Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 42

Analytics

Sudarsono; Gema Sari Muslimah

Meningkatnya kasus bullying yang terjadi di sekolah saat ini menjadi salah satu masalah utama dalam sistem pendidikan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita tentang ramainya kasus bullying di sekolah. Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi dan mencegah terjadinya bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) Mengetahui penerapan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia Jimbaran; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran; 3) Bagaimana pengelolaan pendidikan karakter dalam pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari wawancara dan observasi, dan sekunder yang didapatkan dari dokumentasi yang berasal dari MTs Insan Mulia. Hasil dari penelitian; 1) Pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan dengan menerapkan beberapa nilai seperti nilai agama, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan yang diintergrasikan ke dalam kegiatan intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia berupa tata tertib/peraturan, konseling behavior, diberikan pemahaman dan pengetahuan, dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua; 3) Pengelolaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Olyvia Margaretha Banjarnahor; Verani Sinurat; Stefany N. I Nababan; Nasirwan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan instrumen utama pertanggungjawaban pemerintah atas pengelolaan keuangan publik. Kualitasnya tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, tetapi juga oleh nilai etika yang dipegang aparatur pemerintah. Penelitian ini menganalisis penerapan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pelaporan keuangan Pemerintah Kota Medan serta kesesuaiannya dengan karakteristik kualitatif LKPD, yang diintegrasikan dengan nilai etika Kristiani. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis data keuangan tahun anggaran 2022–2024. Hasil menunjukkan PAD tumbuh konsisten dari Rp2,23 triliun (2022) menjadi Rp2,44 triliun (2023) dan mencapai Rp2,77 triliun (2024), total realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,29 triliun (2024) dengan capaian 87,84 persen dari target anggaran, surplus APBD Rp36,57 miliar, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Nilai kejujuran berkorelasi dengan karakteristik keandalan dan relevansi LKPD, sementara nilai tanggung jawab berkorelasi dengan keterbandingan dan kemudahan dipahami. Penguatan kapasitas SDM, SPIP, dan internalisasi nilai etika di tingkat SKPD/OPD tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Afifah Luthfiani; Mamlahatun Buduroh; Syahrial; Silva Tenrisara Pertiwi Isma

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Preferensi bermain anak-anak di era digital cenderung beralih ke permainan digital sehingga permainan tradisional seperti congkak mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, permainan congkak dialihwahanakan ke bentuk digital, salah satunya melalui aplikasi Congkak di Google Play Store. Namun, congkak digital menghadirkan pengalaman dan aturan bermain yang berbeda dari congkak tradisional yang berdampak pada pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan observasi partisipatif serta diolah dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Congkak tidak sepenuhnya mewariskan unsur nilai dan fungsi budaya permainan congkak tradisional. Aplikasi Congkak memberikan rasa senang dan bebas serta mewariskan fungsi permainan congkak untuk melatih keuletan, kemampuan berpikir kritis, dan berhitung anak.  Ketika aplikasi dimainkan berdua, unsur nilai yang diwariskan meliputi nilai demokrasi (musyawarah dan kejujuran), nilai sosial (kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, serta menghadapi dan memecahkan masalah), dan nilai kesatria (sportivitas, rendah hati, lapang dada, dan tenggang rasa).  Namun, ketika aplikasi dimainkan sendiri, unsur nilai-nilai tersebut tidak terwariskan. Meskipun inovasi ini relevan dengan era digital, peneliti berharap pengembang dapat memperbarui aplikasi dengan mempertimbangkan pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Dengan demikian,  nilai dan fungsi congkak tradisional yang terwariskan bisa lebih banyak.

Hani Fuadatun Nafisa; Indri Purwanti; Silvianingsih Silvianingsih; Zaskia Adya Mecca; Lina Marlina

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Business activities are essential for helping the economy of society function properly. When starting a business, people usually want to make money, but they are also supposed to follow good values, like being honest in their dealings. In real life, some businesses still do unfair things, like giving false information about products, changing prices unfairly, lowering the quality of goods, and using incorrect measurements when selling items. This research focuses on explaining what honesty means and how it should be used in business according to the principles of Islamic economics. The study uses a qualitative method called literature review, which involves looking at books, journal articles, and other sources that talk about Islamic business ethics. The results show that honesty is a key value in Islamic business because it helps build trust with customers, ensures fair deals, and creates positive relationships between sellers and buyers. The value of honesty in the business world can be demonstrated through transparancy of information about products, honesty in pricing, accuracy in measurement, and not hiding defects in the goods being sold. From an Islamic economics perpective, business activities should not only focus on material income, but also on the value of blessings, ethical responsibility, and mutual prosperity. Thus, the application of honesty in an important foundation for building fair, transparent bisuness practices that are in line with Islamic economic prinsiples.

Nur Fila, Faricha; Hima, Faiqotul; Nur Hajijah, Dea Siti; Fikriyyah, Nazhifatul; Dian Efendi, Mutiara Karunia Safitri +2 more

Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Etos kerja dan kewirausahaan ialah aspek penting dalam membangun kesejahteraan individu dan masyarakat, namun dalam praktiknya belum sepenuhnya berlandaskan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep kerja dan kewirausahaan yang bersumber dari ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep etos kerja dan kewirausahaan berdasarkan tafsir al-Qur’an dan hadits Nabi sebagai landasan moral dan spiritual dalam aktivitas ekonomi. Studi ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui penelaahan berbagai literatur berupa buku tafsir, kitab hadits, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk menemukan nilai-nilai utama yang terkandung dalam ajaran Islam terkait aktivitas kerja dan usaha. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Islam menekankan nilai kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, disiplin, serta orientasi keberkahan sebagai prinsip utama dalam bekerja dan berwirausaha. Kesimpulannya, etos kerja dan kewirausahaan dalam perspektif Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian materi, melainkan juga pada pembentukan akhlak mulia sekaligus kepatuhan kepada Allah sebagai tujuan utama kehidupan.

Aeni Latifah; Neng Lailatul Faaizah; Syifa Aqmaliyah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Honesty (ṣidq) is a fundamental moral value in Islam that serves as the foundation for personal integrity and social ethics. In the current era of globalization and growing materialistic culture, this value faces serious challenges as societal orientation shifts from moral virtue to economic achievement and social image. This study employs a narrative review method, analyzing recent literature on moral education, Islamic ethics, and contemporary social dynamics. The findings reveal that honesty functions not only as a personal virtue but also as a social force that strengthens public trust and national stability. However, the global wave of materialism has weakened the internalization of ṣidq, especially among younger generations. Restoring honesty as the moral identity of the nation requires synergy among character-based education, spiritual reinforcement, and public policies that promote transparency and integrity. The recontextualization of honesty through Islamic spiritual principles and Rokeach’s value theory offers a path toward moral recovery for Indonesian society amid the global challenges of the 21st century.

Da’i Syahrizal; Bagus Setiawan

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research was motivated by the findings of dishonest behavior among SMPN 2 Kalidawir students, such as cheating during exams and dishonesty in daily social interactions. This condition shows that the value of honesty has not developed optimally. Therefore, this study aims to analyze social studies teachers' strategies in instilling honesty in grade VIII students and identify supporting and inhibiting factors in the process. The focus of the research includes two things: (1) teachers' strategies in instilling honesty through social studies learning, especially materials related to social interaction and students' daily lives; and (2) factors that affect the success of teachers in shaping the character of students' honesty. The approach used is descriptive qualitative research with data collection through observation, interviews, and documentation. This method allows researchers to gain an in-depth understanding based on the interpretation of phenomena found in the field. The results of the study show that the strategy of instilling honesty values is carried out in an integrated manner through the example of teachers, habituating honest behavior, and providing positive motivation during the learning process. Teachers also integrate the value of honesty into relevant social studies materials and provide real examples in daily life. Supporting factors for the success of this strategy include consistent teacher examples, a conducive school environment, and targeted and collaborative student program support. However, there are inhibiting factors such as the influence of the environment outside the school, academic pressure, and diverse socioeconomic conditions of students. This research makes an important contribution to strengthening character education through social studies learning at the junior high school level.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Putri Maharani; Sofia Nida’ul Laili; Nadia Regita Cahyani; Ika Putri Lestari; Setiawaty, Rani

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah pustaka mengenai pemanfaatan media film dalam membentuk karakter peserta didik di tingkat Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah literature review dengan langkah-langkah berupa identifikasi, analisis, evaluasi, dan interpretasi terhadap sejumlah artikel ilmiah yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal yang terindeks dalam Google Scholar, dengan kata kunci "film pendidikan", "pembentukan karakter", dan "Sekolah Dasar". Dari proses pencarian, ditemukan 15 artikel yang dijadikan dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan film sebagai media pembelajaran berkontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kerja sama. Media film yang sesuai dengan usia anak dan konteks pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan nilai-nilai karakter. Dengan demikian, media film layak dijadikan sebagai alternatif pendukung dalam pembelajaran karakter di Sekolah Dasar.

Hartanti, Yuda Endri Hartanti; Endah Dwi Hayati

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran tembang macapat tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi, tembang macapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter melalui pembelajaran tebang macapat pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi. Fokus penelitian ini meliputi jenis tembang macapat yang digunakan sebagai sarana penguatan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tembang macapat yang digunakan meliputi Gambuh, Pucung, Asmaradana, dan Maskumambang. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, kerendahan hati, ketekunan, kerja keras, ketulusan, kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tembang macapat dalam pembelajaran mampu memperkuat karakter peserta didik, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter berbasis budaya.

Jazuli, Akh; Utami, Mega Dewi Sri; Muslihah, Muslihah; Faqih, Abd; Iman, Aldi Khusmufa Nur

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran live shopping pada platform TikTok Shop dan pengaruhnya terhadap minat beli konsumen dengan pendekatan prinsip syariah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka sistematis, penelitian ini menganalisis strategi pemasaran digital seperti flash sale, interaksi langsung, dan promosi yang diterapkan dalam live shopping TikTok serta mengkaji bagaimana aspek etika dan kepatuhan syariah memengaruhi keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara strategi pemasaran modern dan prinsip syariah seperti kejujuran, keadilan, kemaslahatan produk, dan kesadaran tauhid mampu meningkatkan minat beli konsumen Muslim sekaligus membangun loyalitas dan citra positif pada platform. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku usaha untuk memformulasikan strategi pemasaran yang tidak hanya efektif secara komersial tetapi juga sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan analisis strategi pemasaran live shopping TikTok Shop menggunakan pendekatan prinsip syariah secara komprehensif. Studi ini tidak hanya menilai efektivitas flash sale dan interaksi langsung dalam meningkatkan minat beli, tetapi juga mengevaluasi aspek kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan produk yang jarang dikaji secara mendalam dalam konteks pemasaran digital Islami. Pendekatan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam strategi pemasaran digital demi membangun loyalitas konsumen Muslim secara berkelanjutan.  

Sulis; Nurul Khatimah; Ali Iskandar Zulkarnain; Aghnaita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fondasi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak usia dini. Masa ini, yang sering disebut sebagai periode emas perkembangan anak, merupakan waktu yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika melalui pendidikan yang terintegrasi dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif yang berlandaskan studi literatur untuk menganalisis pentingnya pendidikan karakter serta metode yang tepat dalam pembentukan karakter anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter perlu melibatkan tiga aspek utama: moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral doing (tindakan moral). Selain itu, pendidikan ini harus didukung oleh nilai-nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativitas, dan kemandirian. Dengan pendidikan karakter yang konsisten dan kontekstual, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang bermoral, memiliki integritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Rian Aldiansyah; Badrudin Badrudin

Honesty (ṣidq) is a core value in Islamic teachings that not only shapes individual behavior but also plays a vital role in establishing a just, trustworthy, and moral society. In various authentic hadiths, the Prophet Muhammad ﷺ emphasized that honesty leads to righteousness (al-birr), and righteousness leads to Paradise. Conversely, lying leads to wickedness and Hell, and is one of the signs of hypocrisy. This study aims to explore the significance of honesty in Islam based on the Prophet’s hadiths and the explanations of classical scholars. The research method used is qualitative with a library research approach. Primary data sources include authentic hadith compilations such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim, while secondary data are drawn from relevant scholarly literature. The analysis applies a thematic approach by grouping hadiths on honesty into sub-themes and interpreting their contexts and meanings. The findings show that honesty must be cultivated continuously, is a sign of true faith, and a condition for attaining divine blessings in all aspects of life, including economic transactions (mu‘āmalāt). Scholars such as Imam al-Nawawī, Ibn Rajab, and Ibn Ḥajar unanimously affirm that honesty is the root of all virtue and a source of spiritual light. Thus, honesty in Islam is not merely a social ethic but a spiritual path to divine pleasure and salvation in both this world and the hereafter. The analysis follows a thematic approach, categorizing the hadiths related to honesty into sub-themes and interpreting their contexts and deeper meanings. The findings emphasize that honesty is an essential part of true faith, continuously cultivated by believers, and a necessary condition for receiving divine blessings in all areas of life, including economic transactions (mu‘āmalāt). Scholars like Imam al-Nawawī, Ibn Rajab, and Ibn Ḥajar unanimously assert that honesty is the foundation of all virtues and a source of spiritual enlightenment. Therefore, in Islam, honesty is more than just a social ethic; it is a spiritual path that leads to divine pleasure and salvation in this life and the hereafter. This study underscores the central role of honesty in both personal morality and broader social harmony within Islamic teachings.

Nadira Rachmadina; Himas Alhani; Tarisya Utami Putri; Andhika Prasetya Tamtama Putra; Daniel Handoko

Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The rapid development of technology and social media has given rise to new trends in marketing strategies, one of which is the use of Influencers as promotional media. Influencers are often utilized as intermediaries between brands and consumers due to their perceived ability to shape public opinion and influence purchasing decisions. However, various ethical issues have emerged in advertising practices involving Influencers, particularly concerning transparency, honesty, and social responsibility. Many Influencers promote products without disclosing that the content is paid advertising. Such practices can mislead consumers and damage the reputations of both the Influencer and the associated brand. Another critical issue is the promotion of products that do not align with the Influencer’s personal values, as well as the lack of protection for vulnerable groups, such as children. Therefore, the implementation of strict and comprehensive advertising ethics is essential. This study highlights the importance of digital ethics education for Influencers, the enforcement of clear regulations, and the active role of social media platforms in labeling sponsored content, in order to establish a healthy and responsible digital advertising ecosystem.

Fatiha Sani, Amalia; Anggun Fasya Anggraeni; Adinda Adliswari Khofiya; Nurma Laelia

Penerapan prinsip syariah dalam strategi pemasaran produk halal menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya kesadaran umat Muslim terhadap pentingnya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai etika Islam seperti, kejujuran, keadilan, amanah, dan tanggung jawab dapat diintegrasikan ke dalam pemasaran produk halal di Indonesia. Penulisan dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui telaah literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pemasaran halal bukan hanya sekedar mendapatkan sertifikasi, namun juga harus mencakup seluruh proses bisnis yang menjunjung tinggi etika Islam. Berbagai tantangan seperti persaingan pasar, keterbatasan sumber daya, dan ketidaksesuaian teknologi dengan nilai agama menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui kerja sama antara pelaku usaha, lembaga sertifikasi, dan konsumen agar tercipta sistem pemasaran yang berkah dan berkelanjutan.

Muchamad Iqbal Hanafi; H.Ahmad Zuhdi; Salis Irvan Fuadi

Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The purpose of this study was to understand the role of Islamic Religious Education teachers in instilling values ​​in students of SMP Islam Ngadirejo, Temanggung and to identify factors that support and inhibit Islamic Religious Education teachers' efforts to instill honesty values ​​in students at SMP Islam Ngadirejo, Temanggung. This study used a qualitative field approach, namely a method in which researchers are directly involved in the research location to obtain in-depth data regarding the events or problems being studied. The results of the study are that the role of teachers plays a crucial role in the world of education, especially in instilling honesty values. This is considered important because teachers interact directly with students during the teaching and learning process, which is a strategic moment for teachers to instill honesty values ​​in students. The formulation of the problem in this thesis is: 1. What is the role of Islamic Religious Education teachers in instilling the value of honesty? 2. How is the implementation of Islamic Religious Education teachers in instilling the value of honesty to students at SMP Islam Ngadirejo, Temanggung? 3. What are the supporting and inhibiting factors of Islamic Religious Education teachers in instilling the value of honesty to students at SMP Islam Ngadirejo, Temanggung.

Delima Novasaria; Lahmuddin Lahmuddin

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study uses a qualitative method with a descriptive approach to examine the impact of social media on the honesty of teenagers toward their parents in Stabat Lama Barat Village. The aim of this research is to describe the extent to which the use of social media influences teenagers’ honest behavior in communication and interaction with their parents. In an increasingly advanced digital era, social media is not only a source of entertainment but also has a significant influence on character development and moral values, including honesty. The results show that some teenagers tend to hide their social media activities from their parents, either due to privacy concerns, fear of being scolded, or the desire to create a certain image online. This behavior leads to reduced openness and honesty in their daily lives. However, there are also teenagers who are able to use social media wisely while upholding honesty within the family. Factors such as moral education at home, parenting styles, and social environment play an important role in shaping honest attitudes among teenagers despite the rapid growth of digitalization.

Amiroliyanti Amiroliyanti; Syafira Al-Alya. H

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2025 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Honesty is a very important trait in Islam and is also one of the characteristics that every Muslim should possess. Honesty means telling the truth as it really is and not lying, either in word or in action. In Islam, honesty is considered one of the most noble and praiseworthy traits. Allah SWT says in the Qur'an, “If you speak, then speak truthfully, even if it hurts.” (QS. Al-Ahzab: 70). Honesty has many benefits, both in personal life and in social life. With honesty, we can build trust and good relationships with others, and maintain our integrity and dignity.  Due to the rapid development of technology and relationships spread all over the world, there is a tendency to ignore fairness to achieve personal goals or ignore honesty to gain quick profits. Under these circumstances, the values of fairness and honesty found in the Qur'an become more necessary to implement in life. By using a thematic approach to related verses.  This research aims to gain a deeper understanding of the concept of honesty in the context of Al-Qur'an interpretation.