Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 21

Analytics

Miss Fatihah Saman; Mahfud Junaedi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Dalam era post-truth yang ditandai dominasi opini dan emosional atas fakta objektif, generasi muda khususnya anak-anak berisiko kehilangan orientasi moral akibat paparan informasi yang tidak akurat dan manipulatif. Penelitian ini mengkaji urgensi pendidikan agama Islam sebagai benteng nilai dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, sumber-sumber terkait pendidikan Islam, etika, perkembangan anak, serta fenomena post-truth dianalisis secara kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam mampu menanamkan nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan ketakwaan sejak usia dini, melalui pendekatan kontekstual, dialogis, dan berbasis pengalaman. Penggabungan nilai-nilai Islam dalam kurikulum, literasi digital, serta keteladanan dari keluarga dan guru terbukti efektif membentuk karakter anak yang kritis, moral, dan berketahanan spiritual. Selain itu, integrasi etika Islam ke dalam berbagai aspek kehidupan serta peningkatan literasi nilai menjadi strategi penting dalam membentengi anak dari arus informasi hoaks dan relativisme kebenaran. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam bukan hanya relevan tetapi sangat mendesak diterapkan secara sinergis di rumah, sekolah, dan masyarakat guna menjaga integritas moral generasi penerus di era digital.

Nilna Bariroh Hidayah; Siti Halimah; Nur Inayah

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The purpose of this article is to explain how to teach Islamic religious education to young children through play tactics. Play describes a fun activity that can be done with or without tools. To strengthen the facts and information that underlie the discussion, this research uses a literature study approach, namely focusing on collecting, reviewing and evaluating various relevant literature sources. Various ways of using playing tactics and their significance in studying Islam will be discussed in this article. This is intended to help children understand religious concepts. According to research, children can learn Islamic teachings in a more interesting and enjoyable way if they use play techniques. Apart from that, play activities educate moral values, foster social relationships, and shape children's Islamic personalities.

Hana Giri Tri Lathifah; Keisya Putri Ayu Rahmadini; Muhammad Dafid Hermawan; Faris Rasyid; Abdul Fadhil

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This article was created to examine the role of Islamic religious education in forming honest character in early childhood, where when children are still at the age known as the golden age, they tend to learn a lot from what they see and experience. It contains the role of Islam in becoming a forum for instilling and teaching honest character to young children through fun methods by implementing honesty from the holy book Al-Qur'an, hadith, and exemplary stories of the Prophets and Apostles of that era. A long time ago. Later, honest character education through the role of the Islamic religion will influence their character in the future, and what their character, behavior and mindset will be like in the future.

Dina Amanda; Marcelita Nainggolan; Naila Pajira; Nida Afifah; Rifka Sriwilda Manik +2 more

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program manasik haji di TK Swasta Al-Muttaqien menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menilai relevansi, sumber daya, proses, dan dampak program terhadap anak usia dini. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam melalui simulasi ibadah haji yang edukatif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif pada perkembangan spiritual dan karakter Islami anak, seperti kesabaran, kerja sama, dan kepatuhan. Namun, terdapat kendala berupa kurangnya keterlibatan orang tua dan keterbatasan fasilitas pendukung. Implikasi penelitian ini merekomendasikan peningkatan partisipasi orang tua, dukungan yayasan, pengembangan fasilitas, dan inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program manasik haji sebagai sarana pendidikan agama yang efektif bagi anak usia dini.

Muji Agus Sofiyandi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Sehati Kebayan Early Childhood Education (PAUD), Brang Biji Village, Sumbawa Besar is a school that has students from various religions, including; Islam, Christianity and Catholicism. In developing religious aspects, this school emphasizes 2 (two) religious dimensions, namely, firstly, it is very important for young children to be introduced to religion so that children internalize religious values in worship. Second, children are instilled with the attitude of religious tolerance from an early age so that children are accustomed to the attitude of tolerance among their friends even though they have different religions. Based on this brief background, the researcher focused on the research, namely how is the implementation of religious education for early childhood at PAUD Sehati Kebayan Kelahan Brang Biji? This research uses a qualitative research method approach which is directed at field research. The subjects in this research were Islamic, Christian and Catholic religious teachers. Meanwhile, the object of this research is strategies for developing religious worship and religious tolerance. Using interview, observation and documentation techniques. The validity of the data is measured using method and source triangulation techniques. Data analysis was carried out using data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. The results of research on the implementation of religious education in early childhood include 3 (three) implementation activities of religious education, namely 1) routine learning activities, including; praying together with different prayer methods/attitudes but the content of the prayer is general and uses Indonesian, English and Mandarin, 2) integrated learning activities, including; activities to develop cognitive, physical motor, language and arts aspects that are integrated with the development of religious values, and 3) special learning activities, including; faith, prayers/ways of worship, prayers, reading and understanding religious books, religious songs or praises, introducing fasting and introducing days of worship or commemoration days of each religion.

Ariani, Silvia

Pendidikan agama sangat penting di berikan pada anak-anak pada usia dini untuk mengenali agama mereka sendiri. Pendidikan agam merupakan filter untuk segala aspek kehidupan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bercerita sebagai model membangun pendidikan islam untuk anak anak usia dini di RA Babussalam. Metode yang di gunakan ada deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita sangat efektif sebagai tujuan untuk membangun pendidikan islam terhadap anak anak.

RAHMAT NOVRISZA PURNOMO; M. ZAIDAN KAMIL

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

TArtikel ini membahas urgensi pendidikan agama Islam dalam pembelajaran anak usia dini di zaman sekarang. Pendidikan agama Islam merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini, terutama dalam masyarakat yang semakin pluralistik. Artikel ini menguraikan pentingnya pendidikan agama Islam dalam mengembangkan pemahaman, moralitas, dan nilai-nilai Islam pada anak-anak usia dini. Dengan mengintegrasikan pendidikan agama Islam dalam kurikulum pendidikan anak usia dini, kita dapat membantu generasi muda untuk memahami ajaran Islam dengan benar dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan dan peran orang tua serta pendidik dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam secara efektif. Diharapkan artikel ini dapat menjadi panduan bagi mereka yang peduli tentang pembentukan karakter dan moralitas anak-anak di era modern yang semakin kompleks.

Andini Indah Cahyani; Lailani Zahra; Magfirah

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Humans are creatures that always need education so that their lives can run smoothly, especially religious education as a guide to life. This research was conducted qualitatively using library research methods or literature that will be analyzed and concluded. From the results of the literature study, it can be concluded that Islamic religious learning given in childhood is effective and significant with an increase in academic achievement and the process of obtaining parental interviews.

Nor tiara khairunnisa; Najwa udhiyani

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Usia dini merupakan masa emas (golden age) bagi anak- anak, karena pada usia ini anak-anak pertumbuhan dan perkembangan fisik dan menta lyang luar biasa.Pada masa ini juga merupakan periodepembentukan watak, kepribadian dan karakter. Usia dini juga menjadi masa terpenting bagi anak, karena merupakan masa pembentukan kepribadian yang utama. Oleh karena itu penting diberikan pendidikan agama sejak dini. Pentingnya penanaman nilai- nilai agama sejak usia dini agar tercipta manusia yang berakhlak mulia. Pendidikan agama Islam diberikan kepada anak sejak dini melalui  pengenalan-pengenalan terlebih dahulu mengenai ciptaan Allah tentang alam dan seisinya. Kemudian dikenalkan ibadah terutama sholat, wudhu, membaca do'a sehari-hari. Juga diajarkan pembiasaan-pembiasaan yang bernuansa Islami agar terbentuk akhlak karimah.

ANNISA ANGGRAINI; NOOR ANNISA PUTRI; NUR SYIFA LINDA

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Tulisan ini menyajikan pemaparan tentang peran agama Islam pendidikan untuk proses pembentukan karakter religius pada peserta didik. Menjadi yang jelas, pendidikan agama Islam merupakan landasan terpenting itu berasal dari aktualisasi pendidikan karakter. Pendidikan menurut komponen penting, ada juga keyakinan bahwa ada yang efektif asumsi bagi pembentukan karakter peserta didik khususnya pada mewujudkan karakter keagamaan, tidak menafikan komponen-komponennya isinya terkait dengan pendidikan agama islam. Dimana pemegangnya peran minat dalam kehidupan siswa dengan model karakter religius keduanya di dunia dan di akhirat. Pertumbuhan dan perkembangan suatu barang. Identitas diri dapat dimulai dari semangat keagamaan yang tertanam dalam diri siswa. Ini disitulah pengertian pendidikan karakter, maka dari itu Islami materi pendidikan agama yang diajarkan di lingkungan sekolah merupakan salah satu materinya nilai-nilai pendukung yang mendasari pendidikan karakter. Melalui agama Islam pendidikan, peserta didik diajarkan aqidah ketika mereka mampu mengenal unsur agamanya berdasarkan Al-Qur’an atau hadis dalam menggunakan pedoman untuk melindungi diri mereka sendiri dalam hidup. Jadi, tujuan utama agama Islam pendidikan adalah membentuk kepribadian peserta didik dalam bingkai refleksi ketika mereka bersikap dan melakukan pola pikir dalam hidup. Selain itu, nilai keberhasilannya dari berbagai jenis pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah lingkungan dapat ditentukan oleh gejala pembelajaran yang akurat metode yang menarik bagi siswa.

Salsa Magfiroh; Khusnul Hatimah; Alyaa Ibtisamah; Herka

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan pembelajaran agama Islam melalui pendekatan metode kreatif. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yakni dengan melakukan penelitian Kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan bahwa pada umumnya siswa Indonesia adalah kontekstual, juga para siswa sangat beragam baik gaya belajar, minat, dan tingkat motivasinya. Oleh karena itu, perlu ditemukan keefektifan pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman siswa di dalam kelas. Salah satu model pendidikan yang mengasyikkan serta mengaktifkan peserta didik merupakan pembelajaran kreatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: observasi, pemberian tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterlaksanaan pembelajaran Agama Islam di Taman Kanak-kanak menggunakan pendekatan kreatif dapat dikatakan 100% terlaksana. Pembelajaran Agama Islam Melalui Pendekatan Pembelajaran kreatif  ini sangat efektif

Khusnul Hatimah; Salsa Magfiroh; Alyaa Ibtisamah; Herka

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan pembelajaran agama Islam melalui pendekatan metode kreatif. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yakni dengan melakukan penelitian Kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan bahwa pada umumnya siswa Indonesia adalah kontekstual, juga para siswa sangat beragam baik gaya belajar, minat, dan tingkat motivasinya. Oleh karena itu, perlu ditemukan keefektifan pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman siswa di dalam kelas. Salah satu model pendidikan yang mengasyikkan serta mengaktifkan peserta didik merupakan pembelajaran kreatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: observasi, pemberian tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterlaksanaan pembelajaran Agama Islam di Taman Kanak-kanak menggunakan pendekatan kreatif dapat dikatakan 100% terlaksana. Pembelajaran Agama Islam Melalui Pendekatan Pembelajaran kreatif  ini sangat efektif.

Azkia Rahmi; Ainun Jariah; Widea Safitri

Islamic Education Scientific Journal 2023 cv. maryam sejahtera

Nowadays we often hear complaints from parents, teachers and people involved in the world of children, especially those who directly care for small children and even teenagers, many of whom are very difficult to control. Naughty, stubborn, rude or other behavior can disturb public order and harm the child himself. Therefore, religious and moral education is very necessary to help children live in society with akhlakul karimah character. This research uses a literature review or literature review. A literature review is a description of theories, results and other research materials obtained from reference materials as a basis for research activities. Being able to understand ethics and morals is very important to apply to children as early as possible, because ethics is the basic essence of Islamic teachings after faith, science and sharia. The supporting factors in developing children's morals are character factors, family conditions at home, a good environment, and parental attention. Meanwhile, the inhibiting factors are parents' lack of knowledge about the Islamic religion, a social environment that is too free, and limited time with children. The impacts if children are not taught about religion include youth violence, increased bullying, being too free to watch films or dangerous content such as pornography and crime, drugs and promiscuity

Sultan Zainurrahman AR; Akhmad Sabarudinnur; Muhammad Rizky Fadhillah

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 CV. Maryam Sejahtera

  Dalam  pendidikan Islam, pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa),kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa). Aspek pendidikan di PAUD mencakup pengasuhan, pembiasaan, dan pengenalan belajar.Pengasuhan bertujuan untuk menjaga anak dari dampak negatif perbuatan anak, seperti tindakan berbahaya, maupun pelecehan dari orang yang lebih dewasa; baik fisik, oral, maupun psikologis. Pembiasaan  merupakan perangkat adaptasi anak terhadap lingkungan sosialnya, lebih luas dengan hidup dan kehidupan.. Metode Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam perspektif pendidikan Islam sangat bervariasi,diantaranya metode keteladanan, metode pendidikan dengan latihan dan pengamalan, mendidik melalui, permainan, nyanyian dan cerita, mendidik dengan (targhib) dan (tarhib), pujian dan sanjungan, serta menanamkan kebiasaan yang baik.Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut perspektif Islam mencakup prinsip mendahulukan  penanaman aqidah, menuntun dan menuntut aktualisasi ibadah, pembinaan akhlak mulia dan melatih kemandirian serta prinsip keseimbangan antara dunia dan akhirat serta prinsip keseimbangan antara ilmu dan amal.

Cindy Mutiara Wati Mulaicin; Nurvinayani

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 CV. Maryam Sejahtera

Islamic religious education for early childhood is an important aspect in forming the basis of Islamic faith and values ​​at the early development stage. This article reviews Islamic Religious Education material specifically designed for early childhood. Islamic Religious Education material for early childhood includes an understanding of aqidah (beliefs), worship (religious rituals), morals (morals), and stories from Is  lamic history which are conveyed in a way that is easy for children to understand. Interactive learning approaches, such as stories, Islamic songs, and educational games, are used to attract children's attention. This article also highlights the role of teachers in delivering Islamic Religious Education material with sensitivity to the psychological development stages of early childhood. In addition, this article underlines the importance of collaboration between schools and parents to strengthen Islamic religious education at home. Islamic Religious Education material for early childhood is not only about transferring knowledge, but also about forming character and supporting children's spiritual growth. With relevant material and appropriate teaching methods, Islamic Religious Education at an early age can help children understand and internalize Islamic values, helping them grow into faithful and moral individuals.

ANISSA ALYA NABILA; DINA KARIMAH; NURAINA

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 CV. Maryam Sejahtera

Permasalahan karakter pada anak maupun remaja pada saat ini sangat memprihatinkan. dapat mempengaruhi masa depan mereka dan akan melahirkan anak bangsa yang kurang berkarakter, maka sebagai orang dewasa sudah menjadi tugas atau kewajiban untuk membimbing dan membentuk karakter anak sejak dini. Pada memasuki usia sekolah, seorang guru sebagai penegak dan penerus karakter yang telah dibentuk oleh keluarganya, yang memiliki adab, etika, dan kebiasaan yang baik.  Pada anak usia dini merupakan waktu yang tepat untuk memulai pembentukan karakter Islami, karena anak sebagai landasan membentuk kepribadian yang tangguh serta memiliki konsep yang tepat dan tidak berpengaruh pada lingkungan. Tujuan pendidikan karakter untuk membangun nilai-nilai karakter yang terintegrasi dan mengukur berbagai perilaku negatif peserta didik melalui aktivitas pembelajaran di sekolah. Pendidikan berbasis Islam merupakan seorang Guru/Ustad yang meliputi jasmani rohani, dan akal peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam dalam menuju terbentuknya kelurga dan masyarakat Islam. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan cara penelitian kualitatif diskriptif merupakan metode yang menggunakan untuk menemukan pengetahuan terhadap subjek penelitian pada suatu tertentu. Penelitian kualitatif deskriptif berusaha mendiskripsikan seluruh gejala atau keadaan yang ada. kajian literasi yang berkaitan dengan peran guru dalam pendidikan karakter anak usia dini terhadap pandangan Islam. Sampel penelitian ini adalah hasil-hasil penelitian sebelumnya. Dalam Islam, guru sangat di hargai karena berilmu, yaitu orang yang berhak memperoleh derajat kehidupan yang tinggi. Sudut pandang Islam, guru menempati posisi penting dalam membentuk kepribadian Islam yang sejati dalam kaitannya dengan pola pendidikan dan pelatihan guru. Sebagai bagian pendidik karakter, pelatihan untuk melatih peserta didik agar menjadi orang-orang yang beramal saleh berdasarkan nilai agama. Peran guru terhadap anak usia dini dengan cara selalu memberikan contoh yang baik kepada seluruh siswa dimulai dari hal yang kecil, misalnya bersalaman atau mengucapkan salam baik itu dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Raudatussyifa; Haidatun Nisa

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 CV. Maryam Sejahtera

The purpose of this article is to determine the development of emotional changes in early childhood from an Islamic religious perspective. This article was created using the library research research method. Writing data was obtained from research journals, other articles, and research results in other journals. The results of the writing show that. (1) Emotional changes in children occur when they interact with other people and express feelings. (2) Emotional changes in children will continue until they grow up. (3) Emotional development in children is the most appropriate age for stimulation. (4) In the Islamic view, emotional changes can lead to good or bad. (5) In a child's development, namely changes in emotions, parents play an important role in guiding the child and balance it with the teacher.       

Haidatun Nisa; Raudatussyifa

Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 CV. Maryam Sejahtera

The purpose of this article is to determine the development of emotional changes in early childhood from an Islamic religious perspective. This article was created using the library research research method. Writing data was obtained from research journals, other articles, and research results in other journals. The results of the writing show that. (1) Emotional changes in children occur when they interact with other people and express feelings. (2) Emotional changes in children will continue until they grow up. (3) Emotional development in children is the most appropriate age for stimulation. (4) In the Islamic view, emotional changes can lead to good or bad. (5) In a child's development, namely changes in emotions, parents play an important role in guiding the child and balance it with the teacher.

Aiena Kamila

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan agama dan akhlak Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter religius anak sekolah dasar (SD). Artikel ini mengupas tentang pentingnya pendidikan agama dan akhlak Islami sebagai landasan utama dalam membangun karakter beragama pada usia dini. Pendidikan agama Islam membekali anak dengan pemahaman nilai-nilai agama, mengenalkan ajaran agama, dan membentuk rasa ta’at terhadap Tuhan. Sedangkan pendidikan moral membantu anak memahami perbedaan antara benar dan salah, serta mengembangkan sikap baik dan empati terhadap sesama manusia dan lingkungan. Artikel ini membahas berbagai strategi dan pendekatan yang dapat diterapkan dalam mengintegrasikan pendidikan agama dan moral Islam di lingkungan sekolah. Peran guru sebagai role model dan fasilitator dalam membantu anak memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dan moral menjadi fokus utama artikel ini. Selain itu, pentingnya peran orang tua dan kerjasamanya untuk mendukung pendidikan karakter keagamaan di rumah dan di sekolah juga dibahas secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode penelitian studi literatur (Library Research) dan termasuk kepada penelitian kualitatif. Dengan menerapkan pendidikan agama dan akhlak Islam yang efektif, diharapkan anak sekolah dasar dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter religius kuat. Mereka akan mampu menghadapi situasi dan dilema moral dengan integritas dan kebijaksanaan. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa pendidikan agama dan akhlak Islam di sekolah dasar mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan siap menjadi pilar bangsa yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.

Aisha Mirani Wardani; Settings Nur Rofi’ah; ukh Nursikin

Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam 2022 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Artikel ini membahas tentang kecerdasan spiritual Spiritual Quotient (SQ) yang bersandar pada hati (qolbu), manusia pada hakikatnya memiliki 3 kecerdasan yakni, kecerdasan intelegensi (IQ) yang berdasar pada akal, dan kecerdasan emosional (EQ) yang berdasar pada jiwa. Kecerdasan spiritual yang mengubah nilai-nilai spiritual menjadi kejujuran, kasih sayang, keadilan, tanggung jawab, kedamaian, keperayaan dan k ebersamaan. Spiritual quotient merupakan kecerdasan yang tertinggi diantara ketiga kecerdasan tersebut, karena Spiritual quotient adalah kecerdasan yang dapat membawa manusia memaknai kehidupan ini, kecerdasan spiritual yang memberikan pelajaran mengenai nilai-nilai kebenaran, makna kebenaran yaitu memberi pemahaman dan menanamkan nilai ang terdapat dalam kehidupan sesuai dengan nilai spiritual yang dihasilkan oleh Spiritual quotient (SQ). Spiritual quotient perlu dikembangkan sejak usia dini, anak usia dasar juga harus memahami kecerdasan spiritual yang telah diajarkan oleh pendidik. Pendidik harus mampu memberikan contoh mengenai Spiritual quotient, karena kecerdasan spiritual merupakan landasan bagi setiap kecerdasan yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia.