SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Dewi Juliyati; Abdul Rahman

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang 1) Tinjauan proses pembuatan kerajinan tenun tembe nggoli di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, 2) Cara pengadaan bahan pokok yang digunakan pada kain tenun tembe nggoli Bima dan, 3) Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum prosedur pembuatan kain tenun tembe nggoli melalui beberapa tahap yaitu, 1) Mengambil kapas (wunta na’e) di pohonnya, 2) Kapas dijemur pada sinar matahasi yang panas, 3) Melakukan wenti, yaitu pemisahan kapas dangan bijinya menggunakan tangan dan dibentuk menjadi tipis dan selebar yang diinginkan, 4) Kapas yang sudah di Wenti dan sudah kering, lalu diratakan menggunakan kayu papan berbentuk raket/dipukul, 5) Pemolesan, yaitu kapas diratakan dalam bentuk tipis dan dipoles dengan menggunakan tangan hingga menjadi bentuk benang setengah jadi, 6) Medi, yaitupengolahan benang setengah jadi dengan menggunakan alat tenun tradisional, yaitu Langgiri dan Janta (bentuknya mirip seperti alat kincer angin dan kincer air), 7) Setelah jadi benang, maka dilakukan penenunan dengan kisaran waktu sebulan untuk sehelai sarung. Cara pengadaan bahan pokok kain tenun tembe nggoli, yaitu 1) kapas (wunta na’e), 2) kepompong ulat sutera, 3) lilin sarang lebah dan akar serai wangi, bahan pewarna kain tenun terbuat dari bahan-bahan alami yang ada dialam dan warna yang digunakan pada kain tenun ini adalah warna merah, hijau, kuning, hitam, biru dan coklat. Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima, yaitu 1) Para penenun melakukan penjualan produknya dengan cara menitipkan kepada toko-toko tradisional, 2) Mereka melalukan penjualan kain tenun tembe nggoli dengan memanfaatkan sosial media, seperi facebook, instagram, watsApp dan lain-lain, 3) Mereka mempromosikan produknya dari mulut-kemulut, mulai dari tetangga, keluarga dan kerabatnya.

Annisa, Hannah; Ulfatun Najicha, Fatma

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Saling ketergantungan antarnegara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tidak dapat terhindarkan. Aspek kewilayahan dalam ilmu geopolitik meliputi geografi wilayah suatu negara melibatkan sumber daya alam sebagai salah satu alat pemenuhan kebutuhan ekonomi. Hal itu menyebabkan masing-masing negara bersaing dalam memenangkan pasar dunia menggunakan geostrategi. Wilayah pasifik telah menciptakan kawasan ekonomi dan politik tersendiri dengan Jepang dan Amerika sebagai negara acuan perekonomian dunia. Indonesia memiliki keistimewaan diantara negara pasifik lainnya. Sebagai negara kepualauan yang terletak pada garis katulistiwa, Indonesia memiliki aset ekonomi yang melimpah berupa keanekaragaman sumber daya alam. Selain itu Indonesia menjadi jalur lalu lintas perdagangan antar negara yang sangat strategis. Melihat dari segi aspek kewilayahan Indonesia, maka geostrategi yang digunakan dalam menghadapi persaingan pasar akan berbeda dengan negara lain. Fenomena tersebut membentuk konsep geoekonomi sebagai geostrategi yang dilakukan secara global. Melalui studi literatur dan metode penelitian kualitatif peneliti akan mengkaji konsep serta bidang kajian geoekonomi sebagai konsekuensi geopolitik atas aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Dalam hal ini bidang kajian geoekonomi memiliki variabel-variabel perinci yang menjadi dasar analisis dalam menentukan strategi pembangunan ekonomi Indonesia agar mampu bersaing dalam pasar perdagangan internasional, variabel perinci tersebut antara lain: 1) Kepercayaan, 2) Posisi, 3) Sumber Daya, 4) Bobot Penekanan, 5) Kekuatan, 6) Struktur, 7) Basis, 8) Keamanan, 9) Komunikasi, 10) Ekspansi. Indonesia memiliki peluang yang terbuka sangat lebar untuk mengendalikan persaingan pasar. Mengamati situasi hutang dan asset negara membutuhkan kebijakan ekonomi yang mawas diri (prudent). Sehingga pemerintah memiliki peranan penting dalam memberikan perlindungan terhadap integrasi kawasan ekonomi serta mempertimbangkan pertumbuhan demografi Indonesia yang menjadi aktor utama dalam pengelolaan sumber daya negara untuk mencapai kesejahteraan bangsa melalui kebijakan dan strategi politik ekonomi perdagangan internasional.