Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 69061-69080 of 70,857

Analytics

Sugianto, Made Agus

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: The Central Government and Local Governments including Badung Regency are facing the burden of communicable and non-communicable diseases which has not ended until now. Purpose: to find out the most priority diseases to be prevented and controlled in Badung Regency. Methods: This is a descriptive-analytic study using secondary data from monthly reports of outpatient visits and inpatients at the health center and the Mangusada Regional Hospital during 2014 - 2018. Besides, interviews were also conducted with respondents with a health education background. Results: The scoring results show Hypertension as the first ranked disease to be treated in Badung Regency with a score of 63.8. This disease is classified as a non-communicable disease group. The disease that is ranked second is HIV / AIDS which is an infectious disease with a score of 58.9, and the third rank is occupied by Diabetes Mellitus, which is also a non-communicable disease with a score of 58.7. Conclusion: Based on the results of the interview, hypertension is the most priority disease to be tackled in Badung Regency in 2019. The second and third priority diseases are respectively occupied by HIV / AIDS and Diabetes Mellitus. Latar belakang: Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah termasuk Kabupaten Badung menghadapi beban penyakit menular dan penyakit tidak menular yang tidak kunjung usai sampai dengan saat ini. Tujuan: untuk mengetahui penyakit yang paling prioritas untuk dicegah dan dikendalikan di Kabupaten Badung. Metode: adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan data sekunder laporan bulanan kunjungan pasien jalan dan pasien rawat inap di puskesmas serta RS Daerah Mangusada sepanjang tahun 2014 – 2018. Selain itu, juga dilakukan wawancara kepada responden dengan latar belakang pendidikan kesehatan.  Hasil: Hasil scoring menunjukan Hipertensi sebagai penyakit ranking pertama untuk ditangani di Kabupaten Badung dengan nilai score 63,8. Penyakit ini tergolong dalam kelompok penyakit tidak menular. Penyakit yang menduduki ranking kedua adalah HIV/AIDS yang merupakan penyakit menular dengan nilai score 58,9, dan ranking ketiga diduduki oleh penyakit Diabetes Melitus yang juga penyakit tidak menular dengan nilai score 58,7. Simpulan: Hipertensi merupakan penyakit yang paling prioritas untuk ditanggulangi di Kabupaten Badung pada tahun 2019. Penyakit kedua dan ketiga yang menjadi prioritas masing-masing ditempati oleh penyakit HIV/AIDS dan Diabetes Melitus.

Andriani, Andriani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Menarche in young women can cause anxiety. Many teenagers view menarche as a frightening thing, because menarche will cause discomfort, pain, dizziness and so on, Psychological symptoms to reject the physiological process. Anxiety is an excessive emotional reactivity, a dull depression, or a sensitive context, an emotional response. Purpose: The objective of the study was to understand the relationship of attitude knowledge and family support with the level of anxiety of adolescent girls. Methods: This research is quantitative type with anlitik design with coss sectional approach. The study was conducted in February - April 2018. The sample in this study was female teenager amounting to 25 people. The sampling technique used is simple random sampling. The study was conducted using primary data obtained from the questionnaire, and univariate and bivariate analysis using chi-square statistical test. Results: From the result of research analysis of knowledge relationship with anxiety level got 15 respondents who have high knowledge of 8 people (53,3%) with high level of anxiety and 7 people (46,70%) with low level of anxiety. 13 respondents were positive attitude 6 people (46,2%) with high level of anxiety and 7 people (53,8%) with low level of anxiety. of 14 respondents who received family support and 7 people (46.2%) with high anxiety level and 7 people (53.8%) with low anxiety level. Conclusion: Based on the results of the study found no relationship of knowledge with anxiety level with p value 0.742> ? 0.05, Based on the results of the study found no relation attitude with anxiety level with p value 0,529> ? 0.05, Based on the results obtained did not there is a relationship of family support with anxiety level with p value 0,495> ? 0,05. Latar Belakang: Menarche yaitu haid pertama kali pada remaja putri dapat menimbulkan kecemasan. Banyak remaja memandang menarche adalah hal yang menakutkan, karena menarche akan menimbulkan ketidaknyamanan, sakit, pusing dan sebagainya, Gejala psikologis untuk menolak proses fisiologis tersebut. Kecemasan  merupakan  reaktivitas  emosional  berlebihan, depresi  yang  tumpul,  atau  konteks  sensitif,  respon  emosional. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetuhui hubungan pengetahuan sikap dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja putri. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – April 2018. sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 25 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple Random sampling. Penelitian dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, dan analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Dari hasil analisis penelitian hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan didapatkan  15 responden yang berpengetahuan tinggi 8 orang (53,3%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (46,70%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. 13 responden yang sikap positif 6 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. dari 14 responden yang mendapat dukungan keluarga dan 7 orang (46,2%) dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan 7 orang (53,8%) dengan tingkat kecemasan yang rendah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,742 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan sikap dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,529 > ? 0,05, Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan p value 0,495 > ? 0,05.

Giena, Vike Pebri; Pawiliyah, Pawiliyah; Efrianto, Erwin

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Population. To realize healthy and quality elderly, health promotion must be carried out as early as possible, one of them through the formation and development of elderly posyandu groups. Purpose: This study aims to study the relationship of family support and the role of health volunteer with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, Karang Tinggi District, Bengkulu Tengah Regency. Methods: This research uses analytic survey design with cross sectional approach. The population in the study were all elderly people who participated in the Posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center as many as 53 people. Sampling in this study using a total sampling technique. Data collection in this study uses primary and secondary data. Data analysis was performed univariately and bivariately. Results: The results obtained: (1) There is a relationship of family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a moderate relationship category; (2) There is a relationship between the role of health volunteer and the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, with the category of moderate relationship; (3) There is a relationship between the role of health volunteer and family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a very close relationship category. Conclusion: The role of health volunteer and family support are factors related to the utilization of posyandu for the elderly. With the support from their families, the elderly tend to be more active in participating in posyandu activities for the elderly. Latar Belakang: Indonesia termasuk negara yang akan masuk ke penduduk struktur tua dengan persentase penduduk lansia mencapai 7,6% dari total penduduk. Untuk mewujudkan lansia sehat dan berkualitas, harus dilakukan pembinaan kesehatan sedini mungkin salah satu melalui pembentukan dan pembinaan kelompok posyandu lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dukungan keluarga dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding Kecamatan Karang Tinggi  Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain  survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia di wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Karangnanding sebanyak 53 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sedang;  Ada hubungan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding, dengan kategori hubungan sedang; Ada hubungan kategori peran kader sedang dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sangat erat. Simpulan: Peran Kader dan Dukungan keluarga adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dengan dukungan dari keluarga para lansia cenderung lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia.

Abdul Fatah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

The aim of this research is to examine the influence of work stress, work motivation and job satisfaction on employee performance at PT Pancaran Sinar Rajawali Indonesia, both simultaneously and partially. This research uses an explanatory quantitative approach. The number of samples in this study was 35 respondents The results of this research in hypothesis 1 obtained the results of t count > t table (2.362 > 1.989) with a significance level of 0.02 (0.02 < 0.05) Hypothesis 2 obtained the results of t count > t table (2.398 > 1.989) with a level of significance of 0.02 (0.02 < 0.05). Hypothesis 3 obtained the results of t count > t table (2.659 > 1.989) with a significance level of 0.01 (0.01 < 0.05). Hypothesis 4 obtained the results of F count > F table (7.566 > 2.717) with a significance level of 0.00 (0.00 < 0.05) which means there is a significant influence between work stress, work motivation and job satisfaction on employee performance. The conclusion of this research is that in hypotheses 1 to hypothesis 4 there is a significant influence on work stress, work motivation and job satisfaction on the performance of PT Pancaran Sinar Rajawali Indonesia employees.

Rizky Setyowati, Nanda

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

The spread of narcotics in Semarang City in 2019-2020 is possible to increase, especially in the West Semarang area. It was proven that in 2017 it was revealed 198 cases then in 2018 it became 287 cases. The author is interested in examining the factors that influence the spread of narcotics in the West Semarang area and the public reaction to the spread of narcotics in the West Semarang area. Research in this writing uses Sociological Juridical type with descriptive-analytical research specifications through primary and secondary data sources. Based on the results of the study, the factors that influence the spread of narcotics in the West Semarang area can be divided into two major factors, namely internal factors and external factors which can be analyzed using the analysis of Criminal Sociology Theory such as Ecological Theory, Cultural Conflict Theory, Economic Theory, Differential Association Theory. ), and Anomic Theory, while the public reaction regarding the distribution of narcotics can be seen from two views, namely from the community and law enforcement officials. Keywords : Criminological Theory; Spread; Narcotics.

Ristian Yunantika, Mega Rachmasari; Rochmani, Rochmani

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

The harmony and integrity of the household can be disturbed if behavior and self-control cannot be controlled, the bad result is negative behavior, namely anger and quarrels which can lead to acts of domestic violence. Likewise, neglect of the household is not a new thing, because the fact is that it often occurs in the reality of society. This study aims to explain the factors that cause household neglect, to explain the legal consequences for the husband who has neglected his wife, and, to explain the efforts that must be made to prevent neglect in the household again. The method used in this research is a normative juridical approach and a descriptive analytical research specification, data collection using techniques such as literature study, interviews, and documentation. The data source that has been used is secondary data. The results of this research indicate the factors that cause household neglect are; do not provide a living, make dependence; the existence of a patriarchal culture in society; low education and knowledge of women as wives. The provisions of the Marriage Law stipulate that the husband must be responsible, if it is violated then legal sanctions will apply. In cases of household neglect, a solution is usually found not to be penalized and not to be fined. Efforts that must be made so that household neglect does not occur again is by car; there must be awareness, there needs to be religious guidance, it is not enough to just provide material but cannot educate his wife well, there must be mental development because a husband to become a leader must be able to lead his wife to a better direction. Legal consequences / sanctions for a husband who has neglected his wife can be punished with a maximum imprisonment of three years or a maximum fine of Rp. 15 million based on articles 49 and 50 of Law no. 23 of 2004 concerning PKDRT. Efforts that must be made so that neglect of the household does not occur again is by means of citizen awareness that neglect is a criminal act, so that law enforcement must continue so that people understand that neglect is a criminal act, from the aspect of marriage there must be socialization from the general public .   Keywords: neglect, wife, violence, household, criminal.

Nasir, Abdul; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

This assimilation can be a measure of success carried out by the correctional institution, because it is a process of increasing coaching based on the evaluation of previous coaching programs and has gone through certain assessments and has met the requirements set by the Correctional Team. The author is interested in the problem of assimilation guidance for prisoners at the Kedungpane Class I Prison in Semarang and the obstacles in the assimilation guidance program for inmates. This study uses a juridical empirical or sociological juridical approach. The results of the research and discussion are that assimilation is carried out for the development of prisoners in socializing in the community. In addition, Assimilation is also carried out in the context of tackling the Spread of Covid-19 that is currently hitting Indonesia. The obstacle in fostering the assimilation of prisoners is the lack of socialization to the community so that there are no third parties or people who are willing to accept and employ prisoners in the process of returning to society in a positive way.   Keywords : assimilation, Correctional Institution, convict .

Sukma, Rakasyiwa Rewangga; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

September 13, 2019, the US Food and Drug Administration (FDA) and the European Medicine Agency (EMA) issued a warning through the official FDA website, that contaminants were found that were thought to trigger cancer. It is known that the contamination is an impurity or nitrosamine compound or commonly called N-Nitrosodimethylamine (NDMA) which is included in chemical contamination originating from chemical elements or compounds that can endanger human health. Symptoms that appear are the skin and the whites of the eyes turning yellow, fatigue, darker urine, and abdominal pain. Based on this, there is a problem that needs to be analyzed, namely how the law protects consumers from consuming these materials, especially in the city of Semarang, are there any obstacles in the effort to protect consumers from consuming drugs containing NDMA. The methodology used in this research is juridical normative with secondary data, which is analyzed by analytical descriptive. The results of the analysis, it is known that the state through various provisions has protected consumers from consuming hazardous materials, including those in Article 8 "Regarding actions that are prohibited for business actors; Law Number 36 of 2009 concerning Health Articles 98, 99, 104 & 106 "Regarding the Security and Use of Pharmaceutical Preparations and Medical Devices" AND Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia 101 / MENKES / PER / XI / 2008 concerning Drug Registration. That in this protection effort, the government c.q BPOM is experiencing internal and external obstacles. Internal constraints, namely limited human resources and still low external business actors to meet the requirements for good production methods, with relatively low legal sanctions.   Keywords: Consumer Protection, NDMA Drugs, BPOM

Fandil, Fandil,; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

The provision of credit / loans by credit-giving institutions, both banks and other financial institutions, is intended as an effort to make a profit, so the lending institution views credit / loans as a reliable source of income or profit. In connection with the issue of credit / loan provision, credit institutions such as PT. BPR Arto Moro Semarang as the party that lends money (creditors) needs to get a guarantee as a condition for the loan that the debtor will receive on condition that he gives interest when repaying the loan. In practice, the obstacles that PT. BPR Arto Moro Semarang, especially for debtors with guarantees by using the Deed of Providing Mortgage Rights (APHT) which is registered with the National Land Agency (BPN), if the credit is jammed and failed to promise, the bank will take the final step in accordance with applicable law, namely implementing execution of mortgage rights through the Office of State Wealth and Auction Services (KPKNL) or through the District Court (PN). The type of research used in this research is normative juridical. Juridical research, is used, among other things, to analyze various legal theories and laws and regulations related to the juridical review of the accounts payable agreement as a principal agreement with guarantees of insurance rights at PT. BPR Arto Moro Semarang. Juridical means that this research emphasizes the science of law. Meanwhile, normative is this research that examines the rules that apply in society. Thus normative juridical is an approach to the study of legal problems from the aspect of applicable legal regulations. The results of this study are: the settlement of bad credit tied to mortgage rights at PT. BPR Arto Moro Semarang after performing credit rescue through 3R (rechedulling, restructuring and reconditioning). Before the execution of mortgage rights is carried out, non-litigation measures by way of selling collateral based on mutual agreement based on paragraph (2) article 20 of the Mortgage Rights Law. During 2018 to 2020 Mortgage Execution can contribute to the settlement of non-performing loans as much as 45% or Rp. 15,731,212,000, - from an amount of Rp. 34,964,970,686, -. Meanwhile, the occurrence of bad credit is due to internal factors: a. Loans not fully channeled for business, b. Business management skills are still lacking, c. Very tight business competition. External factors are due to unstable economic conditions, which consequently have an impact on the ability of customers to pay off their debts.   Keywords : Bad credit, collateral, execution, and mortgage.

Ambarwati, Auliah

DINAMIKA HUKUM 2021 Universitas Stikubank

The purpose of this study is to analyze the extent of the application of the land registration process and the factors that influence the application of land registration. This research method uses an empirical normative approach supported by a case approach. The results showed that in the implementation of complete systematic land registration so far is still not effective, in terms of technical and administrative where there are still many errors found on the picture or map on the citizen's certificate either switched or wrong on size. Then the factors that affect the complete systematic land registration are the Procedure and Mechanism Factors as well as the Resource Factors of the Implementing Officer. Keywords: Effectiveness, Procedure, Land Registration

Satria Evans Umboh; Kevin Yerykho Sitinjak

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Peran keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan anak, khususnya pada saat remaja. Peran orang tua bukan saja penting untuk menjaga perkembangan anak dari hal-hal negatif,  tetapi juga untuk membentuk kepribadian, kecerdasan inteligensi, emosi, serta spiritualnya agar menjadi manusia seutuhnya. Artikel ini membahas tentang pola asuh orang tua serta bagaimana Pendidikan Kristen di terapkan dalam keluarga. Hasil dari penelusuran artikel ini menegaskan bahwa pola asuh orang tua yang baik serta penerapan ajaran Kristiani di dalam keluarga berdampak positif bagi anak.

Siti Aminah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan,mengacu pada uraian di atas,   adalah “untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dan  hubungan angkutan penumpang dokar  dan  becak  dalam pengoperasiannya?  dan mengetahui perbandingan antara angkutan penumpang dokar dengan angkutan penumpang becak dalam pengoperasian di Kota Semarang” Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 50 penarik Dokar dan becak. Teknik analisis yang digunakan regresi linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waktu Tempuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jarak Tempuh Dokar, sebagaimana Waktu Tempuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jarak Tempuh Becak. Bahwa Ongkos Penumpang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jarak Tempuh Dokar, hal ini berarti berbeda dengan Ongkos Penumpang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jarak Tempuh Becak. Bahwa Kecepatan Dokar Meter/jam berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jarak Tempuh Dokar,  hal  ini  berarti berbeda Kecepatan Becak Meter/jam berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jarak Tempuh Becak. Jumlah Penumpang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jarak Tempuh Dokar Jarak Tempuh Dokar, hal ini berarti tidak berbeda Jumlah Penumpang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jarak Tempuh Becak.

Joko Riyanto

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh e-service quality terhadap kepuasan pengguna, untuk mengetahui pengaruh kemudahan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, untuk mengetahui  pengaruh  e-service  quality  terhadap  niat  penggunaan  ulang,  untuk  mengetahui pengaruh kemudahan terhadap niat penggunaan ulang, dan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niat penggunaan ulang. Pendekatan penelitian dengan metode kuantitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan yaitu 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepuasan pengguna dapat mediasi atau menajdi penghubung antara variabel e-service quality terhadap niat penggunaan ulang. dapat dilihat dari nilai pengaruh tidak langsung e-service quality terhadap niat penggunaan ulang melalui kepuasan pengguna lebih besar jika dibandingkan pengaruh langsung e-service quality terhadap niat penggunaan ulang. Artinya bahwa kepuasan pengguna dapat menjadi variabel intervening. Kepuasan pengguna dapat mediasi atau menajdi penghubung antara variabel kemudahan terhadap niat penggunaan ulang. dapat dilihat dari nilai pengaruh tidak langsung kemudahan terhadap niat penggunaan ulang melalui kepuasan pengguna lebih besar jika dibandingkan pengaruh langsung kemudahan terhadap niat penggunaan ulang.

Setyobudi Setyobudi

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari LDR,GCG,ROA, serta CAR terhadap Harrga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI tahun 2014-2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018, namun setelah dilakukan seleksi menggunakan purposive sampling pada populasi maka terdapat 24 perusahaan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI 2014-2018 yang dapat dijadikan sebagai sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan Perbankan. GCG berpengaruh negative signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan. ROA berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan. CAR berpengaruh negative signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan.

M. Agus Baharuddin

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu pelayanan dan citra  terhadap loyalitas konsumen. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel mediasi kepuasan pada hubungan   antara mutu pelayanan dan citra terhadap loyalitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Unversitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Jl. Pawiyatan Luhur Bendar Duwur, Semarang yang berjumlah 4.652 mahasiswa. Sampel yang diambil 100 mahasiswa. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Mutu pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. 2). Citra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. 3). Kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. 4). Mutu pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. 5). Citra berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. 6). Kepuasan menjadi variabel intervening antara mutu pelayanan terhadap loyalitas. 7). Kepuasan menjadi variabel intervening antara citra terhadap loyalitas.

Heru Eko Prasetyo

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

The purpose of this study was to determine the role of web site quality, security and online shopping confidence in purchasing decisions on shopee e-commerce in Gunung Pati District, Semarang. This study obtained data through questionnaires. The population in this study were users of shopee e- commerce sites in Gunung Pati District, Semarang. The sampling technique used was purposive sampling method with criteria for men and women aged 17 to 36 years in Gunung Pati Semarang District who had used and shop online at Shopee E-Commerce. Sample total was 100 respondents. The results of this study indicated that: (1) The quality of the website has a positive and significant effect on purchasing decisions, (2) Security has a positive and significant effect on purchasing decisions, (3) Trust has a positive and significant effect on purchasing decisions,

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi,  walaupun  baru  diterapkan  di  tingkat  pemilihan  kepala  dusun  dan  kepala  desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan  dan  kurangnya  sosialisasi  pemerintah  terhadap  e-voting  juga  dapat  menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh  dunia,  melumpuhkan  kegiatan  manusia  khusus  di  Indonesia.  Pemilihan  Kepala Daerah  di  Indonesia  yang  diselenggarakan  pada  9  Desember  2020  mengalami  polemik physical  distancing  ditengah pandemi Covid-19.  Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung.  Namun,  penerapan  sistem  E-Voting  masih  terkendala  dengan  adanya  hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting.

Indra Kertati

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020, telah berdampak pada Kesehatan, social dan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang biasanya menjadi roda kehidupan keonomi masyarakat tidak mampu bertahan. Berbagai kebijakan yang diuluncurkan pemerintah suka tidak suka harus diterima demi Kesehatan sekaligus uasaha yang tidak berhenti. Deregulasi dan debirokratisasi menjadi tempat untuk menguatkan dan mengembangkan perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana deregulasi dan debirokratisasi mampu memberikan peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Fokus penelitian ini meliputi respon kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan masalah UMKM, dan kemampuan UMKM dalam meningkatkan kemampuan bertahan menghadapai pandemic covid-19. Lokus penelitian di Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukan deregulasi dan debirokratisasi mampu untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah menghadapi pandemic covid-19. Meskipun poeningkatannya masih cenderung melambat namun berbagai upaya telah membantu bangkit dan bekerja.

Sylvia Jene P.L.S; Anna Kartika; Ratih Dwi Anggraynie

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Upaya memenuhi ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan selama ini telah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia melalui Unit Transfusi Darah yang tersebar di seluruh Indonesia. Humas UDD PMI Cabang Kota Semarang telah menggunakan strategi kampanye untuk mengajak masyarakat menjadi pendonor darah sukarela sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan, sikap dan memberikan motivasi sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan darahnya. Penelitian ini menggunakan jenis survei analitik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pendonor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 70 pendonor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan donor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang cukup baik yaitu 48,0%.Sebagian besar pendonor memiliki sikap yang cukup baik terhadap donor darah yaitu 35,0%.Tingkat motivasi pendonor terhadap donor darah cukup baik yaitu 33,0%. Pendonor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi yang cukup baik mengenai donor darah.

Nursalim Nursalim

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat pengaruh globalisasi  yang  didukung  oleh  kemajuan  teknologi  informasi  dan  komunikasi. Mengglobalnya Covid-19 telah membawa dampak pada kehidupan masyarakat, dunia usaha swasta, dan pemerintahan. Dampak pandemi Covid-19, khususnya bagi Birokrasi Pemda berupa munculnya permasalahan adanya kelemahan pada aspek kelembagaan dan perilaku aparatur birokrasi. Namun di samping itu juga terdapat tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembuatan kebijakan untuk mengatasi masalah yang muncul pasca pandemi. Dalam konteks tersebut, penanganan pandemi akan dapat diatasi dengan baik jika didukung oleh adanya good governance dan bikrokasi digital. Pendekatan reformasi kelembagaan dan perilaku birokrasi Pemda akan menjadi baik. Pendekatan reformasi kelembagaan Pemda baik perbaikan bentuk dan misi organisasi, regulasi (kebijakan), prosedur, metode, maupun mekanisme kerja pelayanan publik akan menjadikan birokrasi Pemda mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengatasi pandemi. Adapun   reformasi   melalui   perbaikan   perilaku   aparatur   birokrasi   (ASN)   baik   melalui pendidikan dan latihan, kebijakan renumerasi, pengembangan karier ataupun lainnya akan menjadikan birokrasi Pemda dapat menyelenggarakan pelayanan publik pasca pandemic Covid-19 dengan baik.