Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi penjualan berbasis web untuk meningkatkan efektivitas pencatatan transaksi pada Toko Bangunan Subur Kaliwungu yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi pencatatan yang tidak efisien, kesulitan pencarian data, serta kurangnya ketepatan dalam laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model Prototype. Sistem dikembangkan dengan menerapkan metode akuntansi berbasis Akrual (Accrual Basis) agar laporan keuangan dapat disusun lebih akurat dan real time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mencatat transaksi penjualan dan pembelian, mengelola data barang dan pelanggan, serta menyajikan laporan penjualan dan laporan keuangan secara digital. Fitur tambahan seperti histori transaksi, informasi stok barang, serta perhitungan laba rugi juga membantu pemilik toko dalam pengambilan keputusan. Implementasi sistem memberikan dampak positif, di antaranya peningkatan efisiensi, keakuratan data, dan kemudahan monitoring aktivitas penjualan.
Penelitian ini mengkaji persepsi siswa terhadap penggunaan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 4 Pekanbaru. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap satu guru dan kuesioner terbuka kepada sepuluh siswa kelas XI, penelitian ini menelusuri bagaimana pembelajaran digital memengaruhi pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap e-learning karena fleksibilitas dan kemudahan akses, meskipun keterbatasan interaksi langsung menjadi kendala. Hambatan lainnya termasuk koneksi internet yang tidak stabil dan motivasi belajar yang menurun. Namun, strategi pembelajaran kontekstual seperti penugasan presentasi budaya lokal terbukti mampu memperkuat nilai kewarganegaraan dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi pembelajaran yang efektif dan konten digital yang berpusat pada siswa dalam pembelajaran PKn. E-learning, bila dirancang dengan baik, dapat berperan besar dalam pembentukan karakter dan kewarganegaraan digital.
The study aims to produce a textbook called Basic Teaching and Learning Skills in the Aspect of Teacher Personality Competence Integrated with QR-Code to improve the quality of professional teacher competence. The study applied the Research and Development (R&D) methodology based on the ADDIE model. The findings indicated that there was high level of feasibility, including material expert validation 83.3, language validation 88.3 and student responses 95.5 which is categorized as very feasible. The results show that the implementation of the QR-Code can increase the level of interactivity to watch the videos, case studies, reflective materials that reinforce the level of conceptual knowledge and internalization of the characters. The findings synthesis is in accordance with Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and experiential learning theories, and technology is the reflective medium in personality development. It concludes that the QR-Code textbook is a productive, innovative, and topical medium to form teacher personality competence, which is consistent with the curriculum and the demand of transformation education digital. The product will help improve innovation in higher education by helping close the gap between the pedagogical content and digital literacy and providing adaptive and professional teachers to meet the demands of the 21st-century education.
Perang siber adalah suatu kondisi konflik dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikas dimana menjadi sebuah fenomena sosial dalam relasi internasional yang menjadi masalah serius bagi bangsa-bangsa di dunia dalam membangun stabilitas internasional. Mmenghadapi variasi bentuk perang siber, dibutuhkan adanya proses pembangunan nasional berbasis keamanan siber/cyber security sebagaimana telah dilakukan oleh beberapa bangsa-bangsa di dunia. Perang siber sesungguhnya merupakan bentuk dari perang dunia ketiga yang sudah terjadi. Kekosongan dalam literatur hukum internasional membuat model serangan siber semakin menunjukkan kesiapannya untuk terlibat dalam konflik bersenjata. Konflik siber, yang melibatkan serangan terhadap sistem komputer dan jaringan digital, menimbulkan pertanyaan kompleks mengenai bagaimana prinsip-prinsip hukum humaniter yang ada dapat diterapkan dalam konteks konflik ini. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif (legal study research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus dari bahan primer dan sekunder. Tantangan HHi dalam mengatur konflik siber mulai dari definisi, pelacakan pelaku, perlindungan masyarakat, sampai penyesuaian hukum dengan teknologi baru. Diperlukan pembaruan hukum, peningkatan kerja sama antar negara, dan penguatan cara penegakan hukum agar perlindungan kemanusiaan tetap terjaga di zaman digital. HHI dapat diterapkan pada konflik siber tetapi perlu adaptasi melalui instrumen baru atau interpretasi progresif sebagaimana Kasus Rusia-Ukraina yang menjadi bukti urgensi penyesuaian hukum.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan branding produk. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, adalah minimnya inovasi dalam desain kemasan serta kurangnya pemanfaatan strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM, khususnya Kerupuk Lala 73, dengan mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik serta menerapkan strategi digital marketing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup observasi, pendampingan, pelatihan, dan evaluasi terhadap pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pada desain label dan kemasan mampu meningkatkan daya tarik produk, sedangkan pemanfaatan platform digital seperti TikTok, Facebook, dan marketplace lainnya berhasil memperluas jangkauan pasar. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk UMKM berpotensi lebih dikenal luas dan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan.
Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417
Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232
Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952
Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308
Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238
Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343
Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574
Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890
Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346
Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240.
Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32
Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829
Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ
Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187
Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939
Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240
Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846
Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773
Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16
Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90.
Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97
Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513
Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah proses transformasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks), perlindungan data pribadi, serta etika bermedia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Diskominfo, staf pelaksana program, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan edukasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Bengkulu menerapkan strategi komunikasi publik yang terencana dengan memadukan pendekatan informatif, persuasif, dan partisipatif. Media yang digunakan meliputi saluran daring seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi pesan instan, serta saluran luring berupa pelatihan tatap muka, sosialisasi di tingkat kelurahan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penyusunan pesan literasi digital dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu terkini, di antaranya pencegahan hoaks, keamanan data pribadi, dan etika penggunaan media digital. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penelitian juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan kesenjangan tingkat literasi digital antar kelompok sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi publik sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan audiens. Selain itu, studi ini menggarisbawahi relevansi teori Difusi Inovasi dalam memahami pola adopsi literasi digital di masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif dalam mendorong literasi digital di era transformasi digital yang terus berkembang.
Terrestrial digital television transmitter stations are the main facilities in the transmission of digital television broadcasts to the public. The quality of the transmitted signal is expected to reach the Central Java-1 service area well so as to provide optimal and reliable quality of digital television broadcast performance according to the needs of the community, but currently, complaints about signal problems such as service coverage and reception quality still occur a lot, coverage and signal quality received by community-owned television transmitters cannot be separated from the influence of the quality performance of digital television transmission stations. The purpose of this research is to analyse the coverage performance of digital television services of digital television transmitter stations using the K-Means Clustering Method, identify areas with the best signal coverage and group areas based on the level of signal performance. The data used includes field strength parameters collected through field measurements at 25 service area location points, topography factors and transmitter distance were found to be the main causes of signal quality differences. Data analysis shows that the K-Means Clustering method effectively clusters areas with signal reception quality categories of very good cluster 3 areas, good cluster 8 areas, fair cluster 5 areas and poor cluster 9 areas. The results of this study can be recommended in the evaluation and optimisation of tele-transmitting station networks.
Percepatan transformasi digital di sektor publik menuntut adaptasi tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan keterlibatan pegawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan digital dan literasi digital terhadap kinerja ASN di Bapenda Semarang, dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif explanatory ini mengumpulkan data dari 109 ASN melalui kuesioner dan dianalisis dengan PLS-SEM via SmartPLS. Hasil menunjukkan kepemimpinan digital berpengaruh signifikan terhadap employee engagement (t=7,124) dan kinerja ASN (t=2,647), serta literasi digital berpengaruh signifikan terhadap keduanya (t=3,369 dan t=2,203). Employee engagement memediasi hubungan ini secara signifikan. Temuan menegaskan peran penting employee engagement dalam mengoptimalkan transformasi digital.
The development of information and communication technology has changed the pattern of human interaction, which was initially done face-to-face, to digital. The positive impact of internet usage is to facilitate connection and access to information, but it can also result in negative impacts such as cybercrime. The purpose of this research is to determine the crime of cyberstalking reviewed from Law Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). This research is normative legal research that is prescriptive and uses a statutory approach, case approach, and conceptual approach. The collection of legal materials uses literature study techniques or document studies using syllogistic analysis techniques and using deductive thinking patterns. From the research, it was found that cyberstalking can be in the form of stalking followed by sexual harassment, privacy interference and continuous threats. In addition, cyberstalking is regulated in Law Number 1 of 2024 concerning Information and Electronic Transactions. However, this law has not been clearly or specifically regulated regarding stalking in the digital realm. Therefore, we need strict regulations regarding cyberstalking crimes.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, UMKM menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta kendala dalam pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi UMKM, mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dan sektor swasta, serta merumuskan strategi pengembangan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang mencakup pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi akses pasar dan teknologi dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM secara signifikan. Selain itu, peningkatan proses pembelajaran dalam UMKM sangat penting untuk mendorong inovasi produk dan perbaikan kinerja usaha.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan UMKM harus terintegrasi dengan pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan akses permodalan, dan pemanfaatan teknologi digital. Dukungan kebijakan yang memudahkan akses pembiayaan dan regulasi yang ramah terhadap UMKM juga menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan sektor ini. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM yang lebih efektif, sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkontribusi lebih optimal terhadap perekonomian nasional.
Penelitian ini mengungkapkan sejumlah contoh nyata pelanggaran privasi konsumen di Indonesia akibat pemanfaatan Big Data. Pelanggaran ini meliputi kebocoran data pribadi di platform e-commerce, pengumpulan data tanpa persetujuan melalui aplikasi mobile, pemasaran berbasis data yang agresif, penjualan data kepada pihak ketiga tanpa izin, serta kebijakan privasi yang tidak transparan. Kasus-kasus tersebut menyoroti kerentanan data pribadi konsumen terhadap serangan siber dan penyalahgunaan, serta perlunya regulasi yang lebih ketat dalam perlindungan data.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi langkah-langkah strategis, termasuk implementasi kebijakan perlindungan data yang transparan, peningkatan kesadaran konsumen melalui edukasi, penggunaan teknologi keamanan mutakhir, dan kepatuhan terhadap regulasi, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan pihak ketiga dan melakukan audit risiko secara berkala untuk memperbaiki sistem keamanan mereka. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memastikan perlindungan privasi dalam era digital.
Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan konsumen dalam menciptakan ekosistem data yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.
In the current digital era, technological advances have brought considerable changes, which can be seen in the way individuals gather information, interact, and play an active role in social life. The concept of citizenship is no longer limited to the physical world, but has expanded to the digital. In the digital sphere, everyone has rights and obligations, including maintaining communication ethics, protecting personal privacy and others, and taking part in more positive activities. As in the Islamic view, in the digital world, people must always participate and be based on sharia principles, such as honesty, responsibility, and respect for the rights of others. This study aims to examine the role of digital citizenship in the perspective of Islamic law, which uses a qualitative approach and normative analysis. The results of this study also show that there are several aspects that are influential in the digital era such as the importance of protecting personal data as part of the main objective of sharia, maintaining communication ethics by prioritizing the principles of politeness and honesty, and preventing the spread of hoax information. Islam also strongly emphasizes the importance of hate speech and bullying among virtual communities. In addition, freedom of expression in the digital sphere must be accompanied by moral responsibility to anticipate conflicts.With this understanding, Muslims are expected to contribute to creating a digital space that is safer, healthier, harmonious, and in accordance with sharia teachings
Various aspect life man has changed in a way significant by revolution technology digital. Digital technology has created opportunities and new obstacles in many ways, such as the way people interact One The same other, Work, Study, And get service health. In article This, we will discuss how the digital technology revolution impacts areas such as economics, education, social interactions, and data security and privacy issues. This study finds ways in which technology digital increase productivity, efficiency, And inclusion. They Also find problem that need to be considered. They use literature study methods and secondary data analysis.