Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 39

Analytics

Khairul Anwar; Tangguh Prakoso; M. Aris Pujiyanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pertanian berkelanjutan merupakan kegiatan pertanian yang berupaya untuk memaksimalkan manfaat sosial dari pengelolaan sumber daya biologis. Untuk mendukung upaya pertanian berkelanjutan, salah satunya yaitu dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menggantikannya dengan pupuk organik. Pupuk organik merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik baik tumbuhan kering maupun limbah dari kotoran ternak yang diurai oleh mikroba hingga dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pupuk organik kompos, serta proses pembuatannya kepada siswa/i Play Group YA UMMI Fatimah untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan pengenalan mengenai pupuk organik kompos dan cara pembuatan kompos, serta melakukan penanaman bibit cabe menggunakan pupuk organik kompos organik. Siswa/i Play Group YA UMMI Fatimah sangat semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan mulai dari pengenalan pupuk organik kompos, proses pembuatan pupuk organik kompos dan penanaman bibit cabe menggunakan pupuk organik kompos.

Teodora Dasilva; Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Fadhila Inas Zhafira; Benneth Laurent +2 more

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Tanaman jarak pagar merupakan tanaman yang digunakan sebagai pembatas atau pagar dan tanaman obat oleh masyarakat Indonesia. Biji jarak mengandung 40 -55% minyak lebih banyak dari kedelai, bunga matahari, dan kelapa sawit. Minyak jarak merupakan trigliserida dari lemak, yang apabila dihidrolisis oleh air akan menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel perbandingan mol pereaktan terhadap konversi hidrolisa minyak jarak, nilai konstatan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan nilai konstanta kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Pada percobaan ini hidrolisa dilakukan hidrolia minyak jarak dalam labu leher tiga pada suhu 60oC dan setiap 4 menit sampel diambil untuk dianalisis kadar asam lemak bebas. Kemudian hasil analisis kadar asam lemak bebas untuk menentukan konstantan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan arah kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Bahan yang digunakan saat hidrolisa antara lain minyak jarak, aquadest, HCl, NaOH, PP, methanol dan sabun cair (sebagai surfaktan). Pengaruh rasio mol minyak jarak dan air terhadap konversi minyak jarak adalah semakin besar mol reaktan air maka konversi yang dihasilkan semakin besar, untuk nilai konstanta kecepatan reaksi adalah dengan adanya air yang ditambahkan dan semakin lama waktu hidrolisa maka konstanta kecepatan reaksi juga semakin besar. Sedangkan pada konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisa minyak jarak adalah semakin cepat waktu pengambilan produk pada reaksi hidrolisis, konversi minyak menjadi asam lemak juga semakin besar.

Esi Sriyanti; Nurhayati Nurhayati; Afni Yeni; Siska Yulia Defitri

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Dalam kondisi perekonomian sulit sekarang ini,  pasca pandemi covid 19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Seiring itu  permasalahan sampah menjadi permasalahan dimana –mana yang sangat meresahkan masyarakat. Pengabdian ini difokuskan mengajak masyarakat Koto Laweh yang menjadi objek pengabdian masyarakat untuk  bisa membangun usaha  mengolah sampai di Nagari Koto Laweh Kab solok yang sangat meresahkan tersebut. Metode pengadian dilakukan Sosialisasi dilakukan dengan tatap muka di aula kantor wali nagari Koto Laweh Demo cara pembuatan Komposter ( alat pengolahan sampahorganik  menjadi pupuk.Pupuk yang dihasilka dapat digunakan untuk tanaman dan dijual untuk menambah penghasilan keluarga. 

Umi Nur Solikah; M.Ihsan; Rehino Yanu S; Suwardi Suwardi; Tri Pamuji

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Petani di Indonesia biasanya menggunakan pupuk kimia untuk membantu proses produksi tanaman pertaniannya. Namun, pupuk kimia tersebut ternyata memberi dampak buruk terhadap tanah pertanian. Hal ini membuat petani di Indonesia mencari pupuk alternatif lain yang lebih ramah terhadap tanah dan lingkungan yaitu pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair adalah pupuk organik cair yang dihasilkan dari bahan-bahan organik dan ramah lingkungan. Tujuan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan dan penggunaan pupuk organic cair agar petani tidak ketergantungan terhadap pupuk kimia, selain itu agar sampah organic bisa dimanfaatkan lebih optimal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pelatihan pembuatan pupuk organic cair (POC) dan diskusi. Masukan semua bahan ke dalam ember yang sudah diberi kran dibagian bawah, kemudian tutup dengan rapat agar udara tidak masuk. Simpan ditempat yang teduh atau di dalam rumah agar tidak terkena sinar matahari. Tunggu sekitar 7-10 hari, jika setelah waktu tersebut kita lihat ada bercak atau selaput putih pada permukaan larutan media, berarti proses fermentasi telah berhasil dan pupuk organik cair siap untuk dipanen. Sampah yang didalam karung bisa digunakan sebagai kompos dan cairannya sebagai pupuk organik cair. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organic cair kepada petani di Gapoktan Marsudi Makmur dapat menambah pengetahuan serta pengalaman dalam membuat pupuk organic cair limbah rumah tangga dan berbasis ramah lingkungan.

Vasco A. H. Goeltom; V. Nonot Yuliantoro; Christabel Sheren; Cindy Novianti; Lydia Kurnia

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Buah memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama sebagai sumber vitamin dan serat yang berguna bagi pencernaan manusia. Kandungan karbohidrat yang terdapat pada buah juga dapat menjadi sumber energi. Selama ini kulit buah belum banyak dimanfaatkan pedahal gizi yang terdapat pada kulit tidak jauh berbeda dengan buah itu sendiri. pengolahan kulit buah dapat dijadikan keripik sehingga dapat mengurangi limbah dan memberikan daya jual terhadap kulit buah yang biasanya hanya dibuang. Buah Alkesa merupakan tanaman langka di Indonesia karena minimnya orang yang membudidayakan anaman tersebut. Kandungan vitamin pada buah Alkesa sangat banyak antara lain serat, zat tepung, mineral, vitamin C, dll. pengolahan dari buah Alkesa juga belum banyak terutama pada bagian kulitnya. Maka dari itu penulis menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Pembuatan Keripik Berbahan Dasar Kulit Buah Alkesa di Desa Gerendeng Pulo Tangerang” agar pengolahan dari buah Alkesa dapat dilakukan dengan maksimal dan bisa menjadi peluang bisnis bagi warga Desa Gerendeng Pulo.

Wiwin Budi Pratiwi; Aiko Gebriel Sitio; Erlina Putri Ardiyanti; Christhophour Rizky Gunawan; Muhammad Alfian Dwiki Darmawan +6 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Tema KKN Tematik yang diangkat oleh Universitas Janabadra Tahun Ajaran 2022/2023 adalah “KKN UJB Melalui Circular Economy Menuju Bantul Zero Waste 2025.” Dalam hal ini, sampah sebagai berkah untuk keberlangsungan dan kelestarian lingkungan. Di Padukuhan Joho, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Bantul masih terdapat sampah yang belum terkelola dengan baik. Terlihat beberapa permasalahan yang perlu dipecahkan guna meningkatkan pengelolaan sampah menjadi suatu hal yang bermanfaat. Sehingga diperlukan adanya beberapa program yang mampu memotivasi warga padukuhan Joho terkait pengelolaan sampah, salah satunya yaitu melalui pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi media vertikultur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat Padukuhan Joho tentang pengelolaan sampah plastik berupa botol dan budidaya tanaman secara vertikultur dengan memanfaatkan botol bekas serta mampu menyiapkan media tanaman. Metode kegiatan ini yaitu dilakukan dengan pelaksanaan secara langsung mengenai pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai media vertikultur. Hal tersebut memberikan dampak yang positif, yaitu terdapat beberapa tanaman vertikultur yang memberikan manfaat bagi warga, serta disisi lain dengan adanya vertikultur tersebut dapat mengurangi sampah botol air mineral bekas yang sudah tidak terpakai.  

Novita Kurnia Ningrum; wahyu Mulyono, Ibnu Utomo; Umami, Zahrotul

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

Perancangan aplikasi PANTAU ditujukan untuk petani yang mendapatkan bantuan hibah tanaman untuk penghijauan dan komersil. Dalam aplikasi pantau ini organisasi yang bekerja sama dengan petani dapat memantau perkembangan tanaman yang dihibahkan dan petani dapat mengirimkan informasi kondisi tanaman secara up to date melalui masing masing akun yang dimiliki. Dalam perancangan UI/UX aplikasi PANTAU digunakan design thinking method untuk mengetahui kebutuhan perancangan sesuai dengan yang dibutuhan user. Dan untuk testing menggunakan heuristic evaluation dan usability testing untuk mengetahui keefektifan dari rancangan UI/UX aplikasi PANTAU. Adapun testing ditujukan pada 22 user yang terdiri dari petani, organisasi dan pengelola sistem.

Rika Asmirah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab dan pencerah bibir. Tanaman Mentimun dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit, khususnya kulit yang kering dan juga kulit yang menghitam akibat penggunaan kosmetik yang salah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis yang memiliki sifat yang baik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi perasaan buah mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) konsentrasi 5%, 6% dan 7%. Dengan bahan dasar oleum cacao dan cera flava. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, suhu lebur, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah mentimun dan buah jeruk nipis dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 5% (F1), 6% (F2), 7% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah mentimun dan buah jeruk nipis yang dapat membentuk sediaan lip balm yang baik yaitu sediaan ketiga karena dilihat dari hasilnya warna pada bibir lebih banyak menunjukan kecerahan dan juga kelembaban.

Juliano Tigana Ottu

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Kota Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sebesar 180,27 km². Letak Kota Kupang yang strategis, sebagai Ibukota Propinsi NTT menjadi daya tarik tersendiri bagi warga pendatang dari daerah-daerah lain. Jumlah penduduk di Kota Kupang pada tahun 2017 sebanyak 412.708 jiwa. Pertumbuhan penduduk Kota Kupang dalam waktu 8 tahun sejak tahun 2009 sekitar 121.708 jiwa atau sekitar 15.000 jiwa/tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Kupang memicu terjadinya peningkatan jumlah kendaraan yang berujung pada peningkatan pencemaran udara dari sektor transportasi. Sampai pada bulan Oktober tahun 2018 jumlah kendaraan di Kota Kupang tercatat sepeda motor sebanyak 25.362 unit dan mobil sebanyak 5.357 unit. Perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk juga akan mengakibatkan konversi terhadap lahan-lahan hijau yang menyebabkan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) semakin sempit. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui luas RTH yang dapat mereduski total cemaran yang terjadi diwilayah BWK II Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan RTH di Kota Kupang hanya sebesar 17,10% yang terdiri dari RTH Publik sebesar 13,11% dan RTH Privat sebesar 3,99%, total kebutuhan RTH di Kota Kupang agar dapat memenuhi syarat yang telah diatur dalam undang-undang yaitu sebesar 5408,1 Ha yang terdiri dari RTH Publik membutuhkan 6,88% atau 1241,49 Ha dan RTH Privat membutuhkan 6.00% atau 1082,7 Ha. Total emisi yang terjadi di sepanjang Jalur Hijau BWK II Kota Kupang sebesar 2727,5 Kg/Jam dan kemampuan daya serap RTH eksisting sebesar 1301,34 dan masih menyisakan sisa emisi sebesar 1426,16 Kg/jam, sehingga membutuhkan tambahan RTH sebesar 10,3Ha untuk dapat menyerap seluruh emisi yang dihasilkan dari sektor transportasi pada kawasan jalur hijau BWK II. Beberapa Strategi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan RTH di Kota Kupang adalah (1) Memadatkan RTH jalur hijau dengan cara memanfaatkan lahan kosong yang terdapat pada jalur hijau untuk menanam jenis-jenis vegetasi yang memiliki daya serap tinggi. (2) dengan menggantungkan spesies tanaman penyerap emisi pada pohon-pohon yang ada pada RTH jalur hijau dan menerapkan metode vertical garden,Roof garden dan tree adoption.

Amelia Niwele; Jarmila Kabakoran; Nurlaila Sangadji

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Daun Sukun (Artocarpus Altilitis) adalah salah satu tanaman yang banyak di ketahui  masyarakat salah satunya di negeri Rohomoni,Daun Sukun(Artocarpus Altilitis) biasanya digunakan  masyarakat Rohomoni sebagai buah untuk dikonsumsi, namun masyarakat belum menyadari manfaat lain dari daun sukun (Artocarpus Altilitis). Tujuan:  Penelitian ini dilakukan  untuk mengidentifikasi  kadar kalium,kalsium dan magnesium  ekstrak air seduhan daun sukun  (Artocarpus Altilitis) asal negeri Rohomoni. Metode: penelitian ini adalah experimental yang dilakukan dengan  menggunakan spektrofotometri Serapan Atom pada Panjang gelombang 740 nm, dengan  konsentrasi larutan standar (0,1 ppm, 0,2ppm, 0,3ppm, 0,4ppm, 0,5 ppm, 0,6 ppm, 0,7 ppm ,0,8 ppm , 0,9 ppm,1,0 ppm)  Hasil: setelah dilakukan uji didapati ekstrak air seduhan Daun sukun  (Artocarpus Altilitis)  mengandung dan  memiliki kadar Kalsium rata-rata sebesar  155,435 mg/l sedangkan Magnesium 6,1304 mg/l.  Kesimpulan: ekstrak air seduhan daun sukun mengandung kadar kalium yang rendah yaitu 0,0 Mg/L sedangkan kalsium yaitu 155,435 Mg/L dan magnesium yaitu 6,1304 Mg/L

Islamiyati, Ricka; Mera Putri Pratitis; Wildayanti, Wildayanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penyakit degeneratif merupakan penyebab terbesar kematian di Indonesia. Jumlah kematian akibat penyakit tersebut terus meningkat. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar penyakit diawali oleh adanya reaksi oksidasi yang berlebih dalam tubuh. Reaksi oksidasi yang terjadi setiap saat dalam tubuh dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Substansi untuk mengurangi terjadinya pembentukan radikal bebas adalah antioksidan. Tanaman kemuning merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Tanaman kemuning memiliki berbagai kandungan senyawa diantaranya adalah fenol, kumarin, tanin dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut yang mempunyai kemampuan untuk mengurangi radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada fraksi etil asetat daun kemuning. Metode penelitian dalam penentuan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi AlCl3 sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH dengan pembanding kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat daun kemuning mengandung senyawa fenol, tanin, saponin dan flavonoid. Fraksi etil asetat daun kemuning mengandung kadar flavonoid total sebesar 10,021% dan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 83,222 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun kemuning memiliki potensi sebagai antioksidan yang kuat.

Putri Bela Nurdianti; Eko Fransisko; Rizky Septika Utami

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian terhadap pertumbuhan dan hasil kacang merah terhadap waktu aplikasi dan dosis vermikompos di Kelurahan Air Duku Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong,  bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi dan dosis vermikompos terbaik untuk hasil kacang merah dan menentukan waktu aplikasi dan dosis vermikompos terbaik untuk pertumbuhan kacang merah. Penelitan ini menggunakan 2 faktor perlakuan yang pertama adalah dosis vermikompos yang terdiri dari 5 perlakuan. Perlakuan kedua adalah waktu aplikasi diulang sebanyak 3 kali dan terdiri dari 2 sampel tanaman sehingga terdapat 90 satuan percobaan. Variabel pengamatan terdiri dari Tinggi Tanaman (cm) 20 hst tinggi tanaman (cm) 30 hst, Jumlah Daun 20 hst (helai), jumlah daun 30 hst (helai ), Umur Berbunga, Umur Panen (hst), Jumlah Buah Pertanaman  (buah) Bobot Buah Pertanaman  (g), Panjang Buah (cm). Penelitian di laksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2022 di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu dengan ketinggian 700 mdpl.    

Omirais Lawolo; Beriman Agape Waruwu; Kalva Fernando Pelawi; Boboy Gusri Saragih

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan kondisi tanah dan musim yang cocok untuk sektor pertanian. Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia berasal dari sektor pertanian yang memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian berkontribusi besar bagi perekonomian indonesia. Hal ini dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB), pertanian merupakan tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang tumbuh bersama industri dan pertambangan yaitu sebesar 12,98 persen dengan pertumbuhannya sebesar 1,37 persen. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Method) yakni di Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Adapun pengambilan sampelnya adalah petani sebanyak 30 responden yang berada di Kecamatan Somolo-molo dari populasi seluruh petani yang berada di Kabupaten Nias. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Kabupaten Nias memiliki potensi besar dibidang pertanian yaitu dibidang SDA, iklim, luas lahan pertanian dan Sumber daya manusia (SDM) yang mayoritas bekerja sebagai petani. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah ketersediaan bibit, pupuk, dan pestisida, rendahnya pengetahuan petani akan teknologi, teknik budidaya yang masih konvensional, kurangnya perhatian pemerintah, pertanian dipandang sebelah mata, rendahnya minat regenerasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dan rantai niaga yang merugikan petani. Strategi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah pengembangan bibit unggul dari tanaman sendiri, pertanian berbasis teknologi, digitalisasi informasi dan pemasaran produk pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, kebijakan pemerintah yang pro dengan petani dan pertanian.    

A Zainul Arifin; Retno Tri Purnamasari; Fajar Hidayanto

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rootone-F dalam memperpanjang pertumbuhan bambu rejeki dan mengetahui konsentrasi berapakah Rootone-F mampu memperpanjang pertumbuhan bambu rejeki. Penelitian  dilaksanakan  di  Blandongan  Kota Pasuruan pada ketinggian ± 4.5 m dpl pada bulan April – Juni 2021. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan ulangan sebanyak lima kali dengan perlakuan pemberian ZPT Rootone-F sebagai berikut : P0 = kontrol, tanpa pemberian ZPT; P1 = perlakuan pemberian ZPT dengan dosis 0,2 gr/L; P2 = perlakuan pemberian ZPT dengan dosis 0,4 gr/L; P3 = perlakuan pemberian ZPT dengan dosis 0,6 gr/L. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian dosis zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap pertumbuhan stek bambu rejeki. Peningkatan dosis zat pengatur tumbuh memberikan hasil meningkat pada semua parameter.  Tanaman  stek bambu rejeki  pada umur 120 HST dengan  pemberian  dosis Rootone-F 0,6 gr/L  menghasilkan tinggi tanaman sebesar 65,96 cm, panjang tunas sebesar 12,96 cm, jumlah daun sebesar 34,62 helai, panjang akar sebesar 13,92 dan jumlah akar sebesar sebesar 63,34.

Kartono, Giri; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2022 Universitas Stikubank

Pengadaan tanah adalah kegiatan memperoleh tanah dengan cara memberikan kompensasi kepada mereka yang telah melepaskan atau meninggalkan tanah, bangunan, tanaman, atau barang- barang yang berhubungan dengan tanah. Kajian yang berjudul Pemberian Penggantian Kerugian Untuk Pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo-Yogyakarta Berdasarkan Peraturan Presiden 71 Tahun 2012, ini menjelaskan bagaimana cara pemberian ganti rugi atas pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo-Yogyakarta dan Bagaimana proses penyelesaian terhadap masyarakat yang tidak setuju terhadap pembebasan lahan dalam pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo- Yogyakarta berdasarkan Peraturan Presiden 71 Tahun 2012.Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologishukum. Jenis dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan sifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut 1. Dalam expositions pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Kulon Progo Solo-Yogyakarta telah melalui beberapa tahapan yakni, Perencanaan, Penetapan lokasi, Penyuluhan/ Sosialisasi, Identifikasi dan Inventarisasi, Penilaian, Musyawarah, Pembayaran Ganti Rugi dan Pelepasan Hak. 2. Penyelesaian ganti rugi pengadaan tanah untuk kepentingan umum apabila pemilik tanah tidak sepakat dengan besamya ganti rugi yang telah ditetapkan, menurut pasal 87 Undang-undang Nomor 71 Tahun 2012 bahwa Dalam hal pihak yang berhak menolak bentuk dan/ atau besamya ganli rugi dan tidak mengajukan keberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 86 ayat (3) huruf a, ganti kerugian dapat diambil dalam waktu yang dikehendaki oleh pihak yang berhak dengan surat pengantar dari ketua pelaksana pengadaan tanah, dan menurut pasal 88 Undang-undang Nomor 71 Tahun 2012 bahwa Dalam hal pihak yang berhak menolak bentuk dan/ atau besamya ganti kerugian berdasarkan keputusan pengadilan negeri/ mahkamah agung yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam pasal 86 ayat (3) huruf b, ganti kerugian dapat diambil oleh pihak yang berhak setiap tetapi membawa surat pengantar dari ketua pelaksana pengadaan tanah.   Kata Kunci : Ganti Rugi, Pengadaan Tanah, Kepentingan Umum

Afrizal Norcahya Putra; Suparno; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditi hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan sumber pendapatan bagi petani dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengembangan ekonomi pada beberapa wilayah. Indonesia adalah salah satu negara eksportir bawang merah di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi nutrisi POC dan macam media terhadap bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara konsentrasi POC terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara macam media tanam terhadap Pertumbuhan bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan 11 Desember  2021 sampai  5 February 2022. Bertempat Digreenhouse universitas islam kadiri-kediri, kelurahan maniserenggo, kota kediri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perlakuan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan setiap faktor di lakukan tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam media dengan 3 level yang di lambangkan (M) dan faktor kedua adalah konsentrasi POC nasa yang dilambangkan (D) yang di ulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi konsentrasi nutrisi POC dan macam media media tanam pada variabel pengamatan jumlah daun di umur tanaman 35 hst hasil uji lanjut DMRT rerata terpanjang 46.80 cm .Pada perlakuan tunggal konsentrasi nutrisi POC ada pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 35 hst dengan rerata tertinggi 38.16 helai, sedangkan  Perlakuan tunggal macam media tidak ada pengaruh.

Yugo Asmo Dewanto; Sumarji; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Jagung (Zea mays L.) menjadi salah satu tanaman pangan alam yang terpenting, selain gandum dan padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk kotoran ternak ayam petelur, macam varietas, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 16 November 2021 sampai 23 Februari 2022. Tempat penelitian ini di Dusun Plaosan, Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dengan ketinggian 212 mdpl, jenis tanah regosol dengan pH 7 saat penelitian. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor terdiri dari 2 faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun dosis pupuk kotoran ayam petelur dan macam varietas tanaman jagung yang terdiri dari Perlakuan tunggal pupuk kotoran ayam petelur P1 = 2,5 ton/ha, P2 = 5 ton/ha, P3 = 7,5 ton/ha, dan P4 = 10 ton/ha. Perlakuan tunggal varietas V1 = Jagung BISI-18, V2 = Jagung BISI-228, V3 = Jagung Pertiwi-3. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan pupuk kotoran ayam petelur dan macam varietas jagung terhadap produktivitas tanaman jagung terjadi interaksi sangat nyata pada variabel pengamatan generatif panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, dan potensi hasil. Pada perlakuan tunggal macam varietas jagung terjadi pengaruh nyata pada pengamatan panjang tongkol, sedangkan terjadi pengaruh sangat nyata pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun 42 hst, bobot 1000 biji kering, dan potensi hasil.

Choirul Amin; Rizka Tri Arinta

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Traditional family medicinal plants or herbs or often abbreviated as Toga, are very beneficial for health and when planted around the house create a beautiful environment. Currently, people prefer to use chemical-based medicines for several reasons, including: the first is the lack of knowledge about medicinal plants, the second is the limited land for growing family medicinal plants, third, the lack of information dissemination about family medicinal plants on easily accessible media. or informative to citizens.From some of the problems above, we can draw the main points of the problems that are discussed and this writing tries to find ways to provide education to the community in terms of the types of family medicinal plants, as well as the design and implementation of the construction of the toga garden.The scope of this paper is related to the author's discipline, namely in the architectural realm and takes a case study on an empty land next to a security post located in RT 08, RW V, Sumurboto Village, Banyumanik District, Semarang.The purpose of writing related to knowledge of the types of family medicinal plants, toga garden designs and their implementation are: first so that people know about the types and benefits of family medicinal plants, second so that people understand the importance of family medicinal plants for health, third so that people maximize and utilize the land. that exist in their respective environments.

Ulinniam Ulinniam; Indra Drajat Sopwan; Ahmad Muhaemin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Sumber belajar sangatlah penting dalam proses belajar di sekolah.  Desa Kedokanbunder memiliki keanekaragaman tanaman hias yang bisa digunakan sebagai sumber belajar materi keanekaragaman hayati biologi SMA kelas X. Untuk bisa digunakan sebagai sumber belajar perlu dikemas dalam sebuah buku berbentuk ensiklopedia yang berisi berbagai jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman hias di desa Kedokanbunder dan mengimplementasikannya dalam sebuah buku berbentuk ensiklopedia. Metode penelitian ini mixed methods yaitu metode campuran menggunakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Untuk menghitung keanekaragaman yaitu menggunakan rumus Shannom-Wienner, hasil kenaekaragaman tanaman hias di desa Kedokanbunder menunjukan angka 2,5 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Data yang peneliti temukan dikemas dalam sebuah ensiklopedia, untuk mengetahui kelayakan ensiklopedia sebagai sumber belajar, peneliti menggunakan angket kepada 4 validator sebagai ahli materi dan ahli bahasa, hasilnya semua validator menyatakan ensiklopedia ini layak digunakan dengan indikator nilai: validator 1 dosen biologi baik/68%, validator 2 dosen biologi sangat baik/86%, validator 3 guru biologi sangat baik/84% dan validator 4 guru bahasa Indonesia sangat baik/93%.

Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Tanaman pisang banyak tumbuh di Desa Buon Mandiri, banyaknya hasil tanaman pisang selama ini belum dijual dalam bentuk olahan tetapi dijual dalam bentuk buah pisang per sisir atau per tandannya. Biasanya pisang ini dibeli oleh pengepul dengan harga rata-rata Rp. 35.000,00 pertandan. Jenis pisang yang ada di desa Buon Mandiri kebanyakan adalah pisang raja, pisang tanduk, pisang kepok dan pisang lowe. Buah pisang sering dikonsumsi sebagai buah segar serta dapat dimanfaatkan menjadi keripik. Kegiatan ini disosialisasikan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang bertemakan“Diversifikasi olahan pisang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi Kelompok Lapak Jalapagos Biot Matami Desa Buon Mandiri Luwuk Utara”. Kegiatan ini bertujuan untuk agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran dalam mengolah pisang menjadi keripik sekaligus dapat menentukan harga pokok penjualannya.  Pada  artikel  ini,  kami  menjelaskan   proses   pengolahan   keripik pisang   dan   pengemasannya serta dilanjutkan dengan kegiatan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) produk.