jika adabeda nyata dilanjutkan uji jarak berganda Duncan (DMRT) 5 % untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan berat wijen, maka kadar protein dan lemaksemakin meningkat. Pada perlakuan penambahan wijen 95 g dan lama perebusan 20 menit, menghasilkan susukecipir yang cukup disukai oleh panelis dengan didukung oleh faktor‐faktor lain, yaitu kadar protein 2,846%,kadar lemak 3,348%, warna coklat muda sekali dan aroma kecipir (langu) tidak terasa.Kata kunci : Biji kecipir, berat wijen, lama perebusan, kualitas.

Merkuria Karyantina, Indriastuti Wiharto, Linda Kurniawati &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies adalah jenis biskuit (kue kering) yang biasanya dibuat dari tepung terigu sehingga ketergantunganterhadap impor terigu sangat besar. Pemanfaatan tepung ganyong sebagai bahan substitusi tepungterigu dalam pembuatan cookies akan mengurangi impor tepung terigu dan mendayagunakan bahan panganlokal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji karakteristik cookies dengan substitusitepung ganyong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari2 faktor yaitu : kadar substitusi tepung ganyong (25%, 50%, 75% dan 100%) dan jenis perlakuan pendahuluan(tanpa perlakuan pendahuluan, perendaman Na bisulfit 0,2% selama 20 menit dan blanching uap selama 10menit). Data yang diperoleh dianalisis kimia dan fisika dengan Uji Sidik Ragam dan dilajutkan ke DMRT, untukmengetahui beda nyata antar perlakuan pada tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa cookies yang paling disukai panelis dibuat dari substitusi tepung ganyong 25% dan jenis perlakuanpendahuluan perendaman Na bisulfit 0,2% selama 20 menit dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia(SNI). Hasil analisis menunjukkan bahwa cookies tersebut mempunyai kadar air 3,6953%; kadar abu1,2972%; kadar gula total 20,9976%; dan kadar protein 6,1809%; volume pengembangan 0,7985%; warnacoklat muda (1,8333); rasa sedikit berasa ganyong (1,5833); renyah (2,0833); dan disukai panelis (3,000).Kata kunci : cookies, tepung ganyong, subsitusi, perlakuan pendahuluan.

Februariyanti, Herny; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Salah satu tinjauan yang mendasari penelitian ini adalah sumber data, yang terkadang masih terbatas dan melalui prosedur-prosedur berantai yang rumit, dan hanya dikembangkan oleh para ahlinya saja, mendorong tim peneliti untuk berperan dalam pengembangan lanjut mediasinya melalui sebuah riset sederhana dalam pemanfaatan kendali layanan berbasis situs, atau  lebih  dikenal  dengan  Web  Service  Controller,  dalam  sebuah  komunikasi  data  dan informasi menggunakan perangkat open source,  seperti PHP dan MySQL ini menjadi sasaran pengembangan penelitian saat ini. Tim peneliti berharap dengan peningkatan kemampuan dan analisa ini diharapkan mampu mendukung dan mengembangkan teknologi berbasis Smart City tanpa hanya terkhusus bagi satu sisi saja namun kemanfaatan lanjut yang lebih besar bagi masyarakat, baik masyarakat umumnya maupun masyarakat akademisi pada khususnya.

Sulastri, Sulastri; Zuliarso, Eri; Anis, Yunus

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Bengkel AHASS Akmal Jaya Motor Purwodadi adalah salah satu bengkel resmi honda yang berada di Kecamatan Danyang Kabupaten Purwodadi. Pemilik Ahass Akmal Jaya Motor terkadang mengalami kesulitan untuk mengetahui seberapa banyak suku cadang dan jasa yang telah terjadi dalam satu transaksi, sehingga pemilik masih manual/spekulasi dalam pembelanjaan suku cadang. Implementasi Data Mining pada AHASS Akmal Jaya ini bisa menghasilkan rules/aturan asosiatif yang bisa dilihat dan dianalisis hasilnya menggunakan algoritma apriori dan algoritma eclat, sehingga pemilik bisa melihat seberapa tinggi frekuensi suku cadang dan jasa apa saja yang sering terjadi. Maka dari itu, dilakukan analisis dan pengujian, diharapkan bisa memberikan informasi mengenai pola transaksi dan mengetahui jasa dan suku cadang apa yang sering muncul dari AHASS Akmal Jaya Motor. Sehingga bisa membantu pemilik dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suku cadang apa saja yang perlu dibeli.

Eniyati, Sri; Santi, Rina Candra Noor; Retnowati, Retnowati; Mulyani, Sri; Martha, Khristma

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Smart City adalah skonsep tata kota yang mengoptimalkan teknologi informasi dan digital untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat, serta meningkatkan layanan Pemerintah. Kota Pekalongan sedang berupaya untuk mempersiapkan diri dalam proses implementasi Smart City. Dalam referensi diketahui bahwa salah satu indikator kesiapan implementasi Smart City adalah Smart Governance, yang terdiri atasi empat indikator utama yaitu Participation in decision-making, public and social services, Transparent Governance, political strategies and perspectives. Dari keempat indikator tersebut diperjelas ke dalam indikator operasional yang lebih mudah diukur secara kuantitatif. Oleh sebab itu metode penelitian dipilih mix research methods karena data yang diperoleh dilakukan melalui cara kualitatif dengan wawancara kepada narasumber. Hasil data dikelola dan diolah menggunakan cara kuantitatif. Cara kuantitatif tersebut adalah metode Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani. Dari keempat indikator utama diturunkan menjadi 21 variabel input Hasil yang diperoleh adalah tingkat kesiapan Kota Pekalongan dalam mengimplementasikan Smart City dari Perspektif Smart Governance adalah 1,5 (Sedang).

Sukur, Muji; Purwaningtyas, Purwaningtyas; Al Amin, Imam Husni

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Setiap rumah tangga perlu melakukan perencanan keuangan yang baik agar tujuan rumah tanggga jangka pendek dan jangka panjang dapat tercapai. Perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak dan lain- lain. Penghasilan kita perlu dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan juga kebutuhan di masa depan. Setiap keluarga menginginkan kondisi keuangan yang sehat, keuangan keluarga dinyatakan sehat kalau pengeluaran berbanding lurus dengan pemasukan. Untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat diperlukan suatu perencanaan dan pencatattan keuangan yang baik. Dengan perencanaan dan pencatatan keuangan yang baik akan dapat mengontrol dan mengevaluasi setiap detail pengeluaran keuangan, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran yang kurang perlu. Dengan demikian, rancangan aplikasi budgeting merupakan suatu alat yang membantu didalam pengendalian biaya rumah tangga karena dapat memberikan informasi bagi keluarga mengenai berhasilnya (efektivitas) setiap rencana.

Yulianton, Heribertus; Sutanto, Felix Andreas; Hadiono, Kristophorus

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

E-WOM adalah pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh konsumen potensial, konsumen aktual, dan konsumen terdahulu tentang produk atau perusahaan melalui internet. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mendapatkan pernyataan tersebut adalah media sosial twitter. Media sosial dapat digunakan untuk mendapatkan respon secara jujur karena biasanya orang tidak akan merasa sungkan untuk mengungkapkan perasaannya secara tidak langsung. Penelitian ini akan menganalisa ada atau tidaknya pernyataan e-WOM terhadap penyedia jasa layanan internet. Metode yang dilakukan terdiri dari tiga kegiatan, yang pertama adalah mengambil cuitan pengguna twitter yang mengandung kata yang berhubungan dengan penyedia jasa layanan internet. Kegiatan kedua adalah persiapan data untuk training. Yang ketiga adalah menganalisa e-wom dengan metode knn dan bahasa pemrograman R. Hasil penelitian ini berupa data motif e-wom Venting Negative Feelings dan Extraversion / Positive Self-Enhancement. Data tersebut dapat digunakan sebagai pendukung keputusan pengguna internet dalam memilih penyedia jasa layanan internet yang baik.

Diartono, Dwi Agus; Suhari, Yohanes; Wahyudi, Eko Nur; Khristianto, Teguh

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Perangkat mobile paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengakses informasi. Keterbatasan perangkat mobile adalah ukuran layar yang relatif kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kesederhanaan dan konsistensi terhadap kegunaan portal web mobile serta implikasinya terhadap kepuasan konsumen. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa yang menggunakan layanan web mobile untuk mengakses toko online. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Penelitian ini menggunakan analisis path. Pengaruh antar variabel diuji dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian adalah : (1) Kesederhanaan fitur web mobile tidak berpengaruh terhadap Kegunaan, sedangkan Konsistensi layanan antara web mobile dan web pada perangkat desktop/laptop berpengaruh positif terhadap Kegunaan; (2) Kesederhanaan fitur web mobile, Kosistensi layanan antara web mobile dan web pada perangkat desktop/laptop, dan  Kegunaan web mobile berpengaruh positif terhadap kredibilitas layanan web mobile; (3) Kegunaan tidak berpengaruh langsung terhadap kepuasan pengguna sedangkan kredibilitas layanan web mobile berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna.

Mustikasari, Jani

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengembangan pendidikan karakter dalam masyarakat melalui budaya untuk menguatkan sikap spiritual dan sikap sosial. 2) untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam masyarakat melalui budaya untuk menguatkan sikap spiritual dan sikap sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik Kesimpulan/Verifikasi. Sedangkan Teknik interaktif yang meliputi triangulasi sumber data dan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Pengembangan Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat Melalui Budaya Untuk Menguatkan Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar) dapat berkembang dengan baik mulai kesadaran masyarakat sampai pada perilaku di masyarakat. 2) Pengembangan Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat Melalui Budaya Untuk Menguatkan Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Karangrejo Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar) diharapkan dalam pelaksanaannya dapat mempengaruhi seluruh masyarakat agar mempunyai karakter yang baik, dengan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di masyarakat, sehingga pembiasaan tersebut dapat menjadi karakter di Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Budaya, Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial