Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 160

Analytics

Siti Rahma; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research used a qualitative approach with a descriptive analytical research type through a literature study method. The research data were obtained from various written sources such as scientific journals, books, research articles, and other documents relevant to the research topic. Data collection techniques were carried out through documentation by reading, recording, and classifying data according to the focus of the research. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Civic Education has an important role in instilling tolerance values in students through materials related to diversity, democracy, human rights, and Pancasila values. Civic Education learning helps students understand the importance of respecting differences in ethnicity, religion, culture, and opinions in everyday life. In addition, teachers also play an important role in fostering tolerance through group discussions, teamwork, and presentation activities that train students to respect and cooperate with one another. However, there are still obstacles in implementing tolerant attitudes, such as environmental influences and the lack of awareness among some students. Therefore, cooperation between teachers, schools, and parents is needed to continuously foster students’ attitudes of tolerance.

Ussy Nastiti; Triska Susila Nindya

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study was conducted in response to the increasingly complex nutritional issues among adolescents, reflected in the coexistence of undernutrition and overnutrition within the same population, which are closely associated with dietary consumption patterns. The research aimed to investigate the relationship between diet quality and the nutritional status of students at SMAN 9 Surabaya. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed, involving 85 participants selected based on the estimated sample requirement for correlation analysis. Dietary intake data were collected using two non-consecutive 24-hour food recalls and subsequently assessed using the Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A). Nutritional status was determined through BMI-for-age calculations in accordance with the World Health Organization standards. Data analysis was performed using correlational testing and Chi-Square analysis to identify differences in proportions. The findings revealed that the respondents’ diet quality remained suboptimal, while most students were categorized as having normal nutritional status, although cases of undernutrition and overnutrition were still identified. A significant association was found between diet quality and nutritional status (p = 0.001), indicating that better diet quality tended to be linked with normal nutritional status. Based on the DQI-A components, dietary quality demonstrated a significant relationship with nutritional status (p = 0.007), whereas dietary diversity (p = 0.597) and dietary equilibrium (p = 0.507) showed no significant associations. These findings highlight that diet quality, particularly food selection patterns, plays an important role in determining adolescent nutritional status. Therefore, improving nutritional conditions requires more intensive nutrition education interventions focusing on healthy food choices, increased fruit and vegetable consumption, and controlled intake of sugar, salt, and fat, supported consistently by both individuals and the school environment.

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Weka Tyas Puspita; Arina Mufti Ruchana; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya melalui sikap saling menghargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan sikap saling menghargai di kelas IV SDN 1 Kepanjenlor serta dampaknya terhadap hubungan antar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap saling menghargai melalui perilaku sopan, saling membantu, dan berbagi dengan teman. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang perlu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Maxtulus Junedy Nababan; Gayus Simarmata

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study was conducted to determine the best log-linear model describing the relationship between gender, sleep duration, extracurricular activities, and student learning outcomes at SMAN 1 Kualuh Hulu. A log-linear analysis approach was used to identify interaction patterns among the variables and evaluate their contribution to student academic performance. The findings showed that the selected model adequately explained the structure of the observed data. A significant three-way interaction was identified between learning outcomes, sleep duration, and gender. The results indicated that insufficient sleep duration had a negative impact on student learning outcomes, and this effect varied by gender. Female students were found to be more vulnerable to decreased academic performance caused by sleep disturbances compared to male students. Meanwhile, extracurricular activities did not demonstrate a significant direct interaction with learning outcomes. This suggests that participation in extracurricular activities was not a major factor influencing differences in academic achievement among students at SMAN 1 Kualuh Hulu.

Himatul Millaini Assyifa; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati

Jurnal Ilmu Kesehatan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Background: TikTok usage among adolescents is increasing and has the potential to impact psychological aspects, particularly self-esteem. Adolescents, who are in the stage of developing their identity, are vulnerable to the influence of interactions and social comparisons on social media. Therefore, this study aims to determine the relationship between TikTok usage behavior and self-esteem levels in students at SMA Negeri 2 Semarang. Method: This study employed a descriptive correlational research design with a cross-sectional approach. The population consisted of 424 students from grade 11 at SMA Negeri 2 Semarang. Sampling was conducted using the Simple Random Sampling technique, resulting in a total sample of 206 respondents, determined by the Slovin formula. Bivariate analysis was carried out using the Spearman Rank Correlation test. Result: The results of the Spearman Rank statistical test showed a correlation coefficient (r) of -0.412 with a significance value of 0.000. The negative correlation indicates an inverse relationship between TikTok usage behavior and students’ self-esteem levels, meaning that the higher the intensity of TikTok use, the lower the self-esteem of the students. The correlation coefficient of 0.412 falls within the category of a moderate relationship. Conclusion: There is a significant relationship between TikTok usage behavior and self-esteem levels among high school students.

Ahmad Hilmy Mochayar; Wahyu Kholis Prihantoro; M. Abdul Fattah; Aisyah Luthfiana; Nur Arfizza Ilyana +2 more

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) learning plays a strategic role in assessing the achievement of educational goals while supporting the character development of students. The evaluation process not only considers cognitive aspects but also includes affective and psychomotor aspects, such as the appreciation of religious values, noble morals, and the ability to perform religious services. This study aims to describe the relationship between the scope of PAI evaluation and the process of character development of students. The method used is a descriptive qualitative approach, with the research location at SDN Ngebel, Kasihan, Bantul. The research subjects included PAI teachers, students in grades I, V, and VI, and several parents. Data were collected through interviews with teachers, students, and guardians, observations of learning activities and religious practices, and documentation, including records of grades and religious activity agendas. Using the Miles and Huberman interactive model, data analysis included the stages of presentation, reduction, and drawing conclusions. Triangulation methods and sources ensured the validity of the data. The results showed that the implementation of a comprehensive PAI evaluation, which included academic assessment, religious practices, and moral behavior, had a significant impact on the development of student character. This is especially true in terms of religiosity, discipline, and responsibility. Therefore, the broader and more integrated the scope of Islamic Religious Education (PAI) evaluation, the greater its contribution to the overall character formation of students.

Daniel, Angelia Eunike; Anggraeni, Ni Wayan Yuli

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study explores the implementation of interpersonal communication between tutors and students in speaking class activities at the Kind English Course by applying DeVito’s Interpersonal Communication Theory. Interpersonal communication plays a vital role in English language learning, especially in speaking classes where real-time interaction directly shapes students’ engagement and learning outcomes. Using a qualitative literature review method, this research examines how the five key components of interpersonal communication—openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality—are applied within instructional practices. The analysis reveals that tutors who demonstrate openness and empathy foster stronger emotional connections with students, which encourages them to speak more confidently. Supportive and positive communication behaviors further create a safe and motivating learning environment where students feel valued and understood. Additionally, the principle of equality helps reduce hierarchical barriers, enabling more collaborative and interactive learning dynamics. Overall, the findings indicate that the consistent application of interpersonal communication principles significantly enhances students’ participation, confidence, and speaking proficiency. This study contributes to a deeper understanding of how communication quality influences language learning and underscores the importance of interpersonal competence among tutors in developing effective and engaging speaking class experiences.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

Leppriani Lolok; Afnisela Palloan; Bittoen, Bittoen; Enjelina Markus Richard; Ronaldo Stefanus

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This study highlights the importance of understanding the cultural, religious, and social diversity present in every student. Multicultural counseling is viewed as an approach that helps counselors grasp the dynamics of student interactions and identify potential discriminatory behaviors. The discussion covers common forms of discrimination in schools, including stereotypes, identity-based bullying, and social exclusion. The study also emphasizes the strategic role of counselors in providing interventions through individual counseling, group counseling, and preventive programs focused on strengthening empathy and tolerance. The implementation of multicultural counseling programs is presented as a concrete effort to build an inclusive school climate. The findings show that this approach is effective in reducing conflict, increasing cross-cultural awareness, and fostering healthier social relationships among students. This research also highlights the importance of the school counselor's role in creating a safe and inclusive environment. Counselors can conduct needs assessments to identify patterns of discrimination and provide appropriate interventions. In addition, collaboration with teachers, parents, and the school is also needed to create effective prevention programs. This program is expected to have a positive impact on students and create a school culture that is more just and respects differences

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Saldi, Saldi; Asriel Daslon Mangape; Rifki Gangga; Riel, Riel; Ronaldo Stefanus

Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Multicultural counseling in schools serves as an essential strategy to reduce conflicts and foster cultural awareness among students. Counselors play a central role by developing their own cultural competence, facilitating students’ reflection on their cultural identities, providing education on stereotypes and biases, creating safe spaces for cross-cultural dialogue, and strengthening institutional capacity through collaboration with teachers and parents. This counseling strategy emphasizes understanding the values, norms, and power dynamics of each cultural group to ensure interventions are both effective and culturally sensitive. An inclusive learning environment supports this process by offering written policies, curricula that reflect diversity, dialogue forums, and cross-cultural activities. The evaluation process involves establishing clear objectives, quantitative and qualitative indicators, and mixed methods, including surveys, discussions, and direct observations, with participation from counselors, teachers, principals, parents, and student representatives. Local adaptation of instruments, continuous monitoring, and systematic documentation ensure data validity and the sustainability of behavioral changes. Evaluation results form the basis for concrete recommendations, such as counselor training, inclusive curriculum development, and programs to strengthen cross-cultural relationships. This approach enables schools to cultivate a culture of empathy, understanding, and harmony, thereby enhancing relationships among students from diverse backgrounds.

Bhakti, Sylvi Prihatini; Ghofar, Abdul

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Relationship Management, Promosi, dan Lokasi terhadap keputusan orang tua dalam memilih Bimbingan Belajar Roudhoh Andromeda di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Populasi penelitian terdiri dari orang tua murid yang terdaftar di lembaga tersebut, dan sampel sebanyak 125 orang tua dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur variabel Relationship Management, Promosi, Lokasi, dan Keputusan Pilihan Orang Tua. Data dianalisis menggunakan perangkat SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan simultan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Relationship Management, Promosi, dan Lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan orang tua dalam memilih lembaga tersebut. Secara khusus, Relationship Management memberikan pengaruh paling dominan, diikuti oleh Promosi dan Lokasi. Kesimpulannya, Bimbingan Belajar Roudhoh Andromeda disarankan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan orang tua dan siswa, memperkuat promosi, serta memperhatikan faktor lokasi agar lebih mudah diakses. Penelitian ini memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi pemasaran dan hubungan yang lebih efektif.

Rianti Sukma Dewi; Naufal Fiqri Akmal; Cupian Cupian; Yulistyne Kusumaningrum

Journal of New Trends in Sciences 2025 CV. Aksara Global Akademia

This study aims to analyze the influence of pocket money and Islamic financial literacy on student consumption behavior at SMAS AL-KAHFI Islamic Boarding School. The research background is based on the importance of students' understanding of personal financial management, especially in the context of pesantren based education that integrates sharia values. The research method used was quantitative with a multiple linear regression approach to test the relationship between free variables (sharia allowance and financial literacy) and bound variables (consumption behavior). The population in this study is all students of SMAS AL-KAHFI which is 675 people. A sample of 60 students was selected using the Hair et al. formula, with data collection techniques through questionnaires as primary data sources and literature studies as secondary data. Data analysis is carried out with the help of statistical software to test the validity, reliability, and significance of relationships between variables. The results of the study show that simultaneously, pocket money and Islamic financial literacy have a significant influence on students' consumption behavior. Partially, allowances have a positive and significant effect, showing that the larger the allowance received, the higher the tendency of students to consume. Meanwhile, Islamic financial literacy has a positive but insignificant effect, which indicates that understanding of Islamic finance principles has not fully affected students' consumption patterns in real terms. A determination coefficient of 85.5% indicates that both independent variables are able to explain most of the variation in students' consumption behavior, while the rest are influenced by other factors outside the model. This research contributes to the development of Islamic finance education in the pesantren based school environment and becomes the basis for wiser management of pocket money among students.

Aulia, Asa Safia; Yuliana, Lia

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis manajemen program pertukaran pelajar di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 dan SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui pertukaran budaya dan pembelajaran global. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, pengelola program, guru pendamping, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program dilaksanakan melalui empat fungsi utama: (1) perencanaan, termasuk seleksi peserta dan pelatihan pra-keberangkatan; (2) pengorganisasian melalui tim kerja berbasis struktur manajemen sekolah; (3) pelaksanaan melalui interaksi langsung dengan mitra sekolah luar negeri; dan (4) evaluasi berkala melalui laporan dan jurnal peserta. Tantangan utama meliputi keterbatasan pendanaan, komunikasi lintas budaya, dan akses teknologi. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan manajemen hubungan publik yang efektif. Rekomendasi mencakup perluasan kemitraan, penguatan dukungan orang tua, dan inovasi dalam pelatihan siswa.

Anin, Anindia; Anindia Ardiani; Otong Saeful Bachri; R.M Herdian Bhakti

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Penentuan siswa terbaik di lingkungan sekolah seringkali menghadapi tantangan dalam hal objektivitas dan konsistensi. SMP Negeri 3 Tanjung mengalami kesulitan dalam memilih siswa terbaik secara sistematis karena belum adanya sistem penilaian terstruktur yang mempertimbangkan berbagai kriteria secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pemilihan siswa terbaik. Metode AHP dipilih karena mampu menguraikan permasalahan kompleks menjadi hierarki dan melakukan perbandingan antar kriteria serta alternatif secara berpasangan. Kriteria yang digunakan meliputi nilai akademik, sikap dan kedisiplinan, keikutsertaan dalam organisasi sekolah, serta prestasi dalam kejuaraan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai akademik memiliki bobot tertinggi yaitu 0.5345, diikuti oleh nilai sikap dan kedisiplinan sebesar 0.2775, keikutsertaan organisasi sebesar 0.1236, dan kejuaraan lomba sebesar 0.0642. Dengan hasil perhitungan akhir menggunakan metode AHP, siswa bernama Ajeng Malica Aura Madura mendapat nilai tertinggi sebesar 0.1539 dan ditetapkan sebagai siswa terbaik peringkat pertama. Sistem ini terbukti memberikan hasil penilaian yang lebih transparan, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak sekolah.

Mahmud Masulin; Fanny Irna Rachman; Dewi Citra Pasaribu

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

The focus of this research is to analyze the correlation between the duration of gadget use and the imaginative abilities of second-grade elementary school students. A quantitative approach was utilized with a correlational survey method involving 32 students from SDN Pekayon 16 Pagi as the sample. Data were collected through a validated open questionnaire regarding validity and consistency. The analysis findings indicate a negative relationship between the duration of gadget use and students' imaginative abilities. The longer the duration of gadget use (≥60 minutes/day), the lower the students' imaginative abilities, and vice versa. These findings highlight the urgency of parental monitoring in controlling the duration of gadget use as well as the selection of educational content. This research contributes to understanding the impact of technology on children's cognitive development, particularly in the area of imagination.

Vina Bella Pratiwi; Ibnu Muthi

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to describe the implementation of collaborative learning in enhancing empathy and cooperation in inclusive elementary school classrooms. Through a literature review, the researcher analyzed various sources related to collaborative strategies such as think-pair-share, jigsaw, and project-based learning. The findings indicate that collaborative learning effectively promotes positive interactions between regular students and students with special needs. It facilitates mutual understanding, respect for differences, and joint task completion. Strategies include heterogeneous group discussions, active teacher facilitation, and group reflections to strengthen empathy. Supporting factors include inclusive teacher attitudes and school support, while major obstacles involve time constraints, varying student abilities, and limited teacher training. In conclusion, collaborative learning shows strong potential in fostering inclusive, equitable, and humanistic classroom environments.

Yusuf, Nurlathifah N.; Siswari, Baiq Disnalia; Supiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari norma budaya hingga keterbatasan pengetahuan orang tua. Ketidakterbukaan dalam komunikasi keluarga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan empiris terbaru terkait pengaruh komunikasi orang tua–remaja terhadap keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap seksualitas, pengambilan keputusan, dan akses informasi remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif terhadap 14 artikel jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai dalam keluarga berkontribusi positif terhadap kemampuan reflektif remaja serta sikap dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang normatif dan satu arah cenderung memperkuat stigma dan membatasi kapasitas remaja dalam mengambil keputusan yang tepat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya intervensi berbasis keluarga yang memperkuat kapasitas komunikasi orang tua, dengan dukungan pendekatan digital yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja.