Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 113

Analytics

Okta Rosfiani; Tazkia Mahabbatul Fuadi; Nabila Ika Priyani; Yesi Juliawati; Muhammad Fikri Ghozali +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan strategis untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi dengan menawarkan fleksibilitas dan otonomi bagi guru. Namun, penelitian mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan antara idealitas kebijakan dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada strategi dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkap tiga tema utama: (1) pembentukan karakter sebagai tujuan utama untuk merespons dampak teknologi digital terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa; (2) strategi penerapan meliputi program "Selasa Kreasi", pendekatan emosional, dan metode deep learning; serta (3) tantangan meliputi peran orang tua, keragaman gaya belajar siswa, kesiapan guru, fase transisi siswa kelas 1, dan dampak gawai terhadap perilaku siswa. Penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada perangkat ajar, tetapi juga pada kompetensi reflektif dan adaptif guru dalam menerjemahkan nilai-nilai kurikulum ke praktik kelas. Temuan ini berimplikasi pada penguatan pelatihan guru berbasis kontekstual dan perancangan media pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Tantangan Guru, Deep Learning

Veronika Delvriana Dua Nurak; Hermania Bhoki; Yosep Belen Keban

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The quality of Catholic Religious Education learning is an important aspect in shaping students’ faith, character, knowledge, and religious life skills. However, the learning process at SMK Negeri 1 Talibura still faces various challenges, particularly in the areas of spiritual attitudes, social attitudes, Catholic religious knowledge, and religious life skills. This study aims to describe the implementation of the Independent Learning Curriculum (Merdeka Belajar Curriculum) and its contribution to improving the quality of Catholic Religious Education learning at SMK Negeri 1 Talibura. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, Catholic Religious Education teachers, students, and parents. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the implementation of the Independent Learning Curriculum has been carried out effectively through learning planning, learning implementation, learning assessment, and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This implementation has had a positive impact on the learning process, outputs, and outcomes. Students demonstrated improvements in spiritual attitudes, social attitudes, Catholic religious knowledge, and religious life skills, as well as positive behavioral changes in their daily lives. The findings imply that the Independent Learning Curriculum can serve as an effective strategy for improving the quality of Catholic Religious Education learning in a holistic manner.

Hendriyansyah Hendriyansyah; Maria Ulfa Yundiafi; Devi Marilawati; Mustaqim Hasan

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

The Merdeka Curriculum introduces a paradigm shift in Indonesia's educational assessment system, moving from an outcome-oriented approach toward one that positions evaluation as an integral part of the learning process itself. This article examines how learning evaluation is implemented as an instrument to improve the quality of student learning within the Merdeka Curriculum framework. This study employs a library research method, analyzing relevant policy documents, regulations, and academic literature. The findings indicate that the Merdeka Curriculum shifts the focus of evaluation from mere measurement (assessment of learning) toward assessment as learning and assessment for learning, realized through three main forms of assessment: diagnostic, formative, and summative. Proper implementation of these three forms enables teachers to map students' individual learning needs, provide continuous feedback, and design differentiated instruction that is more relevant to learners' characteristics. However, field implementation still faces several challenges, including uneven teacher understanding, time constraints, and limited technical training in designing authentic assessment instruments. This article recommends strengthening teacher competence, providing practical technical guidance, and offering continuous mentoring as strategic steps to ensure that learning evaluation truly functions as an instrument for improving learning quality, rather than merely an administrative formality.

Chelsyla Alviona; Khairunnisa; Rangga Andestiko; Ade Irma

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru, seiring dengan adanya pergeseran paradigma pembelajaran. Pada mata pelajaran matematika, pendidik berkewajiban mengenali keunikan siswa, menyusun strategi belajar yang adaptif, serta memanfaatkan teknologi dan evaluasi yang tepat sasaran. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi kemampuan pedagogis tiga guru matematika SMA yang berpengalaman dalam menerapkan kurikulum baru tersebut melalui teknik wawancara mendalam. Fokus evaluasi diarahkan pada pengenalan siswa, desain dan eksekusi kelas, integrasi teknologi, sistem asesmen, hingga pengembangan profesi. Temuan riset mengindikasikan bahwa secara umum kemampuan pedagogik informan sudah memadai, namun masih terdapat fluktuasi dalam penerapannya. Perbedaan mencolok ditemukan pada pilar pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan media digital, asesmen formatif, dan konsistensi peningkatan kualitas diri. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kompetensi melalui pelatihan profesi yang aplikatif demi tercapainya efektivitas Kurikulum Merdeka secara menyeluruh.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Rahmadani , Rafidah; Agustin, Tha’lifvia; Salsabila, Avida Nuriah; Ridho, Mohammad Ali; Revienda Anita Fitrie +1 more

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik struktural dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Kota Surabaya. Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan terbaru menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum ini masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi menimbulkan konflik struktural dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature study), yang bersumber dari artikel ilmiah. serta literatur relevan lainnya yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020-2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, kategorisasi dan interpretasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik struktural disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kebijakan pusat dan kondisi sekolah, yang ditandai oleh keterbatasan kompetensi guru, kesenjangan sarana prasarana, serta lemahnya koordinasi. Dampaknya terlihat pada belum optimalnya pembelajaran dan ketidakkonsistenan pengalaman belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas guru, penguatan pendampingan, pemerataan fasilitas, serta kebijakan yang lebih adaptif dan kontekstual.

Maria Evelin Sihombing; Rina Setiani Berutu; Sudung Pordiaman Hutagalung; Roma

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini menyelidiki tujuan dan pencapaian program supervisi pendidikan di SMK Swasta HKBP Sidikalang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan supervisi didasarkan pada rapor pendidikan sekolah dan kebutuhan Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pedagogik guru, kelengkapan administrasi pembelajaran, dan kualitas proses belajar mengajar. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara bertahap melalui tahap perencanaan, observasi, evaluasi, dan tingkah laku. Meningkatnya kesiapan guru untuk membuat perangkat pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif, dan peningkatan profesionalisme dan kedisiplinan guru adalah semua bukti bahwa supervisi memberikan efek positif terhadap kualitas pembelajaran dan kerja sama di sekolah. Namun, supervisi masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu, beban administrasi guru, dan pengaruh kondisi sekolah tertentu terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan evaluasi terus menerus untuk memastikan bahwa tujuan supervisi tercapai dengan baik dan bahwa pendidikan di sekolah menjadi lebih baik.

Mohammad Imam Khambali; Muhamad Khoirur Roziqin; Khoirun Nisa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penilaian formatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Kreatif Hasbullah Tambakberas Jombang, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi solusi untuk mengoptimalkan asesmen formatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru PAI, dan dua siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penilaian formatif dilakukan secara sistematis melalui penyusunan RPP/Modul Ajar, penetapan tujuan dan indikator capaian pembelajaran, serta perancangan instrumen yang variatif, termasuk kuis, tes lisan, portofolio, lembar observasi, dan refleksi siswa. Pelaksanaan penilaian formatif dilakukan secara integratif dan berkelanjutan, dengan guru memberikan feedback cepat dan siswa dilibatkan secara aktif melalui refleksi dan diskusi evaluatif. Kendala yang muncul meliputi motivasi dan disiplin siswa yang belum optimal, keterbatasan sarana dan prasarana digital, serta kurangnya pelatihan dan supervisi khusus bagi guru. Upaya untuk mengoptimalkan penilaian formatif meliputi kolaborasi antar guru dalam penyusunan instrumen, pemanfaatan teknologi digital, pemberian feedback konstruktif, dan penguatan budaya belajar aktif serta kolaboratif di kelas. Kesimpulannya, penilaian formatif di SMK Kreatif berjalan efektif untuk mendukung pemahaman dan perkembangan kompetensi siswa, namun perlu dukungan berkelanjutan dari sekolah dan guru untuk mengatasi kendala yang ada.

Deonizio Manek; Norbetus Jegalus; Leonardus Mali

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Formal education systems are often trapped in rigid standardization that actually shackles students' creativity and personal uniqueness. This issue raises questions about the extent to which individual freedom is accommodated in modern curricula that tend to be pragmatic. Departing from this issue, this study aims to explore the relevance of Jean-Jacques Rousseau's Romanticism which prioritizes affection and the general will in the context of education. Rousseau argued that the development of science and culture often acts as a chain that restrains humans, thus he proposed the concept of natural education that allows children's instincts to develop freely without damaging cultural intervention. Using qualitative methods based on literature review, this research identified a strong common ground between Rousseau's vision and Indonesia's Freedom to Learn policy. The study reveals that both share a common philosophical foundation: restoring educational sovereignty to institutions and students, allowing them to independently develop their potential, talents, and interests. Therefore, synchronizing Rousseau's ideas with Freedom to Learn serves as a crucial foundation for creating a higher-quality and more humane national education ecosystem.

Dina S Simorangkir; Hasudungan Simatupang; Dorlan Naibaho; Rida Gultom; Nisma Simorangkir

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kurikulum Merdeka belajar terhadap motivasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siatas Barita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi adalah seluruh siswa Kelas VII SMP N 1 Siatas Barita Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara yang tercatat sebagai siswa siswi pada Tahun Pelajaran 2022/2023 sebanyak 127 orang dan ditentukan sampel sebanyak 51 orang menggunakan teknik Proportionate Staratifiet Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup positif sebanyak 46 item yaitu 14 item untuk variabel X dan 32 item untuk variabel Y. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Kristen Pada Kelas VII SMP Negeri 1 Siatas Barita Tahun Pelajaran 2023, dibuktikan melalui analisa data berikut ini: 1) Uji persyaratan analisis: a) uji hubungan yang positif diperoleh nilai rxy = 0,561 > rtabel(a=0,05,n=51) = 0,297. b) Uji hubungan yang signifikan diperoleh nilai thitung= 4,744 > ttabel(a=0,05,dk=n-2=49)= 2,021. 2) Uji pengaruh: a) Uji persamaan regresi, diperoleh persamaan regresi . b) Uji koefisien determinasi regresi (r2) = 31,5%. 3) Uji hipotesis dengan menggunakan uji  F diperoleh Fhitung > Ftabel=(a=0,05,dk pembilang k=18, dk penyebut=n-2=51-2=49) yaitu 22,49 > 1,51. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak.

Apriyanti Safitri; Nell Puspita Sari; Mahrifa Abdilla Yanre; Rahmatul Hayati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Matematika siswa kelas VI SD Negeri 30 Batang Anai pada materi rasio dan perbandingan yang disebabkan oleh belum optimalnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Rencana Pembelajaran Modul (RPM) dalam pembelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 12 siswa kelas VI dengan kemampuan akademik yang beragam. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 56,25 pada siklus I menjadi 78,40 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari 25% menjadi 83,33%. Selain itu, aktivitas dan sikap siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan RPM dalam Kurikulum Merdeka terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Matematika siswa pada materi rasio dan perbandingan. Kata Kunci: Rencana Pembelajaran Modul, hasil belajar Matematika, rasio dan perbandingan.  

Mahesa Vicky Satria Ramadhan Lihu; Muhammad Zainuddin

Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The implementation of entrepreneurship curricula in higher education institutions, particularly private universities, continues to face various multidimensional challenges. Based on a review of the literature, these challenges include pedagogical aspects, infrastructure, policy frameworks, and linkages with industry. The predominance of theoretical learning approaches results in students having limited opportunities to gain practical experience in applying entrepreneurial concepts in real-world contexts. In addition, limited partnerships with industry restrict students’ access to authentic business experiences, mentorship, and broader market networks. Supporting infrastructure for entrepreneurship, such as business incubators and access to funding, remains insufficient, while higher education regulations and internal institutional policies have not been fully flexible or consistent in accommodating the dynamic nature of entrepreneurship. This study aims to analyze the alignment of the Entrepreneurship Semester Learning Plan (Rencana Pembelajaran Semester/RPS) at Universitas Sari Mulia with national curriculum standards based on Graduate Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran Lulusan/CPL), to evaluate the structure of the RPS document, and to examine the integration of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) activities into the entrepreneurship RPS. This research employs a descriptive qualitative method using a literature review approach and a limited case study, complemented by in-depth purposive interviews with five active students who have completed the entrepreneurship course. The findings indicate that the Entrepreneurship RPS at Universitas Sari Mulia meets national curriculum standards and demonstrates a well-structured design in terms of CPL, Course Learning Outcomes (CPMK), and active learning methods. However, aspects related to learning evaluation, academic references, and the integration of MBKM activities still require further improvement.

Ahmad Jihad Al-Fannani; Wahyu Kholis Prihantoro; Nisa Achlazein; Indra Febriansyah; Risnandar Muhammad

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar dalam konteks PAI di SDIT Salsabila 2 Klaseman dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi dilakukan untuk mengetahui konteks penerapan kurikulum, kesiapan input seperti sumber daya manusia dan sarana prasarana, proses pelaksanaan pembelajaran, serta hasil atau produk yang dicapai dalam bentuk capaian kompetensi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa konteks pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di SDIT Salsabila 2 Klaseman sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik daerah. Input yang tersedia cukup memadai meskipun terdapat beberapa kendala pada ketersediaan sumber belajar dan pelatihan guru. Proses pembelajaran berjalan dinamis dengan penerapan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif. Produk yang dihasilkan menunjukkan peningkatan kompetensi dan motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDIT Salsabila 2 Klaseman berjalan efektif dengan beberapa rekomendasi perbaikan pada aspek input dan proses untuk hasil yang lebih optimal.

Mohammad Syifaur Rifki Jauhari; Muhamad Khoirur Roziqin; Muhammad Fodhil

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran deep learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan dampaknya terhadap proses serta hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, peserta didik, serta analisis dokumen pendukung. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning diterapkan melalui pembelajaran adaptif, diskusi analitis, studi kasus, proyek keagamaan, serta refleksi nilai yang mendorong peserta didik memahami materi PAI secara mendalam dan kontekstual. Kurikulum Merdeka berperan signifikan dalam memberikan fleksibilitas perencanaan pembelajaran serta penyediaan asesmen autentik. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sekolah, pelatihan guru, ketersediaan media pembelajaran digital (LCD, Smart TV, Google Classroom), serta kolaborasi antarpendidik. Adapun hambatan yang muncul mencakup keterbatasan waktu, variasi kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, kurangnya fasilitas bagi sebagian kelas, serta kebutuhan guru untuk beradaptasi dengan perencanaan pembelajaran yang lebih kompleks. Penerapan model deep learning berdampak positif terhadap motivasi, partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman keagamaan peserta didik. Selain itu, model ini mendorong internalisasi nilai-nilai Islam secara lebih efektif melalui kegiatan pembelajaran berbasis konteks kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deep learning berpotensi menjadi model pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan pembentukan karakter religius peserta didik apabila didukung oleh pelatihan berkelanjutan, manajemen sekolah yang adaptif, serta sarana pembelajaran yang memadai.

Muhammad Fachrudin; E. Nita Prianti

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

In the era of globalization and technological advancement, education must transform to develop students who are adaptive, critical, and have strong character. One innovation introduced by the government is the Merdeka Belajar (Independent Learning) Curriculum, which emphasizes competency, character, and project-based learning. This study aims to determine the effect of implementing the Merdeka Curriculum on the learning outcomes of Pancasila Education for Grade XI students at SMAN 1 Petir in the 2024/2025 academic year. A quantitative method with a survey approach was used, involving 80 student respondents. Data were collected through questionnaires and learning outcome tests, and analyzed using correlation and regression statistical techniques. The results show that the Merdeka Curriculum has a significant and positive effect on students’ PPkN learning outcomes, with a correlation coefficient of 0.766. This means better implementation of the curriculum leads to better student achievement. The curriculum contributes 58.7% to the learning outcomes, while the remaining 41.3% is influenced by other factors. The study concludes that the Merdeka Curriculum effectively enhances learning outcomes, particularly in character and 21st-century skills development.

Nadratul Aini Lubis; Tumiar Sidauruk; Eka Suci Anja Kusumawati

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to describe the difficulties faced by Geography teachers at SMAN 1 Sunggal in identifying students' learning potential and interests during the implementation of the Merdeka Curriculum. The research uses a descriptive qualitative approach with primary data consisting of in-depth interviews and non-participant observation of two experienced Geography teachers. The research findings indicate that teachers face major constraints, including limited time for formal diagnostic assessments, a lack of practical training on diagnostic assessments, a large number of students making individual observation difficult, and the absence of adequate assessment instruments. The teacher's efforts to overcome these difficulties include a personal approach to students, behavioral observation, and varied teaching methods, although these are not yet optimal in supporting differentiated learning. This research provides important recommendations for the development of teacher training and school policies to more effectively support the assessment of student potential and interests within the context of the Merdeka Curriculum.

Al Fiatul Ula; Gianni Nur Fadilah; Aisyah Nurrusyifa

This study aims to analyze the use and implementation of the Game Based Learning (GBL) model in enhancing students’ interest in learning Economics within the Merdeka Curriculum. The research employed a descriptive approach through interviews and classroom observations involving both students and teachers. The findings indicate that GBL is applied as an interactive learning strategy that helps simplify the understanding of economic concepts, increases student engagement, and builds a more enjoyable and stimulating learning atmosphere. The use of game elements in the learning process encourages active participation and supports students in developing better focus during lessons. In addition, the implementation of GBL is considered effective and relevant to the demands of 21st-century learning, where creativity, critical thinking, and collaboration play essential roles. Based on the results, this study recommends strengthening school facilities and providing teacher training to further maximize the effectiveness of GBL in the learning process.

Imam Taufiq; Adrias Adrias; Fitrawati Fitrawati; Yanti Fitria

The advancement of digital technology has significantly transformed 21st-century education. One of the widely used tools in elementary mathematics learning is Canva, which enables interactive, visual, and creative instruction. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) to examine the trends, effectiveness, and challenges of Canva use in mathematics learning from 2022 to 2025. Data were collected through Publish or Perish linked to Google Scholar, resulting in 24 eligible studies. The findings reveal a strong upward trend, with 100% of studies using Canva as the main medium and 70.8% applying R&D approaches. In terms of effectiveness, 95.8% of studies reported improved learning outcomes, and 87.5% noted higher student motivation and engagement. Canva effectively enhances conceptual understanding of abstract mathematical topics and supports project-based learning. Major challenges include limited teacher digital skills (66.7%) and unequal access to ICT (58.3%). Overall, Canva is identified as an effective, innovative, and adaptive digital learning medium aligned with the principles of Kurikulum Merdeka, which emphasizes active, contextual, and student-centered learning.

Rofina Odilia Humoen; Damian Puling; Marsela Luruk Bere; Marianus Teti

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Analysis Of Student Learning Outcomes In The Implementation Of The Merdeka Currikulum In IPAS Learning For Grade IV Students At SDK Manumuti” aims to examine: (1) The Learning Planning in grade IV SDK Manumuti using teaching tools provided by the ministry of education and culture; (2) The Implementation of IPAS learning in grade IV based on the merdeka curriculum at SDK Manumuti; and (3) The Evaluation of IPAS learning in grade IV using the merdeka curriculum. This study employed field research with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and dokumentation, using both primary and secondary data sources. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that: (1) Lesson Planning in grade IV SDK Manumuti has been carried out using the teaching materials provided by the ministry of education and culture; (2) The Implementation of IPAS learning is conducted properly in accordance with the designed teaching modules, consisting of initial activities, core activities, and closing activities; and (3) The Evaluation of learning in Grade IV SDK Manumuti refers to assessments provited by the ministry of education and culture, using formative assessments in each lesson. However, not all assessment have been implemented, particulary the diagnostic assessment which assesessment which has not yet been applied in every leasson.

Firza Alkhoiri; Zikri Dwi Marpendra; Herlini Puspika Sari

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study explores the epistemological foundation of Islamic education in the context of the Merdeka Curriculum implementation in Indonesia. The research aims to analyze how Islamic epistemology—which integrates revelation, reason, and experience—can be harmonized with the principles of independent learning that emphasize flexibility, contextual understanding, and character development. Using a qualitative descriptive approach, this study collects data through literature review and content analysis of relevant academic works and policy documents. The findings show that the integration of Islamic epistemology provides a philosophical framework that strengthens the spiritual and moral dimensions of education while maintaining academic autonomy. The implications highlight the importance of teachers’ capacity, curriculum adaptation, and policy support to ensure that the Merdeka Curriculum remains grounded in Islamic educational values. This study contributes to the discourse on contemporary Islamic education by proposing an integrative model that aligns faith-based knowledge with modern educational paradigms.