Publication Search

59,550 articles from 476 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 47

Analytics

Rizky Handayani Pasaribu; Refnita Refnita; Liza Efriyanti

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemanfaatan media pemberlajaran memiliki pengaruh yang besar terhadap kemauan para siswa dan siswi dalam belajar. Powtoon merupakan aplikasi web yang bisa dibuka siapa saja, aplikasi ini bisa digunakan untuk membuat media pembelajaran dikarenakan didalamnya banyak fitur-fitur yang yang membantu dalam membuat media pembelajaran seperti fitur animasi dan lainnya yang bisa di gunakan dengan mudah. Pemasalahan yang muncul adalah apakah media pembelajaran berbasis web ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Informatika kelas VII pada SMP Negeri 2 Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dan berdasarkan penetitian dengan cara menyebar angket penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan powtoon dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.  

Sylviana Stefanie

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mengingat pendidikan karakter akan berjalan dengan baik jika sistem pendidikan nasional mendapat dukungan yang baik, maka nilai-nilai dalam pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara berbeda berdasarkan metode pengajaran guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi guru bahasa Inggris SMP dan SMA dalam menyampaikan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya di sebuah sekolah swasta di wilayah Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui kuesioner, wawancara dalam pengumpulan data, penelitian ini menghasilkan bahwa sebagian besar guru di sekolah menengah telah menerapkan pembentukan nilai karakter dalam cara mereka mengajar, dalam berbagai kegiatan di kelas. Kesimpulannya, meskipun implementasi dari implementasi character building bisa berbeda-beda untuk setiap guru bahasa Inggris, dan kemajuannya tidak dapat diketahui secara instan, upaya tersebut telah dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, guru harus terus-menerus mengubah cara mengajarnya agar siswa tidak benar-benar “sadar” bahwa karakter mereka dibangun secara singkat, dan mengabaikannya sebagai pendidikan nilai yang diacu.

Saskia, Annisa; Ulva Rahmi; Murmahdi Murmahdi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode pembelajaran adalah proses untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Macam-macam metode pembelajaran itu banyak salah satunya yaitu metode demonstrasi. Pentingnya metode demonstrasi diterapkan dalam pendidikan agama islam, karena metode ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman anak didik materi pernikahan kelas XII di SMP Negeri 1 Kec Payakumbuh. Dengan dilaksanakannya metode demonstrasi ini diharapkan bagi pendidik berperan sebagai penggerak dan juga pembimbing. Dan anak didik sebagai penerima dan juga dibimbing.  Penelitian ini bertujuan supaya apakah menggunakan metode demonstrasi ini bisa meningkatkan hasil belajar PAI materi pernikahan pada anak didik kelas XII di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh . dalam penelitian ini menggunakan penelitian PTK yang mana mengguakan 2 siklus da nada 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh dengan jumlah 34 orang siswa. Memperoleh data dari hasil tes, hasil pengamatan pelaksanaan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode demonstrasi ini pemahaman anak didik mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2. Rata-rata penilaian yang diperoleh siklus 1 70,17, siklus 2 80,23. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa metode demonstrasi ini bisa dibuktikan bahwa pemahaman anak didik meningkat setelah menerapkan metode demonstrasi yang terjadi di siklus 1 dan siklus 2.

Winda Rahmasari Pangaribuan; Katrina Samosir

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian yang bersifat kepustakaan. Metode studi kepustakaan atau studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka,membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Hasil temuan kepustakaan menunjukan adanya peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Hal tersebut dilihat dari hasil penelitian beberapa sumber data dalam penelitian ini.

Yusnia Istikamah; Iltvia Iltvia; Rosnidar Rosnidar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mengetahui hubungan self-efficacy dengan hasil belajar metematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ampek Angkek. Populasi berasal dari siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ampek Angkek dan diperoleh danpel sebanyak 31 siswa. Data diperoleh dengan mengumpulkan data dari kuesioner atau angket  tentang self-efficacy dan nilai HPTS untuk hasil belajar matematika siswa. Analisis data menggunakan uji asumsi, uji normalitas, uji linieritas dan uji korelasi Pearson Product Moment. Data analisis menggunakan teknik analisis tersebut menghasilkan ” self-efficacy berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa”. Menghasilkan kor  r = 0,528 dan p = 0,002 < 5%. Nilai dari self-efficacy 54% yang diperoleh dari 17 siswa  dengan kriteria “sangat kuat”, dan  hasil akademik dalam matapelajaran  matematika “sangat tinggi” dengan persentase 65% dari 20 siswa.

Riska Nurjannah; Yeni Afrida; Yuniarti Yuniarti

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Confidence is a deep belief that a person has about all the abilities he has and is aware of his shortcomings and is able to do something useful for himself and others. This study aims to find out how the role of the counselor in increasing the confidence of students of SMP Negeri 2 Bukittinggi in carrying out the learning process and in students' daily behavior. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The variables used are Student Confidence and the Counselor's Role. The technique used is non-test instrumentation in the form of interviews and observations. The key informants are counselors and student support informants. The results show that most of the students at SMPN 2 Bukittinggi are able to develop their self-confidence as best they can, such as being able to ask questions when they don't understand something and even being able to display their talents and interests according to the field at the school, but sometimes there are also students who are shy and are afraid to ask about something they don't know, the counselor's role here is to provide solutions for students who are unable to develop themselves properly to be able to develop the potential and problems students face everyday. It turns out that not only that, but students also use a lot of self-confidence in terms of doing bad things, which means that students use too much time just for promiscuity, so this can trigger students' self-confidence during the learning process. Not spared from the increasingly sophisticated technology used, most students use it in terms of seeking entertainment and being narcissistic in cyberspace so that this can result in low student motivation during the learning process.

Wasilah Wasilah; Siminto Siminto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter semakin mendapatkan prioritas dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah no 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab sekolah untuk memperkuat karakter siswa (Pasal 1 PP no.87/2017). Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah yang merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan guru, sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala sekolah (Pasal 6 ayat 3,4,5 PP 87/2017). Sesuai arahan presiden Joko Widodo bahwa pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan, untuk Sekolah Dasar sebesar 70 persen sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama sebesar 60 persen. Ketertarikan peneliti untuk mengkaji pendidikan karakter didasari oleh adanya penurunan karakter siswa kelas tinggi dibanding karakter siswa kelas rendah. Fokus kajian utama penelitian ini adalah manajemen penguatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kajian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan.  Hasil penelitiannya bahwa pertama, Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar telah dilaksanakan dengan baik melalui penyusunan tujuan, strategi dan pemetaan kebijakan serta pemetaan prosedur dan penyempurnaan program menggunanakan rancangan RPP dan silabus; kedua, pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar berjalan dengan baik melalui kegiatan kegiatan bersifat religius, penanaman nasionalisme, peduli sosial dan kepedulian terhadap lingkungan; ketiga, evaluasi Perencanaan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP IT Al-Manar Bun Kobar  melalui kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan melaksanakan refleksi, analisis dan rencana tindak lanjut berbasis pendidikan kewarganegaraan.

Dirga Walingkas; Jhon R. Wenas; Victor R. Sulangi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam pembelajaran matematika khususnya materi himpunan siswa sering melakukan berbagai kesalahan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal terkait materi himpunan. Jenis kesalahan yang difokuskan pada penelitian ini adalah kesalahan dalam memahami masalah, Menyusun rencana pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi yang diperoleh. Penelitian itu tergolong penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi sebayak 20 siswa, dan diambil sampel 3 orang dan dijadikan sebagai subjek penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan Masalah pada pokok bahasan himpunan yaitu: (a) kesalahan dalam memahami masalah yaitu 60% (b) Kesalahan menyusun rencana yaitu 61% (c) kesalahan melaksanakan rencana yaitu 52% (d) Kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yang diperoleh 52%.

Oktavia Adela Lumandung; Jhon R. Wenas; Anetha L. F. Tilaar

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi SPLDV. Penelitian ini mengambil subjek kelas VIII SMP Negeri 2 Tatoareng yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Kemudian data dikumpul berdasarkan hasil tes akhir setelah perlakuan diberikan pada subjek penelitian. Penelitian ini juga melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dimana didapatkan hasil yang data yang normal dan homogen, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil diperoleh bahwa t-hitung = 1,941 dan t-tabel = 1,710 dengan taraf nyata yang digunakan adalah 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional, sehingga model make a match cocok untuk digunakan dalam pembelajaran SPLDV

Fiorentina D. C. Runturambi; Jhon R. Wenas; Derel F. Kaunang

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa SMP Negeri 6 Tondano dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat berdasarkan Taksonomi Solo. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yang diikuti oleh 20 orang siswa dan dilakukan wawancara terhadap 5 orang siswa untuk mewakili setiap tahapan jawaban tes siswa berdasarkan Taksonomi Solo.. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah persentase tahapan Prastruktural sebesar 10%; persentase tahapan Unistruktural sebesar 10%; persentase tahapan Multistruktural sebesar 55%; persentase tahapan Rasional sebesar 20%; dan persentase tahapan Exented Abstract sebesar 5%. Dimana kesalahan yang paling dominan dilakukan oleh siswa dibanding dengan lainya termasuk dalam tahapan Multistruktural yakni 55%.

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.  

Satriadi Satriadi; Ranti Utami; Agus Tina; Kinanti Rahmadhani; Mohammad Hammam +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini mereka mengalami perubahan baik secara fisik ataupun pola pikir. Para remaja menjadi lebih aktif apalagi terkait dengan perkembangan teknologi. Namun disini, pemanfaatan mereka akan teknologi hanya sebatas untuk hiburan seperti bermain game, menonton video dan lain sebagainya. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk membantu remaja khususnya remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring agar lebih berkreativitas dalam berkarya melalui pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dengan sasarannya adalah remaja yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Melayu Kota Piring serta siswa-siswi SMPN 2 Tanjungpinang yang berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan ini yakni meningkatnya kreatvitas dan pola pikir remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring dalam hal menjadi seorang influencer. Terlebih lagi sulitnya lapangan kerja pada masa sekarang memaksa kita untuk bisa dalam berbagai hal dan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan. Melalui kegiatan ini remaja juga sekaligus diajarkan untuk menjadi wirausaha dan bahkan bisa membuka peluang untuk lapangan pekerjaan.

Riska Oktavia Lurina

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan di Indonesia. Bahasa Indonesia bertujuan untuk mempersatukan dan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi antarsuku daerah, karena di Indonesia memiliki banyak ragam bahasa yang berbeda. Oleh karena itu bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Bahasa juga merupakan alat penghubung bagi kita dalam kegiatan sehari-hari. Karena manusia termasuk makhluk sosial yang selalu berkomunikasi dengan makhluk sosial lainnya. Saat ini di era modern yang perkembangan teknologi informasinya sangat luas kita bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Adanya Media Sosial yang cepat merambah ke seluruh pelosok negeri maka menambah cepat pula penggunaan bahasa-bahasa gaul di kalangan remaja. tidak terkecuali siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kutawaringin yang berada di lingkungan pegunungan. Bahasa Gaul ini ternyata tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan bisa dikatakan sebuah anomali Bahasa.

Nonalisa Nonalisa; Darul Ilmi; Supriadi Supriadi; Jasmienti Jasmienti

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan hasil belajar PAI peserta didik kelas VII melalui model discovery learning dan problem solving di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Suliki, serta untuk mengetahui pemilihan model yang sesuai pada materi Sholat Jama’ dan Shalat Qasar. Populasi penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas VII, dan sampelnya juga di ambil dari keseluruhan populasi. Sehingga diperoleh 2 kelas sampel, yaitu kelas VII.1 (model discovery learning) dan VII.2 (model problem solving).. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar PAI Peserta didik kelas VII UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Suliki yang menggunakan model pembelajaran discovery learning yang terbanyak diperoleh oleh siswa siswa pada rentang nilai 77 sampai dengan 85 dengan frekuensi 9. Sedangkan yang menggunakan model pembelajaran problem solving dapat disimpulkan bahwa nilai yang terbanyak diperoleh oleh siswa siswa pada rentang nilai 55 sampai dengan 64 dengan frekuensi 7. Model discovery learning dan problem solving terdapat perbandingan hasil belajar dan juga dapat meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil analisis uji thitung. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 2,025 dan ttabel = 2,022. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PAI peserta didik menggunakan model discovery learning dengan menggunakan model problem solving.  

Ummul Khairina; Darul Ilmi; Khairuddin Khairuddin; Jasmienti Jasmienti

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan metode, media dan sumber belajar agar terciptanya situasi belajar yang efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Metode yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media yang digunakan oleh guru PAI di SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah dengan menggunakan papan tulis dan canva. Sember belajar yang digunakan oleh guru PAI SMPN 1 Kecamatan Suliki adalah bahan ajar yang dibuat oleh guru PAI itu sendiri, LKS, dan buku paket yang dipinjam diperpustakaan. Adapun faktor pendukung kreativitas guru PAI dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang efektif pada kelas VII di SMPN 1 Kecamatan Suliki yaitu, sarana dan prasarana yang lengkap dari sekolah seperti sekolah menyediakan wifi, labor, infokus, dan mushala. Faktor penghambat kreativitas guru PAI adalah datang dari guru seperti,  bagaimana guru itu bertanggung jawab kepada peserta didiknya dan faktor penghambat kreativitas guru bisa juga dating dari siswa seperti kemampuan siwa yang berbeda-beda dalam menrima pembelajaran yang diajarakan oleh guru.

Arina Israni

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Based on the researcher's experience while teaching in Class IX.E SMP Negeri 3 Pasarkemis that some Class IX.E students did not follow the lesson well during Indonesian language lessons. The learning process is less effective due to the lack of student activity to read Indonesian language lesson material, the lack of student activity in expressing opinions during the lesson. Lack of student activity answering questions from the teacher. Lack of interest in students to take part in Indonesian language lessons. So that many students divert attention, such as chatting with their classmates, drawing, not enthusiastic when listening to the teacher explaining the lesson. This is caused by the teacher's model or way of explaining lessons that are too monotonous so that students pay less attention to the teacher during the lesson, and the learning process will not go well.

Zem Santo; Angla F. Sauhenda; Santy Monika; Wahyuniar Wahyuniar

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita singkat dengan menggunakan media audio visual untuk siswa kelas VIII SMP YPPGI Geradus Adii Merauke. Oleh karena permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni perlu meningkatkan keterampilan bercerita singkat menggunakan media. Informasi tentang kondisi mitra menunjukkan adanya permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Media diharapkan mampu menjadi solusi terhadap kemampuan bercerita siswa. Metode pengabdian ini menggunakan pelatihan, penerapan, dan pendampingan. Peserta pelatihan adalah siswa kelas VIII SMP YPPGI Geradus Adii Merauke dengan jumlah 12 orang. Hasil kegiatan pengabdian berupa observasi kelas selama penerapan berlangsung, kemampuan siswa meningkat dalam bercerita singkat. Indikator dari peningkatan kemampuan ini adalah mayoritas siswa tidak lagi melakukan kesalahan dalam bercerita singkat.

Muhammad Resky; M. Syakhil Afkar R; Catur Febri Nusahid; Lusiana Lusiana; Yayat Suharyat

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The religious, cultural, and ethnic diversity of Indonesia is well-known. Differences in understanding, nationality, and religion are frequently the primary causes of existing difficulties, to name just a few. This study sought to ascertain the relationship between eighth-grade students at SMP Royal Wells Middle School's knowledge and understanding of Islam and the Pancasila ideals. This study used a quantitative research method using a correlational approach. Understanding of Pancasila values is variable Y in this study, while Islamic religious knowledge is variable X. The population of this study consisted of 20 students, and the method of data collection used in it was distributing a questionnaire to eighth-graders at Royal Wells Middle School. The findings revealed a moderate link between Pancasila ideals and knowledge and understanding of Islam. Students can thus use the information on religious values and Pancasila both in the context of the classroom and in the community.  

Herry Yoram Mende; Jorry F. Monoarfa; Oltje T. Sambuaga

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian dimaksudkan guna melihat perbedaan hasil rata-rata belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan model pembelajaran langsung pada materi Lingkaran. Subjek yang dipergunakan merupakan kelas VIII SMP Negeri 3 Tomohon semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang meliputi satu kelas eksperimen yakni kelas VIII.4 (model pembelajaran Contextual Teaching and Learning) serta satu kelas kontrol yaitu kelas VIII.5 (model pembelajaran langsung). Data diambil dari hasil belajar siswa melalui tes sesudah diberi perlakuan. Hasil post-test pada kelas eksperimen dengan hasil x̅1 = 69,4667 dan hasil post-test pada kelas kontrol dengan hasil x̅2 = 59,6923. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t untuk taraf nyata 0,05 menunjukkan nilai thitung = 2,116066 > ttabel = 2,052385 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa pada model pembelajaran Contextual Teaching and Learning masih lebih baik dibanding pada model pembelajaran langsung dalam penerapan pada materi Lingkaran di SMP Negeri 3 Tomohon.

Ai Rosmiati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah penelitian ini adalah "Bagaimanakah penggunaan Bahasa Gaul di whatsapp pada pelajar SMP?” Tujuan dalam penelitian ini adalah Berdasarkan masalah penelitian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Bahasa Gaul di whatsapp pada pelajar SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah Siswa SMP adalah siswa atau siswi yang berusia antara 12-15 tahun dan berjumlah 21 siswa. Waktu dan tempat penelitian ini adalah Perpustakaan dan di rumah karena penelitian ini merupakan penelitian dokumentasi. Instrumen penelitian iniadalah peneliti. Data yang dikumpulkan sesuai dengan data penelitian, peneliti menggunakan alat bantu berupa alat pencatatan atau tabel. Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan informasi atau fakta-fakta yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dengan mengumpulkan bukti penulisan dengan foto. Hasil penelitian ini data penggunaan bahasa gaul ada 3 yaitu kosakata khas, pemendekan kata, dan singkatan.