SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Purwasih, Intan

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan di rumah sakit yang menangani pasien dalam kondisi darurat, kritis, dan membutuhkan tindakan segera. Pelayanan yang berkualitas sangat penting dalam kondisi ini karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Dalam kondisi yang menuntut pelayanan cepat dan tepat, kepuasan pasien menjadi penilaian utama terhadap keberhasilan layanan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah respon emosional yang muncul karena terpenuhinya ekspetasi pasien terhadap pelayanan. Kepuasan pasien IGD dapat memengaruhi citra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara faktor usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 109 pasien. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah fasilitas pelayanan (p=0,018). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah usia (p=0,475) dan tingkat pendidikan (p=0,340). Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, terutama pada aspek kenyamanan ruang tunggu.

Lenny, Lenny Kesuma

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat dengan kualitas pelayanan administrasi terpadu kecamatan sebagai variabel intervening (Studi pada Pelayanan e-KTP di Kantor Camat Cepu Kabupaten Blora). Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan perekaman e-KTP di Kecamatan Cepu. Sampel penelitian ini adalah 100 responden yang melakukan perekaman e-KTP. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel fasilitas pelayanan terhadap kualitas pelayanan. Terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan. Besaran Ada pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat. Ada pengaruh fasilitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat.

Okta Via Herawati Siahaan; Abil Mansyur

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Antrian adalah fenomena atau kejadian yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Antrian yang sangat panjang dapat merugikan pihak yang membutuhkan pelayanan jika tidak dilayani dengan cepat, karena banyaknya waktu yang digunakan  terbuang selama menunggu giliran pelayanan. PT. Bank Sumut Kantor Pusat Medan merupakan salah satu bank daerah yang sumber dananya berasal dari simpanan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model sistem antrian serta menemukan alternatif untuk mengoptimalkan sistem pelayanan pada PT. Bank Sumut Kantor Pusat Medan. Sistem antrian teller yang diterapkan oleh bank ini adalah sistem antrian yang terdapat lebih dari satu jenis layanan yang diberikan, tetapi dalam setiap jenis layanan hanya terdapat satu pemberi layanan dengan memberi nomor antrian atau yang sering disebut Multi Channel Single Phase. Disiplin antrian yang digunakan pada bank ini yaitu  first come first served (FCFS). Berdasarkan hasil pembahasan, model antrian yang diperoleh adalah  yang berarti bahwa tingkat kedatangan nasabah berdistribusi Poisson, waktu pelayanan nasabah berdistribusi Eksponensial, jumlah server sebanyak empat, disiplin antrian adalah First Come First Serve (FCFS), jumlah nasabah yang masuk dalam sistem tidak terhingga dan ukuran populasi masuk tidak terhingga. Dengan dilakukannya evaluasi terhadap kinerja teller dapat membantu mengoptimalkan antrian yang terjadi pada PT. Bank Sumut Kantor Pusat Medan. Selain itu, Bank juga dapat menerapkan standar waktu pelayanan dan standar waktu tunggu nasabah.

Dewi Agustina; Ade Fitri Arianti; Bunga Elvyan Br. Damanik; Istikhoma Rambe; Rehana Nugraha B. Sitorus

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarana prasarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat  dalam  mencapai maksud  dan tujuan. Sarana  prasarana  pelayanan kesehatan adalah sarana prasarana yang menyediakan bentuk pelayanan yang sifatnya lebih luas daripada bidang  klinik,  yaitu bersifat promotif, preventif dan rehabilitative. Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, personalia puskesmas atau sumber daya dapat mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas guna berlangsung baiknya suatu pelayanan kesehatan. Metode penelitian: Penulisan artikel ini menggunakan metode pencarian artikel menggunakan dua database, yaitu Google Scholar dan PubMed Kesehatan dengan kata kunci sumber daya manusia, personalia puskesmas dan peran kinerja. Hasil: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan: Produktivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain disiplin dan karakteristik individu. Produktivitas layanan kesehatan puskesmas juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM)/personalia yang dimiliki.

Marianne Lukytha Tangdililing; Vip Pramarta

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

aboratorium memainkan peran penting dalam dunia kesehatan dengan memberikan informasi diagnostik yang akurat dan tepat waktu. Mutu pelayanan laboratorium secara langsung mempengaruhi perawatan pasien dan keputusan pengobatan. Dalam beberapa tahun terakhir, implementasi Sistem Informasi Laboratorium (LIS) telah secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran LIS dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium.Studi ini difokuskan pada tinjauan literatur yang terkait dengan dampak LIS pada operasional laboratorium dan pengaruhnya terhadap berbagai aspek mutu pelayanan. Temuan menunjukkan bahwa LIS memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi proses laboratorium melalui otomatisasi, pengelolaan alur kerja yang terstruktur, dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Sistem ini juga berkontribusi secara signifikan terhadap akurasi hasil pengujian melalui pencatatan data elektronik dan mekanisme validasi otomatis.   Selain itu, LIS memungkinkan pengelolaan data terintegrasi, memfasilitasi akses cepat ke informasi pasien, hasil pengujian, dan data terkait laboratorium lainnya, sehingga meningkatkan analisis data dan proses pengambilan keputusan.Selain itu, LIS memfasilitasi pengelolaan alur kerja yang efisien, mengurangi waktu respons, dan memastikan pengiriman hasil pengujian tepat waktu. Sistem ini juga meningkatkan praktik pengendalian kualitas dengan menyediakan alat untuk pemantauan kualitas rutin, analisis tren, dan identifikasi penyimpangan dari standar mutu secara tepat waktu. Implementasi LIS membutuhkan pelatihan dan dukungan yang tepat untuk memaksimalkan potensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium.Sebagai kesimpulan, integrasi Sistem Informasi Laboratorium dalam pengaturan laboratorium memiliki peran krusial dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium. LIS meningkatkan efisiensi operasional, akurasi hasil pengujian, pengelolaan data, alur kerja, dan praktik pengendalian kualitas. Disarankan agar laboratorium mempertimbangkan adopsi dan optimalisasi LIS untuk memaksimalkan manfaatnya dan memberikan pelayanan laboratorium berkualitas tinggi.  

Devina Angistya Maharani; Osly Usman; Rizki Firdausi Rachmadania

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Lembaga Administrasi Negara yang betujuan untuk mengetahui yang dilakukan pada pelayanan publik Lembaga Administrasi Negara, mengetahui penerapan standar pelayanan publik pada wesite PPID dan mengetahui kendala pelayanan website PPID  Metode penilitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Teknik pengumpulan daa yang digunakan studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik kebasahan data dengan metode triangulasi teknik dan triangulasi sumber serta metode interaktif untuk teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menemukan standar pelayanan pada webiste ppid belum sepenuhnya terpenuhi sebab sistem pelayanan belum dikembangkan oleh petugas, inovasi pelayanan belum di perbaru dan jangka permohonan informasi relatif lama. Kendala dalam proses pelayanan pada website PPID kurangnya petugas pelayanan, fitur website belum memenuhi kebutuhan pengguna dan kualitas website belum baik. Lembaga Administrasi Publik sebagai lembaga yang bertugas melayani publik seharusnya memperbaiki kekuranga tersebut agar dapat memberikan pelayanan terbaik. pelayanan publik yang baik akan mendapatkan citra baik di masyarakat.

Rahmat Abas

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sumber daya manusia terbesar dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit diduduki oleh tenaga perawat. Perawat yang berkualitas yang ada di rumah sakit diharapkan dapat menghasilkan suatu out put yang maksimal berupa produk atau jasa untuk meningkatkan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan transformasioanl kepala ruangan dengan kinerja perawat di RSUD Otanaha. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara factor-faktor resiko dengan efek dimana variabel tersebut diobservasi sekaligus pada saat yang sama. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 134 responden. Berdasarkan interprestasi koefisien korelasi nilai spearmanrho, maka 0,895 (89,5%) termasuk tingkat hubungan “sangat kuat”. Hasil analisis juga didapatkan nilai p value sebesar 0,000 atau < α 0,01 hasil ini menunjukan bahwa terjadi hubungan yang kuat dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD Otanaha. Gaya kepemimpinan transformasional yang baik ditunjukan oleh sebagian besar kepala ruangan ini memberikan gambaran bahwa kepala ruangan sudah mampu menerapkan bagaimana kepemimpinan yang transformasional. Diharapkan Kepala ruangan agar mampu menerapkan Gaya Kepemimpinan Transformasional di seluruh ruangan rawat inap dalam rangka meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang optimal.    

Rahma Wati; Esi Sriyanti; Netty Indrawati

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tugas dan fungsi kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa Silungkang Duo Kota Sawahlunto. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah Kualitatif dan sumber datanya menggunakan sumber data primer. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, terdiri dari Staf Desa Silungkang Duo, Ketua Badan Permusyawaratan Desa, Ketua PKK, dan tokoh masyarakat di Desa Silungkang Duo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tugas dan fungsi kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat di Desa Silungkang Duo, kepala desa memiliki tugas dan fungsi penting dalam meningkatkan pelayanan masyarakat di Desa Silungkang Duo. Peran dinas Desa Silungkang Duo sudah baik dan telah disesuaikan dengan tugas dan fungsi formal dan legal menjadi satu kewajiban bagi seorang kepala desa. Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam pelayanan Desa Silungkang Duo sudah baik dan sangat membantu pemerintah desa dalam kegiatan pembangunan kelestarian lingkungan dan penguasaan potensi desa. Bahkan Badan Permusyawaratan Desa sangat berpengaruh dalam proses pembuatan peraturan desa yang dilakukan bersama kepala desa. Posisi yang kuat ini dapat dilihat dari tugas dan wewenang Badan Permusyawaratan Desa.

Siti Aisyah; Muhammad Iqbal Sayuti Harahap; Alfi Hidayat; Miftahul Jannah; Dian Irmawani

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat implementasi manajemen teknologi, berfokus pada pengajaran dan implementasi aplikasi shopee, tujuan pada kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan mengenai penjualan online kepada masyarakat, kegiatan ini dilakukan di uinsu dan di rumah si pelaku usaha, Kegiatan ini menggunakan pendekatan pembelajaran pelayanan. Pembelajaran layanan  merupakan pendekatan menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan melalui proyek/tugas terstuktur dan kegiatan lainnya. Untuk itu, tim menyajikan teori dan praktik secara berurutan. Teori disajikan pada awal pelatihan kemudian disusul dengan aksi praktik. Objek pengajaran menyiapkan gadget berbasis android dan melakukan pengecekan jaringan agar mudah mengakses internet. Kami sebagai tim berharap semoga dari kegiatan ini dapat meningkatkan ilmu dan wawasan dan tentunya pelaku usaha yang belum menggunakan teknologi dalam usahanya bisa menggunakannya karena kegiatan ini. Jadi tidak tertinggal dari pengusaha pengusaha lainnya apalagi diera digital ini semua manusia menggunakan digital dalam aktivitasnya.

Gusriyal Gusriyal; Asep Ajidin

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Pelayanan publik pada hakikatnya adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan publik akan menjadi prioritas utama yang dipenuhi oleh pemerintah pada saat ini. Aparatur pemberi pelayanan, dalam melaksanaan pelayanan publik harus menyikapinya sesuai dengan azas dan prinsip pelayanan publik. Dimana pelayanan yang diberikan harus maksimal dan memuaskan masyarakat. Untuk mengetahui kepuasan masyarakat pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, berdasarkan PermenpanRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, menjadi acuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan dalam bentuk Indeks Kepuasan Masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kepuasan masyarakat dan tingkat kesesuaian yang diberikan dengan indikator yang acuan adalah persyaratan, prosedur pelayanan, kecepatan waktu, kewajaran biaya, kesesuaian produk, kompetensi petugas, kesopanan petugas, sarana dan prasarana, layanan pengaduan. Nilai indeks kepuasan masyarakat yang diperoleh oleh DPMPTSPPTK Kota Bukittinggi adalah nilai 3,32 dan jika dikonversikan adalah  83,09 dengan predikat B (Baik) dan tingkat kesesuaian yang rendah dan belum dilaksanakan dengan baik adalah indikator indikator kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan dan kompetensi/kemampuan petugas dalam pelayanan.  Kata kunci: ; ;   

Anggit Saputro; Permadi Mulajaya

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Administrasi Pada Bagian Tata Usaha di Kantor Gubernur Jawa Tengah serta faktor penghambat. Fokus penelitian ini yaitu Kualitas Pelayanan Administrasi yang meliputi Prosedur pelayanan, Produk layanan, Waktu dan penyelesaian, Sarana dan prasarana dan Kompetensi petugas pelayanan. (1) Kualitas Pelayanan Administrasi Pada Bagian Tata Usaha di Kantor Gubernur Jawa Tengah sudah diterapkan dimensi kesederhanaan prosedur pelayanan, produk layanan yang sesuai dengan ketentuan, kepastian waktu penyelesaian pelayanan, ketersediaan sarana dan prasarana dan kompetensi petugas/aparatur yang sesuai dengan kebutuhan dalam memberikan pelayanan beserta indikatornya. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan pegawai sekretariat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai penerima layanan, antara lain sarana dan prasarana yang belum lengkap, ketidakdisiplinan waktu pegawai/staf yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian dokumen dan minimnya tingkat kesadaran pegawai sekretariat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2) Faktor penghambat pelaksanaan pelayanan Administrasi Pada Bagian Tata Usaha di Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah kurangnya sarana prasarana seperti kursi, file kabinet, ruangan khusus arsip, komputer dan mesin scanner, ketidakdisiplinan waktu pegawai/staf yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian dokumen dan minimnya tingkat kesadaran pegawai sekretariat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai penerima layanan.

Sitorus, Charolita Oktaviani; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2022 Universitas Stikubank

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria pasal 19 menegaskan bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh Pemerintah diadakan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah sebagai pelaksana dari amanat yang ditetapkan dalam pasal 19 ini adalah PP Nomor 24 Tahun 1997 yang menggantikan PP nomor 10 Tahun 1961. Pendaftaran tanah adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan karena dengan melaksanakan pendaftaran tanah, sebuah bidang tanah dan pemilik atas hak tanah tersebut akan mendapatkan jaminan kepastian hukum. Selain itu, manfaat dari pendaftaran tanah ialah untuk mengetahui siapa pemilik dari tanah, berapa luas tanah, dan data-data yang berkaitan dengan tanah tersebut, sehingga kejelasan dari data tersebut akan meminimalisir munculnya sengketa dan sebagai alat bukti yang kuat. Berbagai faktor mempengaruhi minat masyarakat untuk mendaftarkan tanahnya secara sporadik. Karena itu permasalahannya adalah, bagaimana pelaksanaan pendaftaran tanah secara sporadik di Padangsidiampuang. Pendekatan penelitian hukum ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan apabila dilihat dari tujuannya termasuk dalam penelitian hukum deskriptif. Jenis data yang dipergunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan meliputi studi kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang- undangan, dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan pendaftaran tanah secara sporadik. Analisis yang digunakan yaitu analisis data kualitatif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa prosedur pelaksanaan pendaftaran tanah secara sporadik di Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan dilaksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada dan peraturan pelaksananya dimana disini peraturan pelaksana yang didapat penulis adalah SPOPP yaitu Standar Prosedur Operasional Pengaturan dan Pelayanan. Pihak Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuang selalu mengoptimalkan pelayanannya dalam proses pendaftaran tanah sehingga dapat memudahkan baik itu dari Kantor Pertanahan maupun dari masyarakat yang ingin mendaftarkan tanah di Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuang. Faktor yang menjadi pengahmbat dalam pelaksanaan pendaftaran tanah tersebut sehingga tidak berjalan dengan baik yaitu dari masyarakatsendiri yang ingin melakukan pendaftaran tanah secara sporadik adalah masih banyak persyaratan yang belum lengkap sehingga proses pendaftaran tanah memakan waktu yang lebih lama dari yang biasanya. Upaya atau solusi dari Kantor Pertanahan Padangsimpuan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan melakukan pelayanan yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Kata Kunci: pendaftaran tanah, secara sporadik

Camilus Isidorus Ikut

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini dilatar belakangi pilihan Pasar tradisional Kendala yang dihadapi pada pasar tradisional mengalami kesulitan dalam memenuhi kontinuitas barang, lemah dalam penguasaan teknologi dan manajemen sehingga melemahkan daya saing. Penelitian ini dilakukan untuk  menganalisa Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Studi Pada Pasar Tradisional Semarang).. Dalam penelitian ini menggunakan atribut   indikator faktor kualitas produk, harga, lokasi, promosi, pelayanan.sebagai variabel independen yang akan diteliti dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 100  konsumen. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik accidental sampling. Analisa terhadap data analisa kuantitatif meliputi uji validitas, reliabilitas dan analisa Faktor. Hasil analisa tehadap 13 komponen indikator menghasilkan empat meliputi faktor 1: Harga terjangkau, Lokasi strategis, Potongan harga dan Hadiah atau bonus, faktor2: Kesesuaian harga, Lokas Mudah diketahui, Lokasi terjangkau, dan Iklan, faktor 3: Layanan ramah, Layanan cepat dan Memberi informasi dan faktor 4: Durabel dan Tampilan