Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 74

Analytics

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Oktaviana, Lusi; Herwiyanto; Rohmad Suryadi; Dewi Purnasari; Inna Nur Rokhmah +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan kontributor penting dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi berbasis lokal. Namun demikian, banyak IKM masih menghadapi tantangan berkelanjutan yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas inovasi, rendahnya adopsi pemasaran digital, serta lemahnya akses terhadap kemitraan strategis. Sentra IKM Srikayu di Surakarta merupakan klaster industri furnitur yang mengkhususkan diri pada produk berbahan kayu jati dan mahoni dengan karakteristik kualitas yang kuat, namun perluasan pasar dan pengembangan kemitraannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal Sentra IKM Srikayu menggunakan analisis strategis berbasis SWOT sebagai dasar perumusan strategi pengembangan akses pasar dan kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan mengintegrasikan diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor masing-masing sebesar 2,82 dan 2,62, yang menempatkan sentra pada Kuadran I, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan agresif. Rekomendasi strategi meliputi penguatan branding dan pemasaran digital, diversifikasi desain produk sesuai tren pasar, perluasan kemitraan strategis, serta peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas sumber daya manusia guna menjamin daya saing dan keberlanjutan jangka Panjang.

Rizky Saputra Tobing; Sigalingging, Ocha Hosea; Sinaga, Roberto Karlos; Lubis, Rhamanda Ardiansyah

Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa 2026 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

The increasing consumption of packaged food products in Indonesia reflects modern lifestyle changes but simultaneously raises public health concerns related to high calorie, sugar, and fat intake. Nutritional information presented on food labels consists of multiple interrelated variables, making it difficult to identify dominant nutritional factors that characterize packaged food products. This study aims to apply Principal Component Analysis (PCA) to reduce the dimensionality of nutritional data and to map the nutritional characteristics of packaged food products in Indonesia. The research employs a quantitative exploratory approach using secondary data obtained from nutrition facts labels of 1,651 packaged food products. Seven nutritional variables were initially analyzed, namely total energy, protein, total fat, total carbohydrates, sugar, sodium, and dietary fiber. Data preprocessing included data cleaning, Z-score standardization, and iterative variable selection based on the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) measure and Bartlett’s Test of Sphericity to ensure sampling adequacy and sufficient correlation among variables. Variables with low sampling adequacy and perfect multicollinearity were eliminated, resulting in five variables retained for the final PCA model. Principal components were extracted using the eigenvalue greater than one criterion and confirmed through a scree plot, followed by Varimax rotation to enhance interpretability. The results indicate the formation of two principal components explaining approximately 69.7% of the total variance. The first component represents energy density and macronutrient richness, while the second component reflects carbohydrate-related characteristics, particularly the contrasting pattern between sugar and dietary fiber. Biplot visualization further illustrates product distribution based on these components. The findings demonstrate that PCA effectively simplifies complex nutritional information and provides a clear nutritional mapping of packaged food products, offering practical insights for consumers, producers, and policymakers in supporting healthier food choices in Indonesia.

Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.  

Setyowati, Endah; Nasrudin, Muhammad; Subektianto, Rahmad Adi

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2025 Politeknik Negeri FakFak

Penelitian ini membahas mengenai upaya perluasan infrastruktur teknologi informasi di Provinsi Papua kaitannya dengan peningkatan eksistensi ekonomi digital berdasarkan indikator infrastruktur teknologi informasi. Upaya ini didahului dengan melakukan klasterisasi wilayah di Provinsi Papua guna mengetahui kemiripan karakteristik infrastruktur setiap kabupaten/kota. Analisis klaster ini menggunakan pendekatan K-Means dan K-Medoids. Indikator infrastruktur teknologi informasi yang digunakan berupa variabel persentase keberadaan BTS, persentase kekuatan sinyal yang baik, persentase penerimaan sinyal internet, IPM, dan rasio produktivitas informasi dan komunikasi. Hasil analisis klaster menunjukkan terbentuknya dua klaster yaitu klaster 1 dengan infrastruktur teknologi informasi yang baik dan klaster 2 dengan infrastruktur yang kurang baik. Kabupaten/kota yang berada pada klaster 1 memiliki nilai rata-rata keberadaan BTS, kekuatan sinyal baik, penerimaan sinyal internet, IPM, dan rasio produktivitas informasi dan komunikasi yang jauh lebih tinggi daripada kabupaten/kota pada klaster 2.  Dengan adanya perbedaan ini tentu pemerintah di Provinsi Papua tetap harus konsisten untuk melaksanakan pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus sebagai bentuk pemerataan ekonomi dan perluasan ekonomi digital.

Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.

Nadila, Nadila; Jenni Getbriela T; Nor Latifah

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan stabilitas paracetamol dalam berbagai bentuk sediaan farmasi: tablet, sirup, dan suppositoria. Stabilitas merupakan parameter penting yang memengaruhi keamanan, efektivitas, dan masa simpan suatu produk obat. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskriptif dengan uji stabilitas dipercepat pada sampel yang disimpan dalam suhu dan kelembapan terkendali selama 3 bulan. Parameter stabilitas fisik dan kimia, seperti karakteristik organoleptik, pH, disolusi, dan kadar zat aktif, dievaluasi secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa sediaan tablet mempertahankan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sirup dan suppositoria, dengan perubahan minimal pada tampilan fisik dan kadar zat aktif. Sediaan sirup cenderung mengalami degradasi pH dan risiko kontaminasi mikroba, sementara suppositoria menunjukkan deformasi ringan dan migrasi zat aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan bentuk sediaan berperan penting dalam menjamin stabilitas jangka panjang sediaan paracetamol. Penelitian ini memberikan referensi penting bagi perumusan dan penyimpanan sediaan farmasi.

Rina, Rina; Nor Latifah

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Vaksin merupakan produk biologis dengan karakteristik khusus yang membutuhkan penanganan secara hati-hati melalui sistem rantai dingin (cold chain) sejak tahap produksi di pabrik hingga digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencapai efektivitas penggunaan yang optimal, ketersediaan vaksin harus dikelola dengan baik, dalam jumlah yang memadai, memiliki  mutu yang terjamin, serta tersedia tepat waktu, Penyimpanan vaksin merupakan bagian dari proses pengelolaan logistik yang dilakukan mengunakam sistem rantai dingin guna menjaga kualitas, melindungi dari kerusakan fisik maupun kimia, serta mempertahankan stabilitas mutu hingga vaksin diberikan kepada penerima. Berdasarkan sensitivitas terhadap suhu, vaksin dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu vaksin yang rentan terhadap pembekuan seperti Hepatitis B, DPT-HB-HIb, DPT-HB, IPV, DT, TT, dan Td serta vaksin yang sensitif terhadap panas seperti BCG, Polio, dan Campak.

Fitria Diniah Janah Sayekti; Tasrif Ahmad; Sehan Astri Fani

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Degenerative diseases are a global health problem with increasing prevalence, including in Indonesia. This disease can cause serious complications in vital organs such as the heart, kidneys, and brain. Therefore, preventive efforts are needed through education and nutritional innovation. This community service program aims to provide education on molecular examinations for degenerative diseases and introduce the Watermelon Lemonade innovation as preventive nutrition. The activity was carried out in Dukuh Branglor, Mancasan Village, with the pre-test method, educational presentation, Q&A, product demonstration, and post-test. The results of the activity showed an increase in public knowledge about hypertension and its examination, as well as high enthusiasm for the Watermelon Lemonade innovation. Based on the results of the activity, it can be seen that molecular examinations can be used to diagnose hypertension through analysis of genetic biomarkers, proteins, and metabolites, and the Watermelon Lemonade innovation has the potential to help lower blood pressure in hypertensive patients. The success of this program was shown by an increase in the average pre-test score of 58.46 to 86.67 in the post-test. The Wilcoxon test showed (p < 0.001), indicating a significant difference between the pre-test and post-test results and proving an increase in participant understanding. The questionnaire results showed a high level of satisfaction from participants with the delivery of materials, product manufacturing demonstrations, and practical benefits that can be applied in everyday life. The Watermelon Lemonade innovation is not only useful as an alternative to preventing hypertension, but also has the potential to be further developed as a health product based on natural ingredients.

Nurfadilah M. Kasim; Netty Ino Ischak; Yuszda K. Salimi; Nurhayati Bialangi; La Ode Aman +1 more

Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This research aims to formulate and examine the physicochemical characteristics and antioxidant activity of sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) as a plant-based milk. Moreover, this research also aims to conduct organoleptic tests on the products. The sacha inchi milk is formulated with five ratios: SI1 (sacha inchi 1:10 parts water), SI2 (sacha inchi 2:10 parts water), SI3 (sacha inchi 3:10 parts water), SI4 (sacha inchi 4:10 parts water), and SI5 (sacha inchi 5:10 parts water). Organoleptic tests are carried out by assessing the aspects of taste, color and aroma of the product with a score range of 1 (least preferred) - 5 (most preferred). The results of the organoleptic test showed that the most preferred sacha inchi peanut milk formulation was SI5 with a preference level reaching a score of 4.48. The SI5 formulation is more dominantly preferred because it is richer in taste, color and aroma. Then continued with physicochemical testing which includes water content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content, calcium content, pH, and viscosity and IC50 antioxidant activity test using UV-Vis Spectrophotometer instrument. The results of physicochemical tests and IC50 antioxidant activity conducted in this study were respectively: water content (74.10%), ash content (0.65%), fat content (19.15%), protein content (4.29%), carbohydrate content (1.82%), calcium content (0.043%), pH (6.01), viscosity (209 mPa∙S), and IC50 antioxidant activity (429.10 ppm).  

Raysha Tryfhatya Nurhaidha; Shifa Nurani; Zahra Nurazizah Al-Islami; Tri Cahyanto

Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Bioprinting 3D merupakan suatu teknologi transformatif dalam konstruksi rekayasa jaringan dan prototipe organ untuk meniru karakteristik jaringan alami yang digunakan dalam pengobatan regeneratif. Secara bioetika, organ tiruan 3D melibatkan analisis dan evaluasi tentang implikasi moral, sosial, dan hukum dari penggunaan teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review dengan menyajikan gambaran yang komprehensif tentang pengembangan dan pemanfaatan teknologi organ tiruan 3D (bioprinting) dalam perspektif bioetika dan hukum islam. Hasil menunjukkan bahwa bioprinting 3D memiliki pengaplikasian yang sangat beragam, diantaranya dalam bidang medis contohnya model untuk studi penyakit dan uji obat, pengobatan regeneratif, pembentukan organoid dan jaringan khusus, dan masih banyak lagi. Aspek bioetika mengenai bioprinting 3D masih menimbulkan tantangan yang perlu dipertimbangkan. Masalah bioetika seperti sumber atau asal bahan yang digunakan dalam bioprinting masih menjadi permasalahan. Penggunaan sel punca embrionik masih kontroversial, karena melibatkan penghancuran embrio manusia, sehingga menimbulkan pertanyaan moral dan etika mengenai nilai dan kesucian hidup manusia. Dalam perspektif Islam, berdasarkan analisis dari Al-Quran, hadits, dan beberapa fatwa, produksi organ tubuh melalui metode cetak 3D disarankan untuk dikategorikan sebagai perubahan ciptaan Tuhan yang dibolehkan karena tujuannya untuk mengobati dan menyelamatkan nyawa atau khusus untuk penggunaan proses transplantasi organ.

Syaiful Hasan Abdullah; Zaehol Fatah

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Indonesia, dengan tanahnya yang subur, memiliki potensi besar dalam pertanian, terutama berkat letak geografisnya di wilayah tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi. Kondisi ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman secara optimal, menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu komoditas penting adalah cabai rawit, yang memiliki rasa pedas khas dan sering digunakan sebagai bahan masakan. Selain memberikan rasa pedas yang kuat, cabai rawit juga mempercantik tampilan hidangan dan mampu meningkatkan nafsu makan. Karakteristik ini menjadikan cabai rawit sebagai elemen penting dalam kuliner Indonesia. Cabai rawit adalah salah satu komoditas utama di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam terkait tingkat produksinya, termasuk upaya mengoptimalkan hasil produksi melalui analisis berbagai faktor yang memengaruhinya. Metode data mining memungkinkan penggalian pola-pola tersembunyi yang menarik dalam kumpulan data. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan pengguna dalam proses pengolahan data. Salah satu pendekatan data mining yang efektif untuk memetakan atau mengelompokkan data serupa adalah klastering. Klastering memiliki kelebihan unik dibandingkan metode lain karena mampu mengklasifikasikan data tanpa memerlukan pengetahuan awal. Teknik ini membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kemiripan karakteristik. Ada berbagai algoritma yang digunakan dalam klastering, dan salah satu yang paling populer adalah algoritma K-Means

Syaiful Hasan Abdullah; Zaehol Fatah

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Indonesia, dengan tanahnya yang subur, memiliki potensi besar dalam pertanian, terutama berkat letak geografisnya di wilayah tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi. Kondisi ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman secara optimal, menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Salah satu komoditas penting adalah cabai rawit, yang memiliki rasa pedas khas dan sering digunakan sebagai bahan masakan. Selain memberikan rasa pedas yang kuat, cabai rawit juga mempercantik tampilan hidangan dan mampu meningkatkan nafsu makan. Karakteristik ini menjadikan cabai rawit sebagai elemen penting dalam kuliner Indonesia. Cabai rawit adalah salah satu komoditas utama di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam terkait tingkat produksinya, termasuk upaya mengoptimalkan hasil produksi melalui analisis berbagai faktor yang memengaruhinya. Metode data mining memungkinkan penggalian pola-pola tersembunyi yang menarik dalam kumpulan data. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan pengguna dalam proses pengolahan data. Salah satu pendekatan data mining yang efektif untuk memetakan atau mengelompokkan data serupa adalah klastering. Klastering memiliki kelebihan unik dibandingkan metode lain karena mampu mengklasifikasikan data tanpa memerlukan pengetahuan awal. Teknik ini membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kemiripan karakteristik. Ada berbagai algoritma yang digunakan dalam klastering, dan salah satu yang paling populer adalah algoritma K-Means

Rahma Nindya Ayu Hapsari; Yuhanafia, Nurul; Anggraini, Nurti Kusuma; Miftahul Muna, Yunita; Ayu Istianti, Monica +1 more

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penanganan limbah adalah suatu keharusan karena limbah dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan. Beberapa limbah dapat didaur ulang atau diproses kembali untuk menghasilkan bahan baku yang dapat digunakan kembali. Dengan menangani limbah dengan benar, kita dapat mengurangi kebutuhan akan bahan baku alam baru dan mendukung konservasi sumber daya. Mengetahui karakteristik dan nilai kuat  tekan  beton  dengan  penggantian  sebagian  agregatnya  dengan agregat daur ulang yang berasal dari limbah batu bata penggaron adalah tujuan dari penelitian ini.  Urgensi  dari  penelitian  ini  adalah  menghadirkan  solusi  untuk  mendaur ulang limbah batu bata penggaron hasil pembongkaran konstruksi dan sisa produksi batu bata sebagai pilihan pengganti agregat  kasar alam dalam campuran beton yang juga diharapkan mampu menjadi salah satu penerapan yang dapat mendukung adanya program green concrete. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi optimal untuk penggunaan bata Penggaron sebagai pengganti agregat kasar adalah sebesar 60% dari total kebutuhan agregat kasar dalam desain.

Ronaldo Aprili

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2024 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana citra merek dan kualitas produk dapat memengaruhi loyalitas konsumen generasi milenial terhadap Mie Instan Sedaap, dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi. Generasi milenial dipilih sebagai fokus karena mereka merupakan kelompok usia produktif yang memiliki karakteristik konsumsi yang unik, kritis terhadap merek, dan cenderung loyal terhadap produk yang sesuai dengan nilai dan preferensi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan. Namun, secara langsung, baik citra merek maupun kualitas produk terbukti berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Sementara itu, kepuasan konsumen tidak memiliki pengaruh langsung terhadap loyalitas, dan tidak berperan sebagai mediator antara citra merek maupun kualitas produk terhadap loyalitas. Temuan ini memberikan wawasan bagi produsen Mie Sedaap dalam merancang strategi merek yang lebih relevan dengan nilai-nilai generasi milenial untuk meningkatkan loyalitas mereka.

Helen Parkhurst

Journal Economic Excellence Ibnu Sina 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Sektor pertanian, terutama produksi tanaman pangan merupakan pilar perekonomian di Indonesia dengan sentra produksi berada di Nusa Tenggara. Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman pangan adalah kekeringan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Kekeringan dapat dihitung dengan Standardized Precipitation Index yang merupakan indeks untuk mengukur tingkat keparahan kekeringan suatu wilayah. Tingkat keparahan kekeringan suatu wilayah dapat mencapai nilai tertinggi yang dapat digunakan untuk memperkirakan periode kejadian kekeringan yang terjadi secara berulang. Selanjutnya hasil estimasi tersebut dapat digunakan untuk memperoleh nilai Return Period yang merupakan rata-rata waktu kekeringan yang terjadi dengan menentukan keparahan kekeringan maksimum. Untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi secara berulang, tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi karakteristik kekeringan dari Return Period berdasarkan profil geografis Nusa Tenggara. Data yang digunakan adalah data observasi curah hujan bulanan selama periode tahun 1985 sampai 2014 yang menggambarkan kejadian kekeringan yang telah terjadi untuk masa sekarang dan data skenario curah hujan bulanan selama periode tahun 2016 sampai 2100 berdasarkan Representative Concentration Pathways yang menggambarkan iklim di masa akan datang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Return Period secara geografis memberikan gambaran untuk berbagai wilayah. Pada wilayah karakteristik iklim lebih basah terlihat adanya pengurangan curah hujan, sedangkan wilayah karakteristik iklim lebih kering tidak mengalami pengurangan curah hujan yang signifikan. Secara umum dapat diketahui bahwa beberapa tahun ke depan prediksi kekeringan Pulau Nusa Tenggara menunjukkan tingkat keparahan kekeringan yang tidak terlalu parah dengan periode berulang yang lebih sering terjadi.

Dewi Agustina; Ade Fitri Arianti; Bunga Elvyan Br. Damanik; Istikhoma Rambe; Rehana Nugraha B. Sitorus

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarana prasarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat  dalam  mencapai maksud  dan tujuan. Sarana  prasarana  pelayanan kesehatan adalah sarana prasarana yang menyediakan bentuk pelayanan yang sifatnya lebih luas daripada bidang  klinik,  yaitu bersifat promotif, preventif dan rehabilitative. Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, personalia puskesmas atau sumber daya dapat mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas guna berlangsung baiknya suatu pelayanan kesehatan. Metode penelitian: Penulisan artikel ini menggunakan metode pencarian artikel menggunakan dua database, yaitu Google Scholar dan PubMed Kesehatan dengan kata kunci sumber daya manusia, personalia puskesmas dan peran kinerja. Hasil: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan: Produktivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain disiplin dan karakteristik individu. Produktivitas layanan kesehatan puskesmas juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM)/personalia yang dimiliki.

Hanna Tiffany, Margaretha; Andi Marlisa Bossa Samang; Syahmidarni Al Islamiyah

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Penggunaan surfaktan polimerik berbasis polisakarida memberikan solusi dalam memanfaatkan sumber daya alam terbarukan dan berkelanjutan sebagai penyusun bagian hidrofilik maupun hidrofobik pada molekul surfaktan. Ulasan ini bertujuan untuk membahas mengenai potensi polisakarida (selulosa, lignin, dan pektin) sebagai bahan baku dalam sintesis surfaktan polimerik untuk aplikasinya di berbagai sistem emulsi dan dispersi pada produk pangan, agrokimia, tekstil, farmasi, perawatan diri dan rumah tangga (personal care and household), serta pertambangan minyak bumi. Pembahasan mencakup mengenai metode kimiawi dan fisik yang dapat digunakan dalam memodifikasi polisakarida secara hidrofobik dan hidrofilik untuk mengubah karakteristiknya menjadi agen aktif permukaan (surfaktan). Hal ini dapat dicapai dengan memperkenalkan substituen yang hidrofobik (senyawa non-polar) maupun hidrofilik (senyawa polar) ke dalam gugus fungsional  dari polisakarida (gugus hidroksil alifatik dan gugus fenolik). Surfaktan merupakan molekul yang mempunyai gugus polar dan non-polar. Surfaktan dapat terakumulasi pada permukaan cairan atau antarmuka di antara dua fase yang berbeda (polar dan non-polar) dengan peran dalam menurunkan tegangan permukaan dan antarmuka. Modifikasi hidrofobik pada selulosa dan pektin secara kimiawi dilakukan menggunakan metode esterifikasi, transesterifikasi dan amidasi. Modifikasi hidrofilik lignin secara kimiawi menggunakan metode alkilasi, sulfonasi, oksidasi, fenolasi, serta aminasi. Sedangkan modifikasi hidrofilik lignin dan modifikasi hidrofobik pektin secara fisik dilakukan menggunakan metode iradiasi sinar UV. Adapun modifikasi hidrofobik selulosa secara fisik menggunakan metode iradiasi plasma dingin.  

Kamaluddin Kamaluddin; Muhammad Taufiq; Haeril Haeril

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat pesisir. Pemilihan daerah pesisir sebagai obyek dari pengentasan kemiskinan adalah karena karakteristik lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya yang unik dengan sumber daya alam yang melimpah namun masih banyak masyarakat pesisir yang hidup serba kekurangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Kabupaten Bima, lokasi tersebut sangat strategis dalam melihat studi kasus dan permasalahan yang terjadi. Subyek penelitian ini dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjawab berbagai permasalahan di dalam pengentasan kemiskinan nampaknya tidak bisa hanya menggunakan pendekatan satu solusi. Begitu juga untuk kemiskinan masyarakat pesisir di Kabupaten Bima yang memiliki kehidupan kompleks baik secara struktural, kultural maupun natural. Pendekatan secara struktural yaitu lebih ke arah teknis, di mana penyediaan sarana prasarana serta alat produksi yang mendukung dan memperlancar kegiatan produksi masyarakat pesisir. Kemudian pendekatan yang dilakukan secara kultural yaitu memberikan pengetahuan, informasi dan ketrampilan kepada masyarakat pesisir agar terbuka wawasannya sehingga bisa meningkatkan kualitas diri dan lebih berdaya. Selain itu juga perlunya pengembangan kelembagaan dalam bentuk misalnya kelompok nelayan secara permanen sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, informasi, kerjasama dalam berlayar hingga proses produksi. Yang terakhir pendekatan pengentasan kemiskinan disebabkan karena natural yang terkait dengan alam akibat gangguan iklim dan cuaca dapat di atasi dengan memberikan alternatif-alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan selama musim tidak dapat diandalkan untuk berlayar.

A. Hadian Pratama Hamzah; Fua Dewita; Nurhasanah Nurhasanah

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Pada tahun 1996 di Geneva, Swiss International Organization for Standardization (ISO) menerbitkan SML ISO 14001. Dimana hal tersebut dipercaya mampu membantu dalam menciptakan proses/mekanisme yang menyatu dalam meningkatkan kemampuan lingkungan dengan berkelanjutan yang dilakukan pada kegiatan produksi setiap hari (Rachman et al., 2019). Akan tetapi beberapa perusahaan mampu dan mau menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 karena diperlukan biaya yang besar tergantung dari fasilitas dan karakteristik perusahaan yang terdiri dari biaya audit rutin dan biaya investasi, selain itu SML ISO 14001 juga bersifat sukarela (Kamalia et al., 2020). Pelatihan merupakan salah satu komponen utama dalam Sistem Manajemen Lingkungan sesuai ISO 14001. Maka dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada pelatihan apa saja yang telah diikuti oleh para staf pekerja setelah adanya SML ISO 14001:2015 yang telah dimiliki PT. X bidang kehutanan. Pratik evaluasi penerapan SML ISO 14001:2015 pada PT. X bidang kehutanan untuk dibidang pelatihan masih sangat minim dilakukan dan untuk pengelolaan lingkungan pada area basecamp, nursery, sudah cukup baik namun untuk area workshop dan area log pond masih perlu dilakukan peningkatan dalam pengelolaan lingkungannya.