Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 56

Analytics

Anita; Wahyudi Hidayah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 1 Abung Selatan, Lampung Utara, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PAI yang cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Putri Festiyanti, Wilda; Pipit Miranti, Indira; Puji Lestari, Fina; Nur'aeni, Jihan

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani serta pelaku usaha di sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian, masih terdapat siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja untuk membantu keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang penting dalam mendukung sektor pariwisata dan komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan empon-empon sebagai komoditas lokal unggulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris peserta didik PKBM Desa Kotayasa melalui pelatihan simple present tense, simple past tense, dan pengenalan kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan terstruktur, diskusi, dan permainan edukatif berbasis gamifikasi. Kegiatan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana menggunakan simple present tense dan simple past tense, serta meningkatnya pemahaman kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi PKBM lainnya, khususnya pada wilayah berbasis pertanian dan pariwisata.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Dedi Irwansah; Heny Sulistyowati

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan membaca interaktif peserta didik pada materi teks hikayat yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi media berbasis digital yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 serta mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan membaca interaktif siswa kelas X SMK NJ 01 Jogororto. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan berupa media scrapbook digital interaktif yang memadukan teks, gambar, dan elemen visual menarik serta dilengkapi fitur latihan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli, respon guru dan siswa, serta peningkatan aktivitas dan pemahaman belajar siswa. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat baca, keterlibatan aktif, serta pemahaman siswa terhadap teks hikayat secara lebih optimal. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk meningkatkan keterampilan membaca interaktif serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Fittin Nurhaliza; Putri Damayanti; Mhd. Hatta; Mhd. Daswar; Kasman Kasman

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The implementation of active learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL) at the junior high school level is often constrained by the complexity of instructional time management. This study aims to examine the role of the principal’s instructional leadership in addressing time management dilemmas in the implementation of active learning at SMP Negeri 6 Panyabungan. A qualitative approach with a descriptive method was employed in this study. Data were collected through non-participant observation and in-depth interviews with key informants, namely the school principal and an Islamic Religious Education (PAI) teacher selected as representatives of field conditions. The findings reveal three main results. First, teachers’ time management constraints are caused by weak control of learning activity transitions, noisy classroom conditions during group division, and low initial student learning readiness. Second, the principal implemented several concrete interventions, including the adoption of block scheduling, clinical supervision focused on classroom management, and the optimization of the Subject Teacher Forum (MGMP) or school learning community. Third, these interventions improved teachers’ instructional efficiency, strengthened classroom activity control, and created a more structured active learning process. However, sustainability challenges remain, particularly resistance from senior teachers who tend to prefer conventional teaching methods. This study concludes that adaptive and solution-oriented instructional leadership is a key factor in addressing the complexity of time management constraints in active learning implementation.

Hermansyah Hermansyah; Mukamat Suyatno

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan Islam yang perlu dikembangkan secara sistematis sejak usia dini. Namun, dalam praktik pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), masih ditemukan permasalahan berupa rendahnya kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketidakseimbangan antara aspek tajwid, makhraj, dan kefasihan bacaan santri. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi metode pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan BTQ santri melalui pendampingan berbasis integrasi metode imla’ dan talaqqi di TPQ Nurul Huda Sentani Jayapura. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain library research yang didukung oleh data lapangan kegiatan pengabdian. Proses pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan aplikatif melalui tahapan pembelajaran membaca (talaqqi), menulis (imla’), serta penguatan melalui muroja’ah terjadwal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan santri pada berbagai aspek. Pada aspek kelancaran membaca dan hafalan, lima santri memperoleh nilai 5, empat santri nilai 4, dan enam santri nilai 3. Pada aspek tajwid, empat santri mencapai nilai 5, enam santri nilai 4, dan lima santri nilai 3. Sementara itu, pada aspek kefasihan bacaan, sembilan santri mencapai nilai 5. Secara umum, penerapan metode imla’ dan talaqqi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketepatan makhraj dan tajwid santri. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi metode imla’ dan talaqqi efektif dalam meningkatkan kemampuan BTQ santri, serta berdampak positif terhadap motivasi, kedisiplinan, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran BTQ di TPQ, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber belajar.  

Abdul Halim Manan; Zulihi Zulihi; A. Ubaidillah

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to analyze the implementation of the Reconnecting active learning method in Islamic Religious Education (PAI) for ninth-grade students at SMP Negeri 2 Sentani and to examine its role in enhancing students’ learning interest and engagement. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of the learning process. Data were collected through in-depth interviews with three PAI teachers, the school principal, and three students, and were further supported by classroom observations and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Reconnecting method has a positive impact on students’ learning experiences, particularly in increasing their interest, active participation, and ability to relate learning materials to real-life contexts. Students become more responsive and motivated during the learning process. However, several challenges were identified, including limited instructional time and varying levels of teacher readiness in applying the method effectively. Therefore, continuous teacher training and better time management are recommended to optimize the use of this method in PAI learning

Abdul Khamid Nasimul Askhia; Nurul Lailatul Hidayah; Rizkiyatul Aliyah; Hibrul Umam

Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of innovative learning strategies through the Game-Based Learning (GBL) model to enhance the active participation of tenth-grade students in Islamic Religious Education (PAI) at MA Hasyimiyah. The research is motivated by the prevalence of conventional teacher-centered learning, which results in low student engagement and enthusiasm. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, the research subjects included tenth-grade students at MA Hasyimiyah and Field Experience Practice (PPL) students as key informants who conducted the lessons directly. Data collection techniques included classroom observations, semi-structured interviews with PPL students, and documentation gathered during a one-month PPL period. The results indicate that the application of the GBL model utilizing digital media such as Quizizz, Wordwall, Zep Quiz, and Spinner, as well as manual media like question-and-answer cards, significantly increased learning motivation, classroom interaction, and active participation. This improvement was evidenced by students' increased confidence in expressing opinions and intensive involvement in group discussions. Although challenges such as limited infrastructure, unstable internet connections, and restricted student device access were identified, these obstacles were effectively overcome through adaptive strategies by PPL students, who modified digital games into manual formats. This study confirms that innovative and adaptive learning strategies play a crucial role in enhancing student participation levels, particularly within the context of schools with limited facilities.

Ronald Evandi Aden; Cindi Anisa Bahar; Melli Sandi

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the role of the contextual teaching and learning (CTL) model in supporting teachers to create active and meaningful learning experiences. The research highlights the importance of linking instructional content with students’ real-life contexts to strengthen conceptual understanding and improve problem-solving abilities. Through descriptive analysis, this paper outlines the main components of CTL, including constructivism, inquiry, questioning, learning communities, modeling, reflection, and authentic assessment. The findings show that the CTL model enables students to construct knowledge independently, apply concepts to practical situations, and develop critical thinking skills. Furthermore, this study describes challenges faced by teachers across educational levels—such as limited time, students’ low independence, and variations in academic abilities—and proposes practical solutions to address them. The implications of this study emphasize the need for teachers to design engaging learning activities, build supportive classroom environments, and integrate authentic assessment to measure students’ holistic progress. Overall, CTL serves as an effective model for enhancing learning relevance, increasing student participation, and preparing learners to face real-world challenges.

Maulidayani; Audia Amanda Br Tarigan; Futhri Raudhatul Kabry; Mawaddah Tun’nisa; Nur Aini +1 more

Proses pembelajaran yang efektif dan komunikatif menuntut adanya interaksi yang tidak sekadar transfer materi, melainkan juga pertukaran emosi positif dan terbangunnya keakraban antara guru dan siswa. Komunikasi merupakan "jantung" dari pembelajaran. Komunikasi interpersonal yang baik, ditandai dengan kedekatan, kepercayaan, dan keterbukaan, berperan krusial dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana praktik Komunikasi Interpersonal antara guru dan siswa berlangsung dalam proses pembelajaran di MIN 1 Medan, mengidentifikasi tanda-tanda efektivitas komunikasi tersebut, serta faktor-faktor penghambat yang muncul dan cara guru mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: observasi (pengamatan langsung terhadap interaksi di kelas), wawancara (mendalam dengan guru, kepala madrasah, dan siswa sebagai informan), serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tiga tahapan model Miles dan Huberman: Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi Interpersonal di MIN 1 Medan berjalan dengan baik dan efektif. Guru menerapkan pendekatan yang ramah, menggunakan bahasa sederhana, dan teknik pembelajaran aktif (tanya jawab, diskusi) untuk menghilangkan hambatan komunikasi. Efektivitas komunikasi ditunjukkan oleh keaktifan, keberanian siswa berpendapat, serta terbangunnya hubungan yang akrab dan saling percaya. Hambatan komunikasi, seperti perbedaan karakter siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, dan kondisi emosional siswa, diatasi dengan pendekatan sabar, empati, dan kreativitas dalam metode mengajar. Dapat disimpulkan bahwa Komunikasi interpersonal yang positif dan akrab antara guru dan siswa merupakan kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan efektif di MIN 1 Medan. Guru berperan sentral sebagai komunikator yang adaptif, menjamin bahwa suasana kelas dirasakan siswa sebagai tempat yang aman dan menyenangkan.

Zahiya Zahiya

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis audio-visual menggunakan kesenian Madihin dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks tanggapan, serta menganalisis efektivitas pendekatan tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 14 Banjarmasin dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pengajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang menerapkan inovasi pembelajaran CRT berbasis budaya lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Formulir, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT dengan media Madihin mampu meningkatkan hasil belajar siswa, membangun keterlibatan aktif, serta menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Inovasi ini juga mampu menghubungkan materi pelajaran dengan latar belakang budaya siswa sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kendala teknis terkait keterbatasan akses teknologi berhasil diatasi melalui strategi kolaboratif dalam kelas. Secara keseluruhan, pendekatan CRT berbasis audio-visual Madihin terbukti efektif dan layak dikembangkan sebagai model pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Fadilah Firdaus; Ahsan Hasbullah

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan implementasi model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di SMP N 1 Sampang Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemaparan mendalami mengenai proses penerapan model STAD dalam kegiatan belajar mengajar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diolah melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teknik. Penelitian ini menghasilkan deskripsi sebagai berikut: penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran PAI-BP di SMP N 1 Sampang Cilacap dilakukan melalui beberapa tahapan.Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), membentuk kelompok belajar secara heterogen, serta menyiapkan instrumen evaluasi berupa kuis. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi, membimbing diskusi kelompok, memberikan kuis, serta memberikan penghargaan bagi kelompok yang memperoleh nilai terbaik. Sedangkan pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian baik secara individu maupun kelompok untuk mengukur pemahaman dan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD mampu meningkatkan motivasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PAI-BP. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan model STAD dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran PAI-BP menjadi lebih efektif dan bermakna.

Rahmi Putri; Marwah Hidayah; Gusmaneli Gusmaneli

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of an active learning model based on collaboration to improve students’ conceptual understanding in Islamic Religious Education (PAI). The background of this research stems from the low level of student engagement in the learning process, which has resulted in less optimal understanding of religious concepts. The research employed a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects were eleventh-grade students at a senior high school in City X. Data were collected through observation, interviews, and conceptual understanding tests. The findings revealed that the implementation of the collaborative active learning model increased students’ participation in learning activities, fostered critical thinking skills, and enhanced their conceptual understanding of Islamic Education materials. Through group discussions, problem-solving activities, and reflection sessions, students became more cognitively and affectively engaged in the learning process. Therefore, the collaborative active learning model can serve as an effective alternative strategy to improve both the process and outcomes of Islamic Religious Education learning.

Rahmi Putri; Marwah Hidayah; Gusmaneli Gusmaneli

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of an active learning model based on collaboration to improve students’ conceptual understanding in Islamic Religious Education (PAI). The background of this research stems from the low level of student engagement in the learning process, which has resulted in less optimal understanding of religious concepts. The research employed a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects were eleventh-grade students at a senior high school in City X. Data were collected through observation, interviews, and conceptual understanding tests. The findings revealed that the implementation of the collaborative active learning model increased students’ participation in learning activities, fostered critical thinking skills, and enhanced their conceptual understanding of Islamic Education materials. Through group discussions, problem-solving activities, and reflection sessions, students became more cognitively and affectively engaged in the learning process. Therefore, the collaborative active learning model can serve as an effective alternative strategy to improve both the process and outcomes of Islamic Religious Education learning.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan

Nata Hening Graita Prameswari; Wawan Wibisono

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran peserta didik penghayat kepercayaan memerlukan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas peserta didik, model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi PjBL dalam meningkatkan kreativitas peserta didik penghayat kepercayaan di SMP Negeri 2 Sumowono dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan kreativitas peserta didik berdasarkan empat indikator utama: kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi. Peserta didik menghasilkan gagasan yang lebih bervariasi, mampu beradaptasi dalam menyelesaikan proyek, serta menciptakan karya yang lebih orisinal. Selain itu, PjBL meningkatkan kolaborasi antar peserta didik dan keterlibatan aktif dalam mengeksplorasi nilai kepercayaan. Hambatan utama dalam penerapan PjBL adalah keterbatasan sumber daya dan kesiapan penyuluh, sementara tantangan yang dihadapi peserta didik meliputi manajemen waktu dan adaptasi terhadap pola pembelajaran mandiri. Dukungan dari penyuluh dan kolaborasi menjadi faktor kunci keberhasilan PjBL. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi penyuluh guna meningkatkan efektivitas penerapan PjBL dalam Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Nur Oktavia, Bella; Sutoyo, Sutoyo; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini: 1) Untuk menganalisis game edukasi "KARISMA" dalam pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024 / 2025. 2)  Untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta dalam penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran pada tahun ajaran  tahun ajaran 2024 / 2025. Bentuk  penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini melibatkan guru PPKn kelas VIII dan siswa kelas VIII. Sumber data yang digunakan sumber primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskripsif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Game edukasi "KARISMA" memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024/2025. Game ini dirancang untuk menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka Belajar. 2)  Persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta terhadap penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran cenderung positif. Persepsi siswa pada game ini sebagai media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Game "KARISMA" tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif, kreatif, dan mandiri dalam belajar. Kata Kunci : Persepsi, Game Edukasi, “KARISMA”     The objectives of this study were: 1) To analyze the educational game "KARISMA" in the developing Merdeka Belajar characters in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. 2) To describe the perceptions of class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the use of the educational game "KARISMA" in the 2024/2025 academic year. This research method is qualitative descriptive. The subjects of this study were civics teachers in grade and students in grade VIII. The data sources used are primary sources and secondary data sources. Data collection techniques used were through observation, interviews, documentation. Data validity testing was carried out using source triangulation and methods triangulation. The data in this study were analyzed using qualitative descriptive techniques with an interactive analysis model. The results of this study  could be e concluded: 1) The educational game "KARISMA" has a positive contribution to the development of the Merdeka Belajar character in students in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. This game is designed to apply  character values ​​in accordance with the Profil Pelajar Pancasila which was in accordance  with the principles of the Merdeka Belajar Curriculum. 2) The perception of students in class VIII towards the use of the educational game "KARISMA" in tended to be positive. The Students' perceptions of this game as an innovative, interesting, and relevant learning media to students' needs. The "KARISMA" game not only improves students' understanding of the learning material, but also motivates them to be more active, creative, and independent in learning. Keywords: Perception, Educational Game, "KARISMA"

Rusdianti, Dian; Lukman Hakim; Naila Amanyya Muhibin

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital abad ke-21 menghadapi tantangan adaptasi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan metode konvensional. Diperlukan inovasi media pembelajaran interaktif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi) dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits, sembari mempertahankan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan studi literatur (library research) dengan menganalisis referensi dari Al-Qur'an, Hadits, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan buku. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan diolah melalui empat tahapan: pengumpulan, penyaringan, penyajian, dan verifikasi. Hasil dan Pembahasan ini menunjukkan Inovasi media pembelajaran Al-Qur'an Hadits di era digital mencakup e-book, aplikasi mobile (misalnya Learn Quran Tajwid, Muslim Pro), dan platform e-learning (seperti Lumio by Smart). Media efektif untuk keterampilan abad ke-21 meliputi animasi papan tulis, aplikasi literasi digital keislaman, dan model pembelajaran saintifik berbasis teknologi. Tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan pengembangan kurikulum yang relevan. Strategi yang diperlukan meliputi motivasi siswa, integrasi teknologi, penekanan nilai universal di sekolah; peran aktif orang tua di rumah; serta kemitraan masyarakat, kurikulum relevan, metode interaktif, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan guru.