SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-20 of 45

Analytics

Salma Nur Hanifah; Sri Retno Widyorini

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi mekanisme transaksi ekonomi dengan mendorong penggunaan kontrak elektronik sebagai instrumen utama dalam aktivitas e-commerce. Kajian ini menyoroti dominasi klausula baku yang disusun sepihak oleh pelaku usaha, yang mengakibatkan ketimpangan posisi tawar serta berpotensi menimbulkan kerugian sistemik bagi konsumen. Secara empiris, rendahnya literasi hukum masyarakat, kompleksitas bahasa kontrak, serta mekanisme persetujuan instan memperkuat kondisi kerentanan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya. Meskipun kerangka regulasi nasional seperti UUPK dan UU ITE telah memberikan dasar perlindungan, implementasinya masih menghadapi hambatan serius, termasuk lemahnya pengawasan, kesenjangan antara norma dan praktik, serta tantangan yurisdiksi lintas negara dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakseimbangan dalam kontrak elektronik. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi model perlindungan konsumen berbasis keadilan kontraktual yang menekankan transparansi, keseimbangan, dan akuntabilitas dalam penyusunan klausula. Selain itu, integrasi aspek teknologi, desain sistem digital, dan peningkatan literasi konsumen menjadi elemen krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi yang adil. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori hukum digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan regulasi adaptif guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi digital.

Putri Sulisti; Hildawati Hildawati

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Street vendors play an essential role in urban informal economies by fulfilling community needs and supporting local economic activity. This study analyzes the role of business ethics in building consumer trust among street vendors in Dumai, Indonesia. A qualitative descriptive method was applied using interviews, observation, and documentation involving three vendors and two consumers. Findings indicate that ethical practices such as honesty in transactions, responsibility for product quality, friendly service, and cleanliness of business premises improve consumer comfort and perceived safety. These conditions encourage repeat purchases, customer loyalty, and a positive reputation for vendors. Therefore, business ethics function not only as moral guidance but also as social capital supporting the sustainability of informal microenterprises. This study highlights that ethical behavior is crucial for strengthening long-term relationships between vendors and consumers in urban settings. Overall, implementing ethical standards contributes to sustainable small business development in informal sectors. It also improves public trust.

Alip Suryo Abdillah; Dorojatun Prihandono

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The digital era has fundamentally transformed the market landscape, requiring e-commerce platforms to understand the determinants of consumer behavior. This study aims to analyze the role of E-commerce Trust as a mediating variable in the relationship between Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, and Perceived Enjoyment on Purchase Intention. Using a quantitative approach, data was collected from 326 active users of the Lazada platform in Central Java. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results show that the three main factors ease, usefulness, and enjoyment have a positive and significant influence on Brand Trust and consumer Purchase Intention directly. Furthermore, it was found that E-commerce Trust acts as a crucial mediator that strengthens Purchase Intention through positive user experience. Theoretically, this study strengthens the Technology Acceptance Model (TAM) framework and the context of Cross-Border E-commerce (CBEC) in the digital retail industry. Practically, these findings emphasize the importance of optimizing platform features to enhance transaction convenience and security and build long-term loyalty. The research's implications suggest that platform managers should focus on both aesthetics and functionality to create a credible and enjoyable digital shopping ecosystem for consumers in developing regions.

Sekar Farahdila Inabah; Muhammad Solikhin

DHARMA EKONOMI 2026 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

This study aims to describe the concept of Immersive Commerce based on Augmented Reality (AR) in increasing consumer confidence in E-Commerce transactions and to design a conceptual prototype design framework for an AR E-Commerce system with a clear technical flow. The research method uses a literature study through a comprehensive review of AR-based E-Commerce implementations and needs analysis from the perspective of consumer problems and business opportunities. The main problem identified is consumer hesitation in purchasing products online due to limited visualization that relies solely on product photos, causing fears about differences in shape, size, and quality of goods. The research results produced a conceptual framework that includes an integrated system architecture with a frontend layer (AR visualization engine), backend layer (product database and 3D asset management), and integration layer, as well as a systematic user flow design from the discovery to the decision phase. Based on simulations using literature data, the designed framework has the potential to increase customer engagement by up to 169%, conversion rates by up to 11 times, and reduce product return rates by up to 50%. The benefits of this research include digital dimensions through E-Commerce technology innovation, social dimensions by increasing consumer trust and reducing product fraud, and environmental dimensions through the potential reduction of product returns. This conceptual prototype provides a foundation for digital innovation, social trust building, and environmental sustainability through reduced product returns.

Azzahra, Esi Anindya; Desrina , Rania Adriane; Aurellia , Khaila; Tarina, Dwi Desi Yayi

Notary Law Research 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini membahas secara mendalam mengenai perlindungan hukum bagi nasabah dalam sengketa gadai syariah, khususnya yang berkaitan dengan pengembalian barang jaminan setelah pelunasan utang. Perkembangan industri gadai syariah di Indonesia yang sangat pesat menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Namun, di sisi lain, dinamika ini juga memunculkan tantangan baru dalam aspek perlindungan konsumen, terutama ketika terjadi wanprestasi, kesalahan administrasi, atau kelalaian lembaga gadai dalam menjaga serta mengembalikan barang jaminan milik nasabah. Melalui pendekatan yuridis normatif dan studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 1112/Pdt.G/2021/PA.Bjm, penelitian ini berupaya menganalisis bentuk tanggung jawab hukum lembaga gadai serta perlindungan yang seharusnya diterima oleh nasabah sebagai pihak yang dirugikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum syariah, barang gadai (marhun) memiliki kedudukan hukum sebagai amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pihak penerima gadai (murtahin). Apabila lembaga gadai lalai dalam menjaga atau gagal mengembalikan barang tersebut, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi sekaligus pelanggaran terhadap prinsip keadilan dan hak-hak konsumen. Perlindungan hukum terhadap nasabah diatur dalam berbagai peraturan, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap lembaga keuangan syariah. Namun demikian, efektivitas implementasi peraturan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-haknya, serta minimnya mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat dan transparan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta edukasi hukum bagi masyarakat agar prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan dalam transaksi gadai syariah dapat terwujud secara menyeluruh.

Lutfiah; Risti, Lutfiah; Heni Susilowati

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

  Riset ini berorientasi pada tujuan guna mengetahui pengaruh celebrity endorser kepada minat beli produk kecantikan di Instagram. Adapun parameter celebrity endorser dalam riset ini didalamnya adanya daya tarik (attractiveness), kepercayaan (trustworthiness), serta keahlian (expertise). Metode yang dilibatkan yakni metode kuantitatif dalam rupa pendekatan deskriptif serta kausal. Kuesioner disebarkan kepada 104 responden yang berasal dari Lingkungan Garung, Kecamatan Ambarawa, dengan pemilihan responden melibatkan teknik purposive sampling sebagai metode pengumpulan data. Penganalisisan data yang didalamnya ada pengujian instrumen (validitas serta reliabilitas), pengujian praduga klasik, juga pengkajian regresi linier berganda (pengujian t, pengujian F, juga koefisien determinasi) yang diselenggarakan lewat berbantuan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian menandakan bahwasannya parameter daya tarik, kepercayaan, serta keahlian memberi pengaruh dengan simultan pada minat beli pemakai Instagram. Disisi lain secara parsial kepercayaan serta keahlian berisi pengaruh yang berarti kepada minat beli produk kecantikan di Instagram, namun daya tarik tidak berisi pengaruh yang berarti. Fakta ini menjelaskan bahwasannya ketika orang berminat membeli produk kecantikan melalui instagram kredibilitas endorser lebih penting daripada daya tarik fisik secara visual. Implikasi temuan temuan membantu praktisi bisnis memilih endorser yang mempunyai tingkst kepercayaan juga keahlian untuk menumbuhkan minat beli konsumen secara lebih efektif.    

Ninggar Agustina Cindya Putri; Siska Hadiyanti; Andriya Risdwiyanto; Sabilla Saberina

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2025 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

This study aims to analyze the influence of consumer trust and product price, mediated by e-WOM (electronic word-of-mouth), on purchase decisions on the Shopee platform. A quantitative approach was used, with a sample of 75 undergraduate students living in boarding houses in the Special Region of Yogyakarta who shop on Shopee. Data were collected via questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS) with SmartPLS version 4. The results show that consumer trust and product price have a significant positive influence on purchase decisions, both directly and indirectly through e-WOM. This confirms the vital role of user reviews and recommendations in the decision-making process. The study provides strategic implications for e-commerce platforms and guidance for consumers. In addition, this study also provides guidance for consumers in considering factors that influence purchasing decisions on online platforms and educate them to be more careful in assessing available information before making a purchase. Overall, the results of this study underscore the important role of consumer trust, product price, and e-WOM in shaping purchasing decisions on e-commerce platforms.

Ajiningrat, Wahyu; Setiawan, Joko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Personal Branding, Media Sosial, dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian, dengan Kepuasan Konsumen sebagai variabel mediasi, pada pengguna layanan treatment di Klinik Eva Mulia Cabang Galaxy, Kota Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis model persamaan struktural (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian model struktural (inner model) menunjukkan bahwa nilai R Square pada variabel Kepuasan Konsumen sebesar 0,515 dan Keputusan Pembelian sebesar 0,519, yang berarti model mampu menjelaskan sekitar 51% variasi pada masing-masing variabel dependen. Pengujian path coefficients menunjukkan bahwa variabel Kepercayaan Konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (T = 7,263; p < 0,05) dan Kepuasan Konsumen (T = 5,591; p < 0,05). Sementara itu, Media Sosial juga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (T = 6,244; p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian secara langsung (T = 1,814; p = 0,070). Variabel Personal Branding tidak memiliki pengaruh signifikan baik terhadap Kepuasan Konsumen maupun Keputusan Pembelian secara langsung. Uji pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Kepuasan Konsumen memediasi secara signifikan hubungan antara Kepercayaan Konsumen dan Keputusan Pembelian, serta antara Media Sosial dan Keputusan Pembelian. Namun, tidak ditemukan efek mediasi signifikan antara Personal Branding dan Keputusan Pembelian. Hasil ini menekankan pentingnya peran Kepercayaan Konsumen dan Media Sosial dalam membentuk Kepuasan Konsumen yang pada akhirnya meningkatkan Keputusan Pembelian, sementara Personal Branding tidak memiliki peran yang kuat dalam model ini. Penelitian ini memberikan implikasi strategis dalam pengelolaan pemasaran dan layanan konsumen di industri klinik kecantikan.

Hermanu, Bambang; Kartikawati, Diah; Hartoyo, Budi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini menganalisis hubungan simbiotik antara sertifikasi produk pangan halal dan Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) di Indonesia. Dalam hal ini, meskipun memiliki fokus yang berbeda antara kehalalan dan keamanan pangan secara umum, namun keduanya pada dasarnya dapat saling melengkapi dan memperkuat dalam membangun kepercayaan konsumen. Keberadaan sertifikasi halal dengan persyaratannya yang ketat dapat meningkatkan aspek keamanan pangan dalam SKPT, sementara SKPT menyediakan kerangka kerja keamanan pangan yang menjadi prasyarat kehalalan. Dengan mengidentifikasi potensi sinergi antara kedua sistem, menyarankan harmonisasi standar, penguatan kerjasama antar lembaga, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptkan sistem pangan yang aman dan terpercayan bagi seluruh konsumen.

Sihite, Nadya Afyuni; putri , Juliana

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini membahas Implementasi Konsep Hak Khiyar dalam transaksi jual beli modern, dengan fokus pada transaksi istishna, Cash on Delivery (COD), dan sistem jual beli online melalui e-commerce. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Hak Khiyar dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Konsumen merespons positif terhadap Implementasi Hak Khiyar karena memberikan rasa kepercayaan dan keamanan dalam bertransaksi. Namun, masih terdapat tantangan terkait kurangnya sosialisasi informasi mengenai Hak Khiyar kepada konsumen dan perbaikan dalam efisiensi proses pengembalian barang. Disarankan agar terus meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi tentang Hak Khiyar kepada konsumen untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik dan memuaskan. Kesimpulannya, Implementasi Konsep Hak Khiyar memberikan manfaat dalam membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli, sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang mengedepankan keadilan dan kepentingan bersama dalam transaksi.  

Sebastian Alboen Sihombing; Reva Setianingsih; God Godsent; Urai Vidia

Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Legal protection for consumers is an important issue in maintaining public trust in products circulating in the market, especially in subsidized cooking oil products. Decreasing quality or cutting product content can affect consumer perception, which has an impact on decreasing trust in the product brand. This study aims to analyze the impact of legal protection on the consequences of cutting subsidized cooking oil and how this incident affects public trust. The research method used is a qualitative approach with a case study analysis of the event of cutting the contents of cooking oil products by PT AEGA. The results of the study indicate that non-compliance with product quality standards can cause consumer distrust and worsen the brand image that has been identified with the government subsidy program. Therefore, it is important for the government and business actors to increase transparency, supervision, and law enforcement so that the public does not feel disadvantaged and continues to trust the products they consume. This study also recommends strengthening regulations and legal counseling to the public to increase their awareness and participation in consumer protection.

Dedi Mardianto; Idris Parakkasi; Cut Muthiadin

Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study explores the role of halal certificates in increasing consumer confidence in food industry products in Indonesia. In a Muslim society and a global market that is increasingly aware of religious ethics and values, halal certificates are not only proof of halalness, but also serve as a signal of quality, safety and integrity of the producer. This research uses a qualitative approach through a literature study, by reviewing scientific articles, books, official reports, and relevant documents related to halal and consumer behavior. The results of the analysis show that halal certificates have three main roles: (1) as a credibility signal to reduce information asymmetry between producers and consumers; (2) as an instrument to reduce risk perceptions of ingredients, processes, and production ethics; and (3) as a brand communication medium that builds emotional attachment and social value. Consumers, especially millennials and Gen Z, demand halalness accompanied by transparency and education in the certification process. Halal certificates also strengthen product competitiveness in the global market, reflecting a religious lifestyle while being modern and sustainable. Therefore, industry players need to make halal certification a comprehensive brand strategy, while regulators such as BPJPH must continue to improve the transparency and effectiveness of the system.

Yulies Tiena Masriani; Faisal Afda’u; Husnia Hilmi Wahyuni; Ridho Pakina

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi kendala akses informasi dan pembiayaan. Sosialisasi sertifikasi halal di Kelurahan Karangrejo oleh Fakultas Hukum Untag Semarang dan Kemenag bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui pemahaman regulasi halal dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Program  pengabdian masyarakat bertujuan mengetaui pelaksanaan sosialisasi sertifikasi produk halal bagi pelaku UMKM di Kelurahan Karangrejo, Semarang dan mengetahui sejauh mana pengaruh sosialisasi sertifikasi produk halal terhadap peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM di Kelurahan Karangrejo, Semarang.  Sosialisasi sertifikasi halal di Kelurahan Karangrejo berhasil meningkatkan pemahaman dan semangat pelaku UMKM dalam mengurus label halal sebagai nilai tambah produk dan strategi pemasaran. Kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif dan aplikatif, sehingga mendorong pelaku usaha mengambil langkah nyata. Kolaborasi antara Fakultas Hukum Untag, Kementerian Agama, dan UMKM Center memperkuat dampak kegiatan. Keberhasilan ini menciptakan kepercayaan konsumen dan membentuk ekosistem bisnis halal yang inklusif dan berkelanjutan. Sosialisasi ini juga memiliki potensi untuk direplikasi di daerah lain sebagai strategi pemberdayaan ekonomi lokal yang efektif.

Nurul Hidayah; Hendestri Br Sembiring; Amelia Putri; Nurbaiti Nurbaiti

Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The rapid development of e-commerce in Indonesia makes good data management very important. If the data presented is inaccurate or irrelevant, this can make consumers feel dissatisfied, and even lose trust in the platform. This study aims to see the extent to which data quality affects consumer trust and satisfaction on e-commerce platforms. The method used in this research is a literature study, namely by collecting and reviewing various scientific sources such as journals, books, and articles that discuss e-commerce, data quality, and consumer behavior. This study does not use field data, but focuses on the discussion of relevant previous studies. The results of the study show that good data quality such as accurate, complete, and appropriate data for consumer needs can increase user trust and satisfaction. Therefore, e-commerce platforms need to pay attention to good and transparent data management in order to maintain long-term relationships with their customers.

Keysi Rahmawati, Keysi Rahmawati; Erwin Permana

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Marketing is the backbone of a business’s existence. Various ideas, creativity, and innovations in marketing continue to evolve in different forms. To attract a large number of consumers, some businesses engage in overclaim marketing. While this strategy may bring positive outcomes for some companies, it can also have negative consequences for others. One brand that has practiced overclaim marketing is Daviena Skincare. This study aims to analyze the impact of overclaim marketing on consumer trust in Daviena Skincare products. The research was conducted using a qualitative descriptive approach, with data obtained through digital tracing and observation. The findings indicate that overclaim marketing in the skincare industry, as practiced by Daviena Skincare, has negatively affected consumer trust. The overclaims identified include promises of instant results, false claims about premium ingredients, and unverified testimonials. An investigation by Doctor Detective revealed significant discrepancies between marketing claims and the actual product composition, such as Niacinamide, which was advertised at 10% but was not detected in laboratory tests. These findings contradict the marketed product benefits, leading to consumer disappointment and decreased brand loyalty. This phenomenon underscores the urgency for brands to be more transparent and ethical in their marketing strategies. Therefore, overclaim marketing practices must be eliminated to maintain the integrity of the industry and protect consumers’ rights to accurate information and products that align with their claims.

Syarifuddin Syarifuddin

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

The development of the Islamic financial industry in Indonesia has shown significant growth, both in terms of institutions, products, and public participation. However, public doubts remain regarding the level of Sharia compliance of these financial products. Halal certification is a crucial instrument for ensuring that a financial product truly complies with Sharia principles. This study aims to analyze the urgency of halal certification for Islamic financial products and its implications for consumer trust from a Sharia economic law perspective. The research method used is qualitative with a normative-juridical approach through a literature review of laws and regulations, fatwas from the National Sharia Council (DSN-MUI), and previous research findings. The results indicate that halal certification for Islamic financial products plays a strategic role in increasing transparency, accountability, and public trust. However, there is regulatory overlap between Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance and the provisions of the Financial Services Authority (OJK). Therefore, harmonization of regulations and strengthening oversight by the Sharia Supervisory Board are crucial steps in ensuring the integrity of the Islamic financial system.

Amsar, Amsar; Sunarka, Puji Setya

Digital Business Intelligence Journal 2025 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengungkapkan sejumlah contoh nyata pelanggaran privasi konsumen di Indonesia akibat pemanfaatan Big Data. Pelanggaran ini meliputi kebocoran data pribadi di platform e-commerce, pengumpulan data tanpa persetujuan melalui aplikasi mobile, pemasaran berbasis data yang agresif, penjualan data kepada pihak ketiga tanpa izin, serta kebijakan privasi yang tidak transparan. Kasus-kasus tersebut menyoroti kerentanan data pribadi konsumen terhadap serangan siber dan penyalahgunaan, serta perlunya regulasi yang lebih ketat dalam perlindungan data. Sebagai respons terhadap tantangan ini, perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi langkah-langkah strategis, termasuk implementasi kebijakan perlindungan data yang transparan, peningkatan kesadaran konsumen melalui edukasi, penggunaan teknologi keamanan mutakhir, dan kepatuhan terhadap regulasi, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan pihak ketiga dan melakukan audit risiko secara berkala untuk memperbaiki sistem keamanan mereka. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memastikan perlindungan privasi dalam era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan konsumen dalam menciptakan ekosistem data yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.

Ade Alifah; Ilah Holilah

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

As one of the leading beauty influencers in Indonesia, Tasya Farasya has a big influence on her followers' purchasing decisions. This study discusses the communication strategies used by Tasya Farasya in building consumer trust through beauty product reviews on TikTok. Consumer trust in her reviews is a major factor in the effectiveness of marketing strategies involving her. Therefore, this study aims to understand how Tasya Farasya constructs convincing communication and builds credibility in the eyes of her audience. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data were collected through observation of product review content on TikTok and analysis of interactions in the comments column. In addition, interviews with several of her followers were conducted to determine their perceptions of communication style and the level of trust in the reviews given. The results of the study show that the communication strategies used include relaxed and easy-to-understand language, enthusiastic expressions and honesty in providing product reviews, both in the form of recommendations and criticism. In addition, the use of attractive visual elements and active interaction with followers through comments and response videos, Tasya Farasya has succeeded in building trust among her followers.

Iwan Iwan; Purwatiningsih Purwatiningsih; Sopyan Sopyan

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2025 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

This study aims to examine the influence of influencer marketing in increasing brand awareness and consumer trust among generation Z with a case study of Scarlett Whitening. Using quantitative methods, this study tests the hypothesis through path analysis. The results show that influencer marketing has a significant influence on brand awareness and consumer trust. Influencer credibility, authenticity, and engagement are the main factors in forming positive perceptions of the brand. Scarlett Whitening utilizes this marketing strategy through collaboration with macro and micro influencers, interactive content presentation, and consistency in brand communication. These findings confirm that influencer marketing is an effective promotional strategy in increasing brand awareness and building trust, especially among generation Z who are more active in digital media. Further research is recommended to explore other factors that can influence consumer behavior in the digital era.

Kurniawan, Diky; Putra, Febrianur Ibnu Fitroh Sukono; Nuryanto, Imam; Setiawan, Aries

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari brand image, kepercayaan merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor matic Honda di kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik dengan populasi yang terdiri dari 168 konsumen Honda Vario di Semarang. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga Semarang yang telah membeli produk Honda Vario. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Untuk menganalisis data, digunakan uji statistik, uji asumsi klasik, dan uji regresi linear. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image, kepercayaan merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Vario di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image, kepercayaan merek, dan kualitas produk memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Ketiga variabel bebas  brand image, kepercayaan merek, dan kualitas produk secara nyata bersamaan mempengaruhi Keputusan pembelian Honda Vario oleh warga kota Semarang.