Publication Search

59,365 articles from 469 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 31

Analytics

Deava Oktaviani Hidayat; Assyifaa Herbi Nuari; Calvina Izumi; Gita Jantika; Annisa Nadya Evelina +1 more

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

In the development of adolescent emotional stability, there is a huge contribution from the friendship environment. The ability of adolescents to strengthen interpersonal relationships with peers cannot be separated from stability in their emotions. The majority of adolescents in Indonesia have good quality friendships and are equal to maintaining their friendships, Participants in this study were students at SMKS Dhuafa Padang whose average age was 15-18 years. This research is quantitative by using the Emotional Stability and Friendship Qualities Scale so that it can find a correlation between these two constructs or variables. In this study, the data analysis used was Pearson correlation analysis by showing the coefficient r = 0.427 with a significance value of <0.001 (P <0.05). These results indicate that there is a relationship between emotional stability and friendship quality. That is, the higher the quality of friendship, the better emotional stability.

Natania Amanda

Jurnal Ilmu Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research is a quantitative research with a quasi-experimental research design. Comparison of the effectiveness between groups of students using the TaRL (Teaching at The Right Level) learning method as a control group and groups of students using the CRT (Culturally Responsive Teaching) learning method as an experimental group on the Mathematics Learning Outcomes of Students IX MIPA 1 and IX MIPA 2 SMAS Mardi Yuana Bogor Regency. The sampling technique was carried out by determining according to the wishes of the researcher, namely students who were already in the class. The instrument used in this study was in the form of a test in the form of pretest and posttest questions to measure student learning outcomes. The instruments tested amounted to 20 questions with an objective or multiple-choice test assessment system which were analyzed using simple regression analysis including the t-test and coefficient of determination. The results of the study showed that there was no significant difference between the group of students using the TARL (teaching at the right level) learning method and the group of students using the CRT (culturally responsive teaching) learning method on mathematics learning outcomes as indicated by t count < t table (1.04 < 2.021) and a significance value of 1.04 > 2.024.

Akhmad Nawawi Al Khairi; Muhammad Reza Syahbudi; Tubagus Muhammad Mu’tashim; Faqih Fuadi Lahfi

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to examine the relationship between empathy and emotional independence in 9th grade students of SMP Sejahtera Koja, North Jakarta. The background of this study is the importance of empathy as an aspect of emotional intelligence in social interaction, which is increasingly fading among adolescents, as well as the role of emotional independence as an indicator of individual emotional maturity. The study used a quantitative approach with 69 respondents, through data collection using a Likert scale-based questionnaire. The results of simple linear regression analysis showed that the effect of empathy on emotional independence is very small (R value = 0.194 and coefficient of determination of 3.8%). This finding suggests that other factors, such as parenting, environment and social interaction, are more dominant in influencing emotional independence. This study is expected to contribute to the development of a holistic education program in improving students' empathy and emotional independence.

Hawa Putri M. Harahap; Suyit Retno; Rahma Amelia Putri Nasution; Erani Aprilia; Wynda Hutapea +3 more

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran kreatif dan inovatif pada siswa kelas V SD Negeri 068877 Medan Perjuangan. Fokus penelitian meliputi metode pembelajaran, media yang digunakan, dan dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan penelitian dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa menerapkan pembelajaran kreatif melalui penggunaan alat bantu visual, strategi berbasis proyek, dan pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa. Selain itu, inovasi pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi pembelajaran interaktif dan media berbasis video berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Namun penelitian ini juga mengungkapkan beberapa tantangan, antara lain: B. Terbatasnya akses terhadap sumber daya teknologi dan perlunya pelatihan guru untuk menunjang kreativitas pembelajaran. Studi ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan guru yang mengintegrasikan teknologi, peningkatan kesempatan pembelajaran berbasis digital, dan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Temuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia, khususnya dalam konteks pembelajaran abad ke-21.

Jingga Pramesti Pujianingsih; Raditya Bagus Jati Wibowo; Rizqan Rusnamba Prandika; Endrise Septina Rawanoko

Upacara bendera di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin dapat membantu peserta didik memahami dan tanah air dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam menaati aturan, seperti berpakaian rapi dan berperilaku disiplin, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Namun, tantangan yang dihadapi adalah penurunan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, keluarga, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengembangkan program yang dapat menguatkan jiwa nasionalisme secara berkelanjutan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas. Saran untuk kepala sekolah dan pengajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanaman sikap nasionalisme, serta memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya pelaksanaan upacara bendera. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter yang bermoral. 

Chasanah, Nur Indah; Meliala, Rajhaga Jevanya; Bintang, Syah; Kuntari, Wien

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2024 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini mengkaji pentingnya keterampilan desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) bagi siswa SMP, SMA, dan SMK dalam menghadapi tuntutan industri digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran Academy Figma dalam meningkatkan kompetensi desain siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang meliputi riset pasar dan analisis kebutuhan untuk merancang kurikulum yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang prinsip dasar desain UI/UX serta keterampilan praktis dalam menggunakan Figma. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Academy Figma berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan formal dan kebutuhan industri, serta mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang relevan untuk bersaing di pasar kerja global. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi inisiatif pendidikan lainnya dalam bidang desain digital.

Ta'at Putra Wahana; supeni, siti; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter siswa, termasuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Namun, implementasi Pancasila di sekolah menghadapi banyak tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemahaman nilai-nilai Pancasila dan karakter disiplin siswa di MAN 1 Surakarta pada tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila mempengaruhi pembentukan karakter disiplin mereka serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan implementasi pendidikan Pancasila dalam kurikulum. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode korelasi dilakukan di kelas XI F-5 MAN 1 Surakarta. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman nilai-nilai Pancasila dan kuesioner karakter disiplin, kemudian dianalisis menggunakan korelasi sederhana dan uji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa, dengan nilai thitung lebih rendah dari ttabel, koefisien korelasi produk moment adalah -0,109, menunjukkan bahwa pengaruh pemahaman nilai-nilai Pancasila terhadap karakter disiplin siswa tidak signifikan. Kesimpulannya, meskipun pemahaman nilai-nilai Pancasila siswa cukup baik, tidak ada hubungan signifikan yang terdeteksi dengan pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

Purwanti, Ita Anggita; supeni, siti; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui peran pembelajaran PKN dalam membangun kesadaran hukum lalu lintas di kelas VIIB SMPN 3 Sragen, 2) untuk menentukan kendala-kendala yang ada dalam membangun kesadaran hukum lalu lintas di kelas VIIB SMPN 3 Sragen, 3) untuk menentukan solusi efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum lalu lintas di kelas VIIB SMPN 3 Sragen. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMPN 3 Sragen pada tahun ajaran 2023/2024 dan guru PKN. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti bertindak sebagai pewawancara langsung untuk menggali data melalui siswa dan guru PKN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pembelajaran PKN dalam membangun kesadaran hukum lalu lintas siswa di kelas VIIB SMPN 3 Sragen berada pada siswa itu sendiri dengan lingkungan (hubungan sosial dan lingkungan sekitar), serta hubungan antara orang tua dan siswa. Cara siswa memahami peraturan lalu lintas akan menentukan generasi yang memahami hukum. Dengan pemahaman dan pengenalan sejak awal, diharapkan upaya untuk membangun kesadaran hukum lalu lintas dalam pembelajaran PKN di kelas VIIB dapat menghasilkan kepribadian yang kooh sebagai dasaar bagi warga negara yang bertanggung jawab dan handal serta menjadi lebih berkualitas.

Muthia Ivana Zahra; Rahma Pasaribu, Nopi Yanti Ar; Samura, Laras Hilda; Gultom, Wida Bonor; Yunita, Sri

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Degradasi moral di kalangan pelajar semakin menjadi isu serius dalam dunia pendidikan. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan PKn dalam menghadapi degradasi moral di lingkungan sekolah. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan metode yang terstruktur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data dari berbagai sumber di perpustakaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan keterkaitan antara peranan dari pendidikan kewarganegaraan dalam mengatasi degradasi moral di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini ialah pendidikan kewarganegaraan dapat mengurangi degradasi moral dan membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab serta beretika. Hal ini akan menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan hak dan kewajiban, sehingga mereka dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan dan bangsa. Melalui penerapan nilai-nilai kewarganegaraan, diharapkan individu-individu ini akan memiliki karakter yang kuat dan integritas tinggi, yang pada akhirnya dapat memperkuat tatanan sosial di masyarakat. Dengan demikian, diperlukan peran serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan lingkungan sekolah, untuk memperkuat implementasi nilai-nilai yang diajarkan dalam PKn guna menghadapi tantangan degradasi moral di kalangan pelajar

wibisono, kurniawan ari

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang melibatkan 32 siswa (16 laki-laki dan 16 perempuan) pada fase D. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta metode pengumpulan data lainnya, sementara teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian sebelum menerapkan pendekatan pembelajaran pendekatan diferensiasi dengan data awal 12 siswa dengan presentase sebesar 37.5% telah tuntas selanjutnya 20 siswa dengan persentase sebesar 62,5% siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar (75). Tujuan Pembelajaran sehingga ada peningkatan dari data awal sebesar 25% tuntas pada pra siklus. Peningkatan tersebut antara pra siklus dengan siklus I terdapat presentase 25%. Siklus II sebanyak 29 siswa dengan persentasi sebesar 90,62% tuntas dan hal ini merupakan peningkatan dari siklus I yaitu 28,12%. Peningkatan data awal antara pra siklus dengan siklus II tersebut terdapat presentase 53.12%. Disiplin merupakan karakter yang sangat penting bagi setiap individu, karena berpengaruh besar terhadap perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian pembelajaran pendekatan diferensiasi dengan bounce pass, overhead pass, dan chest pass dapat mengembangkan prestasi belajar siswa, dibuktikan adanya peningkatan persentase hasil belajar

Julianto, Indra Rasyid; Solehah, Yunita Amelia; Sunarya, Nayla Octavia; Istiqomah, Chilyatul; Dewi, Puspita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi media dalam mendukung proses pembelajaran antara guru dan siswa di jenjang sekolah dasar. Guru memiliki akses terhadap berbagai jenis media pembelajaran yang beragam, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan mendorong semangat serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Dalam hal ini, peran guru sebagai pendidik sangat vital dalam mengimplementasikan gerakan literasi media di sekolah. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk karakter dan perilaku positif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui penerapan literasi media dalam kegiatan pembelajaran, siswa memperoleh kemudahan dalam memahami materi, menjadi lebih antusias dalam belajar, serta terasah kemampuan berpikir kritis dan kreativitasnya.

Khoirul Magfiroh; Anjar Sulistyani; Dewi Utami

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2024 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Knowledge refers to information or facts collected and resulted from people learning through sensory perception which lead and shape their action. It is necessary for students both male and female to understand menstruation knowledge. Although the boys do not have experience of having menstrual cycle, they need to understand in order to behave appropriately towards their female friends, such as showing respect, emphaty and support for their peers. The study aims to investigate the correlation between students’ mestruation knowledge towards their attitudes in grade fifth and sixth of Integrated Islamic Primary School of Insan Madani Bongas.The study uses quantitative approach to examine relationship between the knowledge and attitude. To collect data, the researcher distributes the questionnaires to students. To describe the correlation between the variables, for data analysis the researcher uses classical assumption test and simple linear regression. This study shows that the knowledge and attitudes of sixth-grade students towards menstruation are better than those of fifth-grade students. And, the knowledge and attitudes of female students regarding menstruation are better than those of male students since females have personal experience with menstruation, while males do not. Finally, in conclusion, there is a correlation between students’ menstruation knowledge and their attitudes in fifth and sixth grade of SDIT Insan Madani Bongas.

Marya Ulfa; Muslimah; Sony Junaedi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Potensi masalah pada mitra terdapat pada fasilitas sekolah terutama perpustakaan di SMP ISLAM DARURROHMAN memiliki perpustakaan tetapi tidak terawat dan berdebu sehingga, mahasiswa diawal kegiatan melakukan revitalisasi serta merapikan buku-buku. Selain itu, ketersediaan buku-buku yang tidak memadai antara buku fiksi dan non fiksi mengarahkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan donasi buku tetapi tidak berjalan lancar. Rendahnya minat dan motivasi literasi dan numerasi siswa yang rendah, dibuktikan dengan hasil Pre Test AKM yang rendah di numerasi disebabkan karena beberapa hal, sehingga meminta mahasiswa untuk mendekati siswa dan menanyakan sesuai dengan kebutuhan siswa seperti pelaksanaan private class agar siswa tidak malu dan semangat untuk belajar dan terbiasa beradaptasi dengan hadirnya kakak mahsiswa. Kekurangan tenaga pendidik guru, salah satunya di SMP ISLAM DARURROHMAN, membuat mahasiswa masuk ke kelas tanpa pengawasan dan pembimbingan. Dalam hal ini mahasiswa dipercaya langsung untuk melakukan pengajaran di sekolah. Sehingga sebagai DPL meminta siswa untuk berkoordinasi dengan guru pamong untuk membimbing mahasiswa dalam proses mengajar tersebut. Hal tersebut biasanya terjadi di hari Minggu karena sekolah penugasan 2 liburnya hari Jumat. Berdasarkan permasalahan yang dialami mitra, maka solusi yang telah ditawarkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi: (1) Observasi lapangan untuk memperoleh data awal tentang permasalahan yang dihadapi oleh mitra, (2) Analisis kebutuhan mitra dan menawarkan solusi penyelesaian, (3) Membuat perancangan pelatihan dan pendampingan, (4) Membuat materi yang berkenaan dengan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi (5) Melakukan pelatihan pengenalan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (6), Melakukan workshop tentang Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (7) Melakukan pendampingan pada mitra dalam Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari kegiatan pengabdian ini maka dapat diperoleh simpulan bahwa Kegiatan kampus mengajar angkatan 6 ini merupakan program yang baik untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan belajar sambil berdampak serta program-program yang sudah disusun mahasiswa dapat diimplementasi dengan dukungan pihak sekolah penugasan. Pengalaman kampus mengajar 6 ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa sekolah penugasan tetapi juga pihak sekolah serta mahasiswa.

Erawati Erawati; Mujiyem Sapti; Puji Nugraheni

Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to determine the pattern of educational interaction that occurs between teachers and students, and how the impact and factors that influence the mathematics learning process. The pattern of educational interaction is a process of teaching and learning interaction activities carried out by teachers and students in the classroom in order to influence the course of the learning process to achieve certain goals. This study uses a qualitative descriptive method. The subjects of the study were mathematics teachers and students of grade IX of SMP N 3 Nusawungu and students of grade VIII of SMP PGRI 18 Cimanggu. In determining the research subjects in this study, a purposive sampling technique was used, namely a technique for taking samples of data sources with certain considerations. Data collection techniques used observation sheets, interview guidelines, and field notes. The data analysis used was a qualitative descriptive data analysis based on Flanders' analysis theory. The results of this study are that educational interactions that occur in mathematics learning produce 3 interaction patterns, namely teacher-centered interaction patterns, student-centered interaction patterns, and balanced teacher-student interaction patterns. Interaction patterns will have many impacts on the learning process such as discussions between students, questions and answers between teachers and students, noise and silence. The impact will appear according to the teaching method used by the teacher, as well as factors that influence the learning process such as student attitudes, motivation, and learning approaches used.    

Diska Muna Mandika; Tarman A. Arif; Hambali Hambali

Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The study aims to describe the level of students' ability to distinguish between standard and non-standard vocabulary in the Indonesian language. The population in this study was a student of V grade SD State 59 Noling who totalled 35 people. Data collection is done through test techniques, while data analysis is done using percentage techniques. This is evident from the data analysis that showed that 77.1% of the students of the sample obtained a score of 6.5 above, whereas the students obtaining a score below 6.5 was 22.65%. On this basis, it is expected that the learning process in the classroom, the teacher intensively gives tasks or training to the students in particular in terms of the difference between standard and non-standard vocabulary so that in the end students can establish the distinction between the two.  

Ricky Setiawan; Meriska Defriani; Lise Sri Andar Muni

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Layanan sistem informasi siswa di sekolah merupakan sebuah layanan terpadu yang berperan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang bagaimana informasi yang dibutuhkan. Upaya agar layanan informasi sekolah lebih praktis dan memudahkah pengguna seperti staf sekolah, guru, dan siswa yang ingin melihat layanan informasi siswa jarak jauh maka dari itu di perlukan media mobile. Pada saat ini permasalahan yang ada pada kali ini Smk Purnawarman masih menerapkan layanan sistem informasi dengan manual yaitu melalui Tata Usaha dan informasi melalui grup whatsapp yang di sampaikan oleh guru. Website Smk Purnawarman pada saat ini belum berkembang dan tampilan user interface yang kurang diminati oleh sebagian siswa, sehingga website hanya sebagai Profile SMK Purnawarman. Maka SMK Purnawarman berencana kedepannya ingin membuat aplikasi PN Mobile menggunakan metode Keep It Simple Stupid (KISS). Metode Perancangan UI/UX dengan prinsip Keep It Simple Stupid (KISS) mengedepankan kesederhanaan dalam merancang antarmuka pengguna. Prinsip ini menekankan bahwa desain yang sederhana dan mudah dipahami cenderung lebih efektif dan menghasilkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Dari pengujian menggunakan system usability scale (SUS) yang menunjukan Hasil SUS Score adalah 71 yang berada pada kategori (Baik) bahwa prototype yang dibuat peneliti telah diterima dan digunakan oleh responden.

Komang Ade Antara

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study focuses on the ability to analyze the text of a speech on the theme of cultural tourism of class X students of SMK Negeri 4 Denpasar in the 2023/2024 academic year. The purpose of this study was to determine students' ability to analyze the text of a speech on the theme of cultural tourism in Balinese language learning at school. This type of research is descriptive. The methods used in this study are the research subject determination approach method, the research subject approach method, the data collection method, the test method, the observation method, the questionnaire method, the interview method, and the data processing method. The subjects of this study were class X students of SMK Negeri 4 Denpasar. The theory used is the theory of understanding analysis, types of analysis, understanding speech, types of speech, the structure of the speech text, and the theme of cultural tourism. The results of this study are the ability to analyze the text of a speech on the theme of cultural tourism of class X students of SMK Negeri 4 Denpasar in the 2023/2024 academic year is good. This is evident from the average score that has reached the Minimum Completion Criteria (KKM) of 88. It is known that out of 177 students studied, 104 students have met the Minimum Completion Criteria (KKM) with a percentage of 58.75% and 73 students have not met the Minimum Completion Criteria (KKM) with a percentage of 41.24%..

Labibah Azzahra

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2024 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research aims to examine the influence of culture-based Social Sciences (IPS) learning on students' intercultural tolerance attitudes. The background to this research is the importance of increasing understanding and attitudes of intercultural tolerance in the context of multicultural education in Indonesia. The research method used was quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of class VII students at one of the junior high schools in Jakarta, who were chosen randomly. The experimental group received culture-based social studies learning for one semester, while the control group received conventional learning. The research instrument was an intercultural tolerance attitude questionnaire which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the t test to see the differences in pretest and posttest scores between the experimental and control groups. The results showed that there was a significant increase in intercultural tolerance attitudes in the experimental group compared to the control group. Culture-based social studies learning has proven effective in increasing students' attitudes of intercultural tolerance. These findings indicate that the integration of local cultural values ​​in the social studies curriculum can be a potential strategy for developing attitudes of intercultural tolerance and harmonization in schools. This research recommends the wider application of culture-based learning in education to support the creation of an inclusive and tolerant school environment.

Muhammad Agil Rifqi; Hadini Hadini; Husnizar Husnizar

Salah satu bentuk respons dari banyaknya siswa yang mendapat kesulitan belajar di kelas VIII MTsN 1 Abdya pada pelajaran fiqih, terkhusus di bagian zakat, maka penelitian ini dilakukan. Supaya hasil belajar siswa menjadi tumbuh dan berkembang, maka analisis untuk mengetahui kesulitan belajar itu sangatlah dibutuhkan. Persoalan yang paling penting terletak pada rendahnya kompetensi siswa pada materi fiqih, terkhusus di bagian zakat itu sendiri, yang mana hal itu dikarenakan adanya faktor dalam diri siswa dan luar diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki kesulitan belajar siswa serta mengetahui penyebabnya. Kerangka teori meliputi konsep kesulitan belajar, faktor internal dan eksternal yang berdampak pada keberlangsungan pembelajaran siswa, serta hal-hal yang relevan dengan topik fiqih, terutama di bagian zakat. Penelitian ini memakai pendekatan metode campuran atau mixed method yang merupakan gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode yang dipakai adalah desain sekuensial eksplanatori. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam kategori penelitian lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan ada tujuh kesulitan yang dialami oleh siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran, antara lain; kesulitan memahami konsep zakat, kesulitan beradaptasi dengan materi zakat, kesulitan mengingat dalil hukum zakat, kesulitan mengetahui mustahiq zakat, kesulitan mengetahui zakat harta yang beragam, kesulitan menentukan nisab dan takaran zakat serta menghitung jumlah zakat yang wajib dibayarkan. Harapannya, semoga dengan adanya penelitian ini dapat berguna untuk pemahaman tentang kesulitan belajar pada pembelajaran fiqih, terkhusus di bagian zakat. Dan juga harapannya, semoga bisa menjadi landasan bagi sekolah dan juga guru dalam memperbaiki tingkat kualitas proses belajar mengajar siswa.

Abdul Farid; Remiswa Remiswa; Khadijah Khadijah

Tujuan penelitian ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana guru PAI berketerlibatan dalam evaluasi sumatif di SD 25 Sungai Geingging dan bagaimana keterlibatan mereka membentuk karakter siswa dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama. Semua ini berdampak pada perkembangan siswa secara menyeluruh dan mencerminkan pentingnya pendidikan agama dalam konteks pendidikan formal dan dampak positifnya pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualiatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif kualitatif. Pengujian data yang digunakan adalah triagulasi yakni penggabungan antara teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara akan membantu menggali pandangan dan perspektif guru PAI, terkait keterlibatan guru PAI dalam evaluasi pembelajaran sumatif. Dokumen seperti pedoman evaluasi, hasil ujian, dan laporan evaluasi juga akan dianalisis. Dalam konteks ini, studi kasus tunggal digunakan dengan SD 25 Sungai Geinggingsebagai subjek penelitian utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi sumatif di SD 25 Sungai Geinggingmencerminkan pencapaian siswa secara komprehensif, termasuk pemahaman agama dan nilai-nilai moral, dan guru PAI memiliki keterlibatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini. Evaluasi ini berketerlibatan penting dalam mengukur pencapaian siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Keterlibatan guru agama dalam evaluasi sumatif melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil ujian, memberikan umpan balik kepada siswa, dan membuat keputusan evaluasi.