SciRepID - Filosofi Bayani “Udud Dulu”: Sebuah Potret Rhythmic Kehidupan


Filosofi Bayani “Udud Dulu”: Sebuah Potret Rhythmic Kehidupan

Journal of Creative Student Research
Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen (LPKD)

📄 Abstract

Telah banyak peringatan tentang bahaya merokok, bahkan setiap kemasan rokok pabrikan wajib mencantumkan dampaknya. Realitasnya, perokok tidak berkurang. Artikel ini hadir untuk mengungkap bagaimana fenomana itu terjadi melalui penyelaman udud dalam filosofi bayani. Melalui penelitan kualitatif dengan pendekatan library research, disimpulkan: bahwa udud bagi para pencintanya merupakan kebutuhan bukan gaya hidup. Bagi mereka setiap hisapan udud dapat melahirkan ide dan sarana hadirnya kenyamanan hidup. Secara komunal rokok menjadi perekat persaudaraan dan pertemanan.  Dalam bingkai filosofis bahan udud tembakau asal kata ‘iki tambaku’ (ini obatku). Udud berasal dari kata ‘uwale yen didudud’ (lepasnya jika ditarik secara perlahan). Maka udud mampu melepas stres serta membatu rileksnya pikiran, sehingga inspirasi mudah hadir, muncul ide brilian, jiwa seni muncul dan bisa menyelesaikan problem hidup. Sisa udud disebut ‘tegesan’ mengacu maneges karso marang Gusti pangeran (menghadap kepada Gusti Yang Maha Kuasa). Saat udud sudah ada, harus dinyalakan dengan api, mengacu ‘Urip Iku Urup’ (Hidup itu Nyala). Manusia dilahirkan ke dunia untuk saling menolong, memberi dan membantu sesama tanpa rasa pamrih, disinilah hidup terasa bermanfaat.

🔖 Keywords

#Filosofi Bayani #Rhythmic Kehidupan

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
27 March 2023
Volume / Nomor / Tahun
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2023

📝 HOW TO CITE

Robingun Suyud El Syam; Bambang Sugiyanto, "Filosofi Bayani “Udud Dulu”: Sebuah Potret Rhythmic Kehidupan," Journal of Creative Student Research, vol. 1, no. 2, Mar. 2023.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun