Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 91

Analytics

Novitasari, Dwi; Endah Tri Wahyuningtyas; Dina Anggraeni Susesti

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel pengabdian ini menyajikan program partisipatif yang mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga dan kebun hidroponik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Betro. Program dirancang berdasarkan kondisi awal berupa kebiasaan membuang sampah campur, belum optimalnya pemanfaatan sampah organik, serta masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui analisis situasi, sosialisasi 3R, pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana, pembuatan demplot hidroponik, serta pendampingan kader. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action dan edukasi berbasis komunitas dengan melibatkan unsur PKK, karang taruna, dan perangkat desa. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang pengelolaan sampah, munculnya kebiasaan memilah sampah dari rumah, terbentuknya titik kumpul sampah anorganik yang bernilai jual, serta pemanfaatan kebun hidroponik sebagai media belajar lingkungan dan sumber sayur rumah tangga. Integrasi kedua program mendorong perubahan perilaku yang lebih nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Wening Nur Habibah Alif; Arif Fitra Setyawan; Chandra Yogatama; Dyah Ratna Kusuma Mayang Sari; Muhammad Bhayu Bramantyo +2 more

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Transformasi digital menuntut tenaga pendidik menjadi fasilitator yang adaptif terhadap teknologi. Menghadapi tuntutan tersebut, guru di SMPIP Nihadul Qulub mengalami hambatan kompetensi dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital. Selain itu, kurangnya sumber referensi praktis yang dapat diakses secara mandiri membuat guru kesulitan untuk meningkatkan kompetensi digitalnya di tengah padatnya aktivitas mengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital melalui pelatihan Canva guna merancang media interaktif berbasis web. Diikuti sebanyak 20 guru, kegiatan pengabdian berupa pelatihan ini dilaksanakan secara langsung dan luar jaringan (luring) di SMPIP Nihadul Qulub, Ungaran. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi perencanaan, analisis kebutuhan mitra, implementasi workshop praktik langsung, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 90% guru berhasil mempublikasikan modul ajar interaktif dalam format situs web tanpa keahlian pemrograman. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan peran guru menjadi desainer pengalaman belajar yang kreatif, sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Hermansyah Hermansyah; Mukamat Suyatno

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan Islam yang perlu dikembangkan secara sistematis sejak usia dini. Namun, dalam praktik pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), masih ditemukan permasalahan berupa rendahnya kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketidakseimbangan antara aspek tajwid, makhraj, dan kefasihan bacaan santri. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi metode pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan BTQ santri melalui pendampingan berbasis integrasi metode imla’ dan talaqqi di TPQ Nurul Huda Sentani Jayapura. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain library research yang didukung oleh data lapangan kegiatan pengabdian. Proses pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan aplikatif melalui tahapan pembelajaran membaca (talaqqi), menulis (imla’), serta penguatan melalui muroja’ah terjadwal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan santri pada berbagai aspek. Pada aspek kelancaran membaca dan hafalan, lima santri memperoleh nilai 5, empat santri nilai 4, dan enam santri nilai 3. Pada aspek tajwid, empat santri mencapai nilai 5, enam santri nilai 4, dan lima santri nilai 3. Sementara itu, pada aspek kefasihan bacaan, sembilan santri mencapai nilai 5. Secara umum, penerapan metode imla’ dan talaqqi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca, menulis huruf hijaiyah, serta ketepatan makhraj dan tajwid santri. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi metode imla’ dan talaqqi efektif dalam meningkatkan kemampuan BTQ santri, serta berdampak positif terhadap motivasi, kedisiplinan, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran BTQ di TPQ, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber belajar.  

Muhammad Ulil Fadhli; Evi Aulia Rachma; Yayuk Chayatun Machsunah

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The advancement of digital technology has triggered a transformation in the teaching and learning process, including in the teaching of Economics at the senior high school level. Social media, which initially served merely as a communication tool, is now utilized as an interactive and easily accessible alternative learning resource. This study aims to describe how social media is used in the Economics learning process at SMA Panca Marga Lamongan and to identify its benefits and challenges. The research employed a qualitative descriptive method with purposive sampling, involving one Economics teacher and eleventh-grade social science students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then processed and examined using the Miles, Huberman, and Saldaña analysis model. The findings show that social media platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok enhance students’ understanding of economic concepts in a more contextual and visual manner, as well as foster learning independence and participation. However, challenges include difficulties in filtering credible information and the potential for distraction when usage is not well-controlled. Thus, social media can serve as an effective learning resource when supported by strong digital literacy, clear teacher guidance, and proper management of its use.

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Izzatunnisa, Ilma; agus wahyudi, Sigit; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter pendidikan yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, pemanfaatan media digital, dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Kasih dapat saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menerapkan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan berbagai sumber akademik yang membahas tentang nilai toleransi, pendidikan multikultural, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan pedagogi berbasis kasih sayang dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keberagaman dapat membangun rasa saling menghormati antar siswa. Di sisi lain, media digital berperan penting dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Lebih lanjut, Kurikulum Berbasis Cinta memperkaya pendidikan dengan memperkuat aspek spiritual, emosional, dan moral, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas hasil akademik saja. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bersahabat, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya saat ini.

Nisa Audina Agustina; Rida Nazmi Farhani; Yona Wahyuningsih

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Social Studies (IPS) learning in elementary schools plays a crucial role in fostering students’ social awareness, which includes understanding social values, developing empathy, and participating responsibly in community life. However, in practice, Social Studies learning often remains theoretical and textbook-centered, making students’ learning experiences less meaningful and disconnected from real-life contexts. To address this issue, utilizing the surrounding environment as a learning resource offers an effective alternative by bringing real social situations into the learning process. This study aims to analyze the concepts, implementation, and impact of environmental utilization on enhancing elementary students’ social awareness. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method by reviewing relevant scholarly articles obtained from national and international databases such as Garuda, Google Scholar, and ScienceDirect, using the keywords “environment as a learning resource in Social Studies” and “students’ social awareness.” The findings reveal that the use of the surrounding environment as a learning resource promotes students’ critical thinking, empathy, and social concern through contextual and participatory learning experiences. Moreover, teachers play a pivotal role in designing project-based and field-observation activities that strengthen the internalization of social values. Therefore, Social Studies learning that integrates environmental resources is proven to be effective in shaping students’ social character from an early age and supports the realization of holistic, active, and life-oriented education.  

Aisah Sulaiman; Nur Chotimah; Rusli Hereng

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to determine the benefits of the internet as a learning resource for students in the Economics Education Study Program at Mahammadiyah University Maumere. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. This study provides an accurate description and explanation of the conditions or phenomena encountered. Data collection techniques include observation, interviews, documentation, and triangulation. The research subjects are 12 students from the 2021 cohort of the Economics Education Program. The utilization of the internet as a learning resource for students in the Economics Education Program at Muhammadiyah University of Maumere plays a significant role because the internet provides easy and quick access to various information such as learning materials, scientific journals, e-books, educational videos, and relevant and supportive resources. This enables students to access the latest information and a variety of up-to-date topics. The research findings indicate that economics education students at Muhammadiyah University of Maumere actively utilize the internet to search for references, access e-books, journals, educational videos, and participate in online discussions. The use of platforms such as Google, YouTube, TikTok, and AI tools like ChatGPT aids in understanding course materials. Despite network challenges, students seek solutions by relocating or using the campus network. They tend to choose reliable learning sources, reflecting strong digital literacy skills. Overall, the use of the internet enhances students' motivation and academic performance, leading to improved outcomes

Iwing Ade Miranda; Ribut Prastiwi Sriwijayanti; Ani Anjarwati

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The purpose of this study was to understand the impact of using the digital educational tool Educaplay on student learning outcomes, specifically in learning the concept of energy sources and their transformations in third-grade students at Brumbungan Lor Elementary School. The main question examined was whether the use of this interactive platform significantly impacts student learning outcomes. The method used was a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The subjects were all 17 third-grade students at Brumbungan Lor Elementary School. The research instrument consisted of a pretest and a posttest, consisting of 15 multiple-choice questions structured according to basic competencies regarding energy sources and their transformations. Data were analyzed using a paired sample t-test. The analysis showed a two-tailed significance value of 0.000, less than 0.05. This finding indicates that the null hypothesis (H0), which states there is no difference in learning outcomes before and after the treatment, is rejected. Conversely, the alternative hypothesis (H1), which states there is a significant difference after the treatment, is accepted. Thus, the study proves that the interactive learning media Educaplay has a significant impact on improving student learning outcomes. Students experienced improved understanding and academic achievement after participating in learning using this media. This demonstrates that technology integration, specifically Educaplay, can create engaging, interactive learning experiences and motivate students to be more active in the learning process. The final results of the study confirm that Educaplay is a suitable alternative learning media for improving student academic achievement. Therefore, educators and teachers are encouraged to utilize it as part of their learning strategies to support improved student learning outcomes.  

Annisa Sulistiyaningrum; Muhammad Maulidin Khair; Ali Iskandar Zulkarnain; Aghnaita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mengajarkan etika dan moral kepada anak sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter mereka agar menjadi individu yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain. Anak-anak belajar melalui lingkungan sekitar mereka, baik di rumah, sekolah, maupun dalam interaksi sosial sehari-hari. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu menggunakan strategi kreatif untuk menanamkan nilai-nilai etika dan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis berbagai sumber tentang pendidikan etika dan moral pada anak. Beberapa strategi efektif yang dapat digunakan antara lain memberikan keteladanan, membiasakan anak dengan perilaku baik, menggunakan cerita untuk mengajarkan nilai moral, serta melibatkan anak dalam kegiatan interaktif dan teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat memahami perbedaan antara perilaku baik dan buruk, serta membangun sikap yang sesuai dengan norma sosial. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Teaching ethics and morals to children from an early age is essential to shape their character to become honest, responsible, and caring individuals for others. Children learn through their environment, whether at home, school, or in everyday social interactions. Therefore, parents and teachers need to use creative strategies to instill ethical and moral values. This study uses a qualitative method with a literature study to analyze various sources about ethical and moral education in children. Some effective strategies that can be used include setting an example, accustoming children to good behavior, using stories to teach moral values, and involving children in interactive and technological activities. With the right approach, children can understand the difference between good and bad behavior, as well as build attitudes that conform to social norms. The hope is that they will grow into individuals with integrity, responsibility, and concern for others.  

Sofie Baetillah Sidkiyah; Irvan Iswandi; Iis Susiawati

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Arabic language proficiency, a key element in Islamic religious education, requires adequate learning resources. One innovation that contributes to the learning process is the use of a digital Arabic-Indonesian dictionary. This study aims to identify the extent to which students utilize digital dictionaries and their impact on Arabic language learning. The study used a descriptive qualitative approach through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Participants included students enrolled in the Arabic Language Education study program from the 2010 intake, lecturers teaching Arabic, and data on the use of digital dictionary applications. The study findings indicate that most students prefer using digital dictionaries due to their ease of access and comprehensive features, such as instant word search and examples of word usage in context. Students perceive digital dictionaries as more practical and efficient, especially for quickly searching for word meanings, which is very helpful in the intensive Arabic language learning process. However, several obstacles also arise, including low digital literacy among some students and limited internet access in some locations. On the other hand, lecturers at the Al-Zaytun Islamic Institute in Indonesia continue to encourage the use of printed dictionaries to train students' accuracy in searching for meanings, especially so that they do not rely solely on technology. Overall, the use of digital dictionaries has been proven to positively contribute to improving Arabic comprehension and sentence structure, making them an effective and relevant alternative learning resource in the digital age. The use of digital Arabic-Indonesian dictionaries also makes it easier for students to learn technical terms frequently used in academic and religious texts.

Indrawati Indrawati; Supardi Supardi

Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This study aims to describe the utilization of the surrounding environment (compost) as a learning resource in the subject of science for grade III at MIN 21 Jakarta TimurDistrict. The researcher used a qualitative method with a descriptive approach. The researcher collected data through observation, interviews and documentation related to the utilization of organic waste as a learning resource or learning media conducted with grade III teachers at MIN 21 Jakarta TimurDistrict. The results of the study showed that the utilization of the surrounding environment (compost) namely the use of compost as a learning resource can improve students' process skills in science subjects. Through the utilization of compost, students are more active in learning outdoors because it is more fun, students can also see directly what is being learned if they use real sources that are in the school environment. It is important to remember that students' learning preferences and levels of understanding can vary. Some students may be more responsive to this learning method, while others may need a different learning approach. Here are some recommendations for the utilization of the surrounding environment (compost) as a learning resource in science subjects, namely about the benefits of compost and experiments in making compost.

Sakiah Sakiah; Syamsiah Depalina

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Early childhood children have a very high curiosity about the world around them. The most effective learning process for them is through direct experience and interaction with the environment. Unfortunately, language learning activities in kindergartens (TK) are often limited to indoor activities, such as reading books or playing word cards. In fact, nature and the environment around the school offer unlimited resources to stimulate children's language development holistically. This research provides an innovative approach to language learning, namely by utilizing natural media in the school environment5. The main goal is to test the effectiveness of nature exploration activities in enriching vocabulary, improving descriptive skills, and encouraging verbal expression in early childhood.

Nur Oktavia, Bella; Sutoyo, Sutoyo; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini: 1) Untuk menganalisis game edukasi "KARISMA" dalam pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024 / 2025. 2)  Untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta dalam penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran pada tahun ajaran  tahun ajaran 2024 / 2025. Bentuk  penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini melibatkan guru PPKn kelas VIII dan siswa kelas VIII. Sumber data yang digunakan sumber primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskripsif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Game edukasi "KARISMA" memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter Merdeka Belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2024/2025. Game ini dirancang untuk menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka Belajar. 2)  Persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta terhadap penggunaan game edukasi "KARISMA" dalam pembelajaran cenderung positif. Persepsi siswa pada game ini sebagai media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Game "KARISMA" tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif, kreatif, dan mandiri dalam belajar. Kata Kunci : Persepsi, Game Edukasi, “KARISMA”     The objectives of this study were: 1) To analyze the educational game "KARISMA" in the developing Merdeka Belajar characters in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. 2) To describe the perceptions of class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the use of the educational game "KARISMA" in the 2024/2025 academic year. This research method is qualitative descriptive. The subjects of this study were civics teachers in grade and students in grade VIII. The data sources used are primary sources and secondary data sources. Data collection techniques used were through observation, interviews, documentation. Data validity testing was carried out using source triangulation and methods triangulation. The data in this study were analyzed using qualitative descriptive techniques with an interactive analysis model. The results of this study  could be e concluded: 1) The educational game "KARISMA" has a positive contribution to the development of the Merdeka Belajar character in students in class VIII students of SMP Negeri 18 Surakarta in the 2024/2025 academic year. This game is designed to apply  character values ​​in accordance with the Profil Pelajar Pancasila which was in accordance  with the principles of the Merdeka Belajar Curriculum. 2) The perception of students in class VIII towards the use of the educational game "KARISMA" in tended to be positive. The Students' perceptions of this game as an innovative, interesting, and relevant learning media to students' needs. The "KARISMA" game not only improves students' understanding of the learning material, but also motivates them to be more active, creative, and independent in learning. Keywords: Perception, Educational Game, "KARISMA"

Widiastuti, Heni Delia Putri; Trisiana, Anita; Farida Sari, Ama

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Karakter dalam meningkatkan karakter tanggung jawab pada pembelajaran PPKn melalui Proyek P5 pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 18 Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru PPKn kelas 7 dan siswa kelas 7 di SMP Negeri 18 Surakarta. Dalam pengumpulan data, peneliti menerapkan beberapa teknik, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan kevalidan data digunakan triangulasi, baik sumber maupun teknik. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Penguatan karakter tanggung jawab dalam pembelajaran PPKn melalui P5 dilakukan dengan tugas proyek kelompok karena mendorong siswa menyelesaikan tugasnya masing-masing. 2) hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, kurangya tanggung jawab siswa, rendahnya motivasi pribadi, dan pengaruh lingkungan. 3) solusinya, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kondusif, memberikan tugas menantang, umpan balik positif dan reward untuk memotivasi siswa agar lebih bertanggung jawab. Kata Kunci : Karakter Tanggung Jawab, Proyek Profil Pelajar Pancasila, Implementasi.

Meifa Taskia Efendy; Najwa Naumira Hasibuan; Rendy Ardiansyah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The selection of learning media and resources is an important aspect of the learning process. Learning media helps to convey material in a more engaging and effective way, while learning resources include a variety of references that support learning activities, such as human, print, visual, and audio-visual materials. The selection of media must be adjusted to the learning objectives, student characteristics, and availability of facilities. Learning resources, on the other hand, must meet the criteria of economy, practical, easy to obtain, flexible, and can motivate and support the learning process. By choosing the right learning media and resources, learning becomes more effective, engaging, and relevant for students. The method used by the researcher is qualitative research. And the data obtained were analyzed using the literature study method.

Lili Kurniasih; Mitta Pebri; Nursakinah Lubis

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

One of the effective learning methods is the development of media and learning resources. The use of interesting and appropriate media for children in MI/SD is very important because children tend to learn through visuals and audio. Learning resources and learning media are very important to increase student motivation, make learning easier to understand, and make learning active and fun. Using a literature study methodology, this study investigates the ideas, roles, and importance of media and learning resources in the learning process. The results show how important the role of teachers is in selecting and developing learning media, as well as how important it is to manage a learning resource center to ensure high-quality basic education.

Adhea Maylila Nastiti; Dita Hendriani

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This research is motivated by the challenges in history learning which tend to be conventional and less interesting so that it has an impact on students' low understanding of history material. The use of digital technology through a virtual tour of the museum is an innovative alternative to present a more interactive and contextual learning experience. Wajakensis Museum as a regional museum with a collection of historical artifacts in Tulungagung has great potential as a learning resource rich in historical and cultural values. The purpose of this study was to determine the effectiveness of utilizing the virtual tour of the Wajakensis Museum in improving students' understanding in history learning for class X SMAN 1 Kauman Tulungagung. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the Wajakensis Museum virtual tour is effective in improving students' understanding of historical material by providing a more interesting, visual, and interactive learning experience. In addition, the use of virtual tours also increases student enthusiasm and participation during the learning process. Teachers and students stated that this media provides ease and efficiency of learning, especially in conditions of limited access to physical museums. The implications of this study indicate that the integration of technology in history learning can be a solution to improve the quality of history education and significantly enrich students' learning experiences.

Putri Regina Gumalangit; Melizubaida Mahmud; Aqi Bahsoan; Sudirman Sudirman; Roy Hasiru

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This research aims to determine the effect of using internet media as a learning resource on students' learning interest in the Economics subject in Grade XI at SMA Negeri 1 Gorontalo. Thus research employs a survey method using questionnaires as the data collection instrument. The population consisted of Grade XI students, and a sample of 74 students was randomly selected using random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, classical assumption tests, and simple linear regression analysis. The results indicate a positive and significant effect of using internet media on students' learning interest in Economics for Grade XI students at SMA Negeri 1 Gorontalo. The findings are expressed in the linear equation Ý = 29.653 + 0.495X. The Y variable (Learning Interest) is valued at 29.653 when the X variable (Internet Media) is 0 or absent. For every 1% increase in the X variable (Internet Media), the Y variable (Learning Interest) increases by 0.495. The t-test analysis indicates a positive and significant effect of using internet media as a learning resource on students' learning interest, with a t-count of 9.588 > t-table value of 1,922 and a significance level of 0.000<0.05.