Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 45

Analytics

Sri Wahyuna Saragih; Muhammad Rafi; Harlan Mufrih; Aisha Rafa Rahma; Dwi Kartika +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Nanas merupakan unggulan kedua yang di ekspor Indonesia setelah buah manggis pada 22 tahun lalu, volume ekspor nanas pada tahun 2004 sebesar 2.431.263 kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 6,4 % dari tahun -tahun sebelumnya, permintaan ekspor nanas yang cukup tinggi merupakan pendorong bagi produksi nanas dalam negeri yang mampu bersaing dengan nanas negara lain. Seperti halnya produk pertanian lainnya, karakteristik buah nanas adalah mudah rusak dan pemanfaatannya lebih banyak sebagai makanan penutup mulut karena rasanya yang segar. Potensi penganeka ragaman produk pangan dengan bahan baku sebenarnya cukup banyak namun sampai dengan saat ini masih belum berkembang. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan memanfaatkan ektrak buah nanas melalui fermentasi bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk polisakarida akstraseluler (nata) sebagai hidangan non energi yang biasa kita kenal Nata de pina, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak buah nanas untuk dijadikan hidangan Nata de pina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nata de pina memiliki nilai pH sebesar 4,7 dan kadar air sebesar 98,08% sudah memenuhi syarat mutu berdasar SNI nata. Hasil uji organoleptik terhadap 30 panelis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai rasa, warna, aroma, dan tekstur Nata de pina yang dihasilkan.

Arifqi, Hasmil; Lanita, usi; Kasyani; Sari, Puspita

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekolah dasar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku konsumsi siswa. Perilaku konsumsi makanan pada anak sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, peran guru, rasa makanan, dan kebiasaan makan di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN 66 Kota Jambi sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,868) dan pengaruh teman sebaya (p=0,229) dengan perilaku konsumsi MBG. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru (p=0,005), rasa makanan (p=0,045), dan kebiasaan makan di rumah (p=0,005) dengan perilaku konsumsi MBG. Faktor yang paling memengaruhi perilaku konsumsi siswa adalah rasa makanan dan dukungan lingkungan sekitar

Widya Nuryana; Dian Ayu Ainun Nafies; Lilia Faridatul Fauziah; Miftahul Munir

Inovasi Kesehatan Global 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Food waste is an important indicator in evaluating the effectiveness of food service management, especially in institutional settings such as Islamic boarding schools. High levels of food waste can be influenced by several factors, including food taste and satisfaction with food service. This study aimed to analyze the relationship between food taste and food service satisfaction with food waste among students at Al-Hasyimi Islamic Boarding School Sukolilo Bancar. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 127 female students, with 98 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using the Comstock form to measure food waste and questionnaires to assess food taste and food service satisfaction. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Spearman Correlation test. The results showed a significant relationship between food taste and food waste (p=0.000), as well as between food service satisfaction and food waste (p=0.000).

Mulyana, Nursyaf Endri; Rafika, Muhana; Sahab, Novia Rahmah Maulani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia masih tinggi yaitu sebesar 18%. Anemia dapat disebabkan oleh keadaan stres, haid, terlambat makan atau kekurangan konsumsi makanan sumber zat besi dan vitamin A. Olahan sosis berbahan dasar hati ayam dan wortel dapat menjadi produk pangan yang dikonsumsi untuk meningkatkan asupan zat besi dan vitamin A sebagai upaya pencegahan anemia remaja putri. Pemilihan daya terima terbaik produk sosis berdasarkan uji organoleptik dan analisis kandungan zat gizi besi serta vitamin A sosis hati ayam wortel pada formulasi terbaik. Penelitian menggunakan studi eksperimental dengan 3 taraf perlakuan yaitu perbandingan hati ayam dan wortel F1 80:20, F2 65:35, dan F3 50:50 tanpa pengulangan. Uji organoleptik menggunakan uji hedonik dengan panelis tidak terlatih. Kandungan zat besi dan vitamin A dianalisis menggunakan metode AOAC 985.35 (50.1.14.2011) dan MU/INST/5 (HPLC). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap parameter tekstur (p?0,001), dan rasa (p = 0,003) namun tidak terdapat perbedaan nyata pada parameter warna (p = 0,74), dan aroma (p = 0,566). Formulasi terbaik adalah F1 dengan kandungan zat besi 4,13 mg/100 g dan Vitamin A 162,4 RE/100 g. F1 merupakan formulasi terbaik karena memiliki hasil uji organoleptik yang tertinggi dibanding F2 dan F3. Sosis dengan perbandingan hati ayam dan wortel 80 : 20 (F1) memenuhi syarat sebagai pangan sumber zat besi dan vitamin A.

Yogi Ageng Sri Legowo; Waskito Aji; Muhammad Muhammad; Dwi Aizah; Rio Dwi Permana

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Traditional food is a national asset. It not only serves as a source of energy for the community, but also serves as a form of food security, an economic driver, a source of healthy food, and a culture steeped in noble values. The widespread consumption of unhealthy foods by students, especially elementary school students, is one of the reasons for this outreach activity. The health issues surrounding junk food must be addressed by offering healthy alternatives, such as traditional foods. Traditional food is not only related to food, but can also be linked to ethnomathematics, where culture in the form of food is studied from a mathematical perspective. Elementary school students not only consume traditional foods but also interpret these foods in mathematical contexts, such as geometry and numbers. In this way, students will be able to visualize mathematical elements not only when reading math textbooks but also when consuming traditional foods that are part of their daily environment. Despite their traditional nature, students actually enjoy some traditional foods. This is a frequent conflict between the current generation and traditional culture. They better understand how to prepare traditional foods, appreciate the richness of local culture, and develop a love for their culture and homeland.

Ramadhan, Yedistya Aulia; Ramadhan, Yedistya Aulia; Aninditya Daniar; Restu Ismoyo Aji

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

The packaging design of the Petualangan Tradisional Rasa board game aims to create an educational medium that attracts the interest of young people aged 19–22 toward traditional Indonesian cuisine. This game is designed to address the declining interest among the younger generation in local culinary heritage due to the dominance of modern food culture. The design process employed a combination of qualitative and quantitative methods. The qualitative method involved observation and interviews with Board Game Academy and Table Toys to gather insights on effective board game packaging, while the quantitative method was carried out through questionnaires distributed to the target audience to assess packaging design preferences.

Azis, Tengku Abdillah; Azzarah, Regita Asiah; Harahap, Muhammad Alfi; Gultom, Maria Joito; Harefa, Meilinda Suriani +1 more

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kue Malaka merupakan salah satu kuliner tradisional khas wilayah pesisir Sumatera yang identik dengan cita rasa manis dan tekstur lembut. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi makanan tradisional seperti kue Malaka mulai terpinggirkan oleh kehadiran makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kue Malaka dengan isian gula nipah sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tahapan mencakup pengumpulan bahan, pengembangan resep, pembuatan produk, uji organoleptik oleh 20 panelis, serta analisis data secara deskriptif. Inovasi dilakukan dengan mengganti isian gula aren menjadi gula nipah dan menambahkan taburan parutan buah nipah. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kue Malaka dengan isian gula nipah diterima baik oleh panelis dari segi rasa, aroma, dan tekstur, serta memiliki potensi sebagai produk alternatif yang menarik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kuliner tradisional berbasis potensi lokal untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Cahyono, Muhammad Dwi; Pudjianto, Agung; Mulyati, Diana Juni

Jurnal Maisyatuna 2025 STAI Denpasar Bali

Micro, Small and Medium Enterprises are businesses that play an important role in the Indonesian economy, both in terms of the jobs created and the number of businesses. MSMEs are the main foundation in the community's economic sector. On the other hand, MSMEs also function as drivers of innovation and creativity at the local level. The purpose of this study is to see the influence of Price, Service Quality and Taste on purchasing satisfaction at MSME Cak Willis. This study is a quantitative study with data collected through questionnaires distributed to Cak Willis buyers with a total of 110 respondents. This study uses probability sampling techniques with random sampling methods. Instrument testing in this study uses classical assumption tests, namely linearity tests, normality tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests. For the analysis test, the t-test and determination coefficient test (R2) are used with multiple linear regression data analysis techniques. The results of this study indicate that the Price and Taste variables do not affect Purchase Satisfaction. While the Service Quality variable affects Purchase Satisfaction.

Lita Limpo; Ferdinandus Sampe

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2025 CV. Aksara Global Akademia

Usaha mebel merupakan salah satu penyedia lapangan pekerjaan dan pemerataan pendapatan nasional. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah pemilik usaha kecil menengah (UKM) mebel yang bergerak di bidang penyediaan perabot rumah tangga dan barang kerajinan, makanan khas Makassar. UKM mebel memiliki peran strategis dalam menyediakan fasilitas yang memberikan keindahan dan cita rasa mewah. Untuk mengoptimalkan peran strategis tersebut, UKM mebel Makassar memerlukan kepemimpinan yang inovatif dan terus memberikan inspirasi kepada karyawannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat gaya kepemimpinan yang digunakan oleh pemilik atau pengelola UKM mebel yaitu gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan birokratis dan ada pula yang menggunakan gaya kepemimpinan otokratis.

Immanuel Alexander; Akbar Fitri Adi Pangestu; Afsal Rafi Pasha; Yogi Andika; A.Yabiy, Rizky Fatihah

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proses pemanggangan adalah salah satu tahap penting dalam produksi bakpia yang memengaruhi kualitas tekstur dan cita rasa produk. Namun, tantangan seperti waktu yang lama, suhu tidak konsisten, dan kapasitas terbatas sering kali menjadi hambatan dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu Grilltider yang dirancang untuk mempercepat proses pemanggangan bakpia, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi risiko kerja. Metode perancangan yang digunakan adalah VDI 2221, meliputi penentuan kebutuhan, konsep desain, perancangan bentuk, hingga pengujian alat. Alat Grilltider menggunakan bahan utama stainless steel tahan panas dan pegangan kayu ergonomis yang dilengkapi grip untuk kenyamanan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Grilltider mampu meningkatkan efisiensi pemanggangan hingga 30% serta memberikan kenyamanan dan keamanan tambahan bagi pengguna. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi industri makanan kecil dan menengah dalam meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas produk.      

dian, Pramukti; Sri Sularsih Endartiwi; Istika Dwi Kusumaningrum; Novi Wulandari

jurnal ABDIMAS Indonesia 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Dismenore adalah nyeri pada abdomen yang dirasakan sesaat sebelum atau pada saat menstruasi dan mengganggu aktifitas sehari-hari, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya selama berjam-jam akibat nyeri haid. Latihan fisik dan olahraga akan mengakibatkan pelepasan endoprin, suatu substansi yang diproduksi oleh otak yang ambang rasa nyeri (Prawirohardjo, 2008). Glycine Max L atau sering disebut dengan kedelai merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang dapat membantu menurunkan nyeri haid. Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai dapat membantu merangsang produksi hormon estrogen saat menstruasi dan mengurangi peradangan serta nyeri menstruasi. Studi Pendahuluan di Trenclass SMA Muhammadiyah Wonosobo dengan wawancara secara langsung kepada 10 santriwati dengan hasil sebagian besar mengalami dismenore dengan skala nyeri ringan 4 snatriwati, skala nyeri sedang 6 santriwati. Ketika sedang dismenore dari 10 orang yang diwawancarai secara langsung mengalami gejala seperti mual, hilang nafsu makan, pusing, pinggang terasa sakit dan ada beberapa santriwati yang sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-harinya. Penanganan yang biasa diberikan adalah 4 santriwati dengan kompres air hangat dan 6 santriwati lainnya menggunakan obat Pereda nyeri dengan jenis ibuprofen. 

Suwandi; Riyadini Riyan Utami; Viola De Yusa; Sakilla Dewanda

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2024 CV. Aksara Global Akademia

UMKM Indah Rasa ini memproduksi banyak jenis makanan khas lampung selatan salah satunya adalah Dodol khas Lampung yaitu dodol Juwadah dengan proses pembuatan menggunakan mesin maupun manual dan sederhana, usaha ini sudah cukup banyak diminati oleh masyarakat Banding karena selain untuk melestarikan adat dan budaya, banyak manfaat bagi konsumennya. Namun informasi seputar UMKM tersebut masih jarang diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu terdapat penurunan penjualan yang terjadi di masa pandemi ini. Dengan berkembang pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI) saat ini maka kita diharuskan untuk bisa menguasai hal-hal terkait IT dan desa saat ini juga membutuhkan media informasi yang luas seputar Desa sehingga masyarakat dapat dimudahkan untuk memberikan informasi atau mendapatkan informasi yang ada di desa, terutama para pemilik usaha agar dapat berinovasi dengan usahanya kemudian dapat menyebarluaskan usahanya dengan adanya kemajuan dibidang teknologi informasi. Untuk di bidang teknologi, masyarakat di Desa Banding masih belum sepenuhnya mengetahui tentang manfaat dan kegunaan dari teknologi yang ada terutama bagaimana memasarkan produk melalui E-Commerce. Dengan memanfaatan teknologi yang tepat permasalahan diatas dapat ditangani secara efektif dan efisien.

Azkiya Lisdiani; Intan Agustin

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This article discusses exploring the rich flavors of Palestinian food in Indonesian learning at Stiepar Yapari Aktripa in Bandung. This study aims to introduce to the people of Bandung, to explore various flavors of food, especially typical of the Middle East. Meanwhile, the problems developed The research instruments are the results of observation, interviews, and researchers as key instruments. The source of this research data is the result of interviews from kitchen restaurant staff, The implementation of sustainable culinary concepts is a challenge because it must balance with Indonesian tastes, including the Bandung area which feels foreign to typical Palestinian food, Palestinian restaurant owners in Bandung aim to improve communication between Indonesia and Palestine through food culture, owners inspired by culinary diversity in Indonesia, especially in the city of Bandung which Many various diverse foods, with that while studying in Bandung the owner thought of opening a Palestinian restaurant to improve communication between Indonesia & Palestine through food culture.

Azkiya Lisdiani; Intan Agustin

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This article discusses exploring the rich flavors of Palestinian food in Indonesian learning at Stiepar Yapari Aktripa in Bandung. This study aims to introduce to the people of Bandung, to explore various flavors of food, especially typical of the Middle East. Meanwhile, the problems developed The research instruments are the results of observation, interviews, and researchers as key instruments. The source of this research data is the result of interviews from kitchen restaurant staff, The implementation of sustainable culinary concepts is a challenge because it must balance with Indonesian tastes, including the Bandung area which feels foreign to typical Palestinian food, Palestinian restaurant owners in Bandung aim to improve communication between Indonesia and Palestine through food culture, owners inspired by culinary diversity in Indonesia, especially in the city of Bandung which Many various diverse foods, with that while studying in Bandung the owner thought of opening a Palestinian restaurant to improve communication between Indonesia & Palestine through food culture.

Sanna Sanna; Faruq Lamusa; Niluh Putu Evvy Rossanty

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

CINLOK berdiri sejak tanggal 30 Oktober 2020 dan terhenti akibat Wabah Covid-19 dan dimulai lagi pada saat mengikuti program MBKM kegiatan wirausaha mandiri yaitu pada Senin, 29 Agustus 2022 . CINLOK sendiri bergerak dibidang penjualan makanan Ringan berupa makaroni goreng. CINLOK (makaroni goreng) dihadirkan dengan berbagai varian rasa yaitu : balado pedas, balado pedas manis, jangung bakar, jagung manis, keju, daun jeruk pedas dan extra hot.Untuk meningkatkan volume penjualan CINLOK menerapkan strategi bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang menekankan pada berbagai faktor yang disebut 4P (product, price,palce dan promotion), tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi bauran pemasaran CINLOK dapat meningkatkan penjualan.

Dwi Arismawati; Faruq Lamusa; Harnida Wahyuni Adda

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Usaha ini didirikan agar pelanggan yang menyukai makanan ringan makaroni dapat membelinya dalam berbagai rasa.  Selain itu, para penjual berkesempatan untuk mengasah ketajaman bisnisnya melalui usaha makaroni goreng ini agar bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Cinlok (Camilan Lokal) merupakan produk makanan berbahan dasar makaroni yang memiliki konsep lebih beragam dari kebanyakan produk makaroni lainnya karena memiliki tampilan yang menarik dan rasa yang banyak dan bervariasi dari makaroni lainnya yaitu rasa original, jagung bakar, jagung manis, balado,daun jeruk pedas, pedas keju, pedas manis dan extra pedas. Konsumen biasanya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal untuk mencapai tindakan melakukan pembelian.  Salah satu faktor internal yang paling signifikan untuk membujuk pelanggan membeli adalah kualitas produk, sehingga pelaku bisnis harus memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk membujuk pelanggan melakukan pembelian.  Sugesti atau pengaruh yang diterima dari orang lain berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri dan pengalaman orang yang dikenalnya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi minat konsumen untuk membeli suatu produk.

Rizka Maya Shova; Hwihanus Hwihanus

Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemenx, Ekonomi dan Kewirausahan 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Ikan asap merupakan produk olahan yang digemari konsumen baik di dalam maupun luar negeri karena rasanya yang khas dan aroma khas yang sedap. Di Indonesia, pengasapan ikan sebagian besar masih tradisional. Ikan merupakan makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Pengasapan merupakan salah satu teknik pengawetan ikan yang tujuannya tidak hanya untuk memperpanjang umur simpan, tetapi juga untuk memperoleh warna dan rasa yang khas. Pengasapan ikan merupakan kombinasi dari penggaraman, pengeringan dan pengasapan. Selama penggaraman dan pengeringan, tujuan utamanya adalah untuk memudahkan melekatnya partikel asap selama penggaraman dan untuk membunuh bakteri. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, kuesioner: Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab yang digunakan untuk memperoleh informasi data tentang usaha ikan asap. Dokumentasi adalah proses pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara menyiapkan seperangkat pernyataan yang disusun secara sistematis dan baku untuk diberikan kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini penulis mengolah data berupa data yang terdiri dari 3 pernyataan untuk variabel harga (X1), 3 pernyataan untuk variabel kualitas produk (X2) dan 3 pernyataan untuk variabel niat beli (Y). Kuesioner ini diberikan kepada 50 konsumen UMKM ikan asap sebagai sampel penelitian dengan menggunakan skala Likert berupa tabel checklist.

Murib, Pinius; Kartikawati, Diah

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan pewarna hijau alami dari sari daun suji, sari daun katuk dan sari daun sawi terhadap sifat fisik kerupuk meliputi rendemen, berat kerupuk mentah, daya kembang, daya serap minyak, dan warna L*a*b* serta sifat organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 kelompok perlakuan, yaitu tanpa penambahan sari daun (kontrol) (S0), sari suji 30% (S1), sari suji 50% (S2), sari katuk 30% (S3), sari katuk 50% (S4), sari sawi 39% (S5), sari sawi 50% (S6) dan pewarna hijau makanan (S7), masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji ANOVA pada α=0,05 dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan  kerupuk yang ditambah sari suji, sari katuk dan sari sawi 30% dan 50% menunjukkan nilai warna kerupuk yang dihasilkan cenderung bewarna hijau kecoklatan dibandingkan kerupuk kontrol dan kerupuk dengan pewarna hijau makanan, baik pada saat keadaan kerupuk belum digoreng dan setelah digoreng. Tingkat kecerahan (L*) kerupuk matang dengan sari daun tidak berbeda dengan kontrol dan pewarna hijau makanan, yang nilai L* berkisar antara 28,08 – 66,36. Panelis agak menyukai kerupuk yang menggunakan sari daun sebagai pewarna hijau alami dengan skor 5,29-5,93.

Fauzi, Danar Agi; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk ikan adalah produk makanan kering yang terbuat dari tepung dengan menambahkan daging ikan, bumbu, dan pengembang. Kerupuk ikan dalam penelitian ini menggunakan daging ikan gabus dan tepung mocaf untuk disubstitusikan dengan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Ikan gabus mengandung protein khususnya albumin yang lebih tinggi dibandingkan ikan tenggiri serta kandungan gizi keseluruhan mocaf yang lebih baik dari tapioka. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi serta karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik kerupuk ikan sehingga diperoleh kerupuk ikan dengan kadar protein paling tinggi dan disukai konsumen berdasarkan kesukaan keseluruhan. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor formulasi daging ikan dan tepung. Faktor 1 adalah formulasi daging ikan yaitu 400g gabus + 100g tenggiri, 300g gabus + 200g tenggiri, 200g gabus + 300 tenggiri. Faktor 2 adalah formulasi tepung yaitu 40% tapioka + 60% mocaf, 60% tapioka + 40% mocaf, 80% tapioka + 20% mocaf. Pengujian kerupuk ikan gabus - tenggiri substitusi mocaf meliputi uji kimia (kadar air, protein, abu, lemak, dan gula total), uji fisik (volume pengembangan), dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). Hasil terbaik yang memiliki kadar protein paling tinggi berdasarkan nilai kesukaan keseluruhan oleh panelis sebesar 4,23 (disukai) terdapat pada perlakuan formulasi daging ikan (300g ikan gabus + 200g ikan tenggiri) dan formulasi tepung 40% tapioka + 60% mocaf dengan kandungan kadar air 5,08%, protein 8,68%, abu 0,980%, lemak 0,27%, gula total 3,54%, volume pengembangan 176,55% memiliki warna krem kecoklatan, rasa ikan yang gurih, berbentuk utuh, rapi, serta ketebalan rata.

Ismail Hestu Wuryanto; Dyah Ilminingtyas W.H

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Umbi ganyong (Canna edulis. Kerr) belum dimanfaatkan secara optimal. Ganyong dapat dikembangkan menjadi produk pati. Produk pati ganyong dapat digunakan untuk membuat makanan, misalnya roti, kue, mie, sohun, jenang, dodol, dan lain-lain. Selain itu, pati ganyong juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan atau substitusi tepung terigu pada olahan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati ganyong sebagai bahan pensubstitusi pati sagu terhadap karakteristik kimia dan organoleptik bangket jahe. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  4 perlakuan yaitu (G1) substitusi pati ganyong 0%, (G2) substitusi pati ganyong 50%, (G3) substitusi pati ganyong 75% dan (G4) substitusi pati ganyong 100% dengan ulangan tiga kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat α = 0,05.  Kandungan karbohidrat pada penelitian ini adalah 83,75%-89,28%. kadar air 1,48%-2,99%, kadar abu 0,50%-1,17%, kadar protein 0,87%-1,12%, kadar serat 0,37%-0,90%, kadar lemak 11,65%-8,24%. Hasil uji organoleptik tertinggi biskuit bangket jahe yang  di substitusi pati ganyong untuk rasa  pada perlakuan substitusi 75% (G3) dengan nilai rata-rata sebesar 5,29 (agak suka), untuk aroma pada perlakuan substitusi 50% (G2) sebesar 5,21 (agak suka), untuk warna pada perlakuan substitusi 75%% (G3) sebesar 5,31 (agak suka), untuk tekstur pada perlakuan substitusi 75% (G3) sebesar 5,15 (agak suka).  Hasil uji Anova pada semua perlakuan  menunjukkan bahwa substitusi pati ganyong pada pati sagu dalam pembuatan biskuit bangket tidak berbeda nyata.