Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,040 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Debora Simamora; Raikhapoor Raikhapoor; Maria Widiastu

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The aim of this research is to determine the role of knowledge played by Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome students' learning difficulties in class VIII of SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year. The research hypothesis is that the role of Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome the learning difficulties of class VIII students at SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year is > 75% of what was expected. The population is all students in class VIII of SMP Negeri 2 Muara for the 2023/2024 academic year who are Protestant Christians, totaling 102 people. The research sample was determined by random sampling at 35% from 102 people, namely 36 people. This research method is a descriptive quantitative inferential method with a research instrument using a questionnaire. Hypothesis testing using the t test formula obtained a value of tcount=10.576>ttable=2.042. The tcount value is in the curve area of ​​rejection of H0 and acceptance of Ha. Thus, it can be concluded that the accepted research hypothesis is that the role of Christian Religious Education teachers as mentors in efforts to overcome the learning difficulties of class VIII students at SMP Negeri 2 Muara Belajar in 2023/2024 is > 75% of the expected 84.84%. However, there are several teacher roles that must be improved, including: 1) The role of providing reinforcement in the form of enthusiasm, with a value of 3.22. 2) Role in helping students to make good friends with other friends, with a value of 3.08. 3) Role in providing feedback to students who are slow in learning, with a value of 3.19. 4) Role in using media or learning tools, with a value of 3.17. Some of these roles are in the good category and it is hoped that teachers will be able to achieve their achievements so that they become very good.

Dominggus Umbu Dingu; Elisabeth Dethan; Prihadi Kristiyan; Petrus Kefas Loka

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2023 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

In the research, the author found several things that happened, including: how the role of the Religious Education Teacher as a leader in terms of the Heidelberg Catechism week 12 affects students' interest in learning. And how big is Teacher Pak as a Leader in terms of the Heidelberg Catechism week 12 towards students' interest in learning? The aim is to find out the role of Teachers as Leadership in terms of the Heidelberg Catechism week 12 towards students' interest in learning, to find out how big the role of Teachers as Leadership is as a leader. Leadership is reviewed from the 12th week of the Heidelberg Catechism on students' learning interest. PAK Teacher Leadership is a teacher who fears God, understands the truth of God's word, teaches based on God's word, carries out his duties and responsibilities as a teacher, leader and becomes an example for his students. Meanwhile, students' interest in learning is a desire within a person and a desire from outside that can foster a person's interest in learning. Based on the research results, it shows that the role of Religious Education Teachers as a leadership role is very important in increasing students' interest in learning and the level of Religious Education Teachers' role as leadership towards students' interest in learning.               

Hamzah Hamzah; Andi Sugiati; Sitti Fatimah

Journal Innovation in Education (INOVED) 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The purpose of this study was to find out the role of the principal's managerial competence in improving teacher discipline. Factors and factors that hinder and support the principal's managerial competence in improving teacher discipline at SD Inpres Tompotana, Takalar Regency. This research was carried out in Takalar, where it was at SD Inpres Tompotana, Takalar Regency, which took place from May 27 2023 to July 27 2023. The method of collecting data in this study used interviews, documentation and observation. The subjects in this study were school principals and teachers. The results of research conducted by researchers, that the role of the principal in improving teacher discipline, as well as the supporting and inhibiting factors of the Principal's Managerial Competence in Improving Teacher Discipline at SD Inpres Tompotana, Takalar Regency. This is very important for teacher independence through various forms of training, namely with the guidance and motivation of the Principal towards the teacher and also from the awareness of the teacher himself in developing the mandate and responsibility as educators who should be an example, a role model for their students, self-discipline training so that Principals, fellow teachers and students can carry out their obligations wholeheartedly, namely arriving on time, being disciplined from various aspects of the school environment so as to create an effective and time-disciplined school. This research uses qualitative research methods.

Wahyudi, Nur

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam Denpasar yang lingkungan heterogen. Dengan agama mayoritas di tengah umat beragama rawan terjadi gesekan yang menimbulkan suasana tidak kondusif di lingkungan tersebut. Peran kiai sangatlah menentukan. Kiai terjun langsung dalam memberikan dorongan kepada siswa dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini ada dua fokus: 1. Bagaimana peranan kiai dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama di lingkungan pondok pesantren syafa’ah darussalam denpasar tahun pelajaran 2023/2024, 2. Bagaimana hambatan dan solusi dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kiai dalam memimpin masyarakat terdapat tiga strategi utama yakni: memahami kondisi masyarakat, memberikan bantuan, fokus membangun kerukunan. Kiai berperan sebagai suri teladan yang dipercaya untuk membimbing masyarakat sekitar. Kiai juga dipercaya sebagai guru dalam mentransfer pengetahuan tentang  kerukunan di lingkungan masyarakat. Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam ini berhasil menjalankan prinsip-prinsip kerukunan dengan baik. Adapun hambatan, yakni: pengelolaan parkir, kurangnya komunikasi, dan beberapa warga berprasangka negatif. Hambatan-hambatan kecil tersebut dapat diatasi dengan solusi, yakni: memberikan pengertian kepada santri agar tidak menyimpang, pendekatan intensif dengan masyarakat, berpartisipasi aktif kegiatan sosial di masyarakat, berdialog secara langsung dengan masyarakat sekitar.

Fadhilah Hafidz; Ida Farida; Putri Kiki Lestari; Ratna Sari Dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dibuatnya artikel ini memiliki tujuan agar kita bisa tahu bagaimana pentingnya pendidikan karakter dalam menciptakan sekolah berkarater. Dalam menjalankan roda pendidikan, seperti yang diketahui peranan penting, dan tentunya didukung dengan fasilitas guru yang berkompeten juga. Kendala pendidik dalam menciptakan sekolah berkarakter yaitu sekolahnya belum mampu memilih terkait nilai karakter didalam menyesuaikan terhadap visi serta tujuan untuk melakukan berbagai hal yang terbaik, indikator yang representatif, pengembangan atau pembentukan karakter jni penting dan perlu diyakini untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan kembangkan disekolah. Tentunya hambatan ini perlu diselesaikan satu persatu supaya apaa yang mejadi tantangan dan hambatan dalam menciptakan sekolah yang berkarakter ini kedepannya bisa diperbaiki sehingga generasi bangsa ini memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkompeten dalam setiap masing masing bidangnya. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif, data sekunder, data yang diambil berdasarkan studi literatur yang meliputi buku - buku, jurnal - jurnal , makalah-makalah, serta studi literatur - literatur lain yang tentunya membahas mengenai pendidikan karakter. Proses-proses baik itu analisis data-data berupa reduksi data-data serta display data-data, pemverifikasi dan berbagai penarikan kesimpulan-kesimpulan yang tentunya sudah jelas kebenarannya. Berdasarakan data hasil dari penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwasannya pentingnnya pendidikan karakter dalam mengembangkan sekolah berkarakter.

Miranti, Indira Pipit; Cahyani, Arinda Nur; Yuliana, Rini Dwi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Jatisaba memiliki geografis berupa pegunungan dan termasuk Desa yang memiliki lahan hutan yang cukup luas. Wilayah yang termasuk ke dataran tinggi ini sebenarnya memiliki potensial yang tinggi sebagai tempat wisata reiligi tetapi pada dasarnya kualitas promosi dari Desa Jatisaba masih kurang gencar sehingga hal tersebut belum terealisasikan. Hal ini membuktikan bahwa sampai pada saat ini belum ada perkembangan terkait dengan pembangunan tempat wisata religi karena kurangnya sosialisasi. Selain itu potensi yang dimiliki Desa Jatisaba yaitu adanya usaha UMKM berupa Home Made keripik pisang kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang ada di Desa Jatisaba memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu berjalannya proses pemanfaatan dan pembuatan baik keripik pisang. Sehingga mampu mengubah atau membentuk wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad dan kemampuan perilaku berinovasi menjadikan sistem usaha yang maju. Pemilihan desa ditentukan karena adanya permintaan dari perwakilan guru-guru TK dan Paud untuk penyuluhan tentang permasalahan yang belum terselesaikan.

ditasari, anita; Muhayat, Imam; Wahyudi, Nur

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

Profesionalisme guru adalah seorang yang bertugas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, kecakapan kepada peserta didik yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek pribadi. Masalah yang dihadapi di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali yakni kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh seorang guru itu terhambat karena adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali yang memiliki siswa yang prestasi belajarnya cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan profesionalisme guru di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Tahun Pelajaran 2019/2020, dan faktor dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Peranan profesionalisme guru di MI Bina Ihsan Mulia Badung Bali telah terlaksana dengan baik. Walaupun ada faktor yang tidak dijalankan dengan profesional. Faktor dalam meningkatkan mutu pembelajaran ada 2 faktor yaitu pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya adalah faktor internal guru, kurikulum, dan kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah latar belakang pendidikan guru dan ekonomi.

Nugraha, Faizal Alif; Mahrusun, Mahrusun; Dinansyah, Dinansyah

Jurnal Faidatuna 2023 STAI Denpasar Bali

Kepala sekolah merupakan komponen pendidikan yang paling berperan dalam memberikan kebijakan- kebijakan untuk kualitas pendidikan. Usaha peranan dan kebijakan kepala sekolah sangat diperlukan dalam meningkatkan pendidikan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peranan dan kebijkan kepala sekolah dalam meningkatkan pendidikan karakter siswa di SMA Albanna Denpasar, (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat terhadap kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan pendidikan karakter siswa di SMA Albanna Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian ini, penulis menggunakan tiga teknik yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian tersebut adalah (1) Peranan kebijakan kepala sekolah sudah berjalan dengan cukup baik karena berpedoman dengan aturan yang telah ditetapkan oleh yayasan, (2) Faktor pendukung dalam penelitian ini adanya support dan motivasi yayasan, orang tua dan guru serta adanya fasilitas dan lingkungan yang memadai. Adapun faktor penghambatnya yaitu keluarga yang tidak sepenuhnya satu visi dan misi dalam menerapkan pendidikan karakter dirumah, kemudian tidak aktifnya guru bimbingan dan konseling, serta pengaruh negatif teknologi sehingga berdampak pada pergaulan bebas.

Gilang Prayo Setya; Afrinaldi Afrinaldi; Salmi Wati; Wedra Aprison

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This writing is motivated by the phenomenon from the observations in Nagari Mungo that tend to lead to the negative, such as dating behavior that has been done by many students even though they are still at school, fighting behavior that often occurs to solve problems between individuals that should be resolved in a good way and can be  reconcile well.  This is not in accordance with the concept of a spiritual attitude which shows one's thoughts, words, and actions that are always carried out based on divine values ​​or religious teachings.  This study uses a descriptive qualitative approach.  Collecting data in this writing the writer obtained through interviews, observation and documentation.  The data source for this writing uses the key informants of the Akidah Akhlak teacher, and the supporting informants are students.  Data analysis techniques that the authors do are data reduction, data presentation, and conclusions.  Then the data validity technique uses Source Triagulation.  Based on the results of the study, it can be understood that the role of aqidah moral teachers in developing the spiritual attitude of students at the Al Munawwarah Li Binail Ummah Nagari Mungo Foundation, Luak District, 50 Kota District has an important role in developing students' spiritual attitudes, namely as role models, teachers, mentors, and motivators.

Usman Usman

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This study uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, participant observation and documentation. Data were analyzed using an interactive model consisting of collecting data (data collection), reducing data (data reduction), presenting data (data display), and concluding (conclusion). Checking the validity of the data is done by testing the credibility, transferability, dependability, and confirmability. This study also aims to find: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals, (2) What are the driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton, (3) What are the inhibiting factors in fostering student morals in MTs N 1 Central Buton. The results of this study indicate that: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals at MTs N 1 Buton Tengah has shown a good attitude in accordance with Islamic teachings and applies what they get from the explanations given by the teacher at class during the learning process. (2) The driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton are; parental factors and exemplary factors, (3) while the inhibiting factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton namely; different family factors and friend factors.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Elsa Kaniawati; Meisya Edlina Mardani; Shania Nada Lestari; Ulan Nurmilah; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Evaluasi merupakan bagian penting dalam pengembangan media pembelajaran. Apapun jenis media yang dikembangkan perlu di evaluasi dan di nilai terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan secara luas. Jadi maksud dari pada evaluasi tersebut untuk mengetahui apakah media pembelajaran yang dikembangkan tersebut dapat mecapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Hal ini dikarena banyak orang yang berpendapat bahwa sekali mereka membuat media pembelajaran maka searatus persen ditangung baik. Oleh karena itu rumusan masalah secara singkat dari pada kajian ini adalah bagaiamana evaluasi media pembelajaran Mengacu pada permasalahn diatas, kajian ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi media pembelajaran sebagai saran dan prasana pembelajaran yang berkualitas. Metode deskriptif di definisikan sebagai metode yang digunakan untuk menggambar atau menganalisis sesuatu mengenai situasi atau kejadian yang ada.(Sugiyono,2021) Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh mana perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Adapun dalam proses evaluasi media pembelajaran di ukur dari dua aspek, yaitu Sistem pembelajaran hasil peserta didik di buktikan secara empiris Keberhasilan dan kefektifan proses belajar menunjukan bukti banyaknya sumbangan media atau media program. Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. ditentukanEvaluasi media pembelajaran adalah tahapan yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai bentuk komunikasi baik secara visual maupun audio visual. Dan upaya peningkatan pembelajaran yang efektif. Adapun dalam evaluasi pembelajaran ini memilik beberapa fungsi sebagaimana fungsi ini adalah bentuk peranan media dalam pembelajaran diantara nya yaitu : Selain memiliki fungsi media pembelajaran juga memiliki Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. Prosedur evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan terhadap media pembelajaran berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditentukan dalam evaluasi sumatif dan formatif.

Supartha, I Kadek Dwi Gandika; Pramawati, I Dewa Ayu Agung Tantri; Iskandar , Adi Panca Saputra; Andika, I Gede; Ariningsih, Kadek Ayu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Peningkatan kualitas pendidikan guru di bidang IT memegang peranan yang sangat penting, kemampuan guru sangat dituntut untuk mampu memberikan pelajaran disaat pandemi Covid-19 di Indonesia. Menyadari tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam menentukan keberhasilan proses belajar siswa, agar dalam menyampaikan pelajaran lebih efektif dan efisien dalam kondisi pandemi Covid-19 maka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, melakukan observasi untuk mengetahui kondisi penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring pada mitra SDN 7 Kesiman Denpasar Timur. Selanjutnya pada akhir kegiatan pelatihan tim menyebarkan angket untuk mengukur dari 2 indikator yaitu pada indikator 1 penguasaan, penggunaan, dan Google Classroom sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 83% dan tidak bisa sebesar 17%. Dan indikator 2 video sebagai media alternatif pembelajaran memperoleh hasil jawaban bisa sebesar 87% dan tidak bisa sebesar 13%. Hasil tersebut menyatakan bahwa pelatihan yang dilakukan memperoleh respon yang baik dari para Guru di SD Negeri 7 Kesiman.

Durratus Sa’diyah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Lingkungan sekolah memiliki peranan penting dalam pembentukan moral pelajar terlebih lagi pada masa sekarang di mana kemajuan teknologi dan arus globalisasi memicu degradasi moral penerus bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan moral melalui permainan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menemukenali nilai-nilai dalam permainan tradisional yang dapat mengembangkan moral anak. Hasil kajian mengungkap dalam permainan tradisional terkandung nilai-nilai karakter yang teramat strategis bagi penanaman, pembentukan, atau penguatan jati diri anak. Maka dari itu, perkembangan moral diharapkan dapat lebih optimal melalui permainan tradisional yang dipantau oleh guru.