EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui luas RTH yang dapat mereduski total cemaran yang terjadi diwilayah BWK II Kota Kupang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan RTH di Kota Kupang hanya sebesar 17,10% yang terdiri dari RTH Publik sebesar 13,11% dan RTH Privat sebesar 3,99%, total kebutuhan RTH di Kota Kupang agar dapat memenuhi syarat yang telah diatur dalam undang-undang yaitu sebesar 5408,1 Ha yang terdiri dari RTH Publik membutuhkan 6,88% atau 1241,49 Ha dan RTH Privat membutuhkan 6.00% atau 1082,7 Ha. Total emisi yang terjadi di sepanjang Jalur Hijau BWK II Kota Kupang sebesar 2727,5 Kg/Jam dan kemampuan daya serap RTH eksisting sebesar 1301,34 dan masih menyisakan sisa emisi sebesar 1426,16 Kg/jam, sehingga membutuhkan tambahan RTH sebesar 10,3Ha untuk dapat menyerap seluruh emisi yang dihasilkan dari sektor transportasi pada kawasan jalur hijau BWK II. Beberapa Strategi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan RTH di Kota Kupang adalah (1) Memadatkan RTH jalur hijau dengan cara memanfaatkan lahan kosong yang terdapat pada jalur hijau untuk menanam jenis-jenis vegetasi yang memiliki daya serap tinggi. (2) dengan menggantungkan spesies tanaman penyerap emisi pada pohon-pohon yang ada pada RTH jalur hijau dan menerapkan metode vertical garden,Roof garden dan tree adoption.
Juliano Tigana Ottu (2022). EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG. JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, 1(2). https://doi.org/10.58169/jwikal.v1i2.57
Juliano Tigana Ottu, "EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG," JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, vol. 1, no. 2, 2022.
Juliano Tigana Ottu. "EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG." JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, vol. 1, no. 2, 2022.
Juliano Tigana Ottu. "EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG." JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 1, no. 2 (2022).
Juliano Tigana Ottu (2022) 'EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG', JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, 1(2). doi: 10.58169/jwikal.v1i2.57.
Juliano Tigana Ottu. EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KOTA KUPANG. JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN. 2022;1(2).
Rekonfigurasi POAC untuk Tata Kelola Era Digital: Tinjauan Pustaka Integratif atas Kesenjangan Bentuk–Substansi dalam Manajemen Sektor Publik
Luthfi Azhari; Wildan Maulana Assani Mualim; Muhammad Daffarezel Ramadhan; Pujo Santoso
Evaluasi Tata Kelola Penambangan Sirtu Berbasis Good Mining Practice
Dwi Eri Yanti; Vera Surtia Bachtiar; Alfirmansyah Alfirmansyah; Ummi Jayanti
Evaluasi Kesesuaian Perencanaan dan Realisasi Pekerjaan Peningkatan Jalan Pangkalan-Batas Jambi Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara
Heru Fahrudin Faiz; Rika Ampuh Hadiguna
Pengaruh pH dan Konsentrasi Pb²⁺ terhadap Kapasitas Adsorpsi Bioadsorben Daun Rami dalam Air Limbah Artifisial
Aqilla, Rosyida Salsabil; Putro, Raden Kokoh Haryo
Strategi Rekayasa Pengelolaan Kualitas Air di Sub DAS Tiku Musi Rawas Utara
Alfirmansyah Alfirmansyah; Insannul Kamil; Dwi Eri Yanti; Ummi Jayanti
Evaluasi Teknis Pembangunan Ruang Kelas Dua Lantai pada Sekolah Dasar Berlahan Terbatas: Perspektif Perencana
Hendro Damanra; Bambang Istijono