Publication Search

72,085 articles from 647 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Galadea, Aflakha Filosofi; Zahrotunnida, Nabila; Husen, Saadilah Amril; Shafrani, Yoiz Shofwa

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Riset ini dilakukan guna mengkaji secara komprehensif kinerja Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT El-Mentari yang beroperasi di Purwokerto, dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE). Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator inti, yaitu kepemimpinan, perencanaan strategis, orientasi pada pelanggan, sistem pengukuran dan manajemen pengetahuan, orientasi pada tenaga kerja, pengelolaan proses, serta capaian kinerja organisasi. Riset ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasional dalam mengumpulkan data, interview terstruktur, dan telaah dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa KSPPS BMT El-Mentari meraih skor keseluruhan sebesar 627,84, yang dikategorikan dalam kelompok “Pemimpin Industri Berkembang”. Dimensi dengan pencapaian tertinggi terdapat pada aspek fokus tenaga kerja (74,2%), sedangkan dimensi hasil bisnis diidentifikasi sebagai aspek yang memerlukan penguatan lebih lanjut. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun koperasi telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam praktik manajerialnya, masih terdapat ruang perbaikan untuk mencapai standar kinerja bertaraf global. Penelitian ini menyumbangkan pemahaman yang mendalam terhadap perkembangan praktik manajemen strategis pada koperasi syariah dan dapat dijadikan acuan bagi proses evaluasi berkelanjutan oleh pengelola koperasi.

Nurmala Sari; Ernita Puspa Dewi; Hannisa Fitri Effendi; Ramadhan Fathur Rahman Syah; Ziada Filosofia

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The low quality of Dasawisma administrative management remains a major challenge in supporting the effectiveness of the Family Empowerment and Welfare (PKK) programs at the community level. This problem is characterized by poorly organized family data records, weak documentation of activities, and limited understanding among administrators regarding the strategic role of administration as a basis for planning and decision-making. This Community Service Program (PKM) aims to improve the quality of Dasawisma administration through collaboration between higher education institutions and Dasawisma groups as an effort to strengthen community organizational governance. The method employed is a participatory community organizing approach, encompassing stages of joint planning, technical administrative assistance, training, and reflective evaluation. The results indicate an improvement in administrators' understanding and skills in managing administrative tasks, the establishment of more systematic data and activity recording systems, and increased participation and organizational ownership among Dasawisma members. Furthermore, the program encouraged the emergence of local leadership and collective awareness of the importance of as an instrument for institutional strengthening. Overall, collaboration with higher education institutions proved effective in promoting sustainable improvements in Dasawisma administrative governance.

Fendi Tri Akbar; I Wayan Arsana

Student Scientific Creativity Journal 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study refers to the philosophical values of calligraphy octagonal ornaments at the Muhammad Cheng Hoo Mosque in Pandaan District, Pasuruan Regency. The objectives of this study are: 1. To find out the meaning of calligraphy octagonal ornaments in the Muhammad Cheng Hoo Mosque 2. To find out the philosophical value contained in the calligraphy octagonal ornaments at the Muhammad Cheng Hoo Mosque. The method used in this study is a qualitative method. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation methods. The results of this study show that the meaning of calligraphy octagonal ornaments has a meaning that can be associated with one pillar of Islam. Because it shows unity and balance in carrying out religious commands and as the meaning of the five levels, in Islamic teachings are shahada, prayer, fasting, zakat and hajj as well as the meaning of blessings and abundance of sustenance. The philosophical value of octagonal ornaments has the meaning of balance, harmony and protection as well as the philosophical value of red and yellow colors in calligraphy octagonal ornaments, red is interpreted as joy, strength, and courage while yellow is interpreted as blessings and abundance of sustenance.

Retno Mawarini Sukmariningsih; Mashari; Agus Nurudin; Sri Mulyani

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Membangun kesadaran hukum dalam sistem hukum nasional harus responsif terhadap dinamika masyarakat lokal dan menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang telah ada. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis memadukan hukum formal dan kearifan lokal dapat menghasilkan sistem hukum yang lebih holistik dan responsif. Metode penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya integrasi kearifan lokal dalam pembentukan undang-undang yang merupakan upaya yang kompleks dan membutuhkan komitmen dari berbagai pihak. Integrasi kearifan lokal dalam pembentukan undang-undang berakar pada filosofi bangsa Indonesia yang menghargai nilai-nilai luhur budaya dan tradisi lokal yang lebih humanis, partisipatif, dan berkeadilan.

Indah Chintiya Setiyani; Nabilla Safitri; Naya Ramadhani; Thalita Khairani; Wismanto Wismanto +1 more

Journal of Student Research 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

KeywoThe background to this study is based on deep knowledge about how humans understand themselves, their relationships with nature and higher entities. Human nature is often the center of attention in various scientific disciplines, including philosophy, religion, psychology, and social sciences, which examine important aspects such as rationality, freedom, morality, and spirituality. The purpose of this research is to find out more about the nature of humans in life, which includes philosophical, moral, social and spiritual backgrounds & about how humans carry out their roles as social creatures, thinking individuals, and entities that have a relationship with nature. Understanding This contributes to the development of insight into the role of humans in creating social, moral and ecological balance in life. The method used in this research is a qualitative method with a literature and case study approach. Data was collected through analysis of various library sources, such as books, articles and scientific journals which discuss theories about human nature, as well as through interviews with thinkers and experts in related fields. This analysis was carried out descriptively and interpretively to gain an in-depth understanding of the concepts that emerged. It is hoped that the results of this research will provide a theoretical contribution to the development of the study of humans and life, as well as provide a practical basis for individuals in leading a balanced life between rational, moral, social and spiritual aspects.

Haribowo, Siget Fitrianto; Winarno, Agung

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2024 FEB Universitas Maritim Semarang

Truth and responsibility are fundamental ethical principles that shape leadership practices in corporate settings. This study explores the philosophical foundations of truth and responsibility and their applications in leadership ethics within organizations. Using a systematic literature review approach, the research synthesizes findings from various philosophical schools, such as deontology, utilitarianism, and virtue ethics, to examine how leaders can navigate ethical dilemmas, foster integrity, and build trust. The results reveal that embracing truth and accountability enhances decision-making processes, strengthens organizational culture, and mitigates ethical risks. This study highlights the significance of philosophical reflection in addressing modern leadership challenges, particularly in fostering transparency and ethical responsibility in complex business environments. Future research should focus on integrating these principles into leadership development programs to promote sustainable and ethical organizational growth.

Erdriani, Deby; Mukhaiyar Mukhaiyar; Azwar Anananda

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini mengeksplorasi analisis filosofis dan praktis dari pemikiran Al Farabi dalam pendidikan.Al Farabi, seorang filsuf Islam terkemuka, menekankan pentingnya mengintegrasikan filsafat dan praktik dalam pendidikan untuk mengembangkan individu yang seimbang. Dengan meneliti ide-idenya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana ajarannya dapat diterapkan dalam praktik pendidikan modern.Melalui kombinasi analisis teoritis dan contoh praktis, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan filosofi Al Farabi dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan berkontribusi pada perkembangan holistik siswa.Implikasi dari penelitian ini menyoroti relevansi mengintegrasikan prinsip-prinsip filosofis ke dalam kerangka pendidikan untuk menumbuhkan pemikiran kritis, nilai-nilai moral, dan kesadaran sosial di kalangan pelajar.

Ahmad Muhamad Mustain Nasoha; Ashfiya Nur Atqiya; Suci Wibowo; Annisa Ulfarisah; Mutya Suha Nugroho

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research discusses Pancasila values ​​in the formation of customary law through philosophical and sociological approaches. Pancasila as the basis of the state has an influence in the formation of national law, but its relationship with customary law, traditions and local norms requires further adjustments. This philosophical approach emphasizes the values ​​of Pancasila, such as Belief in One Almighty God, Just and Civilized Humanity, and Social Justice. This is different from sociological research that examines the response of indigenous communities to the function of Pancasila and the dynamics of social adaptation that occur. This research also provides scientific participation in understanding between national and local legal systems, and also provides a basis for legal policy regarding the dynamics of Indonesian socio-culture.

Robingun Suyud El Syam; Muhamad Yusuf Amin Nugroho

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The research intends to reveal the philosophical meaning in a cup of coffee of life, with a descriptive qualitative approach. After discussing and analyzing concluded; Coffee is a drink for all people. A connoisseur can know the existence of God from a cup of coffee, that in the fragrant aroma and delicious taste there are signs of the Kauniyah, the majesty of God. In front of connoisseurs, a cup of coffee never chooses who has the right to drink it. Likewise God, all servants before Him are the same, except piety. However delicious coffee must have a bitter side, but delicious coffee is bigger than the bitter side. Along with the bitter side of coffee, there are various tastes, that God has the nature of Jamaliyah (beauty). A cup of delicious coffee consists of various compositions: coffee, sugar and water, that enjoyment can be achieved because there are differences, life with differences is a blessing. Enjoy coffee when it's still warm, not hot or cold. Likewise religion, understanding religion must be precise and in context, not excessive. Peace, harmony, and unity are the teachings and commandments of God. That is one sign of God's greatness shown through coffee.    

Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Telah banyak peringatan tentang bahaya merokok, bahkan setiap kemasan rokok pabrikan wajib mencantumkan dampaknya. Realitasnya, perokok tidak berkurang. Artikel ini hadir untuk mengungkap bagaimana fenomana itu terjadi melalui penyelaman udud dalam filosofi bayani. Melalui penelitan kualitatif dengan pendekatan library research, disimpulkan: bahwa udud bagi para pencintanya merupakan kebutuhan bukan gaya hidup. Bagi mereka setiap hisapan udud dapat melahirkan ide dan sarana hadirnya kenyamanan hidup. Secara komunal rokok menjadi perekat persaudaraan dan pertemanan.  Dalam bingkai filosofis bahan udud tembakau asal kata ‘iki tambaku’ (ini obatku). Udud berasal dari kata ‘uwale yen didudud’ (lepasnya jika ditarik secara perlahan). Maka udud mampu melepas stres serta membatu rileksnya pikiran, sehingga inspirasi mudah hadir, muncul ide brilian, jiwa seni muncul dan bisa menyelesaikan problem hidup. Sisa udud disebut ‘tegesan’ mengacu maneges karso marang Gusti pangeran (menghadap kepada Gusti Yang Maha Kuasa). Saat udud sudah ada, harus dinyalakan dengan api, mengacu ‘Urip Iku Urup’ (Hidup itu Nyala). Manusia dilahirkan ke dunia untuk saling menolong, memberi dan membantu sesama tanpa rasa pamrih, disinilah hidup terasa bermanfaat.

Siti Nurhasanah; Rani Febrianni; Muhammad Saleh

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pemikiran Muhammad Natsir tentang pembaruan pendidikan di pesantren Al fatah tanjung Pura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library reseach) dengan pendekatan pendekatan filosofis. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Natsir mengemukakan pemikirannya tentang pembaruan pendidikan Islam, yaitu Pertama, peran dan fungsi pendidikan Islam yang pada intinya memberi perhatian lebih pada aspek afektif peserta didik serta menjauhkan setiap hal yang dapat menghambat potensi yang dimilikinya, Kedua, Integrasi ilmu umum dengan ilmu pendidikan agama Islam dalam satu kurikulum, Ketiga,  Tauhid sebagai landasan pendidikan Islam serta mewujudkan manusia yang mengabdi kepada Allah swt. sebagai tujuan pendidikan Islam, 4) Pendidikan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan. Adapun implementasi pemikiran Muhammad Natsir tentang integrasi ilmu umum dengan ilmu agama Islam dalam satu kurikulum telah berjalan dengan baik. Indikatornya adalah dalam penyusunan kurikulum, pesantren Al fatah tanjung Pura  menggunakan tiga kurikulum yang disatukan, dari tiga kurikulum tersebut terdapat mata pelajaran umum serta mata pelajaran agama Islam seperti tahfidz dan mentoring.  

Syarifatunnisa; Ahmad Fuadi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penurunan akhlak peserta didik masa kini ya ng menyebabkan kasus kekerasan kepada guru maupun kepada sesama murid yang muncul di pemberitaan media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan di buku  Ash-Shuffah pada masa Nabi Muhammad dan relevansinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik masa kini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan historis-filosofi. Metode pengumpulan data diperoleh dari buku Ash-Shuffah karya Yakhsyallah Mansur,    jurnal, dan sumber lain yang berhubungan dengan jawaban rumusan masalah. Data  dianalisa dengan memilih data dan mengambil data yang diperlukan, menyajikan data dalam bentuk tulisan, mengklasifikasi data dan mengaitkan antara data konsep pendidikan buku Ash-Shuffa dengan teori-teori pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa didalam konsep pendidikan dalam buku Ash-Shuffah terdapat relevansi terhadap pembentukan akhlak diantaranya ialah relevansi tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, lingkungan pendidikan, dan metode pendidikan Ash-Shuffah terhadap teori pembentukan akhlak peserta didik masa kini.

Nurmala Sari; Ernita Puspa Dewi; Hannisa Fitri Effendi; Ramadhan Fathur Rahman Syah; Ziada Filosofia

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

The low quality of Dasawisma administrative management remains a major challenge in supporting the effectiveness of the Family Empowerment and Welfare (PKK) programs at the community level. This problem is characterized by poorly organized family data records, weak documentation of activities, and limited understanding among administrators regarding the strategic role of administration as a basis for planning and decision-making. This Community Service Program (PKM) aims to improve the quality of Dasawisma administration through collaboration between higher education institutions and Dasawisma groups as an effort to strengthen community organizational governance. The method employed is a participatory community organizing approach, encompassing stages of joint planning, technical administrative assistance, training, and reflective evaluation. The results indicate an improvement in administrators' understanding and skills in managing administrative tasks, the establishment of more systematic data and activity recording systems, and increased participation and organizational ownership among Dasawisma members. Furthermore, the program encouraged the emergence of local leadership and collective awareness of the importance of as an instrument for institutional strengthening. Overall, collaboration with higher education institutions proved effective in promoting sustainable improvements in Dasawisma administrative governance.

Robingun Suyud El Syam; Salis Irvan Fuadi

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Sepakbola sangat digandurungi seantero dunia, terlebih saat ada Piala Dunia, jutaan pasang mata siap menikmatinya. Melalui kajian filosofis, penelitian menyimpulkan : turnamen Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar merupakan ekspresi ruang bagi tuan rumah untuk mempresentasikan wajah Islam yang penuh kesejukan. Posisi tawar sebagai penyelenggara dimanfaantkan untuk mengklarifikasi bahwa Islam yang selama ini dipersepsikan dunia Barat melekat dengan berbagai aksi kekerasan dan terorisme, dibantah dengan realitas melalui wajah sejuk Islam, meliputi : Opening Ceremony nuansa Islami, standart kesopanan suporter, mural hadis wajah sejuk Islam, area shalat dekat stadion, Quick response Code Islam di hotel, layanan informasi Islam, pameran benuansa Islam, muazin bersuara merdu, berbagi makanan gratis, memakaikan jilbab turis wanita, larangan minuman beralkohol, larangan simbol LGBT, dan larangan aktifitas perjudian. Lewat Piala Dunia, Qatar memperjuangkan posisi tawar dihadapan FIFA, membuktikan keindahan agama Islam dan sekaligus meruntuhkan stigma Barat. Implikasi penelitian, bahwa umat Islam mesti mempunyai posisi tawar didepan dunia Barat, agar tidak disalah pahami tentang ajarannya yang menentramkan dan damai. Promosi kesejukan Islam bisa melalui banyak pintu seperti telah dilakukan oleh Qatar.