SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

35,802 articles from 393 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 63

Analytics

Najibah, Mas Adelia

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Fiqh learning education activities play an important role in improving early childhood worship awareness, particularly in understanding the pillars of Islam as the foundation of Islamic teachings. This study was motivated by the low level of children’s understanding of the pillars of Islam, which was caused by learning methods that were less engaging and less interactive. Therefore, this study aims to improve the understanding, habituation, and worship awareness of early childhood through the use of a simple, communicative, and easy-to-understand lecture method at TPQ Al-Hidayah, Pacar Kembang, Surabaya. This study employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of several stages, namely problem identification, learning planning using the lecture method, implementation of activities, evaluation, and joint reflection to enhance learning effectiveness. The results showed that fiqh learning through the lecture method had a positive impact on improving children’s understanding of the pillars of Islam, developing worship habits, and fostering full awareness in carrying out daily worship practices. Thus, the lecture method is considered effective in enhancing understanding and worship awareness among early childhood learners.

Dasep Hanan Mubarok; Neng Lailatul Faaizah; Aceng Supyan; Syifa Aqmaliyah; Muhammad Zaki

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the implementation of learning methods, assessment systems, and learning evaluation in the Philosophy of Science course at STAI Al-Andina Sukabumi, particularly for first-semester students. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through semi-structured interviews with the course lecturer to explore the rationale for selecting the lecture method, assessment practices, and evaluation strategies applied in the learning process. The findings indicate that the lecture method combined with guided discussion was chosen as an adaptive strategy to help students develop a conceptual foundation for abstract and theoretical material. The assessment system places greater emphasis on student attendance and participation as a form of process-oriented assessment that encourages active engagement. Learning evaluation is conducted continuously through technology-based quizzes to monitor students’ understanding progressively. These results suggest that the Philosophy of Science learning process at STAI Al-Andina has adopted a contextual and formative pedagogical approach; however, further development of more varied assessment and evaluation methods is still needed to accommodate students’ diverse abilities.

Ardini, Fhina; Amalia, Niesa; Ramadhan, Viona Putri; Syaputra, Adrian; Rizqa, Miftahir

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the inconsistency between the messages and behaviors of online preachers from Generation Z within the perspective of Islamic education. In the digital era, social media platforms such as TikTok, YouTube, and Instagram have become primary spaces for modern da’wah that are interactive and appealing to younger audiences. However, this advancement also presents significant challenges, particularly the dissonance between the Islamic values conveyed and the preacher’s actual behavior in the public sphere. This research employs a library research method by analyzing theories of communication, digital media, and Islamic education. The findings indicate that the main factors contributing to this inconsistency include algorithmic pressure from social media, commercialization of da’wah, lack of religious mentorship, and the digital culture of Gen Z that prioritizes popularity. From the standpoint of Islamic education, this phenomenon underscores the importance of integrating digital literacy, online preaching ethics, and character formation into both formal and non-formal educational curricula. Therefore, this study recommends strengthening the role of Islamic educational institutions in guiding young preachers so that digital da’wah remains ethical, educational, and truly reflective of authentic Islamic moral and spiritual values.

Hasanah, Yulia Rachmawati; Widhiyanto, Alwin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa menuju dewasa dan selama perubahan tersebut akan ada terjadi perubahan baik secara hormonal, fisik, perilaku serta hubungan sosial. Kekerasan verbal dapat terjadi dimana saja, baik di lingkungan kerja, lingkungan rumah, sesama teman, maupun kedua orangtua terhadap anaknya. Kekerasan verbal tentu bukanlah hal yang dapat dinormalisasi dalam kehidupan. Kekerasan verbal merupakan kekerasan yang dilakukan dengan kata-kata kasar, hinaan, umpatan, olok kan, dan perkataan lain yang membuat lawan bicara marah, tersinggung, atau emosi. Studi pendahuluan pada remaja usia 12-15 tahun dari 5 anak (100%) tersebut semuanya sering menggunakan kata tidak baik, seperti anjay, resek, brengsek, kimey. Tujuan: peningkatan pengetahuan dan penerapan komunikasi verbal dan non verbal yang digunakan kelompok remaja usia 12-15 tahun Metode: Pengabdian masayarakt ini menggunakan motode ceramah dengan bentuk penyuluhan kesehatan Hasil: Penyuluhan yang dilakukan pada remaja yang awalnya sekitar 87% mereka kurang faham jenis komunikasi verbal dan non verbal yang baik dan benar untuk komunikasi sehari-hari, selama ini komunikasi yang digunakan dengan teman merupakan kata-kata umum dikalangan remaja sehingga menganggap kata-kata tersebut hal biasa menjadi 95% mengerti, bisa menerapkan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, remaja mengerti bahwa kata-kata selama ini yang mereka ucapkan termasuk tindakan bullying. Kesimpulan: Komunikasi merupakan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja dalam menjalani kehidupan menuju dewasa nanti. Komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula demikian sebaliknya jika komunikasi tidak baik maka akan terbawa hingga dewasa

Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.

Endah Pujiastuti; Suwandi, Dedy; Tamba, Tumanda; Muryati, Dewi Tuti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bendera dan lambang Negara, Bahasa Indonesia, serta Lagu Kebangsaan merupakan cerminan kedaulatan, kemandirian, dan eksistensi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, sekaligus sebagai jati diri bangsa dan identitas negara. Pada umumnya masyarakat mengetahui tentang bendera, bahasa, lambang negara, dan juga lagu kebangsaan serta menggunakannya dalam aktivitas bermasyarakat namun kurang memahami aspek yuridisnya secara baik dan benar. Hal ini dialami pula oleh para siswa di SMA Kesatrian 2 Semarang. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para siswa SMA Kesatrian 2 Semarang tentang aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari berdasar UU Nomor 24 Tahun 2009. Kegiatan dilaksanakan melalui teknis penyuluhan hukum dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan bantuan hukum. Evaluasi kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode tanya jawab langsung serta kuesioner. Hasil pelaksanaan kegiatan PkM, para siswa menjadi lebih memahami aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula dengan sanksi administratif dan pidananya. Ada peningkatan pemahaman siswa saat sebelum dan setelah dilaksanakan kegiatan.

Jaroh

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman yang ditanam di sekitar tempat tinggal oleh keluarga karena memiliki manfaat sebagai obat. Tanaman ini juga sering disebut sebagai apotek hidup. Beberapa jenis TOGA yang umum dibudidayakan meliputi empon-empon, rempah-rempah, belimbing, delima, kangkung, dan daun pepaya. Budidaya TOGA dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam aspek pangan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya tanaman ini bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran melalui penyuluhan dan pelatihan budidaya TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola tanaman obat keluarga. Program ini dilaksanakan di Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, dengan pendekatan berupa ceramah dan demonstrasi.

Adinda Zahrah; Agnia Rahma Farhillah; Aulia Fitriani Ramadhan; Deliana Putri; Ahmad Aisy Zaki

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

 This study aims to compare student learning outcomes between digital media-based learning and conventional methods. The research subjects consisted of two classes: Class VIII E as the control class, which learned through lectures, dictation, and summarizing, and Class VIII F as the experimental class, which used PowerPoint, the Kahoot application, and instructional videos. The study was conducted over four meetings within four weeks. Pretests and posttests were used to measure learning improvement and analyzed using the n-gain formula. The results showed that the average n-gain score of the control class was higher than that of the experimental class. This indicates that although the experimental class used interactive digital media, the control class demonstrated better comprehension of the material, most likely due to the summarizing activity that helped students focus and internalize the content more deeply. These findings suggest that conventional methods involving active student engagement through note-taking and summarizing still have high effectiveness in learning, and the implications may serve as a consideration in designing instructional strategies suited to students' learning characteristics.

Aditya Ramadhan; Adiyas Adiyas; Arum Anastasya; Dewi Nurhaliza; Dila Rahma Pebriana +1 more

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The purpose of this observation was to determine how effective teaching with the lecture method combined with the Socrative application is in improving the understanding of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum among grade VIII students of SMP Tunas Utama. One of the main results of this study is the active involvement of students and the application of technology in the PAI learning process. Planning, implementation, observation, and reflection are two main elements of the applied methodology, known as classroom action learning (CAR). The tools used include observation sheets, comprehension tests, and questionnaires for student responses. The results of the study showed that the application of the Socrative method was able to improve interaction between students, learning motivation, and understanding of religious concepts. This increase can be seen from the increase in average scores and learning completeness from the first period to the second period. In this way, the combination of the flipped learning method with interactive technology such as Socrative has succeeded in improving the quality of learning in the PAI subject.

Agnia Rahma Farhillah; Ahmat Sifaul Anam; Ananda Bagus; Arum Anastasya; Dhea Khoerunisa

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research aims to evaluate the effectiveness of using the lecture method to enhance students’ comprehension of Ottoman Turkish History in class VIII at SMPN 1 Telagasari. The primary issue identified is the students' low grasp of historical content, which tends to be chronological and information-heavy. The study adopts a Classroom Action Research (CAR) approach, conducted in two cycles, each comprising planning, action implementation, observation, and reflection phases. Data collection was done using a 20-item multiple-choice test and analyzed quantitatively. Findings revealed that only 10% of students passed in the pre-cycle with an average score of 25, increasing to 40% in the first cycle with an average score of 35, and reaching 45% in the second cycle with an average score of 45. Despite the incremental improvements, the outcomes did not meet the minimum success criteria (≥75% of students achieving the passing score). This indicates that the lecture method alone has limitations in significantly enhancing students’ understanding unless integrated with more interactive teaching strategies.

Putri Nurafifah Afifah; Putri Nurafifah; Olga Navelia; Muhammad Zainul Fikri; Nicky Rismansyah

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif metode pembelajaran yang beragam dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis dan tanda-tanda hari kiamat pada siswa kelas 5 SDN Sumberjaya 3 dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus melalui langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Terdapat 17 siswa yang menjadi subjek penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di antara siswa, yang terlihat dari persentase ketuntasan belajar yang meningkat dari 30% di siklus sebelumnya menjadi 65% pada Siklus I, dan mencapai 100% di Siklus II. Penggunaan metode ceramah yang beragam, digabungkan dengan media visual, diskusi, dan interaksi aktif, terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi agama yang bersifat abstrak. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode ceramah yang bervariasi sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.

Najamudin Najamudin

Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Aqidah Akhlak through a literature review that focuses on lecture and discussion methods. In learning Aqidah Akhlak, choosing the right method is the key to success in delivering material and shaping students' character. The lecture method is effective for delivering basic information systematically, while the discussion method emphasizes more on active student involvement and the development of critical thinking skills. This article reviews various scientific literature to analyze the advantages, disadvantages, and relevance of both methods in learning Aqidah Akhlak. The results of the study show that the use of both methods in an integrated manner can provide more optimal results, with lectures as an introduction and discussions as a deepening of the material. These findings provide a theoretical perspective for educators in designing effective learning strategies.

Meina Tri Kurniasih; Muhammad Burhanudin

Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research is motivated by the symptoms of language selection in Ustazah Mumpuni Handayayekti, namely code switching and code mixing. The objectives of this study are 1) to describe the form of code switching in Ustazah Mumpuni Handayayekti's lecture, 2) to describe the factors causing code switching in Ustazah Mumpuni Handayayekti's lecture, 3) to describe the form of code mixing in Ustazah Mumpuni Handayayekti's lecture, 4) to describe the factors causing code mixing in Ustazah Mumpuni Handayayekti's lecture. This research is a qualitative descriptive research. The data source in this research is Ustazah Mumpuni Handayayekti's lecture video on Youtube. The data in this study are the speech of Ustazah Mumpuni Handayayekti which allegedly contains symptoms of code switching and code mixing. The data collection method in this research uses the listening method. As for the data collection technique, this research uses free listening and note-taking techniques. The data analysis method in this research uses the agih method. The results of this study show that there are several types of code switching and code mixing done by Ustazah Mumpuni Handayayekti. The forms of code switching found in this study are 1) internal code switching, 2) external code switching. While the form of code mix found in this study is code mix in the form of words, phrases, idioms, baster, and repetition. Factors causing code switching in Ustazah Mumpuni Handayayekti's lectures include 1) speakers, 2) speech partners, 3) to ease tension and inject humor,  4) changes in situation, and 5) changes in topic. While the factors causing code mix in Ustazah Mumpuni Handayayekti are 1) speakers, 2) limited word equivalents, 3) to generate a sense of humor, 4) to convey the message of cultural expression.

Shalma Putri Sulaeman; Agnitsani Shofia Afipah

Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The presence of Indonesian language in religious talks serves a significant purpose as an effective tool for communicating Islamic teachings. This research centers on how Ustadzah Halimah Alaydrus employs Indonesian in her sermons, noted for their respectful, clear, and pertinent presentation to listeners. The foundation of this investigation lies in recognizing the value of language analysis as a method of outreach that can engage diverse segments of the community. The inquiry focuses on how Ustadzah Halimah adeptly uses Indonesian to effectively communicate religious ideas in a precise manner. The research employs a descriptive qualitative method using a case study design. Data collection included reviewing recordings of lectures that were widely shared, conducting linguistic analyses, and performing supplementary interviews with audience members to gauge their reception of the language used. The findings indicate that Ustadzah Halimah incorporates straightforward yet impactful Indonesian words, modifies her tone between gentle and assertive, and weaves in inspiring stories relevant to daily experiences. This technique has proven successful in establishing a deep emotional link with the audience, enhancing their comprehension and acceptance of the conveyed messages. The study recommends that preachers receive training to refine their language abilities and implement these skills in their teachings. Within the academic field, this research adds to the body of knowledge in pragmatic linguistics and preaching communication, particularly in analyzing how language can serve as a persuasive tool that positively affects listeners. Therefore, the effective use of proper Indonesian should be further leveraged as a strategic approach to preaching in contemporary society.

Najamudin Najamudin

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Aqidah Akhlak through a literature review that focuses on lecture and discussion methods. In learning Aqidah Akhlak, choosing the right method is the key to success in delivering material and shaping students' character. The lecture method is effective for delivering basic information systematically, while the discussion method emphasizes more on active student involvement and the development of critical thinking skills. This article reviews various scientific literature to analyze the advantages, disadvantages, and relevance of both methods in learning Aqidah Akhlak. The results of the study indicate that the use of both methods in an integrated manner can provide more optimal results, with lectures as an introduction and discussions as a deepening of the material. These findings provide a theoretical perspective for educators in designing effective learning strategies.

Nur Indah Sari; Muhammad Redha Anshari; Ana Kameloh Dian

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Extracurricular activities of Rohani Islam (Rohis) have an important role in character building and developing students' religious skills. This article aims to describe the process of mentoring student learning through Rohis extracurricular activities, especially in the field of religious lectures at SMKN 3 Palangka Raya. The method used in this activity is structured mentoring with a participatory approach. The results of this mentoring showed an increase in students' confidence in delivering religious lectures as well as their understanding of Islamic materials. This activity also has a positive impact in strengthening morals and religious values among students.

Trismanto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggota Karang Taruna RW 04 Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, mengenai etika berbahasa di media sosial sebagai upaya pencegahan ujaran kebencian. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 22 dan 23 Maret 2024 ini melibatkan berbagai metode seperti ceramah, diskusi interaktif, workshop, simulasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital, kampanye media sosial, role-playing, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam berkomunikasi secara bijak dan sopan di media sosial. Evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dan mengubah cara mereka berinteraksi di media sosial. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif dan konstruktif, serta mengurangi potensi penyebaran ujaran kebencian.

Dhony Priyo Suseno; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan rumah sekarang ini baik secara fisik maupun nonfisik, banyak yang tidak sesuai dengan konsep Islam sehingga jauh dari “Rumahku Syurgaku” dan berpotensi membuat kondisi keluarga tidak sehat secara jasmani dan rohani. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang membangun rumah sesuai dengan konsep Islam. Sasaran pengabdian ini adalah masyarakat khususnya jamaah Masjid At Taqwa, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Metode yang dipakai adalah ceramah dan tanya jawab. Menurut konsep Islam, membangun secara fisik diantaranya lokasi rumah yang bertetangga dengan masjid, fungsi rumah mendukung kesehatan ditinjau dari sistem pencahayaan dan tata udara, menyediakan mihrab dan banyak kamar, dan memperhatikan letak KM/WC terhadap kiblat. Sedangkan membangun secara non fisik diantaranya proses pembangunan tidak mendukung unsur riba, haram, maksiat dan syirik, menjauhkan rumah dari hiasan non islami dan lingkungan yang buruk. Setelah kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih paham tentang membangun rumah  yang sesuai dengan konsep Islam.

Cica Puspaningstya Putri Riyanto; Dita Hendriani

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The success of learning can be seen from student learning outcomes. Student learning outcomes can be said to be good if an educator is able to achieve learning goals by creating an active learning atmosphere, students are able to develop their potential starting from religious spirituality, knowledge, personality, intelligence, skills and noble morals that are useful for society, the nation and country. Education can be said to be good if the process, educators, methods and knowledge conveyed can be accepted and absorbed by students which can later be applied again by those students. If you look more carefully, the in learning, the most important method used by the teacher is, because even though the material presented is very interesting, if it is not accompanied by appropriate and adequate methods, the very interesting material will not be conveyed well to the participants. educate. The aims of this research are 1) to find out the application of the lecture method to the learning outcomes of class VII students in Social Sciences subjects at Mts Al Huda Bandung, to find out the advantages and disadvantages of applying lecture method learning to social studies subjects for class VII students at MTs Al Huda Bandung, to find out to what extent are the learning outcomes of class VII students in Social Sciences subjects at Mts Al Huda Bandung. The data collection techniques used are interview techniques, object-related observation techniques and documentation techniques. At the same time, data analysis techniques are used to reduce, present and draw conclusions. The results of the study are as follows: 1) The lecture method can be interpreted as the teacher explaining verbally in front of the students directly with a review of the material presented. 2) Each learning method has its own advantages and disadvantages. 3) The planned learning method is a factor that influence student learning outcomes

Sari, Indah Purnama; Susanti Sundari

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Digitalisasi siswa Sekolah Dasar penting untuk memberikan pelatihan membuat poster dengan menggunakan aplikasi dalam pemanfaatan teknologi di pembelajaran. Kegiatan pengabdian pada siswa SD Negeri 5 Talang, Kelas 6 di Bandar Lampung bertujuan mengajarkan siswa melalui menggunakan PixelLab dalam bereksperimen di pelajaran Matematika pada praktik Market Day yang diadakan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan dunia pembelajaran kepada anak-anak melalui pemanfaatan aplikasi PixelLab dengan cara yang menarik dan interaktif, dapat mengakses bantuan teknologi dan mengembangkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi   individual, dengan tahapan sosialisasi berupa ceramah, demonstrasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan secara umum menghasilkan keberhasilan berupa ouput bagi peserta pelatihan; keberhasilan    dalam    partisipasi    peserta dengan   keaktifan    siswa    dalam   diskusi, sangat responsif dan bersemangat, tersampaikannya materi  sesuai dengan rencana  dan    target, dan terjadi peningkatan  pengetahuan  jumlah siswa yang sebelumnya mengetahui aplikasi PixelLab hanya 5%, dan setelah sosialisasi meningkat menjadi 95%. Dan hasil pelatihan penggunaan disimpulkan bahwa tujuan pelatihan tercapai dengan baik dimana jumlah siswa yang awalnya bisa menggunakan aplikasi hanya sebesar 2%,  dan setelah pelatihan meningkat menjadi 98% mampu menggunakan aplikasi untuk menghasilkan poster. Hasil akhir adalah siswa mampu membuat poster-poster yang menarik dengan menggunakan aplikasi PixelLab.