Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 361-380 of 4,877

Analytics

Yanto Yanuarius Seran; Wolfgang Asindo Seran; Ivony Sarlin Asa

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Social studies learning as one of the progmatic components in the school curriculum is actually expected to support the achievement of the ideal goals of education. Through social studies education, students are fostered and developed their intellectual mental abilities to become citizens who are skilled and socially concerned and responsible in accordance with the values contained in Pancasila. Social studies learning contained in the educational curriculum is a simplification of learning materials from social science knowledge or concepts. The method in this study is research using a quantitative research approach. This research is descriptive. The sample in this study was 30 students of grade VIIIA (control) and VIIIB (experiment) of SMP Kristen Taaba District. Data collection techniques using test questions and documentation. Based on the results of research and discussion, and data analysis carried out, it can be concluded that the mind mapping learning model can affect the learning outcomes of social studies class VIII SMP Kristen Taaba District. Indicators of the assessment of learning outcomes can be seen from the students' posttest scores have increased. Based on the research objectives with the t-test hypothesis, an sg (2 – Tailed) value of < 0.05 is obtained which is 0.000 so that H0 is rejected meaning that there is an influence of the mind mapping learning model on the learning outcomes of social studies class VIII SMP Kristen Taaba District. In other words, the mind mapping learning model affects learning outcomes with categories that are quite effective.

Rifani Olivia Nainggolan; Oka Nelli Hutagoal; Febiyola Dasuha; Muhammad Rizky; Sahala Fransiskus Marbun

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze the effectiveness of natural resource management, particularly water and soil, in increasing agricultural production in Sampali Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The research approach used was descriptive qualitative through field observations, in-depth interviews with farmers and village officials, and documentation studies from relevant agencies. The results indicate that the irrigation system in Sampali Village is not operating effectively, characterized by shallowing of canals, damaged irrigation walls, and blockages that cause uneven water distribution. This condition has a significant impact on crop yields, with a difference in production between upstream and downstream areas reaching 1.9 tons/ha. Furthermore, soil quality has also declined due to the excessive use of chemical fertilizers, as indicated by a soil pH that tends to be acidic (5.4–6.0), low organic matter content (1.2–1.8%), and decreased soil biological activity. Factors influencing the effectiveness of water and soil management include technical, environmental, socio-economic, and institutional aspects. This study concludes that natural resource management in Sampali Village is still suboptimal, necessitating improvements to irrigation infrastructure, increased use of organic fertilizers, and institutional strengthening and farmer mentoring. These efforts are expected to support sustainable agricultural productivity gains.  

M., Iqbal.M.Ag,; Siregar, Samuel Natanael; Marpaung, Difa Aprilia

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam perspektif norma dan konstitusi, mengidentifikasi penyebab krisis kepercayaan publik, serta menegaskan urgensi penguatan peran wakil rakyat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan normatif-yuridis melalui telaah terhadap UUD 1945, peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan laporan survei kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik terhadap DPR disebabkan oleh kesenjangan antara norma konstitusional yang menempatkan DPR sebagai representasi rakyat dan praktik politik yang terjadi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPR perlu memperkuat posisinya dengan menegakkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan integritas. Penguatan ini diperlukan guna memulihkan legitimasi publik, memperkuat kualitas demokrasi, dan memastikan DPR menjalankan fungsi konstitusionalnya secara optimal.

Fauziyah, Anissa; Rejekiningsih, Triana

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tantangan kepala dusun perempuan dalam penyelenggaraan tugas kewilayahan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala dusun berperan dalam penyelenggaraan tugas kewilayahan, namun masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan tugasnya. Solusi yang ditawarkan adalah penguatan dalam komunikasi dua arah yang lebih terbuka dan partisipatif serta pendekatan yang lebih kolaboratif agar hubungan antar warga lebih harmonis.

Ramadhana, Aisyah Bunga; Fachriza, A Walfajri; Afriandri, Mohd Egiyan; Aditiya, Yunando; Sari, Diaz

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini mengkaji persepsi siswa terhadap penggunaan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 4 Pekanbaru. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap satu guru dan kuesioner terbuka kepada sepuluh siswa kelas XI, penelitian ini menelusuri bagaimana pembelajaran digital memengaruhi pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap e-learning karena fleksibilitas dan kemudahan akses, meskipun keterbatasan interaksi langsung menjadi kendala. Hambatan lainnya termasuk koneksi internet yang tidak stabil dan motivasi belajar yang menurun. Namun, strategi pembelajaran kontekstual seperti penugasan presentasi budaya lokal terbukti mampu memperkuat nilai kewarganegaraan dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi pembelajaran yang efektif dan konten digital yang berpusat pada siswa dalam pembelajaran PKn. E-learning, bila dirancang dengan baik, dapat berperan besar dalam pembentukan karakter dan kewarganegaraan digital.

Kusuma Putri, Dhini Nurhasanah; Raharja, Nanda Zakiy; Ismarani, Nisrina; Rizwana, Raissaqila Kalyca; Sara Az-Zahra, Vierly Dyel +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Komunikasi adalah cara menyampaikan informasi kepada orang lain. Dalam berkomunikasi, etika sangat penting, terutama bagi mahasiswa saat berinteraksi dengan dosen. Namun, terdapat beberapa mahasiswa saat ini yang menganggap dosen sebagai teman sebaya, sehingga penerapan etika yang seharusnya dilakukan kepada dosen semakin terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antara mahasiswa FPMIPA UPI dan dosen, serta bagaimana etika bisa mencegah ketidakharmonisan komunikasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan kuesioner Google Form. Hasil dari penelitian ini 1) mengetahui waktu menghubungi dosen, 2) hambatan yang dirasakan mahasiswa, 3) mengetahui dampak setelah berkomunikasi dengan dosen. Sebagai kesimpulan, etika dalam berkomunikasi dengan dosen dapat mempererat hubungan serta membangun kepercayaan, yang akan mengurangi konflik.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

irsyad, irsyad; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Smart Village dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan literasi digital di Desa Mlese, yang dikenal sebagai Desa Pelopor Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memberikan dampak positif berupa kemudahan administrasi desa, transparansi informasi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kolaborasi antarwarga. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital pada kelompok lanjut usia, keterbatasan akses internet, dan preferensi layanan tatap muka. Pemerintah desa berupaya mengatasi kendala ini melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun perbaikan infrastruktur dan sosialisasi lebih intensif masih diperlukan. Kesimpulannya, Smart Village memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Kata Kunci : Smart Village, Literasi Digital, Desa Pelopor Pancasila.   ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Smart Village application in enhancing community empowerment and digital literacy in Mlese Village, known as a Pancasila Pioneer Village. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through field observations, in-depth interviews, and literature studies. The findings indicate that the application positively impacts village administration by simplifying processes, increasing information transparency, and strengthening Pancasila values through community collaboration. However, challenges remain, such as low digital literacy among the elderly, limited internet access, and a preference for face-to-face services. The village government is addressing these issues through training and assistance, although more intensive infrastructure improvements and outreach are still needed. In conclusion, Smart Village holds significant potential to support digital transformation and community empowerment in alignment with Pancasila values. Keywords: Smart Village, Digital Literacy, Pancasila Pioneer Village.

Zulfa, Aulia; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Era globalisasi di mana segala macam arus informasi serta kebudayaan berkembang pesat dan dapat diakses dengan mudah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan keutuhannya. Hasil yang terlihat terlihat di lingkungan saat ini, terdapat beberapa poin permasalahan yang disorot dan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap generasi muda : 1.) Gaya hidup: 2.) budaya luar ; 3.) liberalisasi ; 4.) teknologi ; 5.) sosial dan moral. Tujuan penulisan jurnal ilmiah ini adalah untuk menekankan kesadaran generasi milenial untuk selalu berjiwa nasionalisme untuk menjaga identitas bangsa serta keutuhan NKRI untuk mencapai tujuan negara di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

Fadlilah Al Hasanah; Kartika Manalu; Sayed Akhyar

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This research aims to determine the effect of learning using the Problem Based Learning model assisted by the Powtoon application on the learning outcomes of Class XI Madrasah Aliyah at the Islamic Education Park (TPI) Sawit Seberang. This research is a type of quantitative research with a Quasy Experimental Design. The research population was 36 students in class XI MIA A and 36 students in class XI MIA B, 36 students in class XI MIA C and 36 students in class, and X MIA C totaling 36 people as the control class. The instrument in this research is in the form of a test in the form of 30 multiple choice questions. Data analysis of student learning outcomes using the t-test formula, also with the help of SPSS version 25 data processing. Data analysis of student learning outcomes with the results of calculating the average learning outcomes shows that the experimental class which uses the Problem Based Learning models is higher than the control class. The prerequisite test is proven that the data is normally distributed and homogeneous. The results of the test calculation were obtained under count worth 9.709 and table worth 1.668 so that it shows tcount > table so Ha2 is accepted. The conclusions in this research explain that there are influences and differences before and after the implementation of the Problem Based Learning model on student learning outcomes in class XI Madrasah Aliyah at the Islamic Education Park (TPI) Sawit Seberang.

Jannah, Miftahul; Nur Aini; Neni, Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pembelajaran yang inovatif, termasuk pada Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga diperlukan model yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam pembelajaran berbasis digital tanpa mengurangi esensi spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas integrasi nilai keagamaan dalam pembelajaran PAI digital sebagai upaya menanamkan karakter Islami pada peserta didik di tengah perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kebiasaan digital keagamaan, cerita moral digital, lab e-fiqh , simulasi ibadah berbasis VR, serta pembelajaran reflektif mengenai etika digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PAI digital tidak hanya meningkatkan partisipasi dan minat belajar, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan kesadaran spiritual dan perilaku etis peserta didik. Implikasi penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi yang terencana dan berorientasi karakter dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai keagamaan, sehingga guru perlu menguasai kompetensi pedagogi keagamaan berbasis teknologi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang berkualitas.

Auliya Abd Rahman; Annisa Fahmi Mannassai; Nurain Adwiyah Arif; Siti Khairin Nisa Ismail; Gracia Aulianza Puluhulawa

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2025 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This study aims to analyze the forms of collaboration between teachers and parents in following up on the results of observational assessments of early childhood self-regulation development. The study employs a qualitative approach with a case study design in a non-formal early childhood education (PAUD) setting. Data were collected through observation, interviews, and analysis of assessment documents. The findings indicate that observational assessment serves as an initial foundation for identifying children’s abilities to manage emotions and behavior. The assessment results are then followed up through collaborative practices in the form of regular communication, exchange of information regarding children’s development, and agreements on guidance strategies between teachers and parents. The role of parents is evident in the consistent implementation of guidance strategies at home, aligned with the stimulation provided by teachers at school. This alignment of roles has been shown to strengthen children’s self-regulation development, particularly in impulse control, behavioral regulation, and the ability to follow rules. The study emphasizes that structured and continuous teacher–parent collaboration is a key factor in the effectiveness of follow-up actions based on observational assessment results in supporting early childhood social-emotional development.

Annisa Salsabila; Arif Hidayat; Putri Nurhidayah; Yulia Putri Ramadhani; Miftahir Rizqa

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kecemasan akademik adalah isu yang meluas dalam pendidikan tinggi yang secara signifikan mengganggu kinerja dan kesejahteraan mahasiswa. Artikel ini mengembangkan model konseptual Komunikasi Intrapersonal Islami yang didasarkan pada prinsip Tawakkal (berserah diri kepada Tuhan) sebagai mekanisme untuk mereduksi kecemasan akademik. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur, studi ini mensintesis teori psikologi komunikasi intrapersonal (dialog diri dan restrukturisasi kognitif) dengan konsep teologis Islam tentang usaha (ikhtiar) dan penyerahan (tawakkal). Temuan ini mengusulkan Model Tiga Fase: 1) Fase Pra-Aksi (Ikhtiar), di mana komunikasi intrapersonal berfokus pada motivasi proaktif; 2) Fase Tengah-Aksi (Pembingkaian Ulang Kognitif Spiritual), di mana pikiran cemas negatif ditantang dan diinterpretasikan ulang menggunakan narasi spesifik Al-Qur'an dan Sunnah (misalnya, Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa); dan 3) Fase Pasca-Aksi (Tawakkal), di mana dialog diri beralih ke penerimaan total atas hasil yang telah ditentukan, sehingga melarutkan kecemasan sisa. Model ini berhipotesis bahwa Tawakkal berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi inti, yang menyediakan jangkar kognitif akhir yang mengurangi ketidakpastian hasil yang dirasakan. Kerangka konseptual ini menawarkan sudut pandang teoritis yang orisinal untuk mengembangkan intervensi konseling berbasis agama guna menumbuhkan ketahanan akademik pada mahasiswa Muslim.

Erina Widyastuti Fatimah; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini menganalisis peran motivasi spiritual dalam meningkatkan ketahanan belajar siswa muslim di SD IT Ar Risalah Miri dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap siswa kelas IV-VI, guru, dan manajemen sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi spiritual berkontribusi fundamental terhadap pembentukan resiliensi akademik melalui empat dimensi utama: kesadaran menuntut ilmu sebagai ibadah, penerapan nilai kesabaran dalam menghadapi kesulitan pembelajaran, manifestasi ketekunan dalam konsistensi belajar, dan sikap tawakal yang mengurangi kecemasan akademik. Program pembiasaan keagamaan yang sistematis meliputi shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, hafalan berjenjang, dan mentoring spiritual personal terbukti efektif menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dimensi spiritual tidak hanya meningkatkan motivasi intrinsik tetapi juga membangun fondasi psikologis untuk menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam terpadu holistik dan implikasi praktis bagi stakeholder pendidikan dalam merancang kebijakan berbasis spiritual untuk penguatan resiliensi akademik siswa muslim tingkat sekolah dasar.

Habiburrahman, Ahmad; Mar’atu Rosyada Al-Fariz; Muhammad Hafizh Fikri; Kahfi Kiem Arseta; Ageng Dhipo Saputro +1 more

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Ketegangan epistemologis antara sains dan agama dalam masyarakat modern sering kali memicu polarisasi yang berujung pada dua ekstrem: positivisme yang mengabaikan etika dan fundamentalisme agama yang menolak rasionalitas. Model hubungan tradisional, seperti konflik dan independensi, terbukti tidak memadai untuk mengatasi fragmentasi sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis kerangka konseptual baru, yaitu "Sains 'Religius'" dan "Agama 'Saintifik'", sebagai solusi integratif untuk mencapai transformasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis konseptual-kritis terhadap literatur filsafat ilmu, sosiologi agama, dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep "Sains 'Religius'" menanamkan etos spiritual berupa kekaguman (awe) dan kerendahan hati epistemik ke dalam praktik ilmiah, sementara "Agama 'Saintifik'" mengintegrasikan nalar kritis dan rasionalitas untuk memurnikan penafsiran keagamaan dari dogmatisme sempit. Sintesis kedua paradigma ini berfungsi sebagai mekanisme katalisator yang mereduksi ekstremisme, membentuk moderasi beragama yang aktif, dan membangun landasan bagi masyarakat yang harmonis berbasis nilai kemanusiaan universal

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Nuzulul Hikmatul Laily Amsa; Rusdiana Navlia

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan evaluasi pembelajaran terhadap peserta didik di Lembaga Pendidikan MA Miftahul Qulub Polagan Pamekasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara langsung dengan informan kunci, termasuk kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan wali kelas. Observasi dilakukan untuk melihat secara faktual proses evaluasi hasil pembelajaran secara sistematis untuk mengukur pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sedangkan wawancara diarahkan untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi oleh para pelaku pendidik terkait pelaksanaan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi pembelajaran di MA Miftahul Qulub Polagan Pamekasan telah dilaksanakan melalui berbagai instrumen dan teknik evaluasi seperti penilaian tugas dan pencapaian yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta tujuan pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam konsistensi pemberian umpan balik dan pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Lathiffah Khoirunnisa; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan anak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang memandang anak sebagai makhluk biologis, psikologis, dan spiritual yang membawa fitrah sejak lahir. Fitrah dipahami sebagai potensi bawaan yang mengarah pada tauhid dan nilai-nilai kebaikan, sehingga pemahaman terhadap fitrah dan tahapan perkembangan anak menjadi dasar penting dalam perancangan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep fitrah anak serta relevansinya dengan proses perkembangan dan pembelajaran dalam perspektif Islam, sekaligus mengidentifikasi pandangan psikologi pendidikan Islam terhadap tahapan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku ilmiah dan artikel jurnal akademik dari basis data terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fitrah anak menjadi landasan utama perkembangan dan pembelajaran yang mencakup dimensi spiritual, moral, intelektual, emosional, dan sosial. Psikologi pendidikan Islam memandang perkembangan anak sebagai proses bertahap dan holistik melalui integrasi aspek jasmani, akal, dan rohani dengan prinsip tarbiyah yang gradual dan kontekstual. Pembelajaran menempatkan anak sebagai subjek aktif, berorientasi pada pembentukan karakter dan kesadaran spiritual selain capaian kognitif. Dengan demikian, psikologi pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan holistik yang relevan dalam mengembangkan potensi anak menuju insan kamil.

Izzatunnisa, Ilma; agus wahyudi, Sigit; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter pendidikan yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, pemanfaatan media digital, dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Kasih dapat saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menerapkan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan berbagai sumber akademik yang membahas tentang nilai toleransi, pendidikan multikultural, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan pedagogi berbasis kasih sayang dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keberagaman dapat membangun rasa saling menghormati antar siswa. Di sisi lain, media digital berperan penting dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Lebih lanjut, Kurikulum Berbasis Cinta memperkaya pendidikan dengan memperkuat aspek spiritual, emosional, dan moral, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas hasil akademik saja. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bersahabat, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya saat ini.